English

Kaleidoskop KematianCh2 - Pintu Besi dan Kunci

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung wxsvEl


Ketika pagi datang, sebagian besar teror yang kemarin terjadi mulai mereda.

Lin Qiushi sedang menuju lantai bawah melalui koridor di lantai dua, tapi ia mendengar suara bisikan dan gumaman, seperti sekelompok orang sedang mendiskusikan sesuatu. Ia tidak ingin ikut campur, tapi kemudian ia mendengar tangisan seorang wanita. Tangis ratapan yang penuh penderitaan, seakan-akan wanita itu baru saja menghadapi tragedi mengerikan.

Story translated by Langit Bieru.

Lin Qiushi agak ragu, namun akhirnya berbalik menuju lantai tiga untuk mencari tahu apa yang terjadi diatas.

Bangunan itu terbuat dari kayu dan papannya sudah tua. Lantai kayunya berderit setiap kali dipijak,  seolah akan patah karena tidak mampu lagi menahan beban manusia diatasnya. DCgq9N

Lin Qiushi sampai di lantai ketiga dan melihat beberapa orang berdiri di aula. Namun, hal yang paling menarik perhatiannya ialah aroma darah yang pekat di udara.

Baunya sangat kuat, cukup tajam hingga menyengat hidung. Lin Qiushi merasakan firasat buruk saat ia melangkah ke depan, dengan hati-hati menghampiri kerumunan dan berdiri di balik punggung mereka.

“Aku sudah tahu.” Pria tinggi yang kemarin malam menyambut mereka berkata dengan suara rendah, “Sesuatu yang aneh memang terjadi kemarin …”

Xiao Ke juga berbicara: “Aku juga berpikir begitu. Pertama kali kukira itu … ” Saat ini, ia berbalik dan melihat Lin Qiushi di belakangnya. “Lupakan.” zcBnS1

Lin Qiushi berbicara dalam benaknya, apa maksudnya itu? Siapa yang kau pikirkan sebelumnya, aku dan Ruan Baijie? Ia mendongak dan melihat pintu di belakang Xiao Ke.

Pintu itu setengah tertutup dan sebuah kolam darah menggenang di lantainya. Hari itu sangat dingin sehingga genangan darahnya sudah membeku, tapi, ia masih dapat melihat dengan jelas banyaknya darah yang tertumpah.

“Apa yang terjadi?” tanya Lin Qiushi.

“Ada yang mati,” Xiao Ke menjawab dengan tenang. KL m4B

Lin Qiushi, ” … Ada yang mati?”

Kalau kejadiannya kemarin, ia mungkin akan terkejut saat orang-orang ini memberitahukan perihal kematian dengan tenang.Tapi, setelah apa yang ia alami kemarin malam, ia sudah memahami bahwa tempat ia tinggal saat ini bukanlah suatu dunia yang bisa dijelaskan melalui pandangan biasa.

“Ya,” Jawab Xiong Qi.

Lin Qiushi menemukan sudut yang lebih baik untuk mengintip ke dalam ruangan tersebut. Ia menarik napas kaget. Di dalam kamar itu, diantara genangan darah yang membeku. Dua mayat tak berbentuk berserakan di lantai, darah dan daging bercampur hingga tampak seperti bubur sampai-sampai wujud aslinya tidak dapat dikenali lagi. Dibanding manusia, kedua mayat ini lebih terlihat seperti gundukan daging. Darah terciprat di latai dan tembok. Di seluruh lantai tiga, tidak ada satu ruang pun yang tidak ternoda. e4S7Fl

Meski Lin Qiushi sudah menyiapkan mentalnya, ia masih dilanda rasa jijik saat melihat pemandangan itu. Ia menutup mulutnya dan berbalik. Xiao Ke dengan penuh pengertian berkata, “Ada kamar mandi di sebelah.”

Lin Qiushi buru-buru pergi ke kamar mandi dan membuang isi perutnya.

Setelah ia selesai dan keluar, Xiao Ke berkata, “Kukira kau tidak akan muntah.”

Lin Qiushi, “Ah?” ZKQpUk

Xiao Ke berkata pelan, “Kau dan Ruan Baijie sudah cukup kuat bagi pemula. Pemula normal selalu berakhir mengerikan di pintu pertama mereka. Tingkat kelangsungan hidup mereka mungkin hanya sekitar dua puluh persen.”

Lin Qiushi, “…”

Story translated by Langit Bieru.

Xiao Ke, “Ayo, kita turun ke bawah untuk sarapan.”

Lin Qiushi bertanya, “Tubuhnya dibiarkan begitu saja?” govFMj

Xiao Ke menatapnya seakan-akan ia orang yang aneh. “Apa yang ingin kau lakukan terhadap mereka?”

Lin Qiushi tidak bisa menjawab. Saat ia mengikuti mereka turun ke bawah, ia tiba-tiba teringat dan dengan hati-hati berkata, “Tunggu, waktu aku di lantai dua aku mendengar suara tangisan wanita di lantai …” Ia melihat sekeliling dan memastikan bahwa Xiao Ke adalah satu-satunya gadis yang ada, dan dengan penampilan dinginnya, ia sudah jelas bukan tipe orang yang akan menangis dan meratap.

“Tangisan wanita?” Xiao Ke berkata, “Kami tidak mendengar apapun. Kau pasti salah dengar.”

Lin Qiushi, “… Kurasa begitu.” Ms4uFg

Di lantai pertama, sarapan sudah selesai dibuat, segar dan panas di meja. Mereka bilang makanan itu dibuat oleh warga desa dan para penduduk kelihatannya adalah manusia biasa.

Setelah sarapan, Lin Qiushi meminjam beberapa barang seperti pakaian dan mencoba mencari informasi mengenai desa tersebut.

“Tidak ada apapun di desa kami.” Warga desa itu tampaknya tidak bisa memberi informasi yang berguna, “Hanya beberapa turis yang selalu datang setiap musim dingin.”

Lin Qiushi, ” Oh … Bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari?” wNGi29

Seorang warga desa menjawab, “Untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kami harus menuruni gunung. Meski jalannya sulit dilalui, kami harus mencari cara, bukan begitu? Tapi, saat salju turun, maka tidak ada lagi jalan keluar. Jalan di gunung dipenuhi salju dan kau tidak punya pilihan selain bertahan selama musim dingin.”

Lin Qiushi memikirkan sesuatu dan tiba-tiba bertanya, “Apa setiap sumur di desa digali di tengah halaman?”

Ia tidak begitu yakin, tapi Lin Qiushi merasa setiap warga desa menunjukkan ekspresi ketakutan sesudah ia mengucapkan ‘sumur’. Mereka juga tidak memberi informasi lebih lanjut, hanya mengangguk, berkata ya lalu berbalik pergi.

Ia masih memikirkan hal ini selama beberapa saat, namun tidak mendapatkan kesimpulan apapun. Ia lalu memutuskan untuk mengantarkan pakaian pada Ruan Baijie lebih dulu sebelum lanjut mencari tahu hal lain. HejbUD

Saat ia masuk ke kamar, Ruan Baijie tengah bersantai di kasur dengan ponselnya. Ia melihat Lin Qiushi dan mendengus, “Kau sangat lambat.”

Lin Qiushi meletakkan pakaian yang ia pinjam di kasur, “Bangunlah. Ada sarapan di lantai satu.”

Ruan Baijie menggumam tanda mengerti.

Lin Qiushi berkata, “Aku akan menunggumu di luar.” 2Mt9YU

“Tunggu,” Pangil Ruan Baijie tiba-tiba. “Apa itu di kepalamu?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Cqj?” Kjcsj Olc Hlertl ylcuecu.

Langit Bieru.

