English

Kaleidoskop KematianCh43 - Memperelok Mimpi

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung yKAm1c


Studio sang nyonya berada di lantai teratas kastil, di lantai ketujuh. 

Xiao Su menghilang setelah ia mengunjungi lantai tujuh. Tapi menurut teman pria yang menemaninya, mereka tidak pernah memasuki studio seni milik sang nyonya; mereka hanya mempelajari lukisan di sekitarnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Setelah menaiki tangga berliku menuju lantai tujuh, Ruan Nanzhu dan Lin Qiushi, sekali lagi, dihadapkan dengan lorong panjang suram yang menyeramkan. Koridor remang di lantai ini memanjang tanpa batas, hingga mata tidak lagi bisa melihat ujungnya. Lantainya dilapisi dengan karpet tebal, menutupi seluruh area dari tangga dan terputus tepat sebelum pintu menuju studio di ujung aula. 

Studio itu pada dasarnya berbeda dari sisa ruang di koridor ini. Sebuah kain hitam menyelubungi seluruh ambang pintunya; kelihatannya master studio itu tidak ingin cahaya sesamar apapun masuk melalui celah pintu.  267UHB

“Dimana ia berada sekarang?” Tan Zaozao takut dan ragu. Menggosok bulu kuduk yang meremang di lengannya, ia dengan resah berbisik, “Akan canggung sekali kalau ia tengah melukis ketika kita menerobos masuk ke dalam studio.”

“Yah, kalau gitu semoga saja ia tidak di dalam studio.” Ruan Nanzhu berkata, “Tunggu disini. Aku akan mengetuk pintunya dulu.”

Ruan Nanzhu tidak bercanda saat ia bilang ia akan mengetuk pintu. Dengan tiga langkah lebar, ia dengan mudah mempersempit jarak antara dirinya dan studio, lalu berhenti tepat di depan pintu. Kemudian, ia mengulurkan tangan dan mengetuk dengan sopan. 

Saat melihat Ruan Nanzhu mengetuk pintu, mata Tan Zaozao melebar sebesar piring. Ia terkesiap kaget, “Sialan—sebesar apa nyalinya?!” iTSZU4

Lin Qiushi, yang sekarang sudah terbiasa, tidak menunjukkan banyak reaksi. Ia dengan tenang berkata, “Nyalinya selalu besar.”

Ruan Nanzhu terus mengetuk meski dijawab dengan bisikan sunyi. Ia mengetukkan buku jarinya sekali lagi ke pintu, memastikan bahwa tidak ada orang di dalamnya. 

“Ayo masuk sekarang,” ucap Ruan Nanzhu. 

“Pintunya terkunci.” Tan Zaozao menunjukkan, “Bagaimana kita bisa masuk?” ubnEq6

Ruan Nanzhu mengeluarkan sebuah jepit rambut dari sakunya dan membungkuk, dengan santai memulai pekerjaannya. 

Tan Zaozao: “…” Ia bahkan lupa soal kemampuan Ruan Nanzhu yang hebat. 

Membungkuk, ia mengotak-atik lubang kunci selama beberapa waktu. Tidak lama kemudian, kunci itu mengeluarkan suara klik saat terbuka oleh Ruan Nanzhu. Ia perlahan menggenggam knop pintu dengan satu tangan dan perlahan memutarnya hingga terbuka, segera menunjukkan interior ruangan. Ia mengintip ke dalam studio melalui ambang pintu, sebelum berbalik dan memberi isyarat pada Lin Qiushi, “Kau masuk denganku. Tan Zaozao, kau awasi pintu dan peringatkan kami jika ada yang mencurigakan.”

Tan Zaozao mengangguk patuh.  nzLrK3

Lin Qiushi melangkah maju dan memasuki studio dengan Ruan Nanzhu. 

Studio itu tidak begitu besar dan pencahayaannya buruk. Semua jendela ditutupi oleh tirai hitam berat, menghalangi cahaya alami apapun masuk ke dalam. Mereka hanya bisa bergantung pada cahaya kusam dari lampu remang yang kadang berkedip di atas kepala mereka; nyatanya, mereka harus sedikit memaksa indera penglihatan mereka untuk memeriksa situasi ruangan tersebut. 

Di tengah aula itu sebuah kanvas yang ditutupi diletakkan di atas sandaran. Aroma tajam dari cat basah tersebar di seluruh ruangan, mencekik mereka. 

Seperti biasa, Ruan Nanzhu tidak membuang waktu. Ia langsung berjalan menuju sandaran kanvas yang berdiri tegak dan mengangkat penutupnya sekaligus.  YJxC3R

Tersingkirnya kain yang menyelubungi membuat lukisan yang belum selesai itu terlihat. Lin Qiushi berdiri terperanjat saat melihat karya seni di hadapan matanya, “Ini …”

Perjamuan Terakhir ” ucap Ruan Nanzhu.

