English

[Reinkarnasi] Master PedangCh14 - Jangan Mencoba untuk Mengatur Pilihanku!

0 Comments

Tidak ada yang tahu kapan Chris turun dan berdiri di tangga belakang Tuan Osborne. Matanya memancarkan aura dingin dan kemarahan.

“Surat apa?” Itu terdengar jelas suara seorang remaja, tapi tekanannya sangat rendah hingga jantungnya berdegup cepat. dPmUoq

George memandang Tuan Osborne. “Bukan apa-apa, Tuan Muda. Ini beberapa surat undangan yang dikirimkan oleh guru untuk berbagai pertemuan.”

Chris berjalan selangkah demi selangkah ke arah mereka dengan wajah penuh kecurigaan. “Surat apa?”

Please visit langitbieru (dot) com

George menarik napas dalam tanpa berkata apapun.

“Surat-surat yang dikirimkan padamu oleh bocah Tionghoa Lin.” Tuan Osborne berbicara. IwAhCE

“Di mana suratnya?” Chris berdiri di depan Tuan Osborne. Matanya menatap lurus ke mata pihak lain.

“Kamu adalah anakku. Kamu tidak perlu berurusan dengan anak berkelas bawah itu. Mereka tidak bisa membantumu. Mereka hanya menginginkan sesuatu darimu.”  Kemarahan putranya tidak memengaruhi suasana hati Tuan Osborne. Dia perlahan mengambil cangkir dan nenyesap kopi.

“Sudak kubilang sebelumnya, jangan mencoba untuk mengatur pilihanku seenaknya saja.” Suara Chris sangat dingin. Aroma bubuk mesiu perlahan-lahan terbakar di udara.

George melangkahkan kakinya ke belakang. Tuan muda adalah satu-satunya anak yang diakui Tuan Osborne, belum lagi dia adalah anak haram. Namun, Tuan Osborne sangat memedulikan putranya ini. Dari guru-guru di sekolah hingga semua aspek kehidupan, dia telah melakukan usaha besar. Sayangnya, Chris tidak menghormati Tuan Osborne. VQ2H4U

“Kenapa tidak?” Tuan Osborne terkekeh. “Aku bisa memberimu makan dan uang sekolah, termasuk pelatih anggarmu. Aku juga bisa mengambilnya kembali darimu. Aku bisa membuatmu tidak punya apa-apa.”

George juga tersenyum di dalam hati. Anak-anak tidak tahu betapa sedikit yang mereka miliki.

Chris mendengus pelan. “Apakah kamu bodoh?”

Tuan Osborne mengangkat alisnya. “Apa katamu?” 4TIoFU

“Bahkan jika kamu tidak memberikanku apapun, aku masih memiliki diriku.”

Setelah itu, Chris melepaskan semua pakaian di depan ayahnya dan melemparkannya ke tanah dengan sikap meremehkan. “Aku tidak menginginkan apapun yang jadi milikmu.”

Dia naik ke atas. George menatap wajah tanpa ekspresi milik Tuan Osborne dan cepat mengikuti Chris ke atas. Tuan mudanya mengeluarkan barang-barang di lemari. Itu semua adalah pakaian Chris saat di New York. Pakaian itu murah dan tidak memiliki model. Chris memakainya dengan rapi dan membersihkan ranselnya yang sudah usang. Ada satu set pelindung anggar tua yang tidak muat di dalamnya, ditambah sabre tua di kotak panjang. Dia berjalan melewati George dengan punggung yang lurus.

Selama ini George berpikir bahwa Chris menyimpan barang-barang lamanya hanya sebagai kenang-kenangan atau untuk menyemangati dirinya sendiri saat mengenang masa-masa kelam sebelumnya. Sekarang dia mengerti bahwa barang itu disimpan karena Chris selalu berencana pergi dari Keluarga Osborne. Ketika dia pergi, dia tidak membawa barang apapun dari Keluarga Osborne. Ttg0re

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Tuan Osborne berbicara pelan saat Chris berjalan ke pintu.

“Kamu akan menyesal pergi dari sini, putraku.”

Chris membuka pintu tanpa ada keterikatan emosi. Sinar matahari terbenam menyinari punggungnya, yang tidak mencerminkan kesepian, melainkan sebilah pisau tajam yang menusuk mata Tuan Osborne.

Setelah pintu ditutup dengan perlahan, Tuan Osborne mengangkat tangannya untuk memijat dahinya. Emd4nq

“Tuan, apakah anda akan memberitahu Nyonya?”

“…Aku akan pergi dan berbicara dengan Sissie.”

Story translated by Langit Bieru.

Saat makan malam, Ibu Chris berjalan ke meja makan dan mendapati hanya ada dua piring di atas meja makan.

“Apakah Chris tidak makan di rumah hari ini?” ZMOSxl

Tuan Osborne mengangguk dan terdiam sejenak sebelum mulai membuka mulutnya. “Dia kabur dari rumah dengan apa yang dia miliki ketika pertama kali tiba di Washington. Kamu tidak perlu merasa cemas. Ada seseorang yang sedang mengawasinya dan akan membawanya pulang ketika dia menginginkannya.”

Tentu saja, Ibu Chris terdiam. Kemudian, dia tersentak dengan air mata yang mengalir dari matanya. “Aku tahu dia tidak akan senang berada di sini.”

“Dia tidak merasa tidak senang. Dia tidak bisa melupakan bahwa aku yang meninggalkanmu dan dia.” Tuan Osborne berjalan ke seberang meja dan memeluk istri lemahnya. “Ini adalah kesalahanku. Inilah alasannya mengapa aku ingin memberikan yang terbaik untuk Chris. Aku ingin melakukan segalanya untuk mencegah dia terluka.”

“Katakan padaku, apakah dia pergi karena teman yang bernama Lin di New York?” lmPekn

“Ya. Kamu tahu Lin adalah orang Tionghoa, Tionghoa dengan status rendah di Amerika Serikat. Dia tidak bisa mendapatkan pendidikan terbaik dan menjalani kehidupan yang sama seperti Chris. Bagaimanapun juga, ada celah di antara mereka. Tidak peduli seberapa baik Lin itu, dia akan menjadi dewasa suatu hari nanti. Kepolosannya akan memudar. Dia akan menginginkan sesuatu dari Chris dan suatu hari nanti Chris akan kecewa padanya.”

“Astaga … Osborne, kamu tidak tahu apa yang dia alami selama ini.”

“Sissie, aku tahu karena kamu telah hidup miskin selama lebih dari sepuluh tahun, kamu memiliki rasa simpati yang besar pada orang-orang kelas rendah …”

“Tidak, Osborne. Kamu benar-benar tidak memahami Chris. Lin tidak akan pernah menginginkan sesuatu dari Chris, tapi Chris selalu menginginkan sesuatu dari Lin … Dia ingin mendapat pengakuan Lin, perhatian Lin, dan segala sesuatu yang tidak bisa kamu bayangkan. Jika kamu mengambil semua hal tersebut, dia akan kehilangan kendali.” J3QCEL

“Itu karena Chris belum pernah menyentuh dunia yang lebih luas. Dia menaruh semua harapannya pada bocah Tionghoa itu.”

Ibu Chris menghela napas. “Apakah kamu tahu, kamu menjadi duniaku karena aku mencintaimu? Chris juga terkunci dengan hal ini. Penampilan Lin sangat tidak terduga sehingga Chris-ku bisa melihat seluruh dunia luar melalui mata Lin.”

Tuan Osbrone memandang istri di dalam pelukannya dan tetap diam.

“Jika kamu menyayangi Chris, berikan apa yang dia inginkan. Kecuali dia menginginkan sesuatu, tidak peduli seberapa banyak kamu memberinya, dia tidak akan bahagia.” 5u xdJ

Malam itu, Tuan Osborne menelepon orang suruhannya yang mengikuti Chris.

“Di mana Tuan Muda?”

“Tuan Muda membeli tiket kereta ke New York besok pagi.”

“Ikuti dia.” Kd8Wpb

“Baik, Tuan.”

Tuan Osborne memijat alisnya. Tidak ada yang tahu apakah dia berbicara pada dirinya sendiri atau George di sampingnya. “Anak itu sangat keras kepala.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Sejenak George merasa ragu. Lalu, dia bertanya, “Tuan, Tuan Muda Chris baru saja mendapatkan teman. Kenapa anda sangat khawatir?”

