English

Sistem Kematian HeroikCh8 - Aku hanya butuh 72 jam untuk jatuh hati kepadamu (8)

0 Comments

Permasalahan di internet semakin memanas, permintaan yang meminta Cage sendiri muncul juga semakin banyak.

Ravel menutupi informasi ini agar tidak membuat Cage terganggu. kGHYaq

“Besok kita akan melakukan upacara untuk mengingat jasa pahlawan di tempat pemakaman, saya sendiri yang akan membersihkan namamu disana.”

Besok? Bukannya besok adalah hari dimana Ravel akan ditembak?

Story translated by Langit Bieru.

Saudaraku, kalau kau mau tetap hidup, bawa aku juga! Shang Ke meletakkan tangannya di atas tangan Ravel dengan mata yang penuh ekspektasi saat melihatnya.

“Kamu mau ikut?” Ravel menatap mata yang berbinar itu. ajJ0cS

Shang Ke mengangguk dengan sungguh-sungguh.

“Tidak boleh. Disana aka nada banyak orang, saya khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.” Saat Ravel selesai bicara, ia melihat mata Cage menjadi lebih berbinar, cahaya berpendar di dalam matanya yang hijau bagai batu nefrit.

Orang yang akan menemui situasi yang tidak diharapkan itu kamu! Saudaraku, kalau kamu tidak membawaku serta, kamu pasti menyesal!

Shang Ke terus menatap Ravel dengan mata yang berkerlap-kerlip bagai bintang. Apu2r

Ravel memandanginya selama 2 menit sebelum mengalah, “Baiklah, saya akan meminta Kahn memperkuat penjagaan.”

Shang Ke terlihat sangat senang, rambut emas platinumnya sedikit naik seperti setiap helainya membawa kegembiraannya, penuh dengan cahaya matahari dan warna pelangi.

Ravel tidak bisa menahan dan mengelus kepala anak itu. Tangannya terasa nyaman dan hangat, membuatnya mengelusnya beberapa kali lagi……

Alasan Ravel mengizinkan Shang Ke untuk ikut serta antara lain, pertama untuk merespon pertanyaan publik, kedua karena suasana upacara untuk mengenang jasa pahlawan akan berjalan tenang dan penuh rasa hormat, dan yang ketiga, diantara pahlawan yang gugur itu terdapat orang yang paling penting diantara yang lain yaitu ayah dari Cage, Jenderal Utrecht. Gmqd7K

Ravel berjalan keluar ruangan, tetapi kembali lagi sekitar 4-5 menit kemudian dan menggendong Shang Ke.

“Saya sudah bertanya kepada dr. Benny, dan dia bilang kamu boleh mandi.” Ravel membawa Shang Ke ke kamar mandi dan menjelaskan, “Hanya saja harus hati-hati saat bergerak, jangan sampai lukamu terbuka.”

Semua perban di tubuh Shang Ke sudah dilepas. Setelah terapi, tulangnya sudah sembuh cukup baik, tetapi karena ototnya sudah atrofi, tangan dan kakinya belum dapat bekerja dengan baik.

Ravel dengan penuh kehati-hatian menurunkannya ke sandaran hangat yang terbuat dari batu nefrit, sebelum membantunya melepas pakaiannya. 1DtoNX

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Selama ini Ravel sering merawatnya sendiri. Shang Ke sudah pernah tidak berpakaian di depannya berkali-kali sehingga dia tetap tenang. Walaupun ini pertama kali dia membantunya mandi, bagian mana dari tubuhnya yang Ravel belum pernah lihat?

Ravel melihat tubuh kurus dan luka-luka yang meliputi kulit pucat pasi itu. Dia terlihat begitu lemah sampai sepertinya disentuh sedikit saja dapat membuatnya pecah berkeping-keping. Hanya bunga Flaming Red Sky yang ada di dadanya terlihat begitu indah, seperti darah.

