English

Bukankah Kamu Menyukaiku?Ch18 - Mendekatlah!

0 Comments

Setelah menyerap energi Yang, Lin Feiran berjalan ke arah pintu kamar mandi dan ragu-ragu sejenak. Dia masih merasa tidak ingin keluar; meskipun dia tidak bisa melihat atau mendengar hantu-hantu itu, dia hanya perlu memikirkan mereka untuk mengetahui bahwa kelompok leluhur keluarga Gu ini pasti sedang mendiskusikannya. Sebaliknya, Lin Feiran berbalik dari pintu dan duduk di toilet dengan ekspresi bermasalah.

  3mjdd9

Dia sama sekali tidak menginginkan kekuatan bobrok yang bisa membuatnya melihat hantu ini. Minggu depan, apa pun yang terjadi, dia harus kembali ke rumahnya yang lama dan menyelidikinya. Tapi bagaimana caranya dia bisa membawa Gu Kaifeng ….

 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Feiran menghela napas perlahan saat dia berpikir, terdengar seperti orang tua kecil

  snPTHY

“Apa yang kamu lakukan?” Pada saat ini, Gu Kaifeng tiba-tiba menyibak tirai shower dan menatap Lin Feiran yang sedang duduk di toilet sambil mengenakan ekspresi tertegun dan imut. Dia menggoda, “Menungguku keluar dari kamar mandi?”

 

“Tidak, aku hanya ….” Lin Feiran tidak bisa memikirkan alasan yang bagus dan tergagap, membuat dia tidak punya pilihan lain selain untuk berbalik dan pergi. Menguatkan dirinya sendiri, dia membuka pintu dan keluar.

  cMlNTx

Lorong di luar pintu kamar mandi sangat hening. Lin Feiran berdiri di pintu kamar mandi dengan ekspresi rumit. Meskipun dia merasa canggung untuk masuk lagi, namun dia mengambil satu langkah lebih dekat ke jimatnya pelindungnya. Beberapa menit berlalu dan suara air dari shower berhenti, diikuti dengan deru tirai kamar mandi yang ditarik ke samping. Suara langkah kaki sandal Gu Kaifeng semakin dekat, lalu berhenti. Mungkin dia sedang mengeringkan tubuhnya dan mengenakan pakaian.

 

Gu Kaifeng sudah selesai mandi, tapi ini tidak membuat Lin Feiran tenang karena sulur energi Yin sudah bosan menunggu dan mulai bangkit dari telapak kakinya. Begitu mata Yin-Yang Lin Feiran diaktifkan kembali, tiga wajah tua yang berjejer erat mulai muncul di depannya. Wajah terdekat hanya berjarak beberapa sentimeter dari Lin Feiran. Pada saat yang sama, dia bisa mendengar suara tua mengeluh, “Mataku ini benar-benar tidak bisa melihat. Bahkan meskipun sudah sedekat ini, mereka tidak dapat melihat dengan jelas … ”

  XDJlT9

Tampaknya mereka mencoba untuk melihat seperti apa tampang Lin Feiran!

“Ah ….” Lin Feiran sudah siap secara mental, tapi dia masih tidak bisa menanggung kontak dekat yang terjadi secara tiba-tiba ini. Dia dengan cepat membekapkan tangan ke mulutnya dan memblokir teriakan yang tersangkut di tenggorokannya. Dia ingin bergegas kembali ke kamar mandi tetapi menemukan bahwa salah satu hantu tua itu ternyata berdiri tepat di pintu. Untuk pergi ke kamar mandi, dia harus melewati tubuh hantu tua itu. Mengingat betapa mengerikan rasanya ketika energi Yin membekukan semua persendiannya sampai mereka meringkuk, Lin Feiran dikalahkan oleh terornya. Dia menoleh dan berlari ke arah yang berlawanan. Apa yang bisa dipikirkannya hanyalah bagaimana cara menjaga jarak antara dia dan leluhur hantu ini.

 

Lin Feiran yang berwajah pucat hanya mampu berlari beberapa langkah ketika dia melihat kepala emas tiba-tiba muncul dari sekitar sudut. Yorkie membawa mainan anjing di mulutnya. Energi Yang yang cerah menyelimuti tubuhnya seperti emas cair. Tampaknya kekuatan energi Yang anjing itu tidak kalah dari milik Gu Kaifeng! 3JN92W

 

Sial, energi Yang anjing ini sangat kuat! Ekspresi Lin Feiran tampak sangat gelisah hingga dia tampaknya seperti siap menelan Yorkie dengan satu lahapan. Dia melesat maju seperti anak panah dan membungkuk untuk mengangkat Xia Xia yang ketakutan, yang tampak seperti ingin berbalik dan berlari. Lin Feiran mengambil anjing itu ke dalam pelukannya dan memeluknya erat-erat!

 

Segera setelah dia menyentuh Xia Xia, perasaan dingin di tubuh Lin Feiran menghilang. Dia buru-buru menoleh ke belakang dan menemukan bahwa leluhur hantu di lorong juga telah menghilang. Cw15Zc

 

“Uu-guk!” Mata manik-manik hitam Xia Xia terbuka bulat dan lebar, dan bahkan pita kupu-kupunya pun bengkok karena syok. Xia Xia menggonggong saat ia mencoba membebaskan diri dari lengan Lin Feiran.

Langit Bieru.

 

“Jangan takut, jangan takut. Anak baik, aku tidak makan anjing ….” Lin Feiran menyadari bahwa sikapnya barusan cukup menakutkan. Dia dengan cepat mengendurkan kekuatan di lengannya dan menggunakan satu tangan untuk mendukung Xia Xia yang sangat ketakutan dan dengan nyaman membelai kepala kecil Xia Xia menggunakan tangan yang lainnya. 89y7dQ

 

Setelah beberapa belaian, Lin Feiran berhasil melepaskan pita kupu-kupu dari kepala Xia Xia.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

 

Wlj Wlj sjcu rjcuja rbwybcu rfxjgjcu yjtxjc ifylt alvjx yjtjulj ifylt. “Xex! Xex uex uex!” kCJ0hm

 

“… Zjjo.” Olc Mflgjc yfgufujr ecaex wfcujwyli qlaj xeqe-xeqe afgrfyea vjc wfifajxxjccsj xfwyjil vl xfqjij Wlj Wlj.

 

Vejrjcj tjal Wlj Wlj rfqfgalcsj wfwyjlx. Glj yfgyjglcu vl qfiexjc Olc Mflgjc vjc alvjx wfgbcaj-gbcaj ijul. NyhDAM

Lin Feiran dengan lembut menghela nafas. Sebelum hari ini dia tidak akan pernah berpikir bahwa binatang juga bisa memiliki energi Yang. Dalam hal ini, dia bisa memelihara hewan peliharaan dengan energi Yang yang kuat sebagai jimat di masa depan … sesuatu seperti hamster, yang bisa dia simpan diam-diam di kamarnya. Dengan begitu dia tidak perlu harus terus-terusan menempel pada Gu Kaifeng setiap saat… Pada titik ini, suasana hati Lin Feiran, yang agak rendah selama beberapa hari terakhir, langsung menjadi cerah. Semakin dia memandang Xia Xia dalam pelukannya, semakin dia menganggapnya lucu!

 

Ajvl, xfalxj Xe Bjlofcu rfifrjl wfcufcjxjc qjxjljccsj vjc yfgpjijc xfiejg vjgl xjwjg wjcvl, vlj wfiltja Olc Mflgjc yfgqeajg-qeajg vfcujc Wlj Wlj sjcu vljcuxja vfcujc ufwylgj vl evjgj. Vfafijt yfgqeajg yfyfgjqj xjil, Olc Mflgjc, vfcujc wjaj sjcu yfgrlcjg, wfcmlew Wlj Wlj vl xfqjij xfmlicsj.

  8ZsSKT

“Aku selesai mandi,” Gu Kaifeng melangkah mendekat, jejak senyum gelap bisa dilihat di bibirnya. Dia mengambil Xia Xia dari pelukan Lin Feiran dan, dengan ekspresi tenang yang tak tertandingi, mencium tempat yang sama dengan yang barusan dicium oleh Lin Feiran.

 

Xia Xia sangat menikmati perasaan disayangi. Dia tidak tahu bahwa dia telah digunakan oleh kakak laki-lakinya sebagai alat untuk ciuman tidak langsung dengan kakak iparnya!

  eHu 5O

Perasaan panik yang tak bisa dijelaskan melonjak di dalam hati Lin Feiran. Dengan cepat, dia berpaling untuk menatap dinding. Berpura-pura tidak melihat apa-apa, dia menyarankan dengan serius, “Ayo kita manfaatkan waktu dan mengerjakan pekerjaan rumah kita.”

 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia sangat takut kalau leluhur keluarga Gu akan merasa bahwa dia telah menyesatkan satu-satunya pewaris sembilan generasi mereka!

  OB0hrl

Gu Kaifeng menempatkan Xia Xia di lantai dan perlahan-lahan mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feiran.

 

Piyama Lin Feiran tidak pas; tampak agak terlalu besar di tubuhnya dan garis lehernya terbuka sedikit lebar. Kedua tulang selangkanya yang indah benar-benar terekspos, mengarah dengan mulus ke tenggorokannya yang putih dan bersih. Melihat ini, Gu Kaifeng tidak bisa mengendalikan pikirannya. Dia hanya bisa berpikir tentang cepat-cepat memeluk kue lengket kecil Lin Feiran ini, membungkusnya dengan selimut, dan pergi tidur.

  wNmO9F

Gu Kaifeng menatap Lin Feiran dengan lapar seperti serigala. Dia berkata dengan suara rendah, “Kita bisa mengerjakannya bersama besok. Ayo tidur dulu.”

 

Lin Feiran mengambil jimat baru Xia Xia dari lantai dan tidak memperhatikan ekspresi Gu Kaifeng. Dia bertanya dengan polos, “Ini baru jam sembilan. Apa jam segini kamu bisa tidur?”

  djW4m3

Aku tidak berpikir untuk tidur. Kakak hanya ingin memelukmu. Gu Kaifeng mengambil napas dalam-dalam dan menekan api jahat di dalam hatinya sambil berkata, “Kalau begitu ayo kita kerjakan pekerjaan rumah untuk sementara waktu.”

 

Sambil memeluk Xia Xia, Lin Feiran mengikuti Gu Kaifeng ke ruang studi.

  WuMKtx

Meja di dalam ruang studi itu dibeli oleh ayah Gu Kaifeng untuk melakukan pekerjaannya. Tetapi setelah dia membelinya, dia hampir tidak pernah menggunakannya sama sekali, jadi Gu Kaifeng mengambilnya. Permukaan meja kerja itu sangat besar dan buku-buku dan alat tulis bisa dengan bebas diletakkan di mana saja. Itu sangat nyaman. Gu Kaifeng mengumpulkan barang-barang di atas meja untuk menciptakan ruang yang cukup besar bagi Lin Feiran untuk belajar. Kemudian dia menyeret kursi putar dari ruangan lain sehingga keduanya bisa duduk berdampingan di meja seperti layaknya di sekolah.

 

Lin Feiran mengeluarkan pekerjaan rumahnya dari dalam tas sekolah dan meletakkannya ke dalam tumpukan tebal sesuai dengan urutan yang ingin dia kerjakan. Kemudian, dia mengambil buku kerja matematika dari atas tumpukan dan membukanya. Dia bergumam pada dirinya sendiri, “Lengkapi halaman 46 hingga 50 …”

  EL6yWC

Melihat sikap serius Lin Feiran, Gu Kaifeng menganggapnya menyenangkan. Dia mengikuti teladannya dan meletakkan pekerjaan rumahnya dalam urutan yang sama persis, kemudian membuka buku kerja matematika dan membalik ke halaman 46.

 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Feiran melirik Gu Kaifeng dan melihat bahwa dia juga ingin mengerjakan matematika terlebih dahulu. Dengan penuh semangat, dia bertanya, “Ayo kita bersaing dan lihat siapa yang bisa mengerjakannya lebih cepat?”

  3DrGXm

“Tentu.” Gu Kaifeng mengeluarkan dua lembar kertas kosong dan menyerahkannya kepada Lin Feiran untuk digunakan sebagai kertas coretan. “Ayo mulai.”

 

Lin Feiran menepuk Xia Xia yang sedang berbaring di lututnya dan berkata, “Adik Gu Kaifeng, kamu sangat baik.”

  TyNEpU

Xia Xia mengeram manis dan menenggelamkan dirinya dengan asik bersama mainan anjingnya.

 

Lin Feiran membenamkan kepalanya ke dalam bukunya dan mulai menjawab soal. Di dalam rumah sangat sunyi, dan hanya suara ujung pena yang menggores kertas saja yang bisa didengar. Lin Feiran menyelesaikan dua belas soal pilihan ganda sekaligus, lalu dengan sembunyi-sembunyi melirik buku kerja Gu Kaifeng. Dia melihat Gu Kaifeng masih berkutat pada soal 11 dan langsung santai. Dengan keyakinan penuh bahwa dia akan menang, dia mulai mengisi soal kosong.

  qEk2i7

Pada saat ini, hampir dua puluh menit telah berlalu. Dalam dua puluh menit ini, Lin Feiran belum menyentuh Gu Kaifeng sama sekali, tetapi mata Yin-Yang miliknya belum diaktifkan. Jelas, ini semua adalah berkat pekerjaan baik Xia Xia. Lin Feiran mengacak-acak bulu Xia Xia dua kali, ujung bibirnya sedikit terangkat. Dia sangat senang.

 

Menyadari situasi ini, Gu Kaifeng mengetuk lutut Lin Feiran dengan lututnya sendiri, bertanya, “Kenapa kamu tidak menyentuhku lagi?”

  rIgdiP

Sekarang Lin Feiran punya anjing untuk membantunya dan benar-benar tidak merasa takut. Dia berkata dengan wajah tegas, “Biasanya, aku juga tidak menyentuhmu.”

 

Setelah dia berbicara, dia bahkan menggeser kursi putarnya sampai menjauh sepuluh sentimeter dari Gu Kaifeng untuk menunjukkan kepolosannya!

  0IG7Ui

“Kamu mendekat kesini.” Gu Kaifeng merasa marah sekaligus geli. Dia memegang sandaran tangan di kursi Lin Feiran dan dengan paksa menarik Lin Feiran ke arahnya. Kemudian, dia juga sedikit menggeser pekerjaan rumah Lin Feiran ke arahnya. Keduanya sekarang duduk saling berdekatan. Jika tangan dan kaki mereka bergerak sedikit saja, mereka akan bersentuhan.

 

Please visit langitbieru (dot) com

“Meja itu sangat besar. Bukankah kamu tidak suka dekat-dekat?” Lin Feiran memprotes dan menjauh sedikit, tetapi Gu Kaifeng segera menariknya kembali.

  07iZ32

Gu Kaifeng bertanya, “Masih mau lari?”

Lin Feiran membalas, “Jangan membuat keributan.”

 

Mata Gu Kaifeng sedikit menyipit. “Biasanya kamu selalu menempel erat padaku. Sekarang kamu menolak untuk mengakuinya?” 6CyaYL

 

Lin Feiran benar-benar serius dan bermuka poker saat dia berkata, “Itu kesalahpahamanmu saja.”

 

Kue lengket kecil itu tiba-tiba tidak lengket lagi. Mungkin karena dia butuh dipukuli! PL38m7

 

Gu Kaifeng sangat frustrasi hingga dia menggertakkan giginya. Dia berkata, “Duduklah dengan tenang. Kalau kamu lari lagi, aku akan membuatmu duduk di pangkuanku.”

 

Wajah Lin Feiran langsung memerah. Untuk membuat suasana agar tidak terlalu aneh, dia memaksakan diri untuk menggoda dengan santai, “Apa kamu tidak takut aku akan mematahkan kakimu kalau aku duduk di atasnya?” WvD5zY

 

Gu Kaifeng tersenyum jahat. “Cobalah?”

 

“Tidak mungkin. Cepat jawab soalmu. Aku sudah dua soal di depanmu sekarang.” Dengan wajah merah, Lin Feiran mengubah topik pembicaraan. Dia juga tidak berani melarikan diri. Dia membenamkan kepalanya di kertas coretan dan mulai menulis dengan marah. h7VHIA

 

Satu jam kemudian, Gu Kaifeng menutup buku kerjanya dan menggeliat santai. Sepertinya dia telah menyelesaikan pekerjaannya, tapi Lin Feiran terjebak pada soal uraian terakhir. Alisnya yang indah terjalin erat saat pulpennya melayang di atas kertas, menulis dan menghitung. Wajahnya bahkan sedikit merah karena pengerahan tenaga. Adapun Xia Xia, dia telah meletakkan kepalanya di atas lutut Lin Feiran dan tertidur.

Please visit langitbieru (dot) com

 

Gu Kaifeng berdiri dan diam-diam turun ke lantai satu. Beberapa saat kemudian, dia kembali sambil memegang sepiring buah-buahan yang sudah dicuci dan dipotong. uIj9g8

 

“Buka mulutmu.” Gu Kaifeng mengupas anggur dan mendorongnya ke bibir Lin Feiran. Lin Feiran berkonsentrasi penuh pada soal uraian tersebut dan tidak memikirkannya. Dia membuka mulutnya dan memakan apa yang dibawa Gu Kaifeng ke mulutnya, bibirnya yang lembut menyentuh ujung jari Gu Kaifeng.

 

Gu Kaifeng menarik tangannya dan menjilat ujung jarinya. Dia berkata, “Sangat manis.” AcyMm

 

Lin Feiran pikir dia berbicara tentang anggur dan menjawab dengan bingung, “Ya, rasanya sangat manis.”

 

CbdIc5

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!