English

Kaleidoskop KematianCh84 - Lampu yang Hilang

2 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: feiyourarthur g5yboY


Saat lampunya menyala, otak Lin Qiushi bahkan belum bereaksi kala tubuhnya melompat maju. Ia ingin mematikan lampunya seperti kemarin, tapi pergerakan gilanya malah membuat lampu itu terjatuh ke samping. Meski sumbunya padam, lampu itu masih membuat suara nyaring saat menyentuh lantai dan minyaknya juga terciprat ke segala arah, 

Kamar itu sekali lagi tenggelam dalam kegelapan. Lin Qiushi setengah berlutut di jendela, dan merasakan suatu firasat buruk muncul—muncul suara jari menggores jendela kertas di atas kepalanya. Mereka terus menggaruknya; sepertinya lebih dari satu orang yang mencoba merobek jendela mereka. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi menahan napasnya dan memberanikan dirinya. Ia menatap ke atas, dan dengan cahaya bulan ia melihat banyak tangan anak-anak hingga tak terhitung jumlahnya yang sedang menggores, mencolok dan menggali jendela mereka. Saat berikutnya, muncul sebuah robekan. Lin Qiushi melihat sepasang tangan pucat seukuran anak-anak merangsek masuk melalui kertas tipis, terulur masuk. 

Seolah ini adalah sinyal, sepasang tangan kecil itu mulai membuat sebuah lubang di kertas jendela. Di balik lubang itu, muncul wajah putih pucat seorang anak. Bocah itu membuka mulut merah berdarahnya dan mengeluarkan tangisan keras hingga cegukan.  S4WYsl

Ia mengulurkan tangan, susah payah mencoba merangkak masuk melalui lubang yang terbuka robek. Dalam sekejap ia sudah setengah jalan dan akan segera masuk seluruhnya. 

Lin Qiushi hanya bisa mundur. Tangisan anak itu mengingatkannya akan sesuatu: ia segera teringat kata-kata dari petunjuk dan dengan segera berkata: “Langit ketakutan, bumi ketakutan. Ada seorang anak lelaki menangis di rumahku. Dermawan yang lewat membacanya tiga kali dan tidur hingga langit terang.”

Pada waktu kata-kata ini diucapkan, pergerakan anak-anak itu memelan. Tapi ia masih berusaha keras mencoba untuk merangkak masuk ke dalam kamar. 

Lin Qiushi mempercepat bacaan kedua, hingga bacaan ketiganya. Setelah kali ketiga, hantu kecil yang hampir berhasil masuk ke dalam akhirnya berhenti. Ia benar-benar tergantung tanpa pergerakan di jendela kertas, seolah ia jatuh tertidur.  Ps8tNQ

Beban di dada Lin Qiushi terlepas. Karena ia telah mendengar orang-orang di kota membacakan ini untuk perlindungan saat pengorbanan, ia dengan berani membacakan petunjuknya keras-keras. Ia tidak mengira ini akan berhasil. 

Tubuh hantu itu tersangkut di jendela dan tidak bisa masuk bahkan sesenti lagi pun. 

Tapi Lin Qiushi masih tidak bergerak. Melalui jendela kertas, ia masih bisa melihat bayangan jelas nyonya rumah di luar kamar mereka. 

Ia mondar-mandir di depan jendela, dengan tak sabar menunggu sesuatu.  lDKSn7

Namun saat ia menyadari bahwa hantunya tersangkut dan kelihatannya tidak bergerak lagi, ia menjadi sangat marah. Lin Qiushi melihatnya meraih dan menarik tubuh hantu itu, menyeretnya keluar sedikit demi sedikit. Lalu wajah putih itu muncul dari balik jendela, dengan marah mencari di dalam kamar. Ia bahkan mulai menyumpahkan kata-kata kasar secara pelan. 

Lin Qiushi setengah berjongkok di bawah jendela dan tidak berani bergerak. 

