English

Merebut MimpiCh145 - Serahkan Kartumu

0 Comments

Penerjemah : Zhanshines


Yu Hao seketika itu juga menyesali perbuatannya. Kenapa dia tidak menolak saran untuk pergi ke taman hiburan saja?! Y5Hxil


Matahari telah mengintip di cakrawala, pertanda bahwa hari itu adalah hari yang baru. Ledakan petasan terdengar dari luar jendela. Fu Liqun yang sedang berbaring di tempat tidur kini meletakkan salah satu tangannya ke dahi untuk menghadang sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya. Gaya tidur Ou Qihang yang berada di sampingnya tampak sangat buruk. Pria itu saat ini sedang membenamkan kepalanya di dada Fu Liqun. Sementara itu, kedua kakinya terjalin di pinggang Fu Liqun pula. Fu Liqun menoleh ke samping dengan raut sebal, setelah itu mendorong dahi Ou Qihang sampai-sampai pria itu terbangun. Tubuh Ou Qihang sudah menjauh, matanya  berkaca-kaca karena baru bangun tidur dan sekarang ia berbaring tengkurap.

Fu Liqun turun dari tempat tidur dan menarik tirai. Di kejauhan, Gunung Qingsong tertutup lapisan salju; gunung itu tampak berkilau cemerlang karena memantulkan cahaya matahari pagi.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Sebuah beanbag ditempatkan menghadap jendela Prancis. Fu Liqun duduk di sana hingga seluruh tubuhnya tenggelam ke dalamnya. Pada malam sebelum Festival Musim Semi, dia sedang duduk di sofa dengan lengan di sekitar Cen Shan kala mereka juga sedang menceritakan kisah mereka setelah mereka mengucapkan selamat tinggal. Saat mereka melihat sungai berbintang pada malam musim dingin di balik jendela, mereka telah berbicara banyak.

“Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini,” kata Fu Liqun. L6mJkK

Cen Shan berujar dengan nada yang terdengar menyedihkan, “Maafkan aku.”

Fu Liqun tersenyum dan memeluk Cen Shan. Cen Shan menghela napas lagi, lalu membenamkan kepalanya di pundak Fu Liqun.

“Lupakan.” Fu Liqun berkata, “Orang yang dicintai tidak perlu meminta maaf.”

Cen Shan tidak tahu bagaimana menanggapinya. Fu Liqun melanjutkan, “Di bandara hari itu, kamu hampir membuatku benar-benar seperti bunga yang layu.” 0ODTVZ

Pada hari dia meninggalkan Kota Ying, cerita Cen Shan masih dimulai dengan orang lain. Fu Liqun mengingatnya dengan sangat jelas. Pada saat itu, dia membawa tas olahraga dan mengenakan gelang keberuntungan yang ditenun Yu Hao untuknya. Ketika dia melihat Cen Shan tiba di bandara, dia mengira dia sedang bermimpi. Dia punya terlalu banyak hal yang ingin dia katakan, tapi dia tidak tahu harus mulai dari mana. Dia tidak punya apa-apa lagi hari itu dan malah harus menanggung hutang sebanyak 100.000 yuan.

“Apa kamu tidak punya sesuatu yang mau kamu katakan?” Cen Shan bertanya sembari mengerutkan kening.

“Apa yang bisa kukatakan?” Fu Liqun tersenyum pahit, “Semua orang cuma mendengarkan kata-kata seorang pemenang, siapa yang akan peduli dengan perasaan seorang pecundang?”

“Aku mau mendengarnya.” Cen Shan mengulangi ucapannya, “Aku mau mendengarnya, kalau itu tidak—“ DsdeF8

“Ayahmu benar,” Fu Liqun memotong ucapan Cen Shan sembari melihat angin menderu di luar bandara dan berkata, “Aku cuma orang yang tampak manis dan konyol.”

Cen Shan berhenti bicara. Orang-orang datang dan pergi di bandara Kota Ying. Fu Liqun melanjutkan, “Aku masih ingat saat kita membahas tentang memutuskan hubungan dua tahun lalu, kamu menyebut tentang Shijie.”

Mereka punya seorang Shijie di Sekolah Menengah Pertama yang sangat optimis tentang masa depan mereka dan ia berusia tiga tahun lebih tua. Dialah yang berperan sebagai mak comblang untuk kencan pertama Fu Liqun dan Cen Shan. Ketika mereka memasuki tahun ketiga di SMP, Shijie mereka lulus dan jatuh cinta dengan teman sekelasnya. Orang itu sangat miskin. Keduanya tinggal di apartemen sewaan, dan menjalani kehidupan 'tersenyum sambil duduk di atas sepeda'yang khas, meskipun keluarga mereka menentang hubungan mereka.

Kehidupan Shijie sering disayangkan oleh orang lain. Setelah ayah Cen Shan mengetahuinya, dia sering menjadikannya contoh yang buruk kepada Cen Shan. Namun, Fu Liqun telah bertemu kekasih Shijie itu beberapa kali, dan dia adalah pria yang sangat baik dan tidak hanya baik dalam arti dia adalah pria baik yang ‘memperlakukanmu dengan baik, tetapi tidak memiliki poin bagus lainnya’. Sebaliknya, dia adalah pria yang ambisius, lembut, dan penuh perhatian. Sejujurnya, dia melakukan jauh lebih baik daripada Fu Liqun. VdypzC

Namun, keduanya akhirnya tetap berpisah. Setelah Shijie putus, dia menemukan seorang suami yang sangat mencintainya, dan dia menjadi bos wanita di perusahaan suaminya. Dia akan minum teh mahal pada sore hari setiap hari dan pergi berkeliling dunia. Orang lain meninggalkan Kota Ying dan mencari nafkah di Shanghai. Dia menjadi manajer dana yang sangat baik dengan pendapatan tahunan lebih dari 2 juta yuan.

Jika Shijie mereka dan pria itu terus bertahan untuk tetap bersama, Shijie pasti ingin tinggal di Kota Ying untuk menemani orang tuanya, dan pacarnya tidak akan pergi. Dia hanya akan dapat menemukan pekerjaan dengan gaji bulanan sekitar 4000 hingga 5.000 yuan, sementara Shijie akan sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga dia akan menjadi orang yang babak belur dan kelelahan. Rambutnya akan menjadi acak-acakan, dia akan membesarkan anak-anaknya, dan dia akan bertengkar sepanjang hari dengan suaminya tentang uang susu bubuk untuk anak-anak mereka, sekolah tempat mereka mendaftar, dan kebutuhan hidup lainnya.

Setelah perpisahan mereka, pria itu memiliki mobil dan rumah, dan karirnya berkembang pesat. Shijie mereka menjalani kehidupan tanpa khawatir tentang makanan dan pakaian juga. Itu adalah keputusan yang baik untuk mereka berdua.

Memangnya itu membuktikan apa? Fu Liqun sering bertanya-tanya, apakah memang ada begitu banyak ‘tidak mungkin orang lain selain mereka’ dalam kehidupan orang-orang? Dia tahu bahwa Cen Shan telah goyah sebelumnya, dan dia sendiri juga goyah sebelumnya. Apakah semua orang pernah goyah sebelumnya? Setelah beberapa kali mengalami penderitaan, apakah semua orang perlahan bisa bebas dari hal itu? ChjUPg

Janji-janji yang dibuat ketika kita masih muda dan bodoh akan berubah menjadi mimpi yang tidak akan pernah bisa kita kembalikan seiring berjalannya waktu.

Ketika dia bertanya kepada Yu Hao di sambungan telepon tentang apakah dia juga bimbang sebelumnya, jawaban Yu Hao tanpa ragu sedikit pun adalah, “Tidak pernah ah.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Ada banyak jalan dalam hidup, ‘kan?”

Hari itu, Zhou Sheng berkata kepadanya di sofa, “Beberapa jalan sangat sulit untuk dilalui dan pada akhirnya kau harus memilih salah satunya. Kuncinya adalah kalian berdua harus tahu dengan jelas apa yang kalian inginkan di masa depan.” nLAoSB

Dari luar terdengar dentingan piring dan mangkuk yang saling bertabrakan, air mengalir, gumam percakapan antara Zhou Sheng dan Chen Yekai, dan desis telur goreng di atas wajan. Fu Liqun memejamkan matanya dan merasakan kehangatan sinar matahari di wajahnya. Ou Qihang juga telah benar-benar bangun dan berbaring tengkurap saat dia menggunakan ponselnya.

Pada hari kedua Tahun Baru, Chen Yekai menyeduh kopi di ruang tamu. Yu Hao memanggil teman-temannya satu demi satu untuk memberi salam Tahun Baru, sementara Zhou Sheng memasak sarapan di dapur. Fu Liqun sangat bersemangat. Semua orang duduk di meja makan. Zhou Sheng mengangkat secangkir kopi dan berkata, “Mari kita bersulang? Xiao Ou!”

Mulut Ou Qihang masih berbusa oleh karena pasta gigi. Ketika dia mendengar suara Zhou Sheng, dia dengan cepat membilas mulutnya, menyeka wajahnya dengan handuk, dan pergi untuk duduk.

Mereka semua mendentingkan cangkir dan mulai memakan nasi goreng telur yang dimasak Zhou Sheng. 8PqFeh

Ou Qihang, ” ….”

Ou Qihang, “Siapa yang membuat ini? Nasi goreng ini sangat enak!”

“Xiao Ou! Cara tidurmu sangat buruk,” kata Fu Liqun.

Chen Yekai berkata, “Dia hampir menendangku dari tempat tidur selama beberapa hari terakhir.” ersb8Y

Ou Qihang, “Qun Ge, kau telah melatih tubuhmu untuk berada dalam kondisi yang sangat baik.”

“Bagaimana? Dada Da Gege sangat nyaman ba?” tanya Fu Liqun.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ou Qihang, “Jadilah pelatih pribadiku, latih aku sedikit saja.”

Yu Hao, “Apa yang kalian bicarakan?! Ah, berantakan sekali.” q5e 2K

Ou Qihang, “Sisakan beberapa untukku!”

Zhou Sheng, “Nasi ini cukup untuk kita semua! Apakah kalian semua ini adalah ember nasi? Aku membuat nasi goreng ini menggunakan 4 kilogram beras!!”

