English

[Reinkarnasi] Master PedangChapter 6

0 Comments

Chris terlahir sebagai pria tampan. Lin Yifei tidak tahu berapa kali dia merasa iri. Bahkan dengan memiliki kulit halus pada masa kecilnya dan alis kekanak-kanakan, tapi juga terlihat sedikit tajam, dia tetaplah Chris yang dikenal media dengan pangeran berpedang es. Dia akan selalu menampilkan wajah dingin dan tidak pernah tersenyum, serta menolak orang-orang yang ingin berdekatan dengannya dari jarak ribuan mil. Namun, dia masih memiliki banyak penggemar.

Bulu mata yang sesekali berkedip juga terlihat menawan. wPo Wn

Lin Yifei barbalik kembali untuk melakukan pencarian.

Dia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu saat matahari mulai terbenam. Perut Lin Yifei mengeluarkan suara “kriuuk” yang sangat keras.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Chris, aku ingin telur pindang.

“Telur pindang apa?” Chris tidak menoleh dan masih mempelajari apakah gambar yang mereka gambar itu sudah bagus. 9tJphM

“Telur yang aku bawa tadi pagi saat aku datang ke rumahmu.”

“Oh. Ada di dapur.”

Dapur Chris dipakai bersama-sama dengan pemilik rumah. Lin Yifei mencarinya selama setengah hari sebelum akhirnya menemukan sekantong telur pindang. Dia mengupas cepat satu telur dan memasukkan ke dalam mulut. Rasanya lembut dan asin, dan masih memiliki sedikit rasa bubuk teh. Lin Yifei mengupas satu telur lagi dan berjalan kembali ke kamar. Dia berbaring di samping Chris dan memasukkan telur pindang ke mulutnya.

“Coba makanlah. Ibuku yang membuatnya.” cRE7d

Chris terdiam. Lin Yifei berpikir dia gelisah mengenai telur yang akan diberikan kepadanya. Dia hanya ingin meletakannya ke tangan Chris, ketika tiba-tiba Chris menundukkan kepalanya untuk mengigit telur.

“Bagaimana rasanya?” Lin Yifei memanfaatkan kesempatan itu untuk mengupas kulit telur yang tersisa. Karena dia tidak bisa melihat apakah Chris menyukainya atau tidak, dia memasukkan setengah telur ke dalam mulutnya sendiri.

“Sangat lezat.” Jawaban Chris membuat Lin Yifei merasa tersedak. Tidak bisakah bocah itu menjawabnya lebih cepat? Jika dia tahu, dia tidak akan memakan setengah telur yang tersisa.

“Oh, masih ada dua lagi yang tersisa. Aku rasa itu cukup untukmu dan ibumu.” Lin Yifei bangkit berdiri dan berkata, “Aku akan pulang. Jika aku tidak pulang pukul lima, ibuku akan khawatir.” Ozpryw

“Mmm.” Chris mulai membereskan barang-barang yang tergeletak di lantai.

Lin Yifei tentu saja tidak mengharapkan Chris akan mengantarnya, tapi dia masih dalam suasana hati yang baik.

Malam musim panas masih sedikit panas. Tidak peduli berapa kali Lin Yifei mengatakan pada ibunya untuk tidak mematikan kipas angin, ibunya tetap mematikan kipas angin saat dia tertidur. Dia tidak tahu apakah ibunya takut dirinya masuk angin atau ingin menghemat listrik.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Lin Yifei, yang terbangun karena merasa panas, melihat jam. Baru pukul lima pagi. Seperti biasa, dia kembali menyalakan kipas angin. Ah, akhirnya dia tidak kepanasan. Dia membuka jendela dan menghirup udara pagi saat seseorang mengayuh sepedanya di bawah jendelanya. Lin Yifei berteriak tanpa sadar. “Chris!” Nq wUS

Ufcufcvjgj rfqfvj lae yfgtfcal. Glj wfcbift xf jgjt Olc Tlofl vjc xfwevljc wfijcpeaxjc ecaex wfcujcajgxjc regja xjyjg. Rjwec, Olc Tlofl rfxjil ijul wfcutfcalxjccsj. “Kecuue jxe!”

Jtglr wfcufgcslaxjc vjtlcsj vjc lculc qfgul xfalxj wfiltja Olc Tlofl wfcpeiegxjc xfqjijcsj vl pfcvfij vfcujc rfrejae vl ajcujccsj.

“Pcl!” Olc Tlofl wfwfcujcu vej afieg qlcvjcu.

Chris hendak mengayuh pedalnya dan mengabaikan Lin Yifei. Siapa yang sangka jika Lin Yifei akan meleparkan telur itu ke keranjang sepeda dan berkata dengan semangat. “Sampai jumpa di sekolah!” PKoXvR

Dia mengambil telur dari keranjang untuk dibuang, tapi tidak jadi. Telur itu kembali diletakkan ke dalam keranjang sepeda. Chris mengayuh sepedanya dan mengirimkan surat kabar.