Ini adalah titik buta yang sempurna; wanita itu tidak mungkin melihatnya dari sudut itu. Mata gelap wanita itu menyapu ke seluruh ruangan, dan saat ia tidak bisa menemukan apa yang diinginkan, geraman marah yang panjang dan rendah terdengar dari tenggorokannya, seolah muncul dari hewan buas yang kesal.

Lin Qiushi berpura-pura tak melihat apapun, dan tidak mendengar apapun.  KGm8x5

Mereka tetap berada dalam keadaan buntu itu untuk waktu yang lama; wanita itu tidak pergi, dan Lin Qiushi tidak bergerak. 

Wanita itu terlihat yakin ada seseorang yang bangun di kamar itu, dan berdiri di jendela, tidak mau pergi. Tidak hingga panggilan ayam jantan yang nyaring muncul dari halaman, baru saat itulah Lin Qiushi mendengar langkah kaki menjauh di luar. Bersama dengan suara langkah ini terdengar suara senjata tajam yang diseret di tanah—Lin Qiushi teringat bilah panjang yang digunakan wanita itu untuk memotong tubuh di rumahnya kemarin, dan curiga bahwa itulah yang digenggam wanita itu di tangannya. 

Tanpa perlu ditanya, kalau ia tidak bereaksi cukup cepat, ia pasti sudah mati di tempat. 

Lin Qiushi menatap Gu Longming, yang masih tertidur nyenyak di ranjang dan tidak bisa menahan sebuah rasa hormat untuk pria ini. Pada waktu yang sama ia memastikan gagasannya.  WIyi0D

Tempat Gu Longming tidur dapat dilihat oleh wanita itu dari luar. Kalau ia bisa melakukan sesuatu pada Gu Longming di ranjang, maka Gu Longming pasti sudah mati. 

Yang berarti setidaknya ada dua keadaan dimana wanita itu bisa membunuh. Yang pertama adalah orang itu harus bangun, dan yang kedua adalah ia harus melihat orang itu. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Setelah duduk di pinggir jendela sepanjang malam, kaki Lin Qiushi terasa sedikit mati rasa. Ia terhuyung bangun, memijat pahanya yang kebas sambil kembali ke ranjang. Melalui jendela kertas, ia bisa melihat cahaya fajar yang samar. 

Sudah hampir pagi, tapi Lin Qiushi belum tidur semalaman. Ia berbaring di ranjang, dan setelah tidur sebentar, ia merasakan Gu Longming mulai terbangun. 2RZXHC

“Sial, oh sial.” Baru bangun dari mimpi, hal pertama yang dilihat Gu Longming adalah jendela kertas yang rusak di sisinya. Ia berteriak kaget beberapa kali dan buru-buru mengguncang Lin Qiushi agar ia bangun. “Linlin, Linlin, jendela kertasnya rusak! Jendelanya rusak!” 

Lin Qiushi membuka matanya, sangat kesal, “Aku tahu.” 

Gu Longming terkejut, “Kau tahu?” 

“Mh.” Lin Qiushi menjelaskan, “Semalam, hantu kecil dan wanita itu datang semua.”  DNLMJ0

Gu Longming, “….” Ia menatap Lin Qiushi dengan rambut yang menyerupai sarang ayam, benar-benar bingung. Otaknya yang baru saja terbangun tidak bisa memahami semua yang baru dikatakan Lin Qiushi secara keseluruhan. 

Jadi Lin Qiushi bersandar di papan sandaran dan dengan sederhana menjelaskan apa yang terjadi semalam pada Gu Longming. 

Setelah mendengarkannya, ekspresi Gu Longming menjadi rumit. Ia berusaha sejenak dan hanya berkata, “Kau bajingan hebat, ya kan.” Setelahnya, ia ketakutan. “Jadi ia menatapku melalui jendela semalaman?” Memikirkan wajah kusam yang menatapnya semalaman dengan pandangan menghantui melalui jendela kertas, Gu Longming hanya bisa merinding. 