Kepala Yu Hao pening karena kebisingan di pagi hari. Ou Qihang berkata, “Apakah kita akan pergi ke taman hiburan hari ini? Yu Hao, apakah kita pergi ke taman hiburan untuk bermain?”

“Makan nasimu.” Chen Yekai berkata, “Masalah mengenai Roda Gagak Emas belum terselesaikan.” GZfbsH

Ou Qihang berkata, “Tapi ini Tahun Baru, tidak masalah untuk bermain selama satu atau dua hari. Bukankah aku benar, Yu Hao? Kau juga mau pergi, kan?”

Yu Hao, ” ….”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao berpikir, aku memang mau pergi, sudah lama aku tidak pergi ke taman hiburan.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” Chen Yekai bertanya pada Fu Liqun. Z2SlY3

“Aku merasa seperti tiba-tiba menerima kenyataan.” Fu Liqun menjawab, “Tidak, seolah-olah aku tiba-tiba memikirkan banyak hal dan menerima kenyataan. Setelah bangun tadi, banyak hal yang tidak menimbulkan kecemasan seperti dulu. Bagaimanapun, aku akan bekerja lebih keras mulai dari sekarang. Saudaraku sekalian, kalau ada sesuatu yang perlu kubantu, jangan ragu untuk meneleponku kapan saja.”

Semua orang mengangguk. Fu Liqun meregangkan tubuh, melirik ke semua orang, dan berkata, “Atau aku bisa mentraktir semua orang keluar untuk bermain? Meskipun aku belum mengembalikan hutangku.”

Zhou Sheng berkata, “Ai!”


Fu Liqun membelikan tiket ke taman hiburan untuk mereka melalui ponselnya. Yu Hao bertanya, “Undang kakak ipar bersama bei?” 8QlUVg

“Kakak iparmu baru saja pulang kemarin, jangan menyiksanya dengan membuatnya berlarian lagi,” kata Zhou Sheng.

Fu Liqun berkata, “Aku akan menanyakannya.” Setelah mengatakan ini, dia pergi ke satu sisi untuk menelepon Cen Shan dan berdiri di depan jendela Prancis. Zhou Sheng melihat tiket elektronik di WeChat.

Chen Yekai bertanya pada Yu Hao, “Seberapa jauh kamu sudah menyelesaikan tesis kelulusanmu?”

Yu Hao seketika itu juga menyesali perbuatannya. Kenapa aku tidak menolak saran untuk pergi ke taman hiburan saja?! jTEiHR

“Yang kukerjakan bahkan belum mencapai 10 persennya.” Yu Hao menjawab, “Aku rasa aku tidak boleh pergi ke taman hiburan, kalian berdua bisa pergi lebih dulu.”

Ou Qihang, “Kau harus menyeimbangkan pekerjaan dan bermain, ayo pergi bersama-sama ah.” Setelah berbicara di telepon, Fu Liqun mengakhiri panggilan, kembali, dan ekspresinya agak aneh.

“Ada yang salah?” Yu Hao bertanya.

Fu Liqun tampak seperti ingin tersenyum, tapi dia mencoba yang terbaik untuk tidak melakukannya. “Ayah kakak iparmu ada di sini, dia ingin berbicara denganku sendirian.” mwutiD

“Apa-apaan ini!” Semua orang berteriak secara bersamaan.

Ou Qihang berkata, “Kakak ipar pergi untuk meletakkan semua kartunya di atas meja kemarin?”

Chen Yekai berkata, “Bagaimana kalian akan membicarakannya? Bukankah itu sedikit terlalu terburu-buru?”

Fu Liqun mengangkat bahu. Dia merenung sejenak, lalu berkata, “Dia memintaku untuk mengatur waktu dan tempat pertemuan. Dia mau mendiskusikan beberapa kondisi denganku.” vO L06

Yu Hao, “Kamu mau kami temani?”

Chen Yekai, “Mau mencari hotel kelas atas? Apa yang mau dia diskusikan?”

Please visit langitbieru (dot) com

Fu Liqun berkata, “Dia pasti akan mengambil cek kosong dan memintaku untuk mengisinya sendiri. Apa lagi yang bisa kita diskusikan?”

Zhou Sheng, “Apakah tempat pertemuan bisa diatur di mana saja?” lgXJFS

Fu Liqun, “Dia bilang di mana saja boleh. Setidaknya aku harus menemukan tempat di mana kita bisa minum teh.”

Zhou Sheng dan Fu Liqun saling bertukar pandang. Fu Liqun tiba-tiba terdiam dan senyum nakal muncul di kedua wajah mereka. Yu Hao sudah terlalu sering melihat hubungan semacam ini di asrama; ini adalah semacam pertanda yang menandakan munculnya lelucon yang akan membuat rambut seseorang berdiri.

Zhou Sheng, “Tidak! Tidak! Tidak! Dia sudah memintamu untuk menyatakan persyaratanmu sekarang! Kau mau ….”