Pada hari senin di kelas, KK merasa cukup bangga, mengatakan barang-barang yang dia buat bersama Michael pasti ditawar dengan harga yang bagus di hari pesta kebun. Ketika Lin Yifei bertanya apa yang dia buat, gadis kecil itu kembali bersikap aneh.

Langit Bieru.

“Lalu, bagaimana denganmu dan Chris? Aku pikir kamu harus menyelesaikannya sendiri.” KK adalah seorang gadis yang ramah. “Apakah kau ingin aku membantumu?”

Lin Yifei tersenyum. “Tidak. Chris memang terlihat menarik diri dari lingkungan sosial, tapi dia sebenarnya orang yang bertanggung jawab.” iaWOjk

“Lupakan. Selera pertemananmu selalu aneh.” KK terlihat seperti orang dewasa saat berbicara.

Lin Yifei tidak tahu apakah hanya ilusinya saja. Dia selalu mengira Chris sedang memandanginya, tapi saat dia menoleh, Chris hanya memandang jendela seperti biasanya.

Sekolah dasar berakhir lebih awal. Biasanya orangtua akan menjemput dan mengantar anak-anaknya, kecuali Lin Yifei dan Chris. Kedua anak laki-laki itu keluar kelas bersama-sama. Ketika mereka hampir mencapai gerbang sekolah, Lin Yifei tiba-tiba melangkah maju dan memegang bahu Chris. Tiba-tiba Chris memutar tangannya. Rasa sakit yang dirasakan hampir membuat Lin Yifei menangis.

“Astaga … Sakit … Sakit…” GU5uOe

Chris sedikit mengernyit dan melepaskan tangan Lin Yifei.

“Kenapa itu harus kamu?”

“Tentu saja itu aku. Memangnya siapa lagi yang berani menyentuhmu di sekolah?” Lin Yifei mengusap bahunya. Dia tidak berharap kekuatan Chris sangat kuat. Tidak, sebenarnya, itu bukan hal yang aneh. Lin Yifei teringat pesta kolam renang di Universitas. Dia kalah taruhan dengan teman-teman sekelasnya dan ingin mencari orang kuat untuk mengangkatnya dan melompat ke dalam kolam renang. Pada saat itu semua orang tertawa dan berkata Lin Yifei tidak dapat menemukan seseorang untuk membantunya. Chris langsung mengangkatnya tanpa berkata. Dia melompat ke air sebelum Lin Yifei bisa menutup mulutnya. Tidak ada yang berani berbicara selama pesta sementara Lin Yifei tersedak air.

“Mengapa kamu mencariku?” bSQJnA

“Bukankah kamu ingin belajar anggar denganku? Jika kamu tidak ingin belajar, lupakan saja!” Lin Yifei terlihat marah. Dia akan berbalik pergi saat pergelangan tangannya dipegang oleh Chris.

“Baiklah. Dimana kita bisa belajar?”

“Apakah kamu percaya jika aku bisa serius mengajarimu? Aku juga masih anak-anak!” Alis Lin Yifei terangkat ke atas seolah berkata ‘jangan menyesalinya’.

“Aku percaya padamu.” Perkataan Chris masih singkat. Lalu, dia menarih kerah belakang Lin Yifei dan berjalan keluar gerbang sekolah. Jika tidak ada yang tahu, mereka akan mengira postur ini digunakan untuk memukul orang. y7G26U

“Kita mau pergi ke mana? Lebih baik kita mencari tempat yang tenang di mana tidak ada orang, yang pasti bukan lapangan basket yang banyak orang bermain. Itu bukan tempat yang bagus untuk berlatih anggar.” Lin Yifei baru saja selesai berbicara saat Chris menunjuk ke kursi belakang sepeda.

“Naiklah.”

Hal ini terdengar seperti Chris yang berperan sebagai pelatih.

Lin Yifei tercengang. Dia tidak pernah berpikir suatu hari bisa duduk di belakang sepeda Chris. Saat bertemu Chris di Universitas, dia sudah dewasa dan memiliki mobil sendiri. Bahakan mobilnya model porsche. YCe98z

Chris mengayuh sepedanya dengan ringan, seolah-oalah Lin Yifei yang duduk di belakang adalah udara. Tangan Lin Yifei memegang besi di belakang tempat duduknya. Angin meniup telinganya. Hidungnya mencium aroma gel mandi. Meski itu hanya shower gel murah, Lin Yifei merasa aromanya sangat segar.

Saat berbelok di tikungan, sepedanya sedikit miring. Lin Yifei takut terjatuh. Tanpa sadar dia mengulurkan tangannya dan memeluk pinggang Chris.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Sepeda yang dikayuh Chris berhenti. Lin Yifei mengira semuanya sudah berakhir. Chris tidak akan memukulnya, ‘kan? Menurut pengalaman masa lalu, Chris tidak suka orang-orang menyentuhnya, yang seharusnya itu sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil.

