English

TelepatiChapter 15

1 Comment
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Si Penyerang bertekad untuk mati. Bahkan jika He Yunting menahan pelayan itu dengan sekuat tenaga, dia tetap akan membanting tubuhnya ke lantai dengan keras, berniat bunuh diri dengan cara yang tragis di depan semua orang.

Akhirnya He Yunting melepaskan tangannya. Anehnya, pelayan itu hanya mengeluarkan suara-suara aneh saat pisau menembus dadanya. Setelah kehilangan kekuatannya, ia jatuh tersungkur di lantai. Gmady

Darah segar memercik di mantel biru He Yunting, dan sepatu bot militer yang dia tidak tahu berapa kali menginjak Lin Han, atau berapa kali Lin Han menginjak sepatunya beberapa menit yang lalu.

Tubuh He Yunting yang tinggi tegap melindungi Lin Han yang berdiri menghadap ke punggungnya. Jas putihnya masih bersih.

Please visit langitbieru (dot) com

Lin Han membuka matanya, hatinya tenang.

Dia menoleh dan mendapati bahwa He Yunting berdiri di depannya untuk mencegahnya melihat si Pelayan bunuh diri, yang sekarang tergeletak di lantai. C5Nxmz

Lin Han tidak begitu penasaran, dan karena kata hati Jenderal yang masih tersangkut di telinganya, jadi dia benar-benar mematuhi perintah He Yunting.

Di sisi lain, para tamu undangan yang menyaksikan pemandangan ini gemetar dan ketakutan, mereka saling berbisik satu sama lain.

“Sangat berani untuk membunuh pada kesempatan seperti itu …”

“Sasarannya adalah Jenderal. Apa yang dia inginkan?” 85ety1

“Untungnya, sang Jenderal bertindak dengan cepat. Ah, membuatku takut dan hampir mati.”

Wajah Wen Tianyao pucat. Dia tidak tahu apakah pelayan itu masih hidup atau sudah mati, lalu menggertakkan gigi dengan sangat marah dan memalingkan wajahnya. Mulutnya terus mengumpat.

Para prajurit yang berjaga segera tiba di tempat kejadian dan mulai membubarkan kerumunan.

Lu Anhe, yang telah menunggu untuk melihat keadaan bosnya, datang dengan cepat. Belum sempat dia bicara, He Yunting langsung memberinnya perintah, “Bawa Tuan Lin ke tempat lain untuk istirahat.” hQ4aiz

Lu Anhe menatap He Yunting yang melepaskan pegangannya pada tangan Lin Han. Dia menahan diri untuk bertanya.

Pada akhirnya, dia tidak mengatakan apapun. Dia memberi Lin Han sebuah senyum ramah: “Mari ikut saya.”

Lin Han tidak melewatkan detail kejadian kali ini. Pertama-tama ia memandangi He Yunting. Walaupun mereka tidak bertatapan langsung, dan hanya garis bahu He Yunting yang lurus dan tegak berdiri.

——Dan tangan kanan yang sedikit gemetar. vsx3Rd

“Oke.” Kata Lin Han setelah memuaskan hatinya.

***

Bagaimanapun, Wen Tianyao adalah pria terhormat. Masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa rencana pembunuhan terhadap jendera yang paling dihormati di kekaisaran terjadi di wilayahnya. Apalagi dia secara pribadi mengundang He Yunting untuk menghandiri acara ini. Hal ini menjadi tanggung jawabnya.

Dia mengusap tangannya yang kaku dan berjalan ke arah He Yunting, “Jenderal, aku sangat menyesal.” Wajah pucat Wen Tianyao belum juga pulih. “Aku tidak menyangka kecelakaan seperti itu. Terlebih lagi, hari ini adalah hari ulang tahunmu. Ini semua salahku. Aku tidak meminta jenderal untuk memaafkanku. Aku bersyukur Anda tidak terluka.” h3a8HK

He Yunting menarik kembali tangan kanannya dan Wen Tianyao: “Tidak apa-apa.”

Mungkin reaksi He Yunting terlalu ringan, dan Wen Tianyao sedikit cemas: “Jenderal, percayalah! Aku benar-benar tidak tahu akan seperti ini. Ini salahku …”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Untuk menunjukkan tekadnya, Wen Tianyao berkata, “Anda bawa orang ini untuk diinterogasi. Saya tidak akan ikut campur. Jika Jenderal ingin bantuan saya, katakan saja.”

He Yunting mengangguk hampir tak terlihat. Z39tRI

Melihat bahwa He Yunting masih waspada, dan mendengar bahwa Wen Tianyao meminta maaf beberapa kali, seperti rumor yang beredar di masyarakat, dia benar-benar seorang pangeran yang rendah hati dan bersedia bertanggung jawab: “Jenderal, ijinkan orang-orang saya untuk membawa pelayan ini ke rumah sakit kekaisaran. Apa yang ingin Anda lakukan dengannya terserah Anda … ”

Lalu dia melambai dan ingin pelayannya memindahkan pria itu.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Kecuue rfyfcajg.” Lf Tecalcu wfcsfij. Qfc Kljcsjb qfcjrjgjc vfcujc lcragexrlcsj rfijcpeacsj. Bfwevljc vlj wfcvfxjal qglj sjcu wfcmbyj wfcerex vlglcsj rfcvlgl, xfwevljc yfgpbcuxbx.

