English

Pemenang Mengambil SemuanyaChapter 12

0 Comments

Zhao Jinxin membawa Li Shuo ke bar musik di resort. Hanya sedikit orang di area resort. Bisnis restoran dan bar musim ini agak sepi. Ketika keduanya masuk, tidak ada tamu lain. Pemilik bar dan kokinya adalah orang Jerman, badannya sangat kekar. Bartender ramping itu adalah istrinya. Keduanya tampak sangat serasi.

Mereka duduk di sudut yang paling tersembunyi dan itu saat makan malam. Zhao Jinxin memesan menu khas dari bar yaitu kaki angsa panggang, ditambah dua lusin bir. Dia bertanya pada Li Shuo: “Bagaimana toleransi alkoholmu?” B3A2xP

“Aku tidak terlalu sering minum, tapi toleransiku cukup oke.” Li Shuo sedikit waspada. Terakhir kali ketika dia hanya minum obat dan tidur selama beberapa jam, Zhao Jinxin sudah berada dibawah selimutnya. Jika dia mabuk hari ini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Untungnya, dia hanya mau minum bir dan dia tidak pernah mabuk dengan bir.

“Ada lebih dari dua puluh jenis bir di restoran ini. Aku sudah mencicipi semuanya sendiri. Rasanya sangat lembut, kadarnya relatif tinggi. Tapi birnya… kadarnya tidak terlalu tinggi.” Zhao Jinxin terlihat tersenyum. “Jangan khawatir, aku tidak akan membuatmu mabuk, kecuali jika kamu punya alasan untuk mabuk.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Li Shuo merasa malu karena pikirannya terbaca, dia berkata dengan datar, “Aku tidak akan mabuk.”

Kaki angsa panggangnya datang, Li Shuo melihat porsi besar itu, dan dia tiba-tiba kehilangan nafsu makan. Dia tidak tahu bagaimana angsa itu tumbuh menjadi begitu besar. Zhao Jinxin memotong sepotong daging kaki angsa itu, menyuapkan ke mulut Li Shuo: “Cobalah. Ini enak.” tCpFlE

Li Shuo ragu-ragu, tapi dia masih membuka mulutnya untuk makan. Rasa pedasnya lumayan berat, tapi dagingnya renyah dan empuk, sangat enak.

“Ini.” Zhao Jinxin bergilir mengambil daging dengan garpu untuk menyuapinya.

Li Shuo menahan tangannya: “Aku bisa sendiri.”

“Saat aku terluka, kamu menyuapiku. Sekarang tanganku sudah membaik, ini giliranku” Zhao Jinxin menggoyangkan jarinya yang sudah bengkak itu. 0IFXum

Li Shuo tersenyum: “Tapi tanganku tidak sakit.” Dia mulai makan sendiri.

Zhao Jinxin menjilat bibirnya: “Jika kamu adalah pacarku, aku benar-benar ingin mengajakmu kencan yang sempurna.”

“Kita tidak membahas apakah ini kencan atau bukan. Tapi sebenarnya kencan sempurna itu apa? Aku penasaran.”

Zhao Jinxin bertanya balik: “Lalu bagaimana kamu berkencan dengan orang?” kO1Rrl

“Itu tergantung orangnya suka apa.”

“Jika itu aku. Kemana kamu akan membawaku?”

Li Shuo menyipitkan matanya sedikit: “Mengapa kau bertanya tentang ini?”

“Bibi bilang kamu sangat populer sejak kecil dan punya banyak pacar. Aku ingin tahu apakah kamu benar-benar berpengalaman.” oQWuaR

Li Shuo tahu bahwa Zhao Jinxin mencoba menggodanya. Tetapi pria suka bersaing pada hal yang tidak penting seperti itu. Dia menyeka mulutnya dengan serbet dan tersenyum, “Oke, aku mengajukan tiga pertanyaan, kau jawab dengan jujur. Lalu aku akan memberimu kencan yang ‘sempurna’.”

“Baiklah.”

“Makanan apa yang kau suka? Seni apa yang kau suka? Kau suka tempat yang tenang atau ramai?”

“Aku suka makanan yang lezat dan berkalori tinggi. Aku suka kaligrafi, musik klasik, dan rock n roll. Aku suka seni modern dengan logam. Aku suka tempat yang ramai.” ak9eFq

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Li Shuo terbatuk: “Tidurlah yang nyenyak di pagi hari. Aku akan menjemputmu sekitar jam 10 dan pergi ke Queens untuk melihat pameran seni. Siang hari aku akan mengantarmu ke restoran Meksiko untuk makan dan mencicipi minuman mereka. Setelah makan siang, kau perlu istirahat. Aku akan mengantarmu ke klub musik klasik, bisa tidur siang dengan musik klasik, saat kau bangun aku menyajikan afternoon tea otentik dari Inggris, kau tidak boleh makan apa pun, kita bisa pergi ke pusat toko furnitur desainer terbesar di New York dengan banyak furnitur seni logam yang menarik dan praktis, atau pergi ke rock n roll bar bawah tanah. Semuanya tergantung pada kekuatan fisikmu. Dan yang terakhir, mengantarmu pulang.” Dia menghela napas dan menatap Zhao Jinxin dengan percaya diri.

Itjb Alczlc alvjx yfgxbwfcajg. Cilt-jilt, lj wfcujcuxja jilrcsj: “Xlilgjcxe, pjkjy aluj qfgajcsjjc sjcu rjwj. Ubrlrl jqj sjcu xjwe rexj? Ufwjcvjcujc rfqfgal jqj sjcu xjwe rexj? Cqj ofalrtwe?”

Langit Bieru.

Ol Vteb afgmfcujcu, alyj-alyj rfvlxla wjgjt, vlj yfcjg-yfcjg yfgqlxlg afcajcu xfcmjc sjcu rfwqegcj, vjc rfyjujl tjrlicsj, jcjx lcl wfcuecuxjqxjc rloja jrilcsj tjcsj vjijw aluj xjilwja! Ol Vteb wfcutfwyerxjc cjqjr wfijiel tlvecucsj, afgijie wjijr ecaex qfveil qjvj Itjb Alczlc.

“Hei. Jawablah.” Zhao Jinxin berkata dengan polos. “Aku juga serius. Apa kamu tidak menghitung s*ks dalam kencanmu? Kamu gak berani jawab, apa karena kamu takut digigit olehku?” dC4opn

Li Shuo berkata dengan sabar, “Ini semua adalah privasi. Aku tidak ingin menjawab.”

“Kalau kamu gak jawab, aku akan menebak.”

“Zhao Jinxin…” Li Shuo mengambil bir dan menuangkannya ke dalam gelas. “Kau hanya perlu minum lebih banyak dan kurangi berbicara omong kosong.”

Zhao Jinxin mengambil gelasnya, menyentuh bar di depan Li Shuo. Lalu, dan meminumnya. Begitu gelasnya diletakkan di meja, dia berkata, “Aku tebak, kamu paling suka posisi back. Kamu suka lingkungan tertutup yang dikelilingi oleh lingkungan ramai, seperti berada di kantor. Dan fetishmu – aku tidak bisa menebaknya, aku tahu kamu pasti takut untuk mengatakannya, dan bahkan tidak berani untuk mencobanya.” yEZodf

Li Shuo menatap lurus ke arah Zhao Jinxin, dia terdiam beberapa saat.

Zhao Jinxin sebenarnya mengatakan semua hal yang benar tentang dia!

Zhao Jinxin tertawa keras: “Aku menebaknya dengan benar, kan? Ah, benar kan, jangan malu-malu.”

Li Shuo sedikit malu kemudian marah: “Apa gunanya tebakanmu.” DeuQJS

“Kamu harus bertanya bagaimana aku menebaknya.” Zhao Jinxin tersenyum dan menggelengkan bahunya. “Yang pertama adalah pertanyaan tentang kemungkinan. Aku menebaknya. Kebanyakan gay menyukai posisi ini. Ini tidak sulit dan nyaman.” Zhao Jinxin merentangkan tangannya untuk berjabat tangan. ”Ini yang paling cocok untuk pemula.”

Li Shuo meremas tangannya, ingin mengalahkannya sedikit.

