English

Penipu UlungChapter 1

3 Comments

Pang Zi!” Lu Qing jia menuangkan air hangat ke dalam gelas di atas meja, dia dengan hati-hati dan sungguh-sungguh menepuk bahu Pang Zi: “Apakah kamu baik-baik saja?”

Sapaan sopan semacam ini jarang terjadi di antara mereka yang tidak bermoral ini. Kapanpun babi ini datang, dia selalu bergegas ke arah kulkas. Lu Qingjia hanya perlu menjamunya jika tidak ada cukup makanan di dalam kulkas. 52ujsn

Pang Zi tidak terlihat seperti penampilannya yang biasanya. Matanya cekung, jiwanya lesu, dan seluruh tubuhnya tampak seperti seekor burung yang terkejut.

Terlebih lagi, Pang Zi yang memiliki berat badan 200 jin bulan lalu menjadi lebih kurus hingga dia tidak lagi terlihat seperti manusia dan lebih seperti zombie.

Story translated by Langit Bieru.

Jika bukan karena tumbuh besar bersama dan bau busuknya yang ia kenali, Lu Qingjia tidak akan mengidentifikasi hantu di hadapannya ini sebagai gumpalan lemak yang biasa dia kenal. 

Lu Qingjia menghela nafas, dia membenci besi karena tidak menjadi baja. Dia berkata: “Aku kan sudah bilang, hard disk T-mu sudah tua. Kamu harus menghapus beberapa file. Kau lihat–”  kxg9Jd

“Enyah!” Pang Zi memutar matanya dan berkata: “Laozi akan membawanya ke kuburan.”

Lu Qingjia tersenyum: “Itu tidak perlu. Saudaraku, beberapa lusin boneka kertas bukanlah masalah, tidak peduli fisik mereka. Aku jamin kamu tidak harus membayarnya sendiri.”

Ini mengejutkan pang Zi: “Ah, ternyata tidak seburuk itu meninggal.”

Lu Qingjia mengubah kata-katanya lagi: “Aku hanya akan membakar boneka laki-laki.” SQMK6I

Membayangkan kematiannya, Pang Zi merasa merinding di sekujur tubuhnya: “Kamu tidak akan membakar jenis yang kamu suka, kan? Jika kamu melakukannya, aku hanya bisa menyimpan boneka kertasnya untukmu dan masih berhutang padamu.”

Melihat Pang Zi sudah pulih kembali, Lu Qingjia dengan sungguh-sungguh bertanya: “Ada apa denganmu?”

Mendengar itu, Pang Zi kembali tegang. Meski gemetar, dia mengeluarkan uang seratus yuan dari dalam sakunya. 

Awalnya Lu Qingjia ingin bertanya apakah waktunya terbatas dan karena itu ia datang untuk menyerahkan warisannya. Namun, sebelum dia sempat berbicara, dia memperhatikan bahwa kertas uangnya berbeda. Uang kertas itu kelihatannya mirip dengan yuan, tetapi pada cetakannya tertulis【XX bank Hades】. sQreWv

Lu Qingjia memeriksa kertasnya. Jika bukan karena kata-kata tersebut, uang ini pasti akan terlihat asli. 

Pang Zi menjelaskan masalahnya sambil menangis. 

Setelah lulus, Lu Qingjia mewarisi sebuah tempat dari paman pihak ibunya dan akhirnya pindah ke tempat indah itu dan membuka sebuah farmhouse di sana sementara Pang Zi tetap tinggal di sini dan menjadi guru sekolah dasar. 

Liburan musim panas ini, yaitu awal bulan lalu, Pang Zi mengajak beberapa rekannya untuk bermain keluar.  swSOMr

Mereka pernah pergi memancing sekali. Pang Zi hampir tenggelam saat berenang. Untungnya, mereka bisa menyelamatkannya. Meskipun mereka semua panik, selain memperingatkan Pang Zi, mereka kemudian tidak lagi peduli dengan kejadian ini, bahkan Pang Zi sendiri. 