Ufwevj lae wjrlt wevj, aeyetcsj jujx xeger, vjc wfwlilxl mlgl-mlgl kjpjt sjcu ofwlclw. Vjja vlj wfceaeq wjajcsj, vlj afgiltja rjcuja ifwjt. Glj alvjx jxjc yfgqlxlg yjtkj vlj jxjc wfcsfilcjq vjc yfgclja ecaex wfwyecet Afcvfgji. wPQn4z

Belati itu masuk jauh ke dalam kemejanya dan menembus paru-parunya, dan pria itu kehilangan kesadarannya. Darah dan udara bercampur memenuhi rongga paru-parunya, pria itu sekarat.

He Yunting mengulurkan tangannya, dengan jari telunjuk dan jari tengahnya ia menyibakkan rambut yang bernoda darah dan memperlihatkan leher pemuda itu.

Pada leher belakangnya terdapat bekas luka yang sudah lama sembuh, dan posisi yang tertutup bekas luka tersebut adalah kelenjar.

——Ini adalah omega. uGomzU

***

Lin Han mengikuti Lu Anhe ke aula lain untuk beristirahat. Ia masih bisa mendengar musik di lantai dansa yang belum dimatikan.

Lu Anhe sedikit gugup: “Tuan Lin, Anda baik-baik saja?”

“Tidak ada.” Lin Han berkata, “Jenderal tidak mengizinkan saya melihatnya.” dIex0z

Lu Anhe merasa lega.

Tapi kemudian napasnya tersendat di tenggorokan setelah mendengar pertanyaan dari Lin Han: “Apakah cedera bahunya sangat serius?”

Lu Anhe tanpa sadar menyangkal: “Tidak.”

Tetapi ketika ia berbalik dan melihat mata Lin Han yang sedikit curiga, akhirnya ia tahu bahwa dia tidak bisa menyembunyikannya. LNSw69

“…… Sedikit. “Lu Anhe mencoba mengubah topik,” Kalau Tuan Lin bosan, saya akan mengobrol dengan Anda? ”

“Oke.” Lin Han menjawab, dan benar-benar mencari pertanyaan serius untuk ditanyakan, “Mengapa Jenderal Anda tidak pernah berulang tahun?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Jawaban Lu Anhe sangat halus: “Saya lupa untuk merayakannya, jadi tidak pernah ada perayaan ulang tahun Jenderal He.”

Lin Han mengangguk. Ur0MxX

Lu Anhe benar-benar orang yang ramah dan menemani Lin Han untuk berbincang lebih banyak lagi.

Setelah beberapa saat, dia bertanya, “Apakah ada hal lain yang membuat Tuan Lin penasaran?”

Lin Han mengangguk: “Bagaimana Jenderal mendapat cedera yang kau bilang ringan itu?”

Lu Anhe terjebak. Saya tidak menyangka topik itu akan kembali ke sini setelah waktu yang lama. zDPNQC

Dia mencoba menarik beberapa alasan, tetapi Lin Han tidak mempercayainya: “Jenderal baru saja merobek lukanya.”

Lu Anhe menghela nafas, dan akhirnya mengatakan yang sebenarnya: “Jadi, saat melawan Pencuri Bintang, layar mehca milik Jenderal pecah dan menusuk bahu kanannya. Karena Jenderal baru saja memotong lengan mecha, jadi pusat gravitasinya tidak stabil. Alhasil Jenderal He berguling di atas pecahan kaca di dalam kokpit… ”

Sadar akan mata Lin Han yang membulat, Lu Anhe dengan cepat berkata: “Tapi ini tidak terlalu serius! Sekarang jauh lebih baik! Hanya saja jangan memaksakan diri, dan pulihkan perlaha-lahan!”

Lin Han tak langsung menanggapi. eGN9tv

Sementara Lu Anhe menemukan sebuah ide brilian untuk membantu Bos He, “Bisakah Tuan Lin membalut luka Jenderal?”

Lin Han setidaknya lulus dari universitas militer Kekaisaran. Dia masih ingat hal-hal paling mendasar. Dia mengangguk.

“Kalau begitu aku akan pergi dan mengambil perban?” Lu Anhe merasa bahwa dia tidak pernah sepandai ini. “Aku hanya akan membantu Jenderal menangani sesuatu yang lain. Aku ingin Jenderal untuk beristirahat dulu.”

Lin Han berhenti sejenak dan berkata “Oke.” acvM7L

***

He Yunting masih berdiri tegak saat masuk ke aula di mana Lu Anhe mengevakuasi Lin Han. Tidak ada tanda-tanda seperti seseorang yang baru saja menjadi sasaran pembunuhan.

He Yunting melihat Lin Han duduk dengan patuh, ia kemudian mempercepat langkahnya.

Begitu bertemu, Lu Anhe langsung melapor, “Bos, aku hanya bisa membantu sampai di sini.” 8UFO0K

Mendengar ucapan ajudannya, He Yunting masih belum paham. Matanya berpindah dari Lin Han ke gulungan perban di atas meja. “Aku tidak tahu…” lanjut Lu Anhe.

Bukankah ini juga disebut membantu?

Read more BL at langitbieru (dot) com

Namun, sebelum He Yunting bicara, mata Lin Han tertuju pada bahu kanannya begitu dia masuk.

Seragam militer biru di bagian bahu kanan menjadi lebih gelap, seolah-olah ternoda oleh air, dan jejaknya menyebar hingga ke punggung. oVj1Is

He Yunting mendekati Lin Han, dan keduanya terdiam sejenak.

“Apa itu sakit?”

“Kau tidak apa-apa?”

Dua orang berbicara pada saat yang bersamaan, setelah mendengarkan satu sama lain dengan jelas, mereka kembali diam. x5dMrA

Akhirnya, Lin Han memutuskan untuk menjawab, “Saya baik-baik saja.”

“Saya yang bertanya pada Letkol Lu, bukan salahnya.”

He Yunting tahu bahwa Lin Han sedang membicarakan luka di bahunya.

Matanya tenggelam. “Oh…” Nh0cit

“Ayo…” He Yunting sepertinya tidak bersedia mendiskusikan masalah itu, “Mengantarmu kembali.”

Lin Han tidak langsung menjawab, tapi malah menatapnya.

Hari ini adalah hari ulang tahun orang ini.

Ini harus menjadi hari istimewa untuk merayakan atau memperingati kelahirannya. yAKMdk

He Yunting hampir terluka pada hari ini – tidak, dia sudah terluka. Bahkan jika pria itu gagal melukainya, dia merobek lukanya sendiri karena kekuatan yang digunakan untuk menahan si Pria itu.

Lin Han sebenarnya tahu bahwa ini agak mendadak.

Mungkin karena dia hanya ingin memenuhi permintaan Lu Anhe, atau mungkin karena rasa malu tadi saling menginjak satu sama lain. Dia memberanikan diri untuk mengucapkannya.

“Jenderal, jika Anda tidak keberatan, izinkan saya mengganti perban luka Anda dulu?” g8dHZL

***

Lin Han mengira dia sudah siap, tapi dia masih kaget saat melihat luka di bahu kanannya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Jelas, luka itu dirawat dengan baik. Dibalut dengan kasa, yang rapi dan kuat. Tapi karena apa yang terjadi barusan, perbannya sudah penuh dengan darah. Dan posisinya sudah berubah, ia kaget ketika luka mengerikan yang memanjang puluhan sentimeter dari bawah tulang selangka terpampang jelas di depan matanya.

Lin Han terdiam sesaat. CRA0Ps

Ketika dia siap untuk mengambil obat untuk membantu menghentikan pendarahan, dia baru sadar jika salah satu sarung tangannya telah dilepas dan ada sudah dimasukkan ke dalam sakunya.

Lagipula membalut luka dengan sarung tangan sepertinya kurang nyaman.

Tidak apa-apa.

Lin Han memantapkan hatinya. Ya sudah dengarkan saja. HuOVfC

Dia hanya ingin membantu membalut ulang luka He Yunting.

Setelah mengambil satu napas panjang, ia meraih bahu kanan He Yunting.

[Tangannya sangat putih.]

[Gerakannya sangat lembut.] KauQv8

[Apakah dia akan berpikir kalau lukanya sangat mengerikan? ]

“……” Lin Han, yang membungkus bahunya He Yunting, tidak tahu harus berkata apa untuk sesaat, “Jenderal.”

He Yunting mengangkat matanya untuk melihatnya. Mata biru jernih seperti biasanya, seperti langit yang menggantung setelah disiram hujan lebat.

Tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya, seolah-olah luka parah di bahu kanannya, yang berdarah beberapa menit yang lalu, bukanlah miliknya. qdbcPd

Tangan Lin Han masih di pundaknya dan terus membalutnya.

[Huh, tidak ada bau.]

[Aku ingin makan karamel.]

? FNX8QI

Lin Han menutup matanya dan mencoba berpura-pura tidak mendengar suara aneh ini.

Tentu saja Jenderal tidak menyadarinya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Jadi setelah satu menit, telinga Lin Han mendengar suara Jenderal dingin di depannya.

[Jadi tegang.] 6s7ZVQ

“…………”

Tangannya bergerak lebih cepat.

Begitu selesai, Lin Han mengatupkan bibirnya dan melemparkan kain kasa ke atas meja: “Apakah Anda tidak merasakan sakit sama sekali?”


Tlr : Ditunggu komen wahai para readers…Uwo… nggak terasa udah sampe 15 Chapter… haha m1JuCI

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment