English

Kaleidoskop KematianCh23 - Gangguan

2 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung P0gm6l


Kesunyian yang menegangkan melingkupi ruangan karena perkataan Ruan Nanzhu. Meskipun nada bermain-mainnya membuat seolah ia tengah berusaha menghidupkan suasana dengan bercanda, tidak ada satupun pada situasi ini yang bisa tertawa. Setelah disiksa dengan berbagai cobaan, semua orang tidak bisa melakukan yang lain kecuali percaya terhadap komentar setengah hati yang tampaknya akan menjadi nyata; lagipula, bahkan imajinasi terliar mereka dapat menjadi nyata dalam mimpi buruk yang menyiksa ini.

Mayat Xiao Yi entah mengapa hilang. Mereka telah berada di sini selama tiga hari dan hanya empat hari tersisa sebelum pesta ulang tahun. Xiao Yi telah mengalami kematian yang begitu tragis kemarin dan pada waktu itu, ibunya menangis tersedu-sedu, hingga bahkan beberapa orang merasa reaksinya agak berlebihan; selain itu, bahkan belum dua puluh empat jam berlalu saat ia nampak sudah pulih dari duka mendalamnya. Sambil berulang-ulang menggumamkan bahwa sudah waktunya menyiapkan kue ulang tahun, ia tergesa-gesa kembali ke dapur. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya ia lakukan; mereka hanya mendengar tubrukan, suara berisik dan langkah kaki yang tergesa-gesa memenuhi dapur saat ia menyibukkan diri.

Please visit langitbieru (dot) com

Suasananya rumit dan suram. Hati semua orang menjadi berat saat sebuah firasat buruk menghantui pikiran mereka, tapi pada saat ini, tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan emosi apa yang tengah mereka rasakan atau mengapa mereka merasa seperti ini; mereka hanya secara tidak sadar tahu bahwa sesuatu yang sangat tidak menyenangkan akan segera terjadi.

Tang Yaoyao yakin nenek tua dan pria muda yang tinggal di lantai bawah adalah tokoh penting untuk menyelesaikan misteri ini, jadi ia dan Zhang Xinghuo pergi ke lantai bawah untuk diam-diam mengumpulkan lebih banyak informasi dari mereka. Bagaimanapun, Ruan Nanzhu tidak repot-repot bergabung dengan mereka. Sebaliknya, dirinya dan Lin Qiushi mulai membicarakan beberapa masalah di kamar mereka. Xu Xiaocheng dan Zeng Ruguo yang berwajah kuyu dan pucat berada bersama mereka selama pembicaraan. Tidak mampu lebih banyak menahan mimpi buruk yang mengerikan ini, sepasang manusia itu hanya diam, meringkuk menjadi bola, ketakutan hingga nyaris gila. MRfQgI

Di antara suara berisik yang terdengar dari dapur, terdengar suara lain yang dapat membuat orang tuli mendengar—senandung yang digumamkan sang Ibu. Suaranya yang menyeramkan memekakan telinga, menyebabkan darah mereka menjadi dingin.

Pintu kamar tidur tertutup rapat dan dua bersaudari cilik yang masih hidup bersembunyi di suatu tempat di kamar mereka, entah apa yang mereka lakukan.

Zeng Ruguo yang gugup meminum terlalu banyak air sehingga ia harus pergi ke toilet. Saat mengatakan ini, ia perlahan menatap Lin Qiushi dengan putus asa, permohonan yang terpancar dari matanya sudah sangat jelas.

“Ada apa?” Menerima tatapan sedih dan memohon ala anak anjing dari seorang pria dewasa seperti Zeng Ruguo membuat Lin Qiushi merinding. Merasa terganggu ditatap seperti itu oleh pihak lain, Lin Qiushi dengan hati-hati mundur dan bertanya, “Untuk apa menatapku seperti itu? Apa yang ingin kau katakan?” ZWz7OP

“Yu Da-ge … Ummm, itu …” Zeng Ruguo juga terlihat malu. Tapi ia dengan segera menggertakkan gigi dan membuang harga dirinya lalu memohon, “Bisakah kau menemaniku ke toilet? Aku agak takut kalau harus pergi sendiri.”

Hanya ada satu toilet umum yang tersedia dan itu adalah toilet yang sama dimana Lin Qiushi menemukan mayat bayi yang cacat itu. Melihat ketakutan dan kekhawatiran pada wajah Zeng Ruguo, Lin Qiushi mengangguk cepat dan merespon, “Tentu. Sejujurnya, aku juga ingin pergi ke toilet, bagaimana kalau kita pergi bersama?”

Luar biasa gembira, Zeng Ruguo dengan penuh semangat menganggukkan kepalanya setuju.