Lin Yifei hendak meletakkan tangannya ke besi belakang tempat duduknya saat Chris kembali mengayuh sepedanya, menyebabkan dia memeluk Chris lebih erat. EfgkS

Ketika sepeda itu melaju tanpa hambatan, Lin Yifei melepaskan tangannya.

Untungnya, dia tidak memukulnya…

“Aku berkata, jangan pergi terlalu jauh. Ibuku akan khawatir jika aku tidak pulang pukul enam.”

“Di sinilah tempatnya.” npz4tu

Di depan meraka ada saluran air buatan. Di kedua sisi saluran ada rumput hijau. Di padang rumput tersebut terdapat lantai beton. Tidak banyak pejalan kaki di tempat ini, hanya kereta api yang melewati jembatan di atas saluran air.

“Tempat ini cukup bagus.” Lin Yifei melompat dari sepeda dan menjejakkan kakinya di lantai beton. “Sayang sekali, ini bukan lantai kayu. Tidak cocok untuk berlatih gerakan kaki. Lupakan, kita juga tidak memiliki pelindung ataupun sabre. Apa yang ingin kamu pelajari lebih dulu?”

Chris menemukan dua cabang pohon dengan panjang yang sama. “Mulailah dari pertama pelatih mengajarimu.”

Lin Yifei senang. Sepertinya Chris sudah siap, hanya saja dia terlihat tidak terlalu puas. R5qfAO

Cabang pohon tidak memiliki ketangguhan seperti sabre, tapi mereka bisa menggunakannya.

“Aku akan mengajarimu cara memegang sabre dan memberi hormat terlebih dahulu.” Lin Yifei mengambil cabang pohon dan melakukan hormat sebelum pertandingan. “Beberapa orang mengatakan anggar adalah olahraga untuk pria dan bangswan. Tentu saja, dua hal itu tidak berlaku untuk kita. Jangan lupakan kekuatan yang kita miliki.”

Chris menatap Lin Yifei dengan tenang, seolah-olah dia memegang sabre bukan cabang pohon.

Faktanya, ketika Lin Yifei sedang duduk di kursi belakang sepeda, dia terus berpikir apa yang harus diajarkan terlebih dahulu dan memutuskan untuk mengajarinya etiket. V8omEa

Beberapa orang mengatakan salam hormat dengan sabre yang Chris lakukan penuh dengan keanggunan, elegan dan tajam. Dia tidak memberi hormat pada lawannya, tapi pada pedang di tangan lawannya. Salam hormat sebelum pertandingan adalah ciri khas Chris, jadi Lin Yifei memutuskan untuk mengajarinya salam hormat sebelum pertandingan. Dia berpikir Chris menjadi orang yang tidak sabaran untuk berlatih, tetapi dia mengambil cabang pohon dan mengulangi gerakan Lin Yifei dengan akurat.

Kedua anak laki-laki itu berdiri berhadap-hadapan, seolah melintasi dua ujung cermin.

Jantung Lin Yifei berdegup cepat. Saat itu, dia berada dalam ilusi jika dia berdiri di pertandingan olimpiade, satu menit sebelum pertandingan dengan Chris.

“Ingatlah, suatu hari nanti kamu akan menjadi juara dunia.” Lin Yifei merasa dipengaruhi oleh momentum Chris untuk mengatakan hal seperti itu. Xzb6Jx

“Ya.” Suara Chris terdengar tenang dan menyakinkan, seolah dia juga percaya bahwa hal itu akan menjadi kenyataan.

Tiba-tiba Lin Yifei tertawa. “Ha ha ha. Kamu telah belajar dengan baik.”

Langit Bieru.

Chris berdiri di tempatnya dan tidak berbicara. Dia hanya menatap lurus Lin Yifei.

Setelah itu, Lin Yifei membetulkan gerakan Chris dalam memegang pedang. Karena hanya menggunakan cabang pohon dan tidak ada ganggangnya, untungnya sabre berbeda dengan foil yang biasanya dipegang secara horizontal. Lin Yifei berdiri di belakang Chris, memegang tangan Chris dan mengatakan beberapa poin penting tentang menusuk dan menangkis. Kth4O9

“Lihatlah, jika kamu membuat gerakan menusuk seperti ini dengan gerakan kaki yang baik, kecepatan dan kekuatan akan meningkat. Bahumu jangan dibiarkan terbuka, jika tidak itu akan membuat gerakan tidak stabil.” Lin Yifei meletakkan satu tangannya di bahu Chris dan lainnya diletakkan di pinggang. Gerakkannya seperti sedang memeluk Chris. Saat dia berbicara, napasnya berembus ke wajah Chris.


Penerjemah Inggris: IdleTurtle

Translator's Note

Translator's Note

Translator's Note

Translator's Note

Translator's Note

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!