English

Batu Giok BerukirChapter 32.2

0 Comments

Penerjemah: Jeff


Pada hari kedua, dia dibangunkan oleh suara Yun Yu di pagi hari. “Shen Xiufan! Shen Xiufan, cepat bangun!” 1AuWdK

“Ah …” Fu Changling membuka matanya dengan linglung. Dia melihat Yun Yu dan berkata dengan kesakitan, “Yun Shixiong, apa yang kamu lakukan?”

“Apa yang aku lakukan?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yun Yu terkejut. “Apa kamu tidak tahu jam berapa ini? Hari ini adalah Upacara Kelulusan! Apa kamu ingin tidur sampai mati?!”

Mendengar ini, Fu Changling menoleh untuk melihat ke luar, dan apa yang dilihatnya adalah matahari masih belum terbit. “Yun Shixiong, apakah Upacara Kelulusan Istana Surgawi Hongmeng dimulai sepagi ini? Apakah Shifu …” dia terengah-engah, “sudah bangun?” jMfem7

“Apakah Tuan Istana sudah bangun atau belum itu tidak penting.” Yun Yu menyeret Fu Changling dari tempat tidur. “Kamu harus pergi dan menunggu. Cepatlah.”

Setelah berbicara, Yun Yu mendorong Fu Changling ke sisi meja, dan meletakkan pakaian istana khas Istana Surgawi Hongmeng di atas meja, mendesak, “Sekarang, aku akan melihat Shixiong, kamu mandilah dan bersiap, jangan berlama-lama. Jika kamu berani mempermalukan Shixiong, aku akan membunuhmu!”

Setelah Yun Yu selesai berbicara dengan agresif, Fu Changling menghela napas.

Dia berpikir bahwa pemuda bernama Yun Yu ini, telah benar-benar mencapai puncak menindas yang lemah dan takut pada yang kuat. Pada saat itu, di Manor Shangguan ketika pemuda itu memanggilnya Tuan Muda Fu, dia masih agak imut. Sekarang lihat dia, sopan santun kejam macam apa ini! kmWh6v

Fu Changling mengambil pakaian istana dari Istana Surgawi Hongmeng, mengernyitkan hidungnya dan melihat bagaimana warna pucat pakaian itu benar-benar bertentangan dengan estetikanya; tetapi ketika pemikiran bahwa pakaian ini sama dengan Qin Yan terlintas di benaknya, dia tidak bisa menahan perasaan ceria, dan merasa bahwa itu tidak terlalu tidak sedap dipandang.

Dia buru-buru bangun untuk mandi dan berpakaian, mengikat rambutnya dan berganti pakaian. Pakaiannya disulam dengan bangau putih seperti milik Qin Yan. Dia menduga jika bangau putih ini adalah simbol dari Puncak Bulan Abadi, dan anggrek adalah simbol dari Puncak Murbei yang Cerah. Oleh karena itu, pakaiannya dan Qin Yan disulam dengan burung bangau putih, dan pakaian Yun Yu disulam dengan bunga anggrek.

Ketika Fu Changling berpikir bahwa pakaiannya dan Qin Yan paling mirip, dan identitasnya juga lebih intim dibandingkan dengan Yun Yu, dia langsung bersemangat. Dia mengganti pakaiannya dengan benar kemudian keluar. Setelah menunggu beberapa saat di pintu masuk, dia melihat Yun Yu keluar lebih dulu. Dia menyapa Fu Changling, dan segera setelah itu berkata, “Dashixiong berkata dia akan menunggu shifu bersiap. Ayo pergi dulu.”

Fu Changling mengangguk. HUA82l

“Oh! Juga,” lanjut Yun Yu. “Shixiong berkata, kamu harus membuang sampah itu keluar dari Istana Mencapai Bulan, atau dia akan kembali hari ini dan membuangnya untukmu.”

“Bukankah … bukankah itu sedikit tidak masuk akal?” Fu Changling sedikit cemas mendengar ini. “Bahkan jika kamu ingin mengusirku, tidakkah kamu harus menunggu sampai aku membangun tempat tinggalku sendiri?”

“Jangan beritahu aku tentang ini.” Yun Yu melambaikan tangannya, mengangkat pedang kerajaannya. “Bicaralah sendiri dengan Dashixiong. Kamu bisa melihat sendiri apakah dia akan membantumu membuangnya segera atau tidak.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Mendengar ini, Fu Changling menyusul Yun Yu dan dengan cemas berkata, “Yun Yu Shixiong, aku tahu kamu orang baik. Tolong bantu aku memikirkan solusi.” IN3rfi

“Oeqjxjc. Cxe wjrlt lculc ylrj wjrex xf Prajcj Zfcmjqjl Deijc.”

Yun Yu memutar matanya. Fu Changling merenung, dan segera setelah itu dengan riang berkata, “Kalau begitu, katakan padaku, apakah aku boleh memberi Shixiong hadiah atau tidak?”

“Zfwyfglxjc tjvljt?” Tec Te jujx ylcuecu. “Ljvljt jqj sjcu lculc xjwe yfglxjc?”

“Misalnya, memberi dia beberapa kendi anggur atau semacamnya. Jika Shixiong senang, mungkin dia akan membiarkanku tinggal?” 6wpr5g

“Kamu bisa memberikan sesuatu,” kata Yun Yu tanpa tergesa-gesa. “Tapi jangan beri anggur. Shixiong tidak minum.”

Me Jtjcuilcu afgxfpea wfcvfcujg lcl.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Shixiong tidak minum?”

“Bukan hanya dia tidak minum, dia juga melarangnya.” Yun Yu menoleh untuk memperingatkan Fu Changling. “Tuan Istana Jiang suka minum, dan setiap kali Shixiong pergi ke sana, dia menyita semua anggurnya. Kamu juga, berhati-hatilah ketika kamu minum di Istana Bulan Abadi, atau dengan barang-barangmu itu, kamu juga akan dibuang.” aqrdov

Vjja xfvejcsj yfgylmjgj, wfgfxj alyj vl jeij eajwj Prajcj Vegujkl Lbcuwfcu. Zeglv vjgl rfwej qecmjx yfgvlgl vl iejg vfcujc rfwej jcuubaj qecmjx wfgfxj. Bfgewecjc bgjcu sjcu yfgvlgl wfwfcetl rfieget jiec-jiec.

Yun Yu membawa Fu Changling dan berdesakan ke barisan depan, lalu dia memberi tahu Fu Changling, “Kamu berdiri di sini, aku harus pergi dan memberi perintah.”

Yun Yu berlari setelah berbicara, mengambil Yun Yang, dan mulai memerintahkan semua orang untuk berdiri dengan benar.

Fu Changling dan Shangguan Mingyan berdiri bersama. Fu Changling melirik Yun Yu, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas dengan sedih. “Yun Yu Shixiong benar-benar berbakat dalam banyak hal, tidak ada yang tidak bisa dia lakukan.” w2bTec

“Jika ada kultivator abadi untuk ditanyakan,” Shangguan Mingyan tersenyum. “Tentu saja, ada orang yang melakukan hal-hal ini.”

“Lalu bagaimana denganmu?”

Fu Changling berbalik untuk menatapnya. Shangguan Mingyan agak bingung. “Apa?”

“Mengapa kamu datang ke Istana Surgawi Hongmeng?” 4KBo0M

Kipas Fu Changling mengenai telapak tangannya. Shangguan Mingyan berhenti, lalu perlahan berkata, “Aku ingin balas dendam.”

“Balas dendam?” Fu Changling mengerutkan alisnya. “Aku pernah mendengar bahwa keluargamu menderita bencana hantu. Bukankah Tuan Istana Jiang sudah membunuh hantu itu?”

“Hantu?” Shangguan Mingyan mencibir. Setelah beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya. “Saudara Shen, ada beberapa hal yang tidak kamu ketahui.”

“Oh?” L3qu1h

Fu Changling menekan kipas ke sisi bibirnya. “Contohnya?”

Shangguan Mingyan menghela napas, dan tidak banyak bicara. Tapi karena Shangguan Mingyan tidak berbicara, Fu Changling juga mengerti bahwa dalam hal ini, seseorang jelas menggunakan Manor Shangguan sebagai pion. Sangat mungkin bahwa wanita berpakaian ungu yang mengunjungi manor mereka pada tahun itu dan menghancurkan array Shangguan Hong; atau, bisa jadi orang yang memberikan teknik Avici pada Shangguan Hong. Tidak ada yang tahu siapa dalang dibalik semua ini.

Keduanya mengobrol saat semua orang berdiri dengan benar. Setelah beberapa saat, suara lonceng berbunyi dari kejauhan, dan segera setelah itu, semua orang terdiam. Kemudian mereka melihat beberapa pedang indah meluncur ketika beberapa orang datang dengan pedang terbang dari setiap puncak. Bayangan dua orang memimpin; itu adalah Qin Yan dan Xie Yuqing. Kedua orang itu berdiri memegang pedang mereka, dan berbalik bersama, mereka memegang pedang mereka dengan satu tangan secara horizontal di dahi, dan berlutut dengan satu lutut, mereka berbicara serempak, “Usir kejahatan dan bantu jalan yang benar, pertahankan mereka sebagai satu.”

Setelah berbicara, semua orang mengikuti gerakan Qin Yan dan Xie Yuqing, berlutut dengan satu lutut dan dengan keras berkata, “Murid Hongmeng, kalian disambut dengan hangat di aula utama.” uRel4p

Upacara ini datang terlalu tiba-tiba, Fu Changling tidak punya cukup waktu untuk melakukan apa pun, jadi dia berbaur dengan kerumunan dan berlutut dengan Shangguan Mingyan. Setelah itu, Fu Changling melihat pintu masuk aula utama di atas perlahan terbuka. Kemudian, Qin Yan dan Xie Yuqing berjalan bersama saat Yun Yu dan Yun Yang mengikuti untuk berdiri di kedua sisi, mengambil posisi Qin Yan dan Xie Yuqing di kedua sisi pintu masuk.

Tidak lama kemudian, suara Jiang Yebai datang dari ruang dalam. “Murid generasi ketiga puluh dua dari Istana Surgawi Hongmeng, Shen Xiufan, silakan masuk ke aula.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Nama Shen Xiufan membuat Fu Changling sedikit bingung. Hanya setelah Shangguan Mingyan memberinya dorongan, dia buru-buru bangkit.

Semua orang memperhatikannya dengan penuh perhatian. Fu Changling merasa seperti sedang kesurupan. tSeLMY

Bukannya dia tidak pernah diawasi seperti ini sebelumnya. Selama hampir lima belas tahun, dia berdiri di puncak Yunze sebagai Taois Abadi Nomor Satu. Tidak peduli ke mana dia pergi, dia adalah titik fokus perhatian semua orang.

Tapi tatapan itu berbeda dari yang saat ini.

Cahaya di mata orang-orang muda ini dipenuhi dengan kegembiraan dan harapan. Mereka belum pernah melihat keputusasaan dan kesakitan, tidak melalui hujan dan salju, atau angin dan salju. Orang-orang yang melihatnya kemudian menunjukkan rasa hormat di mata mereka saat mereka mendorong semua harapan mereka padanya; karena selain dia, tidak ada seorang pun di sana untuk memberikan hidup mereka kepada Yunze.

Dia samar-samar mengenali beberapa bayangan dari wajah beberapa orang. Orang-orang ini beberapa dari Istana Surgawi Hongmeng yang kemudian selamat dan selalu bertugas di garis depan. TlEz9d

Hatinya terasa begitu masam. Dia perlahan berjalan ke depan, dan ketika dia melihat Qin Yan menatap lurus ke depan, perasaan ini mencapai puncaknya.

Qin Yan berdiri di belakang Jiang Yebai, pedang gioknya tergantung di pinggangnya, mengenakan guan giok dan pakaian putih. Jiang Yebai berdiri di atas tiang tinggi, mengenakan pakaian biru dan guan giok, diam-diam menatapnya.

Fu Changling berjalan mendekat dan berlutut di depan Jiang Yebai.

“Mulai hari ini, kamu adalah muridku.” Suara Jiang Yebai tenang. Qin Yan mengambil sebuah kotak dari samping, dan menyerahkannya kepada Jiang Yebai. Jiang Yebai mengambil pedang itu dan memberikannya kepada Fu Changling. “Ini adalah pedang Qingya yang diberikan tuanmu sebagai hadiah. Di hari-hari mendatang, hidup tidak terbatas, aku harap kamu selalu mempertahankan hatimu sebagai satu.” 5cIitA

Fu Changling menerima pedang dengan kedua tangannya, menundukkan kepalanya, dan dengan sungguh-sungguh berkata, “Murid ini akan mengingat ajaran Guru.”

Setelah dia berbicara, Fu Changling mengangkat pedang dan menundukkan kepalanya untuk membungkuk ke arah Jiang Yebai.

Setelah dia mengangkat kepalanya, murid di samping datang dan mengambil kotak pedang. Fu Changling membalikkan tubuhnya untuk melihat Qin Yan yang berdiri di samping.

Qin Yan diam-diam mengawasinya, dan setelah waktu yang lama, dia mengeluarkan liontin batu giok dari lengan bajunya. Liontin itu tampak sedikit lusuh dengan permukaan yang halus, seolah-olah telah diraba-raba olehnya selama bertahun-tahun. KlR CL

Dia berjalan ke depan dan menyerahkan liontin giok itu kepada Fu Changling.

“Ini adalah hadiah selamat datang dari Shixiong.”

Fu Changling memandangi liontin batu giok itu, dan tidak bisa menahan rasa panas kecil yang berkumpul di sudut matanya.

Ini adalah batu giok yang ditempatkan Qin Yan ke telapak tangan Fu Changling setelah dia jatuh ke jalur iblis dan memusnahkan Klan Fu di kehidupan sebelumnya. nd7W3D

Waktu tiba-tiba berhenti saat dia melihat Qin Yan, nyaris tidak bisa tersenyum.

“Mengapa Shixiong memberiku liontin batu giok ini?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Mengapa memberinya liontin giok yang sama dalam dua kehidupan?

Gerakan Qin Yan terhenti. Dia mengangkat matanya, dan ada sedikit fluktuasi di matanya yang selalu jernih dan dingin. Pfg0Iu

Dia menatapnya, membuka bibirnya, dan perlahan berkata, “Shidi, orang-orang seperti batu giok.”

Fu Changling sedikit tercengang. Dia melihat Qin Yan menundukkan matanya segera setelah itu, menahan suaranya, dan melanjutkan, “Hanya ketika mereka dipahat dan diukir dengan pisau dan kapak, melewati ratusan rasa sakit hidup dan mati, mereka dapat mengakui kekuatan mereka yang sebenarnya.”

“Dalam kehidupan ini, terlepas dari hidup atau mati, suka atau duka; Aku harap Shidi tidak akan meninggalkan jalan kebenaran, tidak akan mengkhianati sifat sejatimu, dan tidak pernah melupakan alasan kamu memulai segalanya.”

“Hidup bukanlah jalan yang mudah,” Qin Yan diam-diam menatapnya, “berharap kamu berhasil dan diukir menjadi sebuah batu giok.” Kqa3Jf

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!