English

Harta Karun Prajurit MudaCh26 - Membalaskan Dendam Yun Cheng

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Tidak apa-apa, tubuhku hanya terlalu lelah.” CjNa58

Yun Che menolak bantuan Yun Yao. Dia duduk kembali sambil bersandar ke dinding, menutup matanya sejenak untuk mencoba menenangkan rasa sakit di tubuhnya. Pada prinsipnya, Yun Cheng bukan lagi manusia dan ruang dimensinya sudah cukup berkembang. Dia pikir itu tidak akan terlalu sulit, tetapi dia tidak berharap akan menderita seperti ini.  Akan tetapi, paling tidak dia telah berhasil membawa Yun Cheng masuk ke ruang dimensinya, dan masalah mereka sudah teratasi. Selanjutnya….

Mata Yun Che tiba-tiba terbuka, senyum haus darah yang kejam muncul di sudut mulutnya. Sudah waktunya baginya untuk membalas dendam!

Story translated by Langit Bieru.


“Sialan, itu semua karena kalian. Biarkan aku membunuhmu.” Lu Haixuan yang turun dengan memegang pisau, secara agresif langsung pergi ke beberapa orang yang sebelumnya menarik punggung Yun Cheng. Dia dengan gila melambaikan pisaunya yang berlumuran darah.

Jika melihat dengan dekat, mata Lu Haixuan dipenuhi dengan air mata. Persahabatan antar pria tidak ditentukan dengan berapa lama mereka saling mengenal. Selama lebih dari satu hari, dia, Yun Cheng dan Leng Yehan mengalami masa penuh ketakutan antara hidup dan mati, pertemanan mereka telah menjadi sekuat batu. sIr6fE

Selama ini dia selalu berpikir kalau Yun Cheng memiliki senyum yang sangat tampan, memberi dia kepercayaan diri dan selalu membantunya menghadapi  situasai yang kacau. Dan sekarang gara-gara orang-orang bodoh ini, Yun Chen harus  memilih antara memakan orang dan inti kristal zombie. Lu Haixuan benar-benar ingin membunuh semua orang yang ada di sini.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Apa yang kamu lakukan? Apa kamu gila?”

Oe Ljlzejc sjcu wfwfujcu qlrje wlilafg vl ajcujccsj vjc afgiltja rfqfgalcsj revjt alvjx qfveil vfcujc tlveqcsj. Glj wfcufpjg yfyfgjqj qglj xeger vjc alcuul tlcuuj wfgfxj afgqbpbx.

Uj.. Uj! lxNKR8

“Dgfcurfx, Ofcu Tftjc! Cqj sjcu rfvjcu xjwe ijxexjc?”

“Vlji…”

Kfajql rfyfiew wfgfxj wfwlxlgxjc wfabvf ecaex wfijxexjc rfgjcujc yjilx, rfxewqeijc ybij jql sjcu wfcsjij wfcsfgjcu wfgfxj rjae vfwl rjae, wfceaeq pjijc wfgfxj ecaex xjyeg. Kfajql afgcsjaj wfgfxj yfgtjrli ibibr vjc tjcsj wfcvfglaj rfvlxla iexj.

“Kalian semua harus membayar dengan hidup kalian untuk Yun Cheng!” VTQdmJ

“Ahhhh…”

“Dia membunuh… dia membunuh…”

“Ahh…!”

Lu Haixuan meraung keras, dengan bantuan bola api Leng Yehan, dia melangkah maju untuk memotong mundur salah satu dari mereka. Lengan seorang pria berhasil dipotongnya hingga pria itu jatuh berguling-guling di lantai sambil berteriak kesakitan. EgsUGa

Gedung olahraga langsung dipenuhi kepanikan. Para wanita yang ketakutan berteriak dan memeluk orang-orang yang ada didekatnya dengan tubuh yang gemetar. Mereka yang penakut menjadi pucat dan tidak berani bergerak. Mereka semua takut pisau di tangan Lu Haixuan akan mengarah ke mereka sebagai sasaran berikutnya.

Bagaimanapun, Lu Haixuan hanyalah seorang mahasiswa biasa, meskipun kepribadiannya mengesankan, dia membenci kejahatan. Dan dia yang didorong oleh kemarahan ingin membunuh semua orang, berhenti ketika darah orang lain menyemprot ke wajahnya, pisau yang diangkat tinggi di udara juga berhenti berayun. Dia tidak bisa terus memberikan pukulan fatal pada pria itu.

“Pergilah ke neraka!”

“Tunggu sebentar!” wfWdt2

Sebaliknya, Leng Yehan yang memiliki banyak tekad masih terus nelemparkan bola apinya. Profesor Wang, yang selalu ingin membunuh Yun Cheng tiba-tiba menghadangnya dengan tangan, hingga bola api terlempar jauh ke sisi yang lain. Pada saat bersamaan, tubuh profesor itu terbungkus oleh baju besi logam di hadapan orang-orang.

“Pergi!” teriak Leng Yehan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Meskipun sejak awal temperamen Leng Yehan dingin, tapi sekarang tubuhnya seperti dilingkupi lapisan es.  Siapapun yang mendekatinya pasti akan terluka.

“Leng Yehan, tenang, Yun Cheng sudah mati. Bahkan jika kamu membunuh mereka semua, itu tidak akan membantu. Jika pemerintah yang membunuh monster ada di luar, kamu akan dianggap sebagai pembunuh.” Zh9nkS

Profesor Wang juga tahu karakter Leng Yehan. Jika dia mengatakan dirinya tidak takut, itu benar-benar bohong. Tetapi jika dia ingin orang-orang di sini menghormatinya, dia harus menyelamatkan kedua pria ini dan tidak boleh membiarkan Leng Yehan melakukan apapun yang dia inginkan.

“Jadi kenapa?”

Leng Yehan memandangnya dingin. Matanya yang haus darah terus menatap orang-orang yang bersembunyi di belakangnya pria tua itu. Tidak ada seorangpun yang bisa menghentikannya membunuh mereka untuk membalaskan dendam Yun Cheng.

“Kamu…” qMpPIi

“Ayolah, Tua Bangka. Apakah kamu pikir kamu bisa bertahan sendirian?”

Jelas, dia tidak menyangka Leng Yehan akan begitu tenang. Profesor Wang sangat marah. Tetapi Lu Haixuan yang telah pulih dari keterkejutan melihat darah, tidak memberinya kesempatan untuk terus menjadi munafik. Dia bergegas menuju mereka dengan pisaunya. Pada saat Leng Yehan bergegas, dia telah menemukan jawabannya, mereka adalah musuhnya, dia akan membunuhnya cepat atau lambat.

Bang!

Pisau militer yang tajam menghantam tubuh Profesor Wang, tetapi dia tidak terluka sama sekali. Lu Haixuan yang sudah kelelahan juga mati rasa oleh kekuatan itu tidak mampu lagi mengangkat pisaunya. gTrbwR

“Humm, itu saja?” Profesor Wang tersenyum dingin. Melihat situasi yang ada, mereka yang awalnya gemetar ketakutan akhirnya berani berdiri. Perbedaan antara orang dengan kekuatan khusus dan orang biasa mulai disadari oleh kebanyakan orang.

 

***

bYqW8t

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!