English

Harta Karun Prajurit MudaCh58 - Mendaftarkan Tim (3) – Bunuh Mereka Semua

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Wowoo.. wowoo…” 2DrSk7

“Bu…”

Anak laki-laki itu jatuh terduduk di tanah cukup lama, ada jejak basah di antara kedua kakinya. Ayahnya yang sejak awal tidak ikut campur, berteriak dan bergegas memeluk ibunya yang sudah kehilangan lengan. “Bu, Ibu… Tunggu sebentar, aku akan mencari seseorang…”

Please visit langitbieru (dot) com

“Bibi Zheng, bagaimana keadaanmu? Bibi Zheng…”

“Bibi Zheng…” 5Vr KI

Ada empat atau lima orang lagi yang bergegas bersama pria itu. Mereka semua mengelilingi ibu dan anak itu dengan nada khawatir, tidak ada yang memperhatikan anak kecil yang ketakutan hingga buang air di sisi lainnya.

“Bunuh, bunuh dia untukku. Dasar anak tidak berguna. Ah…” Wanita paruh baya yang kesakitan itu, meraih putranya dengan tangannya yang utuh, matanya dipenuhi kebencian yang telanjang.

“Bu…”

Melihat luka berdarah di lengan ibunya yang terputus, mata pria itu menjadi memerah. Bukan karena menangis, tetapi karena menahan kemarahan. Tak perlu dikatakan, targetnya tentu saja adalah Yun Che. Tidak peduli apa yang dilakukan ibunya, apakah itu benar atau salah, sebagai salah satu kapten dari sepuluh tim terkuat yang ada di Pangkalan Barat Daya, tidak mungkin dia hanya diam saja melihat ibunya sendiri dipotong tangannya tanpa sepatah kata pun. OCTAwS

“Jaga Ibuku.” Semakin dia memikirkannya, wajah Zheng Xiangyang semakin terdistorsi. Setelah menyerahkan ibunya kepada salah satu anggota timnya. Dia segera berdiri dan berkata, “Xiao Bái Lian, berani menyentuh Ibuku, kamu pasti sudah tidak ingin hidup lagi!”

Pa!

Dalam sekejap, sinar putih keperakan yang berubah menjadi substansi melesat ke Yun Che dengan aura penghancur yang membuat orang-orang gemetar ketakutan. Mereka semua yang melihat ini berpikir kalau Yun Che kali ini pasti akan mati. Alasan mengapa Tim Xiangyang dapat menduduki peringkat sepuluh besar di pangkalan karena Zheng Xiangyang adalah pemilik kemampuan petir yang sangat kuat.

“Menggunakan kemampuan petir di depanku, haruskah aku berkata kalau kamu itu benar-benar bodoh?” vuL9VI

Semua orang di aula sekali lagi dikejutkan oleh Yun Che. Di tengah amukan petir yang terus datang, Yun Che tidak bergerak. Dia lalu melambaikan tangannya dengan santai dan gelombang petir itu menghilang tanpa jejak.

“Hah?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Klvjx wecuxlc, jqj sjcu xjwe ijxexjc?”

Zfgfxj rfwej afgafuec, Ifcu Wljcusjcu afgyjxjg jwjgjt, wjajcsj rfwjxlc wfwfgjt. Glj afijt wfcujxaloxjc xfwjwqejc qfalg vjc qfgul xf yfgyjujl afwqja ecaex yfgyege hbwylf. Vfijwj lcl alvjx jvj rjaeqec sjcu yfgtjrli wfcutlcvjgl rfgjcujc qfalgcsj. Kjql rfxjgjcu Wljb Dál Oljc sjcu afgiltja ifwjt lae wfifcsjqxjc qfalgcsj tjcsj vfcujc ijwyjljc ajcujc? Ufalg sjcu rfijwj lcl vlj jcvjixjc, wfcutlijcu ajcqj pfpjx. dYhLP8

“Tsk… tsk… Benar-benar menyedihkan. Kenapa mereka memiliki pengguna kekuatan petir? Bermain petir dihadapan Kakak Che, apa mereka ingin dilecehkan?”

Mengabaikan kehadiran semua orang yang masih terkejut, Zhou Zeyu dengan ceroboh mengatakan bahwa Yun Che adalah pengguna petir yang ahli.

“Benar-benar setuju. Mereka datang sendiri untuk meminta tamparan.” Kali ini, Lu Haixuan juga ikut mencibir bersama rekannya.

Dibandingkan dengan lima elemen dasar, elemen petir relatif jarang. Meskipun tidak seperti kekuatan cahaya yang hanya bisa ditemuka satu dari sejuta orang, elemen petir tidak jauh berbeda sebenarnya. Siapa yang menyangka kalau pihak lawan adalah salah satu orang yang beruntung itu. Sangat disayangkan. A8KMgp

“Aku adalah orang yang adil. Kamu sudah menyerang sekali, sekarang giliranku.”

