English

Merebut MimpiCh16 - Mata Iblis

1 Comment

Penerjemah Indonesia : jeff

ophVbd


Ada empat tempat tidur di asrama Zhou Sheng. Dua tempat tidur ditumpuk dengan berbagai macam barang – teman sekamarnya menyewa kamar di luar. Tempat tidur satunya adalah milik Fu Liqun, dan melihat keadaannya sekarang, kamu bisa tahu kalau dia tidak kembali ke asrama tadi malam.

Yu Hao, “Hanya kalian berdua yang menempati kamar ini?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng sudah melepas bajunya saat dia masuk. Dia memiliki otot tanpa lemak dan otot perutnya terlihat jelas saat dia berjalan tanpa mengenakan atasan di depan Yu Hao. Untuk seorang homoseksual, ini adalah jenis godaan yang berada di level hidangan surgawi. Yu Hao selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak bisa jatuh cinta pada pria straight lagi, jika tidak, dia akhirnya akan mati dengan kematian yang mengerikan. Namun, dia masih sedikit kewalahan ketika dihadapkan dengan fisik tubuh pria yang tampak begitu indah tepat di depan matanya, jadi dia hanya bisa mencoba yang terbaik untuk tidak melihat Zhou Sheng.

“Fu Liqun keluar semalaman.” Zhou Sheng membuka lemari pakaiannya dan mengobrak-abrik di antara kemejanya yang kusut; dia mengendusnya satu per satu untuk menemukan pakaian yang sekiranya bisa dia pakai. Yu Hao memberinya pakaian dan kaus kaki yang sudah dia cuci, lalu Zhou Sheng menciumnya dan berkata, “Luar biasa, aku mencintaimu~” sebelum dia berbalik dan masuk ke kamar mandi. YjBy45

Yu Hao, “……”

Meja Zhou Sheng berantakan. Meja itu ditumpuk dengan beberapa patung EVA, satu set lengkap One Piece, serta figure wanita berpakaian renang yang tergeletak di atas mie gelas. Ada beberapa kartu waktu yang telah tergores dan buku CET-4 bahasa Inggris baru yang terlempar ke samping – hanya tiga pertanyaan pertama dari buku itu yang berhasil diselesaikan seperti yang diharapkan.

Namun, sepatu olahraga yang berada di bawah meja itu ditata dengan sangat rapi.

Yu Hao secara tidak sengaja melihat sekilas kerajinan emas yang memiliki tombol besar di sebelah jam weker —— di dalam lingkaran itu terdapat ornamen matahari berlubang, dan dikelilingi oleh empat pola berbentuk burung berlubang yang memiliki ukiran di dalamnya. Itu tampak seperti cincin emas klasik yang cantik. gGmF1s

Yu Hao memiliki firasat bahwa dia pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya, jadi dia menghadap ke kamar mandi dan bertanya, “Apa ini?”

Zhou Sheng bersenandung saat dia mandi. Ketika dia mendengar Yu Hao, dia berhenti, “Ada apa? Bawa kesini dan aku akan melihatnya.”

Yu hao tidak bertanya lagi. Setelah Zhou Sheng selesai mandi, dia keluar hanya dengan celana dalam dan Yu Hao hampir mimisan. Dia dengan cepat berkata, “Pakai pakaianmu, jangan sampai masuk angin.”

Zhou Sheng pergi untuk melihat ponselnya dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya. Setelah dia mengirim pesan, Huang Ting meneleponnya kembali beberapa kali. Yu Hao mengambil artefak yang dipajang sebelumnya. Zhou Sheng mengenakan pakaiannya dan dengan santai mengambilnya dari Yu Hao untuk dimasukkan ke dalam sakunya, “Barang keberuntungan. Aku membawanya kemana-mana ketika aku pergi ke kompetisi untuk membantuku supaya bisa tenang, itu …… kenakan lebih banyak pakaian, pertempuran kita akan dimulai! Ayo pergi!” sxzuyr

Zhou Sheng menepuk bahu Yu Hao. Yu Hao tiba-tiba merasa jauh lebih nyaman, dan semua kekhawatirannya lenyap dalam sekejap. Seolah-olah dengan teman yang kuat seperti Zhou Sheng di sisinya, dia tidak perlu takut.

Kota Ying berubah menjadi lebih dingin setelah salju turun sepanjang malam, tapi di dalam kafe bunga tempat mereka berada sekarang terasa begitu hangat seperti musim semi. Yu Hao memakai terlalu banyak lapisan pakaian hari ini sehingga hawa panas membuatnya merasa sedikit gelisah. Dia dan Shi Ni sama-sama memiliki secangkir cokelat di tangan mereka, sementara Zhou Sheng meminum kopi hitam. Keheningan menyelimuti mereka bertiga.

“Untuk kalian.” Saat Shi Ni mengeluarkan hadiah Natalnya, tangannya gemetar karena gugup.

Yu Hao menerima hadiahnya – itu adalah sekotak coklat yang sangat indah. Hanya ada empat potong di dalamnya dan kelihatannya sangat mahal. Dia dengan santai bertanya, “Apa kamu tidur nyenyak tadi malam?” kj9Fhp

“Un.” Shi Ni jelas sedikit lelah. Tubuhnya dibungkus jaket dengan rambut panjang terselip di belakang telinganya dan sudah bisa dianggap sebagai orang dewasa kecil. Dia menatapnya dan bertanya, “Apa yang harus aku lakukan?”

Yu Hao dengan tulus berkata, “Terserah padamu.”

Zhou Sheng bersandar di kursinya sambil mengamati Shi Ni; dia tidak mengucapkan sepatah kata pun sejak awal. Tatapannya dipenuhi dengan belas kasihan, kesedihan dan kemarahan, tapi dia dengan bijaksana menyerahkan masalah ini pada Yu Hao untuk ditangani.

Shi Ni terdiam lagi. Yu Hao tahu bahwa dia pasti merasa sangat tidak nyaman sekarang, dan dia bahkan mungkin menyesali keputusannya. Bagaimanapun, orang yang selalu menemaninya di sisinya adalah Xiaoxiao, tetapi sekarang semua dukungannya telah hilang dalam sekejap, dia perlu membangun kembali jembatan kepercayaan antara dia, Yu Hao dan Zhou Sheng. wz6pUd

Yu Hao telah mengalami hal serupa sebelumnya; pernah ada periode dalam hidupnya yang membuatnya tidak mempercayai semua orang di sekitarnya. Tetapi sekarang, dia mulai memahami bahwa hubungan yang paling tulus yang dapat dibagikan oleh seseorang… adalah hubungan saling percaya. Kata-kata “Aku percaya padamu” telah diucapkan – ini adalah premis bahwa semua ikatan emosional terbentuk di atasnya, dan itu menandai awal perjalanan seseorang keluar dari kegelapan saat mereka berkelana menuju matahari.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ikatan kepercayaan pertama terbentuk dalam keluarga selama masa kanak-kanak, tetapi tindakan Tuan Shi telah benar-benar menghancurkan kepercayaannya, jadi dia tidak berani memiliki kepercayaan pada siapa pun lagi. Tapi sekarang, dia mencoba mempercayai mereka. Atau lebih tepatnya, dia tidak bisa sepenuhnya memadamkan harapan yang dia miliki untuk orang lain yang tersembunyi di lubuk hatinya. Ketika dia mengucapkan kata-kata “Aku percaya padamu” di bawah dorongan Xiaoxiao, itu memicu ingatan Yu Hao tentang masa lalunya. Perlahan, dia mulai memahami elemen penting yang diperlukan untuk melepaskan ikatan di hati Shi Ni.

Langit Bieru.

【Cqj xjwe qecsj kjxae tjgl lcl? 】

Te Ljb rfmjgj alvjx rfcujpj wfilglx qbcrficsj vjc wfiltja qfrjc QfJtja vjgl Jtfc Tfxjl. zqpKIa

Te Ljb tjcsj ylrj wfwyjijrcsj vfcujc qfrjc rlcuxja sjcu wfcpfijrxjc yjtkj vlj rjja lcl rfvjcu vl iejg.

“Cqj wjguj Wljbzljb?” Te Ljb wfcuecml qbcrficsj ijul vjc vfcujc rfufgj wfcuujcal abqlx qfwylmjgjjc wfgfxj.

“Marganya Lu.” Shi Ni berkata, “Kenapa?”

Yu Hao mengangguk, segera mengonfirmasi spekulasinya. Dia mencoba mencari hubungan antara pemandangan alam mimpi dari gadis itu dengan kenyataan, seolah dirinya sedang mencari jalan keluar dari sebuah labirin. UcwfaY

“Apa dia sudah pergi?” Yu Hao bertanya lagi.

“Dia pergi pagi ini.” Shi Ni mengeluarkan ponselnya untuk diperiksa dan berkata, “Dia sudah naik pesawat.”

Yu Hao bertanya, “Apa dia meninggalkan kenang-kenangan untukmu?”

Shi Ni mengulurkan tangan kirinya – dia mengenakan gelang yang dikepang di pergelangan tangannya. Dia berkata, “Kami berdua sama-sama memiliki satu.” 8MmRBx

Yu Hao berpikir bahwa ketika mereka memasuki mimpinya lagi, gelang ini bisa berguna, seperti garpu cuciannya. Tapi setelah Yu Hao memikirkannya sebentar, dia merasa sedikit tidak nyaman. Dia sudah mencoba yang terbaik untuk menganalisis mimpi Shi Ni sepanjang hari ini, dan satu-satunya elemen yang mudah menguap di dalamnya adalah mata iblis di atas mercusuar.

Seperti yang ada di Lord of the Rings, mata iblis berfungsi sebagai simbol pengawasan dari makhluk mahatahu; bisa dikatakan, setiap gerakan yang dilakukan Shi Ni selalu dipantau oleh Tuan Shi. Meskipun ini hanyalah apa yang dipersepsikan oleh Shi Ni, pasti ada alasan mengapa dia membentuk persepsi ini selama bertahun-tahun.

Yu Hao tidak berani mengemukakan masalah ini secara blak-blakan, khawatir jika ini akan memicu rasa takut yang lebih besar dalam diri Shi Ni yang akan memungkinkan mata iblis dalam mimpinya untuk tumbuh lebih kuat.

“Kapan ayahmu akan kembali?” FDeMt5

“Lusa.” Shi Ni berkata dengan sedih.

Yu Hao merenung lama. Zhou Sheng tiba-tiba meregangkan kakinya di bawah meja dan menendangnya dengan ringan. Yu Hao menatap Zhou Sheng dan tahu apa yang dia pikirkan— rasa sakit yang singkat dan tajam akan lebih baik daripada rasa sakit tumpul yang abadi. Dia harus mengatakan apa yang dia perlukan.

Tapi Yu Hao tiba-tiba berubah pikiran dan menghadap Shi Ni saat dia bertanya, “Apa yang paling ditakuti oleh ayahmu?”

“Ah?” Shi Ni tampak terkejut. hibHwa

Dia selalu menunggu Yu Hao dan Zhou Sheng membawanya ke kantor polisi, seolah-olah dia dibawa ke sana untuk disuntik. Masa depan membuatnya takut, dan dia merasa seolah-olah dia sedang menunggu hukuman.

Namun Yu Hao tidak pernah menyebutkannya, jadi saraf tegang Shi Ni mulai rileks tanpa dia sadari.

Story translated by Langit Bieru.

“Pikirkanlah, perlakukan dia seperti bos besar.” Yu Hao mengerutkan kening dan berkata, “Kelemahan apa yang dia miliki yang akan membuatnya takut padamu?”

Tapi apa yang Yu Hao pikirkan sebenarnya adalah mata iblis yang melayang di atas mercusuar di pemandangan alam mimpinya. Saat dia memasuki alam mimpi lagi malam ini, dia harus terlibat dalam pertempuran terakhir mereka dengan mata iblis. Dia menghubungkan ini dengan yang terakhir kali ketika dia menggunakan garpu cucian untuk dengan kejam menyingkirkan sisi gelap dirinya, dan meskipun dia dan Jenderal adalah kekuatan utama kali ini, bantuan Shi Ni mungkin memainkan peran yang sangat penting dalam pertarungan mereka nantinya. zKjQWy

“Kelemahan?” Shi Ni sepertinya tidak pernah memikirkan pertanyaan itu sebelumnya.

Zhou Sheng akhirnya berbicara, “Misalnya, siapa yang paling dia takuti, atau apa yang paling dia takuti? Apa dia punya rahasia yang dia tidak ingin diketahui orang lain? Apa dia terlibat dalam kasus suap? Berapa banyak uang yang dia sembunyikan di bawah tempat tidurnya?”

Shi Ni, “???”

Yu Hao berkata, “Tidak mungkin baginya untuk mengetahui hal-hal semacam itu!” tRwuUG

Shi Ni berkata, “Dia takut api.”

“O——” Yu Hao berkata, “Kenapa? Apa kamu pernah melihat reaksinya ketika dia melihat api?”

Shi Ni mencoba mengingat saat-saat seperti itu dan Yu Hao merasa seperti mereka telah menangkap sesuatu, tetapi dia tidak tahu apakah itu akan berguna. Bagaimanapun, mata iblis itu melambangkan kesan Shi Ni terhadap Tuan Shi dalam pikirannya. Tetapi jika mereka bisa memasuki alam mimpi Tuan Shi, itu mungkin masalah yang benar-benar berbeda.

Shi Ni pernah menyalakan lilin beraroma di rumah sebelumnya, yang membuatnya mendapat banyak teguran dari Tuan Shi yang mulai bersikap seperti anjing gila. Ketika Yu Hao mendengar itu, dia berpikir bahwa idenya cukup bagus, jadi dia meminta Shi Ni untuk terus mengingat kejadian tersebut. Shi Ni tampaknya telah benar-benar mengatasi ketakutannya saat dia mulai berbicara lebih banyak dan lebih banyak lagi. Setelah banyak pertimbangan, Yu Hao merasa bahwa rintangan terbesar yang harus dihadapi Shi Ni adalah ketakutan karena tidak dapat melawan ayahnya. Selama dia bisa mengatasi rasa takut itu, segala sesuatunya secara alami akan berjalan lancar. sYo01r

Dia membimbing Shi Ni dengan sabar, dan bahkan memintanya untuk membayangkan adegan Tuan Shi diadili, dan membayangkan dirinya mengarahkan obor kepada Tuan Shi dan bagaimana reaksi Tuan Shi akan panik ketika dia melihat api. Kemudian, dia memintanya untuk membayangkan bagaimana dia akan memulai kehidupan barunya di tempat yang benar-benar baru.

“Bagaimana kamu ingin menjalani hidupmu di masa depan?” Zhou Sheng memegang sebatang rokok di tangannya saat dia memutarnya seperti pensil.

“Aku tidak pernah ingin melihatnya lagi.” Shi Ni menyatakan, “Dan aku juga tidak ingin melihat ibuku.”

“Apa paman dan bibimu bersedia menjagamu?” Yu Hao bertanya, “Kamu baru berumur 13 tahun ini, jadi kamu akan membutuhkan wali baru ……” 8dsqRG

“Aku akan segera berumur empat belas tahun.” Shi Ni berkata, “Ulang tahunku di bulan Januari.”

“Dua tahun lagi dan kamu akan mencapai usia legal.” Kata Yu Hao.

“Masih terlalu dini untuk membicarakannya.” Zhou Sheng berkata.

Yu Hao menjawab, “Ini belum terlalu dini, aku sudah bisa menjaga nenekku ketika aku masih di tahun pertama sekolah menengah. Nini, kamu pintar, jadi kamu bisa ke luar negeri setelah lulus SMP. Semuanya akan baik-baik saja.” ndIeK

Shi Ni mengangguk. Yu Hao sudah pernah menjadi tutornya sebelumnya, jadi dia sangat jelas tentang hasilnya; dia berhasil dalam semua mata pelajaran, meskipun dia memiliki beberapa ruang untuk perbaikan dalam hal bahasa Inggris. Dia sudah mengajarinya bahasa Inggris sehingga dia bisa pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atasnya setelah dia lulus dari sekolah menengah pertama.

Zhou Sheng duduk tegak dan sedikit membungkuk, lalu dengan serius berkata kepada Shi Ni, “Kalau begitu, ayo kita buat rencana ba.”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao berpikir bahwa karena mereka akan langsung membicarakan inti masalahnya, dia akan menyerahkan percakapan itu kepada Zhou Sheng. Dia selalu sangat radikal, tetapi radikalismenya membuatnya merasa sangat dapat diandalkan.

“Haruskah aku memberi tahu teman polisiku?” Kata Zhou Sheng. tsbQ8v

Shi Ni mengangguk, lalu menjadi sedikit gugup lagi. Yu Hao berkata, “Kami akan berada di sisimu setiap saat sampai semua masalah ini selesai.”

Zhou Sheng menelepon Huang Ting. Huang Ting sudah menunggu di pusat perbelanjaan ini sejak lama, jadi dia tiba hanya dalam lima menit. Yu Hao sebenarnya sedikit khawatir tentang apakah penampilannya yang mengenakan seragam polisi di kafe ini untuk diskusi akan menarik perhatian, tetapi kenyataan menghilangkan kekhawatirannya – Huang Ting mengenakan pakaian informal.