Please visit langitbieru (dot) com

Sekilas, lukisan ini memang memiliki kemiripan dengan Perjamuan Terakhir. Potongan seni ini menggambarkan pemandangan dramatis nan agung dari sekelompok orang yang berbagi makanan terakhir di sebuah meja makan besar. Tapi, jika dilihat lebih dekat, seseorang dapat menemukan bahwa orang yang menghadiri makan malam klasik ini bukan Yesus dan dua belas muridnya. Tidak, malah, mereka—benar, setiap dari mereka yang memasuki dunia ini tertangkap dalam lukisan ini. 

Ruan Nanzhu. Lin Qiushi. Tan Zaozao. Semua orang. Mereka berkumpul bersama dalam meja makan yang besar, entah memakan makanan mereka tanpa berbicara sambil menundukkan kepala atau perlahan mengobrol dengan tetangga mereka.  dtCalW

Lukisan ini tidak akan terlalu mengejutkan dan bisa diterima jika merepresentasikan mereka yang sesungguhnya, tapi, tentu saja, bukan itu masalahnya. Hampir semua sosok yang digambarkan dalam karya ini tidak memiliki wajah; muka mereka ditinggalkan polos tanpa fitur apapun. Lin Qiushi bisa mengenali karakter dalam lukisan karena kemiripan pakaian yang mereka kenakan. 

“Wajahnya sudah dilukis.” Ruan Nanzhu menunjuk pada seorang wanita muda di ujung lukisan. “Ia pasti Xiao Su.”

Lin Qiushi mengikuti jari Ruan Nanzhu yang teracung dan mempelajari titik yang ia maksud. Di ujung meja makan duduklah seorang wanita muda yang wajahnya terlukis jelas. Ekspresi pada wajahnya bukan kesenangan dan ketentraman, malah menunjukkan gejolak rasa takut yang tidak bisa dijelaskan, begitu nyata dan hidup. Seolah seluruh penderitaan yang terperangkap dalam kanvas telah hidup dengan satu tetes warna dari palet pelukisnya. Keputusasaan menyiksa napas Lin Qiushi, diam-diam menenggelamkan dirinya di kedalaman hatinya; ia bisa dengan jelas merasakan emosi buruk ini, seolah ia adalah bagian dari lukisan itu sendiri. 

Selain dari lukisan ini, tidak ada hal lain yang patut dicatat dalam studio itu. Setelah menjelajahi seluruh area dengan percuma, Ruan Nanzhu tidak berani berdiam di tempat ini lebih lama. Tanpa menunda, ia membawa Lin Qiushi keluar dari ruangan tersebut dan mengunci pintu di belakang mereka.  TyzUfL

Melihat mereka keluar dari studio, Tan Zaozao dengan gelisah menanyakan situasi di dalam, bertanya apa yang mereka lihat.

“Sebuah lukisan.” Lin Qiushi menjelaskan, “Sebuah lukisan mengenai kita dalam sebuah perjamuan.”

Ia menjelaskan gambar yang ia lihat. Setelah mendengar keadaannya, Tan Zaozao susah payah menelan ludahnya dan dengan takut terbata, “G-Gadis itu, Xiao Su … Ia benar-benar menjadi bagian dari lukisan, kan?”

“Mhm,” ucap Ruan Nanzhu. “Sepertinya itu masalahnya. Aku mau memeriksa lantai keenam.” LpSyQo

Lin Qiushi mendukung tindakannya, “Ayo pergi.”

Ruang khusus yang mereka ingat adalah tempat yang dilarang keras oleh pelayan yang memperingatkan mereka—ruang pameran untuk karya yang belum selesai. 

Seperti namanya, gudang ini adalah tempat dimana semua lukisan yang belum selesai disimpan. Ruan Nanzhu segera menemukan ruangan itu di lantai enam, dengan mudah membuka kuncinya dan masuk bersama Lin Qiushi. 

Suasana suram dari ruang pameran ini sedikit lebih bisa ditoleransi daripada studio tadi. Setidaknya, jendela di ruangan ini tidak ditutupi oleh tirai sehitam arang, dan ruangannya sendiri relatif lebih luas.  vGaYKw

Beberapa karya abstrak tersebar di seluruh ruangan itu, memenuhi dinding dan lantai. Lin Qiushi dengan santai memindai sekelilingnya, lalu menemukan bahwa beberapa potong seni ini ditinggalkan tidak rampung, sementara sebagian besar karyanya ditinggalkan memutih dan tanpa subjek, benar-benar kosong. 

Indera pengamatan Ruan Nanzhu masih setajam biasanya. Matanya dengan cepat menyapu ratusan lukisan, dan ia segera menemukan apa yang ia cari. Ia memanggil Lin Qiushi yang masih melihat-lihat dengan suara pelan, “Qiushi.”

Setelah berjalan ke sisinya, Lin Qiushi akhirnya melihat apa yang menarik perhatian Ruan Nanzhu. Rambut halus di tengkuknya berdiri saat ia melihat lukisan di ujung jari Ruan Nanzhu. Suaranya tidak bisa dikeluarkan untuk sementara waktu, membeku, lalu akhirnya mengeluarkan bunyi serak, “Ini … Kamarku.”

“Ya.” Ruan Nanzhu memastikan. “Itu kamarmu.” CvU95y

Tata ruangannya persis sama, dari detail kecil di dalam kamar hingga pemandangan di luar jendelanya. Lukisan di hadapan mata Lin Qiushi jelas kamarnya. Pintu menuju lemarinya digambar terbuka lebar, dan lantainya terlihat jelas dibasahi oleh air kotor—ini merupakan replika mimpi buruk mengerikan yang ia alami di malam sebelumnya. Tapi bagian terpenting dari gambar ini menghilang. Di dekat pintu yang terbuka adalah ruang kosong, seolah tempat itu secara spesifik dikosongkan untuk seseorang—untuk Lin Qiushi. 

“Jika kau tidak menyadari kalau Tan Zaozao yang malam itu kau temui palsu,” Ruan Nanzhu menatap lukisan yang menghantui itu, suaranya, sangat amat tenang, “Kau jelas sudah mengisi tempat dalam kanvas ini.”

Story translated by Langit Bieru.

Lin Qiushi: “… Ya.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Eejc Rjchte yfgxbwfcajg, “Kjql, iexlrjc lcl mexeq lcvjt. Cxe qfcjrjgjc jqj xlaj ylrj wfwyjkjcsj.” Zfrxl lj yfgxjaj vfwlxljc, lj alvjx wfwlilxl rfvlxlaqec clja ecaex wfcsfcaet iexlrjc lae vfcujc ajcujc xbrbcu. Pj ijie yfgyjilx. “Csb qfgul. Klvjx jvj ijul sjcu qfgie vliltja.” HIp t0

Olc Hlertl yfgajcsj, “Bje wfculcuja iexlrjccsj?”

Eejc Rjchte wfcpjkjy, “Llcuuj alcuxja afgafcae.”

Nyatanya, Ruan Nanzhu hanya mencatat ide kasar yang digambarkan hasil karya tersebut. Saat Ruan Nanzhu dan Lin Qiushi meninggalkan ruang itu, ia menjelaskan, “Tidak ada gunanya mengingat hal semacam itu ke dalam otak. Begitu banyak lukisan di setiap sudut kastil ini dan mereka tidak bisa dihindari.”

Lin Qiushi menghela napas. HVQABJ

“Selama kau berhati-hati mulai sekarang, seharusnya tidak ada masalah.” Ruan Nanzhu menenangkan, “Lagipula, pintu ini adalah pintu level rendah, jadi bisa dikatakan, kondisi pemicu mautnya tidak begitu kuat.”

Tan Zaozao menggerutu tidak setuju, berargumen kalau kondisinya sangat keras. Tidak perlu ditanyakan lagi; kurang lebih, ia pasti sudah terkubur enam kaki di bawah tanah jika ia berada di posisi Lin Qiushi semalam. Siapa yang bisa berpikir jernih dan tenang ketika dihadapkan dengan situasi semengerikan itu?

Ruan Nanzhu menatapnya dari sisi matanya dan menunjukkan sejenis kebaikan yang jarang terlihat, ia dengan lembut menghiburnya, “Jangan khawatir. Jika kau menjadi lukisan …”

Dengan mata berseri-seri, Tan Zaozao menyelesaikan dengan penuh semangat, “Kalian akan menyelamatkanku?” lNPLCK

Ruan Nanzhu: “Kami akan mengingatmu dan momen terakhirmu dalam hati kami, dan melanjutkan hidup dengan sungguh-sungguh untukmu, jadi kau bisa pergi dalam damai tanpa perlu khawatir.”

Tan Zaozao: “…” Wow, terima kasih loh hiburannya. 

Mereka menghabiskan lebih banyak waktu dari yang mereka perkirakan untuk menjelajahi kedua tempat itu. Ketika mereka akhirnya turun dari lantai atas ke lantai bawah, sudah hampir waktunya makan malam. 

Semua orang tiba di ruang makan yang luas dengan tepat waktu dan mendudukan diri mereka di meja, bersiap untuk makan. Sambil menelan makanan mereka, Lin Qiushi menyadari bahwa seseorang menghilang; hanya ada tujuh orang yang duduk di meja.  dcTZvj

“Apa yang terjadi pada orang itu?” Lin Qiushi bertanya pada rombongan. 

“Ia bilang ia tidak enak badan,” jawab seseorang. “Jadi ia beristirahat di kamarnya.”

Lin Qiushi penasaran, “Apa ia tidak mau turun untuk makan malam?”

Orang itu menjeda, “Aku tidak tahu … Aku akan memeriksanya nanti.” 6g3AQJ

Lin Qiushi menggumam, tidak lagi mengurusi masalah ini. 

Kastil itu luas, menutup sebagian besar lahan dan semua orang selalu terpencar di dalam kastil. Mereka hanya bisa menggunakan waktu makan untuk mengetahui jumlah orang yang hadir dan menilai situasi terkini. 

Story translated by Langit Bieru.

Orang yang menjawab pertanyaan Lin Qiushi sepertinya sangat rapuh, terus gelisah dalam duduknya. Ia buru-buru pergi dari aula makan setelah melahap setengah hidangan di piringnya. Baru beberapa menit berlalu, ia kembali dengan wajah pucat dan tubuh menggigil gila. Melalui bibirnya yang bergetar, ia tergagap, “H-H-Hilang. Ia tidak ada di kamarnya.”

Keheningan yang kejam menyelubungi rombongan tersebut.  OVfNI3

“Apa kau sudah mencarinya?” Lin Qiushi akhirnya bicara. “Mungkin ia ada di lorong atau toilet terdekat.”

“Aku sudah periksa.” Orang itu menjawab sambil gemetar. “Tapi tidak ada apapun.”

Ruan Nanzhu dengan agung menyeka mulutnya, “Apa ada benda lain di dalam kamar? Misalnya, lukisan atau semacamnya?”

Pria itu tergagap, “… A-Aku tidak memeriksa.” C48owd

“Kalau begitu ayo lihat,” ucap Ruan Nanzhu. 

Pria itu menatap Ruan Nanzhu dan mengangguk penuh terima kasih. Kelihatannya ia terlalu takut untuk memeriksanya sendiri. 

Setelah meninggalkan ruang makan, rombongan itu berjalan menuju kamar pria yang hilang. Segera setelah ia menginjakkan kaki dalam kamar, aroma air menyerang lubang hidungnya. Tidak diragukan lagi, pemilik kamar ini pasti mengalami insiden yang sama dengan Lin Qiushi, namun sayangnya, keberuntungan orang ini tidak sebagus miliknya. 

“Seharusnya ada sebuah lukisan dalam kamar ini.” Ruan Nanzhu menatap dinding. “Sudah hilang sekarang.”  nzJ2g5

“Apa maksudmu? Lukisan itu …” Berdasar apa yang terjadi pada Xiao Su, tidak ada seorang pun yang berharap pria itu dapat bertahan hidup. Ujung-ujungnya, seseorang dengan resah berkata, “Yang Jie …”

Tampaknya, pria yang hilang itu bernama Yang Jie.

“Kami juga belum yakin.” Ruan Nanzhu menggelengkan kepalanya. “Kami harus mencari tahu lebih banyak lagi.”

Mereka mengobrak-abrik seluruh kastil, susah payah mencari di lantai atas dan bawah berulang kali, tanpa melewatkan satu sudut pun. Tapi meski sudah mencari di beberapa lantai, mereka tampaknya masih tidak bisa menemukan lukisan Yang Jie. Hingga keesokan harinya, ketika Lin Qiushi tanpa sengaja melirik keluar jendelanya. Melalui kaca jendela yang jernih, ia melihat sesuatu yang aneh mencuat keluar dari semak di kejauhan.  rgewZM

Ia bergegas menghampiri semak itu, lalu menemukan sebuah lukisan tersembunyi di antara semak lebat. Sebuah bingkai hitam yang membungkusnya terlalu familiar, begitu juga dengan noda tanah baru yang mengotori permukaannya—ini, tidak diragukan lagi, adalah bingkai foto yang ditemukan Lin Qiushi dan Ruan Nanzhu yang sebelumnya terkubur dalam tanah.

Yang Jie tidak lagi hilang; ia telah menjadi bagian dari lukisan di tangan Lin Qiushi. Sosoknya yang meliuk melebur dalam lukisan semak, melengkung aneh dan membungkuk dalam, membentuk pemandangan yang sangat janggal jika dilihat. 

“Ketemu.”  Lin Qiushi mengumumkan seraya kembali ke dalam kastil dengan lukisan di tangannya. 

“Huhuhu …” Rekan Yang Jie mulai menangis takut saat melihat gambar itu. Seolah ia telah tersambar petir, pria itu gemetar hebat. Ingus dan air mata mengalir tanpa henti pada pipinya yang pucat saat ia meracau, “Kita akan mati disini, huhuhu, kita akan mati disini …” nG5U 7

Sepertinya pikiran pria itu telah hancur, serpihan terakhir kewarasannya pecah berkeping-keping. Satu per satu, sisa anggota rombongan mulai runtuh ke tanah sambil menangis. Wajah Ruan Nanzhu semakin muram beriringan dengan suara berisik yang semakin keras; segera, seisi ruangan itu terisi dengan jerit penderitaan dan ratapan histeris. 

Tidak memiliki kemampuan untuk menenangkan orang-orang yang menangis ini, Lin Qiushi hanya membiarkan mereka menangis. Tiba-tiba, kesabaran Tan Zaozao habis. Tidak bisa mendengar keributan lebih lama lagi, ia mengamuk, mengutuk gila dan mengomel kesal, “Apa-apaan kalian menangis seperti pengecut seperti ini! Kau pikir menangis bisa menyelesaikan masalah, huh?! Bahkan gadis lemah sepertiku saja lebih berani dari lelaki dewasa di ruangan ini!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Coba katakan! Apa yang harus kami lakukan, huh?!” Pria itu meraung padanya. “Seseorang berubah menjadi lukisan lagi!”

“Bagaimana mungkin aku tahu harus apa!” Tan Zaozao tanpa etika mengomel balik. “Tidak berguna! Kau pikir aku ibumu! Untuk apa aku mengurus bayi sepertimu!”  qoTaV8

Suasana hati Ruan Nanzhu sangat buruk sekarang. Di depan kerumunan yang panik, ia berbalik dan meninggalkan ruangan itu tanpa mengucapkan apapun. Lin Qiushi dan Tan Zaozao buru-buru mengikutinya. 

Baru setelah mereka tiba di kamar mereka, Ruan Nanzhu akhirnya bicara, “Kurasa ada pengkhianat di antara kita.

“Huh? Apa maksudmu?” Lin Qiushi berkata bingung. 

Ruan Nanzhu menekankan, “Seperti yang kubilang. Seseorang di antara kita sengaja membunuh orang.” ylwIG

Lin Qiushi sangat tidak percaya, “Sengaja membunuh orang?”

Ruan Nanzhu dengan dingin menyatakan, “Bingkai yang diarahkan ke kamarmu mungkin saja sengaja diatur begitu oleh seseorang.”

Lin Qiushi: “ …”

Tan Zaozao bergidik mendengar ucapan Ruan Nanzhu. “Tapi bagaimana kau tahu … Bagaimana mungkin kau bahkan memikirkan ini?” xjlrvQ

Ruan Nanzhu berkata, “Tentu saja, ini hanya berupa spekulasi untuk saat ini.” Ia duduk di ujung ranjang dan dengan tenang melanjutkan, “Aku mendapat waktu untuk memeriksa area tempat bingkai itu dikubur, dan ada dua jejak sepatu ekstra di sana. Ukurannya sekitar nomor 35 untuk wanita, yang berarti bukan milik Tan Zaozao atau nyonya kastil.” Ia perlahan menutup matanya, seolah mengingat sesuatu. “Seseorang menggali bingkai itu … Ada lima orang gadis secara keseluruhan dalam tim. Kecuali Tan Zaozao dan Xiao Su, berarti hanya tiga orang tersisa, dua dari mereka memenuhi kriteria.”

Lin Qiushi termenung, “Kau ingat pemula yang  waktu itu ingin bekerja sama denganmu?”

Ruan Nanzhu: “Ya.”

Lin Qiushi: “Mungkinkah ia …” oWsUNd

“Bisa jadi.” Ruan Nanzhu berkata, “Ia juga menangis hari ini.”

“Selalu menangis dan menangis.” Tan Zaoazo dengan putus asa menghela napas. “Ia hanya menangis setiap hari sejak datang ke sini.”

Ruan Nanzhu bergumam sambil berpikir, “Untuk sekarang, lebih baik kita mengawasi situasi saja. Lagi pula, ini hanya dugaanku seorang.”

“Oke.” Lin Qiushi mengangguk, “Aku akan tidur dengan kalian malam ini.” 9HZ38b

Ruan Nanzhu membalas, “Bagus.”

Malam itu, Lin Qiushi dan Ruan Nanzhu, sekali lagi, tidur bersama di ranjang nyaman yang luas, sementara Tan Zaozao berbaring di atas lantai keras yang dingin di samping mereka. Setelah terbiasa dengan perlakuan buruk yang ia dapat dan menerima posisinya yang rendah, tampaknya keangkuhan yang tersisa dalam dirinya pun telah runtuh.

Story translated by Langit Bieru.

Lantai itu hebat, ah! Tan Zaozao berbicara dalam benaknya sambil menatap langit-langit dari lantai yang dingin. Aku memiliki seluruh ruang ini untukku sendiri. Aku bisa bergulung kemanapun aku mau dan aku tidak perlu takut orang lain mengambil tempatku! Lantai ini adalah yang terbaik—cuih!! Brengsek Ruan Nanzhu, kau bajingan bau!! Aku akan mengingat ini!! Hmph!!!

Pikiran Lin Qiushi terus berkelana, dalam hatinya, terkubur rasa gelisah dan tidak nyaman. Ia awalnya merasa kalau ia tidak akan bisa tidur, tapi, ternyata, rasa kantuk menyerangnya agak lebih cepat dengan obat spesial di sampingnya.  3vASTR

Lin Qiushi tidur dengan nyenyak, tidak bangun hingga keesokan harinya. Saat membuka matanya, ia menyadari bahwa Ruan Nanzhu sudah tidak lagi berada di sisinya.

Bagaimana dengan Tan Zaozao? Lin Qiushi segera duduk di ranjang dan menatap lantai, lalu melihat Tan Zaoazo meringkuk dalam selimutnya, dengkurannya terdengar menjengkelkan. 

“Zaozao.” Lin Qiushi membangunkannya, “Apa kau tahu dimana Ruan Nanzhu?”

Tan Zaozao dengan lemas memaksa matanya agar terbuka dan mengerang muram, “Ia pergi?” luK762

“Ya.” Lin Qiushi menjawab, “Aku belum melihatnya. Ia tidak di sini bersama kita.”

“Aku tidak tahu …” Tan Zaozao masih agak pusing. “Aku juga belum melihatnya.”

Seolah ia menghilang bersama angin; ia bahkan tidak muncul saat sarapan. Jika yang hilang mendadak seperti ini adalah orang lain, Lin Qiushi akan berpikir bahwa mereka sudah lama mati. Tapi Ruan Nanzhu bukan orang lain, jadi Lin Qiushi hanya penasaran apa yang tengah ia lakukan. 

Tapi, Ruan Nanzhu masih belum muncul bahkan setelah sarapan usai dan Lin Qiushi juga mulai merasa khawatir.  dH1E0b

“Kemana ia mungkin menghilang.” Tan Zaozao bergerak gelisah. “Apa jangan-jangan terjadi sesuatu …” 

Meski ia juga khawatir, Lin Qiushi masih menenangkannya, “Jangan khawatir. Ayo kita mencarinya lagi. Selain itu, Ruan Nanzhu kuat dan ia bisa menjaga dirinya sendiri; ia jelas tidak akan celaka. Juga, ia tidur bersama kita semalam dan tidak ada apapun yang terjadi.”

Tan Zaozao tidak lagi bicara; alisnya menyatu membentuk kerutan yang dalam. 

Mereka mencari di setiap lantai kastil, dari lantai satu hingga delapan, tapi tidak ada hasil; tidak ada sedikitpun jejak Ruan Nanzhu yang dapat ditemukan.  aD8ho3

Sekarang, Tan Zaozao sangat putus asa dan khawatir, membayangkan kemungkinan terburuk, “Apa kau yakin tidak ada hal buruk yang terjadi padanya? Apa kau mendengar sesuatu semalam?”

“Tidak.” Indera pendengaran Lin Qiushi sangat tajam. Jika ada sesuatu yang terjadi semalam, ia tentu akan mendengarnya. Tapi semalam, ia tidak mendengar suara yang mencurigakan; ia tidur nyenyak hingga fajar, tidak bangun sekalipun. 

“Apa yang harus kita lakukan?” Tan Zaozao sangat tegang, ia tidak bisa berpikir jernih. 

“Ayo … Cari dalam lukisan di lantai ini.” Lin Qiushi agak tersedak, suaranya, menderita karena kesedihan. “Kita harus … memastikan.” NYzJa7

Suara Tan Zaozao tercekat dan ia hanya bisa terdiam. Ia tahu jelas apa maksud Lin Qiushi. Lin Qiushi takut kalau Ruan Nanzhu telah diubah menjadi lukisan. Jika memang benar begitu … Tan Zaozao berhenti memikirkan segalanya. Ia dengan kosong mengekor di belakang Lin Qiushi dan memeriksa lukisan dalam bangunan ini. 

Sekali lagi, mereka mencari di seluruh lantai dalam kastil, tapi seperti sebelumnya, mereka tidak menemukan bayang sosok Ruan Nanzhu. Meski mereka merasa lega, perasaan takut yang menghantui terus memakan batin mereka, menggali lebih dalam memasuki hati mereka yang tenggelam. 

Please visit langitbieru (dot) com

Karena mereka tidak bisa menemukan Ruan Nanzhu dimanapun, keduanya dalam suasana hati yang murung dan tidak memiliki nafsu untuk makan siang. 

Tan Zaozao dengan masam menyatakan kalau ia ingin kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak, lalu akan kembali mencari saat sore. Melihat bahwa kondisi mentalnya tidak bagus, Lin Qiushi mengangguk penuh pengertian.  7msSzF

Tapi, tepat saat mereka berdua memasuki kamar, mereka melihat Ruan Nanzhu berbaring damai di ranjangnya, mencoba menggantikan jam tidur yang ia lewatkan. Penampilannya sangat santai dan bebas, seolah tidak ada sesuatu apapun yang aneh. 

“Ruan Nanzhu!!” Tan Zaozao menangis, suaranya yang tercekat mengeras membentuk pekikan pelan. “Darimana saja kau?! Apa kau tahu betapa sulitnya kami mencoba mencarimu?!”

Ruan Nanzhu dengan malas membuka matanya dan menguap, “Ada sesuatu yang harus kulakukan.”

“Sesuatu yang harus dilakukan?! Bisakah setidaknya kau memberitahu kami—” Tan Zaozao menangis marah. “Apa kau tahu betapa kami mengkhawatirkanmu? Kami sudah mencarimu sepanjang pagi ini!” H3cQD7

Ruan Nanzhu: “Aku tidak menyangka aku akan pergi untuk waktu yang begitu lama.”

Tan Zaozao: “Oh, yang benar saja? Jadi, dimana kau berada?”

Ruan Nanzhu: “Di dalam lukisan.”

Segera setelah ia mengucapkan kata itu, Tan Zaozao kehabisan kata-kata. Keheningan berlangsung untuk waktu yang lama, lalu ia kembali membuka mulutnya dan bertanya ragu, “Di dalam lukisan? Apa itu lukisan yang kupikirkan?” vuD9F8

Ruan Nanzhu mengangguk.

Lin Qiushi membatu, “Bagaimana kau bisa masuk ke dalam … Bukankah bingkainya sudah tiada …”

“Tidak.” Ruan Nanzhu mengoreksi. “Kita salah memperkirakan satu hal. Meski Xiao Su hilang, bingkainya masih ada di sana. Begitu juga, Yang Jie menghilang, tapi bingkainya tidak. Dengan kata lain, jika sebuah lukisan diletakkan dalam sebuah bingkai lama, akan selalu muncul bingkai baru.”

Lin Qiushi: “ …” uxhiB0

Ruan Nanzhu melanjutkan, “Orang yang membunuh kita sudah menggunakan bingkai baru setiap kali.” Bibirnya melengkung ke atas, “Untungnya, masalah ini sudah beres sekarang.”

Lin Qiushi: “Apa yang kau bicarakan …”

Ruan Nanzhu: “Seperti yang kukatakan. Intinya, aku menemukan petunjuk baru.”

Tidak bisa memproses luapan informasi yang mendadak, Lin Qiushi dan Tan Zaozao terbengong. Keduanya memiliki ekspresi bingung di wajah mereka; jelas bahwa otak mereka terpukul.  YE3rOm

Melihat wajah bingung mereka, ekspresi Ruan Nanzhu melunak. Ia dengan lembut menenangkan, “Jangan khawatir. Aku tahu ada banyak yang harus diproses; gunakan seluruh waktumu untuk memikirkannya.”

Lin Qiushi: “…” Apa ini caramu menunjukkan toleransi terhadap IQ kami? 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tidak, ini tidak diragukan lagi adalah belas kasih dan rasa iba dari seorang ayah yang baik. Tan Zaozao perlahan menekankan tangannya ke jantung, dengan sedih memahami maksud di balik sorot baik dalam mata Ruan Nanzhu. 

Menilai dari ekspresi bodoh mereka, Ruan Nanzhu menyadari bahwa keduanya masih bingung. Sambil menghela nafas, ia membangkitkan dirinya untuk duduk dan dengan singkat menceritakan situasi semalam.  O4Cg1A

Tepat setelah Lin Qiushi tidur semalam, Ruan Nanzhu mulai terbangun. Saat bangun, ia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam kamar. Ia diam-diam bangun dari ranjang dan menghampiri sisi kasur, saat ia tanpa disangka menemukan bingkai lain di dekat jendelanya. 

Bingkai itu disembunyikan dengan teliti di dalam gelapnya malam. Jika bukan karena penglihatan Ruan Nanzhu yang tajam, ia pasti tidak akan menyadarinya. 

Instingnya memperingatkan pria itu bahwa ada sesuatu yang sangat aneh tentang bingkai tersebut, jadi tanpa menunda lagi, Ruan Nanzhu bergegas keluar kamar, ingin mengambilnya dari luar. Tapi tepat saat ia ingin menuruni tangga, ia berpapasan dengan seorang wanita berpakaian serba hitam, berdiri diam di kepala tangga sambil menatapnya. 

Orang lain yang berada dalam situasi itu mungkin sudah ketakutan, tapi Ruan Nanzhu sudah terbiasa dengan trik murahan seperti ini. Bukan hanya ia tenang, malah ia dengan berani menatap balik wanita itu selama beberapa menit, hingga wanita itu akhirnya berbalik dan pergi dengan sendirinya.  AltgeM

“Brengsek!” Rentetan kutukan vulgar dikeluarkan dari mulut Tan Zaozao saat ia mendengar ini. Ia terkesiap, “Apa kau tidak takut sama sekali? Kau bahkan menatapnya balik seperti itu.”

Ruan Nanzhu: “Apa yang perlu ditakutkan? Seperti yang kau tahu, akhirnya, ialah yang kabur duluan, kan?”

Tan Zaozao: “…” Aku kehabisan kata-kata. 

Ruan Nanzhu melanjutkan. “Ia muncul beberapa kali setelah itu. Aku awalnya ingin pergi untuk mengambil bingkai foto, tapi aku terus merasa ada sesuatu yang salah.” Ia merenung, ‘Kurasa ia pasti mencoba memikatku ke tempat lain.” mkuSoj

Lin Qiushi mendengarkannya dalam diam. 

“Aku memikirkannya sebentar dan menyadari bahwa ia selalu muncul di kepala tangga. Tapi, ia tidak sekalipun bergerak untuk menyerangku. Mungkin, ia hanya tidak mau aku naik ke atas?” Ruan Nanzhu menduga. “Bagaimanapun, ia tidak pernah muncul di ambang pintu, jadi aku menduga ia mau aku pergi ke luar.”

“Jika kau pergi, kau akan memasuki dunia lukisan.” kata Tan Zaozao. “Iya kan?”

“Tepatnya begitu,” jawab Ruan Nanzhu. “Terima kasih atas informasi yang diberikan Lin Qiushi pada kita, aku segera menyadari pemandangan di luar, ternyata, terbalik.” 3ql8dg

Di luar sana gelap gulita dan semak-semak telah diselubungi bayangan. Nyaris tidak mungkin bagi orang biasa untuk menemukan keanehan apapun. Tapi, karena Lin Qiushi sudah memberi contoh baginya, Ruan Nanzhu dengan teliti memeriksa area di sekitarnya, dengan mudah memastikan bahwa pemandangan di luar memang sudah terbalik.

“Akhirnya, aku tidak pergi. Aku hanya menunggu di dalam kamar sebentar.” Ruan Nanzhu melebarkan telapak tangannya dan menggendikan bahu. “Mana ada yang tahu berapa lama aku menunggu.”

“Kau menakutiku hingga nyaris mati!” Sekarang, setelah ia menerima penjelasan yang pasti dari Ruan Nanzhu, ia merasa jauh lebih baik. Ia lalu menghela napas lega, “Aku tidak tahu apa yang berada dalam pikiranmu saat itu. Qiushi dan aku mengira kau sudah berubah menjadi lukisan.”

Lin Qiushi menganggukkan kepalanya setuju.  bSEMla

“Yah, disinilah aku, sangat sehat.” Mata Ruan Nanzhu melengkung membentuk sabit saat ia tersenyum hangat. 

Meski Ruan Nanzhu menjelaskan pengalamannya dengan setengah hati, Lin Qiushi sangat paham bahaya mengerikan apa yang telah ia jumpai. Ruan Nanzhu, jelas, hanya sejengkal saja dari mati. 

Langit Bieru.

“Kesampingkan itu, apa maksudmu saat kau bilang kau mendapat catatan baru.” Lin Qiushi nyatanya tertarik dengan masalah ini. 

“Oh.” Ruan Nanzhu mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan memberikan benda itu pada Lin Qiushi.  mhdrbZ

Setelah menerima catatan itu, Lin Qiushi melihat sebuah puisi singkat tertulis di atasnya:

Kau berdiri di jembatan memuja pemandangan;

Kau terpesona oleh pemandangan dari ketinggian ORrxqa

Cahaya bulan menghiasi jendelamu

Saat kau memperelok mimpi orang lain.

Lin Qiushi agaknya merasa kaget, “Ini …  Petunjuk lain untuk pintu ini?”

“Ya.” kata Ruan Nanzhu. “Aku mengambil petunjuk ini dari seseorang.” fIWoF9

“Siapa?” tanya Tan Zaozao.

Ruan Nanzhu menyeringai, “Si pemula yang mencoba bekerja sama denganku di hari pertama.”


Catatan Penulis:

Lin Qiushi, setelah tidak melihat Zhu Meng selama lebih dari lima hari: Aku merindukannya … KxOcba

Ruan Nanzhu: Lin? Qiu?? Shi???

Lin Qiushi bergumam: Aku hanya bercanda …

Translator's Note

The Last Supper, merupakan salah satu lukisan paling terkenal di dunia, dibuat oleh seorang pengamat Renaissance, Leonardo da Vinci (1452-1519)

Translator's Note

Puisi ini merupakan puisi modern terkenal yang ditulis oleh pujangga Tiongkok, Bian Zhilin (1910-2000) berjudul  断章 (Duanzhang) yang jika diterjemahkan menjadi Serpihan (atau Sebuah Bagian Rusak). Ternyata, tidak ada terjemahan Inggris resmi untuk puisi ini. 

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!