Eejc Djlplf wfwyfgl lrsjgja qjvjcsj, pjvl Olc Hlertl wfcvfxja.

“Vfwejcsj wfgjt …” Eejc Djlplf wfcuubrbx rfieget xfqjij Olc Hlertl, xfwevljc wfwyjilx afijqjx ajcujccsj. “Cqj lcl?” EZYUt2

Zfiltja ajcujc Eejc Djlplf, Olc Hlertl wfgjrj lj rfvjcu rlji, xjgfcj jqj sjcu wfiewegl afijqjx ajcujc ujvlr lae jvjijt vjgjt.

“Dljg xeiltja.”Olc Hlertl yfgufujr xf xjwjg wjcvl, vjc rfqfgal sjcu Eejc Djlplf xjajxjc, jvj qfmjtjc xglraji vl gjwyeacsj. Vfwej xglraji-xglraji lae yfgkjgcj wfgjt aej vjc jkjicsj alvjx afgiltja pfijr. Pj rfcvlgl alvjx ajte vlwjcj lj wfcvjqja lae vl xfqjijcsj.

“Sial,” Lin Qiushi mengumpat pelan. Ia menggosok rambutnya dengan handuk, namun tindakannya hanya memperburuk nodanya. Semakin ia menggosok semakin mengerikan hasilnyaー seluruh handuk sudah dinodai warna merah, tapi rambutnya masih belum bersih juga.

Ruan Baijie mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih tebal datang dan dengan acuh tak acuh berkata, “Untung warnanya bukan warna hijau, huh?” 2Vyc9o

Lin Qiushi, ” … Kau pernah melihat darah yang berwarna hijau sebelumnya?”

Ruan Baijie bertanya, “Ini darah?”

Lin Qiushi menghela napas, dengan singkat menjelaskan apa yang terjadi di lantai tiga. Waktu ia menyebutkan soal kematian, Ruan Baijie perlahan terisak lagi, katanya Lin-ge, aku sangat takut, apa kita yang akan mati berikutnya?

Gadis cantik yang menangis seperti ini sangat sulit untuk diurus. 2eLow3

Lin Qiushi menenangkannya, kemudian saat Ruan Baijie menyandarkan kepalanya di bahu Lin Qiushi, ia tiba-tiba bertanya, “Lin-ge, berapa tinggimu?”

Lin Qiushi, “… 180.”

“Oh,” kata Ruan Baijie, “Lebih pendek dariku.”

Lin Qiushi, ” … ” Maaf karena membuatmu tidak nyaman. qA52mb

Lin Qiushi berbalik dan sambil membersihkan rambutnya, ia mencoba mengingat darimana darah di rambutnya berasal. Akhirnya, sebuah gagasan mengerikan melintas di kepalanya … Bagaimana jika darahnya menetes ke bawah … Melalui langit langit di lantai tiga?

“Aku akan pergi memeriksa lantai tiga,” kata Lin Qiushi, “Turunlah dan makan dulu.”

“Sendiri?” tanya Ruan Baijie. “Ayo pergi bersama.”

“Kau tidak takut?” tanya Lin Qiushi ragu-ragu. Gadis ini baru saja menangis dengan oh-sangat-cantik beberapa saat sebelumnya. US85b9

“Bukankah aku bersama denganmu?” Ruan Baijie memainkan seutas rambutnya sambil tersenyum lembut, “Jika kau bersama denganku, apa yang harus aku takuti?”

Lin Qiushi membatin, ya, itu benar, secara kau berlari jauh lebih cepat dariku semalam.

Story translated by Langit Bieru.

Jadi keduanya menyusuri koridor dan kembali ke aula di lantai ketiga.

Lantainya masih penuh darah dan kedua tubuh itu juga masih tergeletak di sana. Kali ini, perhatian Lin Qiushi terarah pada langit-langit. Ia melihat keatas dan cukup yakin bahwa ia melihat darah di langit-langit— namun tampilan darah ini benar-benar membuatnya tidak nyaman, karena kelihatan seperti ada sesuatu yang menempel di langit-langit dan perlahan-lahan merangkak. Kemungkinan, karena waktu telah lama berlalu, darah di langit-langit juga telah membeku, namun jejak tetesan darah yang menodai lantai masih dapat dilihat dengan jelas. d85c3b

Kulit kepala Lin Qiushi mati rasa saat memandangnya. Ia benar-benar tidak mau memikirkan apa yang telah tergantung di langit-langit tersebut sejak awal mereka tiba di lantai atas … Dan mereka bahkan tidak menyadarinya.

Ruan Baijie menatap langit-langit itu untuk waktu yang lama.

Lin Qiushi menanyakan apa yang sedang ia lihat.

“Aku melihat langit-langit,” jawab Ruan Baijie. “Apa lagi yang bisa kulihat? Susunan tata surya dan mimpi?” WSc8mC

Lin Qiushi, “…”

Gadis ini benar-benar memiliki nyali. Setelah menatap langit-langit, ia bahkan pergi mengamati kedua tubuh yang sudah tak berbentuk itu. Sama sekali tidak terlihat tanda-tanda kegelisahan sepanjang waktu tersebut. Gadis itu bahkan tampak sedikit bersemangat.

Tapi setelah Lin Qiushi menatapnya dengan tatapan mencurigai yang berkata— “Apa kau tidak takut?”— barulah ia tampaknya teringat sesuatu dan mulai merengek.

Lin Qiushi, ” … Hentikan itu. Apa kau masih ingin sarapan?” MqdEQZ

“Ya ya ya,” kata Ruan Baijie, “Aku juga kelaparan.”

Kedua orang itu akhirnya turun ke lantai bawah. Mereka menyadari bahwa semua orang sudah selesai sarapan dan tampaknya sedang menunggu mereka.

“Darimana saja kalian berdua?” tanya Xiong Qi. “Kami sudah menunggumu.”

Dihadapkan dengan tatapan semua orang, Ruan Baijie tidak gugup sama sekali. Ia meluncur ke meja, duduk, dan mengangkat mangkuknya untuk memakan sarapannya. t5Pn8x

Lin Qiusi tidak bisa menjadi tidak tahu malu seperti Ruan Baijie. Ia segera menjelaskan soal darah di rambutnya dan jika mereka telah melihat tanda aneh di langit-langit lantai tiga.

Tidak ada seorangpun yang terlihat senang setelah mendengar ini. Beberapa bahkan reflek menatap langit-langit.

Sambil berdiskusi tentang dua orang yang meninggal kemarin malam dan tanda-tanda aneh, seorang pria paruh baya berusia sekitar empat puluhan berjalan melalui pintu depan. Ia mengenakan mantel bertumpuk dengan warna hijau militer dan memegang sebuah lampu minyak. Ia berjalan pelan ke ruang tamu.

“Halo,” Pria itu berkata. “Aku adalah pemimpin desa ini. Kalian adalah orang-orang yang kuminta datang membantu, benar?” YNZzJi

Saat ia mulai berbicara, semua orang di rumah itu segera diam.

“Sekarang sudah mulai dingin. Desa kami ingin mempersiapkan beberapa peti mati untuk tahun yang akan datang,” Pria itu melanjutkan dengan suara serak. “Aku akan menyerahkannya pada kalian dan tukang kayu.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tidak ada seorang pun yang menjawab pemimpin desa. Pemimpin desa juga tidak terlihat seakan ia membutuhkan jawaban.

Sesudah ia selesai berbicara, ia terbatuk beberapa kali, mengangkat lampu minyak yang bergoyang dan sekali lagi keluar. Meski salju diluar sudah terhenti, angin masih bertiup kencang, meraung dan menghantam pintu dan puncak-puncak pohon, terdengar seperti ratapan seseorang untuk beberapa saat. 286 ep

“Sudah dimulai,” Ujar Xiong Qi, sangat pelan.

Begitu ia bicara, angin kencang berhembus di luar. Pintu yang setengah terbuka terbanting keras ke dinding dan dengan sebuah retakan, pintu kayu yang tadinya terlihat kokoh itu hancur berkeping-keping.

Keheningan mengisi seluruh rumah. Xiong Qi-lah yang pertama membuka suara, “Sepertinya kita harus membuat peti mati.”

“Kenapa harus begini, kenapa harus seperti ini!” Tangisan mulai terdengar di dalam rumah dan Lin Qiushi menoleh, lalu menyadari bahwa seorang pria dalam kelompok mereka mengalami keterpurukan. “Dunia dengan tingkat kesulitan seperti ini— Bagaimana mungkin kita bisa bertahan? Siapa yang tahu bagaimana cara membuat peti mati, kita—kita akan mati, kita akan mati disini—” ox6hFJ

Xiong Qi tampaknya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini dan tidak tergerak sama sekali.

Pria yang tengah meratap itu melolong dan membanting segala sesuatu yang berada di meja ke lantai, tangisan dan ingus bercampur di wajahnya. “Awalnya tiga belas orang, dua sudah meninggal di hari pertama … Sesulit ini, aku belum pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya!”

“Cukup!” Xiong Qi berkata dengan tidak sabar. “Apa kau tidak akan mati jika ditangisi? Berjuanglah, apakah kau pikir kau adalah pemula? Lihatlah bagaimana para pemula menghadapinya!”

Dan ini membuat Lin Qiushi mendapat tatapan yang tidak menyenangkan dari pria tersebut. Ia penasaran apakah kestabilan psikologisnya merupakan sesuatu yang perlu ia salahkan sebelumnya. ru0 VP

Namun, pria yang tengah terpuruk itu bukan sepenuhnya tidak normal—dalam ruang supernatural ini, menerima pertanda buruk semacam itu jelas membuat seseorang sulit untuk tetap tenang.

“Mari pikirkan apa yang harus dilakukan lebih dulu,” Kata Xiong Qi. “Pemimpin desa berkata untuk membuat peti mati. Kuncinya seharusnya ini.”

Lin Qiushi berkata, “Permisi, tapi apa maksudnya ‘kunci’ ini?”

Xiong Qi menatapnya, “Kunci adalah benda yang membuka pintu. Sekali kita masuk, berarti kita harus mematuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan orang di dalamnya, temukan kunci, lalu kemudian temukan pintu untuk keluar.” FzKkj5

Lin Qiushi bertanya, “Apakah ada batas waktu?”

Xiong Qi tertawa getir, “Tentu saja, sebelum semua orang mati.”

Jadi begitu. Lin Qiushi sedikit lega— setidaknya ada jalan untuk keluar. Apa yang sangat ia takutkan sebenarnya adalah jenis masalah yang tidak dapat diselesaikan. Jenis yang tidak dapat dihindari, tidak dapat disingkirkan, dimana semua upaya yang ia lakukan menjadi sia-sia.

“Peti mati adalah petunjuknya.” Xiong Qi menatap cuaca diluar. “Pertama kita akan pergi menemui tukang kayu desa ini, tanyakan seputar situasinya.” iIVHbe

“Baik,” Kata Xiao Ke. “Aku akan pergi denganmu.”

Lin Qiushi mengangkat tangan. “Aku ingin pergi juga.”

Langit Bieru.

Xiong Qi mengangguk sedikit. “Baik.” Entah bagaimana ia sudah menjadi pemimpin kelompok. Ia mengarahkan, “Kalian semua cari di dalam bangunan. Temukan petunjuk yang mungkin bisa membantu disini.”

Saat ini, Ruan Baijie menghampirinya dan dengan ringan menarik lengan baju Lin Qiushi. Dengan pelan, ia berkata, “Aku takut, aku ingin pergi bersamamu.” mPOWGH

Meski ia cukup tinggi dan jauh dari kata tidak berdaya, ia masih terlihat cantik, sehingga membuat orang lain tergerak untuk melindunginya. Lin Qiushi mengangguk. “Baik, tapi aku tidak berjanji kalau aku akan bisa menjagamu.”

Ruan Baijie tersenyum, “Tidak masalah.” Ia memainkan rambutnya lagi. “Aku merasa aman selama aku bersama denganmu.”

Lin Qiushi merasa gadis ini benar-benar tahu cara menggoda.

Jadi, mumpung diluar masih terang, keempatnya bergegas keluar. NfV6H4

Di jalan, Lin Qiushi kembali menanyakan detail lebih lanjut mengenai dunia ini pada Xiong Qi dan memahami bahwa di dunia ini, hantu dan monster biasanya tidak membunuh tanpa alasan. Namun, tetap ada pengecualian. Dalam dunia di level yang lebih tinggi, tidak ada peraturan yang menghalangi hantu untuk melakukan apapun yang mau mereka lakukan dan kapanpun mereka mau. Dalam situasi seperti itu, bahkan memiliki sembilan nyawa pun tidak akan cukup untuk bertahan hidup.

“Mengapa dunia ini bahkan ada?” Lin Qiushi mengajukan pertanyaan yang paling membuatnya penasaran.

Mendengar ini, Xiong Qi menatapnya lama. “Jika kau bisa bertahan dan kembali, kau akan mengerti.”

Lin Qiushi, ” … Oh.” Ty5lF3

Mereka mendapat alamat tukang kayu dari sejumlah penduduk desa. Sulit untuk berjalan di tengah salju sehingga butuh satu jam bagi mereka untuk sampai disana.

Lin Qiushi memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa desa.

Desa itu tidak besar dan dikelilingi oleh hutan belantara. Kelihatannya baik-baik saja dalam cuaca normal, tapi jika sudah bersalju, pada dasarnya tidak ada jalur keluar dari desa itu yang dapat dilewati. Tidak banyak penduduk desa pula di tempat itu; hanya dua atau tiga orang yang berlalu lalang. Biasanya, untuk tempat seperti itu, mendapatkan pengunjung dari luar adalah sesuatu yang spesial, namun menilai dari ekspresi para penduduk desa, mereka bahkan sama sekali tidak tertarik dengan kedatangan kelompok Lin Qiushi.

Rumah tukang kayu itu berada di ujung timur desa tersebut. Dari luar, mereka bisa melihat cahaya redup dari sebuah lampu minyak. HrO7cN

Xiong Qi mengetuk. Beberapa saat kemudian, seorang pria tua kecil muncul dari balik pintu. Ia kelihatannya berada di usia enam puluh atau tujuh puluhan, dengan rambut yang mulai menipis, mengenakan jaket abu-abu usang. Wajahnya dipenuhi dengan kerutan dan matanya muram. Ia berkata, “Apa yang kau inginkan?”

“Di luar sini dingin, bolehkah kami masuk untuk bicara?” Tanya Xiong Qi.

Pria tua itu tidak menjawab, namun ia berbalik dan membiarkan mereka lewat.

Keempatnya masuk bersamaan. vmFOg2

Rumah itu kecil dan berantakan. Lin Qiushi memperhatikan sekitar dan memandang sebuah jendela yang sudah rusak, sebuah papan dengan kasar dipalu dan disilangkan di bingkainya untuk menghalangi angin.

“Pak, pemimpin desa meminta kami membuat beberapa peti mati.” Xiong Qi berkata. “Tapi kami tidak terlalu tahu bagaimana harus membuatnya. Kami dengar-dengar Anda adalah tukang kayu yang terkenal di desa, bisakah Anda memberi kami beberapa petunjuk?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Pria tua itu menatap Xiong Qi dengan dingin. “Untuk membuat peti mati, pertama tebanglah sebuah pohon. Setelah selesai menebang pohon, bawakan padaku kayunya, lalu berdoalah di kuil dan prosesnya bisa dimulai.”

Xiong Qi mendapat kalimat kuncinya: “Berdoa di kuil?” oLcOtS

Pria tua itu mengangguk. “Ada sebuah kuil tua di samping desa ini. Membuat peti mati membawa karma buruk, jadi pertama-tama kau harus ke kuil dan berdoa, berdoa, berdoa, berdoa.”

Pria tua itu mengucapkan frasa “berdoa” berulang-ulang, hal ini terasa aneh dan tidak nyaman didengar.

“Dan setelah kami berdoa?” tanya Xiong Qi.

Pria tua itu diam. VyBXxI

Xiong Qi, “Pak?”

Ia masih tidak menjawab

Saat Xiong Qi masih terus bertanya, pria tua itu tersenyum. Senyum ini, dibawah sorotan cahaya lampu, tampak mengerikan. Ia kemudian berbicara dengan suara rendah, “Jika kau selamat, datang dan tanyakan saja padaku.”

Wajah Xiong Qi menjadi kusam. ZrklR5

Ruan Baijie tidak peduli dengan kesopanan: “Ah, jangan begitu, Pak. Belakangan ini sepertinya semakin dingin, bagaimana jika kau yang lebih dulu mati dibanding kami?”

Pria tua itu mengejek, “Pria tua ini sulit ditaklukkan.”

Ruan Baijie, “Dari yang kulihat, satu-satunya yang akan menjadi sulit adalah hidupmu sendiri.”

Pria tua itu, ” … “ 6B5P G

Semua orang yang lain, ” … “

Lin Qiushi berpikir dalam benaknya, dari mana kau mempelajari hal seperti itu, huh? Apa tidak masalah jika kita menyinggung seorang NPC? Kebanyakan orang akan sediki takut ketika dihadapkan dengan situasi seperti ini, tapi Ruan Baijie malah memutar matanya seakan ia tidak peduli sama sekali.

“Baik, baik,” Lin Qiushi berkata, “Jika ia tidak mau mengatakannya maka kita tidak perlu memaksa.”

Ruan Baijie berkata, “Bisakah kita tidak memaksakan hal ini? Tidak masalah jika kita mati lebih dulu, tapi kalau ia yang mati lebih dulu, lalu bagaimana?” Seraya ia berkata, wanita muda ini menggulung lengan bajunya dan mulai meneliti seisi ruangan tersebut— pandangannya mendarat pada sebuah tongkat kayu setebal lengannya. FH yDo

Lin Qiushi mengumpat di dalam hati, kita benar-benar akan bersikap kasar seperti ini? Mereka berada dalam dunia horor di antah berantah, bisakah mereka mengancam para NPC?

Namun sebelum Ruan Baijie bahkan mengangkat tongkat kayu tersebut, pria itu menyerah, menjelaskan dengan frustasi, “Setelah kalian berdoa, kalian harus mengisi sumur, dan peti matinya akan selesai!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ruan Baijie merengek, “Qiushi, ia melotot padaku~”

Lin Qiushi, “…” Tatapanmu bahkan jauh lebih mengerikan dari miliknya. zFwQCn

Xiong Qi dan Xiao Ke juga tampaknya tidak tahu bahwa mereka bisa melakukan hal semacam itu untuk menyelesaikan masalah dan tercengang untuk beberapa saat. Di dunia ini, mereka selalu mengutamakan kesopanan karena takut menyinggung sesuatu, tapi, disinilah Ruan Baijie yang berbeda dari yang lain. Dan ia bahkan mendapatkan jawabannya dengan mudah— meski jawaban ini belum tentu benar.

Setelah mereka meninggalkan rumah tukang kayu, Xiong Qi, dengan perasaan yang campur aduk, menanyakan nama Ruan Baijie.