Fu Liqun, “Ya! Hotel apa?! Aku tidak akan pergi!” sieWd7

Yu Hao, Zhou Sheng, dan Fu Liqun telah hidup bersama selama bertahun-tahun, dan dia bisa langsung menebak apa yang ingin dikatakan orang lain, jadi dia langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Tidak mungkin, kalian berdua melewati batas!”

Fu Liqun berkata dengan nada angkuh, “Ayo pergi!”

Zhou Sheng berkata, “Ayo pergi! Kita tidak takut padanya!”

Ou Qihang, “???” JfAuWO

Chen Yekai, ” ….”

Yu Hao, “Tunggu! Bawa beberapa pakaian untuk Gege dan wax rambutnya sebelum pergi!”

Ou Qihang pergi untuk mengambil pengering rambut, Zhou Sheng pergi mencari-cari pakaian, dan Chen Yekai pergi mencari wax.


Dua jam kemudian, taman hiburan. fEAxl2

Yu Hao, Zhou Sheng, Chen Yekai, dan Ou Qihang masing-masing memegang secangkir cokelat panas, mereka melihat ayah Cen Shan, Cen Yongchang.

Dia adalah pria paruh baya sangat energik yang sedang mengenakan setelan jas. Dia sebenarnya cukup tampan, dan aura di sekitarnya agak mirip dengan penakluk wanita tua, Zhou Laichun. Namun, dibandingkan dengan suasana bos penjahat Zhou Laichun yang tidak bisa disembunyikan, Cen Yongchang jelas lebih menakjubkan dan lebih pendiam. Dia memiliki sedikit kerutan dan tampak cukup bugar sehingga orang dapat mengatakan bahwa dia sering berolahraga. Cen Yongchang mengenakan syal dan tidak menunjukkan permusuhan yang jelas kepada Fu Liqun di taman hiburan.

Yu Hao menyaksikan dari jauh. Ketika Cen Yongchang berbalik, Yu Hao tampak seperti telah menemukan benua baru. Dia berkata kepada Zhou Sheng, “Dia benar-benar terlihat seperti naga itu!”

Garis senyum dan tatapan Cen Yongchang memang sangat mirip dengan naga dalam mimpi Fu Liqun! l0vSn4

Fu Liqun sangat sopan di depan Cen Yongchang. Dia mengenakan jas ramping. Saat ini, Fu Liqun memiliki postur tubuh yang terpahat dengan baik oleh karena semua pelatihan yang pernah ia dapat di sekolah maupun Gym dan ia menjadi sedikit lebih kurus karena kelaparan di organisasi skema piramida. Sekarang simpul di hatinya terlepas, dia jauh lebih bersemangat. Dia secara khusus memotong rambutnya sebelum Tahun Baru dan sebelum pergi hari ini, mereka bahkan sedikit merapikan Fu Liqun.

Seorang pria paruh baya yang tampak kaya dan halus berdiri bersama Fu Liqun, dan mereka sebenarnya memiliki tinggi yang sama. Yu Hao berpikir bahwa ayah Cen Shan pasti setingkat dewa laki-laki ketika dia masih muda.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Adegan ini terlihat seperti CEO paruh baya yang memelihara anjing serigala muda.” Zhou Sheng memegang dahinya dengan satu tangan, sambil menahan diri untuk tetap menonton.

Yu Hao menjawab panggilan telepon—itu dari Cen Shan. Cen Shan merasa ada sesuatu yang salah ketika dia bangun hari ini dan dengan cepat tiba di Kota Ying, tetapi Cen Yongchang sudah tiba. TgINo5

“Eh? Kami di taman hiburan? Apa kalian bertengkar tadi malam?”

“Kami tidak bertengkar. Kenapa kalian lari ke taman hiburan?” Cen Shan berkata, “Beri aku waktu sebentar, aku akan segera ke sana. Aku kebetulan berada di dekat situ.”

“Lihat! Lihat!” Ou Qihang dengan cepat mendorong mereka dan memberi isyarat agar mereka melihat, “Mereka benar-benar naik ke bianglala!”

“Ha ha ha ha! Hahahahaha!” Mereka berempat hampir gila karena tertawa. 83n1CV

Fu Liqun telah mengundang Cen Yongchang untuk naik ke salah satu bilik bianglala! Chen Yekai memegang cangkir cokelat panasnya dan hampir tidak bisa menjaga pijakan yang stabil. Zhou Sheng benar-benar tidak tahan dengan lelucon semacam ini, tetapi Cen Yongchang memang pernah mengatakan sebelumnya, “Kita bisa berbicara di mana pun kau mau,” itulah mengapa dia dibawa untuk menaiki bianglala oleh Fu Liqun.

Sebelum mereka bangkit untuk pergi, Yu Hao mulai mengangkat kameranya dan menyesuaikan lensanya untuk mengambil foto Fu Liqun dan Cen Yongchang. Ia merasa ia perlu memotret momen bersejarah ini.

Cen Shan datang. Dia melihat empat pria tampan tertawa terbahak-bahak di luar restoran sehingga mereka hampir tidak mampu merawat diri sendiri, dan dia bertanya, bingung, “Di mana si pria besar? Apa yang kalian tertawakan?”

Zhou Sheng melambaikan tangannya sekaligus dan menunjuk ke bianglala. Dia berkata, “Dia dan ayahmu … di—di atas bianglala. Hahahahaha!” djenC7

Cen Shan, ” ….”

Staf menutup pintu. Fu Liqun memandang Cen Yongchang dengan sopan.

Cen Yongchang berkata, “Apakah ada arti khusus sehingga kau memilih tempat ini?” EDJx8W

Fu Liqun, “Tidak. Saya kebetulan merencanakan jalan-jalan ke taman hiburan dengan saudara-saudara saya hari ini, jadi saya pikir kita sebaiknya berdiskusi di sini. Bolehkah saya tahu apa yang ingin Anda bicarakan?”

Cen Yongchang, “ .…”

“Hahahaha——” Yu Hao hampir menjadi gila karena tertawa. Dia melihat Cen Yongchang dan Fu Liqun turun dari bianglala. Fu Liqun memegang tiket dan berkata, “Paman, perjalanan apa yang harus kita ambil selanjutnya? Jangan buang uang yang dihabiskan untuk tiket.” KdU7Dz

Cen Yongchang berkata, “Aku di sini bukan untuk bermain denganmu, Liqun. Aku tahu kau sudah memikirkannya dengan jelas. Apakah ada artinya membuang-buang waktu di sini?”

Fu Liqun berkata, “Ambil satu perjalanan lagi denganku, dan aku akan memberitahumu apa yang ada di pikiranku.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Cen Yongchang melihat jam tangannya. Dia berkata, “Aku hanya bisa memberimu setengah jam lagi.”

Fu Liqun, “Aku hanya butuh tiga menit!” DyqWuZ

Roller coaster itu melesat dengan suara gemuruh yang keras. Fu Liqun bahkan memilih baris pertama untuk mereka berdua. Dia memeluk bumper, Cen Yongchang menutup kedua matanya rapat-rapat, Fu Liqun berteriak keras dengan “Wahahaha,” dan sambil menaiki roller coaster, Fu Liqun berkata, “Paman! Apa yang ingin Anda katakan?!”

“Paman! Apakah ini terasa menyenangkan?!”

Cen Yongchang, “ .…”

“Aku tidak bisa lagi,” kata Yu Hao sambil tetap menahan tawa, “Aku akan tertawa sendiri sampai mati karena Gege hahahahaha——” X65Md1

“Paman! Jangan pergi!” Fu Liqun dengan cepat berkata, “Kita tidak akan naik itu lagi! Ayo minum secangkir kopi ba! Aku sudah selesai bermain.”

Cen Yongchang jelas-jelas marah, tapi dia masih berusaha mempertahankan sikap terkendali di permukaan dan tidak meledak oleh emosi. Fu Liqun mengerahkan segala cara untuk membujuknya memasuki sebuah kafe, di mana dia melirik ponselnya dan memilih kursi bilik dengan sandaran tinggi.

Cen Shan, Yu Hao, dan Chen Yekai duduk di belakang Fu Liqun. Zhou Sheng dan Ou Qihang pergi untuk bermain paintball. Cen Shan menatap Yu Hao tanpa daya. Bibirnya bergerak untuk bertanya, ‘Siapa yang memikirkan lelucon ini?’

Yu Hao mengendikkan bahu untuk menunjukkan ‘bukan aku’. Dia memberikan kameranya kepada Cen Shan. Ketika mereka berada di roller coaster, dia telah menunggu di tempat yang harus mereka lewati; dia menyesuaikan bukaan kameranya dan dengan cepat mengambil beberapa bidikan berturut-turut, dengan momen di mana Fu Liqun berteriak gila-gilaan sementara Cen Yongchang menutup matanya rapat-rapat. jArVK3

Cen Shan tertawa terbahak-bahak sampai-sampai harus berusaha menahan diri dengan cara menyembunyikan wajahnya di atas meja, dan bahunya terus mengejang.

“Bicaralah.” Cen Yongchang berkata, “Aku dengar bisnismu gagal dan kau berhutang cukup banyak?”

“Dipinjam dari seorang teman.” Fu Liqun menjawab, “Aku akan dapat membayarnya kembali, tolong jangan khawatir tentang itu.”

Cen Yongchang tetap diam untuk waktu yang lama. Fu Liqun menatapnya dengan penuh harap. 2IZVJg

“Cen Shan kembali kemarin dan bercerita banyak tentangmu.” Cen Yongchan menahan amarahnya yang sangat jelas dan berkata, “Aku sudah mengenalmu empat tahun lalu. Aku bahkan tahu bahwa kau bermain bola basket dengan sangat baik—terima kasih.”

Seorang pelayan memberikan Cen Yongchang secangkir air, tetapi Cen Yongchang tidak minum dan hanya menatap cangkir itu.

Fu Liqun bertanya, “Saya tahu Anda tidak ingin menikahkan putri Anda dengan seorang anak laki-laki yang tidak pandai melakukan apa-apa kecuali bermain basket.”

