English

Kaleidoskop KematianCh3 - Malam yang Sulit

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: Yuname


Berjalan di antara tumpukan salju itu sulit, tapi untungnya keempat orang itu tidak bertemu hal yang aneh di jalan. Mereka berhasil kembali ke penginapan mereka.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tapi, saat mereka kembali, mereka dapat mengetahui ada sesuatu yang salah di dalam rumah. Beberapa orang terduduk di ruang tamu, dengan wajah pucat dan tidak bergerak. Ruangan itu dilanda kesunyian yang mematikan dan mood mereka menjadi lebih buruk dibanding saat mereka pertama kali tiba.

Pandangan Lin Qiushi berpindah antara satu orang ke lainnya, dengan cepat menghitung. Setelah memastikan bahwa setidaknya tidak ada seorang pun yang hilang, ia menghela napas lega. vRlH9T

“Apa yang terjadi?” tanya Xiong Qi.

Seorang pria yang duduk di dalam dengan gemetar berkata, “Mayatnya, kedua mayat di lantai atas menghilang.”

“Hanya itu?” kata Xiong Qi. “Apa kau pemula atau apa? Apa yang begitu menakutkan tentang tubuh yang menghilang?”

“Mereka dimakan,” wanita disampingnya tersedak, air matanya turun tanpa berhenti. “Ada darah dimana-mana.” b0aZUH

Xiong Qi dan Xiao Ke bertukar pandang dan tahu mereka tidak akan mendapat apapun yang berguna dari orang-orang ini. Jadi, mereka berempat memutuskan untuk naik ke lantai tiga dan melihat lokasi kejadian dengan mata sendiri.

Mereka menaiki tangga dan setibanya mereka di lantai dua, Lin Qiushi menyadari ada sesuatu yang aneh—tembok di lantai dua juga dinodai oleh darah.

Karena rumah itu dibangun dengan kayu, temboknya juga terbuat dari papan berwarna coklat. Lin Qiushi melihat bintik-bintik hitam di tembok, seperti ada sesuatu yang terciprat disana.

“Hati-hati, mungkin ada sesuatu di atas.” Xiong Qi memimpin. eySOTg

Ketika mereka sampai di lantai ketiga, Lin Qiushi akhirnya mengerti apa yang dimaksud orang-orang itu ketika mereka mengatakan mayatnya dimakan.

Tempat dimana mayat-mayat itu berada telah menjadi kosong. Jika hanya itu maka tidak masalah, namun mayatnya bukan hanya  hilang, tapi juga digantikan dengan sesuatu yang lain. Ada potongan daging dan kepingan tulang dimana-mana, seakan tubuh-tubuh itu dengan kasar dirobek oleh sesuatu, dikunyah dan dicabik hingga hanya menyisakan potongan ini.

Wajah Lin Qiushi memucat tanpa bisa dicegah sementara perutnya mulai bergejolak tak nyaman.

“Dimakan dengan rapi.” Xiao Ke, setidaknya terbiasa dengan hal itu. “Siapa yang tahu makhluk apakah itu.” lYFN5j

Xiong Qi mendesah, “Ayo pergi, kunci lantai tiga, kita semua tinggal di lantai dua malam ini.”

“Mh,” jawab Xiao Ke. “Aku akan bertanya pada mereka bagaimana proses kejadiaan yang sebenarnya.”

Mereka kembali ke lantai pertama dan menanyakan detail mengenai apa yang telah terjadi.

Orang-orang di lantai bawah akhirnya memberitahu mereka apa yang terjadi di rumah itu. rVAzcX

Ternyata, setelah kelompok Xiong Qi berangkat, beberapa orang memeriksa area di sekitar bangunan. Saar mereka tiba di lantai kedua,  mereka mendengar suara yang sangat aneh muncul dari lantai ketiga. Itu terdengar seperti seseorang sedang mengunyah, lalu makan dan menelan dengan berisik.

Mereka menghitung jumlah orang yang hadir. Dan setelah mereka yakin bahwa tidak ada yang sedang berada di lantai tiga, mereka mulai berkeringat.

Langit Bieru.

Tidak ada yang berani untuk melihat, hanya mengamati sambil tertegun dari lantai kedua. Baru ketika suara mengunyahnya berhenti, mereka mengumpulkan keberanian untuk pergi ke lantai tiga—dan mereka menemukan potongan daging dan tulang yang berantakan.

