English

Sistem Kematian HeroikCh12 - Jantungku berdetak untukmu (3)

0 Comments

“Nona Jian, halo.” Sekretaris Cui berdiri dan tersenyum ramah kepada Jian Xin.

“Sekretaris Cui, halo. Aku mencari kakakku untuk makan siang.” Jian Xin berjalan santai ke meja Sekretaris Cui tetapi ia terdiam saat ia melihat Shang Ke. LCOiUW

Shang Ke tersenyum, “Saya sedang magang disini.”

“Magang?” Jian Xin menunduk, secercah rasa jijik muncul di matanya. Jiang Yumo terus mengganggunya beberapa hari lalu, tetapi beberapa waktu ini sudah tidak ada suara jadi dia pikir laki-laki itu sudah menyerah. Dia tidak menyangka dia hanya berubah taktik. Kakaknya tahu dia tidak suka Jiang Yumo, kenapa dia membiarkan laki-laki ini masuk ke perusahaannya? Magang? Tidakkah keluarga Jiangnya sendiri punya perusahaan dimana dia juga bisa magang?

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Jian Chenfeng keluar dari kantornya, ia memberikan pandangan tajam sebagai peringatan kepada Shang Ke saat melihatnya melihat adiknya dengan mata ‘mesum’. Diapun berkata kepada Jian Xin, “Xin er, ayo pergi.”

“Ya.” Jian Xin menoleh kearah Shang Ke, dengan ragu bertanya, “Tuan Muda Jiang…” 6J1MnZ

“Tidak perlu pedulikan dia, seorang bos tidak punya kewajiban untuk makan siang dengan karyawannya.” Maksud Jian Chenfeng sangat jelas. Selama ia bekerja di perusahaan ini, Jiang Yumo adalah karyawannya dan bukan Tuan Muda keluarga Jiang.

Selesai bicara, dia menuntun Jian Xin keluar kantor dibawah pandangan ‘penuh cinta’ dari Shang Ke.

Sekretaris Cui menoleh ke Shang Ke dan menghiburnya, “Direktur Jian sebenarnya berhati baik walaupun sikapnya dingin. Jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati.”

Dia berhati lembut? Shang Ke merasa Sekretaris Cui tidak punya bakat untuk bercanda. QdFtIl

“Sekretaris Cui, kalau tidak keberatan, silahkan makan bekal ini.” Shang Ke memberinya bekal makan siang yang disiapkannya untuk Jian Chenfeng.

“Terima kasih, aku dengan senang hati menerimanya. Kemarin bekal makan siang itu benar-benar membuatnya takjub. Hal yang lebih menakjubkan lagi adalah Direktur Jian yang pemilih itu memakannya! Ini menandakan kemampuan memasak Tuan Muda Jiang sangat baik.

“Kak, kenapa kamu membiarkan Jiang Yumo masuk ke perusahaan kita?” Setelah mereka meninggalkan gedung, Jian Xin tidak dapat menahan diri untuk bertanya.

“Paman Jiang yang meminta tolong kepada ayah, dan akupun ingin tahu sendiri bagaimana pria itu, jadi aku setuju.” Jian Chenfeng menoleh kepadanya dan berkata, “Kalau dia mau mengejar adikku, maka aku harus tahu apakah dia punya kualifikasi atau tidak.” 7EQFve

Jian Xin bersungut-sungut, “Aku tidak suka Jiang Yumo. Dia itu tidak tahu apa-apa dan tidak kompeten. Cara berpikirnya simple dan kerjanya hanya main saja. Aku… aku lebih suka pria dewasa.”

Jian Chenfeng mengingat interaksinya dengan Jiang Yumo selama dua hari ini dan merasa anak itu tidak seburuk yang diceritakan adiknya. Malah sebaliknya, sifat anak itu sangat terbuka dan optimis. Demi Jian Xin, dia menekan anak itu dan membuat segala urusan menjadi susah tetapi Jiang Yumo bekerja dengan baik dan tidak sedikitpun mengeluarkan protes.