Dengan begitu, keduanya pergi ke kamar mandi.  2GhetO

Tanpa mereka sadari, hari sudah sore. Meski saat itu baru sekitar pukul tiga, saat itu sudah hampir senja karena bayangan hitam gelap telah melingkupi langit di luar. Ada sebuah jendela di samping toilet yang memperlihatkan pemandangan di luar melalui kaca. Sebelum Lin Qiushi pergi ke toilet, ia melihat sebentar ke luar jendela dan dihadapkan dengan tirai kabut gelap yang menyembunyikan dunia. Ia tidak bisa melihat apapun yang ditutupi kabut hitam itu; faktanya, ia malah merasa seolah ia mencoba melihat dengan dua mata yang tertutup.

Lin Qiushi dengan cepat menyelesaikan urusannya. Saat menyadari bahwa Zeng Ruguo buang air kecil di salah satu bilik terdalam, ia berkata padanya, “Aku akan menunggumu di luar.”

“Oke.” Zeng Ruguo tertawa canggung.

Lin Qiushi keluar dari ambang pintu dan menunggu Zeng Ruguo di sana. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat-lihat saat ia menyadari bahwa ponselnya mendapat jaringan. Setelah menimbang beberapa saat, ia akhirnya tidak berani menelepon—ia takut panggilannya akan dijawab makhluk aneh dari tempat yang mengerikan ini. S0ANyv

Lin Qiushi awalnya mengira Zeng Ruguo akan segera selesai, tapi setelah menunggu sekitar empat atau lima menit, tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan keluar; pasalnya, bahkan tidak ada tanda-tanda pergerakan di dalam, tidak ada suara apapun yang terdengar. Tiba-tiba Lin Qiushi mendapat firasat yang mengerikan; perasaan buruk itu menyiksa ujung perutnya, membuat seluruh syaraf tubuhnya tegang. Tidak lama kemudian ia mencium aroma besi yang samar di hidungnya. Lin Qiushi sangat akrab dengan aroma ini, sebelumnya ia telah mencium aroma ini berkali-kali. Dengan segera ia tahu bahwa itu adalah—aroma darah.

“Zeng Ruguo!!!” Lin Qiushi tidak berani langsung masuk ke dalam, ia meneriakkan nama Zeng Ruguo dari luar. 

Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, hanya kesunyian yang meresahkan yang menjawab.

Lin Qiushi ragu untuk beberapa saat; kemudian ia menginjakkan kakinya ke dalam kamar mandi lagi. Namun, ketika ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi, ia mendengar sebuah suara yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. 6qxSAh

Lin Qiushi tidak pernah mendengar suara seperti itu sebelumnya. Itu sulit dijelaskan, seperti seseorang memukul sebuah objek yang sangat keras dalam satu pukulan dengan seluruh kekuatan mereka. Lagi, lagi, dan lagi … Tapi agaknya, objek keras itu tidak terlalu kokoh, karena Lin Qiushi dengan jelas mendengar suara retakan, seolah itu dihancurkan hingga menjadi serpihan.

Saat ini, keringat dingin mulai melapisi punggung Lin Qiushi; suaranya bergetar saat ia dengan ragu memanggil, “Zeng Ruguo, apa kau masih disana?”

Story translated by Langit Bieru.

Namun, masih tidak ada yang menjawab. Kengerian mulai menenggelamkan hati Lin Qiushi. Ia tahu dengan jelas bahwa Zeng Ruguo memiliki peruntungan yang buruk. Melalui retakan kecil dalam bilik, Lin Qiushi melihat ke tempat Zeng Ruguo seharusnya berada, hanya untuk melihat cairan merah terang mengalir tanpa akhir, mewarnai lantai bilik toilet tersebut. Matanya mengikuti jejak darah yang perlahan mengalir di lantai, perlahan mengisi retakan keramik lantai. Saat melihat bahwa kakinya akan menyentuh darah, Lin Qiushi segera melompat ke belakang untuk menghindar.

“Zeng Ruguo, apa kau masih disana?” Sekali lagi, Lin Qiushi memanggil pria itu. Namun, ia segera menyadari bahwa darah di lantai itu tiba-tiba terlihat hidup. Seolah mereka adalah tangan terpelintir yang mencoba menangkap bayangannya, mereka menggeliat dan mulai meraih, tanpa henti mencoba menangkap langkahnya. Awalnya, darah itu bergerak sangat lambat, namun kecepatannya bertambah secara bertahap; bahkan jauh lebih cepat dan lebih sulit untuk dihindari. Noda darah itu nyaris tidak bisa dihindari oleh Lin Qiushi. fukdCr

Setelah melihat ini, Lin Qiushi tidak berani tinggal lebih lama di kamar mandi. Ia dengan panik berlari keluar dan kembali ke kamar, “Kabar buruk, kalian berdua, ini tidak bagus. Sesuatu yang buruk terjadi pada Zeng Ruguo.”

Ruan Nanzhu dan Xu Xiaocheng segera berhenti berbicara. Mereka menoleh dan bertanya, “Ada apa?”

Di tengah napasnya yang putus-putus, Lin Qiushi berkata, “Aku menunggunya di luar, tapi karena aku tidak mendengar apapun setelah beberapa saat, aku memutuskan untuk kembali dan melihat. Saat aku masuk ke kamar mandi lagi, yang bisa kulihat hanyalah lantai yang berlumuran darah.” Ia mengerutkan alisnya, ujung bibirnya tertekuk ke bawah. “Darah itu terus mengalir ke arahku, kelihatannya mengejarku, seolah sedang mencoba untuk menangkapku. Aku tidak berani tinggal lebih lama dan keluar dari kamar mandi secepat yang aku bisa.”

Ruan Nanzhu bertanya, “Darah? Apa kau terkena darah itu? Darah itu belum menyentuhmu, kan?” LUmWvp

Lin Qiushi menggelengkan kepalanya.

“Oh, kalau begitu baik-baik saja.” Ruan Nanzhu berkata, “Ayo, sekarang kita bersama-sama pergi melihatnya. Lagi pula, tidak mungkin kita dapat menghindari kamar mandi untuk beberapa hari ke depan.”

Xu Xiaocheng meringis dan semakin banyak ia mendengar cerita Lin Qiushi wajahnya menjadi semakin pucat. Menurut Ruan Nanzhu, Xu Xiaocheng adalah seorang selebriti yang sangat terkenal di dunia nyata dan ini juga bukan kali pertamanya ia berada di dunia pintu. Tapi,  Lin Qiushi tidak akan pernah tahu seumur hidupnya apakah ia benar-benar ketakutan atau hanya bepura-pura takut; ia hanya berdiri disana, tenggelam dalam pikirannya, mencoba menebak apakah reaksi Xu Xiaocheng asli atau palsu.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Ruan Nanzhu saat melihat wajahnya yang bingung. KXE5Ao

Lin Qiushi tersadar dari lamunannya. “Bukan apa-apa.”

“Kau mulai terbiasa dengan hal-hal ini.” Ruan Nanzhu berkomentar, “Kemampuanmu untuk beradaptasi cukup mengagumkan.”

Ruan Nanzhu berjalan memimpin kelompok itu. Tidak ada jejak takut atau kaget di wajah tersebut; seolah ia sudah mengantisipasi kematian Zeng Ruguo. Tapi, jika ia harus jujur, Lin Qiushi juga merasakan hal yang sama dengan Ruan Nanzhu; meski ia tidak yakin mengapa ia berpikir seperti itu, ia hanya mempunyai firasat bahwa Zeng Ruguo akan menjadi orang pertama yang mati.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Eejc Rjchte qfgul xf xjwjg wjcvl vjc wfwjrexlcsj. Pj wfiltja xf ajcjt vjc wfwqfglcujal sjcu ijlc, “Ajcujc wfculcpjx vjgjtcsj.” HkEgIh

Djge yfyfgjqj wfcla yfgijie, vjgjt wfgjt mfgjt vl tjvjqjc wfgfxj afijt wfwyfxe wfcpjvl mjlgjc tlajw sjcu xfcaji, rfjxjc revjt ijwj wfcufglcu.

Eejc Rjchte wfijcuxjtl vjgjt vjc wfiltja wjsja Ifcu Eeueb. Pj wfcvfmjxxjc ilvjt vjc wfcuewewxjc, “Zjal.”

Mendengar ini, Lin Qiushi beringsut maju untuk mengamati situasi dalam bilik. Zeng Ruguo memang sudah mati; tidak diragukan lagi. 

Seluruh tubuhnya terbaring di lantai yang dingin dengan kepala yang kelihatannya dipukul menggunakan suatu alat. Darah kotor merendam daging dan tulang yang bercampur menjadi satu, menciptakan pemandangan buruk yang sangat mengerikan.  4sRi9

Xu Xiaocheng menutup mulutnya dan sekali lagi merasa ingin muntah, namun sayangnya tidak ada yang dapat dikeluarkan.

Lin Qiushi, di sisi lain, terlalu sibuk memikirkan hal lain daripada sensasi mualnya; ia teringat suara pukulan aneh yang ia dengar di ambang pintu kamar mandi. Pada saat ini, ia akhirnya menyadari—suara itu jelas adalah suara seseorang memukul kepala Zeng Ruguo dengan palu. 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Hmm …” Ruan Nanzhu memiringkan kepalanya saat ia merenungkan sesuatu. “Tidakkah kalian merasa ada sesuatu yang hilang?”

Lin Qiushi penasaran, “Apa yang hilang?” Tapi, setelah ia memeriksa lagi dengan teliti, ia akhirnya menyadari apa yang sebenarnya menghilang. “Itu … Otaknya?” 2dwkYR

Ruan Nanzhu: “Mhm, hilang seperti nyawanya.”

Lin Qiushi terdiam.

Tengkorak Zeng Ruguo dihancurkan hingga menyerupai sebuah telur. Lin Qiushi nyaris tidak bisa mengenali bentuk aslinya dan otak Zeng Ruguo, yang seharusnya tersebar dan mengotori lantai seperti serpihan tulangnya dan dagingnya yang berserakan di tanah, tidak dapat ditemukan dimanapun.

“Brengsek.” Sebuah pemikiran tiba-tiba memasuki benaknya, Lin Qiushi, yang jarang berkata kasar sebelum mengalami kejadian ini, meludahkan serangkaian kata-kata kotor yang tidak enak didengar. “Jangan bilang kita semua adalah telurnya?” Be97Tr

Ruan Nanzhu: “Kurang lebih.”

“Kenapa mereka mengambil otaknya?” Lin Qiushi bergidik membayangkan seseorang berjongkok di sebelah mayat Zeng Ruguo, dengan terampil menghancurkan tengkoraknya dan menggali otaknya, mengeluarkannya dari tempat aslinya, lalu sekali lagi menghancurkan kepalanya setelah ia menemukan apa yang diinginkan. Sepenuhnya terkejut, ia bergumam, “Aku tidak mengerti.”

“Yah, otak itu pasti memiliki suatu manfaat,” Balas Ruan Nanzhu. “Namun, kita belum apa gunanya secara spesifik.” Ia mendesah, “Omong-omong, ayo kembali.”

“Bagaimana dengan mayatnya?” Tanya Lin Qiushi. u0CQcb

Ruan Nanzhu menjawab, “Jangan disentuh, tinggalkan saja disini.” Ia tersenyum tenang, “Mungkin tubuhnya juga akan menghilang tanpa kita sadari.”

Kemudian, tepat seperti yang diprediksi Ruan Nanzhu, pada saat orang-orang yang pergi ke lantai satu dan empat kembali, tubuh Zeng Ruguo sudah menghilang.

Hanya menyisakan genangan darah di lantai yang membuktikan bahwa apa yang mereka lihat bukanlah bagian dari imajinasi mereka belaka. 

“Zeng Ruguo sudah mati?” Tang Yaoyao agaknya terkejut mendengar berita ini. “Bagaimana ia mati?” 7Ry9Nz

Lin Qiushi menceritakan kejadiannya dengan singkat.

“Yah, kita tidak bisa melakukan apapun soal itu; jika ia mati, ia mati.” Secara mengejutkan, reaksi Tang Yaoyao ternyata agak datar. Itu adalah bukti bahwa ia adalah orang berpengalaman yang sudah lama terbiasa dengan kematian. Ia terkekeh sambil mengejek, “Jika kau melihatnya dari sisi lain, ia juga salah satu orang brengsek yang beruntung. Jika orang lain yang memasuki kabut gelap itu mereka jelas akan segera mati, tapi ia masih bisa mendapat beberapa hari tambahan untuk bersenang-senang.”

Lin Qiushi: ” … “

“Jadi dimana mayatnya berada?” Tanya Tang Yaoyao. “Aku mau melihatnya.” hCDx1Q

“Di kamar mandi.” Jawab Lin Qiushi.

Namun, ketika mereka memasuki kamar mandi, mayat Zeng Ruguo sudah hilang. Selain beberapa noda darah, bilik itu sepenuhnya bersih. 

Please visit langitbieru (dot) com

“Hilang?” Tang Yaoyao menyuarakan rasa penasarannya, “Siapa yang mengambil tubuhnya?”

“Aku tidak tahu.” Lin Qiushi menggelengkan kepalanya. “Kami berada di kamar sepanjang waktu dan tidak memperhatikan siapa saja yang menggunakan kamar mandi. Tapi, kupikir ia tidak dibunuh oleh manusia, jadi akan mudah bagi apapun yang membunuhnya untuk mengambil mayatnya jika ia mau.” fS9QRk

Ruan Nanzhu menatap kloset dan berkata, “Tubuhnya mungkin dimasukkan ke dalam kloset.”

“Apa kau bilang?” Tang Yaoyao tidak mempercayai pendengarannya.

“Ada sedikit kulit dan daging manusia di dalam kloset.” Ruan Nanzhu meneliti, “Dan juga rambut.”

Setelah meneliti area yang dikatakan Ruan Nanzhu, semua orang menemukan tepat seperti apa yang dikatakan Ruan Nanzhu. Tersangkut di ujung pipa kloset yang sempit adalah beberapa potong kulit dan serpihan tipis daging manusia, tersangkut dengan untaian rambut hitam. Jika ini adalah dunia nyata, sangat tidak mungkin untuk menyeret masuk tubuh manusia ke dalam kloset; bagaimanapun, ini bukan dunia nyata melainkan dunia pintu. Banyak kejadian yang aneh yang terjadi di dunia yang tidak dapat dijelaskan dengan logis ini; bagaimanapun, semuanya mungkin disini. yYoPp5

Setelah berhubungan dengan Ruan Nanzhu selama beberapa waktu, Lin Qiushi menyadari kemampuan observasi Ruan Nanzhu sangat mengagumkan. Banyak detail penting yang tidak mudah disadari orang lain terlihat dengan jelas oleh Ruan Nanzhu. Jika bukan karena Ruan Nanzhu, ‘perjalanan’ kecil mereka di dunia pintu tidak diragukan lagi akan jauh lebih berbahaya.

“Bagaimana dengan kalian? Apa kalian mendapat informasi tambahan dari lantai bawah?” Ruan Nanzhu berbalik menghadap Tang Yaoyao.

“Tidak.” Tang Yaoyao terlihat agak kesal. “Ketika pria muda itu membuka pintu dan melihat aku berdiri di hadapannya, ia segera membanting pintu dan mengusir kami—kau dan aku sama-sama perempuan disini, tapi kenapa ia membuka pintunya untukmu?”

Mendengar ini, Lin Qiushi diam-diam berkata pada dirinya sendiri, tentu saja karena Ruan Nanzhu sangat cantik … Para pria memikirkan hal yang sama, tapi tidak ada yang berani mengatakannya; wajah mereka menunjukkan kebingungan yang sama, seperti mereka tidak memahami alasan dibalik perlakuan yang berbeda ini.  MjtGSh

“Mungkin karena aku lebih tinggi.” Ruan Nanzhu juga tidak menyatakan kebenaran yang dipikirkan semua orang dan hanya menggunakan alasan asal untuk menutupi kenyataan.

“Dan juga, tidak mungkin ada yang lebih bodoh dari wanita tua pikun itu.” Tang Yaoyao mendesis kesal. “Aku mengetahui bahwa tidak ada siapapun yang tinggal bersamanya dan ia tinggal sendiri. Kami bertanya apa yang ingin ia katakan karena kami tidak bisa memahami apa yang ia katakan, tapi ia terus berkata, ‘Aku sudah makan, aku sudah makan.’ Seolah ada yang peduli entah dia sudah makan atau belum!”

Ketika Ruan Nanzhu mendengar ini, ada perubahan kecil dalam ekspresinya, tapi pada akhirnya ia tetap diam. 

“Apa yang harus kita lakukan? Aku rasa kita tidak akan menemukan petunjuk lain sekarang. Apa ini berarti kita hanya bisa menunggu pesta ulang tahun mereka?” NRzW89

“Masalah terbesar adalah kita tidak tahu apakah kita masih bisa hidup pada saat itu. Kurasa kematian Zeng Ruguo hanyalah permulaan.” Zhan Xinghuo menggumam suram. “Ini seperti efek domino. Biasanya, kematian pertamalah yang memicu api dan setelahnya, apapun yang terjadi di masa depan akan lebih merepotkan.”

Semua orang menahan napas ketika mendengarnya. Tidak lama kemudian, tanpa bisa ditahan isak tangis Xu Xiaocheng memecah keheningan.

Tang Yaoyao sangat terganggu dengan tangisannya; ia mengkritik gadis itu, dengan marah bertanya apakah ada gunanya ia menangis; Lagipula, jika menangis memiliki bahkan sedikit kegunaan di tempat ini, tidak akan ada yang mati. 

Di sela isakannya, Xu Xiaocheng dengan sedih merintih, “Maaf, maafkan aku.” 4sruaR

“Baik.” Ruan Nanzhu menginterupsi, “Menyerang orang  dan membuat orang lain mengkhawatirkan sesuatu juga tidak ada gunanya.” Ia menambahkan, “Apapun yang akan terjadi, terjadilah.” 

Tang Yaoyao mendesah, “Kita hanya bisa melakukan ini.”

Please visit langitbieru (dot) com

Karena kematian Zeng Ruguo, atmosfer dalam ruangan tersebut menjadi lebih berat dan mengerikan. 

Mereka sama sekali tidak merasa bahagia, tapi ibu dari tiga anak kembar itu tampaknya berada dalam suasana hati yang sangat baik. Ia menyajikan hidangan daging pada malam hari dan sama seperti sebelumnya, mereka hanya menatap daging yang disajikan di hadapan mereka dan tidak mengangkat sumpit.  FuwbY2

Tapi wanita itu tidak keberatan. Suara kunyahannya berisik dan ia mendesah puas di setiap gigitan, ia dengan segera menghabiskan seluruh hidangan sendiri. Xu Xiaocheng tidak mampu menahannya lagi karena ketahanannya terhadap hal seperti ini adalah yang terburuk; ia hanya mampu memakan dua gigitan roti sebelum meninggalkan meja. 

Zhong Chengjian, salah satu pendatang baru yang agak penyendiri dan tidak banyak bicara juga memutuskan untuk kembali ke kamarnya, tapi baru saja ia beranjak, ia berpapasan dengan dua gadis kembar di ambang pintu. Seperti biasa, dua bersaudari aneh itu muncul tiba-tiba; tidak ada yang tahu sejak kapan mereka berdiri di sana. 

Salah satu gadis itu tiba-tiba membuka mulutnya dan bertanya pada Zhong Chengjian, “Apa kau tahu siapa aku?”

Zhong Chengjian sudah sangat gelisah dan medengar pertanyaan ini membuat tali yang menjaga kewarasannya nyaris putus. Ia dengan tidak sabar menggeram, “Kalian berdua, minggir. Aku ingin keluar dan kalian menghalangi jalanku.” Ini adalah pertama kalinya ia memasuki dunia pintu dan tiba-tiba masuk ke dalam dunia aneh yang tidak dapat dijelaskan dan membawa ketakutan terdalamnya muncul ke permukaan, ditambah lagi dengan ketakutan mengenai kematian yang merusak pikirannya, akibatnya, ia berada di ambang keruntuhan. Jadi, ketika ia melihat dua anak kecil dengan rok imut ini, ia hanya ingin menghindari mereka sejauh mungkin; ia jelas-jelas tidak memiliki niat atau energi untuk menjawab pertanyaan mereka. VrcdMG

Tapi, gadis kecil ini tidak bersedia melepaskannya. Dengan gigih, ia mengulangi pertanyaannya, masih menunggu jawaban. “Apa kau tahu siapa aku?”

Lin Qiushi baru saja melangkah ke depan, berniat untuk membantu, ketika Zhong Chengjian tiba-tiba mengulurkan tangan dan dengan kasar mendorong gadis kecil itu. Omongan kotor dan keji diludahkan dari mulutnya saat ia buru-buru keluar dari ruangan itu dengan marah.

Gadis kecil itu terbentur keras ke tembok. Ia perlahan bangkit dari tanah, menegakkan tubuhnya. Mata hitam gelapnya menatap dalam ke arah Zhong Chengjian berlalu tanpa berkedip. 

Berdiri di sebelahnya adalah saudarinya, melihat adegan itu dengan datar. Bibirnya berkedut dan bergerak sedikit. Tidak ada yang tahu apa yang ia katakan pada saudarinya, tapi tidak lama kemudian sebuah senyuman mengerikan terlukis di wajah gadis kecil itu.  tSUsdP

Lin Qiushi terhenti di tempat dan menoleh ke arah Ruan Nanzhu.

Ruan Nanzhu hanya menggelengkan kepalanya.

“Lelaki itu kelihatannya tidak banyak bicara tapi ternyata tempramennya sangat buruk.” Tang Yaoyao tidak menghargai sikap Zhong Chengjian. Ia menambahkan, “Dan dia bahkan memiliki nyali untuk memprovokasi satu dari tiga anak kembar itu …” Ia menggigit roti, mengunyah lalu menelannya sebelum mendesah, “Ketika aku keluar dari tempat ini, hal pertama yang aku lakukan adalah makan makanan enak.”

Siapa yang tidak mau meninggalkan tempat mengerikan ini? Siapa disini yang tidak ingin kembali ke kenyataan, berjemur di bawah cahaya matahari dunia nyata yang dipenuhi kehidupan? Sayangnya, kebenaran yang dingin dari kenyataan adalah bahwa kenyataan tidak pernah mengabulkan keinginan manusia dan mereka harus menghabiskan beberapa hari lagi di lubang neraka ini.  Y9ZdQO

Kekelaman malam membangkitkan perasaan tidak nyaman dan teror. 

Lin Qiushi ingat apa yang pernah dikatakan Ruan Nanzhu. Ia teringat bagaimana konflik terjadi antara Zhong Chengjian dan dua dari tiga bersaudari, dan memperhitungkan akan ada yang terjadi malam ini.

“Mungkin saja aku salah. Mungkin kondisi maut yang kutebak itu salah.” Ruan Nanzhu, yang tengah berbaring di samping Lin Qiushi, tahu bahwa ia sedang berpikir dan menenangkannya. “Hatimu terlalu lembut. Beberapa hal harus diabaikan dalam dunia ini.”

Lin Qiushi tidak segera menjawab dan sebaliknya, mendesah lembut, “Aku seharusnya melakukan sesuatu; itu seharusnya dapat kucegah …” m tLcM

Ruan Nanzhu: “Kau tidak perlu bertanggung jawab atas nyawa siapapun.”

Lin Qiushi tersenyum kecut mendengarnya, “Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Aku hanya  tidak ingin melihat lebih banyak orang mati.” Hidupnya sendiri dilindungi oleh Ruan Nanzhu, jadi tentu saja, ia tidak akan cukup sombong untuk berpikir bahwa ia bisa melindungi dan menyelamatkan nyawa orang lain dengan heroik.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Yah.” Ruan Nanzhu bergumam, “Pada akhirnya, hidup dan mati diatur oleh takdir dan kita tidak bisa menentangnya; mereka yang seharusnya mati akan mati dan yang ditakdirkan hidup akan melanjutkan hidup sampai maut menjemput mereka.” Namun, jika Lin Qiushi tidak peduli tentang hidup orang lain, jika ia hanya seorang pengecut egois yang tidak ada bagusnya, Ruan Nanzhu tidak akan memperlakukannya seperti ini sekarang; nyatanya, ia bahkan tidak akan meliriknya sedikitpun.

Beberapa hal pada dasarnya kontradiktif.  GUPkBg

Lampu redup itu nyaris tidak menerangi kamar sempit itu. Lin Qiushi menekan saklar dan kamar itu tenggelam dalam kegelapan.

Karena apa yang terjadi semalam, mereka berganti posisi tidur dan tidak berani menyandarkan kepala mereka di dekat dinding koridor.

“Aku bergantung padamu malam ini.” Ruan Nanzhu berterus terang sebelum tidur, “Aku tertidur seperti babi. Aku tidak bisa mendengar apapun, kecuali seseorang membangunkanku.”

Lin Qiushi: ” … ” Untung pertama kalinya, ia merasa bahwa kemampuan mendengarnya yang tajam sangat menyusahkan. Akan lebih baik jika ia seperti Ruan Nanzhu, tidak mendengar apapun dan bisa tidur dengan damai dari malam hingga fajar.  9w56n

Keduanya berpikir bahwa Zhong Chengjian akan mati malam ini, tapi nyatanya tidak ada kejadian apapun malam itu. Itulah yang menyebabkan semua orang menoleh saat melihat Zhong Chengjian tiba di meja untuk sarapan keesokan harinya, memperhatikan pria itu dan menatapnya dengan aneh.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Tanya Zhong Chengjian, mempertanyakan tatapan tidak biasa yang ia terima. 

Tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Mereka menundukkan kepala mereka dan lanjut memakan sarapan di hadapan mereka. 

Menu sarapan mereka adalah bubur tawar dan roti kering. Memakan hal yang sama selama beberapa hari berturut-turut, Lin Qiushi benar-benar tidak memiliki nafsu makan saat melihat roti tawar itu, tapi ia tetap harus makan.  UrXoud

Zhong Chengjian duduk dan mengambil semangkuk bubur. Ia mengangkatnya ke mulut dan mulai meminumnya. Namun, ia baru meminum dua teguk dari mangkuk itu saat tubuhnya menegang dan ia tiba-tiba berhenti bergerak. Ia dengan segera menutup mulutnya dengan tangan dan mulai terbatuk dengan keras, seolah-olah ada dahak kental bersarang di bagian belakang tenggorokannya, mencekiknya, tidak dapat dikeluarkan meski ia terbatuk dan muntah dengan keras.

“Ada apa?” Tang Yaoyao yang duduk tepat di sebelahnya, terkejut dengan serangan batuknya yang tiba-tiba.

“Uhuk, uhuk, uhuk! Apa-apaan ini—” Zhong Chengjian meludahkan apa yang baru ia makan hanya untuk melihat bahwa bubur yang ia muntahkan ke lantai berwarna merah karena darahnya. Ia kemudian memasukkan tangannya ke mulut dan dengan jarinya menggali tenggorokannya selama beberapa saat, ia akhirnya berhasil menarik keluar sebuah benda tipis.

Benda yang ia keluarkan dari dalam mulutnya membuat semua orang yang melihat membeku, terkejut, dan benar-benar kaget atas pemandangan di hadapan mereka. Benda itu merupakan sebuah jarum seukuran ibu jari, tajam di kedua sisi dan dinodai darah merah. Untungnya, Zhong Chengjian tidak segera menelannya, jika jarum itu mengoyak kerongkongannya ia tentu sudah mati. Bahkan, meskipun ia menemukan jarumnya lebih awal, ia tetap terluka dan terbukti oleh darah kental yang terus menetes dari sisi mulutnya. qeTyVd

“Brengsek!” Amarah meliputi Zhong Chengjian dan ia dengan murka membuang jarum ke lantai, “Siapa yang memasukkan ini ke dalam mangkukku?!”

Tidak seorangpun mengeluarkan suara. Keheningan mengudara, menegangkan syaraf semua orang. 

“Wanita itu yang menyiapkan bubur.” Tang Yaoyao akhirnya bicara. “Sudah disiapkan sebelum kami tiba di meja. Kami hanya duduk secara acak.”

“Tidak.” Ruan Nanzhu menyanggah, “Zhong Chengjian biasanya tiba paling akhir.” Karena biasanya ia yang paling terakhir duduk, semua orang terbiasa menyisakan kursi paling luar untuknya. “Orang ini menargetkan Zhong Chengjian.” wXjhJP

“Jadi maksudmu wanita itu yang menaruh jarum pada mangkuknya?” tanya Tang Yaoyao tidak percaya.

Ruan Nanzhu menatap noda darah di tanah. “Mungkin.”

Please visit langitbieru (dot) com

Gemetar karena amarah, Zhong Chengjian bergegas mencari wanita itu ke dapur dan menuntut penjelasan. 

Wanita itu bahkan tidak berkedip saat dihadapkan dengan Zhong Chengjian yang mengamuk; wajahnya datar. Mengenakan celemek dan spatula di tangannya, ia berkata, “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” qOk3Ez

“Apa kau memasukkan jarum ke mangkukku?” Zhong Chengjian dengan cepat bertanya, kemudian menunjuk ke dalam mulutnya yang berdarah, “Apa kau mencoba untuk membunuhku?”

Wanita itu menatapnya datar, tanpa simpati seolah apa yang ia lihat hanyalah bangkai belaka.

Satu demi satu, semua orang mengejar Zhong Chengjian ke dapur dan memperingatinya untuk tidak bertindak gegabah. Zhang Xinghuo dengan lembut menariknya kembali dan secara terbuka menasehatinya untuk tidak memulai pertengkaran dengan nyonya rumah.

“Kalian semua adalah pengecut!” Zhong Chengjian terbakar amarah. Ketakutan dan kemarahan yang ia pendam dalam hatinya sejak ia tiba di dunia ini akhirnya meledak. Tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa tindakan selanjutnya yang ia lakukan adalah mengambil pisau yang biasa dipakai wanita itu untuk menyiapkan makanan. “Sialan! Hantu apa, huh?! Dewa atau iblis, bunuh saja mereka dan semuanya berakhir; mereka hilang!!!” Dengan sebuah ayunan, ia membidik dan menebas wanita yang berada di depannya. t8E1BX

Semua orang mendadak lumpuh melihat adegan tak terduga ini. Ruan Nanzhu adalah orang pertama yang bereaksi. Beberapa detik kemudian, ia menarik Lin Qiuhi dan Xu Xiaocheng yang berdiri di hadapannya dan segera menyeret mereka mundur. Tang Yaoyao, yang masih terkejut tidak bereaksi dan seluruh tubuhnya terciprat darah yang hangat.

“Ahhhh!!!” Saat wanita itu diterjang dan ditebas hingga mati, ia mengeluarkan pekikan yang paling memilukan. Akhirnya, tubuhnya terjatuh lemas ke tanah dan pada saat itulah ia menghembuskan napas terakhirnya.

“Mati! Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu!” Mata merah darah Zhong Chengjian diselimuti kegilaan. Seolah ia dirasuki, ia menusuk wanita itu lagi dan lagi, tanpa henti memotongnya hingga ia tidak lagi terlihat seperti manusia.

Ia tidak berhenti sampai rasa lelah melandanya dan ia duduk di tanah, terengah-engah, dan kegilaan dalam matanya berangsur hilang, meninggalkan sensasi hampa yang aneh dan panik yang melanda. Suaranya bergetar lemah dan menunjukkan betapa lemahnya pria itu. “A-aku .. Aku membunuh seseorang?” M dIKz

“Zhong Chengjian apa kau gila?! Kau psikopat sialan!!” Suara melengking Tang Yaoyao terdengar ke seluruh ruangan. “Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan—”

“Aku membunuh seseorang?” Zhong Chengjian kedengarannya akan segera menangis; suaranya parau, kata-kata tersangkut di tenggorokannya dan tangisan penderitaan tampaknya mendesak keluar. 

“Intinya bukanlah kau membunuh seseorang, tapi apakah seseorang yang kau bunuh adalah manusia atau bukan.” Meski Tang Yaoyao segera mundur, tubuhnya masih dinodai darah. Ia menatap Zhong Chengjian marah dan mendesis, “Apa kau yakin ia tidak akan kembali menemuimu nanti malam?”

Zhong Chengjian perlahan bangkit dari tanah. Kelihatannya pikiran dan jiwanya sudah lama runtuh. Ia dengan datar bergumam, “Aku membunuh seseorang. Aku membunuh seseorang.” Kemudian melepaskan pisau di tangannya, menjatuhkannya ke lantai. BDbA3d

“Dan inilah mengapa aku benci pemula.” Ruan Nanzhu menyandarkan dagunya di pundak Lin Qiushi, dengan nyaman merapatkan dirinya pada leher Lin Qiushi. “Mereka sangat mudah gelisah. Seseorang yang tidak dapat menjaga dirinya, yang tidak melangkah hati-hati dan melakukan perbuatan yang sia-sia, akan selalu jatuh ke dalam bahaya.”

Lin Qiushi bertanya, “Apa yang terjadi jika seseorang membunuh NPC?”

Ruan Nanzhu berbisik, “Yah, tentunya tidak ada hal baik yang akan terjadi.” Ia berhenti sejenak, “Maksudnya, semuanya berakhir dengan kematian. Perbedaannya hanyalah kematiannya mungkin agak lebih tragis dari yang lain; tapi selain itu, tidak mungkin ada hal lain yang terjadi.”

Lin Qiushi: ” … “ 6F1et7


Catatan Penulis:

Ruan Nanzhu: syaraf mereka terlalu tipis; ia tidak bagus. Apa kau suka yang tipis atau tebal?

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi: Tidak perlu bertanya, aku lebih suka yang tebal.

Ruan Nanzhu: Hehehe, kau beruntung, karena aku sangat tebal. nh1 YF

Lin Qiushi: ….. 


Catatan Penerjemah:

Ruan Nanzhu membicarakan soal mereka mudah gelisah atau tidak (his nerves are way too thin)dan Lin Qiushi berkata bahwa ia lebih suka orang yang tidak mudah gelisah (thick nerves) tapi Ruan Nanzhu membicarakan sesuatu yang tebal yang lain ..

vAU9ns

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments