English

Kaleidoskop KematianCh13 - Burung Fitcher

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung RnNau6


Intinya adalah, pada waktu Ruan Baijie mulai merengek, Lin Qiushi tidak bisa memikirkan cara untuk menghentikan ratapannya.

Keduanya sedang berbicara ketika Xiao Ke dan Xiong Qi membawakan makanan dari dapur, jadi Ruan Baijie menghentikan sementara pembicaraan mereka dan menyeringai dan memulai topik lain dengan Lin Qiushi.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Makan malamnya sederhana, tapi tak ada yang peduli. Mereka makan sambil mendikusikan kemungkinan dimana pintu tersebut berada.

“Kurasa kita harus mencari di rumah tukang kayu,” kata Xiong Qi, “Ia tidak terlihat seperti warga desa biasa.” 72ftMq

“Mh.” Karena hal yang paling mengkhawatirkan sudah lewat, suasana hati Xiao Ke terlihat jauh lebih baik juga. Dengan getol dia menyebutkan beberapa perkiraan lokasi pintu tersebut berada.

Cheng Wen hanya duduk diam saat semua orang mengobrol. Dibanding ketika ia baru saja siuman, sekarang matanya sudah lebih bernyawa meski masih terlihat keras. Dia tidak menyalahkan Lin Qiushi karena menjatuhkannya, atau lebih tepatnya, sejak bangun ia tidak berbicara sama sekali pada Lin Qiushi.

Hanya ketika kelihatannya percakapan telah selesai, Cheng Wen perlahan membuka mulutnya: “Lin Qiushi.”

Lin Qiushi menatapnya dengan was-was, “Apa?” fb1SqT

Cheng Wen, “Apakah Wang Xiaoyi adalah monster?”

Lin Qiushi menggelengkan kepalanya untuk berkata ia juga tidak tahu. Tapi bagi Cheng Wen untuk menanyakan hal ini, itu berarti keadaan psikologisnya tidak terlihat baik.

Cheng Wen, “Ia pasti adalah monster, kalian semua melihatnya.” Dia memiringkan kepalanya dan dengan panik secara neurotik* bertanya pada kelompok itu, “Kalian semua melihatnya, kan? Bayangannya dan apa yang ia muntahkan …”

*Neurotik atau neurotisisme adalah kecenderungan jangka panjang untuk berada dalam keadaan emosional yang negatif atau cemas. Ini bukan kondisi medis tapi sifat kepribadian. 7V2XNa

Tidak ada yang menjawab. Sejujurnya, Lin Qiushi berpikir Wang Xiaoyi kemungkinan masih manusia. Jika tidak, ia tidak mungkin terbunuh dengan sangat mudah oleh sekop Cheng Wen. Tapi ia sudah meninggal. Berbicara lebih jauh perihal ini tidak ada maknanya.

Cheng Wen, bagaimanapun, terlihat menangkap maksud ini, dan tetap berulang-ulang menanyakan jika Wang Xiaoyi adalah monster. Akhirnya, Xiao Ke merasa kesal dan berkata, “Monster atau bukan, kau membunuhnya. Apa intinya membicarakan ini? Atau kau takut kalau kau salah membunuh orang?”

Segera setelah ia mendengar ini, ekspresi Cheng Wen sepenuhnya berubah. Ia bergegas bangun dari kursinya dan berbalik untuk keluar.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Xiao Ke terus mencibir, “Apa? Kau begitu yakin saat kau membunuhnya lalu sekarang kau ketakutan? Tidak dapat menangani konsekuensi dari tindakanmu sendiri? Pengecut.” czqAhv

“Cqj wfwyecet gfxjc rfalw wfgeqjxjc tji sjcu rfgler?” Olc Hlertl lculc wfcjcsjxjc tji lcl rfpjx ijwj.

