English

[Reinkarnasi] Master PedangChapter 9

0 Comments

Lin Yifei tidak memiliki nafsu makan dan masih terus berpikir apakah Chris akan memaafkan dirinya setelah mendapatkan hadiah.

Besok adalah hari senin. Aku akan tahu setelah melihatnya besok. Wp4gun

Lin Yifei merasa seperti anak kecil. Aku adalah pria dewasa yang sudah berusia 22 tahun … tapi aku selalu berada di sisi Chris yang berusia 12 tahun

Saat memikirkan hal itu, bel pintu berbunyi. Lin Yifei mengira ibunya tidak jadi bekerja lembur. Ketika membuka pintu, dia melihat Chris berdiri di depan pintunya. Dia sangat terkejut dan tidak bisa berkata apapun.

Story translated by Langit Bieru.

“Aku tidak tahu kalau kamu menjual miniatur rumah untuk membeli sabre dan alat pelindung.” Perkataan Chris sangat singkat dan langsung pada inti pembicaraan, tapi hanya dengan satu kalimat ini, semua simpul seolah-olah sudah dilepaskan.

Lin Yifei tiba-tiba merasa bersalah. “Kamu masih bilang kalau kita bukan teman.” gdG4kY

“Maafkan aku.” Permintaan maaf Chris mengejutkan Lin Yifei.

Dalam ingatan Lin Yifei, Chris hanya sekali meminta maaf padanya. Saat itu pemandu sorak, Katie, memberitahu Lin Yifei jika dirinya menyukai Chris. Perkataan tersebut membuatnya seperti tersambar petir. Lin Yifei duduk di asrama sepanjang malam untuk bermain game di komputer dan menolak berbicara pada Chris. Lalu, Chris mengambil headphone-nya dan memaksa Lin Yifei mendengarkan permintaan maafnya.

“Masuklah … Masuklah!” Lin Yifei menyingkir dari pintu dan membiarkan Chris masuk ke dalam rumahnya.

Untuk pertama kalinya Chris masuk ke dalam rumah Lin Yifei. Rumah Lin Yifei terdapat dua kamar tidur sederhana dan satu ruang tamu. Kamar Lin Yifei sangat kecil dan jendelanya menghadap ke jalan. Chris melihat ke bawah melalui jendela seperti saat Lin Yifei melihatnya mengantarkan koran setiap pagi. QVfqC1

“Mengapa kamu tidak makan malam di sini saja? Ibuku tidak akan kembali sampai larut malam. Ayahku juga masih di pabrik sampai lebih dari jam 8.” Lin Yifei membawa piring di atas meja ke dapur untuk dipanaskan.

“Baiklah.” Chris berdiri dan berkata, “Aku akan memberitahu orang di rumah.”

“Mmm!” Lin Yifei tidak tahu kenapa suasana hatinya tiba-tiba berubah.

Hanya ada dua hidangan di atas meja, telur goreng dengan tomat dan daging  panggang dengan paprika hijau. Lin Yifei mengambil dua mangkuk nasi lagi. “Ha ha ha. Ibuku tidak tahu kalau temanku akan datang berkunjung, jadi dia hanya memasak makanan seperti biasanya.” IrGAEm

“Tidak masalah. Kelihatannya masakan ibumu enak.” Meskipun Chris sering makan makanan Cina yang dibawa kembali oleh Nyonya Lynn, terlihat jelas jika dia tidak bisa menggunakan sumpit.

Lin Yifei tertawa terbahak-bahak. “Jika kamu mengambil makanan seperti itu, makannya akan jatuh. Ayo, aku akan mengajarimu!” Dia menarik kursi dan duduk di samping Chris. Tangannya terulur untuk mengatur posisi sumpit Chris.

“Letakkan jari tengahmu ke samping, dan tekan di sini dan di sana …” Lin Yifei menjauhkan kepalanya dari sumpit. Melalui pandangan dari sisi wajahnya, dia melihat Chris sedang melihatnya.

“Ap … Apa …” Lin Yifei melepaskan tangannya dan berpikir Chris merasa sangat bangga dan tidak bisa tidak menyukai orang yang mengajarinya dengan senang hati. EmIMZJ

“Xiao Fei, kamu sangat sabar,” kata Chris dengan datar.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“… Kamu memanggilku apa tadi? Xiao Fei?” Lin Yifei terkejut. Chris tidak pernah memanggil namanya. Sekarang, panggilan “Xiao Fei” diucapkan dengan sempurna. Dari mana dia mempelajarinya?

“Aku mendengar ibumu memanggilmu dengan panggilan tersebut. Benar, ‘kan?”