“Chris terlalu peduli padanya. Semakin kamu peduli, semakin lemah dirimu.” Tuan Osborne menggelengkan kepala, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu di dalam pikirannya. “Aku tidak tahu apa yang aku lakukan ini benar atau salah.” ny7PcV

“Bukankah lebih baik membiarkan alam mengatur jalannya? Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah terluka, tidak peduli seberapa berhati-hatinya anda saat melindungi Tuan Muda.”

Butuh lebih dari tiga jam untuk pergi ke New York dengan kereta api dari Washington.

Awalnya, Chris mencari bilik telepon untuk menelepon Keluarga Lin di New York seperti yang dia menelepon berulang kali sebelumnya, tetapi suara di telepon mengatakan padanya bahwa nomor itu sudah tidak aktif lagi. Menutup telepon, Chris berjalan ke loket tiket dan membeli tiket kereta. Selama dia kembali ke New York, seseorang pasti tahu ke mana Lin Yifei pindah.

Waktu berjalan detik demi detik. Menjelang fajar, Chris memegang tiket kereta dan tertidur di bangku. Terkadang beberapa penumpang yang lewat akan menunjukkan rasa kasihan dan mengira dia tersesat. Pkv8xO

Chris naik kereta pada pukul empat pagi. Kereta ini memiliki banyak kursi kosong karena masih terlalu pagi. Chris meletakkan barang bawaannya dan melihat keluar jendela yang berembun dengan kepala disangga.

Kereta tiba di New York pada pukul 8 pagi. Chris turun dari kereta dan menemukan halte bus.

Setelah naik bus selama setengah jam, Chris sampai di depan gerbang sekolah menengah. Sebelum Lin Yifei pindah, dia menyebutkan sekolah itu di telepon dan KK sedang bersekolah di sana. Sekarang baru jam 8.40, jadi dia menunggu KK di gerbang sekolah.

Benar saja, seorang gadis kecil dengan rambut berkepang dan seorang anak laki-laki berjalan masuk ke sekolah. 459Bjr

“KK,” panggil Chris.

KK menoleh ke belakang dan melihat Chris. Dia tertegun selama tiga detik.

“Apakah kamu … apakah kamu Chris?”

“Ya.” v7YXwe

“…Kamu telah tumbuh begitu tinggi hingga aku tidak bisa mengenalimu.” KK tertawa lebar. Meskipun dia tidak begitu mengenal Chris, dia memiliki hubungan yang baik dengan Lin Yifei. “Bukankah kamu pindah ke Washington? Mengapa kamu kembali ke New York?”

“Apakah kamu tahu ke mana Lin pindah?” Chris otomatis mengabaikan pertanyaan KK sebelumnya dan langsung berbicara pada intinya.

“Tunggu, kamu dan Lin begitu dekat, tapi kamu tidak tahu ke mana dia pindah?” KK terlihat tidak percaya. “Dia pindah ke Washington! Saat itu dia merasa senang dan berkata bahwa dia bisa menemuimu di Wasinghton!”

Bahu Chris sedikit bergetar. “Apakah kamu tahu alamatnya di Washington?” VqCg0Q

“Tentu saja aku tahu!” KK mengeluarkan buku catatannya dan merobek satu halaman. “Aku akan menuliskan alamatnya untukmu! Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada kalian.”

Chris berbalik dengan cepat dan berlari ke halte bus begitu dia mendapatkan alamatnya. “Terima kasih.”

Please visit langitbieru (dot) com

KK memandang Michael di sampingnya. “Apakah kamu mendengar apa yang dia katakan barusan? Dia bilang terima kasih padaku?”

Chris kembali naik bus ke stasiun dan membeli tiket kereta ke Washington. dlu6G8

Chris kembali ke Washington pada pukul 4 sore. Namun saat ini, dia tidak punya uang lagi di sakunya.

Tapi, itu tidak masalah. Chris seperti seorang petualang yang berjalan di jalan Washington. Sekarang adalah jam sibuk. Mobil berlalu-lalang di jalanan. Banyak orang berjalan pelan di trotoar dalam perjalanan pulang, sangat kontras dengan langkah besar Chris.

Dia berjalan hampir selama satu jam sebelum tiba di dekat ChinaTown. Terlihat sangat gugup, Chris menatap tanda-tanda di Pecinan dan orang Tionghoa yang datang dan pergi sambil menarik napas dalam.

Saat ini, seorang gadis sedang melewatinya dengan sepeda. Dia melangkah maju dan menghentikannya. G QysN


Penerjemah Inggris: IdleTurtle

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!