Ccjx ijxl-ijxl lcl rfaljq tjgl wfcsjqj bgjcu vfcujc rfcsewjc vl kjpjtcsj rfqfgal qfcet rfwjcuja, rljqj sjcu rjcuxj vl yjilx qjxjljccsj yfgjvj aeyet sjcu gerjx?

Geclj iejg wfwqfgajcsjxjc xfyfcjgjc vjgl xfjvjjccsj, afajql wfgfxj alvjx qfgcjt wfiltja xfcsjajjccsj. ElfQ0A

Ejnfi wfcsfrejlxjc rete jlgcsj vjc vfcujc tjal-tjal wfcmeml gjwyea vjc aeyet Vtjcu Bf.

Ajglcsj qfgijtjc wfcsfcaet xeilacsj, wjaj Ejnfi afgiltja rfwjxlc xfijw.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia menginginkan orang ini, matanya, bibirnya, tattonya, lukanya, semuanya, dia ingin semuanya.

Ini pertama kali dalam hidupnya dia merasakan perasaan yang bergejolak di dalam dirinya bagai api yang membara, seperti ingin membakar anak itu menjadi abu. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak berani melakukan apa-apa, dia takut akan melukai anak ini kalau dia ceroboh. x9p5BC

Shang Ke merasakan sesuatu, ia menoleh ke Ravel.

Ravel menghindari pandangannya, menutupi apa yang dipikirkan di benaknya.

Selesai memandikan Cage, Ravel menggunakan handuk untuk menutupinya dan mengangkatnya seperti cacing besar. Dia meletakan anak itu di ranjang dan membantunya berpakaian.

“Istirahat yang baik. Upacara akan dimulai jam Sembilan tetapi persiapan sudah mulai dari jam delapan.” RI4HO8

Keesokan paginya, Ravel menggunakan jubah resmi hitam, ia terlihat berwibawa dan serius. Mesikpun wajahnya serius, dia masih terlihat begitu tampan.

Ravel sendiri yang membantu Shang Ke menggunakan seragam resmi dengan corak yang sama seperti yang digunakannya.

Setelah menggunakan seragam itu, Shang Ke berubah dari kucing malas rumahan menjadi macan tutul yang menawan.

Sebagai dokter pribadinya, Benny selalu merasakan anak ini begitu ajaib. Tubuhnya jelas sudah rusak tetapi masih memiliki vitalitas yang hebat. Jika melihat penampilannya yang ceria, siapa yang bisa percaya kalau dia sebenarnya sudah tidak ada harapan hidup lagi? DRFrVE

Benny melihat ke Ravel yang membantu mengancingi seragam Shang Ke. Dia berpikir dalam benaknya, kalau anak ini bisa selamat, maka dia pasti akan menjadi ratu kekaisaran Chen yang baru. Dengan melihat seberapa besar pentingnya dia bagi Ravel, meskipun keduanya laki-laki, dia tidak akan ragu menempatkannya disisinya.

Sangat disayangkan……

Dengan satu kuadron penjaga mengelilingi mereka, sekelompok orang itu masuk ke dalam mobil.

Demi mengikuti upacara itu, setengah dari jenderal di ibukota ikut serta bersama media massa dan warga sipil. 1deoiG

Ketika Ravel tiba dengan Shang Ke, para wartawan segera mengeluarkan kamera dan merekam seluruh jalannya acara. Mereka tidak membuat keributan, tetapi tetap berada diluar lingkaran penjagaan, merekam dengan tenang. Setelah upacara selesai akan diadakan konferensi pers sehingga mereka tidak terburu-buru.

Sebagian besar pandangan orang tertuju pada Shang Ke. Ketika mereka melihat matanya yang jernih dan penuh semangat, kecurigaan semakin tumbuh.

Upacara dimulai dengan pembukaan pidato dari Ravel yang akan dilanjutkan pemimpin upacara yang berasal dari keluarga kerajaan. Di kuburan yang sunyi itu, ribuan orang berdiri dengan penuh hormat, mendengearkan nada bicara pemimpin upacara yang penuh hormat perlahan membacakan daftar nama orang-orang yang gugur.

