English

Harta Karun Prajurit MudaCh112 - Hari Libur Tim Puncak

0 Comments

“Bagaimana keadaan Xiao Cheng?”

Setelah mengatasi kekacauan di lantai bawah, Yun Che pergi ke kamar Yun Cheng di lantai atas bersama Xing Feng. Karena naluri zombie Yun Cheng sebelumnya dipicu oleh darah, mereka semua takut dia akan mengamuk jika mereka tidak datang tepat waktu. 9UgcYe

“Setelah makan banyak inti kristal, dia sekarang sudah kembali stabil.”

Leng Yehan duduk menemani Yun Cheng di sisi tempat tidur dengan wajah dingin. “Apa yang kamu lakukan pada orang-orang itu?”

Story translated by Langit Bieru.

Jika identitas Yun Cheng terungkap, Leng Yehan harus membunuh mereka semua ribuan kali.

“Aku tidak tahu. Biarkan Haixuan yang menangani masalah ini. Mereka…” HDxiPV

Yun Che berjalan dan menyentuh wajah adik kembarnya. Setelah membahas apa yang terjadi dengan Leng Yehan, dia memperhatikan bahwa inti kristal yang dimiliki Yun Cheng sudah hampir habis, jadi Yun Che mengambil kantong lain dari ruang dimensinya dan meletakkannya di tangan saudaranya itu.

Yun Cheng meremas kantong inti kristal itu, masih berusaha menenangkan dirinya. Dia lalu memakannya dengan kaku. Adegan itu menghancurkan hati semua orang. Upaya besar yang telah mereka lakukan untuk membuat Yun Cheng dapat hidup normal hampir saja digagalkan oleh orang-orang itu.

“Ya.”

Leng Yehan mengangguk setelah beberapa waktu dan menarik kantong inti kristal dari tangan Yun Cheng. Dia mengambil inti kristal level 2 lalu memasukkannya ke dalam mulut Yun Cheng. “Jangan khawatir, makan dengan perlahan. Aku akan menemanimu.” kEjX7m

“…hmm.”

Melihat matanya yang penuh kasih dan perhatian di hadapannya, rasa haus darah di mata Yun Cheng perlahan memudar. Dengan anggukan lembut, dia menggigit satu demi satu inti kristal dari tangan Leng Yehan.

Yun Che tidak ingin mengganggu mereka lagi. Setelah menepuk bahu Leng Yehan dalam diam, dia pergi bersama Xing Feng.

“Jangan bergerak. Biarkan aku memelukmu sebentar.” 9A251G

Saat pintu ditutup, Yun Che berbalik dan memeluk Xing Feng dengan erat, membenamkan kepalanya dalam-dalam di pelukannya.

Meskipun mereka terus mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa itu semua akan baik-baik saja selama Yun Cheng ada bersama mereka, tetapi sangat melihatnya mengunyah inti kristal seperti itu, tetap menimbulkan perasaan sedih. Di masa lalu, saat Yun Cheng masih berada di ruang dimensinya, Yun Che selalu memaksa dirinya untuk bersikap kuat tidak peduli seberapa buruk perasaannya saat itu. Sekarang Yun Cheng sudah keluar, semua orang tahu situasinya, Yun Che membiarkan dirinya menunjukkan sisi lemahnya di depan Xing Feng.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Glj jxjc yjlx-yjlx rjpj.”

Ufcutlyegjc rfqfgal lcl rlj-rlj, afajql lae jvjijt rjae-rjaecsj tji sjcu vjqja vlxjajxjc Wlcu Mfcu xfalxj vlj wfwfiex Tec Jtf. Klvjx jvj sjcu qfgcjt wfcutjvjql rlaejrl rfqfgal lcl rfyfiewcsj. Klvjx qfveil rfyfgjqj xeja vjc qfgmjsj vlgl wfgfxj, sjcu ylrj wfgfxj ijxexjc rjja lcl tjcsjijt yfgufgjx wjpe rjwyli wfcmjgl rbierl afgyjlx. zXN9O8

“Ya.” Yun Che mengangguk dan menjawab dengan suara rendah. Dia tidak pernah ragu bahwa saudaranya akan baik-baik saja.

