English

Harta Karun Prajurit MudaCh57 - Mendaftarkan Tim (2) – Pertempuran

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Pergilah sekarang juga!” 8UXW94

Di suatu tempat di aula kantor Asosiasi Kekuatan, Yun Che hampir mengangkat meja bundar kecil di depannya.

“Ahem… Zeyu, aku pikir itu juga bukan nama yang baik.”

Please visit langitbieru (dot) com

Yun Che sudah tidak tahan lagi, apalagi Lu Haixuan? Bukannya mereka terlalu pilih-pilih, tapi karena nama yang Zhou Zeyu pilih terlalu gila. Contohnya, Tim Paling Kuat di Dunia, Tim Tak Terkalahkan, Tim Paling Mendominasi, Tim Mahakuasa, dll. Bagaimana mereka bisa begitu arogan?

“Apa yang salah? Bukankah setiap nama itu keren dan menakjubkan? Kakak Che, kamu sangat kuat. Apakah kamu khawatir orang-orang akan mengetahui kekuatan tempurmu?” Dc6gAz

Yun Che memberinya tatapan tajam, Zhou Zeyu secara reflek menciutkan lehernya, berusaha mengalihkan pandangan sambil berguman perlan. Dia pikir semua nama itu bagus. Bukankah di dalam game, orang-orang menamai guild mereka seperti itu? Bagaimana mungkin nama-nama itu tidak cocok dipakai di dunia nyata seperti sekarang ini? Dengan kekuatan Kakak Che, apakah nama-nama itu terlalu vulgar? Kakak Che terlalu menyakiti perasaannya.

“Kamu yang takut kalau orang lain tidak tahu.”

Yun Che menghembuskan nafasnya kesal, lalu membuang pandangannya lagi. Chenchen sepertinya melihat sesuatu. Dia mengeluarkan permen lolipop di mulutnya dan memasukkannya langsung ke mulut Yun Che. “Jangan menangis. Paman Zhou memang jahat.”

“Eh?” Di mana dia tampaknya menangis? RXykVf

Dia kehilangan kata-kata. Bagaimana mungkin dia bisa meluapkan amarahnya kepada keponakannya yang melihatnya dengan tatapan polos itu? “Paman tidak menangis. Tunggulah sebentar, begitu kita selesai, aku akan membawamu ke pasar.”

“Uhm… Baik Paman.”

Chenchen mengangguk dengan patuh, mengulurkan tangan dan menepuk lengan Yun Che untuk memberi kenyamanan, sebelum berbalik dan kembali melahap permennya lagi.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Tidak jauh darinya, seorang anak lelaki berkulit gelap yang tampaknya berusia sekitar lima atau enam tahun menatap Chenchen dengan seksama. Chenchen yang menyadari tatapannya itu berbalik dan memberinya senyuman manis sambil tetap memegang lolipopnya. Tapi bocah kecil itu justru memalingkan wajahnya. Chenchen tidak tahu kenapa anak itu bersikap seperti itu, matanya dipenuhi kekecewaan. Sudah sewajarnya seorang anak bermain dengan anak yang lain. Chenchen selama ini sendiri, jarang bertemu dengan anak yang usianya hampir sama dengan dia. Itulah yang membuat Chenchen sedih saat mengetahui bocah berkulit gelap itu tidak menyukainya. QzfGvd

“Rfcfx, jxe lculc wjxjc qfgwfc ibilqbq. Zfcujqj xjwe alvjx qfgul vjc yfgajcsj qjvjcsj jujx wfcsfgjtxjc rfwej ibilqbqcsj?”

Kjql sjcu alvjx Jtfcmtfc xfajtel jvjijt rjja jcjx lae yfgyjilx , vlj wfgjlt ajcujc kjclaj qjget yjsj vl rfyfijtcsj. Zfcvfcujg jqj sjcu vlxjajxjc jcjx lae, rftjgercsj kjclaj qjget yjsj lae revjt rfglcu wfijxexjc tji rfgeqj. Alxj alvjx, yjujlwjcj wecuxlc jcjx yfgerlj ilwj jaje fcjw ajtec yfgylmjgj rfqfgal lae vfcujc rjcuja jijwl?

“Permen lolipop?”

Wanita paruh baya itu memandang ke arah jari anak laki-laki itu menunjuk. Ketika dia melihat Chenchen, Yun Che dan yang lainnya, wanita itu menjadi iri dan terlihat seperti ingin memakan seseorang. oWFTQn

“Bu, apa yang kamu lihat?” Seorang pria berotot berusia sekitar dua puluhan berjalan dengan suara keras. Wanita paruh baya itu segera berbalik dan memarahinya. “Lihat, lihatlah dirimu. Kamu berkata kalau kamu adalah salah satu dari sepuluh tim dengan kekuatan teratas. Tapi lihatlah, lelaki berwajah putih kecil itu lebih baik darimu. Putramu Maozi sangat menyedihkan, dia bahkan tidak bisa memiliki permen lolipop. Apa kamu masih menyebut dirimu seorang ayah? Aku benar-benar merasa sia-sia sudah membesarkanmu.”

Kedua ibu dan anak itu berbicara dengan suara yang sangat keras. Hal itu membuat perhatian semua orang di aula terarah pada mereka berdua. Termasuk Yun Che yang sedang mempelajari beberapa nama untuk timnya. Chenchen yang merasa ketakutan tanpa sadar mendekat dan bersandar pada Yun Che. W8fYwG

“Bu, bukankah itu hanya beberapa lolipop? Aku akan mendapatkannya kembali ketika keluar bersama tim besok.” Bagaimanapun, dia masihlah seorang pria yang kuat. Dimarahi oleh ibunya di depan umum tetap saja membuatnya merasa malu. Walaupun dia juga merasa iri dengan pria berwajah putih yang memiliki penampilan baik itu, dia tidak mungkin menghampirinya begitu saja hanya untuk mendapatkan beberapa lolipop. Dia akan kehilangan muka jika melakukan hal itu.

“Tidak, aku ingin memakannya sekarang. Bagaimana dia bisa memiliki sesuatu yang tidak aku punya? Nenek…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Anak itu tidak mengerti kesulitan yang dialami ayahnya, jadi dia terus menarik tangan wanita paruh baya itu. Dia mungkin anak yang dimanjakan sebelum akhir dunia, jadi jika dia menginginkan sesuatu dia harus mendapatkannya.

“Baiklah, baiklah, cucuku tersayang. Nenekmu akan mengambilkannya untukmu sekarang.” lMtL2h

Wanita paruh baya itu tidak memiliki wajah yang baik di hadapan putranya, tetapi dia sangat mencintai cucunya. Setelah membujuk cucunya selama beberapa waktu, dia segera menariknya ke arah Yun Che dan yang lainnya.

Melihat ini, orang-orang di aula yang tidak suka pada Yun Che terlihat senang. Mengapa Yun Che dan yang lainnya bisa terlihat bersih dan tampan, sedangkan mereka semua terlihat seperti pemulung? Sikap alami manusia baik sebelum maupun sesudah hari kiamat. Mereka tidak akan pernah suka melihat keadaan orang lain yang lebih baik dari keadaan diri mereka sendiri.

“Ayolah, lupakan soal ‘Dinasti’, jika kamu benar-benar akan memilih nama itu, aku rasa…” Yun Che yang berbicara, sama sekali tidak bergerak. Setelah membawa Chenchen di pangkuannya, dia melanjutkan diskusi tentang nama timnya dengan Zhou Zeyu dan Lu Haixuan. Tetapi perkataannya tidak dia selesaikan saat wanita paruh baya mendatangi mereka dengan agresif.

Bang! s14g36

“Xiao Bái Lian! Berikan permen lolipop anakmu itu kepada cucuku.”

Wanita paruh baya itu langsung memukul meja bundar kecil yang ada dihadapan Yun Che dan meminta permen lolipop dengan kasar. Chenchen ketakutan, tangan kecilnya yang gemuk memegang lengan Yun Che dengan erat. Bocah kecil yang mengikuti wanita paruh baya itu tersenyum dengan bangga.

“Tsk… tsk…”

Zhou Zeyu dan Lu Haixuan menyilangkan kedua siku mereka di sisi meja bundar. Wanita ini benar-benar mencari kematian. Selama ini, belum pernah ada yang berani meminta sesuatu secara begitu agresif pada Yun Che. Yang paling penting sekarang adalah, mereka menginginkan sesuatu dari keluarga yang sangat disayangi Yun Che. Wanita itu benar-benar akan menemui kematian yang menyedihkan. 0DamLi

“Paman…”

Chenchen menariknya lengan Pamannya dengan gugup.  Meskipun Yun Che telah membawanya membunuh zombie di sepanjang jalan, di dalam pemahamannya, zombie yang  menggigit orang-orang itu adalah orang jahat. Dia tidak takut Pamannya mengalahkan orang jahat. Masalahnya kali ini, pihak lain membawa adik kecil, dia tidak tahu apakah anak itu juga jahat atau tidak. Chenchen merasa agak takut.

“Tidak apa-apa, mereka juga orang jahat. Bukankah Chenchen paling suka melihat Paman mengalahkan orang jahat?” Mengabaikan keributan dan kemarahan wanita paruh baya yang ada dihadapannya itu, Yun Che mengulurkan tangan dan mengangkat Chenchen dengan senyum ringan di wajahnya. Tapi tatapan matanya sedingin es.

“Tapi, adik kecil…” Memalingkan kepalanya untuk melihat anak laki-laki itu, Chenchen merasa ragu. Bagaimana mungkin anak laki-laki ini menjadi orang jahat? tA4TZy

“Orang jahat itu ada yang besar dan yang kecil. Apakah Chen Chen masih ingat saudara-saudari dari pihak Nenek Chenchen? Bukankah mereka sering menggertak Chenchen? Apakah kamu masih berpikir mereka orang baik?”