Setelah seminggu, Pang Zi mulai mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya, sejumlah uang muncul entah dari mana dan seorang wanita tua datang setiap malam untuk menipunya. Semakin dia kehilangan uangnya, kesehatannya juga semakin memburuk. 

Efek semacam ini tidak bisa dijelaskan. Tidak hanya kesehatan fisiknya, tetapi kesehatan mentalnya juga mulai memburuk. Perubahan itu dapat terlihat jelas bahkan dengan mata telanjang. 

Singkatnya, ia beralih dari 200 jin ke penampilannya yang seperti tiang saat ini. Hal itu tidak terjadi dalam jangka waktu satu bulan saat Lu Qingjia pergi, tetapi hanya dalam beberapa hari.  5mDoHY

Pang Zi menangis sambil berkata: “Pertama kali aku bangun, aku sangat senang saat mengetahui aku kehilangan hampir 30 jin, lalu aku pun mengeluarkan uang dari saku. Uang itu adalah jumlah yang tersisa dari mimpiku.” 

Ini bahkan dapat membuat orang yang tak berperasaan takut sampai mati. Setelah berhari-hari melewati jurang penderitaan ini, Pang Zi akhirnya sudah mendapat dugaan tentang hal ini.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Uang ini adalah hidupku. Jika uang ini habis, maka hidupku akan berakhir.” Pang Zi mulai terlihat berantakan. Dia mencengkeram kulit kepalanya: “Aku ingin menyimpan kertas uangku yang terakhir, tapi ternyata sudah terlambat.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Wanita tua itu menjadi semakin keras kepala dan tidak masuk akal. Awalnya, aku hanya melihat dia di dalam mimpiku, tapi sekarang aku melihatnya di mana-mana. Di jalanan, di cermin, di bawah tempat tidur, dan kemarin ketika aku pergi buang air dan mengangkat tutup toilet, dia ada di dalam toiletnya. Setiap kali dia muncul, dia selalu meminta uangku.” EhDMAN

“Alxj lcl afger yfgijcpea, jxe qjral jxjc wfcpjvl ulij rfyfiew jxe wjal.” Ujcu Il yfgxjaj, ijie vlj wfcutjvjq xf jgjt Oe Hlcuplj vjc yfgxjaj ijul: “Cxtlg-jxtlg lcl jvj rejgj rjwjg vl vjijw xfqjijxe sjcu wfwyfglajtexe yjtkj rfwej lcl afgpjvl xjgfcj lcrlvfc afcuufijw kjxae lae.” 

“Ckjicsj, xeqlxlg jxe ylrj xfwyjil xf tlveqxe, ajql wfcegea jqj sjcu vlxjajxjc qfgwjlcjc, lcl rfwej tjcsjijt afr rfifxrl.” 

“Tes seleksi?” Lu Qingjia bertanya. 

Dengan kata lain, teror dan penyiksaan yang dialaminya sekarang ini hanyalah permulaan.  pvdfQE

Pang Zi meraih Lu Qingjia seperti ialah satu-satunya yang bisa mengakhiri deritanya ini dan berkata: “Saudaraku, dari semua orang yang aku kenal, kamu adalah yang paling cerdas. Tolong aku.” 

“Pendeta Tao, biksu Buddha, aku telah mencoba semuanya, aku berganti dari satu ke yang lainnya seperti ayam tanpa kepala. Semuanya ternyata hanya penipuan. Aku hanya bisa datang ke sini untuk meminta bantuan.” 

Lu Qingjia memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, tetapi dia tidak memiliki banyak teman sejati. Pang Zi adalah salah satunya. 

Ketika Lu Qingjia meminta bantuannya, Pang Zi tidak akan segan-segan. Secara alami, Lu Qingjia harus menjadi setia dan membalas budinya.  46rwSa

Dia menghibur Pang Zi dan mereka pun berdiskusi tentang hal ini, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke tepi danau keesokan paginya. Lu Qingjia kemudian menenangkan diri dan mengirim pulang temannya yang kelelahan secara fisik dan mental ini. 

