English

Bukankah Kamu Menyukaiku?Ch02 - Duduk Dengan Keras!

3 Comments

Setelah pergi ke kantin dan dengan cepat memakan makanannya, Lin Feiran kembali ke ruang kelas. Dia ingin berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan rumahnya agar dia bisa bersantai ketika sudah kembali ke kamar asrama nanti malam.

Setelah kelas belajar mandiri, para siswa diberi istirahat panjang untuk makan malam. Setelah istirahat, saatnya untuk belajar sore sampai jam 8 malam. jY8aEO

Kembali ke kursinya, Lin Feiran membuka buku latihan matematikanya. Tepat setelah dia menyelesaikan dua pertanyaan, dia melihat Gu Kaifeng memasuki ruang kelas sambil membawa setumpuk kertas. Sepertinya seorang guru mencegatnya di koridor dan memintanya untuk mengantarkan kertas-kertas tersebut.

Gu Kaifeng membagikan esai satu per satu tanpa ekspresi apa pun di wajahnya yang tampan. Lin Feiran melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa itu adalah tugas esai dari guru sastra beberapa hari yang lalu.

Langit Bieru.

Lin Feiran mengerucutkan bibirnya, dengan gugup mengawasi mata Gu Kaifeng, yang hanya berjarak 1 meter darinya.

Setelah memberikan kertas kepada siswa di depan Lin Feiran, pandangan Gu Kaifeng jatuh pada kertas berikutnya yang ada di tangannya. Tangan yang dia gunakan untuk memegang sudut kertas itu berhenti, matanya menatap kertas itu setidaknya selama tiga detik. Kemudian, salah satu sudut bibir Gu Kaifeng sedikit terangkat一entah bagaimana senyuman itu tampak sedikit mengejek. 3y 6fp

Jantung Lin Feiran berdenyut berulang kali.

Gu Kaifeng menahan senyumnya, dengan sungguh-sungguh meletakkan kertas esai tersebut di depan Lin Feiran. Kemudian, dia memutar kepalanya dan memberikan kertas yang tersisa kepada siswa lainnya.

“………” Lin Feiran melihat tanda ’15’ berwarna merah menyala di depannya, serta komentar guru sastra yang tertulis “Menyimpang dari topik.” Ketiga kata blak-blakan ini ditulis di bagian belakang kertas dan menembus halaman kertas tersebut. Kedua telinganya ikut menjadi merah.

Belum lagi tulisan tangannya yang meliuk-liuk seperti kecebong ….. g3FTxr

Esai sastra adalah titik sakit Lin Feiran, tapi dia cukup bagus dengan mata pelajaran lain. Bagian-bagian yang perlu dihafal secara mekanis dalam pelajaran sastra, dia bisa mengingatnya dengan sempurna. Lin Feiran dapat memahami bagian-bagian yang perlu dilalui dengan kerja keras, tetapi sejak dia masih kecil sampai sekarang, dia selalu buruk dengan menulis esai, dan tulisan tangannya juga masih terlihat mengerikan. Mengisi delapan ratus kotak kecil terasa seperti mengupas lapisan kulitnya sendiri. Setiap kali dia menulis, dia harus dengan susah payah menggunakan banyak tanda baca untuk meningkatkan jumlah karakternya. Semester ini dia sudah menjadi siswa kelas dua di SMA, tetapi bisa dikatakan bahwa esainya masih di tingkat sekolah dasar.

Kenapa Gu Kaifeng harus melihat ini!

Menatap kertas esai tersebut setidaknya selama tiga detik, siapa yang akan percaya kalau Gu Kaifeng melakukannya secara tidak sengaja!

Pada saat ini, si pelaku utama, Gu Kaifeng, sedang berdiri di depan papan tulis putih yang terletak di sebelah kanan pintu kelas. Dengan wajah tanpa ekspresi, dia menggunakan pin magnet untuk menempelkan sebuah kertas esai ke papan tulis. Gu Kaifeng menulis kaligrafi dengan indah dan bakat sastranya juga luar biasa. Dengan demikian, esainya sering dipajang di papan tulis oleh guru sebagai mondel esai; ini jelas sesuatu yang diperintahkan oleh guru sastra agar dia lakukan. mc70GY

Lin Feiran dengan masam menatap Gu Kaifeng dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu meremas kertas esai yang dilihat Gu Kaifeng selama tiga detik tadi menjadi sebuah bola dan melemparkannya ke dalam laci mejanya. Kemudian, dia berdiri dan berjalan menuju pintu. Ketika dia melewati papan tulis, dia pura-pura ceroboh dan menggunakan bahunya untuk menabrak Gu Kaifeng.

Gu Kaifeng menatapnya, tidak mengatakan apapun.

Lin Feiran mengambil kesempatan dan berkata dengan suara kecil, “Kamu menghalangi pintu.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Xe Bjlofcu wfcujcuxja jilrcsj; alvjx tjcsj vlj alvjx wfgjrj wjgjt, rfyjilxcsj, vlj perage wfcecpexxjc rfcsew wfcufpfx. Fcaex qfgajwj xjilcsj rfafijt aluj tjgl, vlj yfgylmjgj vfcujc Olc Mflgjc. Zfwyfglajtexjc vfcujc pfijr, vlj wfwyjmjxjc, “Ljgl lcl, mejmjcsj mfgjt; alvjx jvj jkjc vl ijcula, jkjc qealt sjcu tjier ….” uprcHP

Kfwjc-afwjc rfxfijr sjcu vevex vl yjglr qfgajwj vjc xfvej wfcvfcujgcsj vjc weijl afgxlxlx.

Wajah Lin Feiran berubah menjadi hijau, “…… Kamu!”

Bajingan ini!

Gu Kaifeng berhenti. Dengan menggunakan jari-jarinya, dia dengan malas mengetuk esainya yang dipajang di papan tulis sebelum meletakkan tangannya di dalam saku celana dan kembali ke tempat duduknya di barisan terakhir. B4HFdy

Lin Feiran membencinya; dia hanya ingin menerjang ruangan dan menggigitnya sampai mati.

Untuk menunjukkan bahwa dia tidak mencari masalah dengan sengaja, Lin Feiran keluar dari pintu, pergi ke kamar mandi pria dan berbalik untuk kembali ke ruang kelas. Dia duduk di baris terakhir ketiga, secara diagonal hanya dipisahkan dengan celah antara meja dengan Gu Kaifeng. Ketika dia berjalan kembali ke tempat duduknya, Gu Kaifeng, yang duduk di baris terakhir, sedikit mengangkat dagunya, melipat tangannya, dan menatap Lin Feiran dengan wajah tanpa ekspresi. Sebuah kaki panjang terentang, seolah ingin meregangkannya dengan sombong dari baris terakhir sampai ke baris terakhir ketiga, langsung melalui celah tersebut. Di kaki itu, dia mengenakan sepatu basket Nike edisi terbatas, yang mana sudah sejak lama sekali sangat diinginkan oleh Lin Feiran, namun terus menerus tidak bisa dia peroleh.

Story translated by Langit Bieru.

Sepatu edisi terbatas yang berharga seperti ini; bahkan kalaupun kamu punya uang, kamu tidak bisa selalu membelinya. Jika kamu tidak punya uang maka kamu sudah pasti tidak akan bisa membelinya.

Lin Feiran dengan marah menatap Gu Kaifeng. Gu Kaifeng mengangkat alisnya dengan polos, lalu mengikuti tatapan Lin Feiran, dia melihat ke bawah. Pemandangannya jatuh ke sepatu di kakinya. a3WzkE

Lin Feiran, “…..…”

Gu Kaifeng sengaja mengayunkan kakinya, berhasil memprovokasi Lin Feiran. Dia dengan gembira melihat sosok Lin Feiran yang kesal mundur. Lin Feiran duduk dengan sikap yang mengesankan dan mendobrak kursi dengan suara keras!

Pada saat ini, bel belajar mandiri malam berdering. Gu Kaifeng tertawa, membuka kertas ujian, menunduk dan mulai mengerjakannya.

Lin Feiran masih lanjut berkutat dengan buku latihan matematika yang sebelumnya dia kerjakan. Wajahnya terlihat tenang, tapi di dalam dia sangat bingung. xNwHYz

Siswa SMA biasanya perlu mengenakan seragam sekolah ketika berada di sekolahan. Beberapa hal yang dapat membuat mereka terlihat berbeda hanyalah sepatu dan jam tangan. Lin Feiran tidak dapat membeli jam tangan mahal, jadi hobinya adalah menyimpan uang sakunya untuk mengoleksi sepatu (sneakers) yang bagus. Ketika pindah ke sekolah asrama, Lin Feiran membawa koper khusus untuk menyimpan sepatu-sepatu miliknya. Di dalam koper tersebut, ada enam pasang sepatu model mahal yang tampak mengagumkan.

Pada hari pertama kehidupan sekolah barunya, Lin Feiran mengenakan sepasang sepatu favoritnya; Nike GALAXY Big Bang. Dengan penuh keyakinan, dia bersiap untuk menyambut tatapan kagum dari teman sekamarnya yang baru. Dalam hati dia mengulang-ulang kalimat yang sudah dia siapkan, “Aku membeli sepatu ini di eBay”. Sama seperti di masa lalu, ketika pihak lain bertanya tentang harganya, dia akan menjawab dengan tenang menggunakan kalimat ini, sedikit sok tahu, “Tidak mahal, hanya sedikit lebih dari sembilan ribu, tapi tidak lebih dari sepuluh ribu”.

Itu benar, dia memang orang yang seperti ini一bocah yang sangat besar kepala!

Juga sangat pandai berakting! lHRB87

Lin Feiran mengenakan sepatunya dengan baik. Gu Kaifeng baru saja kembali dari ruang air ketika pandangannya jatuh ke sepatu Lin Feiran.

Teman sekelas Lin yang sombong, membangkitkan semua sel di seluruh tubuhnya, bersiap untuk memulai akting!

Namun, ekspresi Gu Kaifeng tidak goyah sedikit pun. Dia hanya melihat kurang dari satu detik sebelum dia mengalihkan pandangannya, seolah-olah itu hanyalah sepasang sepatu biasa seharga seratus yuan yang bisa kamu lihat di jalanan.

Lin Feiran, “……” yONcBo

Kakak ini一tidak mungkin dia tidak mengenali Galaxy Big Bang dari awal, ba?

Gu Kaifeng menaruh baskom air di rak. Dia diam-diam membuka lemari sepatu tiga rak besar yang terletak di sudut ruangan; di dalam lemari sepatu itu ada setidaknya dua puluh pasang sepatu. Dalam sepersekian detik saja, Lin Feiran bisa melihat beberapa pasang sepatu edisi terbatas yang bahkan tidak dia miliki一harganya sangat mahal! Di antara mereka ada sepasang yang dia pakai saat ini, Galaxy Big Bang.

Lin Feiran juga tidak memperhatikan dengan seksama ketika dia datang ke asrama tadi malam. Bagaimana dia bisa tahu bahwa teman sekamarnya ternyata memiliki lemari sepatu khusus? Meskipun dia tidak benar-benar melakukan apa pun, dia tidak bisa menahan rasa sakit dari seorang penjahat yang baru saja ditampar oleh karakter utama.

Gu Kaifeng berdiri sejenak di depan lemari sepatu dan mengambil sepasang sepatu, yang berbeda dari sepatu yang dikenakan oleh Lin Feiran. GsJ9mP

Sepanjang waktu ini, sebenarnya Gu Kaifeng tampak seolah-olah tidak memamerkan koleksinya dengan cara apa pun. Dia hanya membuka lemari, mengambil sepatu, lalu memakainya. Itu saja. Terlebih lagi, dia juga dengan hati-hati menghindari agar tidak memilih sepatu yang sama dengan Lin Feiran. Tapi fakta bahwa dia memiliki lebih dari dua puluh pasang sepatu basket edisi terbatas sudah cukup untuk menusuk hati kecil Lin Feiran. Pada dasarnya, dia bahkan tidak perlu memamerkan apa pun.

Ketika Gu Kaifeng tidak memperhatikan, Lin Feiran dengan sedih meletakkan lima pasang sepatu yang tersisa di bawah tempat tidurnya. Pipinya merah saat dia menarik dirinya keluar dari bawah tempat tidur, itu sangat memalukan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah itu, Lin Feiran secara bertahap mulai mendengar tentang berbagai prestasi Gu Kaifeng dari teman-teman sekelasnya. Sebagian besarnya, itu tentang betapa luar biasanya dia dan seberapa pendiamnya dewa laki-laki seperti dia itu. Mendengar hal ini membuatnya merasa teraniaya. Di sekolah terakhirnya, teman-teman sekelasnya akan berbicara tentang Lin Feiran selama istirahat, tetapi sekarang dia dan teman-teman sekelasnya bergosip tentang orang lain sebagai gantinya. Kesenjangan di antara kedua hal itu terlalu besar dan fakta bahwa lingkaran cahaya protagonisnya telah direnggut terfermentasi di dalam hatinya. Dengan cepat terlepas dari tangan.

“Ai ……” Lin Feiran mengerang ketika dia menutup buku latihan matematika yang dia selesaikan dengan lancar. Dia mengeluarkan buku lain,《Pilihan esai siswa SMA yang luar biasa》, memaksa dirinya untuk melihat. mcNel6

Dia tidak boleh selalu kalah dengan sangat memalukan, ah!

Pada jam delapan, kelas belajar mandiri malam akhirnya selesai, dan para siswa harus kembali ke kamar asrama mereka masing-masing.

Teman sekelas yang tinggal di kamar yang sama biasanya akan memiliki hubungan yang sangat baik. Kedua orang itu berbicara dan tertawa sambil berjalan ke kamar asrama mereka. Hanya Lin Feiran dan Gu Kaifeng yang seperti ini; satu berjalan di sisi kiri jalan dan yang lain berjalan di sisi kanan jalan, seolah ada sungai yang memisahkan mereka berdua. Lin Feiran juga berjalan di pembatas jalan, seolah-olah ingin membuat dirinya terlihat lebih tinggi.

Kecepatan kedua orang itu pada awalnya sama, tetapi ketika mereka berjalan, Gu Kaifeng sepertinya agak mempercepat langkahnya. Lin Feiran merasa bahwa dia sedikit tertinggal. Sebagai hasilnya, dengan kepribadiannya yang tidak-pernah-boleh-kalah, Lin Feiran juga berjalan lebih cepat. Dalam beberapa detik, dia berjalan melewati Gu Kaifeng. Gu Kaifeng memiringkan kepalanya, seolah-olah dia merasa itu lucu. Dia juga berjalan lebih cepat, mendahului Lin Feiran lagi. Lin Feiran dengan kesal berjalan lebih cepat…… 4aqB 9

Tiba-tiba, mereka jadi balapan!

Namun, Gu Kaifeng memiliki kaki yang panjang sehingga langkahnya secara alami lebih unggul. Lin Feiran dengan cepat menyadari bahwa dia tidak bisa mengejarnya. Wajahnya menjadi panas, dia berlari kencang menuju asrama.

Gu Kaifeng menatap sosok Lin Feiran yang seperti kelinci saat dia dengan cepat berlari lebih jauh. Dia dengan senang hati berkata dengan suara rendah, “Sial, dia sudah gila ya?”

Teman sebangku Gu Kaifeng, Wang Zhuo, secara kebetulan lewat dan bertanya, “Ada apa?” VqkYKN

Hubungan Gu Kaifeng dan Wang Zhuo cukup bagus. Dia berkata, “Aku baru tahu kalau teman sekamarku itu idiot kecil.”

Wang Zhuo berkata, “Kenapa kamu mengatakan ‘kecil’?”

Gu Kaifeng berbalik untuk melirik si 180cm Wang Zhuo, mengatakan, “Tubuhnya kecil, kenapa?”

Wang Zhuo menggoda, “Kedengarannya seperti nama panggilan.” sNZkRS

Gu Kaifeng mengejek, “Nama panggilan? Kalau begitu tidak apa-apa kalau aku memanggilmu begitu?”

Wang Zhuo meringis, “Tidak mungkin.”

Sambil berlari kembali ke kamar asrama, Lin Feiran akhirnya menyadari bahwa tindakannya tadi benar-benar bodoh.

Karena dia merasa malu, ketika Gu Kaifeng kembali dua menit kemudian, wajah Lin Feiran beberapa derajat lebih tanpa ekspresi daripada biasanya. dfmti9

Mari mencoba menggunakan wajah poker untuk menutupi rasa malu ini!

Gu Kaifeng tidak terpengaruh oleh sikap si idiot kecil itu. Dia bersandar pada lemari dan menatap Lin Feiran, dengan penuh humor bertanya, “Ada apa dengan wajah serius itu? Bukankah kamu baru saja menang?”

Please visit langitbieru (dot) com

Lin Feiran, “……….…”

  JpGTOi

 

Translator's Note

Di asrama Cina, siswa perlu mengambil air minum dari ruang air.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

3 comments