English

Pemenang Mengambil SemuanyaChapter 15

0 Comments

Perhatian ⚠️: Bab ini mengandung konten NSFW.


Zhao Jinxin tersenyum pelan. Dia membungkuk sedikit ke depan dan berbisik di telinga Li Shuo: “Kelihatannya kamu cemburu.” iWqOkC

Li Shuo tertawa: “Untungnya, itu hanya ‘kelihatannya’.”

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan.” Zhao Jinxin menggaruk dagu dengan jarinya. “Aku suka tipe sepertimu aku suka kedewasaan dan keanggunan yang diberikan seusiamu, tapi kamu dan semua orang yang ada di dunia ini tidak sama. Satu-satunya pengalaman yang aku dapat dari hubunganku sebelumnya adalah untuk membuatku memperlakukanmu lebih baik dan lebih perhatian. Ini bukan berarti aku tidak tulus, bukan?”

Story translated by Langit Bieru.

Li Shuo meraih jarinya dan dengan lembut mengusap ujung jarinya: “Aku tidak bermaksud begitu, maaf pikiranku terlalu dangkal.” Dia juga terkejut dan menyesal atas kata-kata yang baru saja dia ucapkan. Dia sama sekali bukan orang yang kejam . Tidak peduli apakah Zhao Jinxin benar-benar tulus padanya atau tidak, itu bukanlah alasan baginya untuk berspekulasi tentang orang lain. Apakah dia benar-benar cemburu?

Li Shuo segera menyangkal kemungkinan itu. Dia memiliki kesan yang baik tentang laki-laki besar itu, tapi dia seharusnya tidak cemburu padanya. Mungkin hanya pada saat itu, dia hanya berpikir bahwa dia telah mengkonfirmasi beberapa spekulasi. Lagi pula, rayuan Zhao Jinxin ini mudah dipercaya. Jadi, dia selalu waspada.
Bagaimanapun. Dia menyesali apa yang dia katakan barusan. Dke67v

Zhao Jinxin tersenyum sangat lembut, “Aku tahu kamu tidak sengaja. Aku akui bahwa tidak ada gen yang masuk ke tulangku. Itu normal bahwa kau berpikir kalau aku tidak bisa diandalkan, tapi aku rasa tidak ada yang salah dengan mengejar seseorang yang kamu sukai.” Dia menatap jauh ke dalam mata Li Shuo, dia berkata dengan berat “Selain itu, aku tahu kamu akan menyukaiku juga.”

Li Shuo menatap mata yang indah itu untuk sesaat.

Pelayan baru saja membawa panci panas dan menghentikan kontak mata mereka. Li Shuo terbatuk ringan, menyembunyikan emosinya. Zhao Jinxin juga menundukkan kepalanya, tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.

Setelah disajikan makanan, keduanya bangun seolah tidak ada yang terjadi. 8UxXK7

“Apa yang ingin kamu tambahkan ke hot pot?” Li Shuo bertanya.

“Irisan teratai dan domba. Kalau kamu?”

“Tahu beku.” Li Shuo berkata sambil tersenyum. “ Itu yang paling enak.”

“Lain kali, datanglah ke rumahku untuk makan hot pot segar. Kamu harus mencoba masakan koki keluargaku. Aku akan menyiapkan banyak tahu beku untukmu.” CBIOJt

“Baik.”

Setelah makan malam, Li Shuo mengirim Zhao Jinxin pulang.

Zhao Jinxin melepaskan sabuk pengamannya dan berkata dengan ambigu, “Mau naik dan mampir?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Klvjx, wjrlt jvj egerjc sjcu tjger xe ijxexjc vl gewjt.” HEfd4l

“Bjwe lcl yjlx-yjlx rjpj, xjwe tjcsj lculc wfcutlcvjg vjglxe. Djtxjc, qfgajcsjjc afcajcu rljqj sjcu tjger pjvl abq jaje ybaabw, jxe yfcjg-yfcjg alvjx afgijie qfveil..” Itjb Alczlc wfcmbcvbcuxjc aeyetcsj xf vfqjc vjc wfifajxxjc vjuecsj vl yjte Ol Vteb, “Bjwe ylrj wfcpjvl sjcu qfgajwj ecaexxe.”

Jari Li Shuo dengan ringan mengetuk setir. Dia ragu-ragu sejenak dan berkata: “Penyakitmu…”

“Hanya luka di luar aja yang bisa memicu. Aku tidak bisa mengobati diriku sendiri.” Zhao Jinxin mengangkat bahu.

“Tapi aku yakin, kamu tidak akan menyakitiku, kan?” iRfY7p

Li Shuo dengan malu berkata: “Jinxin, aku sangat tersentuh. Tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya.” Jika berhubungan s*ks dengan orang yang kita cintai, kita tetap harus khawatir apakah akan terjadi kecelakaan. Dia pasti akan merasa bersalah saat itu juga. Dia adalah orang yang sangat berhati-hati, bahkan jika dia tertarik dengan Zhao Jinxin, dia tidak berani.

Mata Zhao Jinxin memancarkan cahaya licik, tetapi nada suaranya agak kecewa: “Aku ingin melakukannya denganmu. Aku memikirkannya setiap saat. Aku ingin menjadikanmu milikku. Kamu mungkin tidak memahaminya.”
Li Shuo tidak bisa melihat langsung ke mata Zhao Jinxin. Semangat dan keinginannya membuatnya merasa panik dan malu pada saat yang bersamaan. Dia juga agak bangga telah diidam-idamkan, tetapi dia tidak bisa menanggapi hasrat Zhao Jinxin.

Story translated by Langit Bieru.

⚠️⚠️⚠️

“Jangan khawatir, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan apa yang tidak ingin kamu inginkan.” Zhao Jinxin melingkarkan lengannya di pinggang Li Shuo. Bibirnya mencium pipinya dengan lembut, dengan suara yang menyihir, “Pada akhirnya kita tidak bisa melakukannya, bagaimana?”

Li Shuo menatap Zhao Jinxin dari samping. Mata Zhao Jinxin bersinar, rweoZa

“Naik ke atas denganku, hmm?”

“……Baik.”

Mereka berdua tidak bisa menahan diri di lift. Li Shuo ditekan oleh Zhao Jinxin di pintu lift dan tidak bisa bernapas. Setelah kembali ke apartemen, dia bahkan lebih impulsif.

Apa yang didapat Li Shuo dari Zhao Jinxin adalah rangsangan manis dan sensoris dari sebuah cinta yang hanya bisa dibakar ketika dia masih muda. Ini menarik dan membuat ketagihan seperti bunga poppy. Pasangan ini benar-benar merasa bersyukur dengan perbedaan usia mereka. Betapa terkejutnya dia karena hal ini membuatnya menyadari bahwa dia tidak cukup muda. Hanya saja dia tidak bertemu orang yang tepat saat itu. xWHQ3c

Saat dia pergi dengan Zhao Jinxin, Li Shuo selalu menahan diri agar tidak dibutakan oleh hasrat semacam ini. Tapi Zhao Jinxin mendekatinya selangkah demi selangkah. Dia didorong ke dalam kontradiksi antara disiplin diri yang ketat dan kesenangan. Keberadaan Li Chengxiu seperti peniti untuknya. Pin pengaman sekarang hilang dan serbuk api telah meledak.

Keduanya jatuh di atas karpet wol tebal, berurusan dengan pakaian mereka seperti berurusan dengan musuh. Mereka berciuman, membelai, dan menggigit. Semakin intens aksinya, semakin mereka bisa melampiaskan keinginan mereka dan semakin mereka bisa mengungkapkan pujian mereka satu sama lain.

Mereka mencoba yang terbaik untuk saling memprovokasi. Jika darah bisa memanas dengan emosi gila, maka itu pasti sudah mendidih sekarang.

Mereka menyenangkan p*nis satu sama lain, merasakan rasa pencapaian yang mengontrol keinginan satu sama lain dan suara napas yang berat terdengar di gendang telinga, yang dapat mengejutkan otak daripada rock and roll paling gila, merobek saraf rasional satu per satu. pGIPfg

Li Shuo ejakulasi pertama kali saat dia berbaring telentang di karpet, menatap langit-langit dengan mata lebar, terengah-engah, tubuhnya masih mengingatkan pada puncak barusan dengan sedikit kedutan.

Saat berikutnya, penglihatannya terhalang, Zhao Jinxin meletakkan tangannya di kedua sisi kepalanya. Mata yang merah karena hasrat terlihat sangat menawan. Bibir yang memerah akibat berciuman tampak sama seksi dengan pria itu. Dia tertawa dengan malas dan rakus, “… tapi aku tidak cukup.”

Li Shuo menarik napas dalam-dalam dan menatap mata magis Zhao Jinxin.

Zhao Jinxin membungkuk dan menggigit dagunya. Lalu dia bersandar ke telinganya dan mengeluarkan sengatan setan: “Kamu juga tidak cukup. Tubuhmu jauh dari terstimulasi dengan baik. Jika kamu bersedia memberikan dirimu kepadaku, aku akan memberitahumu apa yang kamu alami di masa lalu bukanlah apa-apa. Aku akan membuatmu memikirkan p*nisku setiap hari saat kamu mau tidur.” EbLsAZ

Li Shuo tiba-tiba berbalik dan menekan Zhao Jinxin di bawahnya. Dia terengah-engah dan tertawa: “Sayang sekali, kamu tidak melakukan MLM.”

“Ini tidak disayangkan, uang memang sama menariknya denganmu.” Zhao Jinxin memegang wajah Li Shuo dengan kedua tangan. “Aku tahu kamu menolaknya karena kamu takut.”

“Apa yang aku takutkan?”

“Takut apa yang aku katakan itu benar.” NoE4fU

Li Shuo sedang berbaring di atas Zhao Jinxin. Dia menusuk tangannya ke kulit yang halus dan kencan, dan berkata sambil tersenyum ringan: “Aku akui aku sedikit penasaran. Tetapi jika kamu hanya membual, apakah aku masih dapat mengklaim kompensasi darimu?”

“Aku akan membayarmu sendiri.” Zhao Jinxin membuka mulutnya untuk memegang jari-jarinya dan menjilatnya dengan lidah melingkar: “Jika kamu tidak menyukainya, lakukan saja apa pun yang kamu inginkan padaku tetapi jika kamu menyukainya…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Li Shuo menyipitkan matanya sedikit: “Bagaimana jika aku menyukainya?”

“Kamu harus menjadi milikku.” iVlZpX

“Ngomong-ngomong, apakah kamu yakin?”

Zhao Jinxin tersenyum: “Apakah aku tidak sebanding dengan harga dirimu?”

Li Shuo menundukkan kepalanya dan menciumnya dan tersenyum lembut, “Jinxin, kamu pantas menjadi kebanggaan siapa pun, tapi aku tidak semudah itu untuk dibodohi. Tapi sebagai hadiah atas penampilanmu hari ini… Aku berjanji, aku akan mempertimbangkannya.”

Zhao Jinxin melihat dari dekat senyum percaya diri dan anggun Li Shuo. Bahkan garis halus di sudut matanya penuh dengan pesona lembut yang diberikan selama bertahun-tahun. Dia sedikit terkejut dan segera tersenyum. “Suatu hari nanti, aku akan membuatmu yakin.” 2r0fp6

Li Shuo mencium bibirnya dengan keras, menggigit ringan di sudut mulutnya. Kemudian, mereka berdua berpelukan dan tertawa.

Malam itu, Zhao Jinxin ingin Li Shuo tinggal, tetapi Li Shuo tidak ingin terlalu lengket sehingga dia pulang.

Nyonya Li sedang membaca buku di ruang tamu ketika dia melihat Li Shuo pulang. Dia bertanya apakah dia lapar.

“Bu, aku pergi makan di Laoshao hotpot malam ini dan aku sangat kenyang.” RxiO58

“Oh, dengan siapa kamu pergi?” Nyonya Li meletakkan bukunya dan menghampiri putranya.

“Dengan Jinxin.” Li Shuo tersenyum dan memeluk bahunya.

“Buku apa yang sedang ibu baca?”

Ketika keduanya semakin dekat, Nyonya Li tiba-tiba terkejut, menatap leher anaknya. HbnQek

Li Shuo menundukkan kepalanya tanpa sadar, tetapi tidak melihat apa-apa: “Bu? Ada apa?”

Ekspresi Nyonya Li agak aneh: “Di lehermu… apa kamu tidak menyadarinya sendiri?”

Li Shuo menyentuh lehernya dan tiba-tiba mengerti apa yang sedang terjadi. Dia tiba-tiba menjadi malu. Sudah berapa kali ini? Pertama kali dia merasa malu di depan orang tuanya adalah karena Zhao Jinxin juga.
Nyonya Li menghela nafas: “Kamu putus dengan pacar di Cina itu, kan?”

“Kita……” dYsI5f

“Ketika kamu baru kembali beberapa hari, kamu bersemangat ingin kami mengobrol. Setelah beberapa hari, kamu tidak lagi seperti itu. Lalu, emosimu juga sedikit tertekan. Jadi ibu sadar …” Nyonya Li berkata tanpa daya, “Ibu tidak tahu apakah ibu harus menyalahkan ibu sendiri karena Kamu dilahirkan begitu cantik, bunga persikmu tidak pernah rusak sejak kecil, tetapi mengapa tidak bisa menyelesaikannya? Apakah ada masalah denganmu?”

Li Shuo tersenyum pahit: “Bu, aku juga tidak bisa memahami ini. Aku pikir aku sangat baik kepada mereka. Tetapi pada akhirnya, aku tidak pernah bisa mempertahankan mereka dan aku terus dicampakkan. Ibu bilang kalau keberuntunganku bisa baik atau buruk.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Nyonya Li menggelengkan kepalanya: “Ibu pikir kamu pasti bisa menikahi istri yang sangat baik ketika kamu besar nanti. Kamu tidak perlu khawatir tentang masalah hubungan. Akibatnya, kamu tidak hanya tidak akan menikahi seorang istri tetapi kamu sudah berada di usia yang matang dan masih tidak menemukan pasangan yang stabil. Ibu akan kembali ke Cina lain kali dan ibu harus menemukan tempat berdoa untukmu.” Dia menatap putranya sekilas dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Tapi kamu, jangan repot-repot, menyakiti orang lain pada akhirnya merusak kebaikanmu sendiri.”

“Bu. Aku tidak peduli tentang ini.” Li Shuo tidak bisa tertawa atau menangis. AKTBGC

“Baiklah, jika kamu tidak lapar, istirahatlah lebih awal.” Nyonya Li berkata, “Ibu harus berdoa. Haruskah ibu mencari paranormal untuk bertanya tentang pernikahan?”

“Bu. Jangan percaya takhayul. Para paranormal tidak peduli dengan homoseksual.”

“Kamu tidak mengerti.”

b8LynW

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!