English

Sistem Kematian HeroikCh13 - Jantungku berdetak untukmu (4)

0 Comments

Sejak hari dimana Jian Chenfeng meninggalkan apartemen Jiang Yumo, dia merasa ada yang salah dengan dirinya. Dia selalu tanpa sadar memperhatikan Jiang Yumo. Dia hanya memiliki impresi tidak menyenangkan tentang anak itu pada awalnya, tetapi sekarang dia menemukan Jiang Yumo itu menyenangkan, tidak peduli dari segi apa dia melihatnya. Lalu luka di tubuh Jiang Yumo, meskipun dia tidak mendapatkan jawaban darinya, dia menyuruh seseorang menyelidikinya dan menemukan Jiang Yumo ternyata adalah anggota klub olahraga ekstrim. Setiap akhir minggu, dia akan ikut kegiatan.

Jian Chenfeng sudah tahu anak itu gemar bermain, tetapi dia tidak menyadari bahwa permainan seperti ini yang ia mainkan. Apalagi, selama ada acara yang diselenggarakan oleh klub, Jiang Yumo hampir pasti mendaftar semuanya. Maka tidak heran tubuhnya penuh luka karena olahraga seperti itu mempunyai tingkat bahaya yang tidak rendah. Kalau seseorang mempunyai keberanian yang tinggi dan gemar mengambil risiko tetapi tidak berpengalaman, tentunya terluka bukan hal yang aneh. vqfKU3

Jian Chenfeng sangat marah, tetapi dia sendiripun tidak tahu darimana kemarahan ini berasal. Ia hanya merasa anak itu bermain melewati batasnya tanpa memperdulikan keselamatannya sama sekali. Walaupun gemar berolahraga itu baik, namun dengan sengaja menantang adrenalin itu adalah hal yang lain lagi.

Dia baru saja menerima kabar bahwa Jiang Yumo saat ini ada di pantai bermain jet ski. Jian Chenfeng memutuskan untuk melihatnya sendiri.

Please visit langitbieru (dot) com

Di pantai, matahari bersinar terang dengan angin yang sepoi-sepoi. Baik pria dan wanita dengan pakaian pantai ada dimana-mana. Jian Chenfeng berjalan dengan kemeja, celana bahan, dan sepatu kulit, tentunya sangat menarik perhatian.

Jian chenfeng berkernyit. Dia tidak suka lingkungan yang berisik dimana suara ini membuat orang menjadi lengah dan hilang focus serta meningkatkan adrenalin. 7gqRuQ

“Dimana dia?” Jian Chenfeng menatap dingin Sekretaris Cui yang ada di sampingnya.

“Seharusnya ada di…” Dia tidak sempat menyelesaikan kata-katanya ketika suara teriakan heboh memotongnya.

Jian Chenfeng melihat ke sumber teriakan itu dan melihat sekelompok kerumunan berdiri di dekat laut dan berteriak pada tempat yang agak jauh.

Jian Chenfeng mengangkat teropong dan melihat kea rah itu. Disana beberapa orang menggunakan jet ski dan kayak. Dia memperhatikan satu persatu sampai menemukan orang yang ia cari. xsyrAL

Jiang Yumo berdiri di jet skinya, badannya miring seperti ikan todak ketika dia melawan angin kencang. Dia melalukan maneuver dan melakukan lompatan membuat air laut menyiprat hebat. Ketika jet ski itu terbang ke udara, tubuh Jiang Yumo melayang sehingga ia tampak seperti terbang. Di antara langit dan laut, tubuh menawannya itu seperti bersinar.

“Ah!!!” Pekik riang kembali terdengar.

Hati Jian Chenfeng seperti berat, matanya membara terkunci pada sosok di udara itu hampir membuatnya lupa mengambil napas.

Beberapa menit kemudian, Shang Ke yang puas bermain kembali ke pantai dan memberikan temannya yang bersorak-sorak untuknya senyuman lebar. Beberapa tetesan air jatuh dari rambutnya dan dia tambah berkilau dibawah sinar matahari dengan senyum yang terhias di wajahnya. uAVKkF

Mulut Jian Chenfeng terasa kering, dan sesuatu yang disebut ‘keinginan’ muncul tak bisa ditahan membuatnya seperti jatuh ke jurang tabu.

Ketika Shang Ke menyeka rambutnya, dia berjalan di pantai. Tujuannya ikut olahraga ekstrim adalah mencari kematian, dan setelah merasakannya sendiri, dia juga menemukan kesenangan di dalamnya. Dia tidak takut mati dan memiliki keberanian untuk mencoba, sehingga kemampuannya dalam semua olahraga meningkat cepat. Walaupun dia tidak bisa dibandingkan dengan para ahli, dia bisa melakukan aksi yang mudah.

Namun, dia tidak tahu apakah talentanya terlalu tinggi atau kondisi tubuhnya yang berbeda, walaupun dia terluka sedikit disana-sini ketika bermain, dia tidak pernah sekalipun terluka serius.

“Jiang Yumo.” Ketika dia sedang teremenung, Shang Ke mendengar suara yang familiar. gwrYRT

Dia menarik handuk yang ada di kepalanya dan melihat Jian Chenfeng yang berjalan ke arahnya.

“Jian Chenfeng, kenapa kamu ada disini?”

“Aku lewat saja dan melihatmu main di pantai.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Jawaban yang familiar ini membuat Shang Ke mendelikan matanya. Z8wgJC

“Bjqjc xjwe rfifrjl? Zje wjxjc yfgrjwj?” Aljc Jtfcofcu xfwyjil yfgajcsj.

“Cxe yfglajte wfgfxj veie, xjwe aecuue rfyfcajg,”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Vtjcu Bf qfgul wjcvl vjc wfcuujcal qjxjljc rfyfiew lxea wbyli Aljc Jtfcofcu xf gfrabgjc.

Vfijwj qfgpjijcjc, Aljc Jtfcofcu tjcsj vljw vjc yfgxbcrfcagjrl wfiltja pjijcjc rfqfgal wfwlxlgxjc rfrejae sjcu rfgler. HP3wQm

Vfafijt wfcujcajgxjc wfgfxj xf gfrabgjc, Vfxgfajglr Jel wfclcuujixjc wfgfxj vfcujc jijrjc jvj egerjc sjcu qfgie vlrfifrjlxjc.

Jian chenfeng dan Shang Ke duduk di dekat jendela, memesan makanan dan berbincang-bincang.

Shang Ke harus mengakui Jian Chenfeng itu pria yang menarik. Semua gerak geriknya tampak elegan di mata. Keduanya bisa dianggap berteman sehingga interaksi mereka menyenangkan.

Alasan Jian Chenfeng berubah sikap terhadap Shang Ke tentunya adalah karena kemampuan masaknya, sedangkan alasan Shang Ke adalah karena dia menemukan mole di tangan pria itu tidak lama lalu. Tanda yang sama seperti Ravel. 25z6Uh

Shang Ke curiga Jian Chenfeng adalah Ravel, hanya saja mereka mempunyai kepribadian dan ingatan yang berbeda di setiap dunia. Setelah misi di dunia ini selesai, dia akan bertanya kepada sistem dengan jelas.

“Maaf, aku mau ke kamar mandi sebentar.” Shang Ke mengelap mulutnya dan bangkit meninggalkan meja makan.

Jian Chenfeng melihatnya pergi, tampak secercah cahaya di matanya.

Saat Shang Ke selesai dan keluar dari kamar mandi, dia menemukan sosok yang tidak asing. Ketika orang itu berbalik dan melihatnya, ekspresi wanita itu menjadi kaget. “Jiang Yumo, kamu…” mG7QbO

“Jian Xin, kebetulan bertemu disini.” Shang Ke berkata sembari tersenyum lebar.

Jian Xin mundur selangkah dengan suara bergetar bertanya, “Kamu mengikutiku?”

Shang Ke sampai kehilangan kata-kata. Dia tidak tahu kenapa wanita itu sampai tiba-tiba berpikir kalau dia mengikutinya.

Jian Xin melanjutkan, “Jiang Yumo, aku sudah bilang sejak awal aku tidak suka padamu. Kamu terus berkeliaran di perusahaan kakakku, mengirimi aku bunga setiap hari, dan sekarang kamu menuntitku?” Hn0NGl

Ekspresi Shang Ke murung. Apakah dia harus berusaha menjelaskan kepadanya, atau tetap diam dan menunjukan ekspresi terluka?

“Jiang Yumo, berhenti mengganggu hidupku!” Semakin dia bicara, semakin emosi wanita itu. “Apakah kamu tidak tahu setiap kamu muncul, aku merasa tidak nyaman?”

Shang Ke diam-diam memeriksa dirinya. Apa yang sudah dia perbuat sampai membuatnya marah seperti ini?

“Biarkan aku pergi, aku tidak tahan lagi.” Jian Xin memegang dadanya, napasnya terengah-engah dan ekspresinya tidak enak dilihat. 9CaNdF

“Jian Xin, kamu baik-baik saja?” Shang Ke dengan cepat berusaha membantunya.

Jian Xin tidak menghargai niat baiknya dan mendorongnya. Dia tersandung dan hampir jatuh, tetapi Shang Ke sekali lagi membantunya dan bertanya, “Mana obatmu? Kamu bawa?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Tidak! Jangan pedulikan aku! Pergi! Kamu sekarang juga pergi dari pandanganku!” Ekspresi Jian Xin terlihat kesakitan, nada kasarnya semakin terdengar lemah.

Shang Ke baru saja mau mencari orang untuk membantunya ketika dia mendengar suara marah dari belakangnya, “Jiang Yumo, apa yang kamu lakukan?” Ag4RvM

Shang ke tidak sempat berbalik ketika tangannya ditarik dan belakang kepalanya terbentur keras ke tembok.

Orang yang menariknya bukan Jian Chenfeng namun tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri, Jiang Donglin.

Tidak heran Jian Xin mau dia pergi segera. Dia khawatir kencannya dengan Jiang Donglin akan rusak.

Shang Ke berpikir samar sembari memegangi belakang kepalanya. 4LrFi1

Saat itu, muncul tangan yang memegang pinggangnya dan bertanya, “Kamu tidak apa?”

Shang Ke mengadah dan melihat pria di sisinya, matanya sedikit berair.

“Jian Chenfeng? Tidak usah khawatirkan aku, cepat lihat Jian Xin.”

“Dia tidak apa.” Jian Chenfeng melihat pasangan itu. Jian Xin bersandar di dada Jiang Donglin, air mata tertumpuk di matanya. Kondisinya sudah stabil. 6kBC9D

Jiang Donglin membantu Jian Xin berdiri dan berkata kepada Shang Ke, “Jiang Yumo, kamu tahu tubuh Jian Xin ini tidak sehat, kenapa masih membuatnya emosi?”

“Aku…” Demi *****, Bagaimana aku membuatnya emosi? Dia sendiri yang paranoid, ok? Shang Ke hanya terdiam. Dia tidak perlu pura-pura saat ini, matanya benar-benar sedih.

“DongLin, sebelum semuanya jelas, jangan sembarangan mengambil kesimpulan.” Dibandingkan Jiang Donglin, malah Jian Chenfeng yang saudara kandung Jian Xin yang lebih tenang. Dia percaya Jiang Yumo yang dia kenal bukan orang yang impulsif dan vulgar.

Dia melihat ke Jian Xin dan bertanya, “Xin er, apa yang terjadi barusan?” xFDwjt

Wajah Jian Xin menjadi pucar ketika melihat kakaknya dan Shang Ke. Dia menduga dia mungkin sudah salah paham terhadap Shang ke. Dia menunduk, menggigit bibirnya, dan tetap diam.

Jiang Donglin merasa sedih melihatnya, dia melihat kea rah Shang Ke, “Jiang Yumo, minta maaf kepada nona Jian.”

Shang Ke melihat mereka dengan dalam, kemudian mencibir, “Kenapa harus aku? AKu memang berbuat salah apa?”

“Jiang yumo, aku bilang sekali lagi, minta maaf kepada nona Jian.” Nada Jiang Donglin menjadi tegas. UXv5Nq

“Ti.. tidak perlu.” Jian Xin berkata dengan suara kecil.

Shang Ke melihat Jiang Donglin, kemudian menekankan kata perkata. “Di kehidupan ini, aku tidak akan membiarkan dia mendapatkan kata maaf dariku.”

Please visit langitbieru (dot) com

Selesai bicara, dia menepis tangan Jian Chenfeng dan berjalan ke pintu keluar.

“Jiang Yumo, berhenti!” Jiang Donglin baru saja mau menarik Shang Ke namun Jian Chenfeng menghentikannya. Belum sempat ia bicara, ia mendengar suara “Bruk” diikuti pekikan Jian Xin. ZAi52Q

Jian Chenfeng dan Jiang Donglin berpaling di saat yang bersamaan dan melihat Jiang Yumo jatuh tidak sadarkan diri…

“Aoa yang terjadi?” Xu Qing bertanya sembari memeriksa kondisi Shang ke.

“Aku tidak tahu, dia tiba-tiba pingsan.” Jiang Donglin juga bingung. F8zNge

“Sebelum dia pingsan, apakah sesuatu terjadi?” Xu Qing terus bertanya, “Misalnya, dia merasa pusing, terlihat kaku, atau sempat terbentur?”

“Terbentur?” Jiang Donglin diam sesaat dan menjawab, “Aku ingat saat aku menariknya, dia terbentur tembok.”

Mata Xu Qing menatapnya tajam. “Bagian mana yang terbentur?”

“Ini…” Jiang Donglin berkernyit, dia hanya memperhatikan Jian Xin dan tidak menyadari itu. 1duqlH

“Belakang Kepala.” Jian Chenfeng menjawabnya.

Mata Xu Qing terpaku padanya, “Kamu yakin?”

Jian Chenfeng mengangguk. Matanya terlihat redup dan dia mulai merasa ada sesuatu yang salah.

Xu Qing mengumpat, “Sialan,” sebelum memerintahkan perawat mengirim Jiang Yumo ke spesialis bedah saraf. Xu Qing merupakan dokter bedah umum, dia tidak bisa menangani ini. L4GT26

“Xu Qing, ada apa dengan Yumo?” Jiang Donglin melihatnya bingung, “Kenapa kamu begitu panic?” Dia yakin Yumo tidak terbentur terlalu keras, paling berat mungkin hanya benturan otak ringan kan?

Xu Qing mendorong kacamatanya naik dan kembali tenang. Dia dengan dingin dan tanpa emosi berkata, “Aku tidak panik. Kalau kamu yang kakak kandungnya saja tidak panic, kenapa aku harus pannik?”

“Apa yang kamu mau katakan?” Jiang Donglin melihat ke arahnya.

Muncul senyuman dingin di bibir Xu Qing sembari ia berkata, “tampaknya anak itu benar tidak memberitahukan kondisinya kepada kalian semua.” vA72Tc

“Kondisi apa?”

Xu Qing menatap Jiang Donglin, nadanya sangat tenang ketika memberitahukan mereka kabar ini. “Dia mengidap tumor otak.”

Story translated by Langit Bieru.

Wajah Jiang Donglin dan Jian Chenfeng berubah saat itu juga.

Xu Qing merasa itu saja tidak cukup dan menambahkan, “Kalian berdoa saja tidak ada hal yang serius timbul akibat benturan di kepalanya. Kalau tidak, spesialis bedah saraf terbaik di duniapun tidak akan bisa menolongnya.” dz648H

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!