English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh19 - Aplikasi

5 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Agar hotel kolam air panas dapat menjadi sanggraloka, lingkungan alamnya sudah pasti kualitas yang terbaik. Matahari dari luar jendela masuk ke dalam hotel, diiringi dengan hembusan angin pegunungan yang meniup masuk udara segar dan bersih dari hutan pegunungan. Jika mereka benar-benar seorang tamu, mereka tak akan bisa menahan diri untuk tidak keluar dan menghirup udara segar saat itu.

Sayangnya, para pemain tidak memiliki keinginan untuk menikmati udara segar; mereka sibuk mencari kesempatan untuk bertahan hidup. 7Kp2wA

Anehnya, lima orang lainnya yang mengaku datang untuk reuni ternyata juga tak berencana menikmati alam. Selama diskusi para pemain, Xiao Lan mengetahui secara mengejutkan, bahwa tidak satupun dari mereka melihat orang dari kelompok alumni pergi keluar.

Gu Shengan bahkan berkata bahwa mereka kembali ke kamar setelah sarapan, lalu tidak keluar lagi setelah itu.

Please visit langitbieru (dot) com

Apa yang sedang mereka lakukan?

Para pemain pun berpisah untuk mencari petunjuk. iOF6gw

Xiao Lan menggendong Luo, berencana untuk meminjam kekuatannya untuk mencari tahu apa yang sedang dibicarakan orang-orang dari kelompok alumni. Tanpa diduga, Xiao Lan baru saja naik ke atas, ketika dia bertemu dengan mantan wali kelas Yang Degao yang keluar dari toilet; ditambah lagi, dia juga sendirian. 

Xiao Lan menunjukkan senyuman khas ‘siswa teladan‘ yang paling disukai para guru. “Halo, Guru Yang.”

Ketika Yang Degao melihat bahwa orang itu adalah pemuda kulit putih dan tampan yang tersenyum cerah, bahu tegangnya sedikit mengendur dan dia mengangguk ke arah Xiao Lan. “Halo.”

Xiao Lan menunjuk ke luar jendela, “Guru Yang, cuaca hari ini cukup bagus, dan udara segarnya sangat baik; apakah kamu tidak akan keluar untuk jalan-jalan?” teu5oi

Yang Degao memberikan senyuman palsu, “Hehe, aku sudah lama tidak melihat murid-muridku. Kami sedang mengenang masa lalu.”

Xiao Lan: “Hubungan murid-guru kalian sangat baik.”

“Itu benar, cukup—cukup bagus ne.” Yang Degao masih menunjukkan senyuman di wajahnya, tapi tatapannya terus-menerus menuju ke kamar, menunjukkan ketidak sabarannya untuk pergi. “Untuk tetap mengingatku setelah sepuluh tahun, mereka semua anak-anak yang baik.”

Xiao Lan memperhatikan perubahan kecil yang ditunjukkan dalam ekspresi Yang Degao. “Kalau begitu, siswi yang ada di ponsel kemarin pasti murid Guru Yang juga, kan?” lE0IcU

Begitu kalimat ini keluar, rona kulit Yang Degao langsung berubah. Tiba-tiba dia gemetar seolah-olah terkena sengatan listrik, tubuhnya tanpa sadar bersiap untuk mengambil posisi defensif.

Seolah menyadari bahwa reaksinya berubah terlalu drastis, Yang Degao memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegak dan menggenggam tangannya di belakang punggung sambil mengerutkan dahi untuk menunjukkan sikap seorang guru. “Anak muda, terkadang tidak baik kalau terlalu penasaran.”

Xiao Lan berpenampilan sangat polos. “Aku lihat mereka semua mengenali siswi itu tapi tidak mengundangnya ke pertemuan ini. Aku berasumsi bahwa hubungan mereka tidak baik; siswi itu tampak sangat menyedihkan, ah.”

Namun Yang Degao menunjukkan ekspresi yang tidak dapat dipahami, “Jangan menilai buku dari sampulnya; bagaimana kamu tahu jika seorang korban benar-benar seperti apa yang terlihat?” HzqVUI

Dengan kalimat itu, tanpa menunggu jawaban Xiao Lan, dia langsung pergi ke kamarnya tanpa pamit terlebih dulu.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Apa maksud dari perkataannya? Apakah dia memberi petunjuk bahwa sebenarnya yang bersalah adalah Gu Mo? Atau mungkin dia dengan sengaja menyesatkan Xiao Lan?

Zfiltja yjtkj alvjx jvj bgjcu vl rfxlajgcsj, Wljb Ojc wfifajxxjc Oeb vl ijcajl. Djsjcujccsj vljw-vljw wfcsereq xf yfyfgjqj gejcujc wfijiel mfijt qlcae, ijie wecveg rfafijt yfyfgjqj rjja.

Oeb wfibwqja xf yjte Wljb Ojc vjc wfcvfxjaxjc vlgl xf afilcujcsj ecaex yfgxjaj vfcujc afcjcu, “Kejc, wfgfxj rfwej jvj vl xjwjg wjrlcu-wjrlcu vjc vevex vljw.” Ta2fBA

Xiao Lan bahkan menjadi semakin bingung. Apa yang sedang orang-orang ini lakukan? Yang Degao mengatakan bahwa mereka sedang mengenang, tetapi mereka masing-masing berada di ruangan yang terpisah; metode mengenang macam apa ini?

Langit Bieru.

Saat makan malam, para pemain pergi ke ruang makan.

Makan malam hari ini sama mewahnya dengan kemarin dan lima orang alumni yang berkumpul di meja sebelah sudah lama tiba dan saat ini mereka sedang duduk dengan rapi dan teratur. Mereka bahkan membuka satu botol alkohol yang kelihatannya cukup mahal dan makanan di depan mereka tampak jauh lebih berkelas dari apa yang akan dimakan para pemain. P1LvbZ

Para pemain sudah menyantap separuh hidangan mereka, ketika orang-orang di meja sebelah tiba-tiba datang dengan antusias untuk bersulang.

Fu Wenbo memegang dua gelas alkohol, dan memberikan satu kepada Xiao Lan. “Ayo, ayo, ayo, kita disatukan oleh takdir, datang ke hotel ini untuk berlibur pada saat yang sama. Izinkan aku untuk bersulang denganmu.”

Xiao Lan menilainya. Senyuman di wajah Fu Wenbo tampak agak kaku, seolah-olah dia membutuhkan banyak energi untuk mempertahankannya.

Di bawah tatapan Xiao Lan, bibir Fu Wenbo berkedut sambil dia dengan memaksakan diri untuk terus tersenyum. Hanya setelah Xiao Lan mengulurkan tangan untuk menerima gelasnya, barulah dia diam-diam menghela nafas lega. xA6lNG

Xiao Lan memberikan alkoholnya kepada Luo tanpa mengedipkan matanya. Setelah memeriksa alkohol, Luo mengangguk padanya, menunjukkan bahwa tidak ada zat tambahan di dalamnya. Namun, Xiao Lan masih berpura-pura dan tidak minum alkohol tersebut.

Ini adalah dunia yang penuh dengan setan dan monster. Mungkin tidak ada makhluk berbahaya lain, tapi tidak berarti bahwa tidak ada jebakan yang tak terlihat atau tak bisa disentuh.

Ketika Xiao Lan meminum alkohol, Fu Wenbo menatapnya tanpa berkedip sampai dia melihat tegukan palsunya; baru setelah itu dia menunjukkan senyuman gembira dan dengan tulus berkata, “Senang sekali aku bisa mengenalmu!”

Xiao Lan memberinya senyuman yang tak dapat diartikan, “Demikian juga denganku.” BmCj4W

Setiap pemain terlihat sedang bersulang; ditambah, semuanya satu lawan satu menurut jenis kelamin. Selain Fu Wenbo dan Xiao Lan, Cheng Lang bersulang dengan Gu Shengan, Yang Degao kepada Zhao Fan, dan Du Yuhui dan Zhang Jie masing-masing ke Liu Yiyi dan Tong Qing.

Sepertinya semua pemain minum, tetapi sulit untuk mengatakan apakah mereka benar-benar meminumnya.

Liu Yiyi, yang menjadi sangat aneh hari ini, memberi Du Yuhui senyuman yang bermakna setelah meminum alkohol yang telah ditawarkan padanya; tatapannya yang tidak berkedip terlihat menakutkan.

Bahu Du Yuhui gemetar di bawah tatapan itu, dan dia menemukan alasan untuk melarikan diri membawa aura kekalahan. sn5wmd

Malam.

Xiao Lan sedang duduk bersila di tempat tidur saat dia merenungkan informasi yang ia peroleh hari ini sambil memikirkan cara untuk mengelabui Luo agar Luo memperlihatkan perutnya yang berbulu untuk diraba oleh Xiao Lan.

Lebih dari sepuluh menit kemudian. ZfW4 R

Pada akhirnya, di bawah usaha Xiao Lan yang tak ada hentinya, cakar jahatnya akan meraih perut berbulu dan lembut itu—

“Tik tik—”

Story translated by Langit Bieru.

Suara air tiba-tiba terdengar.

Xiao Lan dengan kesal menarik cakarnya dan melihat ke arah suara itu. VFHf6o

Suara itu datang dari salah satu sudut di atas pintu.

Noda air telah muncul di plafon pada suatu waktu, dan menyebar ke luar secara tidak masuk akal sembari perlahan-lahan membesar. Ketika noda itu bertambah besar, tetesan air sedikit demi sedikit menetes dari bagian tengah dan membuat suara saat menyentuh lantai kayu.

Dan ketika noda di plafon melebar, garis luarnya menjadi lebih jelas. Bentuk tak jelas itu secara bertahap memanjang dan menjadi wujud seorang wanita dengan rambut panjang yang menjuntai, dan bahkan kesepuluh jarinya akan segera muncul.

Xiao Lan menatap noda air itu sambil mengerutkan dahi. “Atapnya bocor. Melihat seberapa cepat noda air itu menyebar, kita tidak akan bisa tidur malam ini, ah…” l0VojD

Xiao Lan langsung melompat dari tempat tidur, memakai sandalnya, dan keluar melalui pintu, meninggalkan noda air di plafon yang belum sepenuhnya terbentuk. Luo menjentikkan ekornya dan dengan cepat melompat keluar untuk mengikuti jejak Xiao Lan.

Noda air yang tertinggal:…

Kalian melihatku, ah! Apakah aku tidak menakutkan?! Beri waktu lima menit lagi, aku jamin kalian akan mengalami sesuatu yang belum pernah kalian alami sebelumnya!!

Xiao Lan keluar dan menemukan tas perkakas sebelum dia kembali. hAFDJm

Dia mengabaikan noda air menyeramkan yang semakin bertambah di atas kepalanya, dan langsung menuju ke katup utama pipa air di kamar—dan mematikannya. Dia bahkan sedikit memperbaiki katup kuno itu, kemudian ia menambahkan beberapa lapisan plastik penahan air agar tidak bocor lagi pada pipa tua yang berada di sebelahnya.

Sebagai orang miskin yang sepanjang tahun tinggal di rumah-rumah tua yang hanya menunggu waktu untuk dihancurkan, memperbaiki pipa air bukanlah hal yang luar biasa. Kadang-kadang, ketika dia benar-benar tidak punya waktu, cara paling sederhana adalah – matikan katup utama.

Xiao Lan keluar untuk memeriksanya. Mn, benar saja, airnya tidak menetes lagi.

Luo memiringkan kepalanya, “Tuan, bagaimana anda tahu cara ini efektif?” IvRZd7

Xiao Lan: “Dia membuang begitu banyak tenaga untuk membuat noda air di atap; dia mungkin harus menggunakan metode ini agar bisa keluar, jadi aku berpikir apa yang akan terjadi jika pipa air dimatikan.”

Luo: “Bagaimana jika metode tuan tidak berhasil?”

Xiao Lan tampak berani dan percaya diri. “Kalau begitu lari saja, ah. Lihat, dia sangat lambat saat membuat noda air, dia pasti tidak bisa lari cepat.”

Luo : “…” JELRPY

Luar biasa. Jadi kita lari saja kalau tidak bisa mengalahkan mereka ya?

Tepat pada saat itu, ponsel yang ditinggalkan Xiao Lan di samping tempat tidur tiba-tiba menyala. Sebuah aplikasi berwarna merah darah muncul di layar yang diselotip. Jelas tidak ada yang menyentuh ponsel itu, namun aplikasi tersebut aktif dengan sendirinya. Lalu—

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lima detik berlalu …

Sepuluh detik berlalu … 8Mzk5j

Tiga puluh detik berlalu …

Aplikasinya sedang melakukan usaha yang terbaik agar bisa mulai, tetapi layar utama ponsel masih tidak dapat berjalan.

Setelah itu, layarnya berkedip-kedip, dan ponsel yang lusuh ini otomatis mati, tidak mampu menanggung beban aplikasi yang berat…

Apa yang sedang terjadi saat ini? L4rxYE

Xiao Lan menggaruk kepalanya. “Maaf ah, ponselku ini adalah ponsel KW yang aku dapat dari lotere supermarket beberapa tahun yang lalu. Aku bahkan tidak bisa menggunakan WeChat dengan normal dan hanya ada fungsi telepon, pesan, dan senter yang bisa dipakai…”

Aplikasinya mati sendiri.

Namun orang ini bahkan menambahkan, “Bagaimana kalau menunggu lima menit, dan coba lagi saat restart?”

Aplikasi : … u3X5F1

Sial!! Apakah kamu akan mati jika membeli ponsel baru?!!!


Author ingin mengatakan sesuatu :

Ponsel KW: Salahkan aku lo.

ZVqs5B

Translator's Note

tanpa rasa khawatir / tidak menunjukkan sedikit pun respons emosional

Translator's Note

tampilan visual pada hpny

Translator's Note

palsu

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

5 comments

  1. Hahahaha udh yg ini GK ush dgangguin ..
    Lebih takut dengan kemiskinan drpd dengan hantu