English

Merebut MimpiCh165 - Epilog

0 Comments

Penerjemah: Jeffery Liu


“Pada awalnya, apa kamu pernah berpikir untuk mengambil Roda Gagak Emas untuk dirimu sendiri?” 4EdqPD


Dua hari kemudian, di kantor investigasi.

Qin Guodong mengeluarkan sebuah kantong plastik dengan chip Roda Gagak Emas di dalamnya dan menyerahkannya kepada Zhou Sheng. Yang kemudian diterima oleh Zhou Sheng.

Story translated by Langit Bieru.

“Aku harus kembali untuk mengurus kekacauan yang dibuat Ren Chong.” Qin Guodong berkata, “Tim investigasi khusus belum dibubarkan, jadi seseorang harus menjaganya.”

Zhou Sheng mengambil chip itu dan menyerahkannya kepada Ou Qihang. Ou Qihang tidak menyangka akan mendapat kehormatan itu. “Kamu benar-benar meminjamkannya padaku?” eKjl0L

“Yu Hao berjanji padamu ah.” Zhou Sheng berkata, “Itu artinya aku juga berjanji padamu. Bukan masalah besar meminjamkannya padamu selama satu tahun untuk dimainkan.”

Yu Hao berkata, “Jika CPU-nya sudah tidak memiliki energi, mungkin tidak akan bisa digunakan lagi.”

Ou Qihang mengamati kabel di dalam kantong itu, berkata, “Un, aku akan mencobanya ba.”

Zhou Sheng berkata, “Jangan bawa ke laboratorium kampusmu ah.” QI0d9F

“Tentu saja tidak.” Ou Qihang berkata, “Aku hanya akan mempelajarinya di rumah, aku tidak akan memberi tahu siapa pun tentang ini.”


Satu bulan kemudian, di kantor surat kabar.

Zhou Sheng mengendarai sepeda sewaan dan tiba di luar kantor surat kabar pada malam hari, lalu masuk untuk mencari Yu Hao. Situ Ye, sambil memegang ocarina, sedang mengajari Chen Yekai, Ou Qihang, Fu Liqun, dan Lin Ze cara memainkannya.

Yo, semua orang ada di sini?” Zhou Sheng berkata dengan heran, “Kenapa kalian tiba-tiba belajar memainkan ini?” J4cE7N

Yu Hao sedang menulis naskahnya saat itu, dan dia merasa jika kepalanya sebentar lagi akan meledak. Dia masih saja mengeluh ‘ahhhhhhh aku tidak akan pernah menyelesaikan ini’, sementara Situ Ye berkata sambil tersenyum, “Hanya memainkannya untuk bersenang-senang.”

“Apa yang kalian pelajari?” Zhou Sheng mengambil satu juga, “Biarkan aku bermain juga? Istriku, jangan terburu-buru, kamu bisa menulis dulu. ”

“《Silent Memories》” Ou Qihang berkata dengan tegas, “Melodi ilahi Douyin.”

Mulut Zhou Sheng berkedut. Situ Ye melanjutkan, “Kamu tidak perlu mempelajarinya.” JZl1T7

Yu Hao melirik Zhou Sheng, dan Zhou Sheng merasa semakin bingung.


Dua bulan kemudian, Rumah Sakit Sanjia.

Semua orang memegang karangan bunga dan keranjang buah saat mereka bergegas ke bangsal rumah sakit Huang Ting.

“Kenapa pakaian kalian semua formal sekali…” Huang Ting melirik mereka, tetapi semua orang memperlakukannya seperti udara dan langsung bergegas ke ranjang rumah sakit lain tempat pendonor sumsum tulang berbaring. wVujK1

“Terima kasih!” Chen Yekai bahkan meneteskan air mata. Dia pergi untuk berjabat tangan dengan si pendonor. Ini adalah kali pertama Yu Hao melihat Chen Yekai menangis seperti ini, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis juga.

“Terima kasih, Dage.” Zhou Sheng berkata kepada pria itu.

Story translated by Langit Bieru.

“Sama-sama, sama-sama.” Balas si pendonor.

“Terima kasih sudah menyelamatkan saudara kami!” Fu Liqun berkata, “Jika kamu membutuhkan sesuatu dari kami di masa depan, jangan ragu untuk memberi tahu kami!” zFHoK4

Huang Ting, “……”

Huang Ting hanya berbaring diam di tempat tidur dan menatap langit-langit.


Enam bulan kemudian, Bandara Beijing.

“Aku pergi ah.” Fu Liqun dengan sedih mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temannya di bandara. dbRMG2

Zhou Sheng berkata, “Jangan menangis terus, ai, kami akan pergi ke Jerman selama liburan Hari Nasional untuk menemuimu. Kita akan bertemu lagi dalam beberapa bulan.”

“Oke!” Fu Liqun berkata, “Tuan Muda, Nyonya Muda, aku …”

Yu Hao tersenyum sambil memeluk Fu Liqun. Chen Yekai dan Huang Ting juga memeluk Fu Liqun secara bergantian.

“Huang Ting, pulanglah lebih awal.” LhgC38

“Sudahlah, aku pulih dengan sangat cepat.” Huang Ting menjawab.

Ou Qihang melesat dan berteriak, “Liqun Ge!” Kemudian dia melompat dan memeluk Fu Liqun.

Cen Shan tersenyum sambil memperhatikan mereka di satu sisi. Fu Liqun berbalik, berpegangan tangan dengan Cen Shan, dan pergi ke pos pemeriksaan keamanan. Zhou Sheng hanya melihat ke bawah pada ponselnya, melirik Fu Liqun sesekali saat dia menunggunya pergi.

Yu Hao menoleh ke samping untuk melihat Zhou Sheng. Zhou Sheng membuang muka. Yu Hao melihat sekilas paragraf besar konten WeChat yang sudah ditulisnya, dia berniat untuk mengirimnya pada Fu Liqun, tetapi dia menghapus semuanya pada akhirnya. 7idTsu

“Ge!”

Tepat ketika Fu Liqun hendak mengantri, Zhou Sheng akhirnya berteriak dan maju beberapa langkah.

Fu Liqun berdiri diam, menoleh, dan menatap Zhou Sheng dengan rasa kesepian mendalam yang terlihat dari tatapannya. Zhou Sheng tidak bisa mengendalikannya; dia maju beberapa langkah, tapi setelahnya dia berhenti, dan mereka berdua hanya saling memandang dengan tenang seperti itu.

“Aku mencintaimu!” Fu Liqun tersenyum saat dia berteriak, lalu menoleh dan tidak menatap Zhou Sheng lagi. 1djwdn

“Aku juga mencintaimu!” Zhou Sheng berteriak secara terbuka seolah-olah tidak ada orang lain di sekitar.

Semua orang tidak bisa menahan tawa. Zhou Sheng memegang tangan Yu Hao dan pergi. Setelah Fu Liqun melewati pos pemeriksaan keamanan, dia duduk di samping Cen Shan, menggelengkan kepalanya, dan akhirnya mulai menangis.

Read more BL at langitbieru (dot) com


Delapan bulan kemudian, di rumah.

Yu Hao memindai sidik jarinya untuk membuka kunci pintu. Dia mendengar tawa seorang gadis dan tawa gila Zhou Sheng di rumah. 17djdP

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Dia pulang, dia sudah pulang.” Zhou Sheng merasa geli, “Cepat, sapa kakak iparmu, pergi. Yu Hao, Anqi ada di sini.”

“Ljib, xjxjx lqjg.” Ccdl afgajkj.

“Ljib, Zflwfl.” Te Ljb yfgxjaj, “Cxe qfgul xfiejg ecaex kjkjcmjgj tjgl lcl, pjvl jxe alvjx ylrj wfcpfwqeawe.”

“Klvjx jqj-jqj, Xf sjcu wfcpfwqeaxe.” Ccdl yfgxjaj, “Cxe wfwyfilxjcwe mbxfija.” LsB3gQ

Te Ljb yfgajcsj, “Dfgjqj tjgl xjwe alcuuji?”

“Cxe jxjc qfgul xf iejg cfufgl yfrbx,” pjkjy Ccdl, “Ajvl jxe vjajcu ecaex wfcfwel xjiljc yfgvej. Bjxjx lqjg, xfcjqj jxe wfgjrj qfgcjt yfgafwe vfcujcwe vl rejae afwqja?”

Yu Hao menyeduh kopi untuk Anqi dan Zhou Sheng sambil berkata, “Mungkin di dalam mimpi ba?”

Zhou Sheng, “Wu …” 58PY0m

Anqi berkata, “Sepertinya aku pernah melihatmu di dalam mimpiku sebelumnya.”

Yu Hao berkata, “Zhou Sheng tidak pernah memberitahuku kalau dia memiliki seorang adik perempuan.”