“Ini mengerikan.” Seorang wanita yang lebih tua dalam kelompok itu tampak seperti akan segera pingsan. Ia berkata, “Ini baru ketiga kalinya aku memasuki pintu-pintu, kenapa aku harus memasuki dunia yang seperti ini? Bisakah kita bertahan hidup disini? Entah makhluk aneh apa itu tadi …” YUnE 8

Tidak ada yang bisa menjawabnya. Keheningan melanda rumah tersebut.

Xiong Qi menghela napas pelan, berkata bahwa ia lapar dan dia akan mencari sesuatu untuk dimakan—adakah yang mau pergi ke dapur bersamanya

Lin Qiushi berkata, “Aku akan pergi bersamamu.”

Ruan Baijie duduk di sebelah Lin Qiushi dan bergumam pelan, “Qiushi, aku juga merasa lapar. Aku ingin makan mie.” 9RdTjb

Lin Qiushi, “Biarku lihat apakah ada mie. Aku akan membuatkan semangkuk untukmu jika ada.”

“Baik.” Mata Ruan Baijie berbinar-binar dan ia menatap Lin Qiushi dengan hangat, “Hati-hati.”

Lin Qiushi mengangguk.

Dapur berada di sebelah kiri ruang tamu, dan tidak ada gas disini, hanya ada kayu bakar. fCzw9x

Xiong Qi dan Lin Qiushi tidak berbicara sama sekali selama perjalanan. Hanya ketika mereka sampai di dapur dan Xiong Qi menundukkan kepalanya untuk membuat api, barulah ia berkata, “aku tidak berencana untuk memberitahu semuanya pada mereka.”

“Apa maksudmu?” Lin Qiushi terkejut.

Xiong Qi dalam diam menatap pintu. Ketika ia yakin bahwa tidak ada seorang pun yang mengikuti, ia bergumam, “Aku tidak yakin bahwa semua yang berada dalam kelompok kita adalah manusia.”

Kata-kata itu membuat punggung Lin Qiushi menjadi dingin. 9XkJu4

“Sesuatu seperti ini pernah terjadi sebelumnya.” Xiong Qi berkata, “Seseorang yang kita kira adalah anggota tim ternyata bukan anggota tim, melainkan ‘makhluk’ itu.”

Lin Qiushi bertanya, “Kalau begitu kenapa kau percaya padaku? Bagaimana jika aku salah satu dari mereka juga?”

Xiong Qi melihatnya, “Kau tidak terlihat seperti satu dari mereka.”

Lin Qiushi, ” … “ jqlN1s

Xiong Qi melanjutkan, “dan mereka tampaknya tidak berpengalaman. Mereka semua terlalu panik—jauh lebih panik daripada kau.”

Lin Qiushi merasa malu karena pujian yang tiba-tiba ini. “Sebenarnya aku juga merasa takut.”

Story translated by Langit Bieru.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Wlbcu Hl afgajkj rjwyli wfcmfij vlglcsj rfcvlgl wfcufcjl tji lcl, “Bje ajxea, abibcuijt? Ufgajwj xjil jxe wfwjrexl qlcae jxe wfcubwqbi aluj xjil wjijw lae.”

Olc Hlertl wfwlxlgxjc afcajcu qfgfwqejc wfcsfgjwxjc vjgl rfwjijw, vjc vljw-vljw wfilglx mfijcjcsj. Fcaecucsj, qlxlgcsj, lj wfcjtjccsj. Wci7Jr

Wlbcu Hl, “Berjgjcxjc jujg xje peuj wfcslwqjc yfyfgjqj qfaecpex ecaex vlglwe rfcvlgl. Ajcujc wfwyfglajte rfwejcsj qjvj rfwej bgjcu.”

Lin Qiushi mengangguk. “Oke. Terima kasih atas peringatanmu. Bolehkah aku bertanya sudah berapa kali kau memasuki pintu?”

Xiong Qi, “Enam kali.”

“Oh …” Lin Qiushi bekerja keras untuk mencerna informasi yang diberikan oleh Xiong Qi mengenai pintu-pintu, tim, dan menyembunyikan petunjuk. t8de0y

“Tidak ada gunanya terlalu memikirkan ini, hanya saja kau harus bertahan hidup.” Xiong Qi mencemooh dirinya sendiri. “Meskipun tampaknya hanya ada peluang tipis untuk hidup di dunia ini.”

