English

Kaleidoskop KematianCh32 - Ilusi

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung mKAQf0


Hal terburuk yang harus mereka hadapi di dalam pintu bukanlah monster; mereka bahkan harus mengawasi rekan setim mereka yang tidak akan ragu mengkhianati mereka kapan saja. Sekilas, semua orang di dalam dunia pintu kelihatannya seperti rekan yang akrab, bekerjasama dengan harmonis dan menjaga sesama mereka; namun, segera ketika kecelakaan tak terduga terjadi, yang disebut sebagai hubungan rekan akrab juga berubah, hancur tanpa disadari. 

Meski suara pemandu wisata memanggil mereka dari luar, tidak ada seorangpun yang berani melangkah. Mereka tidak bisa tidak mengingat adegan mengerikan yang baru saja terjadi di depan mata mereka beberapa menit yang lalu.

Please visit langitbieru (dot) com

Masih beristirahat dengan nyaman di punggung Lin Qiushi, Ruan Nanzhu menepuk pundak Lin Qiushi dan memerintah, “Pergilah.”

Lin Qiushi: “Pergi? Kau yakin?” 6myvKM

“Sekarang seharusnya baik-baik saja. Tidak ada apapun yang akan terjadi.” Ruan Nanzhu menenangkan, “Adapun, tinggal di tempat ini adalah pilihan terburuk. Kita tidak boleh sampai menginap di kuil ini.”

Nyatanya, pernyataan ini memang sangat benar. Lin Qiushi berhenti sejenak, menimbang-nimbang. Akhirnya ia membalas, “Lebih baik jika aku yang keluar lebih dulu. Setidaknya hanya aku yang terancam dan kalian semua akan aman. Dan jika sesuatu benar-benar terjadi padaku, maka kalian bisa mengetahuinya dari sana dan memikirkan tindakan selanjutnya.”

“Kita pergi bersama.” Ruan Nanzhu menyatakan dengan tegas. “Percayalah padaku.”

Dihadapkan dengan tekad Ruan Nanzhu, Lin Qiushi tidak punya pilihan selain menyerah. Ia mengeratkan cengkramannya pada pria itu dan melangkah melalui gerbang kuil. Saat ia keluar dari kuil bersama orang yang digendong di punggungnya, Lin Qiushi melihat sang pemandu berdiri di lokasi yang sama dimana mereka berpisah dengannya sebelumnya, tersenyum cerah dan melambaikan bendera dengan bersemangat. oPrMiJ

“Berkumpul! Semuanya cepat berkumpul!” Pemandu wisata itu berteriak pada mereka. “Sudah hampir gelap sekarang. Kita harus bergegas pulang sebelum matahari terbenam.”

Lin Qiushi memeriksa sekitarnya dan mengetahui bahwa hujan pisau yang tadi jatuh dari langit dan menusuk bumi telah menghilang. Hanya mayat tanpa kulit yang tercabik-cabik di dekat pintu masuk yang membuktikan bahwa semua yang ia saksikan tadi itu nyata.

Lin Qiushi berangsur-angsur menghampiri pemandu wisata. Seperti yang dikatakan Ruan Nanzhu, tidak ada yang terjadi. Cheng Qianli segera mengekori mereka, sontak melirik mayat itu. Ekspresi berlebihan yang mewarnai wajah pemuda itu terlalu akrab—ia menunjukkan wajah yang sama persis ketika Lin Qiushi menemani bocah itu menonton Hantu yang Mengerikan, sebuah raut yang menunjukkan bahwa ia akan berteriak seperti ayam di pejagalan sedetik setelahnya. Hbr C3

Tapi sekarang, ia tidak membiarkan sedikitpun jeritan keluar dari mulutnya. Meski seluruh wajah Cheng Qianli memerah dan pembuluh darahnya menyembul di dahi dan lehernya, bocah itu entah bagaimana dapat bertahan melihat adegan mengerikan ini dan menahan jeritannya yang memekakan telinga.

Melihat bahwa ketiga orang itu baik-baik saja, sisa kerumunan mulai berjalan keluar dari kuil.

Pemandu wisata kelihatannya tidak menyadari mayat yang hancur itu. Ia tersenyum pada kelompok tersebut dan bertanya dengan ceria mengenai hari mereka, menanyakan jika mereka semua bersenang-senang dan menikmati suasana megah kuil tersebut. 

Semua orang mengabaikan wanita itu. Tanpa mengacuhkan pengabaian mereka, ia terus mengoceh dengan bersemangat. bgWGFl

Langit menjadi semakin gelap saat mereka berjalan melalui jalur yang membawa mereka kembali ke kediaman mereka dan keheningan menyelimuti pedalaman hutan yang terpencil. Hembusan angin kencang menerpa bendera yang berkibar dari puncak pohon, membuat mereka berkibar seperti sayap monster aneh yang terbuka lebar. 

Tidak terjadi apapun saat mereka berjalan pulang. Mereka tiba di rumah bambu tempat mereka tinggal sekarang dengan aman dan sedang mengisi perut mereka dengan hidangan malam yang hambar. 

Sebelum ia pergi, pemandu wisata menetapkan waktu pertemuan mereka berikutnya, mengatakan bahwa mereka akan bertemu pukul delapan pagi dan semua orang sebaiknya datang.

Meng Yu menanyakan tempat apa yang akan mereka kunjungi besok. irmwI6

Pemandu wisata itu hanya menunjukkan ekspresi yang misterius dan menyebutkan bahwa tujuan mereka berikutnya sangat spesial, “Kalian semua akan tahu saat waktunya tiba. Semuanya harus datang tepat waktu.” Sebelum berpisah, ia menambahkan, “Angin di puncak gunung akan sedikit kencang malam ini, jadi lebih baik kalian tidak keluar dari rumah kalian.”

Peringatan ini keras dan jelas, namun terasa menulikan telinga. 

Please visit langitbieru (dot) com

Makan malam menjijikan ini sulit untuk ditelan. Ruan Nanzhu tidak memiliki nafsu makan, tapi ia masih memaksa dirinya untuk makan sebanyak yang ia bisa. Bahkan sejak ia tiba di dunia ini, kondisinya sudah buruk. Untuk saat ini, ia terlihat sangat kelelahan dan tampak bisa pingsan kapan saja.

Jika orang biasa terlihat sesakit Ruan Nanzhu, orang biasanya hanya akan mengabaikannya atau ikut merasa lelah dan putus asa hanya dengan melihatnya. Tapi Ruan Nanzhu tidak biasa; wajahnya saja sudah sangat cantik. Jadi, bahkan jika ia sakit hingga nyaris pingsan, setidaknya, ia masih terlihat cantik.  IJQuAS

Di sisinya, Xu Jin berkata pada Ruan Nanzhu yang telah tidur seharian, “Wow, bagaimana mungkin ia masih mengantuk setelah tidur seharian?”

Ruan Nanzhu menggosokan dagunya pada leher Lin Qiushi dan bergumam lembut, “Maafkan aku. Tubuhku sudah lemah sejak aku kecil, jadi aku tumbuh menjadi orang yang rapuh. Oh, Linlin Da-ge, kelihatannya aku sudah merepotkanmu.”

Lin Qiushi: “Sama sekali tidak …”

Xu Jin: ” … ” Ugh, demi cinta kasih—bisakah kedua pasangan anjing brengsek ini pergi menyewa kamar?! hajS8l

Meski makanannya tidak enak,  Cheng Qianli menelan makanannya hingga perutnya membuncit dan ia tidak bisa lagi memakan apapun. Menurutnya, jika ia akan mati, ia lebih suka mati dengan keadaan kenyang; setidaknya perutnya akan kenyang di akhirat.

Lin Qiushi tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan betapa kagumnya ia pada Cheng Qianli saat ini. Bagaimanapun, makan malam ini, jujur saja, terlalu menjijikan untuk dimakan; semakin seseorang memakannya, semakin layu keinginan hidup orang tersebut. Namun, disinilah bocah itu, memakan makanannya seperti babi. 

Setelah makan malam berakhir, semua orang bubar ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Ruan Nanzhu segera tertidur setelah kepalanya menyentuh bantal. PAa8Xi

Lin Qiushi dan Xu Jin tidak memiliki kemampuan tidurnya yang mengagumkan, jadi mereka hanya bisa mengobrol hingga mereka mulai mengantuk.

Xu Jin berbicara mengenai hidupnya di luar pintu secara singkat. Ia berkata bahwa ia sebelumnya hanya seorang mahasisiwi biasa yang akan segera lulus. Ketika ia sedang menyebrangi jalan, ia tiba-tiba ditarik ke dalam dunia pintu. Awalnya, ia mengira ia sedang bermimpi, namun ia kemudian menyadari bahwa tidak mungkin sebuah mimpi terasa begitu nyata, tidak mungkin sebuah mimpi terasa seolah ia benar-benar mengalaminya dalam kehidupan nyata.

“Apa kita akan mati disini? Linlin Da-ge …” Rengekan terdengar dari bibir Xu Jin yang gemetar. “Aku sangat takut.”

Lin Qiushi bersandar pada jendela dan menghela napas, “Aku tidak tahu, jadi aku tidak bisa memberimu jawaban. Jangan terlalu banyak berpikir. Cobalah untuk segera tidur.” SDhP2R

Menatap Ruan Nanzhu yang terlelap damai, Xu Jin menggertakan giginya. Nada suaranya meninggi dan ia merintih, “Linlin Da-ge …”

Lin Qiushi: “Hm?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Xu Jin: “Aku kedinginan … “

Olc Hlertl: ” … ” Vljijc, Eejc Rjchte, iltja yjujlwjcj xje wfcbvjl rfbgjcu ujvlr wjclr vfcujc qfcujget yegexwe; xje qjvj vjrjgcsj wfcujpjglcsj yjujlwjcj wfcpjvl qfcuubvj. Zfrxl Olc Hlertl alvjx afgijie yfgqfcujijwjc rbji ujvlr, lj peuj yexjccsj ybvbt jaje yeaj. Zjxrev vjgl qfgxjajjc We Alc afgijie pfijr. Dfcjg-yfcjg ajx yfgvjsj, lj tjcsj ylrj yfgqegj-qegj alvjx ajte vjc vfcujc ybvbt wfwyjijr, “Yt, xje xfvlculcjc? Zecuxlc xje yeaet ifylt yjcsjx rfilwea, sj?” Cf39B8

Xu Jin: ” … ” Apa ia benar-benar berpikir gadis ini tidak akan mengambilnya sendiri jika ia memang kedinginan dan butuh selimut?! Ia menggertakan giginya dan menghentakkan kaki. Mengabaikan harga dirinya, ia tanpa tahu malu bertanya, “Jika tidak apa-apa, bolehkan aku … umm, bolehkah aku tidur denganmu?”

Dalam sekejap, Lin Qiushi dengan tenang menolaknya, “Tidak, kau tidak bisa tidur denganku. Kau terlalu gemuk. Ranjangnya akan terlalu sempit dan aku juga akan merasa sesak.”

Langit Bieru.

Xu Jin memelototi si rapuh Ruan Nanzhu yang tertidur lelap; matanya jatuh pada tubuh ramping dan halus milik orang itu. Kemudian, ia melihat dirinya sendiri dan untuk beberapa saat, ia tahu ia tidak bisa menyangkal. 

Lin Qiushi: “Apa kau masih butuh selimut?” ziNHdq

Tenggelam dalam keputusasaan dan patah hati, Xu Jin mendengus, “Tidak, aku memang gemuk jadi aku pasti bisa menahannya.”

Meski ia tahu apa yang barusan ia lakukan itu jahat, saat ini Lin Qiushi sangat ingin tertawa. Coba pikir, dunia di balik pintu tidak bisa diprediksi dan sangat berbahaya; bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk berhubungan romantis dengan orang lain dan pacaran dalam keadaan yang penuh resiko? Selain itu, apakah orang-orang tidak takut dengan kemungkinan muncul kepala hantu yang entah dari mana saat mereka mulai ‘bermain-main’—nah, itu pasti dapat membuat siapapun trauma sehingga tidak diragukan lagi akan menyebabkan impoten seumur hidup; terus terang, itu benar-benar berkah jika penis seseorang masih dapat berdiri tegak setelah mengalami sesuatu semengerikan itu …

Xu Jin mungkin melihat ekspresi Lin Qiushi dan menyadari penghakiman yang mengalir dalam benaknya, akhirnya, ia memutuskan untuk menyerah. Dengan putus asa mencoba menghindari jatuh pada situasi yang lebih memalukan dan canggung, ia naik ke ranjangnya dan menutup matanya. Beberapa saat kemudian, suara napas lembut yang stabil terdengar dalam kamar, menandakan bahwa ia sudah tidur. 

Lin Qiushi berpikir pada dirinya sendiri, yah kau juga bisa tidur dengan cepat … WZeFHC

Ia lalu menutup matanya dan sebisa mungkin membuat tubuhnya santai, dan sebelum ia menyadarinya, ia telah jatuh tertidur.

Lin Qiushi terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang menembus masuk melalui jendela kaca. Hal pertama yang ia lakukan setelah membuka matanya adalah memastikan semua teman sekamarnya masih hidup dan aman. 

Ruan Nanzhu sudah terbangun, ia duduk di ranjangnya dan menyisir rambutnya menggunakan jari dengan santai. Meski ia mengetahui bahwa Lin Qiushi sudah bangun, ia tidak menoleh untuk melihatnya, “Selamat pagi.”

“Selamat pagi.” Lin Qiushi menyapa balik.   8lyFbN

“Aku tidur lebih awal semalam jadi aku tidak tahu, tapi tidak ada apapun yang terjadi semalam, kan?” Ruan Nanzhu memastikan.

“Tidak ada yang terjadi.” Lin Qiushi menjawab. “Di luar sangat sunyi. Tidak ada suara dari hutan dan aku juga tidak mendengar apapun yang janggal.”

Ruan Nanzhu: “Maksudku, di antara kau dan Xu Jin.”

Kepala Lin Qiushi yang kosong dipenuhi tanda tanya: “Antara aku dan Xu Jin? Apa ada sesuatu yang salah dengannya? Apa sesuatu terjadi padanya? Apa yang salah?” b47Fj3

Ruan Nanzhu: ” … ” Ia terdiam beberapa saat sebelum menanyakan sebuah pertanyaan, “Tepatnya apa alasan kau dan pacarmu sebelumnya putus?”

Lin Qiushi: “Pacar? Aku tidak … Aku belum pernah punya pacar …” Sejak ia mulai belajar desain, ia sebenarnya telah kehilangan kontak dengan masyarakat, melewatkan seluruh interaksi sosial dan kemungkinan untuk berhubungan. Ia terlalu fokus pada keseimbangan studi dan pekerjaannya daripada memikirkan hal lain. Pada hari ketika ia harus sekolah, jika ia tidak di kelas untuk belajar maka ia mungkin akan menyelesaikan pekerjaan lain atau pekerjaan rumahnya; lebih dari itu, ia bekerja lembur setiap hari. Nyaris seluruh waktunya dipakai untuk belajar dan bekerja, jadi darimana ia mungkin berpacaran? Lupakan tentang percobaan kencan, sejak awal ia bahkan tidak memiliki waktu untuk melirik wanita. 

Ruan Nanzhu: “Oh, sempurna.”

Lin Qiushi: ” … ” Untuk beberapa alasan, ia merasa ada sesuatu yang salah mengenai perubahan ekspresi wajah Ruan Nanzhu.  0NwYmx

Setelah menyikat gigi dan mandi, mereka bergabung dengan yang lain untuk sarapan.

Hari ini semua orang sangat penasaran kemana mereka akan pergi selanjutnya, tapi mereka juga merasa gelisah dan khawatir di waktu yang sama. Jauh di dalam hati mereka merasa bahwa perjalanan kali ini akan lebih berbahaya dari kemarin. 

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Semuanya lebih baik berkelompok sebesar mungkin.” Meng Yu menyarankan, “Dengan begitu, jika nanti terjadi masalah maka akan lebih mudah diatasi.”

Dua orang mati kemarin. Untuk saat ini masih tersisa empat belas orang dalam kelompok. Masih cukup banyak orang yang bertahan; tapi, jumlah bukanlah hal yang penting saat menghadapi masalah. Hal itu tetap tidak berguna bahkan jika sekelompok besar orang bertemu dengan malapetaka.  eBEdaK

Cheng Qianli menepuk pundak Lin Qiushi dan berkata, “Aku akan mengikutimu hari ini.”

Lin Qiushi bergumam setuju. 

Si pemandu wisata datang tepat pukul delapan. Ia mengenakan pakaian penjelajah yang sama seperti kemarin dan menunjukkan ekspresi tersenyum yang sama, ia dengan bersemangat mengibarkan bendera merah yang juga sama, “Apa semuanya disini? Apa kalian semua bersemangat untuk mendapat petualangan lain? Jika semuanya sudah siap dan hadir, kita lebih baik berangkat.”

Meng Yu memastikan, “Semuanya ada di sini.” ICZBRo

“Baiklah kalau begitu, ikuti aku!” Pemandu wisata itu memberitahu, “Hari ini, kita akan mengunjungi tempat yang sangat sangat spesial. Setelah kita tiba disana, kita tidak boleh membuat keributan atau berbicara terlalu keras. Yang terpenting adalah kita harus menghormati adat istiadat setempat.”

Semua orang menganggukkan kepala mereka. 

Saat melihat kepatuhan mereka, si pemandu wisata tersenyum dan mengumumkan, “Sekarang tanpa perlu basa-basi, ayo bergegas dan pergi!”

Karena keadaan lingkungan sekitar mereka, tidak ada transportasi lain selain berjalan kaki. Kali ini pemandu wisata membawa mereka melalui jalan yang berbeda—sebuah jalan setapak yang berkelok-kelok menuju gunung, ditutupi oleh pepohonan lebat dan tumbuh-tumbuhan.  rSAbgW

Semua orang berjalan di belakang pemandu wisata dengan susah payah, namun jalannya sangat sulit untuk dilalui dengan berjalan kaki. Tidak lama kemudian, seseorang kehabisan stamina dan mulai tertinggal di belakang kelompok.

“Bisakah kita istirahat?” Seseorang bertanya pada pemandu wisata.

“Tidak masalah jika hanya sebentar.” Sang pemandu wisata menatap jam tangannya. “Tapi kita harus tiba di tujuan di tengah hari.”

“Kenapa?” Pria itu bingung. Ia bertanya sambil terengah-engah, “Kenapa di tengah hari?” LVxPJ

“Karena kalian semua harus menjelajahi tempat itu selama enam jam.” Tanpa perubahan ekspresi, sang pemandu wisata menjelaskan dengan sabar, “Jika kalian belum sampai di tujuan saat pukul dua belas siang, kalian tidak punya pilihan selain pulang saat sudah gelap.” Saat ia mengucapkan ini, sebuah seringai menyeramkan terlukis di wajahnya. “Dan kurasa tidak seorangpun disini yang mau menuruni gunung saat malam.”

Ekspresi semua orang terpelintir dan warna wajah mereka memucat saat mendengar perkataannya.

Mereka yang mau beristirahat menggertakan gigi dan memutuskan untuk lanjut meski kaki mereka sakit; lagi pula di sini hidup mereka berada di ujung tanduk. 

Lin Qiushi takut tubuh Ruan Nanzhu tidak dapat bertahan untuk melakukan pendakian berat dalam waktu yang lama, jadi ia menggendongnya di punggung selama sisa perjalanan. Untungnya, berat Ruan Nanzhu saat ini lebih ringan dari biasanya; jika tidak, Lin Qiushi tidak akan bisa membantunya.  HMFk6c

Dan dengan begitu, Ruan Nanzhu mendapatkan tatapan iri. 

Biar bagaimanapun, kekuatan wanita memang tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan pria. Untuk dapat beristirahat panjang dan bersantai di punggung pria lain adalah sesuatu yang diharapkan semua orang agar terjadi pada diri mereka sendiri; mereka hanya bisa bermimpi berada di posisi Ruan Nanzhu.

Story translated by Langit Bieru.

Untunglah, saat kerumunan itu nyaris mati karena kelelahan, akhirnya mereka tiba di tempat yang dipuja-puja sang pemandu wisata—serangkaian pagoda tinggi.

Menara-menara itu tingginya tidak kurang dari sepuluh meter dan kurang lebih selebar empat meter, serta berdiri senyap di tengah-tengah hutan lebat.Sulit untuk membayangkan betapa terampil pengrajin yang menciptakan bangunan megah seperti ini di lingkungan yang tidak menguntungkan.  6uT7l5

Kemegahan pagoda ini membuat semua orang terkagum-kagum dan saat ini, tidak ada yang mampu berkata-kata. Selama kesunyian yang tenang ini, mereka telah melupakan semua ketakutan mereka; seolah-olah semua bahaya dan kekhawatiran mereka lenyap saat melihat keindahan yang begitu menakjubkan.

Akhirnya, suara sang pemandu wisata membawa mereka kembali ke kenyataan. Ia mengumumkan, “Aku akan kembali menjemput kalian setelah kalian menjelajahi tempat ini selama enam jam, nikmati kunjungan kalian disini dan hargai suasana eksotisnya!” Dengan begitu, ia berbalik dan pergi, menghilang jauh di kedalaman hutan. 

Sambil memandang sosoknya yang menghilang, Cheng Qianli tidak bisa tidak mengutukinya diam-diam, mengatakan bahwa sayang sekali mereka berada di dalam dunia pintu; jika tidak, ia jelas sudah membunuh pemandu wisata itu berkali-kali. 

“Ayo pergi dan melihat-lihat.” Lin Qiushi dengan lembut menurunkan Ruan Nanzhu ke tanah dan mengikuti kerumunan itu memasuki rangkaian pagoda tersebut. RS1KEz

Menara-menara itu memiliki tinggi yang berbeda-beda; bisa jadi di salah satu ujungnya merupakan menara kecil dan tepat di sebelah kanannya adalah menara besar. Persamaan diantara setiap menara itu hanyalah mereka memiliki pintu kayu di bawahnya yang terkunci dengan kunci berkarat. 

“Tempat macam apa ini? Tempat untuk persembahan kurban?” Lin Qiushi agak bingung. “Tapi, bukankah kuil itu merupakan tempat pengorbanan?”

“Kurasa ini kuburan,” Ruan Nanzhu mengingatkan. 

Lin Qiushi: “Kuburan?” Berbicara mengenai kuburan, ia segera teringat peron kayu tempat ia didorong kemarin. “Kurasa tidak semua orang diberkati penguburan langit …” b3fhHK

Ruan Nanzhu menyarankan, “Mari buka salah satu dan periksa ada apa di dalamnya.”

Kemudian, ia dan Lin Qiushi menyelinap ke salah satu bagian yang terpencil, mengeluarkan sebuah jepit rambut dan mulai bekerja. 

Kunci terbuka dengan mudah. Ruan Nanzhu mendorong pintu kayunya hingga terbuka, menunjukkan interior pagoda yang berwarna gading; tidak ada cahaya di dalamnya dan bau busuk tak tertahankan menguar di udara. Lin Qiushi menyorotkan ponselnya ke dalam dan seperti yang mereka duga, ia melihat mayat yang membusuk di bagian bawah menara.

“Memang benar, ini memang kuburan.” Ruan Nanzhu akhirnya berhasil memastikan tebakannya.  vVG af

“Kalau begitu apa maksudnya ia membawa kita semua ke sini?” Lin Qiushi berpikir, “Bukankah kuncinya tersembunyi di dalam kuil?”

Ruan Nanzhu menggelengkan kepalanya dan tetap diam.

Setelah mengunci kembali pintunya, mereka berjalan menuju pusat terdalam yang dikelilingi pagoda di seluruh penjuru. Di sana, Lin Qiushi melihat ke arah menara yang paling tinggi. Struktur dari menara ini agak tidak biasa, membuatnya lebih mencolok dibandingkan bagunan lain  yang lebih kecil dan tidak menarik perhatian. Ada sebuah patung megah di puncak pagoda ini, sesuatu yang menyerupai piringan dan di bawah piringan ini terhampar pola-pola awan liar surgawi. Namun, tidak ada yang tahu apa maksud dibalik desain atau ukiran indah tersebut. 

Semua orang terpesona oleh keagungan pagoda itu; mereka bahkan tidak dapat mengalihkan perhatian mereka. Jelas bahwa semua orang merasa menara ini memegang petunjuk penting mengenai kunci pintu.  1RSQul

Orang pertama yang tiba di gerbang pagoda menyadari bahwa pintu menuju menara ini tidak terbuat dari kayu seperti yang lain; melainkan, terbuat dari batu. Juga, tidak ada kunci di atasnya, membiarkannya sedikit terbuka. 

“Apa di dalam menara ini juga ada mayat?” Seseorang bertanya dengan takut-takut. 

Langit Bieru.

“Siapa yang tahu.” Tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. 

Sementara semua orang masih was-was, menimbang-nimbang untuk memasuki pagoda, Lin Qiushi sekali lagi mendengar suara gendang yang samar. Segera, ekspresi wajahnya berubah dan ia buru-buru berbisik pada Ruan Nanzhu.  6C3N9H

“Gendang?” Ruan Nanzhu mengulangi. “Dari sini?”

Lin Qiushi membenarkan, “Suaranya datang dari jauh.” Ia menatap langit yang mendung, “Aku ingat kemarin terjadi hal yang sama. Tepat setelah aku mendengar suara ini, hujan mulai turun—yah, lebih tepatnya, mulai menurunkan pisau.”

Menyipitkan matanya, Ruan Nanzhu meneliti sekelilingnya, “Kelihatannya kita tidak punya pilihan selain memasuki menara.”

Area tempat mereka berdiri sekarang berada di tengah hutan terpencil, diselimuti oleh hutan belantara yang lebat. Tidak ada tempat untuk bersembunyi atau berlindung, selain di dalam menara.  NgkpbG

“Ayo.” Ruan Nanzhu mengulurkan lengannya dan mendorong pintu batu.

“Kalian berdua akan masuk?” Suara penasaran Meng Yu terdengar dari dekat.

“Ya.” Ruan Nanzhu dengan datar menegaskan, “Apa ada masalah?”

“Tidakkah kau takut sesuatu mungkin terjadi setelah kalian menginjakkan kaki ke dalam?” Meng Yu menghela napas kasihan. “Kalian berdua terlalu gegabah …” INYH1e

“Kalau kau setakut itu, maka kau bisa tinggal di luar.” Ruan Nanzhu menunjuk ke atas langit yang mendung. “Tapi aku merasa hujan akan segera turun.”

Mulut Meng Yu berkedut dan wajahnya menunjukkan perubahan ekspresi yang nyaris tidak terlihat. 

Saat yang lain mendengar bahwa mungkin akan turun hujan, mereka menjadi gelisah; mereka mulai menyebabkan keributan dan segera, suasana syahdu di sana terganggu oleh obrolan dan keributan mereka yang ketakutan. Kematian tragis pemuda pirang yang kemarin harus menderita masih terukir dengan jelas dalam benak mereka. Tidak ada seorang pun yang mau menahan siksaan saat perlahan-lahan diiris dan dikuliti hidup-hidup oleh aliran pisau.

Ruan Nanzhu membuka pintu batu yang terlihat berat di hadapannya dan mengayunkan pinggulnya, kemudian melenggang memasuki pagoda.  c71ewB

Tanpa keraguan, Lin Qiushi mengikutinya di belakang. Ia menyalakan senter supaya dapat menilai situasi di dalam bangunan ini dengan jelas. Menara khusus ini kelihatannya bukan makam, karena tidak ada tulang atau mayat yang terlihat di lantai pertama. 

Melihat bahwa tidak ada yang terjadi pada mereka setelah mereka masuk, sisa kerumunan buru-buru masuk ke dalam satu per satu. 

“Bangunan ini kemungkinan memiliki sekitar delapan hingga sembilan lantai.” Ruan Nanzhu memperkirakan, “Karena kita sudah di sini, bagaimana jika kita naik dan melihat-lihat?” Ia menjeda, “Aku benar-benar ingin memeriksa puncak bangunan ini.”

Lin Qiushi tahu pasti ada alasan di balik saran Ruan Nanzhu, jadi ia tanpa bertanya lagi menyetujui permintaannya.  JzvVEY

Dengan begitu, keempatnya mulai berjalan naik. 

Anggota yang lain menunjukkan penolakan terhadap tindakan mereka. Memang, dalam dunia yang seperti mimpi buruk ini, dimana mereka harus mengambil setiap langkah dengan hati-hati dan tidak ada yang tahu apakah tindakan mereka selanjutnya menyebabkan mereka menjemput kematian, kelihatannya pilihan teraman adalah tidak melakukan apapun. 

Story translated by Langit Bieru.

Tapi seperti sebuah perkataan, “Tidak melakukan apapun berarti tidak akan menghasilkan apapun.” Jika seseorang tidak bertindak, lalu bagaimana mereka bisa menemukan kunci? Itu tidak seperti kuncinya akan terjatuh ke tangan mereka secara ajaib. Satu-satunya cara agar kuncinya muncul di hadapan mereka adalah jika mereka secara aktif mencarinya atau jika semua orang di sekitar mereka sudah mati. 

Tangga yang membawa mereka ke atas sangat sempit sehingga mereka harus naik satu per satu.  4YNHxp

Ruan Nanzhu naik pertama, memimpin, sementara Lin Qiushi naik terakhir.

Sambil terus menaiki menara, mereka memastikan untuk tetap waspada terhadap perubahan situasi maupun lingkungan mereka. 

“Tunggu, ada sesuatu di sini.” Ruan Nanzhu, yang berdiri di depan, tiba-tiba berkata, menyebabkan tiga orang yang berada di belakangnya berhenti di tempat. 

Mereka sudah mencapai lantai ke delapan dan tidak jauh lagi mereka akan tiba di atap pagoda. Lin Qiushi menggeser tubuhnya ke samping untuk melihat apa yang berada di samping Ruan Nanzhu.  uI9ZSY

Sebuah gendang yang cantik.

Gendang itu terletak di tengah-tengah lantai kedelapan, menarik perhatian semua orang. Tubuh gendang itu berwarna merah tua yang memikat dan beberapa detail ukiran terukir di atasnya. Meski gendangnya terlihat sederhana dan tidak memiliki banyak dekorasi, siapapun yang melihatnya tetap dapat merasakan betapa indahnya gendang ini terbuat. 

Ketiganya segera memikirkan gendang yang disebutkan dalam lagu rakyat itu dan ekspresi mereka menjadi muram. Xu Jin, satu-satunya orang yang tidak terlalu memikirkannya, menjadi bingung. Tanpa sadar, ia bergumam, “Gendang yang sangat bagus, ah …” Ia dengan hati-hati berjalan ke arah gendang tersebut dan menatapnya seolah ia tergila-gila.

“Jangan menyentuhnya.” Ruan Nanzhu menghentikan gadis itu. “Ada sesuatu yang salah dengan gendang itu.”  pxnPFc

Xu Jin tidak merespon. Ia terlihat seluruh jiwanya dikuasai oleh obsesi saat ini. 

“Apa kau baik-baik saja, Xu Jin?” Merasa ada sesuatu yang aneh, Lin Qiushi memanggilnya dengan keras. 

Namun, Xu Jin tetap tidak memperhatikannya. Masih terpikat pada benda itu, ia kemudian mengulurkan tangan dan dengan lembut mengetuk gendang yang halus. 

“Badump.”— getaran jernih dari gendang memasuki telinga mereka. Py3Nk8

Lin Qiushi membeku kaget. Tiba-tiba, sebuah gelompang pusing yang kuat menyerangnya. Ia menutup matanya karena kesakitan dan menutupi telinganya. Seluruh tubuhnya berteriak penuh penderitaan dan ia nyaris jatuh ke tanah.

Demi menjaga keseimbangan tubuhnya, Lin Qiushi mengulurkan tangan dan menopang dirinya sendiri pada tembok di sisinya. Namun, seketika jarinya menyentuh tembok yang seharusnya terbuat dari batu, darahnya menjadi dingin. 

Di bawah tangannya bukanlah permukaan yang terbuat dari batu, melainkan sesuatu yang lebih lembut dan kenyal—itu adalah kulit manusia. 

Lin Qiushi menarik napas tajam. Ia perlahan membuka matanya dan melihat pemandangan di hadapannya. nzQYL4

Dinding batu di hadapannya menghilang dan digantikan dengan kulit yang elastis yang menggeliat dan berdenyut tanpa henti, seakan-akan ia hidup. 

“Bisu sejak ia kecil. Kakakku meninggalkan rumah ketika aku masih muda …” Suara dengan nada nyaring milik seorang anak kecil menggema di belakang Lin Qiushi. Ia berbalik dengan kaku dan melihat seorang gadis kecil yang berlumuran darah berdiri di punggungnya. Kulit di wajahnya telah dirobek, menampilkan daging mentah berwarna merah muda yang samar-samar menampilkan tulang putih di baliknya. Ia dengan protektif memegang sebuah gendang cantik berwarna crimson di lengannya dan dalam diam menatap tajam Lin Qiushi dengan mata hitam dalamnya, seolah ingin membakarnya.

Please visit langitbieru (dot) com

Ia dengan lemah mengangkat lengan kurusnya, kemudian membiarkannya jatuh keras ke atas gendang, berkali-kali, ia menodai permukaan gendang yang putih dengan sidik jarinya yang berdarah setiap kali ia memukulnya, membuat bagian atas gendang berwarna merah seluruhnya. 

 “Seorang pria tua duduk di reruntuhan Mani. Mengulangi kata yang sama berkali-kali …” Lagunya tidak menunjukkan akhir. Gadis kecil itu terus menabuh gendang sambil menyeret kakinya ke arah Lin Qiushi, berangsur-angsur mempersempit jarak di antara mereka.  cnh9MP

Seolah tenggorokannya tersumbat, Lin Qiushi tidak bisa mengeluarkan suara apapun. Ia tidak bisa bicara atau berteriak; hanya bisa tanpa daya melihat saat tangan kurusnya meraih tubuhnya … dan menembusnya. 

Segera setelahnya, tubuh Lin Qiushi bergetar seakan ia disambar petir. Pemandangan di hadapannya sekali lagi berubah. Gadis kecil tadi sudah menghilang dan ia kembali berada di dalam menara batu yang dingin dengan dua orang yang akrab dengannya berdiri di sisinya. 

“Lin Qiushi.” Cheng Qianli menatapnya ketakutan, “K-K-Kau … Apa yang kau lakukan …?”

Lin Qiushi melihat ke bawah dan menyadari bahwa telapak tangannya menutupi permukaan gendang merah.  59bGLw

Tekstur gendang itu sangat lembut dan kenyal, persis seperti yang ia bayangkan. Itu adalah rasa dari kulit manusia. 

“Qiushi.” Suara Ruan Nanzhu menyeretnya kembali ke masa kini. Yang lain bertanya, “Apa yang kau lihat?”

“Seorang gadis muda.” Lin Qiushi dengan hati-hati menyingkirkan tangannya dari gendang dan menjawab samar, “Seorang gadis kecil tanpa kulit yang berlumuran darah … Apa yang terjadi?”

“Biar kuberitahu kau apa yang terjadi! Kau baru saja berlari ke arah gendang seperti orang gila dan menabuhnya.” Cheng Qianli menjelaskan dengan gemetar. “Tidak peduli betapa keras aku mencoba, aku tidak dapat menghentikanmu …” OnaHEr

“Aku menabuh gendang? Apa maksudmu? Bukankah Xu Jin yang menabuhnya?” Tulang belakangnya menggigil saat ia kembali melihat gendang itu. Ia ingin menjauh sejauh mungkin dari instrumen tersebut. 

“Dia? Kau bicara apa?! Ia tidak ikut naik ke atas sini, ah!” Kebingungan dan kegelisahan menguasai Cheng Qianli hingga suaranya meninggi. “Ia berada di bawah sepanjang waktu.”

Lin Qiushi: ” … “

Ruan Nanzhu kelihatannya memahami sesuatu. Ia melangkah maju dan dengan lembut meletakkan tangannya di bahu Lin Qiushi dan menenangkan, “Jangan khawatir. Tidak apa-apa.” KqPnix

Lin Qiushi menyeringai masam. “Tidak apa-apa? Bagaimana mungkin bisa baik-baik saja?” Ilusi yang ia lihat jelas-jelas pertanda buruk. 

Ruan Nanzhu: “Tenanglah. Ceritakan dulu apa yang barusan kau lihat.”

Lin Qiushi menghela napas berat sambil menutup matanya. Ia mulai mengingat-ingat adegan yang baru ia lihat beberapa saat yang lalu, “Tembok menara ini berubah menjadi kulit manusia …”


Catatan Chuchu: vxYOcd

Jadi … Belakangan ini aku sering telat update, ini ada hubungannya dengan college, sampai aku sering lupa up HAHA, maaf atas kelalaiannya ya. Aku akan berusaha up tepat waktu, tapi jika tidak bisa, jangan khawatir. Aku akan tetap up 3 chapter per minggu karena kita semua mau KKM segera selesai diterjemahkan~

Langit Bieru.

Translator's Note

山村老尸的时候, film horor klasik seperti The Ring versi Tiongkok.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!