English

Pemenang Mengambil SemuanyaChapter 1

0 Comments

“Presiden Li, pesawat anda sudah bisa check-in, anda sudah bisa pergi mulai sekarang”

Li Shuo, yang telah tidur membuka matanya dan tersenyum kepada pelayan di ruang tunggu: “Terima kasih”. Dia mengambil ponselnya, matanya memindai melalui notifikasi. Itu semua adalah teks dari kerjaan, dan tidak ada satu pun dari nama yang ingin dilihatnya. ENJ7jB

Dia membawa tas kerja dengan setelan jaket tergantung di tangannya, berjalan dengan kaki jenjangnya menuju pintu keberangkatan, dan menundukkan kepalanya untuk mengirim pesan untuk seseorang: “Xiao-Chengxiu, Kamu ada di kantor?”

“Iya, Li-dage, Kamu belum di pesawat?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Ini sudah boarding, apa yang kamu lakukan?”

“Aku sedang menyelesaikan laporan” il8dS1

“Aku akan segera berangkat dan aku tidak dapat mengaktifkan ponsel selama sepuluh jam lebih ke depan. Apakah kamu akan merindukan ku?”

Li Shuo berpikir bahwa Cheng Xiu pasti merasa malu, mungkin dia akan tersipu dan tidak dapat berhenti tersenyum. Setelah beberapa saat, ada balasan pesan: “Aku akan merindukan mu.”

Walaupun mereka dipisahkan oleh telepon, Li Shuo dapat membayangkan bahwa orang di sisi lain memiliki penampilan yang hati-hati, serius, dan malu ketika mengetik pesan SMS tersebut. Dia sedang dalam keadaan suasana yang baik, sudah masuk ke dalam pesawat, dan akhirnya mengirim beberapa pesan SMS sebelum mematikan teleponnya.

Pramugari membawa dia ke kursi barisan depan, tersenyum dan bertanya: “Tuan Li, silahkan duduk. Biarkan saya membantu anda meletakan tas kerja ke dalam bagasi kabin.” wQdlz1

“Terima kasih, tapi saya dapat melakukannya sendiri.” Li Shuo mengeluarkan laptop dan menaruh tas kerjanya ke dalam bagasi kabin. Desain bagasi kabinnya berlekuk-lekuk dan cukup dalam, tas kerja Li Shuo langsung masuk ke bagasi. Tiba-tiba dia teringat bahwa dia lupa untuk mengambil earphonenya. Bahkan dengan tingginya, dia juga butuh meluruskan badannya, meregangkan tangannya untuk meraih kantong kecil di bagian belakang tas kerjanya.

Inilah yang dilihat Zhao Jinxin ketika dia masuk ke pesawat – seorang pria jangkung dengan otot yang ramping mengenakan celana panjang hitam dan kemeja biru muda dengan setengah kepalanya di bagasi kabin.

Dia sepertinya sedang mencari sesuatu, dan posisinya memiliki dada lurus, tubuh bagian atas bersandar ke belakang, membuatnya terlihat seperti dia sedang meregangkan dadanya, pinggangnya yang ramping, dan menonjolkan lekuk pinggul dan pantatnya. Garis dari pantat hingga pahanya membulat dengan indah, dan kakinya yang panjang diperkuat oleh celana yang dibuat khusus. Tampak seolah-olah dia diukir dari marmer, dia bisa membuat seseorang tersesat dalam fantasinya.

Zhao Jinxin menaikkan alisnya. Dia merasa sangat terprovokasi. Dia tidak bisa untuk tidak melihat kedepan kearah pria yang memiliki sosok yang menarik ini. eyQmw0

Li Shuo akhirnya menemukan earphone yang selama ini dia cari, dan menarik kepalanya keluar. Ketika dia menoleh ke belakang, Li Shuo melihat pria yang sangat tinggi berdiri di pintu kabin. Dia sedikit tertegun, tetapi cepat sadar dari ketakjubannya: “Maaf sudah menghalangi mu.” Setelah dia berkata itu, diam-diam Li Shuo menertawai dirinya sendiri. Dia heran mengapa begitu konyol nya dia bisa terkejut melihat pria tampan.

Padahal selama hidupnya, dia telah melihat banyak sekali pria tampan dan wanita cantik sebelumnya. Tetapi, penampilan pria ini sangat… Jika ini merupakan kekaguman biasa, itu tidak akan membuatnya terpana seperti ini. Selain itu, figur dan fitur wajah pria itu mengesankan, sepasang mata menggoda yang sedikit menyipit, semuanya tidak ada yang salah. Cara pria itu melihat sangat menggoda dan penuh kasih sayang yang tampaknya dapat menembus orang-orang dengan hanya melihatnya, dia benar-benar seperti iblis.