Api di kompor akhirnya menyala dan memanaskan air di panci logam sampai mendidih.

Lin Qiushi menemukan sekeranjang makanan di sisi, dengan telur dan beberapa sayuran. Ia merebus mie dan menggoreng sebuah telur. Aroma masakan menguar di dapur, mengusir hawa dingin yang menakutkan. Xiong Qi memujinya, “Kau memasak dengan sangat baik.”

“Biasa saja,” Ujar Lin Qiushi sambil tersenyum. piaOIw

Ia membuat empat mangkuk, untuk Xiong Qi, Xiao Ke, Lin Qiushi dan Ruan Baijie. Lin Qiushi tidak terlalu memikirkan sisa orang lainnya.

Ruan Baijie juga kelaparan, ia dengan cepat melahap mienya segera setelah ia mendapat mangkuknya. Biasanya, orang berisik saat mereka memakan mie, namun ia melahap semuanya dalam diam. Bahkan tidak ada kuah yang tersisa di dasar mangkuknya. Ia benar-benar diam bahkan setelah ia selesai, lalu berbalik menatap Lin Qiushi terang-terangan.

Lin Qiushi merasa letih dengan tatapannya yang intens dan bertanya dengan putus asa, “Apa kau masih merasa lapar?”

Ruan Baijie, “Aku sudah kenyang.” Begitu ia menyelesaikan ucapannya, perutnya bergemuruh. AV0wSy

Lin Qiushi, ” … Kau makan saja ini. Aku akan pergi memasak yang lain.”

Ruan Baijie, “Tidak, tidak, tidak perlu repot-repot.”

Lin Qiushi, “Benarkah?” Ia berpura-pura lanjut makan hanya untuk melihat Ruan Baijie menatapnya hingga bola matanya akan keluar. Ia terlihat sangat menggemaskan seperti itu dan Lin Qiushi tidak bisa menahan tawanya. “Baik, baik, kau bisa makan ini. Aku sudah kenyang.”

“Ya, baik.” Ruan Baijie tidak memedulikan kesopanan kali ini. D5d2rb

Setelah dua mangkuk mie, rasa dingin dari berpergian keluar akhirnya menghilang. Xiong Qi makan sambil memberitahu kelompok itu apa yang telah mereka dengar. Tentu, ia tidak mengatakan semuanya, dan tetap menyembunyikan petunjuk mengenai mengisi sumur.

“Mungkinkan kuncinya akan berada di dalam peti mati?” Masih ada beberapa orang yang relatif tenang di tim tersebut. Satu dari mereka, bernama Zhang Zishuang, angkat bicara. “Sejak petunjuk yang kruisal ini terletak pada peti mati, kurasa ada kemungkinan seperti itu …”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kuharap begitu,” Xiong Qi mendesah, “aku berencana untuk pergi mendaki gunung besok saat fajar untuk menebang pohon. Semua laki-laki sebaiknya pergi dan para wanita juga bisa bergabung. Mereka yang tidak tahan dingin, lebih baik tinggal di rumah, tapi jika ada sesuatu yang terjadi di rumah esok hari, kami tidak akan bisa datang membantu.”

Setelah beberapa diskusi, semua orang setuju dengan saran Xiong Qi. Meski beberapa mengira bahwa itu terlalu berbahaya untuk mendaki di gunung di tengah badai salju seperti ini, apa yan benar-benar berbahaya di dunia ini bukanlah cuaca, melainkan hal kotor yang datang entah dari mana itu. Semakin cepat mereka membangun peti mati, semakin cepat mereka dapat pergi—ini tentu adalah rencana yang terbaik.

Dengan pengaturan ini, langit sekali lagi menjadi gelap.

Karena hari sudah malam, semua orang dengan sederhana membersihkan diri. Tidak ada yang ingin melakukan hal lain dan dengan segera kembali ke kamar masing-masing. Lin Qiushi menanyakan mengapa semua orang tidak tinggal bersama saja. Xiong Qi menjawab, “Karena jika kita tetap bersama, kita semua akan tertidur pada waktu yang ditentukan.”

“Apa maksudmu?” Lin Qiushi sedikit bingung. “Seperti, pada waktu itu, semua orang akan langsung tidur?” sz3CUw

“Mh.” Xiong Qi berkata, “Kemungkinan itu adalah peraturan dalam dunia ini. Selama ada beberapa orang yang tinggal dalam satu ruangan, semuanya akan tidur dalam waktu yang ditentukan. Jika ada sesuatu yang terjadi, maka tidak ada yang bisa kita lakukan.”