Mereka berdua saling berpelukan dengan erat di koridor untuk beberapa waktu. Zhan Yafei dan yang lainnya ingin memeriksa bagaimana keadaan Yun Cheng, kembali mundur begitu sampai di atas. Sama seperti Yun Che yang tidak ingin mengganggu Leng Yehan dan Yun Cheng, orang-orang itu juga tidak ingin mengganggu Yun Che dan Xing Feng. Tidak peduli seberapa kuat Yun Che, dia tetaplah manusia buka dewa. Dia juga membutuhkan ruang untuk merilekskan tubuh dan pikirannya.

Ketika Lu Haixuan dan yang lainnya kembali, itu sudah lebih dari jam 8 malam. Tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun tentang apa yang mereka lakukan pada orang-orang itu, tetapi pada dasarnya semua orang bisa membayangkannya. Ketika makan malam selesai, Lu Haixuan secara pribadi pergi ke rumah sebelah untuk mengantar ibu dan kakeknya setelah mendapatkan izin dari Yun Che. Kebenarannya dari masalah ini memang mengerikan, tapi Lu Haixuan memilih untuk memberitahu ibu dan kakeknya agar mereka berdua tidak terus menyalahkan diri mereka sendiri. Pada saat yang sama dia juga berharap mereka lebih memahami situasi yang ada di hari-hari setelah kiamat datang. Bersikap baik terkadang hanya akan menjadi kekejaman bagi diri sendiri.

Malam ini, semua orang tidak dapat tidur karena gelisah. Yun Che langsung berlari tidur dengan Xing Feng. Tapi Xing Feng, orang yang sangat ingin membuat hubungan mereka berkembang ke jenjang lebih intim hanya memeluknya sepanjang malam. Mereka tidak melakukan apa-apa dan akhirnya tertidur di tengah malam. Ngd3sL

Tidak mengherankan, semua orang bangun lebih lambat dari biasanya di  keesokan harinya, termasuk Yun Yao dan Wang Suhua, yang biasanya bangun sangat pagi untuk membuat sarapan untuk semua orang. Ketika Yun Che dan Xing Feng masuk ke rumah dari sebelah, semua orang terlihat masih mengantuk dan lesu, terutama Lu Haixuan dan keluarganya. Mata Nyonya Lu membengkak, jelas dia menangis sepanjang malam. Kakek Lu tampak terlihat lebih tua dari kemarin. Kebenaran pasti telah meremas hati baik mereka berulang kali.

“Hari ini aku akan mengikuti pertemuan di markas militer. Xingchen dan Jiang Shang akan ikut denganku. Kalian semua dapat beristirahat di rumah dan tidak perlu mengambil misi untuk hari ini. Haixuan, tinggallah bersama ibu dan kakekmu.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Saat sarapan, Yun Che mengumumkan keputusannya saat semua orang ada di sana. LengYehan, yang tidak pernah beristirahat langsung mengerutkan kening. Kebutuhan Yun Cheng akan inti kristal cukuplah besar. Selama ini dia tidak pernah merasa takut kelelahan, yang dia takutkan adalah Yun Cheng kekurangan inti kristal. Tetapi ketika dia mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan Yun Che, dia hanya bisa menyimpan kembali rasa keberatannya.

“Aku kenyang.” rYzddL

Leng Yehan meletakkan mangkuk dan sumpitnya lalu naik ke atas, membuat ibu dan kakek Lu Haixuang ketakutan. Karena tidak ada misi yang harus dilakukan, dia pasti akan menghabiskan waktunya sepanjang hari dengan Yun Cheng. Selama ini, Leng Yehan tidak pernah memiliki waktu untuk tinggal sepanjang hari dengannya.

“Kakak Che, kenapa kamu tidak mengajakku? Jiang Shang tidak banyak bicara. Jika ada perdebatan, kamu akan sangat dirugikan.”

Untuk meringankan suasana, Zhou Zeyu dengan sengaja menyerang Jiang Shang. Sayangnya, orang itu tidak akan peduli pada apapun dan siapapun selain Ye Xingchen.

“Aku juga ingin pergi. Tuan, bawa aku ke sana untuk bersenang-senang, oke? Aku dengar pasukan militer itu sangat hebat, aku belum pernah melihat mereka. Aku ingin melihat mereka.” 95Ii7Y

Hei Yu tiba-tiba muncul entah dari mana dan melompat ke bahu Yun Che. Yun Che yang sedang sarapan hampir kesal dibuatnya. Sejak Hei Yu kembali, mereka tidak pernah bisa merasakan hidup tenang dan harus selalu waspada padanya sepanjang waktu. Dan setiap kali dia datang lagi dan lagi, Hei Yu akan selalu berakhir dengan…

“Uwaah! Terbang dan terbang lagi! Tuan, jangan melakukan hal yang sama setiap kali. Kamu hampir membuatku ketagihan…”

Yun Che meraih kaki pendek Hei Yu dan melemparkannya keluar. Terlahir sebagai binatang masokis, dia selalu berhasil memainkan peran tidak tahu malunya setiap kali terlempar di udara. Semua orang tidak bisa membantu tetapi merasa merinding mendengarnya. Sepertinya tidak ada seorang pun di planet ini bisa menghentikan sikap tak tahu malunya.