Anqi membalas, “Ai, kamu tidak tahu ini, dulu ibuku sangat menyebalkan; dia akan selalu mengomel dan menggerutu saat dia berpikir Ge-ku…”

Zhou Sheng memukul pahanya dan berkata, “Ai! Aku ingat sesuatu. Ulangi untuk kakak iparmu lagi! Aku jamin dia akan tertawa sampai mati!” jsMFLU

Yu Hao memahami satu hal — ibu tiri Zhou Sheng kemungkinan besar ingin menikahkan putri Zhou Laichun yang tidak memiliki hubungan darah dengannya ini dengan Zhou Sheng! Tidak heran. Apa dia pikir aku gampang cemburu?!

“Apa itu?” Yu Hao tersenyum, “Aku baru saja mendengar kalian tertawa sangat bahagia …”

Anqi berkata dengan sungguh-sungguh, “Aku baru mendengarnya beberapa hari yang lalu dari ibuku… hahahahahaha——”

Anqi bahkan belum mengatakannya sebelum dia tertawa terbahak-bahak. Zhou Sheng juga ikut tertawa terbahak-bahak sampai dia berbaring telentang di atas meja. Yu Hao tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa saat dia melihat sepasang saudara ini. t7WPFz

“Zhou Laichun si idiot itu hahahaha—”

Yu Hao, “???”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao langsung tertarik. Dia berkata, “Jangan tertawa lagi! Cepat katakan padaku ah!”

“Hahahaha—” Anqi akhirnya menahan diri dan perlahan mulai melanjutkan, “Zhou Laichun punya bayi, tapi untuk beberapa alasan, dia bertengkar dengan istrinya dan pergi untuk melakukan tes DNA. Alhasil… ternyata itu anak sopirnya, hahahaha—” uzwrG9

Zhou Sheng berkata, “Sopirnya sangat tampan, oke?! Kenapa kamu memandang rendah sopirnya! Xiao Qin dan sopir keluargaku kawin lari! Itu adalah cinta sejati! Istri sopir itu bahkan pergi ke rumahku untuk menangkap para pezina …”

Yu Hao langsung tertawa terbahak-bahak dan hampir menjatuhkan kopinya.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?!” Yu Hao menangis, “Dia akan datang dan menyiksa kita lagi!”

Zhou Sheng tertawa begitu keras hingga air matanya tumpah. Dia mengangkat bahu tanpa berdaya. S 5aJF

Anqi bertanya, “Ge, kamu tidak ingin kembali untuk mengelola perusahaan?”

“Ge-mu bertanggung jawab atas kantor sekarang ah.” Yu Hao berkata, “Hasil ujian masuk pascasarjananya akan segera dirilis, dan dia masih harus pergi ke sekolah pascasarjana.”

Anqi tertawa terbahak-bahak hingga dia ambruk di kursinya. Dia berkata, “Aiya, aku juga tidak tahu tentang kalian, lakukan apapun yang kamu mau ba.”

“Hasilnya sudah keluar,” kata Zhou Sheng kepada Yu Hao, “Aku lulus ujian tulis.” SEab o

Yu Hao, “Kamu lulus?”

Zhou Sheng, “Wawancaranya minggu depan.”

Yu Hao, “Kamu lulus?! Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa?!”

Zhou Sheng berkata, “Hahahaha itu jelas karena gosip tentang Serigala Bermata Putih Tua ini lebih menarik ah hahaha, bagaimana ujian masuk pascasarjana bisa dibandingkan dengan gosip itu?!” H4Zfbj

Yu Hao segera pergi mencari-cari popper pesta yang telah dia siapkan, lalu mengarahkannya ke kepala Zhou Sheng dan menarik talinya; dengan “bang“, pita pelangi berserakan di seluruh kepala dua lainnya. Anqi menjerit dan lari. Yu Hao mengira dia ketakutan, tetapi Anqi berkata, “Beri aku satu! Selamat, selamat!”

“Aku menyiapkan satu kotak penuh!” Yu Hao berteriak, “Ini bagus! Mulai hari ini aku istri seorang pascasarjana!”

Zhou Sheng, “……”

Anqi dan Yu Hao mulai menyatukan popper pesta seperti orang gila dan membuat rumah berantakan. nsLtai

“Selamat kepada Direktur tua Zhou karena memiliki putra tercinta lagi!” Anqi jelas tidak terlalu menyukai Zhou Laichun.