Ekspresi wajahnya membuat orang iba, dan ia menjawab, Ruan, aku dipanggil Ruan Baijie, Da-ge bisa memanggilku Jiejie.

Xiong Qi memanggilnya Jiejie sekali, namun ia merasa ada yang janggal, jadi pada akhirnya ia memanggil gadis itu Baijie seperti Lin Qiushi. GAvBM3

Mereka telah berada di tempat ini selama kurang lebih satu hari, dan Xiong Qi baru mengetahui nama Ruan Baijie. Ia sudah melihat Ruan Baijie menangis kemarin dan mengira nona ini tidak akan bertahan lama di dunia pintu, jadi ia bahkan tidak repot-repot menanyakan namanya.

Tapi setelah melihat kinerja Ruan Baijie yang mengagumkan tadi, Xiong Qi merasa gadis ini tidak selembut kelihatannya.

“Apa kau tidak merasa takut?” Xiong Qi bertanya padanya.

Jawaban Ruan Baijie benar-benar mengagumkan. Ia berkata, “Takut? Kenapa aku harus takut? Takut pada hantu adalah suatu hal, tapi bukankah terlalu menyedihkan jika harus takut pada manusia juga? Dan lagi pula kau lihat pria itu adalah NPC kunci, jika ia benar-benar mati maka sumber info satu-satunya milik kita juga hilang. Kalau begitu, bagaimana kita bisa bertahan hidup?” GPXMSu

Lawan bicaranya tidak bisa menjawab; ucapannya memang masuk akal.

Kabar baiknya adalah mereka telah mendapat info penting dari si tukang kayu. Jiwa mereka agaknya lumayan ditenangkan, jadi mereka memutuskan untuk kembali dan memberi tahu yang lain.

Meski saat itu masih siang, lapisan tebal awan tanda badai sudah melapisi langit. Hari itu tidak bersalju tapi angin bertiup dengan kencang. Ruan Baijie mengenakan rok panjang dan dua lapis mantel di atasnya, berjalan mengikuti Lin Qiushi. Sosoknya yang lemah dan rapuh terlihat seolah ia bisa terbang tertiup angin kapan saja.

Lin Qiushi tidak tahan melihatnya, jadi ia mengulurkan tangan dan menarik gadis itu ke depan untuk berjalan duluan, menjadikan dirinya penghalang angin yang berhembus dari belakang. m2jN38

Ruan Baijie agak tersentuh, mengerjapkan kedua mata cantiknya dan berkata, “Kau sangat baik.”

Lin Qiushi menjawab, “Itu bukan apa-apa.”

Ruan Baijie, “Apa kau sebaik ini pada semua orang?”

Lin Qiushi, ” … Apa kau melihatku melakukan hal yang sama pada Xiong Qi?” Ia bercanda, “Aku begini karena kau cantik, bukankah begitu?” qGer I

Xiong Qi, berjalan di depan, “Aku bisa mendengarnya.”

Ruan Baijie memasang wajah penuh pengertian, “Jadi yang penting harus cantik?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi menganggapnya sebagai lelucon dan membalas, “Tentu mereka harus tinggi juga.”

Ruan Baijie, “Oh … UE9zYQ


Catatan Penulis:

Ruan Baijie: wah wah wah!

Lin Qiushi: Berhenti merengek, kau mengingatkanku akan sesuatu. G073Qy

Ruan Baijie: Apa?

Lin Qiushi: Seekor elang tua menangkap anak ayam.

Ruan Baijie: Ah, jadi milikmu hanya seekor anak ayam?

Lin Qiushi: … Iz2d7K

Translator's Note

嘤嘤嘤—(Yingyingying) merupakan onomatopeia tangisan ‘imut’ gadis kecil/anak laki-laki yang menggetarkan hati orang. ‘Ying’ sendiri juga tangisan burung (yang mencari pasangan)atau seperti sebelumnya tangisan halus.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!