English

Kaleidoskop KematianCh5 - Sumur Kering

0 Comments

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung 7Xkmci


Di tengah  badai salju, tiap langkah saat melalui jalur pegunungan yang sempit ini terasa sangat melelahkan.

Lin Qiushi khawatir tubuh Ruan Baijie tidak bisa bertahan, jadi ia melindungi gadis itu di sepanjang perjalanan. Dari samping, Xiao Ke berkomentar dingin mengenai seberapa dekat hubungan mereka kelihatannya.

Story translated by Langit Bieru.

“Dia seorang gadis,” Kata Lin Qiushi. “Wajar kalau harus ekstra melindunginya”

Ruan Baijie bersandar lemah pada Lin Qiushi, kemudian melemparkan tatapan tanpa daya pada Xiao Ke. jiL3A

Wajah Xiao Ke datar saat ia mengalihkan pandangannya. Sepertinya ia makin tidak menyukai gadis itu. 

Mereka akhirnya sampai di tempat pemotongan kayu dan semua orang mulai kembali bekerja. Kali ini mereka memilih dua pohon di sisi yang agak gundul; mereka berencana menyelesaikan semua penebangan pohon dalam satu hari. Meskipun cuacanya dingin, setelah memotong kayu untuk beberapa saat tubuhnya mulai menghangat, jadi Lin Qiushi membuka kancing mantelnya dan berdiri untuk beristirahat sejenak.

Ruan Baijie bersandar di sebuah pohon di sampingnya, mengamati Lin Qiushi dalam diam.

Lin Qiushi melihatnya, “Apa yang kau lihat?” u5rlxS

Ruan Baijie, “Bokongmu terlihat cukup gagah.”

Lin Qiushi nyaris menjatuhkan kapak di tangannya. Dia berbalik sambil menatap tajam ke arah Ruan Baijie, “Apa yang baru saja kau katakan?”

Ruan Baijie, “Aku tidak mengatakan apapun, mungkin kau salah dengar.”

Mata Lin Qiushi dipenuhi keraguan.  5wSG0K

Ruan Baijie, “Yah, kalau begitu kenapa kau tidak mengulangi apa yang barusan kukatakan?”

Lin Qiushi, “…” Orang ini tahu betul jika Lin Qiushi terlalu malu untuk melakukannya, kan?

Keduanya mengobrol sambil menebang pohon tersebut, terkadang bergantian dengan pria-pria lain dalam kelompok untuk beristirahat. Sebelum langit benar-benar gelap, mereka berhasil menebang keduanya.

Menebang pohon sebenarnya tidak masalah. Hanya saja, yang menghantui pikiran orang-orang ini sekarang adalah bagaimana caranya memindahkan kayu-kayu tersebut. 9QeKTD

Dua anggota kelompok yang kemarin tertimpa bongkahan kayu sudah terkubur di bawah salju tebal. Kematian naas kedua orang itu masih membekas di mata mereka. 

“Kita tidak perlu mengangkatnya,” Xiong Qi berkata. “Ikat dengan beberapa tali, kita akan menyeretnya ke bawah.”

“Siapa yang akan menyeretnya?” Tanya Zhang Zishuang.

Xiong Qi, “Para pria akan dibagi dalam dua kelompok—kita akan menyeretnya secara bergantian.” WkBXOw

Sebenarnya itu merupakan metode yang adil. Semua orang melakukan hal yang sama, jadi jika kau mati, kau memang sedang sial, tidak perlu menyalahkan orang lain.

Lin Qiushi tidak mengatakan apapun lalu mengambil tali yang diberikan Xiong Qi padanya. Bersama dengan anggota kelompok lain yang juga diam, mereka memulai kerja keras mereka untuk menyeret kayu berat itu. Menyeret kayu menuruni jalan pegunungan yang curam lebih sulit dibandingkan mengangkat beban, tapi setidaknya itu aman—apa yang terjadi sebelumnya tidak akan terjadi lagi.

Read more BL at langitbieru (dot) com

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Belajar dari pengalaman sebelumnya yang bisa dikatakan berhasil, sepanjang perjalanan menuju rumah si tukang kayu, semua orang tampak siaga dan berhati-hati. Ketika sampai disana, barulah mereka bisa bernapas lega.

“Ujx,”Wlbcu Hl wfwjcuuli, “Bjwl wfwyjkj xjsecsj.” f89uUn

Ulcae xjse vl tjvjqjc wfgfxj rfvlxla vfwl rfvlxla afgyexj vfcujc vfglajc rfyfiew yfgtfcal alyj-alyj. Bfwevljc, rfyejt kjpjt aej sjcu yfgxfgea wecmei vl jcajgj mfijt qlcae. Vl aexjcu xjse qfgijtjc wfwyexj qlcae rfqfcetcsj vjc wfwyfgl lrsjgja xfqjvj wfgfxj ecaex wfwyjkj xjsecsj wjrex xf vjijw.

“Pak.” Xiong Qi mengulurkan tangannya untuk membersihkan salju putih dari wajahnya. “Kami membawa kayu lalu akan segera menuju ke kuil untuk berdoa. Apa ada yang harus dibawa?”

Pria tua itu menarik napas dari pipa panjang di tangannya dan menghembuskan asap putih tebal. Jawabannya penuh teka-teki: “Cukup bawa orang-orang.”

Alis Xiong Qi berkerut saat mendengarnya. cM5g1k

“Kau harus pergi saat malam,” Ucap pria tua itu. “Setelah gelap, pergilah ke kuil sendiri-sendiri dan keluarlah seusai berdoa.”

Ketika mendengar instruksi ini, ekspresi Ruan Baijie sedikit berubah. Lin Qiushi mengira dia akan mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya dia tidak mengucapkan apapun dan hanya tersenyum aneh.

“Kami harus pergi sendiri-sendiri?” Xiong Qi tampaknya merasa instruksi ini aneh. “Tidak bisakah kami pergi bersamaan?”

“Pergi bersamaan?” Pria tua itu mendengus. “Coba saja.” Ga4b2r

“Terima kasih banyak.” Xiong Qi tidak mendesaknya. Ia berbalik dan mengisyaratkan kepada semua orang untuk meninggalkan rumah tukang kayu.

Lin Qiushi memiliki perasaan aneh mengenai pria ini dan berkata, “Orang di desa tidak akan membohongi kita?”

“Beberapa mungkin akan berbohong.” Xiong Qi mengatakan, “Tapi karakter penting biasanya tidak berbohong. Jika petunjuk yang mereka berikan pada kita salah, lalu apa gunanya kita bekerja?”

Mereka mungkin hanya bisa menunggu kematian. NVgQLt

“Oh.”

Setelah mengantarkan kayu ke tukang kayu, kelompok itu kembali ke tempat tinggal mereka, menyalakan perapian untuk menghangatkan diri lalu mulai mendiskusikan langkah selanjutnya.

Ketika rapat berlangsung, Ruan Baijie berkata ingin ke toilet. Namun, ia tak kunjung kembali hingga beberapa saat.

Lin Qiushi menunggu sebentar, tapi kemudian ia mulai mengkhawatirkan gadis itu. Ia kemudian keluar untuk mencarinya, namun tidak menemukan gadis itu di kamar mandi. Setelah mencari di sekitar rumah, ia akhirnya menemukan Ruan Baijie sedang duduk sendirian di sisi sumur. 0Uk6l5

Ia tampaknya sudah duduk di sana untuk waktu yang cukup lama; lapisan salju yang cukup tebal menutupi kepalanya. Lin Qiushi memanggil namanya dengan ragu, tapi Ruan Baijie tampaknya tidak mendengar suaranya. Ia bahkan tidak menoleh sama sekali.

“Ruan Baijie?” Lin Qiushi menghampirinya. “Apa yang kau lakukan? Di luar sini sangat dingin.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Jangan bergerak,” Ruan Baijie tiba-tiba berkata.

Lin Qiushi menghentikan langkahnya. dvdSb5

Ruan Baijie berkata, “Jangan dekati aku.” Nada suaranya menjadi dingin, berbeda dengan suara lembutnya yang biasa. “Menjauh dariku.”

Lin Qiushi, “Ada apa?” Perasaannya mengatakan bahwa perubahan sikap Ruan Baijie berhubungan dengan sumur yang berada di sampingnya.

Ruan Baijie menggelengkan kepalanya, tidak membalas.

Lin Qiushi memberanikan diri untuk mengambil dua langkah lebih dekat pada Ruan Baijie, sampai ia cukup dekat untuk melihat mulut sumur. Situasinya tidak terlihat bagus—sekujur tubuh Lin Qiushi langsung merinding saat melihat sebuah lapisan berwarna hitam memenuhi mulut sumur. Awalnya Lin Qiushi berpikir itu adalah air, namun ia kemudian menyadari bahwa ‘itu’ perlahan-lahan menggeliat. Ia cukup yakin bahwa ia tidak salah lihat—sumur itu berisi rambut manusia ditumpuk hingga memenuhi mulut sumur. rRi5Wp

Kaki Ruan Baijie sepertinya tertangkap oleh rambut ini. Ia tidak bisa bergerak sama sekali.

“Jangan mendekat, Lin Qiushi,” Ruan Baijie berkata, “Kau akan terseret juga.”

“Jangan khawatir,” Lin Qiushi memelankan suaranya. Ia takut jika ia terlalu berisik, ia akan mengagetkan rambut-rambut hitam itu. “Jangan khawatir, jangan takut. Aku akan menolongmu.”

Ruan Baijie menoleh untuk melihat ke arah Lin Qiushi— tatapannya bukan lagi tatapan berair yang hangat seperti sebelumnya, namun danau yang gelap tanpa dasar, gelap dan cukup berat hingga membangkitkan rasa takut tertentu. Ia berkata, “Untuk apa repot-repot?” Hdb830

Lin Qiushi berkata, “Tunggu aku sebentar. Bertahanlah.” Ia teringat sesuatu dan berlari masuk ke dalam rumah.

Xiong Qi, yang duduk di ruang tamu, melihat Lin Qiushi berlari kencang dan bertanya padanya apa yang terjadi. Tapi, Lin Qiushi mengabaikannya dan langsung melesat ke dapur.

Di dapur, ia mengambil beberapa potong sumbu dan menyalakannya dengan bara. Ia berbalik dan sekali lagi, berlari keluar.

Hanya beberapa menit tapi rasanya seperti berabad-abad. Ketika Lin Qiushi menyalakan api, tangannya tidak bisa berhenti gemetar. Ia takut, takut jika pada waktu ia kembali ke sisi mulut sumur, yang tersisa hanyalah sumur yang kosong. XzdcgV

Tapi untungnya, ketika ia kembali dengan obor, Ruan Baijie masih duduk disana.

“Aku kembali,” Lin Qiushi terengah-engah. “Aku akan mendekatimu dan melempar api ke sumur. Pegang tanganku … Jangan dilepas.”

Ruan Baijie, “Apa kau tidak takut?”

Lin Qiushi memulai, “Takut apa?” YhRrj

Ruan Baijie, “Tentu saja takut mati.”

Lin Qiushi tertawa, “Siapa yang tidak takut mati? Tapi ada satu hal yang lebih menakutkan daripada mati.” Meski ia menyimpan banyak keraguan terhadap dunia ini, ia masih bisa mengatakan bahwa Ruan Baijie sudah menyelamatkannya beberapa kali. Jika tidak ada Ruan Baijie disini, ia mungkin sudah menjadi salah satu mayat yang hancur sejak malam pertamanya disini.

Please visit langitbieru (dot) com

“Baiklah, aku datang.” Lin Qiushi takut jika ia menunda terlalu lama, tubuh Ruan Baijie akan menyerah. Kakinya bergerak perlahan dan ia semakin dekat ke sisi Ruan Baijie.

Ketika ia cukup dekat, ia menggenggam tangan Ruan Baijie dan melemparkan obor yang ia genggam ke rambut-rambut yang menggumpal. h7wIXY

“Ah—” Sebuah teriakan yang melengking dan buruk. Itu adalah suara wanita yang muncul dari dalam sumur dan semua rambut itu terbakar. Rambut-rambut itu dengan kasar meronta-ronta. Di tengah kekacauan itu, Lin Qiushi tanpa diduga melihat sebuah wajah pucat pasi di dalam sumur. Meski hanya sempat terlihat beberapa detik, Lin Qiushi masih bisa mengenali wajah yang pernah ia lihat di dalam rumah—wajah itu milik hantu yang mengimitasi suara Ruan Baijie.

“Lari!!” Saat rambut yang melilit kaki Ruan Baijie akhirnya terlepas, Lin Qiushi menariknya dan lari.

Ruan Baijie tidak menolak, ia hanya mengikuti gerakan Lin Qiushi. Keduanya berlari masuk ke dalam rumah, dengan menarik napas gila-gilaan.

“Apa yang terjadi?” semua orang di dalam terkejut. 7pvRDE

“Ada sesuatu di sumur …” Lin Qiushi terengah. “Semuanya, menjauhlah dari sumur. Baijie hampir terrseret ke bawah tadi.” Setelah ia selesai, ia berbalik pada Baijie dan bertanya jika ia terluka.

“Tidak,” kata Ruan Baijie, “Aku baik-baik saja.”

Kemudian, Lin Qiushi melirik kaki gadis itu, ia melihat bahwa kedua pergelangan kakinya memiliki bekas lilitan merah yang masih berdarah. Ia berkata, “Baik-baik saja kau bilang? Duduk, aku akan membalutnya untukmu.”

Ruan Baijie tampaknya baru menyadari bahwa ia terluka. Ia memiringkan kepalanya, tapi pada akhirnya ia mendengarkan Lin Qiushi, dengan patuh duduk di kursi. W K8Cm

Lin Qiushi menemukan simpanan medis di dalam rumah dan berlutut di hadapan Ruan Baijie. Ia menempatkan kaki gadis itu di atas lututnya dan dengan lembut membalut lukanya perlahan-lahan. Gerakannya halus dan hati-hati, seakan ia khawatir ia akan menyakiti Ruan Baijie.

“Apa kau selalu sangat berhati-hati dengan perempuan?” Ruan Baijie bertanya tiba-tiba.

“Apa hubungannya ini dengan perempuan?” Jawab Lin Qiushi dengan linglung. “Jika kau adalah pria, lalu aku harus kasar denganmu?”

Ruan Baijie, “…” qfjZzV

Lin Qiushi tetap berbicara tanpa banyak peduli, “Kau benar-benar seorang wanita, kan? Kau sangat tinggi dan dadamu sangat datar.” Tapi Ruan Baijie benar-benar cantik—setidaknya, Lin Qiushi tidak percaya di dunia ini ada seorang pria yang bisa terlihat seperti itu.

“Ya,” Ruan Baijie mendesah penuh perasaan, “Dadaku tidak sebesar dadamu.”

Lin Qiushi, “…”

Ruan Baijie menambahkan, “Dan bokongku tidak sebagus dirimu juga.” Lkqw09

Lin Qiushi, “… Bisa-bisanya kau memiliki omong kosong sebanyak ini, huh?”

Ruan Baijie tertawa kecil.

Story translated by Langit Bieru.

Setelah Lin Qiushi membantu Ruan Baijie membersihkan lukanya, ia memberitahu Xiong Qi dan yang lainnya tentang apa yang baru saja terjadi. Reaksi semua orang cukup ringan tapi ekspresi Xiong Qi dan Xiao Ke adalah yang terburuk.  Mereka dengan jelas mengingat apa yang pria tua itu beritahukan kepada mereka tentang langkah terakhir membuat peti mati—mengisi sumur.

Apa hubungannya peti mati dan sumur? nEQmy3

Apakah ini pengaturan unik dari desa atau jebakan yang diletakan bagi mereka oleh si tukang kayu?

Ruan Baijie tampaknya memahami apa yang dipikirkan Xiong Qi dan tersenyum, “Tidak perlu terlalu dipikirkan. Takdir, dan beberapa hal seperti itu, sudah ditentukan.”

Xiong Qi mendesah pelan, “Kita berencana untuk pergi ke kuil malam ini, apa kau akan ikut?”

“Aku?” kata Ruan Baijie. “Kakiku terluka, aku tidak bisa berjalan. Qiushi, gendong aku kesana.” 9EFspe

Lin Qiushi mengangguk.

Xiao Ke berkata dari sisi, “Luka kecil seperti itu dan kau tidak bisa berjalan?”

Ruan Baijie tidak marah,  malah tersenyum manis dan berkata, Xiao-jiejie, maklumilah aku barang sedikit, saat di rumah aku selalu dimanja, jadi tentu saja aku harus sedikit dimanjakan disini juga.

Xiao Ke, “Kau terus mengganggu Lin Qiushi dan memanfaatkan sikap baiknya. Tidak ada orang yang saling mengenal dalam pintu ini, ia tidak memiliki alasan untuk memanjakanmu.” dWRlFn

“Oh, kukira kau dan Xiong Qi saling mengenal satu sama lain?” Ruan Baijie berkomentar dengan acuh tak acuh.

Tapi siapa yang tahu setelah mendengar perkataan ini, ekspresi Xiao Ke dan Xiong Qi berubah, mata mereka tiba-tiba menjadi waspada.

“Dan apa maksudmu dengan hal itu?” Xiao Ke bertanya balik.

“Tidak ada,” Jawab Ruan Baijie. “Hanya saja kalian berdua memiliki hubungan yang baik … Kalian tidak saling mengenal satu sama lain, kan?” zUm8Z9

“Bagaimana itu mungkin?” Xiao Ke tampaknya sangat tidak nyaman.

Ruan Baijie tersenyum, tapi tidak mempertahankan topik.

Dan tentu saja Xiao Ke tidak lanjut menceramahi Ruan Baijie, juga tidak mencoba menghentikan Ruan Baijie digendong ke kuil. Dengan wajah muram, ia berbalik dan pergi.

uS8Rz9

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!