English

Kaleidoskop KematianCh83 - Lampu Minyak

1 Comment

Penerjemah: SelirChu

Editor: feiyourarthur IU8Yq4


Meski sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini, setiap kali melihatnya masih terasa amat menegangkan. 

Nyonya rumah memanaskan panci di depannya, lalu menempatkan daging di tangannya ke dalam panci. Saat daging bertemu dengan permukaan panci, muncul suara mendesis. Kemudian diikuti dengan aroma daging yang dimasak. Aroma ini dengan segera berubah menjadi bau terbakar. Ekspresi Gu Longming rumit, meski ia di dalam hati menghembuskan napas lega—karena Nyonya rumah melakukan ini, berarti setidaknya mereka tidak memakan daging manusia. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Daging itu dilemparkan ke dalam panci, lapisan lemaknya dipenuhi dengan minyak yang berlimpah. Bagian ototnya yang gosong kemudian diambil dengan spatula oleh Nyonya rumah. 

Lin Qiushi meneliti perabotan di dalam ruangan dan tindakan wanita tersebut, kemudian segera memahami apa yang ia lakukan—ia sedang mengekstrak minyak dari mayat. Dan, sepertinya ia mengekstrak minyak untuk lampu-lampu di dalam rumahnya.  F7XdV

Sesuai yang diduga, setelah minyak yang panas dan jernih mengisi panci, wanita tersebut berbalik untuk mengambil lampu di sisinya, mencampurkan minyak dan menempatkan sumbu ke dalam lampu kecil pada waktu yang bersamaan. 

Lin Qiushi teringat lampu minyak di kamar mereka. Lampu itu persis sama dengan lampu yang berada di tangan wanita itu sekarang. Metode produksi lampu itu juga kemungkinan identik. 

Saat wanita itu menuangkan minyak, suara tangisan seorang anak muncul dari dalam rumah. 

Lin Qiushi tertegun sejenak dan menyaksikan saat ia berbalik dan masuk ke dalam. Sejenak kemudian, ia membawa keluar seorang bayi kecil yang terbungkus kain lampin merah, ditimang dalam lengannya.  6vJuMX

Lin Qiushi tidak bisa melihat wajah bayi itu karena sudut pandangannya. Ia hanya bisa melihat lengan bayi yang terulur, sebuah tangan yang amat pucat dan berbintik hijau yang aneh—sama sekali tidak terlihat seperti tangan seorang anak.

“Jangan menangis, jangan menangis.” Wanita itu menimang si bayi, menenangkan anak yang ia gendong dengan suara lembut. 

Lin Qiushi tidak berani terlalu dekat, takut wanita itu melihatnya melalui jendela. 

Wanita itu mondar-mandir dalam ruangan yang berbau minyak. Suara dan sikapnya sangat lembut. Ia perlahan bergoyang dan berbalik, hingga Lin Qiushi bisa melihat bayi yang ia gendong. gSCuFr

Seperti yang diduga, anak itu tidak hidup. 

Wajahnya kelihatan seolah ia telah lama direndam di dalam air hingga membengkak dan pucat. Matanya bengkak hingga hanya membentuk garis tipis, dan pupilnya hampir tidak terlihat, sedangkan mulut merah darahnya yang besar terbuka lebar saat ia meratap menangis. Dan Lin Qiushi bisa melihat dengan jelas rentetan gigi di dalam mulutnya juga—tidak ada manusia yang memiliki gigi seperti itu. Wajah bayi itu juga ditutupi dengan urat kehijauan, semakin menunjukkan bahwa ia bukan manusia. 

Lin Qiushi merasa Gu Longming menggenggam tangannya dalam cengkraman yang kuat. Ia berbalik untuk melihat Gu Longming sangat ketakutan. 

Lin Qiushi akan memberitahunya agar ia tidak mencengkram terlalu kencang saat ia melihat Nyonya rumah muncul ke arah pintu. Ia buru-buru berbalik dan menarik Gu Longming untuk bersembunyi bersama di sebuah sudut. Baru saat mereka melihat Nyonya rumah membawa bayi itu keluar halaman-lah keduanya menghela napas.  LPk3oy

“Apa kita akan masuk? Melihat-lihat?” Meski Gu Longming terlihat takut, ia masih memberi saran. 

Lin Qiushi menatap ambang pintu dan berkata, “Kalau begitu ayo.” 

Gu Longming, “Uh … boleh tidak aku berjaga di pintu untukmu?” 

Lin Qiushi, “Tentu.” Ia tidak akan memaksa Gu Longming untuk menemaninya.  R0ce81

Tapi akhirnya, setelah beberapa pertimbangan, Gu Longming masih memutuskan untuk memasuki rumah bersama Lin Qiushi untuk mencari petunjuk. Ia berkata bahwa jika wanita itu benar-benar kembali, tidak ada bedanya mau ia berjaga atau tidak, dan mereka lebih baik berbalik lalu kabur. 

Keduanya masuk melalui pintu yang setengah terbuka dan mulai dengan segera mencari petunjuk. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Karena Nyonya rumah bisa kembali kapan saja, Lin Qiushi tidak mau menunda. Gu Longming mencari di luar, sementara Lin Qiushi masuk lebih jauh ke dalam. 

Bagian dalam ruangan tidak begitu besar. Ada ayunan kecil di dalamnya, dan hal yang aneh adalah laci di samping ayunan. Laci itu dipadati dengan banyak lampu minyak, dan meski saat itu siang hari, semua lampu itu menyala.  abTBzS

Lin Qiushi akan memeriksa lebih jauh saat ia mendengar langkah samar pada pintu. Ia tahu bahwa si Nyonya rumah kembali, jadi ia menarik lengan Gu Longming untuk mengisyaratkan agar mereka keluar. 

Gu Longming paham, dan buru-buru keluar dari bangunan itu bersama dengan Lin Qiushi. 

Keduanya baru mengitari sudut saat Nyonya rumah mendorong pintu halaman. Bayi dalam lengannya tidak lagi menangis, tapi Lin Qiushi bisa melihat bahwa ada sebuah lingkar merah di antara mulut bayi itu, seperti noda yang tertinggal setelah memakan sesuatu ….

“Anak baik, anak baik.” Wanita itu kembali ke rumah dan mulai dengan hati-hati melihat sekitarnya. Raut curiga muncul di wajahnya. phdkHJ

Lin Qiushi melihat situasinya tidak baik, dan ia berkata pada Gu Longming, “Pergi!” 

Maka keduanya berlari mengikuti dinding, langsung menuju pintu keluar halaman. 

Untung saja mereka berdua juga berlari dengan cepat, karena hanya sekitar semenit setelah mereka membersihkan ambang pintu, Nyonya rumah memasukkan gembok berat pada pintu. Kalau mereka sedikit saja lebih pelan, mereka pasti sudah terjebak di dalam halaman sekarang. 

Bahkan Lin Qiushi yang tenang menghela napas lega.  nVXHfJ

“Ayo kembali.” Gu Longming berkata, “Toh sudah hampir siang.” 

Lin Qiushi meliriknya, “Kau masih mampu makan?” Bukankah baru saja kau terlihat akan muntah?

Gu Longming, “Manusia adalah besi, nasi adalah baja, dan jika kita tidak makan, kita akan kelaparan. Toh makanannya juga tidak terbuat dari manusia, jadi tidak masalah kalau dimakan sedikit, kan ….” 

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Olc Hlertl, pfcuxfi, “Djlxijt.” OQB20Y

Ajvl xfvejcsj yfgpjijc xf jeij wjxjc. 

Bfalxj wfgfxj alyj, jcuubaj sjcu ijlc revjt tjwqlg wfcsfifrjlxjc wjxjc wfgfxj. Tjc Vtltf vjc Wljb Hljc wfcubygbi vl rjwqlcu; Olc Hlertl tjcsj ylrj rfmjgj xjrjg wfcvfcujg wfgfxj wfwylmjgjxjc yevjsj vjc jvja xbaj. 

Vfqfgalcsj Xe Obcuwlcu rjcuja ijqjg. Vfafijt wfcujwyli rfwjcuxex cjrl, lj weijl wfcuecsjt wfgfxj vjijw rfcvbxjc yfrjg. 

Yan Shihe menatap mereka dan menghampiri sisi Lin Qiushi. “Kalian berdua terlambat. Makanannya hampir dingin.”  Al1OTi

Lin Qiushi menjawab, “Mh. Aku telat bangun.” 

Mata Yan Shihe berkilat, jelas tidak mempercayai alasan Lin Qiushi. Dan ya, tidak mungkin ada orang yang cukup besar hati untuk tidur terlalu lama di dunia seperti ini. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tapi Lin Qiushi tidak peduli apa ia mempercayainya atau tidak, karena bahkan jika ia tidak percaya—terus kenapa?

“Kami menemukan petunjuk baru, mau bertukar?” Yan Shihe duduk di seberang Lin Qiushi. “Lagipula kita bukannya musuh ….”  X84LhY

Lin Qiushi menatapnya, “Petunjuk seperti apa?” 

Yan Shihe berkata, “Sebuah petunjuk tentang dewa sungai.” 

Lin Qiushi meletakkan sumpit di tangannya. “Apa yang ingin kau ketahui?” 

Yan Shihe, “Aku ingin tahu kemana kau baru saja pergi, dan apa yang kau lihat.”  S oCN5

Lin Qiushi menatapnya, tidak menjawab. 

Yan Shihe terkekeh, “Baik. Sebenarnya, Xiao Qian melihat kalian berdua pergi ke kediaman Nyonya rumah. Kalian pasti berhasil masuk, kan? Aku hanya ingin tahu apa yang berada di rumah itu?” 

“Kau bicara duluan.” Lin Qiushi berkata terus terang. “Kalau kau hanya mencoba untuk membujukku menggunakan omong kosong, aku takut akan sulit bagimu untuk menemukan petunjuk yang kau inginkan.” 

Yan Shihe, “Baik. Ayo cari tempat pribadi.” Ia menatap Gu Longming, yang masih bekerja keras menelan makanannya. “Sepertinya tidak semua yang kau temui di dalam pintu itu menakutkan.” Dia masih memiliki nafsu makan seperti itu.  SGVFx8

Lin Qiushi hanya bisa menatap Gu Longming. Ia tidak tahu harus berkata apa. 

Gu Longming akhirnya menghabiskan makanannya, menyeka mulutnya dan berkata dengan bajik, “Kita tidak membuang-buang makanan!” 

Lin Qiushi, “Apa kau kenyang?” Ia sudah makan tiga mangkuk nasi penuh. 

Gu Longming menggertakan giginya, “Lumayan, kurasa!”  A8Jzs0

Lin Qiushi, “….” Aku benar-benar salah tentangmu.

Mereka berempat lalu pergi dan menemukan ruangan terpencil di dalam rumah. Setelah mereka masuk, mereka mulai bertukar petunjuk. 

“Kalau tidak salah kalian juga memasuki kuil, kan?” Yan Shihe bertanya, “Apa kalian melihat tablet leluhur untuk anak-anak?” 

Lin Qiushi menjawab, “Kami melihatnya.” Saat ini, ia langsung paham. “Maksudmu, anak-anak itu adalah dewa sungai?”  epZ0Y3

“Kau cerdas.” Yan Shihe berkata, “Biasanya, anak-anak yang mati tidak bisa disembah di kuil leluhur. Tapi mereka berbeda. Status mereka bukan lagi anak-anak, tapi dewa.” 

Dan karena ini, tablet mereka ditempatkan pada level yang lebih tinggi bahkan dari beberapa tetua kota. Lin Qiushi akhirnya paham kenapa. 

Langit Bieru.

“Juga, aku tidak tahu apa kau menyadarinya, ada tablet lain..” Yan Shihe berkata, “Nama di atasnya adalah Yu Caizhe.” 

Lin Qiushi dan Gu Longming menggelengkan kepala mereka untuk menandakan mereka tidak tahu.  xSRpdq

Yan Shihe tersenyum dan berkata, “Beritahu kami dulu, apa yang kalian lihat di dalam rumah. Lalu aku akan memberitahumu soal Yu Caizhe. Toh, kedua sisi harus menunjukkan beberapa ketulusan, kan?” 

Lin Qiushi berpikir sejenak sebelum berkata, “Dalam rumahnya, kami melihat Nyonya rumah menggoreng mayat di wajan—ia menggunakan tubuh dua orang yang kemarin hilang.” 

Yan Shihe duduk, “Goreng? Apa yang ia lakukan, menggoreng tubuh?” 

Di sisinya, ekspresi Xiao Qian memburuk: “Ia tidak memberi kita makan, kan?”  hVH5Uc

Orang normal, tanpa melihat lampu minyak, akan dengan mudah salah mengartikan kalimat ini. 

Lin Qiushi tersenyum, tapi tidak menjelaskan. Sebaliknya, ia bertanya, “Siapa Yu Caizhe?” 

Yan Shihe tahu ia telah menemukan lawannya. Meski orang di depannya terlihat lembut dan tak berdaya, Lin Qiushi tidak terlihat seperti orang yang bisa diremehkan. Ia menyeret jawabannya: “Apa kau tahu, pemilik kediaman ini, marganya adalah Yu.” 

Gu Longming tidak paham. “Itu tabletnya?”  wuH2OK

“Bukan.” Yan Shihe berkata, “Itu tablet putranya.” Ia merentangkan tangannya. “Aku menemukan buku silsilah keluarga mereka di salah satu ruangan di rumahnya.” 

“Ia putra Nyonya rumah? Maka putra Nyonya rumah juga menjadi dewa sungai?” Berbicara soal anak, Lin Qiushi teringat bayi berwajah pucat dengan banyak gigi taring di pelukan Nyonya rumah. Mungkinkah bayi itu adalah Yu Caizhe yang dibicarakan Yan Shihe? Tapi ia sudah menjadi dewa sungai, kenapa ia kembali ke sisi Nyonya rumah? 

Lin Qiushi mengerutkan alisnya. Ada sesuatu yang tidak ia pahami. 

“Bagaimana dengan penggorengan? Apa yang dilakukan Nyonya rumah dengan menggoreng tubuh?” Yan Shihe tertawa, “Dan aku tidak percaya bahwa yang kita makan adalah mayat.”  ElpMGT

“Kenapa tidak?” Gu Longming mendengus dari sisi. “Toh kau belum pernah makan mayat asli sebelumnya, kan?”

Yan Shihe menatap Gu Longming sebelum berkata ringan, “Tentu belum.” 

Ia tidak tahu kenapa, tapi Lin Qiushi merasa Yan Shihe berbohong. Tentu saja, ia tidak mengatakan ini keras-keras, sebaliknya menjawab, “Kami melihatnya mengekstrak lemak dari mayat dan menjadikannya lampu minyak..” 

Yan Shihe mengernyit, “Lampu minyak? Yang kita gunakan?”  JiSYC7

“Ya.” Lin Qiushi menegaskan, “Persis seperti yang kita gunakan.” 

Yan Shihe terdiam, sebelum kembali membuka mulutnya: “Jadi apa fungsi lampu minyak ini?” 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi menggelengkan kepalanya, menunjukkan bahwa ia tidak tahu.

Yan Shihe sudah mendapat informasi yang ia inginkan. Ia berdiri dan beranjak: “Kami akan pergi lebih dulu kalau begitu.” Saat ia menatap Gu Longming, ada sedikit hinaan dalam matanya. “Kalau kau masih lapar, kau bisa kembali dan terus makan.”  I6m7sx

Gu Longming tidak repot menjawab, hanya menggulung lengannya untuk menunjukkan lengan atas yang berotot baik dan mendengus. 

Yan Shihe berbalik dan pergi, sosoknya dari belakang terlihat sedikit terburu-buru. 

Lin Qiushi berpikir ini sebenarnya lucu. 

“Sial, apa ia cacat mental?” Gu Longming mendesis, “Hanya tahu bagaimana mengganggu gadis sekolah menengah tak berdaya yang lemah dan kasihan ini.” G8JI13

Lin Qiushi diam-diam mengalihkan pandangannya dari lengan berotot Gu Longming. 

Informasi yang ia dapat dari Yan Shihe sangat berguna; setidaknya Lin Qiushi tahu sesuatu yang pasti tentang apa yang disebut dewa sungai. Tapi saat mereka masih merenungkan soal hubungan antara lampu minyak dan dewa gunung, mereka menemukan bahwa Yan Shihe telah memberitahu semua orang tentang lampu. 

Yan Shihe memberitahunya pada semua orang saat waktu makan malam. Pidatonya sangat datar. 

Kebanyakan orang berhenti makan karena apa yang ia katakan. Kedua pemula yang mendengarnya keluar dari ruangan dan mulai muntah—entah apa yang terlintas dalam benak mereka.  w Z0OQ

“Semua lampu minyak dibuat menggunakan minyak yang diesktrak dari mayat.” Yan Shihe mengumumkan, “Meski aku masih belum tahu apa fungsi lampu-lampu itu, aku merasa akan lebih baik untuk mengumumkan hal ini pada semua orang.” 

Gu Longming sangat tidak senang karena Yan Shihe telah mengumumkan petunjuk mereka; ekspresinya muram sepanjang waktu. Lin Qiushi juga tetap berwajah datar, hanya memakan makanan di depan mereka dalam diam. 

Beberapa yang mendengar berita ini buru-buru keluar. Kelihatannya mereka akan langsung membuang lampu-lampu ini. 

Lin Qiushi menatap Yan Shihe, dan bertemu pandang dengan matanya. Ia balik tersenyum samar pada Lin Qiushi sebelum melihat ke arah lain.  KlIU7C

“Hal sial apa yang sedang ia  lakukan?” Saat perjalanan kembali, ketidaksenangan Gu Longming pada Yan Shihe mencapai puncaknya. “Ia begitu saja memberitahukan hal ini pada semua orang?!”

Lin Qiushi, di sisi lain sudah mengetahui tujuan Yan Shihe. “Ia hanya ingin tahu apa fungsi lampu minyak itu.” 

Gu Longming, “Maksudnya?” 

Lin Qiushi, “Gampangnya, tidak ada yang tahu apakah  lampu minyak itu hal yang baik atau bukan, jadi Yan Shihe membutuhkan orang untuk mencobanya.”  mA0LuY

Gu Longming terkejut, dan memahami maksud Lin Qiushi juga. “Maksudmu ia menakuti orang-orang itu agar mereka sengaja membuang lampu mereka?” 

Lin Qiushi, “Ya.” 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Gu Longming, “Tapi bagaimana kalau … kalau lampu itu adalah syarat yang menarik hantu?” 

Lin Qiushi, “Apa kau masih ingat kamar yang kita periksa pagi ini?”  m1SM8n

Gu Longming, “Aku ingat …” Kamar yang mereka periksa adalah milik dua orang yang hilang itu. 

Lin Qiushi berkata, “Lampu minyak dalam kamar itu kosong.”

Mata Gu Longming melebar. Ia benar-benar melupakan detail ini. 

“Yan Shihe ingat, jadi ia meletakkan uangnya di sisi lain.” Lin Qiushi perlahan mendorong pintu mereka hingga terbuka. “Dunia di dalam pintu sama saja seperti berjudi. Apakah perlu membuang lampu itu atau tidak sama-sama memiliki kemungkinan mati 50%. Ia ingin tahu jawaban yang benar, jadi ia menggunakan nyawa orang lain untuk mencobanya.” Saat ia mengatakan ini, sedikit kebencian muncul di wajahnya.  K3zQBP

Gu Longming, “Lalu kenapa kita tidak memberitahu mereka …” 

Lin Qiushi memiringkan kepalanya, sedikit jengkel: “Karena kita juga tidak tahu jawaban yang benar. Bagaimana kalau tetap menyimpan lampu ternyata adalah langkah yang salah?” 

Gu Longming tidak bisa menjawabnya. 

Keduanya memasuki kamar dan tatapan mereka langsung jatuh pada lampu minyak yang berada di atas meja mereka.  gFAcue

Gu Longming menghampiri lampu, bergumam, “Jadi kita akan menyimpannya?” Ia mengulurkan tangan, mengangkat lampu dan tiba-tiba berhenti. “Tunggu, apa seseorang menukar lampu kita?” 

Lin Qiushi, “Ditukar?” Lin Qiushi melihat lampu itu, namun tidak melihat apapun yang aneh atau janggal. 

“Ya, lampunya sudah ditukar.” Gu Longming yakin. “Kalau kau tidak percaya, akan kutunjukkan.” Ia meraih sakunya dan mencari sesuatu, hingga akhirnya menemukan sebuah benda. 

Dan saat Lin Qiushi melihat dengan jelas apa yang ia keluarkan, ia menatapnya, membatu.  epmaoJ

“Sebentar, saat kita di dalam rumah, kau tidak …” 

“Ya.” Gu Longming berkata, “Maksudku, kita sudah ada di sana.” 

Ada sebuah lampu ekstra di tangan Gu Longming. Sebuah lampu yang sudah selesai; minyak di dalamnya sudah mengeras membentuk pasta putih susu. Tak diragukan lagi, Gu Longming telah mengambil lampu ini dari ruang tamu Nyonya rumah saat mereka menyelinap ke dalam rumahnya. Lin Qiushi menatap lampu itu dan tidak tahu harus mengatakan apa. 

“Heheheh, untungnya aku berpandangan jauh ke depan.” Gu Longming cukup senang. “Kemarilah dan periksa ini. Bukankah warna lampu kita dan lampu yang ini berbeda?”  Y2itA6

Lin Qiushi mencondongkan tubuhnya, dan menemukan bahwa warnanya memang berbeda. Tapi perbedaannya sangat sedikit—warna lampu di kamar mereka hanya sedikit lebih pucat. Kalau tidak diletakkan berdampingan, Lin Qiushi benar-benar tidak akan menyadari perbedaan kecil ini. 

“Ya kan? Ya kan?” Gu Longming berkata, “Mataku tidak sedang bercanda, kan?” 

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Tidak.” Lin Qiushi mengambil lampu dari tangan Gu Longming. “Aku ingin melihat lampu di kamar yang lain.” 

Ia ingin membandingkannya dengan lampu yang lain.  XDQJ9Y

Gu Longming, “Ayo pergi bersama, ya?”

Mereka meninggalkan rumah mereka dan melihat Nyonya rumah yang memakai gaun merahnya muncul tiba-tiba dan berdiri diam di tengah halaman dengan punggung menghadap kamar mereka. 

Gu Longming merasa agak bersalah dan tidak menatapnya terlalu lama. 

Tapi Lin Qiushi menyadari bahwa ia memeluk selimut merah lain di lengannya. Benda itu sama dengan yang ia gunakan sebagai bedong bayi saat siang. Tapi kini, kain lampin itu benar-benar kosong …. wLK8x

Lin Qiushi dan Gu Longming pergi ke kamar lain, membandingkan lampu dan menemukan sesuatu. 

Lampu di dalam kamar tempat mayat bayi Lin Qiushi menangis sama persis dengan yang berada di dalam kamar mereka, dengan kata lain, lampu itu berbeda dari lampu yang dicuri Gu Longming dari kamar Nyonya rumah. 

Dan menilai dari apa yang terjadi pada malam sebelumnya, jenis lampu ini membawa malapetaka. Lampu yang terbuat dari manusia-lah yang aman. 

Meski mereka menemukan fakta ini, tetap saja membuat perasaan mereka tidak nyaman. Lagi pula, lampu-lampu ini dibuat dari spesies yang sama dengan mereka …. LY6do7

Jadi baik Gu Longming maupun Lin Qiushi tidak ada yang menyalakan lampu. Mereka mematikannya lebih awal dan berbaring di ranjang sambil mengobrol. 

Gu Longming banyak bicara dan menceritakan dongeng juga. Ia berbicara soal penemuan menarik yang ia temukan di dunia nyata, dan Lin Qiushi mendengarkan dengan antusias. 

Tapi sebelum mereka tidur, Lin Qiushi masih bangun untuk melihat keluar jendela. 

Benar-benar gelap di luar. Hanya dua kamar yang lampunya menyala—satu adalah lampu Yan Shihe, dan yang lain milik sepasang orang tua. Kamar yang lainnya gelap. Pemilik mereka antara sudah membuang lampunya, atau menyimpannya, hanya tidak menyalakan mereka.  gktho7

Lin Qiushi kembali ke ranjangnya. Ia menutup matanya dan mencoba untuk tidur. Tapi ada banyak hal dalam benaknya, dan ia tidak bisa benar-benar terlelap. Langkah kaki lembut di luar jendela sudah cukup untuk membangunkan Lin Qiushi dari tidurnya. 

Lin Qiushi membuka matanya menatap kamar yang gelap. Hanya ada cahaya bulan yang samar menembus jendela, menyinari lantai dengan cahaya putih. 

Melalui jendela kertas, Lin Qiushi melihat sebaris siluet. Para sosok ini pendek. Menilai dari tinggi dan bentuknya, sepertinya milik anak-anak. Mendengar suara ini, ia tidak tahan untuk tidak mengingat apa yang muncul di lorong semalam—sebaris bocah, saling berpegangan pundak dan perlahan berjalan maju. 

Hal yang terburuk ialah, Lin Qiushi sekali lagi melihat gesekan jari di jendela mereka.  NagjZz

Karena wanita itu sudah membuat lubang di jendela mereka semalam, saat siang, Lin Qiushi sudah secara khusus merekatkan kembali lubang itu dengan lem. Ia kini berbaring di ranjangnya dengan jantung yang hampir melompat ke tenggorokan. Suara lembut itu seperti jerat—akan jatuh ke kepala orang lain kapanpun, kemudian mendorong orang itu ke bawah. 

Suara ini berlanjut untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya berhenti. Sepertinya makhluk di luar menyadari bahwa kertasnya tidak bisa robek, jadi berangsur-angsur pergi ke kamar lain. 

Langit Bieru.

Dan eksperimen Yan Shihe membuahkan hasil juga; lampu minyak yang terbuat dari manusia itu bukan hal yang buruk untuk mereka, dan faktanya merupakan benda untuk melindungi mereka. 

Tepat saat Lin Qiushi yang berbaring di ranjang akan menghela napas lega, ia melihat bayangan yang lebih besar telah muncul di jendela mereka melalui sudut matanya—itu adalah si nyonya rumah! Ia berdiri tegap dan menatap melalui panel tipis kaca begitu saja.  Jr7yY

Lin Qiushi menahan napasnya. Tapi ia segera mengingat lampu yang tiba-tiba menyala semalam. 

Kenapa lampunya tiba-tiba menyala? Mungkinkah ada kondisi maut tersembunyi yang lain, selain dari lampu minyak itu sendiri? Tepat saat Lin Qiushi memikirkan ini, lampu minyak di atas meja tiba-tiba menyala dengan cahaya yang bersinar terang sekali lagi—


Catatan Penulis: 

Aku serius, author bodoh ini telah mengalami mimpi buruk selama setengah bulan sekarang … setiap plot mimpinya sangat menyeramkan. Setiap kali aku bangun, aku harus dengan agresif memeluk kucing.  ILGN63

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment