English

Aku Hanya Ingin BerpacaranCh6 - Putra Bungsu Menghilang saat Mereka sedang Berbelanja

0 Comments

Wajah Yu Xin memerah karena sensasi hebat yang dia rasakan. Urat nadi di bawah lehernya muncul dan jantungnya berdetak kencang. Memegang Yu Qing Huan dengan tangannya yang gemetaran, Yu Xin mengatakan kalimat yang sama berulang kali.

“Kita menang! Kita menang! Kita menang!” kMPHLt

“Berapa banyak?” Yu Qing Huan merasa sedikit pusing.

Setelah menarik napas panjang, Yu Xin memberi acungan jempol kepada Yu Qing Huan sambil meletakkan tangan satunya di dadanya. “Hadiah pertama!”

Langit Bieru.

“Benarkah?” Mata Yu Qing Huan melebar. Dia mengambil ponsel dari Yu Xin dan mulai memeriksa angka pada lotre yang terdapat nomor pemenang satu per satu.

Dari yang pertama sampai yang terakhir, semua angka cocok! Qo hk2

Lebih dari 6 juta yuan untuk satu lotre dan Yu Qing Huan membeli sepuluh dengan angka yang sama!

“Kamu pasti bercanda,” gumamnya curiga sambil melemparkan dirinya ke sofa. Menatap dua lembar kertas tipis di tangannya, dia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Ini konyol!

Dalam kehidupan sebelumnya, Yu Qin Huan membuat akun anonim di Weibo hanya untuk mengikuti undian berhadiah. Tetapi karena keberuntungannya sangat buruk, dia tidak pernah menang sekali pun. Bahkan dengan tingkat kemenangan 99% seperti yang mereka klaim! BeaD3N

Kenapa dia menjadi begitu disukai Tuhan dan begitu beruntung setelah reinkarnasi? Ini gila!

“Kita kaya. Kita kaya sekarang.”

Yu Xin berjalan-jalan di sekitaran ruangan dengan tangan terkepal erat dan mata bersinar, seolah-olah dialah yang memenangkan lotre. Setelah lebih dari 10 menit berjalan seperti ini, dia akhirnya berhasil tenang. Tubuhnya melonjak di depan Yu Qing Huan dengan kecepatan luar biasa.

“Qing Huan, 60 juta! 60 juta! Bagaimana kamu akan menghabiskannya?!” Sebelum Yu Qing Huan bisa menjawab, dia mulai mengoceh sendiri. “Jas custom premium Brand G, sepatu kulit, jam tangan, kita akan beli semuanya! Ah, ya! Juga kalung dan klip kerah. Kita akan berburu yang terbaik! Ayo! Ayo buat daftar belanjaan!” D7MOxT

Penampilannya yang bersemangat, menyerupai gadis shopholic yang dengan gila-gilaan menambahkan barang ke keranjang belanja pada hari diskon Double Eleven!

“Dude, santai.” Yu Qing Huan menghela napas dalam-dalam. Kemudian, dia mencoba menenangkan Yu Xin yang seperti duduk di kursi panas. “Jangan lupa kita harus membayar pajak 20%. Jadi, sebenarnya kita hanya mendapatkan sekitar 40 juta.”

Dia telah melihat terlalu banyak uang dalam kehidupan sebelumnya. Jadi, meskipun 40 juta adalah jumlah yang sangat besar, bagi Yu Qing Huan itu benar-benar tidak banyak. Dia hanya kagum dengan keberuntungannya dan kemudian kembali normal.

Sebaliknya, Yu Xin menatap Yu Qing Huan dengan iri. “Apa katamu? Hanya? Dengan nominal 40 juta dan kamu bilang itu hanya?!” teriaknya. FPf3gB

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Sepertinya, jika Yu Qing Huan mengatakan sepatah kata lagi, Yu Xin akan melemparkan tinju ke wajahnya. Yu Qing Huan pun memilih untuk menutup mulutnya. Tak lama dia mencoba mengubah topik lain. “Aku ingin membeli real estat.”

Kekesalan Yu Xin tadi akhirnya mereda. “Ide bagus. Kita memang harus membeli real estat. Tapi, di mana kamu ingin membelinya? di Purple Mountain? Atau yang memiliki pemandangan sungai di luar daerah Cina?”

Pemuda ini memiliki potensi. Dia melakukan debut sebagai pemeran utama pria ketiga dalam film Liu Jia An. Selama dia tidak mengacaukan segalanya, dia akan mendapatkan tempat di industri hiburan. Pada saat itu, tidak cocok untuknya tetap tinggal di asrama perusahaan. Jadi, Yu Xin berpikir ini adalah hadiah yang datang tepat waktu. Itu adalah uang yang dikirim Tuhan untuk Yu Qing Huan agar dia bisa membeli real estat.

Yu Qing Huan menggelengkan kepalanya. “Tidak satu pun dari tempat-tempat itu. Di mana saja tidak masalah, asalkan memiliki keamanan dan lingkungan yang baik.” Wan1of

Yu Qing Huan berpikir beberapa saat. Harga rumah saat ini tidak terlalu mengerikan — yang sampai bisa membuat orang menjadi pucat. 20 juta akan cukup untuk membeli area kecil, yang sekitar 100 meter persegi di komunitas mewah, termasuk biaya dekorasi.

“20 juta untuk real estat dan sisanya aku akan menyumbangkan semuanya.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Orang tua Yu Qing Huan meninggal dalam kecelakaan mobil ketika dia baru berusia 12 tahun. Namun, dia jauh dari yang namanya merasakan kerasnya kehidupan. Orang tuanya memiliki hubungan baik dengan orang-orang ketika mereka masih hidup. Kerabat dan juga tetangga mereka semua tahu bahwa Yu Qing Huan adalah anak yang baik. Jadi, mereka saling membantu untuk membiayainya masuk ke universitas terbaik.

Meskipun Yu Qing Huan tidak pernah menyebutkan masa lalu ini, dia selalu mengingatnya. Alasan mengapa dia dapat memasuki industri hiburan segera setelah lulus, itu karena dia menganggap ini adalah kesempatan baik untuk mendapatkan uang secara cepat. Sehingga nantinya dia bisa lebih cepat membayar kembali pada mereka yang baik padanya. 4ntQI8

“Kamu ingin menyumbangkannya?” Yu Xin menjatuhkan rahangnya. Dia tidak bisa mempercayai telinganya. Kemudian, dia mencoba membujuk Yu Qing Huan. “Kamu hanya pemula di industri ini dan tidak memiliki latar belakang. Sekarang yang kamu butuhkan adalah uang. Jika kamu mau, kamu bisa memberikan sumbangan setelah kamu mendapatkan pijakanmu.”

“Maaf.” Bagaimanapun, Yu Qing Huan tetap bersikeras pada keputusannya. “Xin, aku sudah memutuskan ini. Nah, bisakah kamu membantuku untuk kembali ke kota asalku untuk berbicara dengan pemerintah setempat atas namaku?”

Kampung halaman Yu Qing Huan disebut Peach Town, tempat dengan pemandangan indah. Kota itu kaya akan buah persik kuning. Hampir setiap keluarga memiliki kebun persik besar. Persik yang dihasilkan di sana berair dan semanis madu. Karena transportasi yang tidak nyaman, buah persik ini tidak dapat diangkut keluar, sehingga hanya dapat dijual di kota-kota terdekat dengan harga 0,5 yuan per kilo. Sedangkan yang tidak dapat dijual, menjadi busuk di ladang.

Dalam kehidupan sebelumnya, Yu Qing Huan telah berjuang bertahun-tahun hingga akhirnya dia bisa menyumbangkan sejumlah besar uang untuk membantu kota kelahirannya — memperbaiki jalan dan membuka pabrik pengalengan. Dalam kehidupan ini, kebetulan dia memiliki keberuntungan dan mendapatkan rejeki nomplok tanpa usaha. Hari-hari baik penduduk desa seharusnya datang lebih awal, pikirnya. GAxTYi

Namun, dia sibuk sekarang. Semua aktor ‘The Lines of Life and Death‘ berencana berkumpul di tempat lokasi. Dia harus bertemu aktor lain hari ini, mengenal set film dan mengambil foto make up. Jadi, dia hanya bisa meminta bantuan Yu Xin karena dia tahu Yu Xin adalah pria yang dapat dipercaya.

Yu Xin menatap pria yang keras kepala itu untuk waktu yang lama, kemudian perlahan-lahan menghembuskan napas panjang. “Baiklah, aku akan membantumu kali ini dan memastikan semuanya dilakukan dengan benar. Kamu bisa tenang dan fokus pada aktingmu nanti.”

Yu Xin berpikir dalam hati. Jika itu aku yang mendapatkannya, aku tidak akan pernah seperti Yu Qing Huan. Yang menyumbangkan uang lebih dari setengah hadiah ketika memenangkan lotre di saat aku masih miskin.’