Zhao Jinxin tersenyum dan berkata “Tidak apa-apa”. Dia sangat senang sekarang, saking senangnya dia hampir tidak dapat menutupinya. Seakan-akan dia telah menemukan peti harta karun yang berisi perhiasan yang tak ternilai harganya. Sebelum membukanya, dia akan sangat menantikannya, memimpikannya, bertanya-tanya harta macam apa yang ada di dalamnya, tetapi setelah membukanya, apa yang ada di dalamnya jauh lebih baik dari yang dia bayangkan. Pria itu memberinya pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dan fantasi yang indah dalam sepuluh detik, dan dia bahkan tidak menyadarinya.

Banyak orang mengatakan bahwa Zhao Jinxin memiliki selera yang tidak biasa. Dia adalah seorang playboy yang punya banyak pilihan, tetapi dia tidak suka pria yang lebih muda. Faktanya, dia menyukai pria yang lebih tua. Dia berpendapat bahwa ada banyak pria muda dan tampan dimana-mana sehingga itu tidak menarik baginya. VZkt0q

Tetapi pria yang lebih tua seperti wine yang berkualitas setelah proses tempering bertahun-tahun dan disimpan lama, mereka tidak dikutuk karena mengalami perubahan di dunia ini, tetapi mereka memiliki pesona yang dewasa dan tipe yang lembut. Setiap senyuman memancarkan stabilitas dan kepercayaan diri yang diberikan dari pengalaman tersebut dan bisa menahan siksaan waktu yang keras. Ketika seorang pria mencapai usia ini, dengan penampilan seperti pria yang baru saja dia temui, dia benar-benar adalah yang terbaik.

Setelah Li Shuo duduk, dia sadar bahwa pria muda itu masih melihatnya, matanya terlihat sedikit mencurigakan. Karena Li Shuo adalah pria yang bijaksana, dia sadar bahwa ada banyak sekali orang yang akan tertarik padanya, jadi dia sudah terbiasa.

Zhao Jinxin berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya ke arah Li Shuo sambil tersenyum: “Halo, nama saya Zhao Jinxin, Jin singkatan dari ‘indah’ dan Xin singkatan dari ‘pekerja keras’.”

Li Shuo mengangkat tangannya dan membalas jabat tangannya: “Halo, Li Shuo. Li singkatan dari ‘fajar’ dan Shuo singkatan dari ‘bulan’.” 5dQEpH

Zhao Jinxin menjabat tangan Li Shuo dengan ringan. Dia meletakkan kopernya ke bagasi kabin dan duduk di samping Li Shuo.

Li Shuo merasa sedikit bahagia, tidak setiap hari dia duduk di samping seseorang yang menyenangkan ketika dia pergi. Dia telah naik pesawat beberapa kali dalam hidupnya, tetapi ini adalah pertama kalinya dia beruntung. Sebuah kebetulan yang indah bisa membuat orang merasa sedikit lebih baik saat menghadapi penerbangan jarak jauh.

Langit Bieru.

Zhao Jinxin tersenyum dan berkata, “Apakah anda akan pergi ke Amerika untuk bekerja?”

“Tidak, aku kembali untuk menemui orang tuaku.” TgdiBQ

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Ccvj alcuuji vl Rfk Tbgx?”

“Ygjcu aejxe alcuuji vl Rfk Tbgx ajql rjsj alcuuji vl Jlcj rfxjgjcu. Djujlwjcj vfcujcwe?”

“Ygjcu aejxe peuj alcuuji vl Rfk Tbgx. Zjxjcsj rjsj rfvjcu ijgl xfrjcj xfwjgl ecaex yfxfgpj.” Itjb Alczlc afgrfcsew, wjajcsj yfgrlcjg vjc wfiltja xfjgjt Ol Vteb ajcqj yfgxfvlq, wjajcsj rfvlxla afgjcuxja vjc yfgufgjx, laeijt rjja vlwjcj vlj alvjx vjqja yfgxjaj-xjaj yfajqj wjucfacsj lae.

Tiba-tiba, wanita paruh baya datang dan berdiri di samping Zhao Jinxin dengan keraguan: “Permisi, apakah anda berada di kursi yang salah?” LdGKr0

Zhao Jinxin menoleh keatas dan tersenyum kepadanya: “Maaf, ini memang kursi anda. Saya kebetulan naik pesawat dan bertemu dengan teman saya”. Dia menunjuk ke Li Shuo, “Apakah tidak apa-apa kita bertukar kursi?”

Mata wanita itu sedikit mengelak dan dia sepertinya tidak berani melihat mata menawan Zhao Jinxin. Dia setuju: “Ah baiklah, oke, oke.” Lalu dia pergi dengan wajahnya yang memerah.

Zhao Jinxin berbalik dan tersenyum pada Li Shuo.

Li Shuo mengangkat alisnya dan berhadapan dengan niat baik yang tak terselubung ini, dia tersenyum sedikit dan memanggil pramugari: “Bisakah anda memberi saya segelas soda. Tuan Zhao, apakah anda ingin minum sesuatu?” 3DYpef

“Sama seperti anda.” Zhao Jinxin tidak melihat pramugari ketika dia menjawab. Dia selalu menatap Li Shuo dengan senyum di wajahnya.

Li Shuo tertawa kecil: “Tuan Zhao, jika anda melihat saya seperti itu, saya akan salah paham.”

“Anda tidak salah paham, Saya sangat tertarik dengan anda.” Zhao Jinxin sambil mengangkat bahunya, “Saya tidak suka basa-basi dan saling membuang waktu. Saya berharap, ini tidak menakuti anda.”

Li Shuo dengan tulus menjawab: “Saya tersanjung. Tetapi saya sudah memiliki pacar.” G8XWr

Zhao Jinxin membuat suara “Oh” penuh makna, “Sayang sekali.” Tapi tidak ada penyesalan dalam nada itu. Dia mengambil soda yang dikirim oleh pramugari dan memberikannya ke Li Shuo.

Li Shuo mengguncangkan gelas kristal yang berat dan mengangkatnya untuk bersulang. “Untuk keberuntungan.”

“Untuk keberuntungan.”

Zhao Jinxin menghindari topik ini dan mulai bertanya tentang pekerjaan Li Shuo. Mereka berbicara tentang harga emas, nilai tukar, dan indeks NASDAQ. Pesawat itu lepas landas tanpa mereka sadari. Tidak ada yang salah dalam obrolan mereka dan mereka mempunyai percakapan yang hebat. zeBPYb

Tanpa disadari, setelah makan malam, jendela menjadi gelap gulita, kursi first class terisi kurang dari setengahnya dan suasananya sangat sunyi. Keduanya telah banyak mengobrol dan sedikit lelah.

Li Shuo bersandar di kursinya dan menutup dirinya dengan selimut, siap membaca buku dengan posisi yang nyaman.

Please visit langitbieru (dot) com

Zhao Jinxin berbaring miring di sampingnya dan menatapnya, matanya sedikit kabur dalam cahaya redup: “Aku tidak bisa tidur.”

Li Shuo berkata: “Apakah telingamu berdengung karena suara pesawat?” 5drOUS

“Tidak, itu sudah tadi.”

“Kamu bisa menonton film.”

“Aku tidak ingin menonton film.”

“Lalu, apa yang kamu ma……” QLeczd

“Bagaimana kalau kamu ceritakan tentang pacar mu?” Mata Zhao Jinxin berbinar karena penasaran.

Li Shuo berpikir sejenak: “Oke.”

“Orang seperti apa dia?”

Li Shuo memikirkan orang itu, tanpa sadar bibirnya tersenyum: “Dia sangat tenang, lembut, baik hati, sederhana, dan sangat perhatian.” RA4n5l

Zhao Jinxin sedikit menyipitkan matanya dan berbisik, “Apakah dia tampan?”

“Tidak terlalu tampan, tapi sangat menarik dan nyaman untuk dilihat.”

“Kenapa kamu tidak mengajaknya kali ini?”

“Dia punya pekerjaan yang harus dilakukan.” xTVoku

“Bagaimana kalian bertemu?”

“Dia dulu magang di kantorku.”

“Oh, dia mahasiswa.”

“Tidak lagi, dia sekarang sudah bekerja.” R3XnVQ

Zhao Jinxin mengajukan beberapa pertanyaan secara beruntutan, membuat Li Shuo sedikit jengkel. Meskipun Zhao Jinxin tidak menunjukkan rasa superioritas, Li Shuo bisa menebak apa yang orang lain pikirkan. Itu seperti mereka sedang bermain catur. “Pion” kecil di tangannya telah ditekan oleh “pasukan” besar dari pihak lain, dan mereka tahu dia akan kalah bahkan sebelum dia memulai. Perlahan, dia mulai merasa enggan untuk menjawab. Untuk orang yang dia sukai, dia cukup untuk menyukainya. Ketika orang itu digunakan oleh orang lain untuk membuat perbandingan yang tidak berguna, itu membuatnya merasa sedikit jijik.