Sebelum mengirimnya keluar, Lu Qingjia menyuruh Pang Zi untuk menyerahkan sisa uang kertasnya. Menurut kata Pang Zi, permainan ini berkaitan dengan kehidupannya. Dia tidak berani membuang atau menghilangkan uangnya. Tanpa diduga, Pang Zi menyerahkannya ke Lu Qingjia. Dia mempercayai Lu Qingjia.

Lu Qingjia tidak dapat memahami apa pun dari uang kertas itu. Ketika tiba waktunya makan malam, Pang Zi tidur dengan nyenyak, mungkin ini karena dia tidak lagi membawa uang tersebut. 

Berselancar di internet tanpa hasil, Lu Qingjia pun akhirnya tertidur. Dia tiba-tiba berada di terminal bus pada larut malam.  as0trS

Tempat ini sepi, tanpa bangunan yang bisa terlihat. Perbukitan di kejauhan terjun ke dalam hutan belantara di malam hari. 

Papan informasi terlihat sudah tua, nama stasiun yang dia berada【Stasiun Shan Wei Po】 ditulis dengan huruf tradisional. Stasiun-stasiunnya dari awal hingga akhir semuanya memiliki nama yang menakutkan. Mereka menyebut stasiun terminalnya【gerbang ke neraka】 

Lu Qingjia tahu dia telah memasuki alam mimpi. Semua ini adalah mimpi sadar (lucid dream), tapi ini terasa terlalu nyata. 

Lampu jalan tua berwarna kuning yang tidak jauh dari tempat parkir bus sesekali berkedip. Hal itu membuat mata menjadi tidak nyaman tetapi juga menerangi jalan.  LFqcQf

Di belakang halte bus, ada sebuah toko kecil, seukuran rumah satu lantai, toko itu masih buka hingga larut malam. Lu Qingjia dapat melihat seorang pria paruh baya yang menjaga toko dengan kantuk di belakang kasir di sisi lain dari kaca toko. 

Papan iklan merah bertuliskan【Jaringan Supermarket Qi Si Ba Hades】 bersinar redup seolah-olah ingin menakuti para pejalan kaki sampai mati.

Story translated by Langit Bieru.

Lu Qingjia mengeluarkan uang bernominal 100 dari sakunya. Benar saja, dia membawa uang Pang Zi ke dalam mimpi. Hanya saja ekspresi kebajikan kakek mao berubah menjadi ekspresi licik. 

Bagus, Lu Qingjia awalnya curiga apakah Pang Zi dapat memberikannya informasi yang penting atau tidak. Tetapi, ternyata dia bisa menemukannya sendiri.  guxEXk

Dia mengembalikan uang itu ke dalam sakunya dan hendak pergi ke toko. Saat dia berbalik, seorang wanita tua tiba-tiba muncul di hadapannya. 

Rambut wanita tua itu tipis, memperlihatkan setengah dari kulit kepalanya dan bekas luka-lukanya. Dia memiliki wajah seperti kulit jeruk kering, matanya cekung dan terkulai, tampangnya galak dan rakus. 

Bertemu dengan Lu Qingjia dan bukan si gendut, dia pun terkejut. Tampang galaknya memudar, lalu dia dengan ramah memberinya senyuman yang tidak enak dipandang. 

Dia memperlihatkan gigi hitamnya dan memasang ekspresi menyedihkan. Dia berkata: “Anak muda, nenek tidak punya cukup uang untuk menaiki bus. Bisakah kamu meminjamkan nenek 2 yuan?”  EbtzVx

Lu Qingjia menganggap dirinya berusia sekitar pertengahan 20-an. Apakah dia terlihat seperti sasaran yang empuk untuk ditipu?

Sejak dia masih kecil dia tampak seperti anak yang lucu dan penurut, sementara sebagai orang dewasa dia tampak seperti anak muda yang energik dan tampan yang tidak pernah mengalami kejahatan dunia, terlindung seperti bunga di rumah kaca, sasaran empuk bagi para penipu dan pembohong. 

Namun, siapa pun yang berpikir untuk menipu dia menangis sampai bahkan air matanya cukup untuk mencuci mukanya sendiri dan menjadi sadar, sementara walaupun Pang Zi tidak terlihat seperti orang yang baik, dia berhati lembut dan sering membantu orang lain. 