“Yang kedua dan ketiga bisa dijelaskan bersama. Kamu punya banyak sekali ide liar di hatimu, tapi kamu menahannya karena terkendala oleh banyak faktor seperti tradisi, budaya, identitas, dll. Selain itu, kamu selalu menyukai tipe Li Chengxiu. Sedikit spesial seksualitas – kamu malu membicarakannya. Jadi, kantor adalah tempat yang tepat untuk merasakan kenikmatan yang dilepaskan di tempat umum. Pada saat yang sama, itu cukup aman untuk memberimu katup pengaman bagimu yang pemalu dan hati-hati.”

Wajah Li Shuo merosot, rasanya sangat buruk untuk tertusuk di hatinya dengan sebuah kalimat. Terutama oleh seorang anak laki-laki yang lebih dari sepuluh tahun lebih muda darinya. Dia merasa malu bahkan ketika dia tidak melakukan apa-apa: “Jangan bicara lagi. Kalau tidak, aku akan pergi sekarang.” AuDLOE

Zhao Jinxin dengan nyaman menepuk tangannya: “Jangan marah. Bukankah kita sedang membicarakan kencan?”

“Aku sedang berbicara tentang kencan. Kau berbicara tentang s*ks.”

“S*ks adalah bagian dari kencan. Faktanya, ketika datang untuk makan, mendengarkan musik, atau pergi ke pameran, bukankah tujuan akhir seorang pria adalah s*ks?” Zhao Jinxin tersenyum dengan sepasang mata persik romantis. Kepalanya sedikit miring ke depan dan berkata dengan suara rendah. “Memberikanmu s*ks yang tak terlupakan seumur hidup, ini bisa menaklukkanmu lebih dari sepuluh kencan yang sempurna.”

Li Shuo malah merasa geli. “Lupakan. Kau memang orang yang seperti itu, dan bagiku itu tidak masuk akal.” GxaODL

“Bukankah kita sangat cocok? Ikuti rencanamu di siang hari, membuat kencan yang baik. Lalu ikuti rencanaku di malam hari, bercinta.” Zhao Jinxin dengan lembut menjilat sudut mulutnya. “Denganku. Setiap harimu akan menjadi baru.”

Li Shuo tidak berbicara. Dia sedikit tersentuh oleh lamaran Zhao Jinxin.

Story translated by Langit Bieru.

Dia tahu bahwa Zhao Jinxin benar. Dia akan bergairah dengan orang yang berani, menyenangkan, dan menyenangkan. Tapi dia tidak suka perasaan dituntun oleh orang lain. Lagipula, dia sudah…

Dia tersenyum pahit diam-diam, dia baru saja ‘putus’ hari ini… fpynhJ

Sebenarnya, yang paling membuatnya sedih adalah mantan pacarnya saat dia kuliah. Bagaimanapun, mereka telah setuju untuk pergi ke Afrika bersama dan membayangkan banyak hal, tetapi mantannya memilih tawaran di Wall Street. Baginya yang bingung dan bimbang tentang masa depan pada saat itu, itu bukan hanya melanggar janji emosionalnya, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan. Tentu saja, dia sekarang sudah dewasa, dia telah sepenuhnya memahami pilihan mantannya pada saat itu, dan dia lebih sadar akan keegoisan dan kepolosannya, tetapi sayang sekali bahwa masa lalu telah berlalu, dan tidak ada jalan untuk mundur.

Li Chengxiu memilih untuk putus, tetapi dia memiliki perasaan takdir yang tak terduga. Bagaimanapun, perasaan mereka dangkal dan sulit sejak awal. Dia dapat menerima bahwa dia pada akhirnya gagal untuk mengesankan orang itu, dan dia juga bisa menyesuaikan dirinya dengan rasa frustrasi ini. , Tapi dia tidak menyangka Li Chengxiu akan pergi tanpa pamit. Pria itu tersesat di rumah dan tangannya, dan dia merasa harus bertanggung jawab.

Dia mendesah pelan: “Jinxin, apa yang kau katakan aku sama sekali tidak meragukannya. Tapi aku sedang tidak ingin membicarakan hal ini sekarang.”

“Aku mengerti. Aku tahu apa yang ingin kamu bicarakan denganku. Bicara tentang kegagalan emosional?” dUdA3Z

Li Shuo menyesap anggur, matanya menjadi redup. Tampak seperti ditutupi dengan lapisan kabut: “Aku benar-benar tidak dapat mengerti kenapa hubunganku selalu gagal.”

Zhao Jinxin berdiri dan duduk di samping Li Shuo. Dia bersandar dengan nyaman di sofa, tersenyum dan berkata, “Tentu saja itu karena kamu memilih orang yang salah.”

“Kalimatmu tidak masuk akal.” Li Shuo berkata sambil tersenyum masam.

“Maksudku, kamu memilih jenis objek yang salah. Orang-orang seperti Li Chengxiu, sama sekali tidak cocok untukmu. Yang kamu inginkan bukanlah Li Chengxiu. Kamu hanya menginginkan kehidupan yang stabil, dan kamu hanya dapat memikirkan kehidupan Li Chengxiu yang tipikal pria rumahan. Kalau cuma itu, aku juga bisa.” 8XF2bI

Li Shuo diam, dia memang berpikir begitu.

“Pikiranmu sudah salah sejak awal.” Zhao Jinxin sedikit miring ke arahnya. “Jika kamu tidak cukup mencintai seseorang, tidak ada yang bisa mendukung kehidupan yang stabil. Belum lagi, kamu gak akan berhubungan s*eks dengan harmonis. Cepat atau lambat pasti akan putus.”

Li Shuo tertawa: “Kalau begitu aku cocok dengan orang seperti apa?”

“Orang yang membiarkanmu melepaskan dirimu.” Zhao Jinxin berbisik ke telinga Li Shuo. “Seperti aku.” fxVPbz

Li Shuo sedikit memulai: “Jujur aja, Jinxin, orang sepertimu itu hanya cocok untuk sebagai teman tidur.”

“Kalau begitu ayo pergi tidur. Itu bukan hal yang buruk.”

Li Shuo meletakkan gelas winenya dan bahkan menuangkan beberapa cangkir ke perutnya. Dia sudah merasakan sedikit kehangatan dalam darahnya, “Kau terus memalingkanku ke sisimu. Aku tidak ingin bicara denganmu. Ini semakin malam, ayo kembali.” Ketika dia selesai berbicara, dia berdiri untuk pergi.

Zhao Jinxin memegangi bahunya dan memaksanya kembali ke kursinya: “Li Shuo, kamu mau melarikan diri dari siapa? Apa kamu sangat takut padaku?” TO43PS

“Aku? Kenapa aku harus takut padamu?”

“Kamu jelas punya perasaan padaku dan kamu pura-pura tidak punya perasaan. Dulu kamu menolakku karena kamu punya pacar. Sekarang kamu udah putus, alasan apa lagi yang kamu punya?”

Langit Bieru.

Li Shuo memandang Zhao Jinxin dengan terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Dia tidak merasa Zhao Jinxin begitu agresif. Bahkan jika dia genit dan tidak tahu malu sebelumnya, kebanyakan dia bertingkah seperti bayi, tapi sekarang ada semacam dominasi yang tidak memaksanya untuk melihat langsung ke arahnya, dan itu membuatnya sedikit panik.

Dia mendorong Zhao Jinxin, merasa menyesal telah datang untuk minum. Mungkin dia telah melebih-lebihkan keuntungan usianya dan meremehkan Zhao Jinxin. Singkatnya, untuk pertama kalinya dia menyadari bahwa orang ini berbahaya. 3oXPxy

Zhao Jinxin tiba-tiba meletakkan tangannya di bawah meja dan melingkarkan tangannya di antara paha Li Shuo…

Li Shuo terkejut, saling menatap, dan berteriak, “Zhao Jinxin!” Begitu dia memegang pergelangan tangan Zhao Jinxin, dia tiba-tiba mengepal.

Meski sakit, Zhao Jinxin tidak melepaskannya. Sebaliknya, dia tersenyum dan berkata: “Rasakan saja. Lagipula ini gratis dan tidak akan ada yang memperhatikan.”

Li Shuo melihat ke sekeliling bar dengan gugup. Bos dan istrinya sedang mengobrol dan tidak memperhatikan mereka. Ada dua tamu lagi di bar, tapi mereka tidak dekat dengan mereka. Tapi jantungnya berdebar-debar seperti petir. Dia tidak berani membuat gerakan besar, karena takut ketahuan. 3Y4ahF

Keterampilan Zhao Jinxin benar-benar tidak dapat dijelaskan.

Li Shuo sudah lama tidak melakukannya. Saat ini, tubuhnya mulai bergetar tak terkendali dan dia membungkuk tanpa sadar.

Zhao Jinxin menekan pipinya dan menciumnya dengan bibir lembutnya: “Rasanya sangat nyaman. Mereka mungkin menemukan kita dan menemukanmu, pria yang berpakaian bagus, tetapi berani melakukan ini di depan umum.” Dia tersenyum. “Tapi apa itu penting? Kamu sangat keren, kamu menyukainya, kan?”

Li Shuo bernafas berat, disertai sedikit getaran di dadanya, dia takut menjadi pusat perhatian, tetapi dia merasa bergairah dari lubuk hatinya karena perilaku berani ini. Dia tidak pernah mengalami perasaan ini… perasaan melakukan hal-hal buruk. 2zh61q

Zhao Jinxin berkata dengan lembut: “Sayang, kamu bisa merasa puas sebanyak yang kamu suka. Kamu sudah berusia 34 tahun. Berapa lama lagi kamu akan menahan dirimu sendiri?”

Li Shuo menggigit bibirnya dan mengeluarkan dua batuk kecil di tenggorokannya, tampaknya menahan sesuatu dengan putus asa sehingga dia bahkan tidak ingin mengatakan apa-apa. Zhao Jinxin mencubit dagunya dengan jari-jarinya yang belum sembuh dan tiba-tiba menutup bibirnya.

Berbeda dengan ciuman lembut di siang hari, tindakan Zhao Jinxin sekarang kasar – liar dan mendominasi, menghisap bibir lembut Li Shuo dengan keras, lidahnya langsung masuk, mengaduk-aduk bagian dalam mulutnya. Itu tidak seperti berciuman tetapi seperti penyerangan.

Mata Li Shuo berangsur-angsur menjadi sedikit bingung. Stimulus indra meningkat dan ciuman penuh gairah itu membuatnya semakin bergairah, yang membuatnya tidak bisa menahan diri. Sudah lama sekali Li Shuo tidak merasa begitu tulus. Dia tiba-tiba merilekskan hatinya, dan pada saat yang sama merilekskan tubuhnya yang kaku, memutuskan untuk bersenang-senang dan menikmati pengalaman baru yang diberikan Zhao Jinxin. 6dvEas

Di sebuah bar di kota asing ini, tepat di sudut ini, di mana hanya ada meja kayu kecil, di bawahnya, Li Shuo ejakulasi. Ini mungkin hal paling berani dan memalukan yang pernah dia lakukan dalam hidupnya, tetapi dia benar-benar merasa sangat bahagia.

Zhao Jinxin mengeluarkan tangannya dari bawah meja. Dia menyeka telapak tangannya dengan lembut dengan serbet sambil mengagumi rona merah menggoda di wajah Li Shuo. Pria ini… sangat mempesona.

Bulu mata Li Shuo bergetar ringan, kepalanya menunduk seolah tulang belakang lehernya tak tertahankan dan dia terus menggantung sedikit. Dia bisa merasakan tatapan Zhao Jinxin, tetapi dia perlu menyesuaikan diri sekarang.

Zhao Jinxin menggigit telinga Li Shuo: “Paman Li, apa kamu malu?” KXbyL2

Li Shuo mengangkat kepalanya, bulu matanya di sudut matanya sedikit lembab, dan bibirnya memerah dengan ciuman, yang membuat orang merasa sesak – perut. Dia menatap Zhao Jinxin, menyembunyikan gejolak batinnya dengan ketenangan, “Kamu benar-benar pemberani.”

“Tapi kamu menyukainya.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“……tidak buruk.”

“Benarkah?” Dia melebarkan telapak tangannya, meletakkan ujung jarinya yang ramping ke mulutnya, dan dengan lembut menjilat cairan yang mencurigakan itu dengan lidahnya. Wajah Li Shuo langsung menjadi panas dan ada sedikit rasa malu di matanya. OdVv3n

Zhao Jinxin tersenyum sukses: “Apakah kamu ingin pergi ke hotel denganku seperti laki-laki, atau kamu pulang ke rumah untuk tidur seperti pengecut?”

Li Shuo menatapnya dalam-dalam: “Kita berdua…” dia ragu-ragu pada awalnya.

“Hanya untuk s*ks.” Zhao Jinxin mengedipkan matanya.

“… pergi ke hotel.” St0vM2

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!