“Hahahaha—” Yu Hao tertawa terbahak-bahak hingga jatuh ke sofa. Dia berteriak, “Selamat, selamat!”

Please visit langitbieru (dot) com


Satu tahun kemudian.

Ou Qihang mulai menganalisis sirkuit Roda Gagak Emas di komputer. Qin Guodong masuk dan duduk. 0mgdVC

“Dia berjanji untuk meminjamkannya padamu selama setahun?” Qin Guodong bertanya.

“Ya.” Ou Qihang melihat ke layar komputer dan menjawab, “Lagipula benda ini tidak bisa digunakan sekarang. Zhou Sheng bilang tidak ada gunanya dia memegangnya, jadi dia meminjamkannya kepadaku untuk sementara. Dia akan mengambilnya dariku kapan pun dia ingin menggunakannya.”

Qin Guodong berkata, “Aku menghabiskan begitu banyak upaya untuk membuka lab ini untukmu, tapi analisisnya masih gagal.”

Ou Qihang menarik kursi putarnya, berkata, “Ini sangat sulit. Ini adalah produk dari peradaban lain, jadi ada baiknya kita tahu untuk apa sebenarnya benda itu digunakan. CPU-nya sama sekali tidak bisa menemukan konektor energi yang sesuai; sepertinya harus mengekstrak energi langsung dari bintang-bintang.” MVmEyx

Qin Guodong berkata, “Rencananya pekerjaan apa yang ingin kamu cari?”

Ou Qihang menjawab, “Aku akan masuk ke graduate school. Jangan menyentuhnya, aku harus keluar sebentar. Aku akan kembali minggu depan.”

Qin Guodong meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya dan melirik Roda Gagak Emas pada alat analisa. Ou Qihang mengemasi barang-barang di lab dan tiba-tiba bertanya, “Qin Laoshi, apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“Apa?” Qin Guodong berbalik dan berkata. ydQwk8

“Pada awalnya, apa kamu pernah berpikir untuk mengambil Roda Gagak Emas untuk dirimu sendiri?” Ou Qihang berkata, “Aku sangat penasaran. Atau apakah kamu menyadari jika benda itu sudah tidak ada gunanya dan pada akhirnya kamu mengembalikannya ke Zhou Sheng?”

“Apa itu sangat penting?” Qin Guodong berkata, “Aku rasa tidak perlu berpikir terlalu dalam tentang prosesnya.”

Ou Qihang berkata, “Aku hanya ingin tahu. Siapa tahu kamu akan menggunakannya setelah CPU-nya berhasil diisi daya.”

Qin Guodong menjawab, “Pada saat itu, seseorang akan datang untuk menghentikanku. Kejahatan tidak akan pernah bisa mengalahkan kebajikan. Aku tidak sombong seperti Ren Chong.” 2hsieJ

Ou Qihang berkata sambil tersenyum, “Benar ‘kan? Tapi aku pikir kamu mungkin pernah memiliki ide itu sebelumnya. ”

“Sejujurnya, aku benar-benar tidak pernah memikirkannya.” Qin Guodong berkata, “Sepanjang hidup ini, aku sudah begitu lelah hanya untuk mendapatkan wawasan tentang hati orang-orang. Jika kamu memahami hati terlalu banyak orang, maka seseorang bahkan tidak akan memiliki satu teman pun di dunia ini, jadi mengapa repot-repot? Memanipulasi dan mempermainkan hati orang-orang mungkin memuaskan hasrat kekuasaan Ren Chong, tapi begitu dia berhasil, itu juga berarti…”

Ou Qihang berkata, “Itu juga berarti bahwa kamu akan menjadi satu-satunya orang yang tersisa di dunia ini.”

“Ya.” Qin Guodong mengangguk. “Semua makhluk hidup telah diserang oleh jiwamu, jadi kamu akan berubah menjadi satu-satunya Dewa. Betapa kesepiannya itu, dan betapa malangnya itu?” dtgpTj

Ou Qihang berkata, “Itu benar. Setelah semua keinginan terpenuhi, tidak ada banyak arti yang tersisa dalam hidup.”

Qin Guodong bertanya, “Kemana kamu pergi?”

Please visit langitbieru (dot) com

“Australia, untuk bermain.” Ou Qihang berkata, “Aku akan membawakan beberapa makanan khas untukmu, sampai jumpa.”


Kantor surat kabar. duaW9w

Lin Ze dan Situ Ye menyeret barang bawaan mereka ke kantor. Lin Ze berkata kepada Jin Weicheng yang merupakan editor yang bertugas, “Jin Laoshi, kami harus merepotkanmu karena harus menggantikan kami dulu.”

“Selamat bersenang-senang.” Kata Jin Weicheng.


Maret, Australia, Hardy Reef.

Selama pertengahan musim panas di belahan bumi selatan, perairan Great Barrier Reef yang hampir transparan tampak seperti jeli. Rumah-rumah menghiasi perairan dalam jumlah besar, dan terumbu karang diwarnai dengan warna hijau kebiruan yang indah saat menyebar di dasar laut lepas pantai. Matahari bersinar cemerlang; dasar laut bisa dilihat hanya dengan pandangan sekilas. Kapal pesiar dengan dasar kaca berlayar satu demi satu, seolah-olah mengambang di udara — langit biru, awan putih, dan air laut telah menyatu menjadi satu warna. Wp9M4l

Yu Hao tertidur sampai gelap karena dia masih menderita jet lag. Ketika dia tiba malam sebelumnya, suasana di luar gelap gulita, dan dia tidak bisa melihat apa-apa. Ketika dia bangun di pagi hari, rumah air yang menghadap ke laut kini diselimuti oleh tirai muslin, sementara sinar matahari yang bersinar masuk dari luar.

“Bangun!” Chen Yekai berkata, “Lihat sudah jam berapa!”

Di samping Yu Hao di tempat tidur, Zhou Sheng telah hilang, namun kehangatannya masih tertinggal di bawah selimut.

Begitu Yu Hao melihat waktu, dia terkejut. Ou Qihang juga mengikuti, berkata, “Bangun dan ganti pakaianmu! Ini akan segera dimulai!” nmwqU6

Yu Hao, “……”

“Kenapa kalian tidak memakai apa-apa, tapi aku harus memakai baju!” Yu Hao meratap, “Aku juga ingin pergi snorkeling!”

“Bagaimana kamu pikir kami tidak memakai apa-apa!” kata Chen Yekai.

Ou Qihang, “Tepat sekali, kami jelas memakai celana pendek pantai.” csM4gQ

Ou Qihang dan Chen Yekai sama-sama setengah telanjang dan jelas sangat menyadari status mereka sebagai turis. Mereka bahkan bertelanjang kaki saat mendorong Yu Hao ke wastafel. Ou Qihang mengoleskan tabir surya pada Yu Hao, Chen Yekai membantunya mencukur rambutnya, dan setelah terlibat dalam kekacauan untuk sementara waktu, Chen Yekai melihat arloji selam di pergelangan tangannya dan berkata, “Oke, ketika saatnya tiba, kamu hanya perlu berjalan di sepanjang rute.”

Ou Qihang berkata, “Kami pergi dulu!”

Yu Hao mengamati dirinya sendiri di cermin. Dia mengambil napas dalam-dalam, berdiri di sana sebentar, lalu mendorong pintu terbuka dan pergi.

Lin Ze setengah telanjang dan mengenakan celana pendek pantai saat dia menunggu di pintu masuk ke rumah air. Dia meletakkan ocarina di sebelah mulutnya, dan begitu pintu terbuka, musik mulai mengalun. ewOJbs

Yu Hao tertawa. Itu adalah melodi ilahi Douyin yang telah mereka latih dengan rajin selama berbulan-bulan.

“Kamu berjalan bersamaku menuju musim panas dengan nyanyian para jangkrik, berjalan melalui hiruk pikuk kota; alunan lagu masih terdengar di udara, di matamu yang seperti bunga delima, aku tak bisa melihat kelembutanmu…”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao bernyanyi bersama dengan alunan musik saat dia berjalan keluar dari koridor panjang. Lin Ze meniup ocarinanya dengan irama saat dia mengikutinya dari belakang. Di ujung koridor, Chen Yekai muncul dan mulai meniup ocarina dan mengikutinya.

“Aku sangat merindukanmu, setiap musim hujan; apa yang kamu pilih untuk dilupakan, adalah hal yang paling melekat padaku—” OeHoX3

Situ Ye menunggu di taman dan tersenyum pada Yu Hao. Senyum itu secemerlang matahari, dan dia bernyanyi bersama Yu Hao,

“Surat ini terlalu pendek untuk perasaanku; ada terlalu banyak riak yang tak bisa kuutarakan, setiap aspek dari ceritaku adalah tentangmu.”

Di jalan berbatu, Cen Shan meniup ocarina dengan sedikit senyuman di tatapannya, menemani Yu Hao berjalan menuju dermaga.

Ou Qihang menunggu di dermaga. Dia mulai memainkan ocarinanya dan bergabung dengan mereka. Yu Hao melangkah ke kapal pesiar dengan alas kaca; si pendayung perahu mulai mengayuh air, dan perahu yang mirip gondola itu bergoyang saat didayung ke laut yang transparan. rqjG0Q

Langit cerah, angin sepoi-sepoi, dan ombak yang tenang. Yu Hao berdiri di haluan kapal dan memandangi pulau karang di tengah laut. Ada lengkungan di sana yang dibangun dengan mawar putih; baik Fu Liqun dan Huang Ting mengenakan kemeja saat mereka menunggu bersama dengan Zhou Sheng. Zhou Sheng dengan santai menarik beberapa kali kelopak mawar yang digunakan untuk dekorasi.

Lima perahu yang didekorasi seperti gondola mengambang perlahan di laut transparan itu saat mendekati pulau.

Yu Hao memandang Zhou Sheng, yang menunggunya di pulau itu. Situ Ye bernyanyi ke satu sisi,

“Bagaimana aku jatuh cinta padanya, dan memutuskan untuk pulang bersamanya; menyerahkan semua yang kumiliki, segala yang kumiliki, tak masalah…” 4MtcjK

“Surat ini terlalu pendek untuk perasaanku; masa mudaku tahun lalu adalah cerita yang panjang, ceritaku masih tentangmu.”

Gondola mencapai pantai. Yu Hao turun. Dihiasi kemeja putih dan celana jas hitam, dia berjalan menuju Zhou Sheng, yang basah kuyup karena teriknya panas matahari. Zhou Sheng terlihat sangat tampan hari ini tetapi juga tampak sangat seksi. Dia melonggarkan dasi di lehernya dari waktu ke waktu, dan keringat terlihat menetes dari rambutnya.

“Kamu sampai?” kata Zhou Sheng.

“Ketiduran.” Yu Hao berkata dengan sedikit malu. oarmqT

“Tanpa adanya orang yang masuk ke mimpimu untuk membangunkanmu, kamu tidak akan bisa bangun.” Senyum tipis Zhou Sheng begitu memabukkan. Dia menundukkan kepalanya dan mencium Yu Hao, memegang tangannya, dan mereka berjalan ke lengkungan yang dihiasi dengan mawar putih. Situ Ye segera mengeluarkan kameranya dan membekukan momen itu.


Satu setengah tahun kemudian.

“…masih ada proyek lain di sini, mereka benar-benar membawa kami ke air terjun dengan perahu karet! Zhou Sheng bersikeras menarikku untuk bermain dengannya, dan kami akhirnya basah kuyup.”

Foto yang diterima Chen Yekai menampilkan tubuh setengah telanjang Yu Hao dan Zhou Sheng yang mengenakan jaket pelampung, sosok mereka tampak begitu menyedihkan karena keduanya basah kuyup. Serta foto lainnya yang mereka ambil bersama di depan sebuah air terjun. 6dPhk1

“Chichén Itza benar-benar panas, kulit mereka berdua terlihat cokelat sekarang…” kata Chen Yekai sambil memegang foto-foto itu.

Dalam foto itu ada Zhou Sheng, yang mengenakan kemeja dan celana pendek hitam saat dia bermain sepak bola di lapangan Cuju. Yu Hao menangkap momen Zhou Sheng yang tengah menendang bola yang digunakan untuk latihan di jalur yang melengkung di udara.

Story translated by Langit Bieru.

“Kami mengikuti tim ekspedisi.” Cen Shan membaca surat dari Yu Hao dan Zhou Sheng di bawah sinar matahari di dekat jendela rumahnya di Wina. Fu Liqun melihat foto itu – yang menampilkan mereka berdua dan beberapa anggota tim ekspedisi lainnya di sebuah kamp yang didirikan di padang pasir, dan mereka membuat isyarat ‘yes’.

Fu Liqun berkata, “Mereka benar-benar pergi?” aGH4qF

Cen Shan bertanya, “Kenapa mereka sangat ingin sekali pergi ke Loulan?”

Fu Liqun tersenyum dan memeluk Cen Shan dari belakang, menyentuh perut buncit Cen Shan dengan kedua tangannya.

“Apa mereka bisa datang ke pernikahan kita tepat waktu?” Cen Shan berkata, “Mereka harus pergi ke sini bulan depan.”

Fu Liqun berkata, “Mereka pasti bisa, jangan khawatir. Mereka sudah membeli tiketnya. Biarkan aku melihatnya?” H17QEY

Fu Liqun melihat-lihat foto-foto itu, berkata, “Loulan dalam mimpi ah. Apa kamu ingat film yang kita tonton saat kita pertama kali bertemu juga tentang itu?”

Cen Shan berkata, “Tentu saja aku ingat, dan aku terus digigit nyamuk… setelah melewati Kota Iblis Yardang, ada negeri tak bertuan yang luas. Aku tidak melihat Lop Nor, dan serigala melolong sepanjang malam, itu mengingatkanku pada ‘serigala putih licik’ yang legendaris.”

Fu Liqun tertawa. Cen Shan membalik ke foto terakhir; di dalamnya ada Yu Hao dan Zhou Sheng dengan wajah tertutup saat mereka bertahan dari badai pasir dan terik matahari dengan hanya mata mereka yang terlihat, dan mereka duduk bersila di depan reruntuhan kota kuno.

“Memanggil taksi di Ramla Square… untuk menuju Mercusuar Alexandria.” dCSDXh

Di Los Angeles, Shi Ni duduk di ayunan di halaman rumahnya, membaca surat yang diterimanya dengan kepala tertunduk.

“…mercusuar yang dibangun paling awal telah tenggelam ke dasar laut, dan Mesir membangunnya kembali pada tahun 2015.” Shi Ni melihat foto itu; Yu Hao dan Zhou Sheng sedang duduk di bawah Mercusuar Alexandria. Zhou Sheng duduk di pagar sementara Yu Hao berdiri, tersenyum ke kamera, dan dia sepertinya samar-samar mengingat sesuatu.

“Taman Gantung Babel belum ditemukan.” Huang Ting membalik bagian depan foto, “Tapi kami sudah mengunjungi reruntuhan Babilonia kuno di selatan Bagdad… Sial, bukankah kalian terlalu berani? Bukankah Irak masih di tengah perang?”

Dalam foto itu ada Yu Hao, Zhou Sheng dan seorang penjaga. QidoKg

“Lalu, Zhou Sheng hampir menabrak orang yang berpakaian seperti zombie …”

Ou Qihang membalik-balik foto yang dikirimkan Yu Hao; itu adalah foto keduanya yang berada di depan atraksi ‘The Walking Dead’ di Universal Studio.

“Untungnya aku menariknya kembali tepat waktu.” Ou Qihang tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis, “Aku juga ingin keliling dunia! Pasti sangat menyenangkan!”

“Surat ini terlalu pendek untuk perasaanku, aku tidak punya cukup ruang untuk menggambarkan semuanya secara detail …” NF qwi

Yu Hao duduk di depan reruntuhan kota kuno Pompeii; ada papan terbentang di lututnya, dan dia menundukkan kepalanya saat dia menulis surat. Dia menempatkan foto-foto yang telah mereka ambil ke dalam amplop, lalu memasukkannya ke dalam kotak surat. Zhou Sheng menatap reruntuhan Pompeii dan berkata, “Ini yang terakhir?”

Un, untuk Liang Laoshi.” Yu Hao berkata, “Tidak ada yang tersisa.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng berkata, “Kalau begitu, ayo pergi ke mimpiku?”

“Ayo pergi.” Yu Hao tertawa. JgQEUz

Keesokan harinya, keduanya bangun sangat pagi. Setelah mengunjungi tempat tujuan terakhir, mereka akan naik pesawat pada siang hari ke Wina untuk menghadiri pernikahan Fu Liqun dan Cen Shan.

Di Koloseum, warna putih marmer sebelum fajar membuat sedikit cahaya redup. Pagi musim panas adalah periode terdingin di Roma. Zhou Sheng dan Yu Hao mengenakan jaket lengan panjang saat memasuki arena.

Zhou Sheng berdiri dalam kegelapan sebelum fajar, melihat sekeliling, lalu melihat ke tribun. Kamera Yu Hao digantung di lehernya. Dia duduk di tribun dan menatap Zhou Sheng, yang berada di arena.

“Hei, cowok!” Yu Hao berteriak. 86Cmo7

“Hei!” Zhou Sheng menjawab.

Yu Hao bertanya, “Siapa yang ingin kamu tantang kali ini?”