“Gjijw veclj vl vjijw qlcae, jvj xftlveqjc ecaex rfujijcsj. Kfger afgjcu, jqj qec sjcu wjal ylrj wfcpjvl tjcae.” Sxrqgfrl Wlbcu Hl gewla, “pjvl pjcujc qfgcjt wfwyecet ajcqj qjcvjcu yeie.”

“Yt,” Olc Hlertl yfgxjaj, vjc yfgqlxlg. “Kjql yexjcxjt lcl mfijt? Bjiljc ylijcu qjilcu alvjx jvj rjae bgjcu sjcu tjger ylrj xfiejg tlveq-tlveq. Ajvl, plxj bgjcu lae wfwyecet bgjcu ijlc, yexjcxjt lae wfwfcetl rsjgja rfalvjxcsj-jvj-rjae-bgjcu-sjcu-rfijwja?”

“Ya benar,” Kata Xiao Ke. “Memang siapa yang mau menunggu untuk dibunuh? Disini, kalau seseorang tak bisa membunuh semua orang sekaligus lalu kabur secepatnya, orang itu pasti akan mati.” MJT4lQ

“Orang yang kau bunuh pagi ini bisa datang lagi padamu saat malam hari,” Kata Xiong Qi. “Aku sudah melihatnya.” Lalu ia menandakan dengan tatapannya ke arah Cheng Wen berlari dan menggelengkan kepalanya.

Ah, Lin Qiushi mengerti.

Please visit langitbieru (dot) com

Mereka pergi mengambil peti mati di pagi hari dan menghabiskan sepanjang siang untuk mencari pintu. Mereka masih tidak mendapatkan petunjuk apapun tentang pintu sampai malam tiba. Lin Qiushi dan Ruan Baijie pergi mengunjungi si tukang kayu. Dalam perjalanan, Ruan Baijie memberitahu Lin Qiushi untuk menyembunyikan keadaan mereka, jika mereka akan pergi saat malam.

Dengan pikiran meninggalkan dunia ini, langkah Lin Qiushi menjadi lebih cepat dan lebih ringan. Ia meraih dan menyentuh daun telinganya-anting kristal baru berwarna merah berada disana, kelihatannya terbuat dari suatu jenis kaca. Siapa yang tahu darimana Ruan Baijie mempelajari keterampilan seperti ini; ketika ia menindik telinganya ia tidak merasakan apapun. Ditambah, dengan seluruh perhatiannya terhadap pintu, baru sekarang ia menemukan waktu untuk bertanya pada Ruan Baijie apa sebenarnya maksud dari anting itu. GvMXzg

“Hadiah kecil dariku untukmu,” kata Ruan Baijie. “Benang merah takdir yang mempertemukan kita dalam pintu ini, mari kita hargai pertemuan ini.”

Lin Qiushi tidak akan memecah belah perihal ini, karena begitu mereka keluar, keduanya mungkin tidak akan pernah bertemu lagi. Dia melirik profil cantik Ruan Baijie dan secara mental menghela napas dalam penyesalan. Kalau saja dia tidak bertemu dengannya di tempat tertentu …

Sore hari, pukul empat, langit meredup.

Tidak bersalju hari ini, namun cuacanya suram. Angin menerpa wajah hingga menyengat. Ketika Lin Qiushi dan Ruan Baijie kembali, Xiong Qi dan Xiao Ke sudah berada di rumah. CgSQLE

“Apa kalian menemukannya?” semua orang bertanya satu sama lain.

Ketika jawaban yang didapat adalah tidak, Xiong Qi berkata masalah ini sebenarnya juga tidak dapat diburu-buru. Kelihatannya mereka akan menghabiskan satu malam lagi di tempat ini, jadi semua orang harus beristirahat lebih cepat dan mereka akan lanjut mencari besok.

Ruan Baijie dan Lin Qiushi menunjukkan persetujuan mereka dan keduanya kembali lebih awal ke kamar mereka, tapi itu bukan untuk tidur seperti biasa. Sebaliknya, mereka duduk di sisi ranjang, menunggu malam tiba.

Ruan Baijie duduk di dekat lampu minyak dan menghabiskan waktu dengan biji bunga mataharinya. jHCpsB

Lin Qiushi mengira mereka dapat dengan mudah pergi ketika malam. Tapi, sebuah insiden masih terjadi. Cheng Wen, yang tidur di sebelah, berteriak keras. Suaranya benar-benar menusuk, seakan ia akan berteriak hingga berdarah.

“Tolong-Tolong-” Cheng Wen berulang-ulang memukul tembok. “Tolong aku-kumohon seseorang-”

Meratap bersamanya adalah seorang wanita dalam tangisan. Suara ini telah banyak Lin Qiushi dengar sebelumnya-itu adalah Wang Xiaoyi.

Sebelumnya, adalah Wang Xiaoyi yang memohon untuk pertolongan. Kali ini, yang memohon menjadi Cheng Wen. ahbiNJ

Tapi itu adalah masalah di saat sebelum teriakan Cheng Wen semakin lemah. Kemudian, terdengar suara splat dari benda tajam memotong daging. Lagi dan lagi. Seolah-olah orang yang memegang senjata itu tidak akan pernah lelah.

Cheng Wen berhenti memohon, tapi Wang Xiaoyi masih menangis.

Ekspresi Ruan Baijie secara bertahap menjadi serius. Ia melihat kepada Lin Qiushi dan bertanya, “Apa kau takut?”

Lin Qiushi menjawab, “Aku baik-baik saja.” xse8oD

Ruan Baijie, “Keadaan mungkin berubah. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ayo pergi.”

Lin Qiushi mengangguk dan mengikuti Ruan Baijie keluar dari kamar.

Story translated by Langit Bieru.

Ketika ia melewati pintu, ia melihat lantai di ruang sebelah dibasahi darah. Tak lain dan tak bukan itu adalah kesialan yang menimpa Cheng Wen. Meski ia tidak melihat waktu ketika Cheng Wen dibunuh, Lin Qiushi tahu dengan jelas apabila ada beberapa hal yang mustahil dia lakukan. Ia hanya seorang manusia biasa. Dibandingkan dengan monster dan hantu, ia tidak memiliki kesempatan apapun untuk melawan balik.

Sealami yang diinginkan, Ruan Baijie memegang tangan Lin Qiushi dan berlari ke bawah. KU6ziu

Lin Qiushi akan bertanya kemana Ruan Baijie akan pergi ketika Ruan Baijie menarik mereka ke halaman.

Tidak ada apa-apa di halaman itu kecuali sumur yang meraung. Ruan Baijie membawa Lin Qiushi ke mulut sumur, bersandar dan melihat.

Melihat ini, Lin Qiushi mengikuti gerakan Ruan Baijie dan juga mengintip ke mulut sumur.

Sumur itu hitam pekat; dia tidak bisa melihat apapun. Dan datang dari dari dalam adalah aroma lumpur septik yang tidak menyenangkan. 2vkiBX

Ketika Lin Qiushi ingin melanjutkan pemeriksaannya, ia merasa sesuatu sesuatu tiba-tiba didorong-dengan keras-ke punggungnya. Ia tersandung, mencoba membetulkan posisinya, tetapi orang di belakangnya dengan kuat mendorongnya kembali.

Ruan Baijie berkata, “Pergi.” Kata-kata itu keluar bersamaan dengan kekuatan yang besar dan kemudian Lin Qiushi juga jatuh, didorong ke dalam sumur oleh Ruan Baijie.

Pergantian peristiwa yang tiba-tiba ini membuat Lin Qiushi benar-benar kacau. Ia terjun bebas ke dalam sumur, mengulurkan tangannya secara buta untuk mengambil apapun yang ada di sebelahnya. Tetapi dinding sumur itu licin dan tidak memberinya kesempatan sama sekali. Hanya ketika Lin Qiushi mengira ia akan mendarat dengan sangat buruk, ia mendarat pada selembar sesuatu yang empuk.

Itu sangat lembut, selembut bantal sutra. Lin Qiushi tidak terluka sama sekali, mendarat di atasnya. Dia terhuyung-huyung berdiri di atas bantal, dan melalui cahaya bulan samar yang datang dari mulut sumur di atas, ia dapat melihat dengan jelas benda di bawahnya. y1oFJq

Tentu saja-bagaimana mungkin itu adalah bantal? Ia mendarat di atas tumpukan rambut hitam padat yang menggeliat. Lin Qiushi samar-samar meringis. Ia tidak mengira pemandangan di dalam sumur akan terlihat seperti ini. Untungnya ia dapat dengan cepat menenangkan diri. Ia melihat sekeliling dan menemukan sebuah terowongan kecil, tersembunyi di dasar sumur.

Pada awalnya, Lin Qiushi ingin memanggil Ruan Baijie tapi ia khawatir panggilannya akan mengejutkan rambut aneh di bawah kakinya. Jadi, ia melupakannya dan perlahan-lahan menggerakan kakinya ke arah terowongan itu.

Terowongan itu sempit, tapi jelas dibangun secara profesional. Lin Qiushi harus menundukkan kepalanya di dalam. Rambut hitam itu memanjang bersama dengan jalan seolah itu adalah karpet yang ditata.

Ia tidak tahu sudah berapa lama ia berjalan ketika akhirnya menemukan ujung terowongan. Ia juga menemukan sumber dari rambut itu-itu tumbuh tepat dari dalam dinding. Dan di akhir dinding itu, berdiri dengan megah, sebuah pintu besi hitam. Pada pintu besi itu, tergantung sebuah gembok berwarna hijau tembaga yang menarik mata. V3 Dld

Lin Qiushi pernah melihat pintu ini sebelumnya, di koridor apartemennya. Perbedaannya hanyalah pintu itu tidak dikunci. Ia mengeluarkan kunci dari kantongnya dan perlahan menghampiri.

Kunci tembaga, gembok tembaga. Lin Qiushi memasuki kunci ke dalam gembok dan memutarnya. Dengan sebuah klik, kuncinya terbuka.

Hanya ketika ia menarik kuncinya terbuka, ia melihat sesuatu jatuh ke lantai dari baliknya.

Ternyata secarik kertas putih. Lin Qiushi berlutut dan mengambilnya lalu membaca dua buah kata tertulis di kertas: .

Lin Qiushi tidak memahami maksudnya, tapi dia juga tidak ingin berlama-lama lagi disana, jadi dengan cepat ia memasukkan kertas tersebut ke saku celananya. Ia kemudian menggenggam handle pintu dan mendorongnya.

Please visit langitbieru (dot) com

Pintunya terbuka. Dari luar sebuah cahaya lembut terpancar; meski ia tidak bisa melihat apapun, itu adalah pemandangan yang sangat nyaman.

Lin Qiushi menatap ke belakangnya; rambut hitam itu tampaknya terganggu oleh cahaya dan mulai bergerak. Lin Qiushi takut untuk tinggal lebih lama dan dengan langkah lebar masuk ke dalam cahaya itu. FhjPzr

“Ruan Baijie, kau harus bisa keluar hidup-hidup …” Ini adalah pikiran terakhir yang tersisa dalam benak Lin Qiushi saat ia pergi.


Catatan Penulis:

Ketika Lin Qiushi melihat Ruan Baijie selanjutnya, ia mungkin tidak akan menghargai pertemuan ini terlalu banyak, hahahaha.

Lin Qiushi: kau akan mengeluarkan sesuatu yang lebih besar dariku?? PXJcUW

Ruan Baijie: /merengek

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!