Melihat penyebab keraguannya, Yun Che mengambil inisiatif untuk menyebutkan Keluarga Zhou untuk pertama kalinya. Mendengar itu, kali ini Chenchen tidak merasa ragu lagi. “Kakak Perempuan dan Kakak Laki-laki jahat. Suka mengertak Ibu, mengertak Chenchen, mereka mencubit Chenchen.”

Dengan semua perbandingan itu, Chen berhasil mendapatkan jawabannya dengan pasti. Tatapannya pada anak laki-laki itu tidak lagi ramah. Mereka semua adalah orang jahat, Chenchen tidak takut pada mereka.

“Yah, di masa depan, Paman akan membantumu memukul mereka semua. Pergi ke Paman Zhou dengan patuh.” mT4fG1

Ada kesusahan di matanya, Yun Che menepuk pantat keponakan kecilnya itu dan menyuruhnya berpindah ke Zhou Zeyu. Chenchen selalu bersikap baik, tanpa mengatakan apapun dia turun dari pangkuan Pamannya dan bergegas ke arah Zhou Zeyu yang sudah mengulurkan tangan dan meraihnya tepat waktu.

“Xiao Bái Lian, kamu mencari kematian!” Wanita paruh baya yang diabaikan sejak tadi itu berteriak marah, membanting tinjunya dengan kuat.

Story translated by Langit Bieru.

Bang!

Yun Che dapat menghindar tepat waktu. Pukulan wanita itu tenggelam mengenai bagian belakang sofa yang baru saja diduduki oleh Yun Che. Dalam sudut pandang orang lain, Yun Che berhasil lolos karena keberuntungan. Hanya Zhou Zeyu dan Lu Haixuan yang tahu betapa santainya Yun Che menghindar. h9dOvk

“Ternyata pemilik kemampuan peningkat kekuatan. Pantas saja dia sombong.” Yun Che mencibir pada wanita paruh baya yang masih terbenam di sofa itu. Melompat beberapa kali melewati wanita itu, Yun Che sudah berdiri di tengah aula.

“Kakak Che sangat tampan!” Zhou Zeyu yang memegang Chenchen, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan bersiul keras saat melihat wanita paruh baya itu juga menatapnya dengan tajam. Namun bagaimana mungkin orang yang ingin menamai timnya dengan nama Tak Terkalahkan, terluka karena tatapan tajam seperti itu? Dibandingkan dengan tatapan Yun Che, tatapan wanita itu tidak ada apa-apanya. Jadi Zhou Zeyu hanya tertawa.

“Nenek, aku ingin permen lolipop itu. Cepatlah.” Melihat Neneknya begitu lambat untuk mengambil permen lolipop yang dia inginkan, anak laki-laki itu mulai merajuk.

“Baiklah, baiklah. Nenek akan segera mengambilkannya untukmu.” Tidak tahan dengan tingkah cucunya, wanita paruh baya itu segera menatap Chenchen dengan ganas. “Pria Gemuk, berikan permen itu padaku.” jIEAUd

Shussh..

Suara pedang tajam yang membelah udara tiba-tiba terdengar. Di bawah tatapan semua orang, mereka tidak bisa percaya saat melihat pedang hitam yang permukaannya diselimuti petir melesat dengan cepat ke arah wanita paruh baya itu. Hanya dalam sekejap mata, pedang tajam yang bersinar dingin itu jatuh dalam kendali pemiliknya.

“Ahh… tanganku, tanganku…” Bersamaan dengan tatapan tak percaya orang-orang, sebuah lengan berdarah terlempar ke udara, jeritan wanita paruh baya itu memenuhi aula. Semuanya terjadi dengan begitu cepat. Orang-orang yang ada di aula terdiam. Wajah mereka semua pucat, tidak ada yang bisa mempercayai, pria yang terlihat lemah itu ternyata sangat kejam. Dia memotong lengan seseorang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Mereka yang sebelumnya merasa iri dan kesal serta mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada Yun Che, melangkah muncur tanpa sadar. Punggung orang-orang terasa dingin. Awalnya sebagian orang menganggap Yun Che beruntung saat menghindar, tapi ketika mereka melihat langsung kekuatan Yun Che dalam sekali pukulan, semuanya menyadari kalau mereka salah. sD9SfW

“Siapapun yang berani menyentuh anakku, mati!”

Pedang tajam itu diarahkan langsung ke wanita paruh baya yang masih berguling di tanah, sambil berteriak, memengan lengannya yang putus. Nada bicara Yun Che sangat ringan, tapi anehnya itu bergema di telinga semua orang yang hadir di sana.

 

*** BudYO9

Translator's Note

小白 (pinyin : Xiao bái lian) berarti wajah putih kecil. Ini merupakan istilah yang digunakan untuk seorang pria muda dan tampan yang mengantungkan hidupnya pada orang lain. Atau yang lebih kita kenal dengan istilah gigolo. Di sini aku akan tetap memakai istilah Xiao bái lian, karena kalau pakai wajah putih kecil agak aneh.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!