Bertemu situasi yang ia kenali dalam mimpi, meski agak tidak realistis. Tidak heran mengapa Pang Zi ditipu pada awalnya.  FjncJL

Lu Qingjia tersenyum ke arah wanita tua itu, dia berkata: “Maaf, aku tidak punya uang kecil,” dan menunjuk ke arah toko, dia berkata: “Mereka seharusnya memilikinya. Kamu bisa pergi bertanya kepada pemilik di sana, dia pasti punya beberapa uang kecil.” 

Mendengar apa yang dikatakan Lu Qingjia, wajah tua nenek itu berubah. Nenek tua itu meludahi Lu Qingjia dan mengarahkan jarinya ke arahnya serta memarahinya: “Dua yuan adalah jumlah yang kecil. Kamu terlalu pelit jika kamu bahkan tidak bisa meminjamkanku sebanyak itu. Aku adalah orang tua. Aku lapar, kedinginan, dan sendirian di malam hari. Aku bahkan tidak memiliki cukup energi untuk berdiri dan kamu tetap mengusir aku. Bagaimana jika ibumu atau nenekmu yang menggantikan aku? Adakah orang yang bisa berlaku sedingin ini?”

Meskipun wanita tua itu terlihat seperti baru merangkak keluar dari kuburan, mulutnya masih tajam seperti penipu ulung di dekat halte bus yang menipu siswa untuk mendapatkan uang mereka. 

Jika kamu pernah setuju untuk meminjamkan uang kepada mereka hanya karena demi kebaikan, mereka akan meningkatkan jumlah uang tersebut dengan mengatakan bahwa kamu salah dengar. Mereka mengenakan topi moral yang tinggi atau mereka bahkan akan mempertaruhkan moralitas mereka. Biasanya anak-anak muda berkulit tipis, cara seperti ini sudah teruji oleh waktu.  kxC lV

Lu Qingjia tidak memperhatikannya. Dia hanya bermaksud untuk mencoba karena kebetulan, tetapi melihat wanita tua itu bereaksi, dia yakin—— 

Nenek itu tidak berani untuk memeras si pemilik toko. Berdasarkan namanya, tampaknya toko itu bukan toko kecil dan karena toko itu termasuk dalam jaringan supermarket, mereka pasti toko berskala besar. Bahkan mungkin mereka termasuk perusahaan negara. 

Lu Qingjia memiliki mata yang bagus dan terlatih. Dia bisa melihat sebagian besar barang di dalam toko melalui pintu masuk yang terbuka lebar. 

Selain kebutuhan sehari-hari, biji-bijian, minyak, sembako dan alat tulis, juga terdapat dupa, uang kertas, tiruan emas batangan, lilin, bahkan boneka kertas, kendaraan kertas, dan apartemen kertas di pojok ruangan.  b5Rx7h

Dia lalu tanpa kata atau gerakan, menarik pandangannya dari toko itu dan seolah-olah menyangkal tuduhan wanita tua itu, dia segera mencela: “OK OK OK, aku akan meminjamkannya, aku akan meminjamkan uangnya kepadamu, oke?” 

Seolah merasakan tatapan Lu Qingjia, salah satu mata boneka kertas itu tampak bergerak, lalu berkedip ke arah Lu Qingjia. Pemandangan itu terasa aneh dan sedikit lucu. 

Please visit langitbieru (dot) com

Dia mengeluarkan uang seratus yuan dan bergumam: “Aku tidak bisa memberikan semuanya padamu, hanya sebanyak ini yang tersisa.” 

“Bagaimana kalau begini, aku akan membeli sebotol air dari toko itu dan melihat apakah aku mendapatkan uang kembali? Kamu tunggu aku di sini, oke?”  nR9sTP

Mendengar ini, nenek tua itu langsung berkata, “Hei, aku lapar dan haus. Anak muda, kamu sangat baik hati. Tidakkah kamu akan membelikanku sesuatu untuk dimakan?” 

“Oke, aku akan membelikanmu roti dan air mineral.” 

“Aku juga akan ikut denganmu, kamu tidak tahu apa yang aku suka makan,” wanita tua itu bersikeras untuk mengikutinya. 

Lu Qingjia tidak punya pilihan lain selain setuju. Dia tersenyum canggung. Mata Lu Qingjia penuh keyakinan; sedikit keceriaan melintas di kedua matanya. Dengan hati yang penuh dengan percaya diri, nenek tua itu gagal untuk menyadarinya.  kFinW9

Toko itu kurang dari 50 meter dari halte bus, hanya beberapa langkah jauhnya. 

Lu Qingjia mengetuk layar kaca toko itu dan bertanya kepada lelaki tua yang mengantuk: “Bos, aku harus membeli sesuatu.”

Menjelang tatapan mendesak wanita tua itu, dia berkata: “Nenek, kamu dapat memilihnya sendiri, ingatlah untuk tidak mengambil terlalu banyak. Aku hanya membawa sedikit uang.” 

Ketika nenek tua itu mendengar kata-katanya, seolah-olah itu melepaskan semua batasan padanya. Nenek tua itu bergegas masuk dan menyapu setiap rak demi rak dengan sekuat tenaga.  k36gtB

Apa yang dikatakan Lu Qingjia tidak penting, nenek tua itu masih terlihat seperti dia akan mengosongkan semua isi toko. 

Rencana nenek tua itu sangat sederhana. Mengandalkan Lu Qingjia yang masih belum memahami niatnya, dan merugikannya, semakin rugi semakin baik. Semakin banyak barang yang ia ambil, semakin banyak uang yang hilang. 

Nenek tua itu mengambil banyak barang. Jika Lu Qingjia tidak melunasi tagihannya, dia akan membuat keributan dan berguling-guling di lantai. Selama Lu Qingjia tidak mendapat kesempatan untuk berbicara, nenek tua itu sudah menang 

Melihat situasi saat ini, tidak ada polisi yang akan datang untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Jika ada orang yang mengikutimu, maka pemilik toko pasti akan mengira kalian datang bersama.  tUr9bZ

Wanita tua itu bangga, berseri-seri karena kegembiraan dan matanya memandang dengan rakus pada barang-barang itu. Dia, seolah-olah hidupnya bergantung pada hal ini, makan dan meminum barang-barangnya di tempat. Seolah-olah dia kelaparan selama lebih dari 800 tahun. 

Lu Qingjia berteriak dua kali padanya, memintanya untuk berhenti, dan nenek tua itu bertingkah seolah dia tidak bisa mendengarnya. 

Lu Qingjia menghela nafas tanpa daya. Dia berkata kepada pemilik tokonya: “Cuma bercanda, nenek saya seperti ini. Jangan khawatir, kami ingin semua yang dia ambil.” 

Dia menyerah untuk menjelaskan dirinya sendiri, bertindak seolah-olah menjelaskan kepada si pemilik toko sekarang akan sia-sia: “Lupakan, beri aku dua batang rokok China.”  NKJ4Av

Setelah mendengar ini, bos itu menatapnya. Saat ini, tidak ada banyak perbedaan antara penampilan Lu Qingjia pada siang hari dan sekarang

Dia mewarisinya dari pamannya. Meskipun dia hanya bisa bersembunyi di pedesaan, keterampilan menghasilkan uangnya sama sekali tidak buruk. Dia tidak bisa dianggap kaya, tapi dia juga tidak bisa dianggap miskin. 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Pemiliknya mengeluarkan dua batang rokok dari kotak kaca. Di bawah harga pasar, mereka lebih dari seribu. 

Lu Qingjia merobek bungkusan rokok itu dan meletakkan satu batang di antara bibirnya. Dia jelas tentang dua kemungkinan.  8au0Gf

Pertama, pemilik toko tidak terlibat dalam penipuan ini. Kedua, dia tidak tahu tentang para pemimpi. Sejauh ini, toko ini seperti toko biasa lainnya. Para pemimpi adalah pelanggan, tetapi keberadaan nenek tua itu tidaklah sama. Sepertinya ada beberapa batasan padanya. Sesuatu seperti dia tidak bisa memasuki toko ini sendirian. 

