English

Harta Karun Prajurit MudaCh113 - Pertemuan Para Pemilik Kekuatan Khusus, Perselisihan

0 Comments

Penerjemah : Momo


Pangkalan Barat Daya saat ini menampung sekitar seratus ribu orang yang selamat, namun masih banyak gelombang penyintas yang tidak hanya datang dari Kota Lingjiang, tetapi juga Kota Longping, Kota Tongyang, Kota Yiling, dan kota-kota lain di provinsi ini. Pangkalan juga semakin berkembang dan tidak lagi hanya dikendalikan oleh militer. Sebaliknya, beberapa pasukan diambil dari tiga kekuatan utama militer dan digabungkan dengan pasukan dari kepolisian yang dikendalikan oleh pemerintah, membentuk Departemen Pertahanan Pangkalan. nLcqAi

Ketiga pasukan dari militer bertanggung jawab mengawasi pangkalan, membantu pemerintah yang memainkan peran administratif utama. Pengumpulan pasokan dan banyak tugas penting lainnya juga merupakan tanggung jawab bagi ketiga pasukan ini. Maka dari itu pertemuan para pengguna kekuatan kali ini diprakarsai oleh tiga kekuatan militer utama ini.

Saat ini, setidaknya ada sekitar seratus tim pengguna kekuatan di pangkalan dan beberapa individu kuat yang tidak ingin bergabung dengan militer atau tim manapun. Namun, seperti yang Yun Che dan Lei Dashan katakan kemarin, militer memiliki standar yang tinggi. Mereka tidak menyukai tim yang lemah. Menurut kabar yang beredar, semua tim pengguna kekuatan diundang dalam pertemuan kali ini. Padahal, kenyataannya hanya 20 tim teratas dan individu yang sangat kuatlah yang diundang kali ini.

Story translated by Langit Bieru.

Meski begitu, ada hampir 70 orang di ruang konferensi, termasuk kapten dan wakil kapten dari masing-masing regu dan perwakilan masing-masing pasukan milter. Yang menjadi perwakilan pasukan militer setidaknya memiliki pangkat mayor jenderal atau lebih tinggi. Pemerintah telah mengirim Kepala Pertahanan Pangkalan, Jiang Wanshan ke konferensi tersebut. Tidak sulit untuk melihat kalau ini merupakan operasi yang sangat besar.

Ruangan konferensi yang besar ini bisa menampung hingga 30 orang. Di belakang 30 kursi utama, ditempatkan banyak kursi lainnya guna mengantisipasi jika ternyata ada lebih banyak peserta yang mengikuti pertemuan seperti saat ini. Konferensi akan dimulai pada pukul 9 pagi dan para pemilik kekuatan sudah mulai berdatangan sejak pukul 8 pagi. Sekarang hampir pukul 9 dan ruangan sudah hampir penuh, namum perwakilan dari pihak militer dan pemerintah belum datang. Mereka yang saling mengenal duduk dalam kelompok kecil, saling mengobrol dan  bersosialisasi. EBjbMl

“Apa orang-orang dari Tim Chaoyang dan Tim Puncak belum datang?”

Melihat sudah pukul 08.55, para pemilik kekuatan mulai bertanya-tanya saat melihat kursi yang disediakan untuk kedua tim itu masih kosong.

“Kudengar kemarin malam, orang-orang dari Tim Chaoyang dan Tim Puncak mengendarai dua mobil keluar dari pangkalan. Mereka baru kembali setelah pukul delapan. Aku tidak tahu apa yang terjadi.”

“Siapa yang tahu? Dan hanya Tim Puncak dan Chaoyang yang mendapatkan hak istimewa. Jika itu tim lain, pasukan pertahanan pasti tidak akan membukakan gerbang.” gvoW C

“Aku seperti mendengar nada kecemburuan darimu? Apa salahnya jika mereka mendapatkan hak istimewa? Mereka pantas mendapatkannya karena mereka kuat. Jika kamu ingin mendapatkan perlakuan istimewa juga, kamu bisa meniru mereka. Membawa kami ke misi dan membagikan persediaan yang berhasil dikumpulkan dengan merata dan adil.”