“Hebat bermain bola basket berarti kau memiliki gen atletik, yang juga sangat bagus.” Cen Yongchang dengan sopan menjawab, “Sejak zaman kuno, pria yang hebat dalam olahraga juga bisa mendapatkan rasa hormat. Coba pikirkan, jika kau seorang juara Olimpiade, siapa yang akan menentangmu berdua?” IF0isG

“Ya.” Fu Liqun berkata, “Mengatakan bahwa saya bermain bagus hanya dibandingkan dengan orang-orang seusia saya. Akan selalu ada seseorang yang lebih baik; dengan bakat saya, saya belum berada di level itu, dan saya tidak akan pernah mencapai level itu.”

“Mampu memahami diri sendiri dengan sangat jelas,” kata Cen Yongchang, “Berarti kau sudah jauh lebih baik dari Shanshan dan juga rekan-rekanmu. Kau anak yang tampan, aku yakin kau akan menjadi orang yang luar biasa di masa depan.”

Langit Bieru.

Fu Liqun tidak menjawab dan hanya menatap mata Cen Yongchang.

Cen Yongchang berkata dengan tenang, “Aku di sini bukan untuk menghancurkan kalian berdua. Aku selalu percaya bahwa karena perbedaan pandangan dunia, nilai-nilai, dan pandangan hidup, cepat atau lambat, kalian berdua akan mulai berjalan semakin jauh hingga kau benar-benar terpisah. Hubungan kau dengannya seperti teman yang berkenalan saat bepergian di jalan yang sama; setelah berjalan melalui jalan ini, dia memiliki sungai lebar sendiri untuk diseberangi, sementara kau memiliki gunung curammu sendiri untuk didaki, jadi mengapa kalian berdua tidak mengucapkan selamat tinggal dengan damai di persimpangan?” NkoP6I

Yu Hao harus mengakui bahwa kata-kata Cen Yongchang seakan-akan langsung menghantam pertahanan.

“Kau mengikutinya ke sungai, dan kau ingin menyeberangi sungai bersamanya.” Cen Yongchang berkata, “Tapi tempat itu bukan tujuanmu.”

Fu Liqun berkata, “Menurut Anda, di mana tujuannya?”

Cen Yongchang berkata, “Kau harus menanyakan itu padanya. Apakah kau pikir kau memahaminya dengan baik?” 0aLHsD

Fu Liqun tetap diam dan tidak menjawab. Di belakangnya, Cen Shan menatap cangkir lattenya dengan tenang. Asisten toko telah membuat seni latte berbentuk bunga untuknya——dari busa, dua hati dengan panah yang menembusnya muncul.

Zhou Sheng dan Ou Qihang kembali dari pertandingan paintball mereka dan duduk di belakang Cen Yongchang untuk menguping.

“Apakah kau pikir kau memahaminya dengan baik?” Fu Liqun bertanya sebagai balasannya.

Cen Yongchang menjawab, “Mari kita begini: kalau kau memiliki seorang putri, apakah kau akan memilih untuk menikahinya dengan seorang pria muda sepertimu?” OAiCSn

Wooow——semua orang bergumam dalam hati mereka ketika mereka mendengar ini. Yu Hao berpikir bahwa jika dia memiliki seorang putri, akan sangat bagus jika dia bisa menikahi pria seperti Fu Liqun.

“Aku akan merestuinya ah.” Fu Liqun tersenyum. Pada saat ini, matahari sore mengalir melalui jendela kaca dan tumpah ke kepalanya. “Ketika dia masih muda, saya akan menemaninya ke taman hiburan; setelah dia dewasa, saya akan menyerahkannya kepada seorang pria yang akan menemaninya selama sisa hidupnya. Ngomong-ngomong, apakah Anda pernah ke taman hiburan bersamanya?”

Cen Yongchang memandang Fu Liqun dengan tenang. Fu Liqun berkata, “Ketika kami baru berkenalan, Shanshan tidak tahu cara naik bus atau kereta bawah tanah, dan dia tidak pernah makan di warung pinggir jalan, dan dia juga tidak pernah naik roller coaster. Saya tahu Anda tidak menghabiskan banyak waktu bersamanya, hanya satu jam tetap untuk dihabiskan bersama setiap hari—di pagi hari sebelum berangkat, dari pukul 06:30 hingga 7 pagi, dan pada malam hari sebelum tidur, dari pukul 21:30 hingga 10 malam. Benar, bukan? Anda akan membawanya ke luar negeri sesekali, kemudian Anda akan pergi ke pertemuan sendiri dan meminta asisten Anda untuk mengajaknya jalan-jalan. Anda telah mengatur segalanya untuknya, tetapi Anda tidak menghabiskan waktu dengannya, dan Anda tidak pernah bertanya padanya tentang apa yang ingin dia lakukan.”

“Studinya sangat berat untuknya.” Fu Liqun mengamati Cen Yongchang dan berkata dengan sopan, “Tapi menurutmu, bagaimana itu bisa dianggap sulit? Bagaimana itu bisa dianggap melelahkan? Putri Anda ditakdirkan untuk menjadi luar biasa sejak lahir, jadi tidak masalah apakah dia mengeluh tentang itu menjadi sulit atau melelahkan. Dia hanya ingin Anda lebih memahaminya, mendengarkan apa yang sebenarnya dia pikirkan dan menghargai pendapatnya, tapi Anda pria yang berhati dingin, Paman.” qasAId

Yu Hao bisa merasakan bahwa pikiran dan sikap Cen Shan memang seperti yang dijelaskan Fu Liqun. Dia tidak pernah terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain—dia tidak peduli dengan penilaian orang lain tentang dirinya sendiri dan tidak peduli dengan emosi orang lain. Karena ayahnya seperti itu, setelah Cen Shan menyelesaikan masalah dengan ayahnya, keesokan harinya, Cen Yongchang benar-benar mengabaikannya dan datang ke Kota Ying sendirian untuk menyelesaikan masalah ini secara pribadi.