Menghubungkan rambu-rambu jalan dan nama toko, Lu Qingjia memiliki tebakan. 

Lu Qingjia menghembuskan asap dan memandang ke wanita tua yang masih berusaha keras untuk menghancurkan toko; menumpuk barang-barang dan bertindak seperti Lu Qingjia akan membayarnya. 

Dia bertanya dengan iseng: “Mobil kertas itu kelihatannya bagus. Saya harus membakarnya untuk kakek saya, bisakah kamu mengambilnya?” bDtlj9

Mereka menumpuk mobil kertas itu bersama dengan boneka dan rumah kertas di pojokan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan bangku untuk menurunkannya. 

Melihat Lu Qingjia murah hati dengan uangnya dan neneknya masih di dalam, pemilik toko itu tidak meragukannya dan berbalik dan naik ke kursi untuk menurunkan mobil kertas. 

Pemilik toko menoleh ke belakang. Dimana anak muda itu? Kedua batang rokok itu juga menghilang. 

Pemilik toko itu menghela nafas, lalu melihat ke arah wanita yang masih menjejali wajahnya. Dia menyusulnya dalam dua atau tiga langkah, meraih tangannya dan bertanya: “Di mana cucumu?”  gfWhHn

Wanita tua itu berkata dengan mulut penuh; “Jangan pedulikan aku, jangan pedulikan aku, seseorang akan segera membayar untukku.” 

Pria itu tersenyum: “Tidak apa-apa jika ada orang yang akan membayar. Sayangnya, anak muda itu sepertinya tidak ada hubungannya denganmu.” 

“Dia mengambil dua batang rokok, tidak banyak, hanya seharga seribu tujuh.” 

Anak muda itu mengambil semua uang yang dia dapatkan dengan susah payah dari menipu si lemak. Nenek tua itu menoleh. Ketika dia hanya melihat udara kosong, itu membuat dirinya tercengang. BSs0dZ

Pang Zi berkata dengan riang: “Seperti yang diharapkan, datang kepadamu adalah keputusan yang tepat. Kemarin, aku tidur nyenyak. Itu adalah salah satu malam langka di mana aku tidak bermimpi. Aku bahkan tidak melihat si nenek tua di cermin saat aku mencuci muka.” 

Lu Qingjia memegang secangkir kopi di satu tangan dan memegang sebatang rokok Cina di antara jari-jari tangan lainnya. Pang Zi tahu orang ini tidak suka merokok, apalagi merek China. Dia bertanya-tanya sejak kapan seleranya berubah.

Kemudian Pang Zi mendengar dia berkata: “Nenek tua itu tidak punya uang untuk membayar barang-barang yang dia beli dan ditahan oleh pemilik toko, tentu saja dia tidak punya waktu untuk pergi mencarimu.” 

Pang Zi: “……?” nTmNvk

Translator's Note

Artinya gendut, disini dia dipanggil Pang Zi biar ada nama aja

Translator's Note

1 jin = 0,5 kilogram

Translator's Note

Lu Qingjia merasa kesal terhadap Pang Zi karena gagal memenuhi ekspektasinya.

Translator's Note

T artinya storage/penyimpanan. Jadi penyimpanannya sudah penuh. Untuk konteks, isi hard disk Pang Zi itu pornografi…

Translator's Note

membakar boneka kertas gunanya untuk mengirim pelayan ke orang-orang yang meninggal.

Translator's Note

menipu biar dapat uang

Translator's Note

tanpa arah dan logika

Translator's Note

Qi= 7 Si = 4 Ba = 8 (bahasa Cina). Pengucapan kata ini mirip dengan pengucapan kata “pergi mati” dalam China

Translator's Note

istilah untuk mata uang China. Dia dipanggil kakek mao disini

Translator's Note

tahu malu atau tahu diri

Translator's Note

dalam beberapa permainan survival, wajah karakter utama akan berubah. Tapi di sini wajahnya di game mirip dengan wajahnya di dunia asli

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

3 comments