Zhao Jinxin sedikit mencondongkan wajahnya, melihat bibir Li Shuo, dan berkata dengan menggoda, “Apakah dia tidak khawatir membiarkan orang seperti mu pergi ke mana pun sendirian?”

Please visit langitbieru (dot) com

Li Shuo menghindar dan tersenyum sopan: “Dia percaya, karena dia tahu kalau saya dapat menangani diri saya sendiri.”

Zhao Jinxin cemberut dan meratap: “Kenapa aku tidak tahu kamu duluan.” HGidN3

“Tuan Zhao, terima kasih atas ketertarikan anda, tapi saya…”

“Aku tidak mau mendengarkan kata-kata sopan ini.” Zhao Jinxin tersenyum ringan, “Kita akan mendarat beberapa jam lagi. Aku memiliki apartemen bertingkat tinggi dengan kolam renang pribadi di Brooklyn. Kita bisa s*ks sambil mengagumi pemandangan Taman Riverside.” Selama berbicara, sepasang mata menggodanya sentimental dan menatap dalam ke mata Li Shuo, “Tidak ada seorang pun yang tahu.”

Li Shuo harus mengakui bahwa ketika Zhao Jinxin menggodanya, berbisik di telinganya, dia goyah. Dia telah bertemu banyak pria yang luar biasa, tapi seseorang seperti Zhao Jinxin, muda, tampan, cekatan dan kaya adalah hal yang langka dan secara tidak sengaja bertemu di pesawat. Ini terjadi ketika pihak lain juga sangat aktif mengejarnya. Jika keadaan berbeda, mungkin akan berjalan dengan lancar. Dia ragu pada awalnya tetapi dia adalah pria yang berpegang teguh pada prinsipnya sendiri, terutama dalam hal perasaan, dia tidak ingin berutang secara tidak bermoral kepada seseorang.

Dia mendorong Zhao Jinxin dengan pelan dan berkata dengan tersenyum: “Ini sangat menggoda, tapi sayang sekali, saya sudah mempunyai pacar.” Dia duduk tegap, “Saya akan pergi ke toilet.” Dia harus menjauh dari Zhao Jinxin untuk sementara. Orang ini adalah iblis, dia benar-benar bisa menyihir orang. uWRasB

Zhao Jinxin melihat punggung Li Shuo dan tersenyum nakal: “Menarik.” Setelah berpikir sebentar, dia bangun dan mengikuti Li Shuo.

Li Shuo baru saja masuk kedalam toilet dan hendak menutup pintu. Dia tiba-tiba melihat sosok muncul di belakangnya. Dia kaget. Dia bahkan tidak punya waktu untuk menoleh sebelum dia didorong ke kamar kecil, dan pintu ditutup di belakangnya..

Li Shuo berbalik dan melihat Zhao Jinxin dengan marah: “Tuan Zhao, ini tidak lucu.”

Toilet di pesawat kecil dan ada dua pria besar dengan tinggi 180 cm berhimpitan di dalam. Badan mereka saling menempel. Li Shuo tidak senang dan pada saat yang sama, tercengang oleh keberanian Zhao Jinxin. 3gyrA

Zhao Jinxin tersenyum sinis: “Aku sedikit impulsif, sekarang aku terlalu malu untuk keluar, apa yang harus aku lakukan?” Dia berkedip dengan polos.

Li Shuo jengkel: “Anda harus tetap keluar walaupun anda malu.”

Zhao Jinxin tiba-tiba menekan dada Li Shuo dan menekannya ke dinding toilet, wajah Li Shuo hanya beberapa inci darinya, matanya yang dalam dan menawan menyapu wajah Li Shuo, dan akhirnya berhenti ke bibirnya.

Li Shuo menghembuskan nafas: “Tuan Zhao, kita sudah dewasa. Apakah anda harus melakukan hal yang kekanak-kanakan untuk membuat beberapa jam kita ke depan menjadi sangat canggung?” Zhao Jinxin lebih tinggi darinya dan dadanya menekan dada Zhao Jinxin. Dia bisa merasakan otot-otot dada yang kuat menekannya sehingga membuatnya sulit bernapas. Ini dapat membuatnya merasa tertekan dan pada saat yang sama dia sedikit tidak bisa menahan diri. 9kdQ2X

Zhao Jinxin tersenyum: “Kekanak-kanakan? Apa maksudmu?”

“Apa yang anda mau?”

“Apa yang ku mau tentu saja bukan ‘kekanak-kanakan’, bagaimana jika kamu menebaknya?” Dia menghela nafas lembut di wajah Li Shuo dan tersenyum tipis.