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Tj.” Olc Hlertl yfgxjaj, “Ajvl lj wfcjajqwe. Kbt xje peuj alvjx geul xjgfcj lae.”  kXJmYP

Xe Obcuwlcu, “Ajcujc ylijcu yfulae. Cxe tjcsj rfbgjcu ujvlr rfxbijt wfcfcujt sjcu wfcsfvltxjc—sjcu yjtxjc yfiew yfgerlj vfijqjc yfijr ajtec.” 

Olc Hlertl, “…” Vfbgjcu rlrkl VZC qfcet baba rfalcuul 180 mw, wecuxlc.

Vjwyli Xe Obcuwlcu vjc Olc Hlertl yjcuec vjgl gjcpjcu, wfgfxj wfwjcojjaxjc kjxae lcl ecaex wfcvlrxerlxjc jqj sjcu afgpjvl vl wjijw rfyfiewcsj. Olc Hlertl peuj wfwyfglajte Xe Obcuwlcu yjtkj qfaecpex sjcu wfgfxj wlilxl ylrj wfclvegxjc tjcae xfmli lae. 

Gu Longming berdecak kagum dan berkata, “Kau terlalu berani. Apa yang akan kau lakukan jika petunjuk itu adalah hal yang membunuhmu?”  XYdODB

Lin Qiushi, “Berhipotesis dengan berani, berhati-hati saat membuktikan, kan? Kalau itu sebuah kutukan, maka orang di kota tidak akan membacakannya. Karena mereka membacakannya dan tidak ada yang terjadi, maka efeknya kemungkinan tidak negatif.” 

Gu Longming bisa memahami logikanya, tapi ia berpikir bahwa orang yang bisa bereaksi sebelum terjadi apapun dan benar-benar membacakan ini keras-keras pastinya sedikit. Ditambah, melihat Lin Qiushi masih begitu tenang setelah mengalami malam sebelumnya, ia tidak tahan untuk tidak memuji, “Seperti yang diharapkan dari orang Obsidian. Keren gila.”

Lin Qiushi, “… Biasa saja.” Ia pada awalnya juga sebenarnya takut, tapi ia segera tenang setelahnya. 

“Oh ya, menurutmu siapa yang menukar lampu minyak di kamar kita?” Lin Qiushi tiba-tiba bertanya.  EmQWaT

“Entah.” Gu Longming berkata, “Kupikir ada dua kemungkinan: si Nyonya rumah atau seseorang dari kelompok kita.” 

Lin Qiushi menunjuk lantai. “Aku tanpa sengaja memecahkan lampu yang kau curi semalam.” 

Please visit langitbieru (dot) com

Gu Longming melambaikan tangan. “Tak masalah. Kita bisa mencari apa ada lampu lagi di kamar lain.” 

Setelah mandi kilat, keduanya meninggalkan kamar mereka. Pertama, mereka pergi menyusuri setiap kamar yang tak terpakai. Namun yang mengejutkan mereka adalah semua lampu di kamar ini sudah ditukar. Lampu minyak manusia yang asli menghilang tanpa jejak.  SfyJ7k

“Kemana semua lampunya?” Gu Longming berkata, “Seseorang mengambil semua lampunya?” Ia menganalisa, “Mungkinkah Yan Shihe yang melakukannya? Aku melihatnya, dan sepertinya yang menyimpan lampu manusia mereka hanya dia, kita, dan satu kelompok lain.”

Lin Qiushi berkata, “Ia mungkin tidak akan melakukannya.” 

Gu Longming, “Kenapa?” 

Lin Qiushi, “Sejauh ini, ia tidak tahu syarat pemicu kematian secara jelas. Jika lampu manusia adalah syarat kematian, maka mengambil semua lampu hanya akan membunuhnya lebih cepat. Kecuali … ia sudah mendapat lebih banyak petunjuk mengenai cahaya dan lampu minyak.” lkZtD

Gu Longming, “Lebih banyak petunjuk mengenai lampu?” Ia mengerutkan alisnya dan kelihatan tidak bisa memahami dugaan ini. 