“Jadi kita hanya bisa pasrah?” Lin Qiushi mengerutkan kening.

“Makhluk itu sebenarnya tidak bisa membunuh kapan pun mereka mau,” kata Xiong Qi. “Ada syarat khusus sehingga mereka bisa membunuh. Semakin sulit dunia yang ada di dalam pintu, maka persyaratannya akan semakin luas. Beberapa syarat bahkan … Sangat sulit untuk dimengerti.”

Lin Qiushi, “Contohnya?” Vga6Dr

Xiong Qi, “Contohnya, mereka bisa membunuh orang yang memakai sepatu.”

Lin Qiushi, “…” Ia diam-diam memperhatikan sepatu di kedua kakinya.

Xiong Qi melihat ini dan menyeringai, “Aku hanya memberimu contoh. Jika kondisi di dunia ini adalah ‘mereka’ bisa membunuh orang yang tidak memakai sepatu, jika kau melepaskan sepatumu maka kau mati. Ditambah lagi, persyaratannya tidak berdiri sendiri. Banyak diantara mereka harus ditumpuk bersama, jadi kesimpulannya, hal teraman untuk dilakukan adalah pergi tidur di malam hari hingga pagi datang.” Ia menjeda sebentar, “Tentu saja, kau harus bisa tidur dulu.”

Mendengar kata-kata Xiong Qi, Lin Qiushi teringat apa yang terjadi pada malam sebelumnya. Ia melirik Ruan Baijie, yang diam-diam memakan biji bunga matahari di sampingnya dan berpikir ia telah mengalami sendiri kejadian yang nyaris membuatnya mati semalam. vE6xNc

Sepertinya jika ada waktu dimana  ia tidak berhati-hati kemarin, mungkin dialah yang akan menjadi mayat beku di lantai tiga.

“Pergilah tidur,” kata Xiong Qi. “Selamat malam.”

Lin Qiushi mengangguk. “Selamat malam.” Ia memanggil Ruan Baijie untuk tidur bersamanya.

Ruan Baijie menguap dan meletakkan sisa biji bunga matahari di meja. Ia menggosok matanya dan bergumam, “Aku kelelahan. Mari tidur lebih awal hari ini.” ud8M2L

Lin Qiushi, “Baik, tidur lebih awal.”

Lantai tiga benar-benar tidak bisa dipakai setelah kejadian semalam, jadi semua orang harus pindah ke lantai dua.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi masih tidur di ranjang yang sama dengan Ruan Baijie. Ia penuh dengan persiapan kali ini dan mengunci jendela terlebih dahulu. Ia juga ingin menutup tirai, tapi kelihatannya tirai itu sudah lama tidak dipakai dan macet di tengah seberapa keras pun ia mencoba untuk menariknya.

Ruan Baijie memakai piyamanya dan merengek dari sarangnya di kasur, “Qiushi, dingin.” C0YRXj

Lin Qiushi masih mempelajari tirai itu dan menjawab tanpa menoleh, “Gunakan lebih banyak selimut jika kau kedinginan.”

Ruan Baijie, “… Kau pasti tidak punya pacar, iya kan?”

Lin Qiushi menjawab dengan aneh, “Pacar? Kenapa aku harus punya pacar?”

Ruan Baijie tenggelam dalam keheningan. Pada waktu Lin Qiushi berhasil menutup tirai dan berbalik, ia melihat Ruan Baijie berbaring kaku seperti ikan mati di tengah kasur. 3IL80v

Lin Qiushi masih tidak mengerti, “Ada yang salah?”

Ruan Baijie berkata ringan, “Kau … Apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”

Lin Qiushi tenggelam dalam benaknya. Ia menatap wajah cantik Ruan Baijie dan akhirnya mendapat ide, “Ada.”

Ruan Baijie tersenyum puas, “Apa yang ingin kau katakan?” dhETCl

Lin Qiushi, “Jadi, begini … Jika kita melihat hantu malam ini bisakah kau berlari lebih pelan sedikit?”

Wajah Ruan Baijie menjadi datar, “Tidak.”

Lin Qiushi berseru, “Kalau begitu apa yang kau ingin aku katakan? tidur!”

Jadi mereka sendiri-sendiri menuju pojok tempa mereka tidur, meringkuk sesuai kenyamanan masing-masing dan tidur saling memunggungi. TFV4re

Menurut Xiong Qi, melewati malam dengan tidur nyenyak itu ideal, tetapi otak Lin Qiushi dipenuhi dengan berbagai pikiran sehingga ia tidak bisa tidur sama sekali. Ruan Baijie di belakangnya, di sisi lain malah tidur seperti sebatang kayu. Ia dalam sekejap tertidur lelap setelah ia menutup matanya sementara Lin Qiushi menggertakan giginya dengan kesal.

Malam semakin larut dan suhu udara semakin turun. Untunglah selimutnya tebal dan ada manusia hidup bersuhu hangat tidur di sebelahnya, jadi rasanya tidak terlalu dingin.

Lin Qiushi menutup matanya sambil menghubungkan petunjuk-petunjuk yang mereka dapat hari itu. Kesadarannya kemudian mulai kabur dan ia berada di ambang tidur yang nyenyak, namun sebelum ia benar-benar tertidur, samar-samar ia mendengar sebuah suara yang aneh. Kedengarannya berbeda dari suara ketukan kemarin. Suara ini muncul dari langit-langit di atas mereka, seperti sesuatu yang liat dan berat perlahan diseret menyebrangi lantai di atas. Pendengaran Lin Qiushi tajam, dan semua rasa kantuknya hilang dalam sekejap. Napasnya tercekat, namun ia tetap membuka matanya perlahan-lahan dan menatap langit-langit di atasnya.

Tidak ada apapun disana, hanya papan-papan kayu yang sudah tua. P4k0R9

Tapi tubuh Lin Qiushi masih terasa dingin, karena ia dengan jelas dapat mendengar bahwa apapun itu yang bergerak terhenti tepat di atas kepalanya.

Badup, badup.” Ketukan lengket itu menusuk telinganya, berdengung semakin keras dan semakin keras hingga tubuhnya terasa merinding. Ia mengatupkan rahangnya dan baru saja akan duduk ketika sebuah tangan terulur dari samping dan melingkari pinggangnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Apa yang kau lakukan?” Gumam Ruan Baijie.

“Apa kau mendengar suara-suara aneh?” Lin Qiushi bertanya dengan suara rendah, “Di lantai atas.” spfGNA

“Suara? Suara apa?” Ruan Baijie berkata, “Aku tidak mendengar apapun. Berhenti bergerak, aku kedinginan.” Napasnya berhembus ringan di telinga Lin Qiushi dan membawa sensasi beku.

“Kau …” Lin Qiushi ingin mengatakan lebih, tapi merasa lengan Ruan Baijie merengkuh sekitar pinggangnya.

“Tidur,” kata Ruan Baijie.

Lin Qiushi hanya bisa menutup matanya. hqnA8H

Ruan Baijie menekan jemarinya pelan ke sisi Lin Qiushi. Isyarat seperti ini biasanya akan terlihat intim, namun pada saat itu hanya diisi dengan sensasi yang menenangkan.

Suara ketukan masih berlanjut di lantai atas, namun Lin Qiushi tidak merasa setakut sebelumnya. Rasa kantuk di otaknya kembali dan sekali lagi, ia akhirnya berhasil tidur.

Pagi, hari kedua.

Lin Qiushi terbangun di atas lengan Ruan Baijie. 3mjdAB

Ruan Baijie sepenuhnya membungkusnya dalam pelukan. Dagunya berada di puncak kepalanya, Lin Qiushi tidak sengaja menyundul dagunya dan Ruan Baijie dengan mengantuk berkata, “Hentikan itu, kembali tidur.”

Lin Qiushi, ” … ” Ah, sial.

Ia berbaring disana sedikit lebih lama, namun ia melihat bahwa Ruan Baijie sama sekali tidak berencana bangun. “Aku akan bangun sekarang.”

Ruan Baijie terisak. 1yPkld

Lin Qiushi, “Ruan Baijie?”

Ruan Baijie, Semalam kau masih memanggilku sayang, tapi hari ini Ruan Baijie lagi?”

Lin Qiushi, ” … “

Meski ia berkata demikian, Ruan Baijie akhirnya melepaskannya, kemudian bersandar di kepala ranjang untuk melihat Lin Qiushi berpakaian. Sambil berpakaian, Lin Qiushi berpikir bahwa suasananya sedikit aneh dan setelah ragu-ragu sejenak, tatapannya jatuh pada Ruan Baijie. eFnr4

“Bisakah kau berhenti melihatku seperti itu?”

Ruan Baijie, “Seperti apa? Uang ada di meja, ambil saja saat kau keluar. Dan, berikan aku rokoknya, aku ingin merokok.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi, “…” Apa ini? Rokok pasca coital ? qNcH2p

Ruan Baijie, “Apa, masih tidak mau pergi? Kita sudah sepakat, lima ribu kemarin, kau tidak akan mendapatkan satu sen pun lebih dari itu.”

Kehabisan kata, Lin Qiushi akhirnya berpakaian dan turun ke bawah.

Yang lain sudah duduk di ruang tamu, memakan sarapan dari warga desa. Lin Qiushi menghitung seperti sebelumnya dan menemukan, selain Ruan Baijie, tidak ada seorang pun yang hilang.

Xiong Qi melihatnya dan mengisyaratkannya untuk duduk. 34mfde

“Tidak ada yang terjadi semalam, kan?” tanya Lin Qiushi.

“Tidak,” kata Xiong Qi. “Tidak ada yang mati.”

Tidak ada yang mati itu bagus. Lin Qiushi menghela napas tanda lega.

Sebenarnya, malam sebelumnya sangat damai, tidak ada yang mendengar suara aneh sama sekali. Lin Qiushi dengan hati-hati bertanya jika ada orang yang mendengar suara apapun dari lantai atas, namun jawaban semua orang sama—malam yang sunyi. Selain angin diluar, tidak yang lain. WPiwGr

“Setelah sarapan kita akan menebang beberapa pohon dan mengantarkan kayunya pada si tukang kayu. Kita harus bergegas,” kata Xiong Qi. “Sepertinya cuaca akan semakin dingin dan entah bagaimana, bisa tidak terjadi apa-apa semalam …” Ada rasa tidak percaya yang tersembunyi dalam suaranya.

“Mh, ya,” balas Lin Qiushi dengan pikiran kosong.

Tiga orang yang lain secara bertahap turun kebawah. Ruan Baijie datang terakhir, masih mengenakan rok panjang cantiknya. Ia menambahkan dua mantel tebal di luarnya dan sepasang celana katun tebal. Roknya yang panjang membuat langkah gadis itu  melambat dan ia berjalan dengan tenang dan elegan.

Ketika Lin Qiushi melihatnya datang, ia dengan canggung mengalihkan pandangannya. dtKhzp

“Qiushi,” Ruan Baijie memanggilnya.

Lin Qiushi, merasa terganggu, mendengus sebagai jawabannya.

“Kenapa kau mengabaikanku?” tanya Ruan Baijie. “Aku ingin makan miemu.”

Lin Qiushi, “Aku akan membuatkannya untukmu nanti sore, kita tidak punya waktu sekarang.” mX836y

Ruan Baijie, “Tapi bukan itu yang kau katakan semalam di tempat tidur.”

Xiao Ke sedang memakan bubur dan tersedak keras saat ia mendengar ini. Ekspresi Xiong Qi juga menjadi aneh, ia bergantian menatap Lin Qiushi dan Ruan Baijie dengan penuh selidik.

Please visit langitbieru (dot) com

Lin Qiushi tidak tahu apakah ia harus tertawa atau menangis. “Baiklah, baiklah, sudah cukup. Terima kasih atas kemarin malam, ya, aku akan membuatkanmu banyak mie untuk makan siang dengan dua telur ekstra.”

“Bagus,” Ruan Baijie menerima dengan kompromi dan mendesah, “Tambahkan daun bawang agar lebih enak.” qkeMbX

Di cuaca dingin seperti ini, mereka  bahkan sudah cukup beruntung untuk memiliki sayuran—memiliki daun bawang benar-benar hanya mimpi.

Semua orang menyelesaikan sarapan, memakai pakaian tambahan dan mengambil kapak mereka lalu keluar.

Tempat untuk kayu berada di hutan di luar desa. Hanya ada sebuah jalan setapak yang menuju kesana. Karena salju, jalur itu bahkan semakin kecil sehingga mereka harus berjalan satu persatu.

Pergi ke gunung itu baik-baik saja, namun membawa kayu-kayu itu kembali tampaknya akan menjadi sedikit masalah—Lin Qiushi berpikir seperti itu seraya mereka mendaki. fYZWkD

Kelompok itu terdiri dari sebelas orang, untungnya satu diantara mereka memahami pekerjaan kayu. Ia adalah seorang pria berusia tiga puluhan yang katanya adalah seorang tukang kayu sebelumnya, ia tahu bagaimana cara menebang pohon dan membuat perabotan sederhana, meski bukan sesuatu seperti peti mati. Ia memimpin, memilih beberapa kayu dan mulai mengajari yang lain bagaimana cara menebangnya.

Kebanyakan dari mereka tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya. Meskipun mereka memiliki seorang guru, percobaan pertama mereka masih berantakan.

Lin Qiushi mencoba mengayunkan kapaknya beberapa kali dan hanya meninggalkan bekas samar di batang pohon.

“Kau tidak melakukannya dengan benar.” Ruan Baijie berdiri ke samping dengan kedua tangannya disilangkan, napasnya menjadi uap putih. “Kau harus memotong ke bawah, jika tidak bagaimana kau akan mengangkat kapaknya? Itu terlalu berat.” S 9Y4I

Lin Qiushi, “Kau pernah menebang pohon sebelumnya?”

Ruan Baijie, “Aku melihat orang menebang pohon.”

“Oh.”

Ruan Baijie, “Berhati-hatilah, jangan sampai terluka.” XthLvf

Lin Qiushi mengangguk dan lanjut mengayunkan kapak. Masalah ini mengambil lebih banyak usaha dari yang mereka pikirkan. Para pria bekerja secara bergantian sepanjang pagi dan hanya bisa menebang satu pohon.

“Xiong-ge, sekarang apa?” Seseorang bertanya, “Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Xiong Qi memperhatikan cuaca dan menggertakan gigi. “Ayo kembali. Kita akan membawa pohon ini pulang dan melanjutkan besok.”

Meski itu baru sekitar pukul tiga di siang hari, langit sudah menjadi gelap dan serpihan besar salju mulai turun. Tampaknya akan terjadi badai salju malam itu. kcMxB4

Lin Qiushi bertanya, “Berapa banyak kayu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah peti mati?”

“Pemimpin desa berkata tiga,” kata Xiong Qi. “Kerja keras selama dua hari harusnya cukup. Ayo, siapa yang akan membantu disini.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Qiushi akan mengajukan diri secara sukarela untuk mengangkat kayu saat ia mendengar Ruan Baijie berkata, “Oh tidak, kurasa pergelangan kakiku terkilir. Qiushi, tolong gendong aku menuruni gunung.”

Lin Qiushi, “Ah?” 8jCWdu

Ruan Baijie, “Apa maksudmu ‘ah?’ Cepat, ada cukup banyak orang disini bukan? Mereka juga sepertinya tidak membutuhkanmu.”

Lin Qiushi baru akan menjawab ketika Xiong Qi menepuk pundak Lin Qiushi dan berkata, “Pergilah.”

Lin Qiushi, “…” Ia mengawasi ekspresi Ruan Baijie dan tidak bisa menemukan motif tersembunyi di balik raut tak berdayanya. Bagaimanapun, ia masih bisa merasakannya—kalau permintaan Ruan Baijie yang tiba-tiba tidak sesederhana yang ia pikirkan.


Catatan Penulis: rlDZhj

Ruan Baijie adalah topnya hahahaha, aku rasa semua orang sudah menebaknya sekarang.

100 amplop merah hari ini, siapa yang datang duluan dilayani pertama~

Ruan Baijie menggunakan serangan khusus: Mengendarai Elang (TL: sekali lagi, ini masih tentang lelucon elang merengek/ying dari note bab sebelumnya)

Lin Qiushi terpukul dan jatuh ke tanah. Ruan Baijie menyeretnya pulang dan menelannya. iho2LS


Catatan Penerjemah:

Aku lupa untuk memberitahu di chapter sebelumnya, tapi karena satu dan lain hal, aku menerjemahkan chapter 1-16 dari terjemahan Zin, sementara mulai chapter 17-62 menggunakan terjemahan Taida, lalu dari 63-tamat, kembali pada terjemahan Zin. Itu saja informasinya, dah! 

Translator's Note

Yun jadi editor dadakan, terima kasih Yun. <3 dGge6w

Translator's Note

Hal kotor yang dimaksud disini adalah hantu dan monster.   Wtxp6U

Translator's Note

Postcoital Dysphoria merupakan perasaan yang bisa membuat wanita menangis setelah mengalami orgasme, bisa juga dialami lelaki.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!