Li Shuo mengerutkan keningnya karena dia merasa pemandangan saat ini tidak mudah untuk ditangani. Pihak lain tidak melakukan apa-apa, jadi dia memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya, terutama mereka berada di pesawat, dia tidak ingin dibawa pergi oleh polisi begitu dia mendarat. FRor b

Tetapi jika pihak lain melakukan sesuatu…

Di ruang sempit, keindahan yang luar biasa ditekan di dekatnya, terutama di kabin pesawat seperti yang tak terbayangkan oleh banyak orang sebelumnya… Segala sesuatu tentang situasi ini seperti angan-angan. Li Shuo menggunakan tekad yang sangat kuat untuk menekan jantungnya yang berdebar kencang.

Langit Bieru.

Zhao Jinxin menjilat bibirnya: “Katakan padaku, apakah kamu juga memikirkan sesuatu yang tidak patut untuk anak-anak?” Dia sengaja melengkungkan tubuhnya ke depan.

Li Shuo merasakan gesekan antara paha mereka melalui celana mereka. Dia menahan perasaannya dan memberikan senyuman yang dangkal: “Tuan Zhao, tindakanmu sekarang membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Anda harus melepaskan saya sekarang sebelum saya melakukan sesuatu. ” eA8tPo

Zhao Jinxin tidak terkejut atau merasa terancam. Dia malah girang. Dia bersandar di bahu Li Shuo dan tertawa: “Ini cuma bercanda. Kenapa kamu harus begitu galak? Aku sangat takut hahahahaha.”

Li Shuo berkata: “Apakah anda bisa melepaskan saya?”

Zhao Jinxin tersenyum dan menunduk: “Reaksi mu sangat menyakitkan ku. Apa aku kurang menawan?”

“Pertama-tama, anda bukan tipe saya. Kedua, saya benci dipaksa.” Wajah Li Shuo tanpa ekspresi. zorSL6

“Benarkah? Apakah kamu sama sekali tidak tertarik padaku? Tapi… jantung mu berdebar begitu cepat.”

Li Shuo menyipitkan mata padanya. Dia adalah orang yang lembut dan pemaaf. Tetapi ini bukan berarti dia tidak memiliki temperamen.

Zhao Jinxin mengangkat bahu. Dia mundur selangkah. Sulit untuk menyembunyikan kekecewaannya dan berkata, “Aku agak sedih. Sepertinya aku telah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.”

Percakapan ini tidak bisa diambil serius. Tangan Li Shuo bergerak di belakang Zhao Jinxin dan dia membuka pintu toilet. Lalu dia mendorong Zhao Jinxin dan Zhao Jinxin juga mengikutinya. lXjEVL

Pramugari yang membawa nampan di tangannya berdiri di sebelah toilet. Dia memandang kedua orang itu dengan heran, ekspresinya sangat lucu.

Li Shuo memperbaiki kemeja yang dikusutkan oleh Zhao Jinxin. Dia tersenyum pada pramugari dan kembali ke kursinya.

Zhao Jinxin juga duduk dengan murah hati, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Dia dengan tenang meminta segelas air kepada pramugari.

Li Shuo berpikir untuk bertukar kursi atau tidak selama beberapa detik. Namun, setelah memikirkannya, dia memutuskan untuk menyerah pada pemikiran itu. Dengan melakukan itu, bukankah dia terlihat takut? 0 Crfx

Zhao Jinxin diam beberapa saat sebelum dia berkata dengan penuh penyesalan: “Seharusnya aku meminta nomor mu dulu. Sekarang kamu tidak mau memberikan nomor mu, kan?”

“Mn.” Li Shuo mengabaikan Zhao Jinxin. Nadanya penuh dengan kemarahan.

Zhao Jinxin meliriknya ke samping. Matanya penuh dengan kehangatan. Tapi ekspresinya sangat polos: “Aku cuma menggodamu dan kamu benar-benar marah. Kamu sudah tua tapi terlalu pelit.”

Li Shuo benar-benar tercengang oleh keberanian dan ketidak maluan Zhao Jinxin. Dari tas perlengkapan mandinya, dia mengeluarkan kacamata tidur dan memakainya. Menutupi dirinya dengan selimut, dia bersiap untuk tidur sampai mereka tiba di tempat tujuan. VKr8QT

Zhao Jinxin mengamati garis-garis profil cantik Li Shuo dengan matanya. Senyuman di wajah tetap sama. Tapi di matanya, dia sudah mengurungkan keinginannya seperti serigala yang menaklukkan mangsa.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!