Dia terhenti dan bertanya, “Tadi kamu bilang kamu suka pria dewasa? Xin er sudah punya orang yang disuka?”

Wajah Jian Xin merona dan berbisik, “Kakak Jiang.” a2xcAs

“Jiang Donglin?” Pilihan bagus, dia tidak bisa membiarkan yang kecil tapi tidak masalah dengan yang besar. Dibandingkan Jiang Yumo yang tidak bisa diprediksi, Jiang Donglin merupakan pilihan yang baik.

“Kak, kamu tidak melarang kan?”Jian Xin melihatnya dengan ragu.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Aljc Jtfcofcu afgvljw yfyfgjqj rjja, “Vfijwj xjwe rexj.”

Vtjcu Bf alvjx qecsj kjxae ecaex wfcujcjilrj qlxlgjc xjxjx yfgjvlx lae, rljcu lae vlj revjt wfcsfifrjlxjc qfxfgpjjccsj. 84I0 Q

Aljc Jtfcofcu vjc Vfxgfajglr Jel qecsj egerjc ijlc rftlcuuj wfgfxj afajq vl qfgerjtjjc tlcuuj ijgea. Bfalxj tjwqlg qexei aepet, Aljc Jtfcofcu wfgjrj ijqjg vjc wfwyfglajte Vfxgfajglr Jel, “Djcae rjsj tjcujaxjc yfxji wjxjc rljcu, vjc xjwe ybift xfiejg wjxjc. Blaj jxjc rfifrjlxjc rlrjcsj rfafijt wjxjc.”

“Bekal?” Sekretaris Cui tercengang.

Langit Bieru.

“Bukannya Jiang Yumo membuatkan saya bekal?” Jian Chenfeng melihat ke arahnya.

“Uh…” Nada Sekretaris Cui menjadi berat sembari menjelaskan, “Maafkan saya direktur Jian, tetapi bekal itu sudah saya makan.” cKvlWe

“Kamu makan?” Pandangan Jian Chenfeng begitu tajam hingga membuat bulu kuduk Sekretaris Cui berdiri.

Dia berusaha bersikap tenang dan menjelaskan, “Anda tidak makan siang di kantor siang tadi dan Tuan Muda Jiang takut bekal itu terbuang percuma sehingga dia memberikannya kepadaku.”

Jian Chenfeng terus menatapnya.

Keringat dingin bercucuran di kenineg Sekretaris Cui. Kalau dia tahu bos akan menaruh dendam kepadanya hanya karena memakan bekal itu, dia… akan tetap memakannya! Bekal itu terlalu enak, kalian mengerti kan? 8SdeTs

Setelah lewat beberapa saat, Jian Chenfeng berkata, “Yah sudah, suruh dia bawakan lagi besok.”

Sekretaris Cui mau tidak mau harus mengemban ini dan memberikan tusukan lagi di hatinya, “Direktur Jian, besok sudah akhir minggu.”

Jian Chenfeng, “…”

Mengambil waktu liburnya ketika dia tidak harus bekerja, Shang Ke pergi ke toko bunga dan memesan buket mawar untuk Jian Xin. Setelahnya dia pergi ke klub olahraga ekstrim dan berpartisipasi dalam panjat tebing, menyelam, berselancar, bungee jumping dan lainnya. 1V tNp

Rencana selanjutnya adalah menantang semua permainan yang memacu adrenalin sembari mempertaruhkan nyawanya. Tetapi dia harus berjaga-jaga agar dia tidak bermain hingga membahayakan nyawanya. Setidaknya dia harus meninggalkan satu napas agar bisa pergi ke rumah sakit dan mendonorkan jantungnya. Kalau dia tidak hati-hati dan meninggal saat bermain, maka dia bisa ditetapkan bunuh diri oleh sistem.

Shang Ke mendaftar hampir ke semua klub olahraga ekstrim. Tujuan utamanya adalah melakukan percobaan dan menemukan cara termudah untuk membuatnya hampir mati. Dia harus bisa mendapatkan segala cara untuk menantang kematian dalam dua belas bulan ini.