Zhou Sheng, “Aku tidak ingin menantang siapa pun! Aku hanya di sini untuk kunjungan inspeksi.”

Yu Hao berkata, “Naik?” 8euoBN

Zhou Sheng berkata, “Kamu turun.”

“Kamu naik.”

“Kamu turun. Patuhlah.”

Jadi Yu Hao hanya bisa berjalan menuruni tangga untuk berdiri di samping Zhou Sheng. Dia berkata, “Aku masih ingin memotretmu dari tempat yang lebih tinggi.” n0VNYb

Ssst.” Zhou Sheng menarik tangan Yu Hao, “Matahari akan terbit, lihat dari sini.”

Yu Hao dan Zhou Sheng berpegangan tangan, seperti dua pengelana yang telah berjalan dari sungai waktu yang panjang.

Matahari terbit, menerangi dunia yang tertidur lelap ini dan membangunkan semua makhluk hidup. Cahayanya mengelilingi mereka, sinarnya menyinari melalui banyak pintu arena Romawi kuno. Setiap lubang di dinding itu seperti sebuah pintu—sebuah pintu yang menuju ke milyaran dunia mimpi yang bersinar terang seperti bintang-bintang yang cemerlang.


——Merebut Mimpi • Tamat—— b384ko


【Sebenarnya anjing tidak terlalu menakutkan. Anjing adalah teman manusia ah. 】 Sekelompok kata-kata berantakan ditulis di sebuah kartu pos.

Lin Ze memegang kartu pos itu dan berkata, “Kenapa anak itu tiba-tiba mengirimiku kartu pos seperti ini? Dan ini bahkan lukisan Monet?”

Langit Bieru.

Situ Ye bosan kaku. “Dia pasti pergi ke Paris lagi ba?! Kapan Yu Hao Didi kembali! Bukankah dia sudah lama pergi dari rumah!”

“Dia masih menulis naskahnya. Jangan khawatirkan dia.” Lin Ze berkata, “Kenapa ini seperti memiliki kesan matahari terbit?” h7RNHz

Situ Ye, “Kenapa kamu peduli dengan kesan seperti itu? Aku bosan! Aku ingin bermain juga! Aku ingin pergi ke Australia juga! Aku ingin pergi ke Antartika! Aku ingin pergi ke Kroasia untuk melihat Kota Pendaratan Raja…”

Lin Ze, “Aku pasti akan mengajakmu selama liburan Hari Nasional! Berhenti berteriak! Aku mengerti!”


Feitian-gege ingin mengatakan sesuatu:

Setiap kali aku selesai menulis kisah para protagonis, aku akan merasa seperti baru saja menjalani kehidupan yang begitu agung dan megah. cE9hZG

Semoga setiap orang memiliki mimpinya masing-masing, di mana matahari akan selalu terbit.

Ekstra dari Merebut Mimpi akan dirilis dalam versi simplified terlebih dahulu, harap perhatikan informasi publikasi versi simplified-nya.

Edisi simplified akan diterbitkan di Jinjiang tiga bulan kemudian.

Oke, itu saja untuk saat ini, sampai jumpa di buku berikutnya. sTLFkI


Jeff: Waahhhhhhh akhirnya tamaaattttt…………. Aku mengambil project ini sekitar tahun 2020 dan ngga nyangka bisa tamat sekarang TWT aku mau berterima kasih buat semua pihak yang terlibat dalam proses menerjemahkan novel ini, baik para co-translatorku dan editorku, baik yang sudah berhenti maupun yang sudah menemaniku menyelesaikan novel ini sampai tamat. Terima kasih juga untuk kak Zryuu yang sudah mengizinkanku retranslate novel ini dan terima kasih untuk kak Amure yang mengizinkanku untuk mengambil alihnya. Terima kasih banyak juga untuk para pembaca dan komentar-komentar kalian. Terjemahan novel ini memang belum sempurna, tapi tanpa semua pihak yang terlibat, tentunya novel ini tidak akan bisa terselesaikan. Untuk bab ekstra mungkin tidak akan aku terjemahkan untuk sekarang, jadi mohon maaf sekali. Yup, sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa di project selanjutnya!

Ps. Jangan lupa baca Tiandi Baiju juga ya, karena novel itu satu universe dengan Merebut Mimpi, dan ada karakter Merebut Mimpi juga yang muncul disitu.

30 April 2022

YkcS G

Translator's Note

Sama kayak TikTok

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!