Tidak semua orang begitu murah hati dan baik seperti Yu Qing Huan! LgHn6t

Yu Xin yakin, bahkan jika Yu Qing Huan tidak dapat memasuki industri hiburan, dia pasti akan berhasil di bidang lain. Matanya tertuju pada Yu Qing Huan dengan membawa cahaya kekaguman.

•••

Pada hari berikutnya, Yu Xin mulai menggunakan koneksinya untuk menanyakan tentang pemerintah di Peach Town. Karena Yu Qing Huan mempercayainya, dia harus menjalankan tugas itu dan tidak pernah mengecewakannya.

Setelah Yu Xin pergi, Yu Qing Huan tinggal di rumah dan membaca naskah ‘The Line of Life and Death‘. Meskipun dia sudah membacanya puluhan kali, dia tidak berani melewatkan apapun. Dengan membaca sekali lagi, Yu Qing Huan berpikir mungkin saja dia akan memiliki inspirasi baru. 6AHhbB

Di siang harinya, ketika Yu Qing Huan merenungkan tentang apa yang harus dimakan untuk makan siang, ponselnya bergetar. Dia membuka kunci telepon dan mengetahui bahwa sutradara Liu Jia An membuat grup obrolan bernama ‘The Line of Life and Death‘. Semua aktor ditambahkan ke dalamnya.

Liu Jia An: Perhatian semua orang, harap ubah nama panggilan kalian di grup obrolan menjadi nama asli plus peran kalian dalam film untuk memudahkan kita mengenal satu sama lain. Ah ya, malam ini para kru film akan berkumpul untuk makan di Yi Pin Private Kitchen. Beri tahu kami terlebih dahulu jika kamu tidak bisa datang. 】

Liu Jia An adalah seorang pensiunan tentara. Gaya kerjanya sangat tangguh dan tampak bermartabat. Karena itu, setelah dia menyelesaikan kata-katanya, tidak ada yang berani mengirim balasan. Sepertinya semua orang menyerah pada aura kuat direktur dan tidak berani menolak makan malam.

Liu Jia An tentunya merasa puas dengan itu. cU3azi

Liu Jia An: Kalau begitu kita akan bertemu pukul enam di Kotak 101 Yi Pin. 】

Yu Qing Huan mengganti namanya pada nama grup obrolan. Ketika dia merefresh halaman, dapat dilihat bahwa sebagian besar orang juga telah melakukan perubahan itu.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Aktor dalam pemeran tidak berbeda dari yang dia temui di kehidupan sebelumnya. Aktor terkemuka Peng Cheng, dibintangi oleh Zhao Qin Yuan, Aktor Terbaik Penghargaan Film Golden Flower. Dan Le Chen, aktris utama, diperankan oleh Wang Cheng Cheng, bintang muda Starlight Entertainment.

Dalam kehidupan terakhirnya, Yu Qing Huan tidak pernah memiliki hubungan dengan dua orang ini. Dan setelah kelahiran kembali, lingkaran hidupnya telah berubah sepenuhnya. Y6JOcR

Yu Qing Huan berpakaian sederhana saat berjalan keluar dari pintu. Dia bersiap membeli pakaian untuk makan malam. Ini adalah acara pertama kru film untuk berkumpul bersama. Jadi, dia tidak bisa hanya berpakaian seadanya, berjaga-jaga apabila dia bertemu dengan orang yang ingin menghinanya. Peluang akan berpihak pada mereka yang memiliki pemikiran siap. Begitu pula dia.

Untungnya, Yu Qing Huan telah melakukan banyak pekerjaan paruh waktu ketika dia masih kuliah. Dia juga masih memiliki tabungan di bank. Jadi, dia tidak akan langsung bangkrut setelah membeli satu set pakaian baru.

Setelah makan dan selesai mendaftarkan informasi di pusat lotre, Yu Qing Huan pergi ke mall dengan santai.

••• RCgFSq

Pada waktu bersamaan, keluarga Huo sedang mengadakan acara kumpul keluarga mingguan yang biasa dilakukan.

Melihat putra bungsunya yang diam membisu dan tanpa ekspresi, Nyonya Huo menghela napas. “Sayangku, apakah ada pakaian yang kamu suka? Ibu akan membelikan apapun yang kamu suka.”

Huo Qu menatap Ibunya, lalu menggelengkan kepalanya.

Nyonya Huo yang telah terbiasa dengan ketidakpedulian anaknya itu, langsung menyeretnya ke dalam toko. “Ayo, pergi dan coba pakaian ini. Dua saudaramu dan aku akan menjadi penasihatmu.” 5JSvbE

Toko itu adalah toko yang baru dibuka. Seri musim gugur yang baru disusun berderet, yang membuat orang terpesona.

Huo Qu memiliki firasat buruk, seperti binatang kecil yang sensitif sejak dia mendekati toko. Dia melangkah mundur dan berkata dengan ragu-ragu. “Tapi … aku perlu pergi ke lembaga penelitian nanti ….”

“Kamu sedang bebas! Kakakmu telah meminta cuti untukmu.” Nyonya Huo memelototi Huo Qu sebentar. Dia kemudian memandang petugas toko dengan arogan. “Bawakan aku semua setelan jas biru, hitam, dan keunguan dengan ukuran yang cocok dari deretan itu.”

Setelah itu, sambil memegang setumpuk pakaian besar, dia mendorong Huo Qu yang tampak enggan ke kamar ganti. Nyonya Huo dan kedua saudaranya menunggu di luar, tetapi Huo Qu tidak juga keluar. KW9n3f

Nyonya Huo tidak merasakan sesuatu yang aneh. Dia hanya mendorong Huo Rong di sebelahnya dan berkata dengan tenang. “Xiao’er (secara harfiah berarti pelayan dalam inggris), adikmu mungkin tidak bisa mengenakan pakaian itu sendiri. Pergi dan lihatlah.”

“Bu, bisakah kamu berhenti memanggilku seperti itu? Kedengarannya seperti aku seorang pelayan.” Huo Rong berdiri dan memprotes.

“Diam!” Nyonya Huo meliriknya dan berkata tidak sabar. “Mengapa kamu masih berdiri diam? Cepat pergi temui adikmu.”

Huo Rong hanya bisa menutup mulutnya dan berjalan ke kamar ganti dengan cemberut. 7biwLX

Benar saja, di dalam Huo Qu sedang berjuang dengan kancing di celananya. Toko itu memiliki beberapa kancing yang tata letaknya agak rumit, jadi setelah Huo Qu mengotak-atiknya untuk waktu yang lama, dia tetap tidak tahu bagaimana cara mengencangkannya. Dia melihat kancing dengan tatapan kosong dan bingung.

“Celanamu.” Huo Rong kemudian datang dan mengajari caranya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Ah, aku mengerti.” Akhirnya Huo Qu mengerti.

Xiao Di, Ibu kita kejam.” Huo Rong memegangi celana saudara lelakinya, mengeluh dan menolak untuk berdiri. uT1CIV

Ketika Huo Qu akan keluar, Huo Rong tetap memeganginya. Huo Qu merasa bingung selama beberapa detik, kemudian dia menundukkan kepalanya dan memandang Huo Rong dengan tatapan tidak mengerti. “???”

“Aduh, aku diperlakukan seperti pelayan oleh Ibu kita. Aku sedih dan tak berdaya.”

Huo Qu mengerjap dan berpikir sebentar. Tiba-tiba saja, dia mengangkat tangannya dan membelai kepala saudara laki-lakinya yang kedua. “Jangan sedih.”

Mendengar ini, Huo Rong yang bertingkah konyol sebelumnya dalam sekejap merasa disembuhkan. Dia langsung bergegas keluar dari kamar ganti seperti telah disuntik darah ayam, sangat bersemangat. DP6btz

Huo Qu bertubuh tegap dengan sepasang kaki yang panjang. Dia terlahir seperti sosok pangeran berkuda putih. Wajahnya juga sangat tampan, tampak seakan itu dapat menghancurkan kota dalam sekejap.

Nyonya Huo merasa bimbang sesaat. Dia pikir, setiap set pakaian sempurna. Tetapi, karena dia tidak mampu membeli seluruh toko, jadi dia hanya bisa menarik kedua putranya yang lain ke sisinya untuk membicarakannya.

Mereka bertiga melakukan diskusi panas. Tidak ada yang memperhatikan bahwa ketika Huo Qu melihat sosok yang keluar dari toko sekilas, matanya tiba-tiba menyala. Tanpa berpikir dua kali, dia langsung mengejarnya.

Ketika akhirnya Nyonya Huo dan kedua bersaudara itu membuat keputusan, mereka pun ingin segera melakukan pembayaran setelah semuanya selesai dikemas. Namun, Nyonya Huo tiba-tiba menyadari bahwa putra bungsunya yang tadinya berada di belakang mereka, kini telah menghilang! Oh o42

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!