English

[Reinkarnasi] Master PedangCh12 - Biarkan Aku Melihat Kemampuanmu

0 Comments

Lin Yifei melanjutkan hidupnya, meskipun merasa kesepian. Dia ingin mendapatkan kembali kendali atas hidupnya.

Kurikulum sekolah menengah masih sangat membosankan, terutama untuk Lin Yifei. Sebelum berinkarnasi, dia belajar teknik mesin di universitas. Matematika dan fisikanya sangat sulit. e1ZC93

Dia menjadi sangat mengantuk setelah makan siang. Sangat sulit baginya untuk tidak tertidur di kelas matematika. Saat ini, semua orang berusaha memahami materi persamaan yang sulit. Sang Guru juga cenderung membiarkan siswa menemukan jawabannya sendiri.

Siswa-siswa Hispanik awalnya mencoba memecahkan soal, tapi segera menemukan jalan buntu. Beberapa siswa berkulit putih pun mencobanya, lalu memulai diskusi. Para siswa Korea menerima pendidikan yang sama dengan orang China. Gaya mengajar mereka adalah duduk diam dan menunggu jawaban. Hanya Lin Yifei yang menopang dagu dan terlihat seperti akan tertidur.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Lin, kelihatannya kamu sudah tahu jawabannya. Apakah kamu ingin maju dan mencobanya?” Pak Hatchner memakai kacamata tua berbingkai hitam. Dia mempunyai suara ramah dan selalu sabar dengan siswa yang nakal.

Lin Yifei tercengang, tapi Pak Hatchner sudah menyerahkan kapur. “Tidak apa-apa, coba jawab saja karena tidak ada orang lain yang mau.” S8aDQe

Saat ini, siswa berkulit putih memandangnya seolah-olah mereka sedang menunggu kegagalannya. Satu atau dua dari mereka tersenyum mengejek. Wajah para siswa Korea menunjukkan bahwa mereka juga sedang mengamatinya.

Lin Yifei berjalan ke papan tulis sambil mendesah. Hanya butuh 30 detik untuk memecahkan soal. Jawabannya pun benar.

Pak Hatchner tersenyum lebar. Para siswa juga terkejut.

“Bagus, Lin. Bisakah kamu menjelaskan jawabanmu kepada semua orang?” WywPCG

Lin Yifei menuliskannya dengan detail. Selama IQ tidak terlalu rendah, orang-orang itu akan memahaminya dengan cepat. Namun karena Pak Hatchner menyuruhnya, Lin Yifei tidak bisa membiarkannya kehilangan wajah. Ketika dia menjelaskan, aksen Amerika yang fasih sekali lagi mengejutkan para siswa. Ketika dia kembali ke kursinya, dia merasakan mata para siswa tidak lagi mengabaikannya.

Sore itu, Lin Yifei mengisi formulir pendaftaran dan bergabung klub anggar di sekolahnya.

Hanya ada dua anak laki-laki dan satu anak perempuan di klub. Artinya, jika Lin Yifei tidak bergabung dengan klub, mereka bahkan tidak bisa mengikuti kompetisi tim.

Anak laki-laki yang membawanya ke klub adalah teman sekelas Lin Yifei. Dia bernama Mark Della. Menurut pengamatan Lin Yifei, pria bernama Mark ini sebenarnya tidak rasis dan tidak berusaha mengucilkannya. Tetapi karena tidak ada seorang pun yang berbicara dengan Lin Yifei, Mark tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan pertama padanya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini ketika mereka berjalan berduaan di jalan sekolah, Mark terlihat jauh lebih natural. 0Z9zwE

“Hei, aku tidak menyangka matematikamu akan sebagus itu … Aku juga tidak menyangka bahasa inggrismu sebagus ini!” Mark berharap bisa memecah keheningan di antara mereka. Apa yang dikatakannya memang benar.

“Terima kasih. Kamu juga pandai fisika.”

“Hah? Pernahkah kamu memperhatikanku? Aku sangat suka dengan fisika!” Mark berbalik dan tersenyum lebar. “Aku ingin pergi ke MIT!”

Lin Yifei tersenyum. Dia tahu Mark nemiliki bakat. Lin Yifei sekarang seperti anak kecil yang sudah mendapatkan semua jawaban. Satu-satunya yang tidak diketahui adalah akhir hidupnya bersama Chris. FGx0jW

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kamu akan kuliah di MIT dan mendapat beasiswa. Tiga profesor akan bersaing untuk menjadi gurumu.”

“Aha! Aku suka mendengar kalimat itu.” Mark tersenyum seperti anak kecil. “Kata-kata yang keluar dari mulutmu seolah-olah akan terjadi di masa depan! Ngomong-ngomong, pedang apa yang kamu gunakan di anggar? Foil, sabre, atau epee?”

“Sabre.”

“Oh! Bagus!” Mark terlihat senang. “Orang lain di klub kami juga menggunakan sabre, jadi akan ada tiga orang. Kita bisa ambil bagian di kompetisi tim!” q7dNv

“Ya!” Lin Yifei juga merasa sangat senang mendengarnya.

Ketika mereka tiba di ruangan klub anggar, Mark menunjukkan sedikit ekspresi penyesalan. “Ha ha. Ini adalah satu-satunya ruang kelas yang bisa kami gunakan. Ruangannya sederhana dan tidak ada tempat untuk mandi atau berganti pakaian. Tidak ada pilihan lain. Semua dana sekolah dipakai untuk tim sepak bola dan basket.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Lin Yifei tersenyum. “Aku sudah merasa puas. Setidaknya sekolah kita memiliki klub anggar.”

Penasihat klub anggar adalah Pak Perry. Dia mengajar geometri tingkat lanjut di sekolah. Dia juga pernah berpartisipasi dalam klub anggar di universitas, tapi dia selalu duduk di bangku cadangan. Pak Perry tidak mempedulikan kalah atau menang dalam kompetisi. Sebaliknya, dia berharap para siswa tenggelam dalam kebahagian saat bermain anggar. J1gp 2

“Semuanya, mari sambut anggota baru kita, Lin!” Pak Perry memperkenalkan Lin Yifei di ruang kelas yang hampir kosong.

Mark bertepuk tangan senang, sementara teman laki-laki lainnya, Philip, memandang Lin Yifei dan menanyakan sesuatu yang memalukan. “Bisakah kamu berbicara dengan Bahasa Mandarin?”

“Aku bisa.”

Mark memukul Philip. “Kamu keluar dari topik pembicaraan lagi!” eqT3gx

“Oh, yang ingin aku tanyakan adalah bisakah kamu berbicara dengan Bahasa Inggris?” Philip menyentuh kepalanya dengan sedikit rasa malu.

“Aku bisa.” Lin Yifei tersenyum dan menganggukkan kepala.

“Hei, Selamat bergabung!” Katherine adalah satu-satunya anggota perempuan di klub. Dia melambaikan tangan dengan ramah ke arah Lin Yifei.

Pak Perry bertepuk tangan. “Baiklah, ayo pakai alat pelindung dan latihan lagi!” dnLuHK

Lin Yifei menyadari gaya mengajar Pak Perry untuk hiburan. Waktu di klub akan digunakan setengah untuk menonton video pertandingan anggar dan sisanya adalah latihan satu lawan satu. Dia hanya memberi petunjuk ketika siswa melanggar aturan.

Dari latihan satu lawan satu antara Mark dan Philip, Lin Yifei tahu kemampuan anggar mereka rata-rata. Banyak gerakan dasar yang dipelajari dengan buruk sehingga membuat seseorang ingin menampar dahinya.

“Hei, tidak ada lagi laki-laki di sini. Mari berlatih bersama dan menunjukkan kemampuanmu pada semua orang.” Katherine tersenyum dan memakai alat pelindungnya. “Meskipun aku ingin mengikuti kompetisi tunggal putri antar sekolah, sepertinya aku tidak cukup baik.”

Mark menoleh untuk mengingatkan Lin Yifei. “Lin, kamu harus berhati-hati. Katherine adalah kartu truf kita!” i6gHhc

Katherine memberi hormat dengan memegang sabre. Menurut pengalaman Lin Yifei sebelum berinkarnasi, seharusnya Katherine menjadi yang terkuat di sini.

Lin Yifei juga memakai alat pelindungnya. Pak Perry berteriak En garde! Prêts? Allez. Katherine menyerangnya. Lin Yifei sedikit terkejut, tetapi menghindarinya dengan mudah. Kemudian, dia berinisiatif menyerang dan menjepit sabre Katherine di bahunya.

Katherine melangkah mundur. Pak Perry juga menujukkan ekspresi terkejut, karena meskipun Lin Yifei baru saja menyerang, gerakan tubuhnya cukup sesuai dengan standar profesional. Dia sama sekali tidak seperti anak kecil yang belajar anggar di waktu luangnya.

“Ini sangat tidak terduga! Ayo serang lagi!” Katherine telah mengambil inisiatif lagi. rID1Yq

Lin Yifei mempertahankan sikapnya, menangkis tapi tidak menyerang balik.

Mark dan Philip berhenti dari aktivitasnya dan melihat dengan mulut yang terbuka.

Story translated by Langit Bieru.

Katherine terlihat seperti seorang pemula di hadapan Lin Yifei. Tidak perlu dikatakan, dia tidak mendapatkan poin apapun. Yang terpenting, dia tidak berhasil melakukan serangan yang mematikan.

Lima belas menit telah berlalu. Tiba-tiba Katherine melepas alat pelindungnya. Melihat sikapnya yang mengesankan, Lin Yifei menyadari bahwa dia seharusnya membiarkannya memenangkan beberapa poin. TxSCQJ

Siapa yang sangka ekspresi wajahnya tidak marah sama sekali, tapi seperti dia melihat sebuah harapan. “Lin, kamu terlalu kuat! Aku tidak peduli! Kamu harus mengajariku! Harus mengajariku!”

Pak Perry juga tertawa. “Astaga, aku ditinggalkan oleh Katherine.”

Di akhir kegiatan klub, Pak Perry memanggil Lin Yifei ke kantor.

“Lin, levelmu jauh lebih tinggi dari yang aku harapkan, bahkan lebih tinggi dari siswa sekolah menengah yang pernah aku temui. Apakah kamu punya pelatih khusus yang mengajarimu?” 9YUfdx

Lin Yifei tersenyum. Dia seperti memiliki cheat. Dia memiliki banyak pengalaman di kepalanya, tapi tubuhnya belum kembali ke kondisi terbaiknya sebagai atlet. Tentu saja, tubuh berusia 13 tahun tidak mungkin sama dengan usia 22 tahun.

“Bukankah anak-anak sepertimu harus terus mengikuti pelatih?” Pak Perry bertanya dengan sangat serius.

“Saya tidak memiliki pelatih. Dulu saya punya teman di New York yang memiliki pelatih pribadi. Kami memiliki hubungan yang baik dan sering bertemu, jadi pelatihnya juga mengajari saya.” Lin Yifei tahu dia tidak bisa menjelaskan ‘pengetahuannya‘ dengan cara lain, kecuali berbohong.

“Ternyata begitu. Sayang sekali.” Pak Perry menghela napas. “Selain Katherine, aku pikir kamu bisa mengambil bagian di kompetisi tunggal. Meski akan ada lebih banyak pertandingan, tidak akan ada terlalu banyak tekanan.” SVYjPd

Sejak dulu pendidikan Amerika Serikat lebih mementingkan kesenangan daripada memenangkan kejuaraan.

“Terima kasih, Pak Perry.” Lin Yifei mengangguk. Jika dia bisa mengikuti kompetisi tunggal, dia akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk melihat Chris di arena.

Meskipun kaya ataupun miskin tidak pernah menjadi penghalang bagi Lin Yifei, jika kenyataan menghalangi hubungannya dengan Chris, Lin Yifei hanya bisa berharap untuk bertemu langsung dengan Chris.

Di rumah, Ibu Lin memberitahu bahwa Paman Chen telah membawa putrinya sehingga kedua keluarga bisa hidup bersama. Mungkin akan ada beberapa ketidaknyamanan, tapi dia masih berharap Lin Yifei merawat gadis kecil itu dengan baik. RdZsm1

Karena sudah terbiasa makan malam bersama dua keluarga, Lin Yifei memandang Chen Manman yang duduk di hadapannya. Dia memiliki kulit pucat dan sedikit pemalu.

Chen Su selalu banyak bicara. Lin Yifei juga berbicara dengan mudah dengannya.

“Xiao Fei, Manman keluarga kita juga bersekolah di sekolahmu. Mungkin dia belum terbiasa. Kamu harus lebih menjaganya!”

“Baik!” Lin Yifei memandang Chen Manman. “Manman, siapa namamu dalam Bahasa Inggris?” MIRGWX

Manman melirik Lin Yifei dan menundukkan kepala. Pipinya sedikit memerah. “Angela.”

“Itu nama yang sangat cocok untukmu. Angela artinya malaikat. Kamu terlihat seperti malaikat di buku.”

Story translated by Langit Bieru.

Wajah Manman menjadi lebih memerah.

“Kamu benar-benar anak nakal. Berapa umurmu? Kamu bahkan bisa menggunakan kata-kata manis untuk membujuk para gadis!” Ibu Lin memukul kepala Lin Yifei, tetapi dia tersenyum. Vaz0es

“Jangan pukul kepalaku. Jika ibu membuatku bodoh, bisakah ibu menemukan anak pintar lain di luar sana!”


Penerjemah Inggris: IdleTurtle

Translator's Note

Waspadalah! Siap? Mulai.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!