“Kami tidak akan berdebat dengan siapa pun. Jiang Shang cukup baik. Kamu tetap diam.” DwcqrK

Setelah berurusan dengan Hei Yu, Yun Che memberi tatapan peringatan pada Zhou Zeyu. Dia akan gila jika membawanya keluar. Lagi pula Zhou Zeyu tidak lebih baik dari Hei Yu. Dengan adanya dia, percakapan persahabatan akan berubah menjadi perdebatan yang intens. Menjadi tidak berbicara itu bagus, setidaknya Jiang Shang tidak akan menimbulkan masalah, meskipun dia sering memamerkan cintanya.

“Kakak Che, apa kamu membenciku?”

Zhou Zeyu berpura-pura memasang wajah sedih, membuat semua orang yang melihatnya menggelengkan kepala dan tertawa. Ketegangan yang sebelumnya terjadi mulai mencair karena Zhou Zeyu dan Heiyu. Bahkan ibu dan kakek Lu Haixuan mulai bisa tersenyum.

Pertemuan akan dimulai pada jam 9 pagi. Saat itu sudah pukul setengah delapan ketika mereka selesai sarapan, tetapi Yun Che masih terlihat tenang sepertinya tidak terburu-buru sama sekali. Xing Feng dan Gu Mingxuan juga tidak mendesaknya. Karena orang-orang militer ingin mencoba memancing mereka keluar dari markas, mereka harus menunggunya. Tidak peduli seberapa kesal mereka nanti, mereka harus tetap menahan diri di hadapan Tim Chaoyang dan Tim Puncak. Q wTlc

“Kakak, Yehan akan tinggal satu kamar dengan Xiao Cheng. Xingchen dan Jiang Shang dapat pindah ke kamar Yehan. Kamu dan Bibi Wang bisa membersihkan kamar mereka nanti dan membiarkan Bibi Lu dan Kakek Lu tinggal di dua kamar di lantai dasar.”

Tadi malam, Ye Xingchen meminta Jiang Shang untuk tidur satu kamar dengannya dan memberikan kamarnya kepada Kakek Lu. Sementara Zhan Yafei tidur di kamar Yun Yao dan Chenchen, setelah memberikan kamarnya kepada Nyonya Lu. Karena keduanya akan menetap di sini, mereka pasti perlu mengatur ulang kamar.

Meskipun Leng Yehan tidak bersama mereka, dia tidak akan keberatan dengan keputusan Yun Che. Bahkan, sejak Yun Cheng keluar dari ruang dimensi, dia jarang tidur di kamarnya sendiri. Ye Xingchen dan Jiang Shang, bagaimanapun, agak malu dengan kehadiran semua orang, tapi mereka tetap menyetujuinya. Bahkan, mata Jiang Shang terlihat sangat bersemangat meskipun wajahnya memerah.

“Ahem… Jika kalian berdua tidak dapat menahannya, kalian dipersilakan untuk melakukan sesuatu yang liar. Kedap suara di rumah ini sangat bagus, jadi kalian tidak perlu khawatir akan menganggu yang lainnya. Tapi, tentu saja, dengan premis kalian harus mengunci pintu dan jendela.” F6ZvVN

Melihat penampilan keduanya, Yun Che berdehem dan menggoda mereka.

“Yun Che?!”

Langit Bieru.

“Bagus!”

Wajah Ye Xingchen langsung memerah, begitu pula wajah Jiang Shang. Tapi jawaban Jiang Shang lebih jujur. Semua orang memandang mereka dengan tatapan menggoda. Bahkan kedua wanita, Yun Yao dan Zhan Yafei tidak bisa menahan tawa. TL4kOz

“Kakek Lu, Bibi Lu, ini akan menjadi rumah kalian mulai sekarang. Apa yang terjadi di masa lalu telah berlalu, kita tidak bisa terus menatap ke belakang. Kita harus terus hidup dan selalu melihat ke depan. Setidaknya kalian bisa dipertemukan kembali dengan Haixuan sekarang.”

Setelah bercanda, Yun Che menghampiri Nyonya Lu dan Kakek Lu. Mereka adalah keluarga Lu Haixuan dan akan menjadi keluarganya juga di masa depan.

“Baiklah, terima kasih.”

Mata Nyonya Lu memerah. Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya sambil menangis. Lu Haixuan mengulurkan tangan untuk memeluknya dalam diam. Yun Che menatapnya, mengisyaratkan bahwa dia akan menyerahkan mereka berdua padanya. Dia kemudian menoleh ke Xing Feng dan mengangguk padanya. sWbD6g

Keduanya berbalik dan pergi diikuti oleh Ye Xingchen, Jiang Shang dan Gu Mingxuan. Mereka akan menghadiri pertemuan bersama-sama. Tim Puncak akan beristirahat hari ini, tetapi Tim Chaoyang tetap menyelesaikan misi seperti biasanya. Mereka tidak punya pilihan. Bahkan jika mereka tidak melakukan misi apapun, mereka masih perlu menyerahkan 1.000 inti kristal tingkat rendah kepada kapten mereka setiap harinya.

“Bibi Wang, tolong temani Bibi Lu. Yafei, ayo kita membersihkan kamar.”

Yun Yao memiliki banyak waktu setelah mengantar Chenchen ke sekolah. Melihat Nyonya Lu yang masih tegang, dia menyarankan Wang Suhua yang seusia dengannya untuk menemaninya saat dia mengajak Zhan Yafei pergi.

“Kakek Lu, namaku Zhou Zeyu. Kenapa kamu tidak pergi denganku dan Haixuan untuk berkeliling di komunitas tempat kita tinggal?” 0yndQq

Zhou Zeyu berusaha ramah dan mengusulkan pergi berjalan-jalan ke luar. Kakek Lu tidak bisa menolak antusiasmenya meskipun dia ingin membantu Yun Yao dan Zhan Yafei membersihkan kamar. Dia mengangguk setelah melihat Lu Haixuan. “O-OK. Terima kasih, anak muda.”

“Tidak masalah. Kakek Haixuan adalah kakekku. Aku bisa menjaga cucumu jika kamu mau.”

“Tentu. Anak yang baik, kalian semua adalah anak yang baik.”

Semangat dan kesabaran Zhou Zeyu membuat Kakek Lu ikut bersemangat juga. Orang tua itu terus mengangguk sambil menangis. Meskipun dia hanya berada di sini kurang dari satu hari dan sesuatu yang tidak menyenangkan telah terjadi, tetapi dia bukanlah orang bodoh. Dia bisa tahu bahwa orang-orang ini benar-benar memperlakukan Haixuan sebagai salah satu keluarganya. Dia bisa merasakan kehangatan menyelimuti rumah ini. Di hari kiamat, kehangatan semacam ini merupakan hal yang langka dan sangat berharga. wrPO18

“Kalau begitu, ayo pergi, Haixuan.”

Zhou Zeyu memegang salah satu lengan Kakek Lu. Sebelum pergi, dia berkata kepada Nyonya Lu sambil tersenyum, “Bibi Lu, anggap saja ini seperti di rumah sendiri. Kamu nanti bisa berjalan-jalan di komunitas bersama Bibi Wang. Orang-orang di sini sangat baik.”

“Hmm? Ah, oke.”

Nyonya lu tidak menyangka Zhou Zeyu akan menyambutnya dan berbicara dengannya. Wang Suhua menggenggam tangannya dan berbicara dengan antusias, “Saudari Lu, jangan sopan pada mereka. Anak-anak ini orang yang santai. Kesopananmu hanya akan membuat mereka merasa canggung. Suamiku dan aku juga mengalaminya ketika kami baru saja datang ke keluarga ini, tetapi setelah kamu mengenal mereka lebih lama…” ew4DIf

Wang Suhua adalah seorang periang dan kedua wanita tua itu memiliki masa lalu yang sama, jadi dia lebih banyak berbicara. Dia bahkan melambai kepada suaminya, Zhan Tianlong yang menyapanya sebelum berangkat ke rumah sakit. Wajah Nyonya Lu bersinar dan mulai tersenyum saat mendengar perkataan Wang Suhua.

 

Story translated by Langit Bieru.

***

vWV18o

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!