Lin Qiushi menggelengkan kepalanya tapi tidak melanjutkan. Ia memiliki banyak dugaan, tapi semuanya tidak memiliki bukti konkret, jadi ia tidak repot mengatakannya terus terang dan menyusahkan Gu Longming lebih lanjut.

Gu Longming juga paham; saat Lin Qiushi tidak melanjutkan, ia tidak terus bertanya, hanya menghela napas. “Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” 

Lin Qiushi berkata, “Ayo sarapan dulu dan cari apa ada orang yang menghilang dari kelompok kita.” Mereka harus memastikan apa terjadi sesuatu pada mereka yang tidak menggunakan lampu kemarin.  rXt9Y6

Segera setelah menyebutkan makanan, semangat Gu Longming datang. Ia dengan riang menyetujui, “Ayo, ayo!”

Beberapa menit kemudian, keduanya muncul di lokasi makan. 

Waktu sarapan itu penting dan hampir semua orang akan datang, karena waktu inilah kali pertama kau bisa memeriksa apakah ada orang yang mati semalam pada hari itu. Lin Qiushi berjalan masuk dan mulai menghitung. Yan Shihe kebetulan berada di samping Lin Qiushi, kelihatan setengah-terhibur dengan tatapan Lin Qiushi. “Kau tidak perlu menghitung, ada tujuh. Tak seorang pun menghilang. Bagaimana mungkin kalian datang begitu terlambat hari ini? Bahkan aku mengira …” 

Lin Qiushi menatapnya, “Mengira kami mati?”  xEeaSj

Yan Shihe mengedikkan bahu dan mengakui, “Bagaimanapun ini adalah dunia dimana semua orang bisa mati.” 

Lin Qiushi tidak menjawab. 

Termasuk dia dan Gu Longming, ada sembilan orang di dalam ruangan. Kecuali tiga orang yang mati beberapa hari yang lalu, berarti tidak terjadi apapun semalam. 

Lin Qiushi menemukan sebuah tempat dan duduk, mengambil beberapa makanan secara acak untuk dimakan sambil berpikir. Mungkinkah kejadian di kamar mereka semalam menarik perhatian monster itu, jadi tidak ada orang yang mati? Tepat saat ia memikirkan ini, seorang pria di ujung ruangan tiba-tiba berdiri dan mulai muntah.  R4hbqB

Mereka tidak akrab dengan pria ini; mereka bahkan tidak tahu namanya. Tapi Lin Qiushi samar-samar mengingat pria yang berkelompok dengan pria malang yang ditarik ke dalam air. 

“Huek, huek …” Orang di sekitarnya memandang jijik pria yang muntah dengan berisik itu. 

Story translated by Langit Bieru.

“Hei, kau baik-baik saja?” Gu Longming meletakkan makanan di sekitarnya dan berdiri untuk membantu, tapi Lin Qiushi menangkap lengannya. 

“Apa?” Gu Longming terlihat waspada. mb4KZN

Lin Qiushi, “Jangan ke sana. Ada sesuatu yang salah.”

Gu Longming, “Apa yang salah?” 

Lin Qiushi, “Entahlah … orang ini, ada sesuatu ….” Nyatanya saat orang ini muntah, ia juga mendengar suara yang sangat aneh muncul dari tubuh orang ini. Suara ini agak mirip dengan suara sesuatu yang robek dan suara kunyahan. Meski samar, telinga Lin Qiushi bisa mendengarnya. Ia cukup yakin bahwa sumber suara itu adalah pria di depan mereka, meski pria itu tidak memakan apapun. Menilai dari reaksi orang lain, mereka pasti tidak mendengar suara ini. 

Tidak lama setelah Lin Qiushi menarik kembali Gu Longming, pria yang telah memuntahkan seluruh sarapannya mulai memuntahkan darah. Seteguk besar darah segar serta potongan organ dalam keluar dari mulutnya.  bzdc6d

Ekspresi kebanyakan orang berubah setelahnya, jelas pemandangan itu membuat mereka ketakutan. 

“Aah! Aah! Tolong, tolong!” Lalu pria itu mulai berguling di lantai. Ia kelihatannya mengalami kesakitan yang mengerikan dan terlihat sangat kesakitan saat ia terus berteriak.

Teriakannya berlanjut sebentar sebelum akhirnya berhenti; napas pria itu semakin melemah hingga akhirnya ia berbaring tak bergerak di lantai—mati, begitu saja. 

Suasana dalam kelompok sangat hening.  c1pXmd

Beberapa orang tidak bisa melihat pemandangan ini dan berbalik untuk meninggalkan ruangan. Lin Qiushi tidak bergerak. Berdiri di sampingnya, adalah seorang pria dengan ekspresi yang mirip; yang kemarin bertukar petunjuk dengan mereka, Yan Shihe.

“Ia … mati?” Gu Longming berkata, “Bagaimana ia bisa tiba-tiba …” 

Mengernyit, Lin Qiushi tidak menjawab. Tatapannya jatuh pada perut pria itu. Suara kunyahan itu masih berlanjut; bahkan meski napas pria itu telah berhenti, suara itu masih terus terdengar dari perut pria itu. 

Di sela keraguan Lin Qiushi, perut pria itu menggeliat tak normal, seolah ada sesuatu yang berusaha untuk keluar.  5d7Kgr

Adegan ini sangat jelas. Semua orang yang hadir bisa melihatnya. 

Gu Longming tertawa kering, “Dia, dia bukannya akan melahirkan, kan?” 

Ia baru saja mengucapkan kata-katanya ketika kulit pria yang mati itu membuncit membentuk sebuah tangan. Dari ukuran telapaknya, jelas itu milik seorang bayi.

Melihat perubahan ini, Gu Longming tidak berani bercanda lagi, sebaliknya ia terdiam bersama Lin Qiushi.  OZtiQL

Suara kunyahan itu berangsur terhenti. Apa yang menggantikannya adalah sejenis suara robekan kulit. Lin Qiushi melihat kulit perut pria itu mulai menonjol keluar. Lalu sesuatu di dalamnya kelihatan merangsek keluar, menampilkan jeroan merah di dalamnya.

Sepasang tangan kecil, ditutupi oleh darah terulur. Lalu pemilik tangan itu mulai mencoba untuk merangkak keluar. 

Please visit langitbieru (dot) com

Seorang bayi yang kecil, dibasahi dengan darah dari ujung kepala hingga ujung kaki—tapi kepalanya sangat besar. Mulutnya yang menganga dipadati dengan gigi, dan bahkan terdapat potongan kecil daging dalam susunan gigi itu. 

Saat mereka melihat ini, semua orang tanpa sadar melangkah mundur. Gu Longming berkata, “Oh, sial, ia betul-betul melahirkan.”  NLFjHr

Tidak lama setelah bayi itu merangkak keluar dari tubuh pria mati, ia berubah menjadi kolam darah dan menghilang di depan mereka. Hanya mayat pucat yang tertinggal untuk memberitahu mereka bahwa apa yang baru saja terjadi bukanlah halusinasi sama sekali. Seseorang mati, dan ia mati dengan cara yang mengerikan di depan mata kepala mereka sendiri. 

Ketika mereka semua terdiam, sang Nyonya rumah muncul dari luar ruangan. Ia melenggang pelan menuju tubuh itu, lalu membungkuk dan menarik lengannya, mengangkat seluruh mayat seolah ia adalah kargo. Dengan senyuman tak manusiawi pada mereka yang masih berkumpul, Nyonya rumah kembali melangkah keluar dengan tubuh itu. 

Tak ada yang bicara, mereka hanya menyaksikan ia pergi. Lin Qiushi teringat adegan saat wanita itu mengekstrak lemak pada hari sebelumnya. 