Shi Ni sudah melihatnya beberapa kali sebelumnya. Petugas polisi ini tampak seperti orang yang dapat diandalkan, dan dia sepertinya bisa melihat ke dalam hatinya. Saat Huang Ting duduk, dia berkata, “Jadi? Apa gadis kecil itu sudah memikirkannya dengan cermat?”

Shi Ni akhirnya mengungkapkan semuanya. Yu Hao berpikir bahwa dia akan menangis dan sudah menyiapkan tisu sebelumnya, tetapi dia tidak berharap Shi Ni menjadi sangat kuat. Sebelum mereka mulai, Huang Ting mengeluarkan pena perekam dan menatap Shi Ni dengan mata ingin tahu. Shi Ni mengangguk. Ada jauh lebih sedikit orang di kafe bunga sekarang, dan lingkungan mereka perlahan-lahan mulai tenang. Ketika Shi Ni menceritakan gambaran singkat tentang apa yang dia alami, beberapa kali Yu Hao dan Zhou Sheng merasa mereka tidak tahan untuk mendengarkan lebih jauh. WERUeL

Pada akhirnya, setelah narasi Shi Ni berakhir, Huang Ting berkata, “Putuskan sendiri kapan kamu ingin kami membawamu ke rumah sakit untuk pemeriksaan.”

Shi Ni berkata, “Ayo pergi sekarang ba.”

Segala sesuatu yang Yu Hao khawatirkan tidak terjadi. Huang Ting menghubungi rumah sakit terdekat dan mengantar Shi Ni ke sana untuk pemeriksaan; dia tampak akrab dengan rumah sakit ini saat dia memimpin mereka di tempat itu. Senja telah tiba tanpa ada yang memperhatikan. Seorang dokter wanita berbicara dengan lembut kepada Shi Ni sebentar sebelum membawanya untuk pemeriksaan, sementara Yu Hao dan Zhou Sheng menunggunya di luar.

Pemeriksaannya memakan waktu lama. Yu Hao bertanya dengan lembut, “Apa yang harus kita lakukan malam ini?” MCDRLl

“Mendengarkan Huang Ting.” Zhou Sheng berkata, “Biarkan dia yang mengaturnya.” Kemudian dia menguap dan berkata, “Saat musim dingin tiba, aku hanya ingin tidur.”

Zhou Sheng dan Yu Hao benar-benar sangat kelelahan hari itu. Saraf mereka selalu tegang, terutama saat mereka bercakap-cakap dengan Shi Ni. Mereka sepenuhnya fokus untuk mengamati emosinya sepanjang waktu dan semua yang mereka katakan diucapkan dengan hati-hati, jadi mereka merasa seperti baru saja selesai berperang.

Zhou Sheng berkata, “Perhatikan apa yang terjadi di dalam, aku akan tidur sebentar.” Dan saat dia berbicara, dia berbaring di bangku panjang dan menggunakan paha Yu Hao sebagai bantal. Yu Hao menyelimutinya dengan jaket sebelum dia berbalik dan melihat ke dalam.

Ketika Zhou Sheng tertidur, seolah-olah seseorang mengatakan ‘satu, dua, tiga’ dan aura yang mengelilingi tubuhnya lenyap tanpa jejak dalam sekejap. Saat dia menutup matanya, Zhou Sheng tiba-tiba tampak seperti pria besar yang agak kekanak-kanakan, dan bekas luka dangkal di alisnya juga semakin cerah. Ro3Pdh

Yu Hao terbangun sekali tadi malam sebelum bermimpi sepanjang sisa malam itu, jadi dia juga sangat mengantuk sekarang. Namun, dia harus memaksakan diri untuk tetap terjaga dan menunggu Shi Ni keluar. Rasa kantuk menyerangnya terus-menerus, yang menyebabkan kelopak mata atas dan bawahnya terlibat dalam pertempuran yang tidak pernah berakhir. Dengan demikian, kepalanya akhirnya terkulai saat dia mempertahankan postur duduknya. Dia meletakkan satu tangan di dada Zhou Sheng dan hendak tertidur ketika dia tiba-tiba menerima pesan singkat dari Chen Yekai.

【Sedang tidak di asrama? 】

Yu Hao tanpa sadar melihat waktu. Ini baru jam 6 sore, jadi seharusnya tidak ada pemeriksaan asrama sekarang ‘kan? Dia segera membalas pesan Chen Yekai dan memberitahunya bahwa dia baru saja selesai belajar dengan Zhou Sheng.

【Hari ini Natal, jadi aku ingin mentraktirmu makan malam nanti. Dan menggunakan kesempatan ini untuk menanyakan beberapa hal lainnya juga. 】 baOmqJ

Shi Ni sudah keluar. Yu Hao dengan cepat berbalik dan melihat Shi Ni yang tampak mengerutkan kening, “Pengasuhku memberi tahu Ayah kalau aku belum pulang sepanjang hari. Apa yang harus aku lakukan?”

Yu Hao mengambil ponsel Shi Ni dan merenung sejenak, dia tidak pandai berbohong. Zhou Sheng bangun dan berkata, “Aku akan mengirimkan gambar. Kamu hanya perlu mengatakan kalau kamu membelikannya hadiah Tahun Baru di jalan komersial di seberang jalan, lalu minta dia memilih salah satu.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Huang Ting mengambil laporan pemeriksaan dan keluar. Dia melihat mereka bertiga sebelum berkata, “Ayo pergi, kita akan kembali bersama untuk mengajukan kasus dan mencatat kesaksianmu.”

Yu Hao tahu bahwa laporan pemeriksaan ini akan sangat berguna. Huang Ting mencari seorang petugas wanita, dan setelah mereka bertiga selesai merekam kesaksian mereka, dia menyuruhnya untuk segera menanganinya karena ini adalah kasus yang mendesak. Mereka perlu mengadakan pertemuan tentang ini di malam hari. q8Rn3x

“Di mana dia akan tinggal malam ini?” Zhou Sheng berkata.

“Rumah.” Huang Ting berkata, “Telepon ayahmu menggunakan telepon rumahmu dan katakan padanya kalau kamu pulang.”

“Tapi aku ……” Shi Ni agak ragu sebelum dia bertanya, “Apa kamu bisa menginap di rumahku malam ini?”

Yu Hao memandang Huang Ting untuk meminta pendapatnya. Huang Ting berkata, “Kami tidak bisa ikut campur dalam hal itu, itu terserah padamu.” RakzwH

“Aku akan menemanimu ba.” Yu Hao segera berkata, “Aku akan tidur di ruang tamu rumahmu malam ini.”

Huang Ting berkata, “Nini, tinggallah di rumah dan jangan pergi kemana-mana. Kunci pintunya. Aku akan periksa penerbangannya, dan jika semuanya berjalan lancar, aku akan memberi tahu paman dan bibimu untuk datang ke sini besok. Lusa, kita akan berjaga di bandara pada pagi hari; setelah dia turun dari pesawat, kita akan membawanya kembali ke kantor polisi dulu. Mulai saat itu dan seterusnya, kamu akan aman.”

Ketika mereka mendengar ini, ketiganya menghela napas lega.

Zhou Sheng berkata, “Aku juga akan pergi ke bandara lusa.” Nvo9On

Huang Ting berpikir sejenak. Dia tidak menjanjikan apa pun saat dia berkata, “Kita lihat saja.”

“Ayo kita habiskan coklat ini.” Yu Hao berkata pada Shi Ni.

Shi Ni mengambil satu potong, Zhou Sheng mengambil satu potong, dan Yu Hao mengambil satu potong. Huang Ting secara alami tahu apa maksud Yu Hao, tapi dia hanya bisa melambaikan tangannya saat dia berkata, “Ini adalah tugasku, untuk kalian saja. Selama beberapa hari ini, kalian semua harus selalu mengaktifkan ponsel agar kita bisa tetap berhubungan kapan pun diperlukan.”

lb4Vn

Translator's Note

Dari anime Neon Genesis Evangelion.

Translator's Note

seperti ini .

Translator's Note

Game Time Card (GTC, juga disebut kode waktu permainan) umumnya mengacu pada kode sekali pakai yang memungkinkan kamu untuk berlangganan waktu untuk permainan tertentu.

Translator's Note

Rusa.

Translator's Note

The Eye of Sauron/Mata yang Melihat Segalanya di LOTR. Melambangkan kemampuan Sauron untuk mengetahui segalanya/memiliki pengetahuan tentang segalanya/bisa menyerang pikiran orang lain.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment

  1. Zhou Sheng mancing Yu Hao banget wmwkwkww dia kayaknya udah suka Yu Hao juga ya dari chap kemaren2 waktu dia jalan sama cewe trus ketemu Yu Hao