Lin Yifei tersenyum. Dia mencelupkan jarinya ke dalam air dan menulis ‘Lin Yifei (林逸飞)‘ di atas meja. OC3REI

“Ini adalah namaku yang ditulis dalam bahasa Cina. Lin adalah nama belakangku. Kalian semua suka memanggilku Lin, tapi itu bukan namaku. Namaku adalah Yifei. Meski tidak sulit untuk diucapkan, tidak banyak orang yang memanggil dengan namaku. Aku sudah menyebutkan nama Inggrisku, Ethan, tapi KK dan teman-teman yang lain masih memanggilku Lin, panggilan yang mudah diucapakan.”

“Yifei.” Chris membuka mulutnya dan memanggil namanya dengan lembut. Lin Yifei merasa hatinya bergetar.

Story translated by Langit Bieru.

Sudah berapa lama dia tidak mendengar Chris mengucapkan namanya dengan suara yang sedikit dingin dan lembut itu? Setiap kali dia dan Chris mengalami konflik karena beberapa hal, seperti gadis yamg disukainya ternyata menyukai Chris, pergi ke bar untuk bersenang-senang dan dibawa pulang ke asrama oleh Chris, atau kalah dalam kompetisi dari Chris, dia akan berdiri di belakang Lin Yifei dan berkata dengan lembut. “Yifei, jangan marah.”

Lalu, dia tidak marah lagi. axnzO7

“Ha ha, Kamu mengucapkan namaku dengan nada yang sangat standar!” Lin Yifie menepuk pundaknya. “Makanlah! Makanan itu akan jadi dingin jika kamu tidak segera memakannya. Jangan menjatuhkan nasi di atas meja. Aku lagi malas dan tidak ingin membersihkan meja!”

Saat keduanya selesai makan, Lin Yifei melihat ke luar jendela dan hari sudah mulai gelap. Keamanan di daerah ini sangat buruk, jadi dia tidak enak membiarkan Chris pulang.

“Chris, kenapa kamu tidak menginap di rumahku hari ini? Kita akan pergi ke sekolah bersama besok.”

“Ok.” Chris mengangguk. Lin Yifei tidak berharap dia menyetujui begitu saja. ot0acY

“Oh! Chris, bagaimana kamu datang ke sini?”

“Sepeda.”

“Sepeda? Dimana kamu memarkirkan sepedamu?”

“Di bawah.” woCdOF

“Bodoh! Sepeda harus dibawa masuk ke dalam rumah! Bagaimana jika ada orang yang mencurinya?” Lin Yifei bergegas ke bawah dan melihat sepeda itu tidak dirantai di dekat pintu. Mungkin keamanan di Amerika Serikat lebih baik daripada di Cina karena sepedanya masih ada di tempat.

Setelah membawa sepeda masuk ke dalam rumah, kedua anak laki-laki itu duduk di ruang tamu yang sempit sambil menonton TV.  Tak lama kemudian ayah Lin Yifei pulang. Dia melihat Chris dan antusias pergi membeli sebotol soda. Dia juga membongkar lemari untuk mencari bantal buat Chris tidur.

Menjelang pukul sembilan malam, ayah Lin menyuruh kedua anak laki-laki tersebut untuk mandi. Lin Yifei mengeluarkan satu set piyama bersih dan membawa Chris ke kamar mandi.

Ketika Lin Yifei melepaskan pakaiannya, dia menyadari Chris masih berdiri di sana. Lin Yifei merasa malu dan ingat meskipun AS negara terbuka, AS sangat memperhatikan privasi. agqzpD

“Hei … Jika kamu malu … Aku akan mandi terlebih dahulu sebelum kamu masuk.”

Siapa sangka Chris juga akan melepaskan pakaiannya. “Tidak masalah.”

Lin Yifei berdiri berjinjit dan mengambil shower. “Sepertinya orang Amerika suka mandi, tapi itu hanya buang-buang air.”

Saat berbicara, Lin Yifei memegang shower untuk membantu Chris mandi. Sekarang Chris masih sangat kurus. Orang-orang tidak bisa melihat ototnya yang bagus dan bentuk tubuhnya yang gagah pada sepuluh tahun kemudian. JDjnkC

Setelah kedua anak itu mandi, mereka sedikit kepanasan. Lin Yifei menyalakan kipas angin dan berdiri di depannya. Tapi Chris berkata, “Kamu akan masuk angin.”

“Baiklah, baiklah!” Lin Yifei mendengus dan menunjukkan alat pelindung anggarnya kepada Chris. “Lihat, aku juga punya. Jadi, kita bisa bertarung.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Di malam hari, ketika kedua anak laki-laki itu terbaring di tempat tidur, Lin Yifei tidak bisa menahan perasaan senang dan mengatakan banyak hal tentang masa kecilnya. Keduanya saling berbaring berdampingan dan bertatap muka. Meski agak panas, Lin Yifei tidak merasakannya sama sekali.

Berangsur-angsur merasakan kantuk, Lin Yifei tanpa sadar tertidur. Dia tidak tahu jika Chris masih menatapnya. G5l6qO

Setelah beberapa waktu napas Lin Yifei menjadi normal, Chris mengulurkan jarinya untuk menyentuh ujung hidung Lin Yifei. Seolah-olah memastikan orang ini benar-benar ada di kehidupan nyata.

Bulu mata Lin Yifei bergetar dan dia mengecap bibirnya saat tidur. Chris terdiam. Setelah dua sampai tiga detik, dia mulai tergoda oleh sesuatu. Jari-jarinya menelusuri dengan lembut bulu mata Lin Yifei. Perasaan lembut dan halus membuatnya enggan menarik jari-jarinya.

Keesokan paginya ketika Chris bangun, Lin Yifei juga ikut bangun dengan linglung.

“Chris … Apakah kamu akan mengantarkan koran?” 5ZgDJa

“Mmm.”

Lin Yifei berdiri dengan mata tertutup. “Aku akan pergi bersamamu.”

“Tidak. Ini masih terlalu pagi.”

“Tidak masalah.” Lin Yifei meregangkan tubuhnya dan pergi ke dapur. Ibunya sedang menyiapkan sarapan saat melihat putranya bangun pagi-pagi. Dia terkejut. zX04Dv

“Ibu, aku dan Chris akan mengantarkan koran. Kami akan kembali saat sarapan nanti.”

“Oh, anak itu harus mengantarkan koran sepagi ini? Lihatlah betapa bertanggung jawabnya orang itu!”

Lin Yifei tertawa, menggosok gigi, mencuci muka, dan membawa sepeda Chris ke bawah.

“Hei, Hei. Bukankah menurutmu aku berat saat berada di boncenganmu?” d5lIkq

“Tidak. Kamu bisa tidur bersandar padaku jika mengantuk.” Chris bersepeda seperti biasanya. Mereka pergi untuk mengambil koran dan mengantarkannya di sepanjang jalan.

Lin Yifei menganggap ini sangat menarik. Chris bertanggung jawab untuk mengayuh sepeda. Setiap kali dia mengayuh sepedanya ke rumah-rumah, Lin Yifei turun dari sepeda dan meletakkan koran di depan rumah. Lalu, mereka pergi ke rumah berikutnya.

Ketika mereka sampai di rumah Chris, Chris meminta Lin Yifei untuk menjaga sepeda dan dia mengambil tas sekolahnya. Lin Yifei mendongak dan melihat Nyonya Lynn tersenyum padanya dari jendela.

Ketika mereka kembali ke rumah keluarga Lin, sarapan sudah siap dan terdapat dua kotak makan siang di atas meja. dgisCV

“Xiao Fei, aku tidak tahu apakah temanmu suka makanan Cina atau tidak. Aku sudah menyiapkan bekal untuknya dibawa ke sekolah.”

Sambil makan bubur, Lin Yifei mengambil roti kukus untuk Chris dan mengedipkan mata seolah berkata ‘makanan ini enak’. Mulutnya yang penuh dengan makanan berkata: “Terima kasih, Bu.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ibu Lin berbalik dan menghela napas. “Xiao Fei, kamu jangan makan seperti hantu kelaparan yang terlahir kembali. Lihatlah teman sekelasmu ini! Betapa sopannya saat dia makan.”

“Ha ha ha …” Lin Yifei memandang Chris dan tertawa. UZdxNQ

Setelah itu, Chris berangkat ke sekolah bersama Lin Yifei.

KK sangat terkejut. Dia menusuk punggung Lin Yifei dengan pensilnya. “Katakan, apakah kamu sudah berbaikan dengannya lagi?”

“Iya.” Lin Yifei sengaja menutup mulutnya dengan tangan dan berbisik pada KK. “Ngomong-ngomong, ternyata ibunya adalah guru musik. Aku melihatnya mengajar piano kepada anak di sebelah rumah tadi malam. Dia bermain sangat baik.”

“Benarkah?” KK memandang Chris dengan aneh. uVMRIp

“Benar.” Lin Yifei mengangguk.

Seperti biasa, Lin Yifei dan Chris pergi ke Kanal. Lin Yifei mengajari Chris gerakkan kaki.

“Kamu harus memperhatikan saat kamu meyerang dengan sabre.” Lin Yifei menggerakkan tangan kirinya. Tangan kanannya bergerak seperti menusuk, lalu diakhiri dengan sebuah tebasan besar. Gerakkannya begitu mempesona sehingga membuat orang yang melihatnya tidak bisa memejamkan mata.

Pada awalnya Chris tidak memahami timing dengan begitu baik, tetapi setelah Lin Yifei membenarkannya beberapa kali, Chris membuat kemajuan pesat. ZYdFmK

Selama akhir pekan mereka berdua akan memakai alat pelindung dan menggunakan sabre untuk bertarung, tapi sayangnya Lin Yifei takut merasa kepanasan dan akan melepas alat pelindungnya setelah dua atau tiga menit.


Penerjemah Inggris : IdleTurtle

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!