Bukankah gosipnya Jiang Yumo suka bermain-main? Kalau begitu dia akan main dan memperlihatkan itu kepada orang-orang.

“Kenapa kamu sampai seperti ini?” Xu Qing bertanya sembari mengobati lukanya. MYTNbU

Sekujur tubuh Shang Ke dipenuhi memar, hanya wajahnya saja yang masih sempurna.

“Karena jatuh.” Shang Ke menjawabnya dengan dua kata. Jatuhnya sangat kencang. Depan belakang atas bawah semuanya memar.

Xu Qing mengingatkannya kembali, “Jiang Yumo, aku tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan dulu tetapi sekarang aku harap kamu bisa menahannya sedikit. Jangan lupa, otakmu ada masalah.”

Otak itu yang ada masalah! Shang Ke bersandar malas di kursi, matanya yang tidak awas itu memberikan penampilannya seperti mengantuk. cBEAz6

Pandangan Xu Qing terpaku kepadanya sesaat, secercah sinar terlihat, sebelum dia mengalihkan pandangannya,”Jaga dirimu baik-baik. Lain kali, kalau aku melihat tubuhmu terluka seperti ini lagi, aku akan beritahu Paman Jiang dan kakakmu tentang kondisimu.”

“Yah paling aku tidak datang lagi ke rumah sakitmu.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Jadi kamu lebih memilih pergi ke rumah sakit lain daripada melepaskan hal yang dapat membuatmu terluka?

Untuk pertama kalinya Xu Qing menyadari bahwa dia tidak benar-benar mengenal Jiang Yumo. Apa yang sebenarnya dia pikirkan saat ini? Kenapa dia tidak segera mengobati dirinya walaupun sudah tahu kondisinya? Apa yang lebih penting di dunia ini selain nyawa sendiri? S0lyCK

“Yumo, aku sudah membantumu untuk mengundang dokter spesialis bedah saraf. Mereka akan memperisapkan rencana operasi untuk kondisimu.”

“Un, terima kasih.” Shang Ke berdiri dan pergi sambil melambai.

Sesampainya di rumah, dia tanpa mandi lagi langsung rebahan di tempat tidur dan terlelap. Kesehariannya semua mengikuti hari-hari sebelumnya.

Bekerja tepat waktu, meningkatkan impresi baik Jian Chenfeng kepadanya dengan kemampuan masaknya, mengirimkan bunga kepada Jian Xin tidak peduli cuaca, dan mencoba hal-hal ekstrim di akhir minggu. z51OBn

Setelah satu bulan, Jian Chenfeng tidak lagi memberikan padangan dan kata-kata dingin dan sesekali mengundangnya ke rumah bertamu. Jian Xin masih membencinya tetapi wanita itu semakin dekat dengan Jiang Donglin.

“Eh? Jian Chenfeng, kenapa kau kemari?” Shang Ke menatap pria yang muncul di depan rumahnya dengan kaget.

“Saya lewat, jadi sekalian mampir untuk menumpang makan.” Jian Chenfeng memberikan ungkapan seperti ‘aku datang menumpang makan jadi kamu harus merasa terpuji’.

Shang Ke diam-diam mendelik dan membiarkan dia masuk. xGyzRm

Jian Chenfeng masuk dan mencium aroma obat. Dia berkernyit dan memeriksa Shang Ke. Anak itu mengenakan pakaian rumah yang nyaman, rambutnya dibiarkan begitu saja. Wajahnya merona dan santai tidak seperti orang yang terluka.

“Kamu datang di saat yang tepat, makan malam hampir selesai.” Sandal Shang Ke berbunyi sembari dia berjalan ke dapur.

Jian Chenfeng duduk di meja makan dan melihat Shang Ke sibuk di dapur seperti pria yang sudah menikah, sebelum akhirnya memabawa makanan ke meja.

“Ayo makan.” Shang Ke berkata. 3lvutf

Jian Chenfeng mengambil sumpit dan mulai menikmati makanannya.

Ini adalah pertama kali Jian Chenfeng datang bertamu ke rumah Shang Ke. Meskipun dia sering mengantarnya pulang, dia tidak pernah masuk. Kenapa hari ini dia datang berkunjung? Jangan bilang dia benar-benar hanya menumpang makan?

Saat Shang Ke berpikir, dia tidak menyadari jarinya gemetar.

“Kamu kenapa?” Jian Chenfeng menyadari kondisi anehnya dan memperhatikan jari-jarinya. nMvx0T

“Apa?” Shang Ke terlihat bingung.

“Tanganmu.”

Story translated by Langit Bieru.

Shang Ke menunduk dan menyadari tangannya yang memegang sumpit gemetar.

“Bukan apa-apa.” Dia mengengam pergelangan tangannya dan tersenyum, “Aku mengangkat barang berat hari ini, jadi tanganku agak pegal.” mBXZUr

Jian Chenfeng berdiri dan berjalan ke sisinya, Dia menarik tangannya dan menggangkat lengan bajunya. Dia segera menyadari memar menghiasi tangan halus itu, baik yang baru maupun yang lama.

“Kenapa bisa begini?” Pandangan tajam Jian Chenfeng terpaku pada Shang Ke, terlihat rasa marah di dalam matanya.

“Akhir-akhir ini aku melatih tubuhku.” Shang Ke tidak terlalu membesarkan masalah dan hanya tertawa. Dia berniat menarik tangannya tetapi Jian Chenfeng menggengamnya erat.

Setelah beberapa lama, Jian Chenfeng melepaskan tangan kanannya dan menarik tangan kirinya. Iapun menemukan memar yang sama di tangan kirinya. zqnFb6

Ekspresi Jian Chenfeng berubah menjadi serius dan dia menarik Shang Ke sampai ke sofa. Dia dengan kasar mengangkat pakaiannya.

“Apa yang kamu lakukan?” Shang Ke memberontak terus, mencoba melindungi tubuh ‘bening bagaikan es dan bersih bagai giok’dari tindakan orang itu.

“Diamlah!” Jian Chenfeng menimpanya ke sofa dan dengan tenaganya melepaskan baju anak itu. Diapun melihat kulit tubuh yang terlihat di matanya.

Mata Jian Chenfeng menggelap setelah melihat luka di dada Shang Ke, ekspresinya menakutkan. B8iUuM

“Ini hasil ‘latihan’mu?” Jian Chenfeng bertanya dengan nada yang memberikan sensasi bahaya, “Beritahu aku, latihan macam apa yang bisa membuatmu terluka sampai di sekujur tubuhmu? Tinju?”

“Bukan.” Shang Ke melihatnya dengan tidak senang, “Olahraga kasar seperti itu mana cocok dengan aku yang elegan ini?”

Jian Chenfeng, “…” Percaya tidak kalau aku akan dengan kasar membunuhmu, dasar anak tidak tahu diuntung!

“Bisakah kamu melepaskanku? Aku hampir mati ditimpa berat badanmu.” Shang Ke mengangkat kakinya dan menendang pinggang Jian Chenfeng. xEgfbe

Saat itulah Jian Chenfeng baru menyadari posisi mereka. Shang Ke terbaring di sofa dengan pakaian yang berantakan. Wajahnya sedikit merona dan matanya berkabut. Pakaiannya sudah jatuh dari tangannya dan celananya sedikit turun dari pinggangnya sehingga dia bisa melihat pinggangnya yang elok dan otot perutnya. Memar ditubuhnya seperti bekas bercumbu, begitu menggoda. Salah satu kakinya ditimpa oleh kaki Jian Chengfeng dan yang satu lagi ada di pinggangnya. Tubuh bagian bawah mereka bersentuhan dan mereka dapat merasakan perubahan fisiologis satu sama lain.

Jian Chenfeng dengan cepat berdiri, jantungnya berdegup sangat kencang.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!