“Ya, itu benar. Memikirkan kehidupan kita sebelumnya, kita bahkan tidak bisa makan dua kali sehari. Sejak Tim Chaoyang dan Puncak mulai membawa kita ke misi bersama, kita bisa mendapatkan banyak persediaan yang cukup dan tidak perlu khawatir lagi tentang makanan serta pakaian.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Well, semua orang tahu bahwa ada banyak persediaan di pusat kota, tetapi siapa yang berani pergi ke sana? Kita tidak akan berani menjarah pabrik jika mereka tidak membawa kita ke sana.”

“Stt, afwjc-afwjc, abibcu tfcalxjc. Cxe yjge rjpj yfgylmjgj vfcujc rjcajl. Cxe wlcaj wjjo plxj revjt wfcujajxjc tji ybvbt rfqfgal lae. Zjjoxjc jxe, bxf?” FVxvQ7

Klvjx jvj sjcu ajte rljqj sjcu wfweijl abqlx afcajcu Klw Jtjbsjcu vjc Uecmjx. Vjja rjijt rjae xjqafc wfibcajgxjc xbwfcajg rjgxjralx, vlj rfufgj wfcejl xglalx vjgl rfwej bgjcu. Ujvj jxtlgcsj, vlj tjger wfwlcaj wjjo xfqjvj rfwej bgjcu. Zfrxlqec rfwej bgjcu yfgtfcal wfcsjijtxjccsj, wfgfxj afajq alvjx rfcjcu vfcujccsj.

Delegasi pemerintah dan tiga militer telah tiba sekarang. Ketika mereka mendengar percakapan dari luar ruangan, raut wajah mereka terlihat sedikit berbeda. Namun, ketika mereka membuka dan masuk ke dalam ruangan, mereka semua memasang senyum palsu penuh kemunafikan.

“Tuan Jiang.”

Begitu melihat mereka masuk, semua pemilik kekuatan khusus berhenti berbicara dan menyapa Kepala Pertahanan Pangkalan, Jiang Wanshan yang berjalan di barisan depan. Pria itu kembali menyapa sambil tersenyum. “Tidak apa-apa, semuanya. Silakan duduk.” Fh4ejM

Sebelum hari kiamat, Jiang Wanshan adalah Sekretaris Komite Partai di Distrik Shizhong Kota Lingjiang. Dia adalah pria pandai yang tahu bagaimana membangun koneksi dengan sangat baik. Baik pemilik kekuatan maupun warga sipil sangat menghormatinya.

“Mengapa perwakilan Tim Puncak dan Chaoyang tidak ada di sini?”

Seorang mayor jenderal dari militer mengajukan pertanyaan. Dia tampak berusia sekita 30-40 tahunan, memiliki tubuh sedang dan  wajah khas orang Tionghoa. Tidak ada yang istimewa dari penampilannya, kecuali sepasang mata khas seorang prajurit. Dia melirik kursi kosong dengan tatapannya yang sombong dan menghina. Semua pemilik kekuatan yang hadir mengerutkan kening. Tetapi melihat dia adalah seorang perwakilan dari militer, semua orang menahan diri dan tidak mengatakan apa-apa.

Seluruh ruangan menjadi tenang setelah dia mengajukan pertanyaan. Itu juga membuat Jiang Wanshan merasa canggung. Mo Wenyang, delegasi dari Pasukan Keluarga Mo berjalan langsung ke kursi di sebelah kursi kosong itu dan duduk. “Mungkin mereka mengalami sesuatu hal. Keadaan darurat sering terjadi, bukan? Bagaimana jika itu masalah hidup dan mati? Apakah Mayor Jenderal Wang mengharapkan mereka meninggalkan segalanya hanya untuk konferensi bodoh ini?” MFHZil

Mo Wenyang selalu pandai berbicara. Tidak ada satupun orang militer yang bisa menang melawan kata-katanya.

“Mayor Jenderal Mo sepertinya tahu sesuatu. Mengapa kamu tidak memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi? Kami mungkin bisa membantu. Bagaimanapun, Tim Chaoyang dan Puncak adalah dua regu terbaik di Pangkalan Barat Daya. Jika mereka mengalami kesulitan, militer pasti bersedia membantu mereka.”

Story translated by Langit Bieru.

Mayor Jenderal Wang diejek oleh Mo Wenyang tetapi mayor jenderal lainnya bergabung dalam percakapan dengan menawarkan bantuan padanya. Dibandingkan dengan Mayor Jenderal Wang, orang ini terlihat jauh lebih lembut. Dengan sepasang kacamata di pangkal hidungnya, dia tampak seperti seorang elit. Pria itu adalah utusan dari Pasukan Wei, salah satu asisten terpercaya Wei Kan, Lin Xian.

“Aku suka apa yang kamu katakan. Kami tentara memang seharusnya menjadi pendukung rakyat biasa, bukan? Ketika Tim Chaoyang dan Puncak tiba ada di sini, tolong tanyakan kepada mereka dengan sangat hati-hati, Mayor Jenderal Lin. Jika mereka benar-benar dalam masalah, kamu bisa membantu menyelesaikan masalah mereka. Jadi tidak akan mempegaruhi kinerja antara kedua tim.” ifG9jL

Mo Wenyang jelas bukanlah lawan yang mudah. Dia segera membalas. Kedengarannya dia seperti memuji Lin Xian karena bersikap baik tetapi sebenarnya, dia tidak seperti itu. Bagi Mayor Jenderal Lin, baik ya maupun tidak, itu bukanlah jawaban yang bagus.

“Mayor Jenderal Mo pasti bercanda. Ketiga kekuatan militer kita seperti satu keluarga. Sama saja siapa yang akan menyelesaikan masalah mereka.”

Mayor Jenderal Lin dengan tenang mendorong kacamata ke ke pangkal hidungnya, lalu membawa anak buahnya untuk duduk di sebelah Mo Wenyang. Mayor Jenderal Wang yang kesal pada mereka juga membawa anak buahnya untuk duduk di sisi lain meja yang lain. Jiang Wanshan yang duduk terjepit diantara mereka, tidak dapat berkata apa-apa.

Sudah pukul sembilan lebih seperempat. Setelah melihat di antara delegasi dari tiga pasukan militer, Jiang Wanshan tersenyum dan bertanya dengan suara rendah, “Jenderal, apakah kita akan mulai duluan?” ARKUP8

“Jangan khawatir. Tim Chaoyang dan Puncak belum datang. Aku tidak terburu-buru. Ayo kita tunggu mereka.”

Di luar dugaan semua orang, Mayor Jenderal Lin menolak usulan Jiang Wanshan sambil tersenyum. Dia dengan sengaja menaikkan volume suaranya sehingga seluruh ruangan dapat mendengarnya dengan jelas. Kebanyakan pemilik kekuatan memiliki kesan yang baik padanya karena sebagian besar pejabat tinggi militer biasanya angkuh, sedangkan Mayor Jenderal Lin terlihat seperti orang biasa. Semua orang akan merasa tersanjung saat berbicara dengannya.

Inilah yang diharapkan Mayor Jenderal Lin dari kerumunan. Siapa yang tidak menyukai dukungan dari pemilik kekuatan khusus? Jika Asosiasi Kekuatan mendukung salah satu pihak, maka setengah basis pangkalan dapat mereka dikendalikan. Ketiga kekuatan utama sudah lama memperebutkan hal ini. Jika tidak pemerintah tidak akan sangat berkuasa.

“Oke, mari kita tunggu. Lagipula kita tidak punya pekerjaan lain.” fg jsi

Sebenarnya, Mo Wenyang sangat cemas karena hari ini adalah kunci dari rencana mereka, tetapi Xing Feng dan Yun Che masih belum muncul. Dia tidak boleh menunjukkan semua itu dihadapan dua jenderal besar lainnya, jadi dia bertindak seperti dia tidak peduli apapun. Tapi jika Xing Feng dan Yun Che benar-benar tidak datang, dia tidak akan bisa terus berpura-pura.

“Karena Tuan Muda Mo dan Mayjen Lin sama-sama mau menunggu, aku juga bisa bersedia menunggu.”

Mayor Jenderal Wang kembali tenang, tidak seperti beberapa waktu lalu yang sempat kehilangan ketenangannya.

Sekarang ketika ketiga kekuatan utama tidak keberatan menunggu, Jiang Wanshan harus tertawa untuk menghibur mereka. Tetapi para pemilik kekuatan, bagaimanapun bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Ya, Tim Chaoyang dan Puncak memang kuat dan efektivitas tempur mereka jauh di atas rata-rata. Namun, ini adalah kekuatan militer yang paling berpengaruh dan mendominasi di pangkalan. Apakah Tim Chaoyang dan Puncak begitu penting bagi mereka? Para pemilik kekuatan tidak bisa menebak konferensi macam apa sebenarnya ini. cV5neW

Pada pukul 09.30, pintu konferensi yang tertutup akhirnya dibuka. Xing Feng dan Yun Che masuk berdampingan, diikuti oleh Gu Mingxuan, Ye Xingchen, dan Jiang Shang. Ruangan konferensi segera menjadi sunyi senyap saat mereka berjalan.

“Hah? Semua orang sudah di sini. Bukankah kita baru akan mulai jam sepuluh? Apakah aku salah mengingat waktu?”

Yun Che memasang ekspresi terkejut. Dengan putaran ringan di pergelangan tangannya, surat pemberitahuan sederhana muncul di tangannya. Setelah membaca sekilas, Yun Che bergumam, “Tertulis pukul 10 pagi. Aku bangun pagi hari ini karena takut datang terlambat.”

Itu jelas bukan gumaman biasa, karena Yun Che memastikan setiap orang di dalam ruangan dapat mendengarnya. Mendengar itu, semua pemilik kekuatan mengeluarkan surat pemberitahuan mereka, tapi di surat mereka semua tertulis jam 9 pagi. Semua orang bingung. Apakah ada orang yang menargetkan Tim Chaoyang dan Puncak? jXN63d

“Kapten Yun, pasti bercanda. Surat pemberitahuan ini dicetak secara massal. Di sana disebutkan dengan jelas kalau pertemuan akan dimulai jam 9 pagi.”

Ketika menerima tatapan penuh tanya dari perwakilan tiga kekuatan, Jiang Wanshan tidak punya pilihan selain berdiri. Dia mendengar bahwa Yun Che, pria yang tampaknya lemah dan ramah, sebenarnya adalah pria yang licik yang sulit dihadapi. Selama dia ingin melakukan sesuatu, tidak ada orang yang berani menghentikannya. Hari ini dia berani berbicara omong kosong di hadapan semua orang.

Story translated by Langit Bieru.

Mendengar itu, Yun Che mengerutkan kening. “Tuan Jiang berkata seolah-olah aku membicarakan omong kosong.”

“Bukankah kamu memang berbicara omong kosong?” Jiang Wanshan mengeluh di dalam, tapi dia masih terus tersenyum. “Nah, kamu…” qk7wvS

“Jika kamu tidak percaya, lihatlah sendiri.”

Sebelum dia selesai berbicara, Yun Che mendorong kertas itu padanya. Jiang Wanshan tanpa sadar menerimanya dan melihat kata-kata di atasnya. “Bukankah… Uhh… kenapa jam 10?”

Ketika dia membaca dengan jelas kalau pertemuan itu akan dimulai pada jam 10 pagi, mata kecilnya terlihat sangat terkejut. Tanpa sadar tangannya yang memegang kerta itu mengepal. Tidak peduli berapa kali dia membacanya, itu memang tertulis jam 10 pagi. Dahinya mulai berkeringat.

  Q4Zdfs

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!