“Kalau kami tidak bisa bersama di masa depan,” kata Fu Liqun dengan sungguh-sungguh, “dan Anda berencana untuk mengabaikan pendapatnya lagi dan memilihkan suami untuknya yang sesuai dengan statusnya ….”

“… kalau begitu, tolong pilih pria yang benar-benar menghargai apa yang ingin dia katakan dan akan menghargai perasaannya, yang tidak akan menganggapnya sebagai vas atau hiasan belaka. Dia memiliki banyak hal yang ingin dia katakan; bahkan jika itu sangat kekanak-kanakan dan bahkan jika dia akan selalu menjadi gadis kecil di matamu, tetapi bahkan orang yang paling kekanak-kanakan akan memiliki hal-hal yang ingin mereka katakan. Tolong, Paman, abaikan hal itu untuk hari ini saja.”

Cen Yongchang mengambil sesuatu dari saku jasnya. Fu Liqun melanjutkan, “Anda tidak perlu mengambil cek Anda. Saya tidak ingin uang, tidak peduli berapa banyak yang Anda tawarkan.” TaIJNr

Namun, yang diambil Cen Yongchang dari sakunya adalah kacamata hitam. Dia memakainya, berdiri, dan tidak repot-repot berbicara dengan Fu Liqun lagi, dia langsung pergi.

Semua orang ingin tertawa, tetapi karena Cen Shan ada di sini, tidak pantas bagi mereka untuk tertawa terbahak-bahak tepat di depannya. Zhou Sheng mengintip keluar dan melirik Yu Hao dari balik stan. Yu Hao bangkit dan pergi bersama Zhou Sheng.

Langit Bieru.

Segera setelah itu, Ou Qihang dan Chen Yekai pergi juga. Hanya Fu Liqun yang tetap duduk di kafe. Dia melihat sekelompok semut membentuk kelompok ketika mereka datang dan membawa sepotong gula di dekat jendela. Di bawah sinar matahari, Fu Liqun dan Cen Shan duduk di dua kursi dengan punggung saling membelakangi.

“Berapa lama kamu berniat untuk duduk di sini?” Suara Cen Shan tiba-tiba terdengar. BV25t

Fu Liqun tercengang. Dia mendongak tiba-tiba, dan Cen Shan menoleh ke samping dan menyapanya dari belakang kursi stannya. Dengan mata merah, dia tersenyum, “Hai.”

“Hai.” Fu Liqun berkata sambil tersenyum, “Mau duduk di sini untuk melihat semut?”

“Memangnya ada?” Cen Shan duduk di samping Fu Liqun. Mereka berdua pun mulai memandangi sekelompok semut.

Fu Liqun melanjutkan, “Mau naik roller coaster?” laDJx8

Cen Shan berkata, “Ayo pergi. Kita bisa bicara setelah kita naik ke sana dan membuat uang yang kita habiskan berguna, sebelum taman hiburan tutup.”

Fu Liqun memegang tangan Cen Shan saat mereka dengan cepat pergi untuk naik roller coaster.

Zhou Sheng dan Yu Hao duduk di bianglala. Yu Hao mengintip keluar dari bilik dan berkata, “Waktu berlalu begitu cepat. Sudah hampir tiga tahun dalam sekejap mata.”

Zhou Sheng menaruh salah satu kaki di kursi yang berlawanan saat dia melihat keluar dengan malas. Dia mengawasi wajah Yu Hao dengan linglung. Yu Hao berkata, “Lihat pemandangannya ah, kenapa kamu menatapku?” qAxJMw

Zhou Sheng berkata, “Lihat dirimu sekarang; saat kita baru pertama kali pacaran, kamu akan menatapku dengan mata kecil yang memuja yo. Sekarang kita duduk di bianglala lagi, tapi kamu bahkan tidak melirik Laoshi, dan yang kamu lakukan hanyalah melihat ke luar. Hah.”

Yu Hao memberikan sedikit tatapan aneh melalui matanya. Dia melirik Zhou Sheng, dan Zhou Sheng terkejut. Yu Hao tersenyum ketika dia berkata, “Tatapan seperti apa yang kamu mau? Seperti ini?”

Zhou Sheng menurunkan kakinya dan berkata, “Brengsek, aku keras!” Sambil berbicara, dia mulai melonggarkan ikat pinggangnya.

Yu Hao, ” ….” Q25RrS

Bianglala perlahan berputar melewati puncak. Wajah Zhou Sheng sebenarnya sedikit merah. Dia dengan lembut menyenggol Yu Hao dengan satu kaki dan berkata, “Hei, katakan sesuatu?”

“Apa?” Yu Hao melemparkan senyum malu-malu dan dia tidak ingin melihat Zhou Sheng.

“Kita sudah menikah begitu lama.” Zhou Sheng berkata, “Dan kamu masih malu?”

Yu Hao tertawa sampai-sampai dia harus bersandar ke jendela. Zhou Sheng mengulurkan tangan untuk menarik tangan sang kekasih. Yu Hao ingin menghalangi dan menoleh ke samping, tapi Zhou Sheng mencondongkan tubuh untuk melihatnya dan mengerutkan bibirnya untuk menciumnya. Sejenak, keduanya teringat hari pengakuan cinta. Wajah Yu Hao memerah, dan untuk beberapa alasan, di lingkungan yang sama persis ini, pengakuan tiga tahun yang lalu sepertinya baru saja terjadi kemarin, dan dia tidak bisa menghentikan hatinya dari beriak. UqkWEf

“Ayo berciuman.” Zhou Sheng menawarkan, “Cepat! Bianglala akan segera mencapai dasar.”

“Kalau kamu mau berciuman, kita bisa melakukannya di rumah.” Wajah Yu Hao memerah.

Please visit langitbieru (dot) com

Namun, Zhou Sheng tidak mempermasalahkannya. Dia menekan tengkuknya dan pindah untuk menciumnya dengan serius dan lembut. Tangan Yu Hao disandarkan pada kursi pada awalnya, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengangkat tangannya dan melingkarkannya di leher Zhou Sheng.

“Sudah mau sampai ke bawah.” ymtGHo

“Ini masih awal .…”

Sebuah ponsel berdering. Zhou Sheng meliriknya. “Persetan.” Dia menolaknya dan ingin mencium Yu Hao lagi. Ponselnya berdering lagi, Zhou Sheng menolak telepon itu lagi, tetapi orang itu tidak menyerah untuk terus menghubunginya.

“Siapa ini?”

“Seorang bajingan.” lNMc9

“ .…”

Yu Hao takut itu adalah sesuatu yang penting. Dia melihat telepon Zhou Sheng—Serigala Bermata Putih Tua.

“Angkatlah ba, ini Tahun Baru,” kata Yu Hao.

“Itu pasti tidak akan menjadi sesuatu yang baik.” Zhou Sheng berkata, tetapi masih mengangkatnya. auxFCT

Ai, Direktur Zhou, Selamat Tahun Baru ah.” Zhou Sheng meletakkan ponselnya pada mode pengeras suara. Bianglala tiba di stasiun, lalu Zhou Sheng memegang tangan Yu Hao untuk keluar. Dia memegang ponselnya dengan ekspresi kesal di wajahnya.

Suara Zhou Laichun terdengar, “Ayo makan malam bersama ba. Apakah Yu Hao sedang bersamamu?”

Zhou Sheng berkata, “Makan malam keluarga lagi? Kami tidak akan pergi. Terakhir kali Yu Hao secara pribadi menyaksikan bagaimana kau diseret oleh ibu untuk melakukan tindakan ‘Smashing Rock on Chest’. Dia belum pulih dari trauma itu.”

Zhou Laichun dengan tenang berkata, “Sekarang cuma ada aku. Tidak ada yang mendesak, itu benar-benar hanya obrolan biasa. Mobil sudah menunggu di pintu masuk taman hiburan, kau bisa datang kapan saja. Aku akan menunggu kalian berdua sampai jam 10 malam.” P5uKO0

Zhou Sheng menutup telepon dan berdiri dengan Yu Hao di bawah Bianglala. Yu Hao menatap WeChat-nya dan berkata, “Qihang berpapasan dengan teman-teman SMA-nya, jadi dia akan makan malam bersama mereka. Chen Laoshi akan mengunjungi Liang Laoshi, jadi dia tidak akan menunggu kita.”

Zhou Sheng merenung sebentar dan berkata, “Oke, jangan khawatir, kita bisa bertemu mereka lagi di Beijing.”

“Apakah kita akan pergi?” Yu Hao bertanya.

“Apa yang kamu katakan?” Zhou Sheng memegang ponselnya dan sesekali membuat ponselnya berputar-putar di tangannya. Dengan lengan melingkari Yu Hao, mereka tiba di pintu masuk taman hiburan. Sopir sudah menunggu. v2ZutF

Yu Hao berkata, “Apakah dia mengalah?”

Zhou Sheng mengangkat bahu.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Jika dia menyerah, apakah kita akan tetap pulang?” kata Yu Hao.

“Bagaimana menurutmu?” Zhou Sheng bertanya sebagai gantinya. Yu Hao tidak mengatakan apa-apa, tetapi Zhou Sheng tersenyum dan memeluknya, lalu menghadap ke samping untuk menciumnya. hlPTb7

Yu Hao pergi membeli dua cangkir minuman hangat. Zhou Sheng menatap mobil keluarganya. Mereka berdua tidak pergi. Sopir itu tampak sedikit melankolis ketika dia melihat mereka di seberang tempat parkir.

Translator's Note

Ada lawan dari peribahasa ini, yaitu “menangis saat duduk di dalam BMW’. Pokoknya intinya mau menunjukkan kalau meski hidup sederhana, tapi tetap bahagia.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!