Yan Shihe berkata dengan tenang, “Oh, sepertinya lampu minyak yang disebutkan kemarin bukan syarat kematian.”  viOg6x

Ucapannya membangunkan kerumunan yang tercengang. Dua orang terlihat lega—jelas mereka adalah orang yang tidak membuang lampu mereka. Yang lain bangkit satu per satu, sedikit linglung saat pergi, kemungkinan berharap untuk menemukan dan kembali membawa lampu manusia yang telah mereka buang kemarin. 

Lin Qiushi pikir mereka setidaknya akan bisa menemukan satu atau dua lampu—tapi setelah sesaat, mereka semua terlihat pucat saat kembali ke ruangan. Seseorang kehilangan kendali dan mulai mengutuk. Menguping, Lin Qiushi mengetahui bahwa semua lampu minyak yang mereka buang telah dikumpulkan oleh seseorang, lalu dihancurkan bersamaan. 

“Sial, seseorang ingin kita mati, ada yang ingin kita semua mati di sini—” Seseorang mengutuk, “Awas saja kalau aku menemukan mereka!” 

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa,” Seseorang yang lain menangis tanpa daya. “Kita harus bagaimana sekarang?”  Od2WN1

Saat Yan Shihe melihat ini, ia kelihatan tak tertarik akan apa yang terjadi selanjutnya. Ia bangkit dari kursinya dan dengan sopan mengucapkan selamat tinggal pada kelompok tersebut. 

Lin Qiushi dan Gu Longming bertukar pandang dan ikut bangun untuk pergi. 

Mereka mendatangi sebuah sudut yang terpencil dan mulai mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. 

“Ayo curi lampu lain.” Gu Longming berkata, “Sepertinya tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan.”  sc4uDH

Lin Qiushi menghela napas, “Semuanya salahku. Kalau aku lebih berhati-hati semalam, aku tidak akan memecahkan lampunya.” 

Gu Longming menggelengkan kepalanya, “Sebenarnya kupikir kau hebat.” 

Lin Qiushi, “Hm?” 

Gu Longming, “Sejujurnya, di dalam dunia pintu aku … sangat jarang tidur nyenyak.”  xA2cNt

Lin Qiushi, “…” Kau bilang kemampuanmu untuk terlelap sesaat setelah kepalamu menyentuh bantal itu jarang tidur nyenyak? 

Gu Longming sedikit malu, ia berkata canggung, “Baru ketika aku datang di pintu ini dan tidur di kamar yang sama denganmu, kualitas tidurku meningkat. Aku juga tidak tahu kenapa. Yang kutahu, aku tidur sangat nyenyak bersamamu.” 

Please visit langitbieru (dot) com

Lin Qiushi, “…” Setelah mendengar apa yang dikatakan Gu Longming, Lin Qiushi terdiam untuk waktu yang sangat, sangat lama. Ia merasa bahwa ia telah lama salah paham mengenai sebuah hal yang paling mendasar; jika apa yang dikatakan Gu Longming benar, maka bukan Ruan Nanzhu yang merupakan Peri Pil Tidur ….

Gu Longming kelihatannya benar-benar bingung dengan keheningan Lin Qiushi. Akhirnya, Lin Qiushi menghela napas. “Kupikir kau selalu tidur senyenyak itu.”  E63a5o

“Hahaha,” Gu Longming tertawa kering. “Meski kau tahu bahwa lebih aman tidur sepanjang malam, siapa yang sebenarnya seberani itu, huh? Selain itu, kalau kau benar-benar tertidur saat malam, kau pada akhirnya akan melewatkan petunjuk penting.” 

Omong-omong petunjuk, Lin Qiushi teringat apa yang terjadi semalam. “Kalau kau tak bisa tidur hingga pagi datang, kau adalah bayi yang menangis saat malam. Jika ada bayi yang menangis, maka lampunya akan menyala dan memanggil wanita itu.” Ia berbicara pelan, “Tapi itu bukan berarti ia bisa memasuki rumah, jadi hanya hantu-hantu kecil yang bisa masuk. Tapi hantu-hantu itu takut akan mantra itu …” Pada waktu mereka mendengar mantranya, bahkan, mereka langsung tertidur. 

Saat ini, ada dua syarat kematian. Yang pertama adalah tidak menggunakan lampu manusia—mereka akan mati entah mereka tidur atau bangun. Kedua adalah menggunakan lampu manusia tapi tidak tidur. Masih ada sedikit kemungkinan kau selamat untuk yang satu ini, asalkan kau membacakan mantranya tiga kali sebelum hantu itu berhasil masuk ke kamarmu ….

“Tidakkah kau pikir hubungan antara wanita dan hantu-hantu kecil itu agak aneh?” Lin Qiushi berkata, “Kalau lampu manusia adalah penghalang hantu, lalu kenapa wanita itu membuat begitu banyak lampu?”  tRmLed

Ini masuk akal bagi Gu Longming. “Benar, dan ia bukannya memberikan semua lampu manusia itu pada kita, lebih seperti ia …” 

Mereka mengatakan hal yang sama sekaligus: “Menggunakannya sendiri.” 

Dengan pemikiran ini, Lin Qiushi menyadari, “Ingat kuil itu?” 

Gu Longming mengangguk, “Ada apa dengan kuil itu?” JAjoLG

Lin Qiushi berkata, “Kupikir ada sesuatu yang salah ketika terakhir kali aku masuk ke dalam, akhirnya aku tahu kenapa!” 

Gu Longming, “Apa salahnya?” 

Lin Qiushi, “Pikirkan baik-baik. Bukankah kau pikir di dalam kuil itu terlalu terang?” 

Bagaimanapun hanya ada satu pintu dan tidak ada jendela yang terbuka. Mereka pergi ke dalam kuil ketika mendung, tapi di dalam seterang siang bolong. Sekarang setelah dipikirkan, kemungkinan itu karena lampu minyak.  3C852Y

Gu Longming, “Aku bahkan tidak menyadarinya hingga kau mengatakannya … kita menggunakan pencahayaan modern, jadi aku sama sekali tidak menyadari apa yang salah dengan lampu minyak.” 

Lin Qiushi, “Jadi …”

Gu Longming, “Jadi?” 

Lin Qiushi tertawa, “Menurutmu, apa yang akan terjadi kalau kita mengeluarkan semua lampu di dalam kuil?”  i1O9Hf

Saran Lin Qiushi memuat Gu Longming terkejut, “Apa kau serius? Tidak mungkin, kan?” Jika dugaan Lin Qiushi benar, maka itu berarti lampu manusia memiliki sejenis efek penekanan. Kalau lampunya keluar, maka apapun yang disegel di dalamnya mungkin akan keluar semua—dan siapa yang tahu neraka jenis apa yang akan terbentuk setelahnya. 

“Jangan gugup begitu,” Lin Qiushi berkata hangat. “Aku hanya bercanda.” 

Please visit langitbieru (dot) com

Gu Longming, “…” Tidak, sekarang baru kau bercanda. 

“Aku benar-benar hanya bercanda.” Melihat ekspresi Gu Longming masih tegang, Lin Qiushi tertawa. “Serius, tenanglah. Aku bukan jenis orang yang akan melakukan hal seperti itu.”  tQrhb0

Gu Longming menatapnya ragu. 

Lin Qiushi langsung mengganti topik, bertanya, “Kapan kita akan mencuri lampunya?”

Gu Longming akhirnya bernapas, “Terserah, deh. Kenapa kita tidak melihatnya sekarang?” 

Lin Qiushi, “Ayo saja.”  nJlG5V

Melihat Gu Longming akhirnya tenang, ia merasakan perasaan jahil yang tidak bisa dijelaskan. Tapi kalau ia pikir-pikir, beginilah bagaimana Ruan Nanzhu biasa menjahilinya, kan ….


Catatan Penulis:

Siapa yang tahu? Keberadaan Ruan Nanzhu sebenarnya hanya untuk melindungi pembaca dari rasa takut /tertawa

u7VLBa

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments