English

Sistem Kematian HeroikCh5 - Aku hanya butuh 72 jam untuk jatuh hati padamu (5)

0 Comments

Gabriel mengibaskan tangannya, dengan bergaya seperti ratu yang berstrata tinggi dia berkata, “Aku sudah menunggu lama agar hari ini datang. Aku akan membalas semua hinaan yang kurasakan dulu kepadamu hari ini juga.”

Setelah menampar sekali, dia merasa begitu puas, bagaikan sudah menyelesaikan pekerjaan yang hebat. aDCmWN

Shang Ke hanya menatapnya dingin

Gabriel menyentuh kerahnya, jarinya diam-diam mematikan alat pengacau sinyal yang tersembunyi disana. Setelahnya, dia membungkuk dan merapikan selimut Shang Ke sembari berkata lembut. “Kamu terlihat sangat lelah, jangan lupa beristirahat. Saya akan kembali dan menjengukmu lagi. Hanya saja… mungkin nanti saat kita bertemu lagi adalah saat saya mengucapkan selamat tinggal, dan kamu mungkin sudah di dalam kuburan.” Kalimat terakhirnya ia katakana begitu pelan, sampai ia membisikannya di telinga Shang Ke.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah mengatakan hal itu, dia mundur selangkah dan tersenyum senang membelakangi monitor sebelum berbalik pergi.

Kalau melihat ekspresi puas orang rendahan ini, rasanya membuat seseorang berharap bisa menendangnya dua kali. tyZDn

Cage yang asli memang arogan dan agak sombong, ia tidak memperlakukan Gabriel dengan baik, tetapi bukan berarti Gabriel perlu menusuknya lagi disaat dia hampir mati kan? Seberapa besar kebenciannya itu? Terlebih lagi, ayah Cage adalah penyelamatnya dan ayah angkatnya. Dia tidak seharusnya menggigit tangan yang memberinya makan begitu mudah.

Shang Ke menatap ke langit-langit sambil termenung. Dia sedang berpikir bagaimana memberikan Gabriel pelajaran agar tangannya tidak bisa bergerakan mulutnya untuk bicara lagi. Semakin lama ia berpikir, semakin matanya terasa berat. Ah, ngantuknya, tidur dulu nanti baru kupikirkan lagi…

Saat Ravel masuk ke ruangan, anak laki-laki di ranjang itu sedang tertidur lelap. Rambutnya yang lembut menempel di dahinya, ujungnya terlihat sedikit ke atas, membuatnya tampak relaks. Matahari terbenam terlihat dari jendela, memberikan rona kemerahan pada wajahnya.

Ravel berjalan ke sisinya perlahan, ia mengulurkan tangannya dan merapikan rambut yang jatuh ke matanya. Tiba-tiba gerakannya terhenti saat matanye melihat sudut mata Cage. Di sisi itu terlihat goresan ringan. Kalau seseorang tidak hati-hati, goresan itu mudah terabaikan. jexKsQ

Ravel setiap hari mendampngi Cage sehingga ia tahu betul luka apa yang dialami oleh anak itu. Goresan ini belum ada beberapa jam lalu.

Semua dokter dan perawat yang merawat Cage dipilih secara seksama, dan mereka tidak akan membawa benda tajam apapun. Perawat juga menggunakan sarung tangan steril dan mereka bekerja sangat hati-hati. Jangankan melukainya dengan goresan seperti ini, mereka tidak akan menepuk atau menyenggolnya sama sekali.

Ravel terdiam beberapa saat sebelum meninggalkan ruangan dan bertanya kepada penjaga di luar pintu. “Apakah ada yang menjenguk Cage hari ini?”

Penjaga menjawab, “Tuang Muda Gabriel datang, tetapi ia sudah pergi dua jam lalu.” 1LyeEd

“Jenderal, apa yang terjadi?” Kahn melihat ekspresi Ravel tidak benar dan segera bertanya.

Mata ravel terlihat mendung, “Ke ruang pengawas.”

Keduanya pergi ke ruang pengawas, dengan dokter yang bertanggung jawab atas Cage juga bersama mereka.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Bfalxj qfcpjuj xfjjwjc vl gejcu qfcujkjr wfiltja wfgfxj, lj rfufgj yfgvlgl vjc wfwyfgl tbgwja wlilafg. aAP62k

Ejnfi wfculyjrxjc ajcujccsj vjc wfwyfglcsj qfglcajt, “Ufgiltjaxjc gfxjwjc qfcujkjr vej pjw ijie.”

Ufcpjuj xfjwjcjc rfufgj wfijxexjc qfglcajtcsj.

Ojsjg wbclabg yfgqeajg xfwyjil vjc yfgtfcal rjja Xjyglfi wecmei.

Ejnfi wfiltja Xjyglfi wjrex xf gejcujc, yfgvlgl vl rlrl gjcpjcu yfyfgjqj rjja ijie wfwyecuxex wfgjqlxjc rfilwea rfwyjgl yfgxjaj, “Vjsj jxjc wfcpfcuexwe ijul,” rfyfiew qfgul. Vfieget xfpjvljc afgiltja alvjx jvj wjrjijt. 62uP9M

Ravel menontonnya lagi sebelum memberi perintah, “Analisa video sebelum Gabriel masuk.”

Kahn bertanya kepadanya, “Jenderal, anda mencurigai Gabriel membawa alat pengacau sinyal?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Wajah Ravel tidak menunjukan ekspresi, matanya terlihat dingin bagai es. DIa tidak curiga, dia yakin akan hal itu.

Dalam beberapa menit, analisa selesai. Kejadian saat Gabriel masuk ke ruangan terlihat jelas oleh mereka. mh5bGB

【Siksaan itu rasanya seperti apa?】 Kalimat paling pertamanya sudah membuat orang tidak senang, setelah itu mereka mendengarnya melanjutkan kata-katanya.【Lihat dirimu sekarang, masih berjuang di depan pintu kematian, benar-benar menyedihkan.】

【Kamu tau tidak kalau hidupmu ini hanya dalam hitungan hari?】

Semua orang di ruangan pengawas menarik napas dalam. Mereka tidak percaya Gabriel berani mengatakan hal keji itu kepada Cage.

Saat mereka mendengarnya mengatakan ‘aku akan menerima warisan keluarga dan kehormatannya,’ semua orang tidak bisa menahan untuk mengernyitkan dahi. K9j4sp

Tidak bisa dipungkiri, selama Cage meninggal, Gabriel akan menjadi satu-satunya pewaris sebagai anak angkat Utrecht. Semua kehormatan, yang ditukar dengan nyawa Utrecht dan Cage, akan berakhir di tangan orang seperti ini?

“PLAK!” Suara nyaring terngiang dari layar. Mereka melihat keajdian di layar dengan tidak percaya kalau Gabriel ternyata berani menampar Cage!

Ruangan pengawas menjadi sunyi senyap dengan semua orang di dalamnya begitu terbakar amarah sampai tidak bisa berkata-kata. Di video itu, Cage terbaring di ranjang tak berdaya, matanya penuh amarah saat dia memandang Gabriel. Cage tampak mempunyai seribu kata untuk diucapkan namun tak berdaya untuk mengatakannya

Setelah Gabriel pergi, Cage menatap langit-langit tanpa suara. Matanya yang berwarna hijau gelap perlahan diliputi kabut, seperti ingin menangis. Namun air mata itu tidak pernah jatuh. Bila ia menangis, mereka akan merasa sedikit lebih baik, dengan dia menekan dirinya seperti itu, ia membuat semua orang merasa tidak tenang. rRCY F

“Gabriel bagaimana bisa…” Belum selesai Kahn berbicara, ia merasakan hawa dingin di sampingnya. Dia melihat ekspresi dingin Ravel, pandangannya seperti menembus ke dalam. Seluruh tubuhnya memancarkan aura membunuh yang kuat.

Kahn dapat membayangkan mood Ravel saat ini. Ravel adalah seorang yang bgitu kaku dan monoton, dan selain kerja hanya ada kerja dan kerja lagi. Hidupnya begitu tidak menarik, namun sejak kehadiran Cage, dunianya seperti tersentuh warna yang cemerlang, dan perlahan menjadi berwarna dan cerah. Hal ini membuat Ravel terlihat lebih ramah.

Mungkin laki-laki ini sendiri tidak menyadari seberapa perhatiannya kepada Cage sudah melewati batas normal. Dia dengan sepenuh hati merawatnya seriap hari, dan menjamin bahwa anak itu tidak terluka sedikitpun. Namun saat ini, anak laki-laki yang ia rawat sedemikian rupa bagaikan harta menerima hinaan dari orang lain di depan matanya sendiri. Bagaimana bisa dia tidak marah?

Cage tidak bisa bergerak ataupun bicara. Kalau Ravel tidak begitu perhatian, hinaan yang Cage terima hari ini tidak akan pernah ditemukan oleh siapapun. XHwIUW

Ketika Kahn merenungkan ini, penilaiannya tentang Gabriel jatuh ke titik paling bawah. Kalau mereka membiarkan orang seperti ini mewarisi keluarganya, ini hanya akan menjadi hinaan untuk Jenderal Utrecht dan Cage.

“Kahn.” Ravel tiba-tiba berbicara, “Awasi Gabriel dan tunggu saya kembali.”

Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan keluar dari ruang pengawas, dengan langkah yang lebar menuju ke ruangan dimana Cage dirawat.

Shang Ke sudah bangun dan menikmati perawatan kakak perawat yang lembut. MyJDa1

Saat itu, tangan yang besar mengambil handuk dari tangan perawat dan dengan lembut membantu Shang Ke menyeka wajahnya.

Saat mencium aroma yang ia kenal, Shang Ke membuka matanya. Ketika ia melihat Ravel, ia menunjukan senyuman. Setelah menerima perawatan terus menerus dari pria ini, sangat tidak mungkin ia tidak memiliki kesan yang baik terhadapnya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Mata Ravel menjadi redup dan dia terus menatap anak itu seperti tidak ada niat untuk melihat yang lain.

Shang Ke sudah biasa menghadapinya. Pria ini kadang-kadang suka menatap sesuatu dalam waktu yang lama, seperti matanya, tangannya, bajunya, gelasnya, ranjangnya… Intinya, semua yang ada di ruangan ini, semua sudah ditatap olehnya dengan sangat cermat. wJlqpf

Kalau ada barang di ruangan ini punya kesadaran sendiri, mereka mungkin sudah ketakutan setengah mati oleh tatapan tajam mata itu.

Tetapi, hari ini tatapan pria ini agak beda dari biasanya. Pada mata yang dingin bagai es itu tampak rasa iba, dan didalam rasa iba tampak rasa marah, di dalam rasa marah itu terlihat rasa depresi… Jangan Tanya mengapa dia bisa mendapat banyak informasi hanya dari sepasang mata saja, itu karena dia sangat bosan!

“Apakah kamu mau jalan-jalan?” Ravel bertanya.

Ah! Akhirnya kamu kepikiran membawaku keluar untuk menghirup angin segar? Mata Shang Ke seperti memancarkan cahaya cerah berderang, seperti dua bintang yang menari di langit. 3alrdB

Mata Ravel melembut dan dia membuka selimut lalu mengangkat Shang Ke. Kemudian dengan perlahan menurunkannya di kursi roda dan mendorongnya ke taman di lantai bawah.

Kursi roda ini memiliki banyak fungsi, bahkan bisa melayang dan terbang. Jika tangan dan kaki Shang Ke tidak lumpuh, sangat mungkin baginya menggunakan kursi roda itu dan bepergian kemanapun.

Rumah sakit ini berada di bawah keluarga kerajaan, mereka hanya menerima keluarga bangsawan dan tentara militer dengan pencapaian tertentu. Rumah sakit itu memiliki lingkungan yang nyaman dan pemandangan yang membuat orang yang melihatnya senang.

Saat Shang Ke mendengar suara angin semilir dan aroma bunga, ia menunjukan wajah yang nyaman. 6O2oeF

Sebenarnya, kalau saja dia tidak lumpuh, maka untuk melewati tiga misi berbahaya dan melewatkan sisa hidupnya di dunia ini merupakan pilihan yang baik. Saat ini dia punya identitas, status dan juga pendukung. Dia tidak perlu khawatir akan makanan atau pakaian, hanya dengan mengikuti karakter utama dan menikmati masa mudanya, benar-benar hidup yang sangat menyenangkan.

“Yang Mulia Ravel.” Saat itu, seorang pemuda tampan berseragam militer berjalan mendekat sambil membawa sebuah buket bunga besar. Dia memberikan hormat militer kepada Ravel, sebelum melihat Shang Ke sembari tersenyum. “Tuan Muda Cage, apa kabar?”

Shang Ke melihat kearah Ravel yang memperkenalkan pria itu, “Dia adalah putra teman lama ayahmu, Kolonel Roy.”

Shang Ke mengangguk kepadanya sebagai sapaan. AuKolq

“Cage, buket ini untukmu.” Roy meletakan buket bunga itu dengan hati-hati di tangan Shang Ke, matanya berkedip gugup, “Saya memilih bunga ini sendiri. Semoga kamu menyukainya.”

Buket yang diberikan sangat besar, hampir menutupi setengah wajah Shang Ke. Hanya mata hijau gelapnya yang terlihat di antara buket itu, bagaikan seekor anak kucing yang bersembunyi di antara rimbunan bunga. Ia terlihat begitu menggemaskan sampai membuat Roy memegangi dadanya.

Saat dia menghadapi siksaan, Shang Ke bagaikan Cheetah yang ganas, dan bahkan ketika ia kehilangan kukunya yang tajam, semangat juangnya tidak berkurang sedikitpun. Namun ia sekarang ini begitu lembut dan terlihat tidak berbahaya bagaikan binatang mungil. Siapa yang berpikir kalau hati yang tak tergoyahkan itu ada di dalam tubuh yang begitu rentan. Perbedaan yang kontras itu membuat orang sangat tergerakkan olehnya.

“Saya hanya ingin menjenguk anda, tetapi saya khawatir mengganggu istirahatmu. Sekarang saya bisa melihat dirimu penuh semangat, akhirnya saya sudah bisa merasa lega.” Mata Roy menunjukan rasa gembiara yang tulus. “Setelah kamu pulih, izinkan saya membawamu keliling dan bermain ke prefektur raja.” KiBDjv

Meskipun ia berkata seperti itu, mereka semua tahu kesempatan itu mungkin tidak akan terjadi.

“Roy, kamu sudah melihatnya, kamu boleh pergi.” Ravel tiba-tiba berbicara, menghentikan Roy mengambil perhatian Shang Ke lebih jauh.

Langit Bieru.

Roy hanya bisa mengangkat bahunya, sebelum memberi hormat dan berbalik pergi.

Ravel berlutut di sisi Shang Ked an bertanya, “Bagaimana pandangamu tentang Roy?” L3phf4

Bagaimana apanya? Dia terlihat seperti orang yang baik. Shang Ke menatap Ravel bingung.

“Jadi,” Ravel melanjutkan, “Kalau kami menunjuk Roy untuk mengambil alih posisi Gabriel dan menjadi penerus ayahmu, apakah kamu setuju?”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!