English

Harta Karun Prajurit MudaCh74 - Ayah Zhan Yafei Sekarat

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Ayah? Ayah…” vEojAy

Tangisan ibu Zhan Yafei mengingatkannya pada ayahnya. Saat dia menatapnya, tubuhnya terpaku. Detik berikutnya, dia bergegas ke arahnya dan berteriak, “Ayah, apa yang terjadi? Aku Feifei. Aku disini! Bicaralah padaku, Ayah… ”

“Lao Zhan, putri kita sudah datang! Akhirnya, keluarga kita berkumpul lagi. Jangan tinggalkan kami. Aku memohon padamu…”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhan Yafei dan ibunya menangis di samping Zhan Tianlong. Mulut pria itu terbuka dan tertutup beberapa kali berusaha berbicara, namun dia gagal mengatakan apapun. Air mata di sudut matanya membuktikan bahwa dia dapat mendengar, mengetahui bahwa putri tunggalnya selamat dan bahkan telah menemukannya di pangkalan. Mungkin karena keinginan terakhirnya terpenuhi, matanya yang telah terbuka sepanjang waktu, perlahan mulai menutup.

Yun Che yang menyadari hal itu, melangkah maju, mendorong orang-orang ke samping dan membungkuk untuk memeriksa Zhan Tianlong. Zhan Yafei, seakan menemukan penyelamat tiba-tiba menggenggam Yun Che dengan erat. “Kakak Che, tolong selamatkan Ayahku. Aku memohon padamu! Selamatkan dia! Aku tidak bisa membiarkannya mati… akhirnya aku menemukan mereka… tolong Kakak Che…” yGP2ZC

Di mata mereka semua, Yun Che adalah orang yang paling bisa diandalkan. Setiap kali mereka dalam masalah, hanya Yun Che yang bisa menyelamatkan nyawa mereka.

“Aku tahu. Lepaskan aku dulu, agar setidaknya aku bisa memeriksa kondisinya.”

Yun Che mengerti betapa cemasnya Zhan Yafei. Tetapi ketika wanita itu menariknya, dia tidak bisa bergerak dengan bebas.

“Tidak ada gunanya. Seseorang mematahkan dua tulang rusuk Tianlong. Organ internalnya terluka parah. Sudah dua hari. Jika bukan karena Yafei, dia mungkin sudah lama…” Pvp2uc

Pria paruh baya, yang telah disingkirkan oleh Yun Che menjelaskan dengan sedih. Pria ini juga seorang ahli bedah seperti Zhan Tianlong. Meski tanpa peralatan yang memadai, dia tetap berhasil memberikan diagnosis sederhana.

“Kamu tidak bisa membantu. Tapi bukan berarti kita juga tidak bisa.”

Yun Che menatap pria itu dengan dingin dan menatap Zhou Zeyu, memberi isyarat kepadanya untuk menarik Zhan Yafei pergi. Yang Huaien, bagaimanapun melangkah terlebih dahulu dan memeluknya. Zhou Zeyu membawa Wang Suhua ke sisinya takut dia juga akan menambah masalah.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Siapa? Siapa yang memukul Ayahku?” Zo5ety

Gjijw xfwjgjtjc, Itjc Tjofl yfgpejcu ecaex wfwyfyjrxjc vlglcsj vjgl qfiexjc Tjcu Lejlfc vjc yfgafgljx qjvj qglj qjget yjsj lae! Qjpjtcsj sjcu yfgilcjcu jlg wjaj, vlqfcetl vfcujc clja wfwyecet. Uglj qjget yjsj lae afgijie afgxfpea ecaex wfcpjkjy. Dfulae qeij kjclaj qjget yjsj, qglj wevj vjc kjclaj wevj yfgerlj vej qeietjc sjcu yfgvlgl vl rjwqlcucsj. Vfpjet sjcu wfgfxj lcuja, Itjc Tjofl jvjijt ujvlr mjcalx vjc mfgvjr. Glj afgxjvjcu cjxji, ajql rfijie wfcsfcjcuxjc. Rjwec rjja lcl, vlj ajwqjx rfqfgal qfwyecet ulij sjcu tjer vjgjt.

“Haoling, pergi dengan pria itu dan ikat siapapun yang memukul Ayah Yafei. Huaien, awasi Yafei.”

Saat Xing Feng berkata dengan suara yang dalam, dia menunjuk ke pria muda di seberang mereka. Situasi saat ini sudah cukup kacau dan dia tidak akan membiarkannya begitu saja.

“Oke.” PF0zXr

“Aku akan membunuhnya!”

Paa!!

Chu Haoling dan Yang Huaien mengangguk. Tapi Zhan Yafei sudah keluar dengan panik. Tanpa diduga, Leng Yehan bergerak lebih cepat dan berhasil memblokirnya. Dalam hitungan detik, dia mengangkat tangannya dan menamparnya! Wajah wanita itu menjadi miring karena tamparan keras yang mengenainya. Untuk sesaat hanya ada keheningan di dalam tenda. Leng Yehan menatap Zhan Yafei dan bertanya dengan dingin, “Apakah kamu sudah sadar?”

“Aku… tapi aku…” uoXrTC

Setelah menatapnya, Zhan Yafei tiba-tiba berjongkok di tanah dan menangis. Jelas, Leng Yehan tidak terbiasa menghibur orang. Yang Huaien melangkah maju dan memeluk Zhan Yafei dengan lembut. Mereka semua tahu bahwa dia merasa sedih. Setelah semua kesulitan akhirnya dia menemukan ayahnya, tetapi ayahnya sekarat. Orang lain yang ada diposisinya pasti juga akan merasa  putus asa.

“Aku akan membawamu ke mereka.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Pria muda yang diminta Xing Feng untuk membimbing mereka menemukan para pembunuh, mendorong wanita muda di pelukannya dan melangkah dengan berani. Chu Haoling sudah menahan amarahnya dan dia membutuhkan seseorang untuk melampiaskan semua itu. Alih-alih berdebat, dia tetap diam dan mengerucutkan bibirnya, mengisyaratkan pemuda itu untuk menunjukkan jalan. Sudah terlalu banyak masalah yang terjadi, Yu Wenqing, Shen Rui dan Lu Haixuan juga akan mengikutinya.

“Bagaimana dia?” rYh N7

Situasi akhirnya terkendali. Xing Feng berjalan dan berjongkok tepat di seberang Yun Che. Dia menatap Zhan Tianlong yang mungkin menghembuskan nafas terakhirnya kapan saja.

“Hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya.” Saat Yun Che menjawab, dia berdiri dan mendekati Zhan Yafei. Membawa wanita itu dan Xing Feng ke sudut. Untuk berjaga-jaga, dia membuat selubung udara di sekitar mereka.

“Apakah ayahku… apakah dia tidak bisa disembuhkan?”

Dari wajah mereka, Zhan Yafei tahu ayahnya pasti dalam bahaya. Setengah dari wajahnya bengkak, dia bertanya dengan suara serak. Air mata membasahi wajahnya, seolah-olah mereka memiliki kesadaran sendiri. N7nc4a

“Seharusnya, dia tidak dapat diselamatkan. Tapi aku punya cara untuk menyelamatkannya. Hanya saja peluang keberhasilannya hanyalah 50%. Separuh lainnya mungkin membuatmu menderita jutaan kali lipat dari yang kamu alami sekarang. Yafei, pikirkan baik-baik dan putuskan apakah kamu ingin mencobanya.”

Tidak ada banyak waktu dan Yun Che tidak ingin bertele-tele. Menatapnya dengan pandangan lurus.

“Aku ingin mencobanya.  Setidaknya masih ada peluang. Jika tidak mencoba, aku tidak akan mendapatkan apapun. Aku akan berusaha menahannya, betapapun menyedihkannya itu.”

Zhan Yafei menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya. Dengan air mata berlinang, dia masih terlihat teguh. Dia tidak akan menyerah, bahkan ketika itu hanyalah kesempatan yang sangat kecil. z6HByh

“Baiklah kalau begitu. Dengarkan aku. Aku tidak tahu apakah kamu menyadarinya. Ketika seorang pria normal mengaktifkan kekuatan khususnya atau pengguna kekuatan meningkatkan fungsi kemampuannya, tidak peduli seberapa banyak luka yang dia derita, selama dia masih bernafas dan hidup, dia dapat segera sembuh. Cara yang aku maksud di sini adalah aku akan membiarkan Paman Zhan terinfeksi virus zombie. Jika dia dapat bertaham dia akan segera sembuh ketika berhasil mengaktifkan kekuatannya. Sebaliknya, jika gagal dia akan berubah menjadi zombie. Saat itu, aku khawatir kita harus membunuhnya sendiri.”

Ini adalah pilihan yang ada saat ini. Yun Che tidak memberi tahu mereka bahwa dia memiliki mata air di ruang dimensinya yang dapat meningkatkan kemungkinan mengaktifkan kekuatan. Tentunya, itu harus digunakan sebelum virus itu bermutasi. Kalau tidak, siapa yang minum mata air akan menderita seperti Yun Cheng. Namun, Yun Che belum membuktikannya. Jika salah, dia akan membuat Zhan Yafei semakin kecewa.

“Aku…”

Zhan Yafei terhuyung. Untungnya Xing Feng segera meraih lengannya. Jika tidak, dia bisa jatuh ke tanah. Betapapun kuatnya dia, dia masih tidak dapat menahan gelombang kesedihan dan ketakutan saat mendengar semua ini. ryZaT1

“Meskipun ide Che terdengar gila, tapi ini patut dicoba. Seperti yang kamu katakan, kita memiliki peluang 50-50 jika kita mencobanya. Dan jika kita tidak mencobanya, maka tidak akan ada peluang sama sekali. Dalam kasus terburuk, dia meninggal. Kami hanya takut dia akan berubah menjadi zombie. Tapi kita bisa membunuhnya sebelum dia berubah total. Yafei, waktu hampir habis. Buat keputusanmu.”

Jika saja ada pilihan lain, tidak ada yang mau mendesak Zhan Yafei. Tapi ayahnya bisa mati kapan saja. Jika terlambat, dia bahkan akan kehilangan kesempatan untuk mencobanya. Menyadari mereka benar, Zhan Yafei memejamkan mata dengan menyakitkan, air mata masih membasahi pipinya. Butuh beberapa saat sebelum dia menjawab dengan suara serak, “Tolong!”

Tuhan tahu betapa sulitnya Zhan Yafei membuat keputusan seperti itu, tapi dia harus melakukannya. Itu adalah kesempatan terakhirnya. Kenangan ketika dia tinggal bersama ayahnya melintas di benaknya. Ketika dia membuka matanya lagi, masih ada kesedihan di sana, tetapi di waktu bersamaan ada kekuatan yang muncul. Yun Che dan Xing Feng bertukar pandangan satu sama lain dan berpikir sambil menghela nafas, ini pilihan yang sulit untuk dibuat. Mereka sendiri bahkan merasa sangat sulit untuk membuat keputusan seperti itu.

“Aku akan meminta Wenqing untuk mendapatkan beberapa virus zombie.” DqcPtA

Waktu terus berjalan. Membawa Zhan Tianlong keluar dari tenda adalah rencana yang tidak realistis. Mereka harus menginfeksi dia dengan virus zombi saat ini juga.

“Tidak, sudah terlambat. Serahkan padaku. Keluarkan orang-orang dari tenda. Jangan biarkan mereka tahu apa yang akan kita lakukan. Katakan saja pada mereka bahwa aku akan memberi Paman Zhan perawatan darurat.”

Please visit langitbieru (dot) com

Yun Che menggelengkan kepalanya dan menolak rencana Xing Feng. Sulit untuk mengatakan apakah Wenqing bisa kembali lagi setelah dia keluar karena virus zombie. Tidak ada yang tahu juga apakah Zhan Tianlong bisa bertahan sampai dia kembali.

“Baiklah.” V8GexW

Tanpa bertanya bagaimana Yun Che mendapatkan virus zombie, Xing Feng langsung mengangguk. Ketika Yun Che melepaskan selubung udara, Xing Feng dan Zhan Yafei berjalan mendekati orang-orang di tenda. Berdasarkan instruksi Yun Che, Xing Feng mengajak semua orang keluar. Zhan Yafei yang membawa ibunya berjalan keluar, melihat ke belakang berulang kali di setiap langkahnya. Orang-orang yang baru keluar  berdiri di sekitar tenda dengan sukarela, menghentikan orang lain yang berusaha mendekat. Yun Che, kembali membungkus dirinya dengan selubung udara yang lebih dan ketika Xing Feng dan Zhan Yafei berbalik, dia diam-diam menyelinap ke ruang dimensinya.

“Xiao Cheng, sudah berhari-hari sejak terakhir kali aku datang menemuimu. Hari ini aku datang untuk meminjam darahmu. Maaf, jika aku tidak punya waktu untuk tinggal. Setelah kembali ke markas dan membereskan rumah kita, aku akan mengeluarkanmu dan mengajakmu bertemu dengan Kakak dan Chenchen. Dan Yehan… dia selalu merindukanmu. Tidak peduli apakah kamu akan jatuh cinta padanya atau tidak, di masa depan kamu tidak boleh menyakiti hatinya, oke?”

Berlutut di hadapan adiknya, Yun Che menempelkan tangan Yun Cheng ke pipinya sendiri. Mungkin karena lingkungan khusus di ruang dimensi, penampilan Yun Cheng terlihat berbeda. Kulitnya masih pucat, tapi lambat laun mulai kenyal tidak lagi kaku. Rasanya seperti menyentuh silica gel yang dingin. Tapi setidaknya dia terlihat seperti orang normal. Gigi taringnya yang tajam alih-alih menghilang, tampaknya bisa memanjang dan memendek dengan bebas.

Ini cukup membuat Yun Che terkejut, tapi juga sangat baik. Di masa depan Yun Cheng akan terlihat lebih normal, saat keluar dia bisa memakai lensa kontak atau kacamata hitam untuk menutupi mata merahnya. Tentu saja ini adalah harapan Yun Che. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengubah prospek itu menjadi kenyataan sebanyak mungkin. X0j6gx

“Hah? Xiao Cheng? ”

Saat dia melamun, inti kristal merah sebesar manik kaca muncul di hadapannya. Yun Che bingung dengan apa yang terjadi, dia melihat ke atas dan tercengang. Yun Cheng menyerahkan inti kristal padanya. Selama ini Yun Cheng hanya memasukkan inti kristal ke dalam mulutnya secara mekanis dan tidak membalas apapun yang dikatakan atau dilakukan Yun Che. Untuk pertama kalinya, dia menyerahkan inti kristal kepada Yun Che. “Apakah dia mencoba menghiburku?” pikir Yun Che.

“Xiao Cheng, apakah kamu mendengar apa yang aku katakan? Apakah kamu sudah pulih, Xiao Cheng?”

Memikirkan hal ini, Yun Che tiba-tiba berdiri dan meraih lengan Yun Cheng. Matanya dipenuhi kegembiraan. Bolehkan dia berpikir Yun Cheng merasakan kesedihannya dan berusaha menghiburnya dengan inti kristal? Dia benar, bukan? Yun Che dan Yun Cheng adalah saudara kembar dan mereka sudah dekat sejak kecil. Yun Che bisa saja melewatkan satu kelas di SMA. Tapi untuk menemani Yun Che, Yun Cheng masih menghabiskan tiga tahun di sana bersamanya. Meskipun terkadang bermulut tajam, dia selalu bersikap lembut pada keluarganya. “Bahkan ketika dia zombie, dia tetap lembut. Aku bisa terus berharap, kan?” V8gTnN

Sayangnya, dia kecewa. Betapapun senangnya dia, Yun Cheng tidak menjawabnya. Di wajah yang terlihat sama dengan Yun Che itu, hanya ada pandangan kosong dan juga keimutan. Mata merahnya masih terlihat tanpa emosi. Mungkin Yun Cheng telah membuat beberapa kemajuan, tapi tidak sebanyak yang diharapkan. Dan dia belum pulih.

 

***

JsuLt3

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!