Melirik sekilas ke arah dua rekannya yang dengan sengaja menambah bahan bakar ke dalam kobaran api, Yun Che membalik telapak tangan kirinya hingga menghadap ke atas. Suara berderak mulai terdengar. Pada detik berikutnya, ulat petir terjalin dan terkondensasi, memberi tekanan berat seperti akan menghancurkan seluruh aula. Ular petir itu terus terjalin hingga ukurannya semakin besar dan mengerikan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Sial! Elemen petir. Anak ini juga pengguna elemen petir…”

“Tidak mungkin! Bisakah elemen petir bisa digunakan seperti itu?” m2zDJF

“Tidak, elemen petir ini lebih murni dan mengerikan daripada milik Zheng Xiangyang. Aku bisa merasakan nafas keputusasaan darinya.”

“Sial, tidak heran orang-orang ini berpakaian dengan sangat baik. Mereka mendapatkan semua itu dengan kekuatannya sendiri.”

“Kejam, pria ini benar-benar kejam.”

Akhirnya, kerumunan orang yang sudah kembali tersadar dari keterkejutannya, menyerukan berbagai macam kekaguman dan keluhan tanpa henti. Satu-satunya persamaan adalah kekuatan Yun Che yang sangat kuat itu membuat mereka semua takjub. Setelah akhir dunia seperti ini, rasa iri dan kecemburuan pada orang yang lebih kuat tidak dapat menjamin mereka untuk bertahan hidup. Kekuatan adalah segalanya dan mereka yang kuat pantas untuk dihormati. oCdOJG

“Tidak, ayo menyerang bersama-sama.”

Zheng Xiangyang yang sebelumnya merasa menjadi orang terkuat, kini menjadi ketakutan setelah melihat petir milik Yun Che. Dia yang panik dengan cepat memanggil orang-orang untuk menolongnya. Beberapa orang saling memandang sebelum menganggukkan kepala mereka, bersedia menyatukan kekuatan dengan Zheng Xiangyang. Meskipun sangat takut dengan kekuatan Yun Che, mereka juga tahu bahwa pria seperti Yun Che tidak mungkin diprovokasi. Jadi mereka semua tidak mempunyai pilihan selain membunuh Yun Che dengan seluruh kekuatan atau merekalah yang akan nantinya akan dibunuh duluan.

“Uhmm…”

Menghadapi enam pengguna kekuatan pada saat bersamaan, Yun Che tidak merasa takut sama sekali, dia malah mencibir mereka. Lengannya bergetar dan ular petir yang berukuran kecil mendesis keluar dengan kekuatan penghancur yang besar. H9acd

“Hentikan dia!”

Enam orang yang dipimpin oleh Zheng Xiangyang baru akan menembakkan kekuatan mereka untuk menghadapi petir Yun Che, tetapi…

“Ahhh…”

“Apa, apa yang terjadi… Aku tidak bisa bernapas…” Hrh8wd

“Uhh…”

Sebuah pemandangan yang lebih aneh muncul, kecuali Zheng Xiangyang, lima orang lainnya tiba-tiba memegang leher mereka dengan kedua tangan. Wajah mereka berangsur-angsur memerah, seolah-olah ada sesuatu yang mencekik leher mereka. Itu sangat aneh.

“Apa yang kalian lakukan… Sial..”

Boom… P9ELds

“Ahhh!”

Zheng Xiangyang berteriak dengan panik. Sebelum dia tahu apa yang sedang terjadi, ular petir menghampirinya dengan suara yang bergemuruh. Saat orang-orang berpikir dia akan mati, Zheng Xiangyang meraih seseorang dan menggunakannya sebagai perisai untuk menghalau ular petir milik Yun Che.  Pria yang diraih itu hanya mampu menjerit dan langsung berubah menjadi kabut darah. Bahkan Zheng Xiangyang yang bersembunyi di belakangnya masih merasa terguncang oleh gelombang petir yang datang. Dia terlempar beberapa meter jauhnya sebelum menyemburkan darah dari mulutnya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kamu…”

Tanpa memberi waktu siapapun untuk bereaksi, Yun Che melesat dengan cepat ke hadapannya, hampir seperti berteleportasi. Ketika Zheng Xiangyang mencoba menopang tubuhnya, dia menemukan bahwa sebuah pedang panjang tepat berada di depan tenggorokannya. Saat dia membuka mulutnya, darah kembali mengalir keluar. Matanya juga dipenuhi kebencian dan niat membunuh. “Tidak. Kamu tidak bisa membunuhku…” LSksTi

Dewa Kematian sudah melambai ke arahnya. Zheng Xiangyang mencoba yang terbaik dengan seluruh sisa kekuatannya. Dia tidak pernah menyangka kalau dia akan dikalahkan oleh wajah putih kecil yang terlihat sama lemahnya dengan gadis kecil.

“Hahaha…” Yun Che yang memegang pedang panjangnya, tertawa dan berkata dengan sarkastis, “Kamu bisa membunuhku, tapi aku tidak bisa membunuhmu? Aturan negara mana itu?” Dia bukanlah orang yang lemah. Jika tidak, dia sudah mati berkali-kali.

“Aku, aku, aku…”

“Apa yang terjadi? Siapa yang menyebabkan masalah di Asosiasi Kekuatan?” Q1ZB9j

Mata Yun Che menatapnya dengan menakutkan, Zheng Xiangyang memandang sekitarnya untuk meminta pertolongan. Sayangnya, perilaku sebelumnya yang menggunakan seseorang untuk menjadi perisai sangat mengecewakan banyak orang, termasuk empat orang rekan timnya. Mereka memalingkan wajahnya, menolak memberikan bantuan. Tepat ketika Zheng Xiangyang merasa putus asa, sekelompok tentara yang sedang berpatroli mendorong kerumunan dan berjalan masuk. Melihat penyelamatnya datang, dia segera berseru,  “Tolong, tolong… pria gila ini baru saja membunuh anggota timku. Dia sekarang ingin membunuhku juga.”

Pada prinsipnya, pangkalan tidak melarang orang bertempur. Hanya saja, tidak boleh sampai membunuh orang. Jika tidak, jangan harap dia dapat bertahan hidup di Pangkalan.

“Sial! Nak, berhenti sekarang!”

“Kenapa?” O75XKA

“Hah?”

Semuanya terjadi dalam sekejap. Kedatangan para prajurit tidak menghentikan niat Yun Che untuk membunuh Zheng Xiangyang, bahkan membuatnya semakin ingin membunuhnya. Yun Che mendengus, menatap mata semua orang yang ketakutan, ujung pedangnya masih terarah ke Zheng Xiangyang. Seorang Sersan berteriak padanya agar berhenti, tetapi sebagai imbalannya Yun Che justru menusuk pria dihadapannya dengan kuat. Suara tusakan pedang pada tubuh terdengar diikuti dengan jeritan Zheng Xiangyang. Pedang panjang gelap Yun Che terus didorong hingga tubuh yang tertusuk itu seperti di paku ke tanah, yang dengan cepat dinodai oleh genangan darah. Tak lama kemudian nafas terakhir Zheng Xiangyang benar-benar menghilang.

Keheningan melingkupi aula dalam sekejap, bahkan suara jarum jatuh ke lantai pun mungkin bisa terdengar saat ini. Yun Che menarik kembali pedangnya dan suara daging yang dipotong sekali lagi terdengar di telinga semua orang. Semuanya bisa mencium aroma berdarah yang menguar dengan kuat di udara, tiba-tiba perasaan dingin mengampiri mereka semua.

“Sial, anak ini terlalu menakjubkan.” TruKcA

Suara kasar, memecahkan keheningan di aula, menarik kembali kesadaran semua orang. Melihat mayat yang terbaring di tanah, lalu Yun Che yang masih memegang pedang dan sekelompok pasukan patroli yang masih terkejut, orang-orang mulai berpikir. Yun Che benar-benar membunuh Zheng Xiangyang di depan semua orang, termasuk tentara yang sedang patroli.

“Ah, aku ingin membunuhmu…” Tiba-tiba, seorang wanita paruh baya dengan lengan yang terpotong bergegas ke Yun Che seperti orang gila.

“Berhenti…”

“Ahh…” Hxcdyw

Dengan senyuman aneh di wajahnya, dalam sekejap mata Yun Che berpindah ke sisi belakang wanita paruh baya itu. Prajurit yang kembali sadar bergegas menghentikannya, tapi dia jelas lebih lambat. Pedang panjang Yun Che sudah menusuk punggung wanita itu, hingga dia berteriak dan jatuh ke tanah.

“Kamu… Siapa yang mengizinkanmu membunuh di pangkalan. Kamu, ikut dengan kami sekarang!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Melihat dua pembunuhan langsung yang terjadi berturut-turut, Sersan itu sangat marah dan menunjuk ke arah Yun Che yang mengabaikan perintah. Di akhir dunia ini, siapa pun yang terkuat adalah bos. Militer, tidak diragukan lagi memiliki jumlah prajurit yang sangat banyak, sejumlah besar senjata, manajemen militer yang ketat, metode yang kuat dalam melakukan banyak hal, ditambah dengan gelar ‘Tentara Rakyat’. Tentu saja dengan semua itu mereka mampu memenangkan banyak dukungan dari orang-orang. Dengan semua dukungan dan penghormatan itu, bahkan seorang bos pun tidak bisa menyinggung militer.

  9H1r3y

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!