Banyak orang yang juga aktif menonton siaran langsung upacara tersebut. ZzvP4F

Semua orang di upacara berdiri, hanya Shang Ke seorang yang tetap duduk. Tentunya hal ini sangat menarik perhatian. Banyak orang di internet yang mengolok dan mengejeknya, mengatakan betapa cerah dan terlihat segar, tetapi masih tetap duduk di kursi roda. Dia ini benar-benar beruntung. Kalau melihat dari penampilannya, dia ini sama sekali tidak terlihat seperti “pasien terminal ”. Keempat tungkainya masih ada, jadi seharusnya dia bisa berdiri dengan tongkat hanya untuk beberapa menit saja!

Dia terlihat begitu tegar di bawah siksaan, kenapa sekarang saja terlihat begitu rapuh?

Langit Bieru.

Pemimpin upacara mengakhiri pidatonya, semua orang mulai meletakkan bunga.

Shang Ke merasakan napasnya perlahan-lahan semakin remah, tetapi dia tetap memperhatikan sikapnya agar tidak mengganggu sekitarnya. Waktunya untuk meninggalkan dunia ini hanya tinggal beberapa jam. Orang yang akan menembak Ravel bisa muncul kapan saja. jPWz4R

“Cage, ikut dengan saya untuk meletakkan bunga ?” Ravel bertanya dengan suara lembut di telinganya.

Shang ke mengangguk, Ravelpun mendorongnya ke batu nisan para pahlawan.

Orang-orang lain berdiri di kedua sisi mereka, memberikan hormat militer.

Ketika mereka tiba di depan monumen, Ravel baru saja akan memapah Shang Ke ketika dia melihat anak itu sudah menopang tubuhnya dengan berpegangan ke pegangan di sisinya. Ia menggunakan usaha yang besar untuk berdiri. Ravel mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri dan keduanya meletakkan bunga di atas batu nisan. hLEqHp

Adegan yang terekam dengan kamera ini, di satu hari menjadi adegan yang sangat berharga.

Setelah meletakkan bunga, Ravel membantu Shang Ke berjalan turun. Saat itu, Shang Ke melihat kilatan cahaya dari antara kerumumunan. Di kala itu juga ia mendengar pengawal berteriak, “Baginda Raja, awas!”

Ravel belum sempat bereaksi ketika ia melihat anak yang kurus dan lemah itu melemparkan dirinya ke depannya, rambut emas platinumnya membelai dagunya.

Mata Ravel bergetar, ia segera memeluk tubuh anak laki-laki yang jatuh perlahan ke pelukannya. Tetapi saat tangannya menyentuh tubuhnya, dia merasakan dingin yang menusuk. Pada detik selanjutnya, pakaian atas anak itu hancur berkeping-keping menjadi es dan jatuh ke tanah. yV59zj

“Baginda raja, segera lepaskan Cage, itu iblis es!”Suara Benny yang penuh kecemasan terdengar di telinga Ravel membuat pikirannya yang beku bekerja kembali.

Ravel segera meletakkan Cage diatas tanah, tubuhnya membeku menjadi es dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi pinggir bibirnya masih tersenyum dan matanya masih lembut seperti biasanya. Penampilannya yang menawan selamanya membeku di dalam es.

Para pengawal segera menangkap pembunuh itu, namun mereka masih mendengar dia berteriak agresif, “Ravel, kamu lihat saja! Kami akan kembali satu hari nanti. Peninggalan Cruise akan abadi selamanya!”

Keributan timbul dari kerumunan, semua orang tidak diizinkan pergi dari pengawal di luar. mTUlwN

Ravel tidak memperdulikan sekitarnya, matanya hanya tertuju pada anak laki-laki di atas permukaan tanah.

Iblis es merupakan senjata biologis, ia mampu membekukan targetnya dalam sekejap. Hanya saja harga produksinya sangat amat mahal, membuatnya sangat langka. Kelebihan utamanya adalah benda itu sangat mudah disembunyikan karena alat deteksi tidak mampu mendeteksinya.

Benny berjalan ke sisi Shang Ke dan mengeluarkan alat-alat untuk menyelamatkannya.

Tubuh mereka yang terkena iblis es akan membeku dalam waktu singkat, selama orang itu ditolong dan mendapatkan penolongan medis tepat waktu, mereka masih mempunyai kesempatan hidup. Satu hal yang perlu diketahui adalah orang itu harus utuh. Objek yang terkena iblis es akan menjadi sangat lemah, sedikit sentuhan saja dapat menghancurkan mereka. Serperti misalnya baju Shang Ke yang menjadi serpihan es di bawah tangan Ravel. Y2ad5l

“Kenapa kamu masih belum melakukan apa-apa?” Ravel melihat Benny mengangkat alatnya dalam waktu lama namun tidak bergerak setelahnya. Matanya memancarkan cahaya dingin.

Benny perlahan meletakan kembali alat-alatnya dan dengan suara lemah berkata, “Maaf, Baginda Raja. Dia sudah pergi.”

Langit Bieru.

“Dia baru menjadi beku tidak sampai 2 menit!” Ravel menatapnya dingin.

“Baginda Raja, organ dalam Cage sudah nekrosis. Dia yang masih bertahan hidup sampai saat ini hanya dengan mengandalkan keinginan hidupnya.” Benny menggelengkan kepalanya dan melanjutkan, “Dia tidak bisa bertahan di bawah proses pengenceran. Bila saya mencobanya, organnya sekejap akan menjadi genangan darah.” XrtNLA

Napas Ravel tercegat, matanya menatap anak laki-laki di atas permukaan tanah. Semua yang ada di sekitarnya menjadi gelap dan hal yang tersisa hanyalah warna merah di dada anak itu, seperti darah yang berkumpul di matanya.

Saat ini ribuan orang di tempat kejadian bersama semua yang menonton siaran langsung melihat adegan ini dengan mata kepala mereka. Cage menanggung tembakan mematikan yang ditujukan terhadap Ravel dengan tubuhnya yang lemah. Ketika pakaiannya hancur, mereka dapat melihat sendiri kondisi tubuh anak itu.

Tubuh yang kurus kering, otot-otot yang mengecil, tubuh yang penuh luka itu membuat mereka semua terdiam.

Dengan majunya teknologi saat ini, luka biasa tidak akan meninggalkan bekas. Tetapi luka Cage tidak sembuh meski sudah beberapa hari berlalu. Semua luka itu menunjukan kondisi fisiologis tubuh yang sudah kehilangan energi. Semua sel tidak mampu memperbaiki dirinya sendiri, sehingga tidak perduli seberapapun usaha mereka untuk menyembuhkannya, kondisinya hanya akan terus dan terus memburuk. 0EyOoZ

Semua orang hanya tahu kepahitan yang dialaminya di bawah siksaan, tetapi mereka tidak tahu dia masih tersiksa setelahnya. Dan mereka, tanpa rasa kasihan dan tanpa tahu keadaan, mempertanyakan anak yang sekujur tubuhnya penuh dengan luka. Apa kualifikasi yang mereka punya untuk menghina dia, menghina orang yang begitu berani ini?

Tidak heran dia duduk di kursi roda dari awal sampai akhir. Itu bukan karena dia tidak menghormati mereka yang telah pergi, tetapi karena ototnya sudah sangat mengecil dan dia tidak punya tenaga untuk berjalan. Meskpun begitu, ketika mereka harus meletakkan bunga, ia masih menganggung semua nyeri dan berdiri.

Ketika dia melemparkan dirinya di depan tubuh Ravel, dia tidak ragu-ragu. Bukan hanya dia tidak ragu, tetapi ekspresi akhirnya di wajahnya yang membeku itu adalah senyuman, sebuah senyuman tanpa rasa takut, sebuah senyuman yang begitu tenang.

dmruUi

Translator's Note

suatu keadaan dimana seseorang mengalami penyakit / sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh yang diakibatkan kegagalan organ atau multiorgan sehingga sangat dekat proses kematian

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!