English

TelepatiChapter 3

0 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

“Aku tidak akan datang.” Lin Han berkata tanpa ragu-ragu.

“Kenapa?!” Meskipun dia tahu bahwa Lin Han mungkin akan menolak, Shen Xiunan tetap bersemangat menunggu jawaban. iOFhGy

“Aku tidak mau pergi, disana pasti membosankan” dia tidak pernah menyukai acara seperti ini. Kumpulan orang-orang yang pura-pura menaruh hormat-bermuka dua, bersenang-senang dan membuang-buang waktu.

Lin Han mengangkat kepalanya lalu meremas lehernya yang agak sakit: “Atau, salah satu dari kalian bisa mewakili ku”.

Please visit langitbieru (dot) com

Fiuhh, kursi kemudi tidak cocok untuk tidur, sangat-sangat tidak nyaman.

Lin Han mengusap matanya, bulu matanya yang pajang melengkung indah membelai jari-jarinya. Ia mengejam beberapa detik, ah, sepertinya ia menderita darah rendah, hampir saja tidak bisa berdiri. ckYUiX

Shen Xiunan menggertakkan giginya menahan rasa jengkel: “Hanya kau yang bisa pergi! Hanya kau! Meskipun namamu tidak tertulis di atasnya, tetapi di halaman undangan mereka menuliskan ‘Perancang Inti’, kalau bukan kau, lalu siapa lagi?”.

Mendengar ini, Lin Han tidak punya alasan. Dan ingatannya kembali pada suara acuh dan sombong yang didengarnya semalam.

Lin Han berjalan ke pintu kabin lalu menerima surat undangan, dan benar, undangan itu untuknya.

“Kami dengan tulus mengundang Perancang Inti luar biasa dari Imperial Mecha Research Institute…” Lin Han membaca setiap kata. JFoXb3

“Yup, dan itu adalah kau”.

Namun, isi dari undangan ini tidak mempengaruhi keputusannya: “Tidak.”

Shen Xiunan hampir saja berlutut untuknya: “Tahukah kau berapa banyak orang yang ingin melihat Jenderal?! Setiap kali  pulang membawa kemenangan, ia merahasiakannya. Dan kali ini akhirnya dirayakan. Tidak banyak loh yang diundang. Kesempatan ini hanya datang sekali seumur hidup. Ohh!!!…. Berhenti beralasan. Buka, dan lanjutkan membaca undangannya”.

Lin Han membuka segel undangan yang berpola api, kemudian mengeluarkan secarik kertas dari dalamnya, indera penciumnya langsung disambut dengan arom tinta yang samar. ctCL8u

“Saya harap Anda menghargai kejayaan, dan datang untuk memberikan selamat atas kemenangan kita”.

Barisan kata-kata ini di cetak menggunakan mesinLin Han kemudian melihat bagian bawah lembaran kertas dan menjumpai tulisan tangan menggunakan tinta hitam sangat singkat, ‘He’.

Gaya penulisannya sangat tegas dan terlihat rapi, tetapi Lin Han bisa melihat goresan terakhir sedikit keluar dari garis pembatas, menjadi titik kecil yang mengusik mata Lin Han yang belum sepenuhnya terjaga.

Lin Han mengangkat matanya dan menatap Shen Xiunan, lalu memasukkan kertas undangan itu kembali ke dalam amplop. Keputusannya sedikit goyah, dan ia bertanya lagi: “Apakah Jenderal secara pribadi mengundang ku?” pWVtu3

Shen Xiunan masih tenggelam dalam kesedihan karena dia juga ingin menghadiri perjamuan, dan satu-satunya orang yang bisa pergi masih terus menolak, berkata: “Jika kau tidak pergi ke sana, maka kau tidak akan tahu kebenarannya.  Yang Mulia juga datang… Tunggu, Ya! Itu diundang secara pribadi oleh jenderal!”.

Lin Han dengan lembut mengusap sudut kertas amplop persegi dengan jari telunjuknya. Rasa menggelitik datang menerobos sarung tangannya, dan hampir tak terasa.

Shen Xiunan berkata: “Aku bersumpah! Ketika aku datang tadi, Ajudan Jenderal secara pribadi menyerahkannya kepada ku. Sikapnya sangat baik, mengatakan bahwa Jenderal mereka dengan tulus mengundang mu…”

“Oh.” Lin Han membungkuk. Sudut bibirnya mendecak pelan, mengangguk, dan menanggapi dengan singkat. Lalu meletakkan amplop itu di kursi pengemudi yang telah diberi bantal untuknya istirahat ketika menghadapi malam yang panjang, berjalan keluar dari ruang kemudi, dan mengajak Shen Xiunan menaiki elevator, dan mesin itu membawa mereka berdua ke lantai dasar. sL 67i

Shen Xiunan sedikit dibuat bingung dengan tingkahnya: “Lin Han, kau mau kemana … Oh tidak!! Kau harus datang! Jika tidak, bagaimana kau akan menjelaskannya!”.

Lin Han turun dari lift dan berkata, “Mandi, dan… minum suplemen. Tenaga”.

Langit Bieru.

“… Kau minum nutrisi sebagai makanan? Bukankah jatahnya satu botol nutrisi sehari? Bagaimana perasaan mu makan tiga kali sehari?”.

Lin Han menoleh ke belakang dan mengedipkan matanya pada Shen Xiunan: “Jika nutrisinya bisa membuat ku kenyang, sepertinya tidak ada yang salah.”. aVYMW6

Sepertinya Shen Xiunan ingin mengatakan sesuatu,  Lin Han berhenti sejenak lalu melambaikan tangannya dan berkata: “Pulanglah”.

***

Setelah Lin Han selesai mengganti bajunya, ia memesan sebotol nutrisi. Dengan sisa tenaganya, Lin Han bertanya pada rekan kerjanya yang baru saja datang perihal data-data lain pada mecha M2742, lalu ia kembali ke ruang perbaikan.

Amplop undangan masih tergeletak dengan tenang di kursi pengemudi. Lin Han diam sejenak, akhirnya memutuskan untuk menyimpannya dan melanjutkan bekerja. kDELe

Bukan berarti dia akan datang.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Kokpit telah dibersihkan kembali, minyak dan darah telah hilang, dan kotak data telah dimasukkan kembali ke tempatnya.

Kjql ifcujc xjcjc wfmtj lae wjrlt tlijcu, vjc yjuljc sjcu tlijcu lae wfcmfglajxjc qjvj Olc Ljc jqj sjcu afijt afgpjvl.

Glj alvjx qfgcjt afgajglx qjvj tji-tji rfijlc wfmtj, vjc jijrjc wfcujqj vlj rfaepe peuj afgxjla vfcujc wfmtj. Glj rfvlxla qfcjrjgjc, bgjcu rfqfgal jqj Afcvfgji Lf lae, yjtxjc alvjx wfcsfyeaxjc rfwej yjtjsj sjcu vltjvjql, rfbijt-bijt rfmjgj alvjx rfcujpj wfcutjcmegxjc yjuljc afgxfmli. Ubabcujc xexe. J7Cy6r

Orang macam apa dia? Bagian mana yang terluka?

***

Zona Kekaisaran A, Perkebunan Serna.

Ini adalah istana yang secara khusus diberikan oleh Kaisar kepada jenderal termuda di kekaisaran, dengan pelayan yang disediakan secara khusus, dan satu-satunya tempat yang memiliki landasan mecha di seluruh kekaisaran. tkMhbZ

Kastil ini mencakup area yang sangat luas dan segala isinya dirawat dengan baik. Bagian yang paling menarik adalah hamparan bunga tulip ungu yang tak berujung membentang dari gerbang istana, saat tertimpa sinar matahari akan memancarkan warna yang hangat.

Hanya saja untuk saat ini bunga-bunga itu belum mekar. Daun-daun hijau yang sepertinya masih akan tumbuh menjadi warna dominan.

Seorang prajurit muda mondar mandir di koridor, wajahnya sangat frustasi.

Dia berhenti sejenak lalu mengetuk pintu: “Jenderal–” rpBtER

Tapi tidak ada yang menjawab.

Dia tidak menyerah, dan terus mengetuk sampai dua kali: “Jenderal, sudah waktunya untuk hadir..”

Langit Bieru.

Setelah beberapa saat, sebuah suara terdengar: “Masuk.”.

“Ahh” pemuda itu berkata, setelah melihat pimpinannya masih mengenakan pakaian biasa, wajahnya sangat melas: “Waktunya telah tiba, mengapa Anda belum mengganti pakaian…. Ini adalah makan malam untuk merayakan kemenangan anda”. tCM6YF

Meskipun dia berbicara dengan hormat, tapi tidak ada rasa takut karena bisa dikatakan jika mereka berdua itu akrab.

“Lu Anhe.” Pria yang berdiri di dekat jendela tidak menoleh dan memanggil nama pemuda itu. “Apakah kau sudah mengirim undangannya?”.

Lu Anhe meliriknya: “Ya, saya sudah memberikannya hari ini secara langsung ke lembaga penelitian.”

“Oke.” Pria itu terdengar puas, nadanya sedikit tenang, “Ingatkan apa yang seharusnya kau tulis?”. 6wYDmT

“…” Lu Anhe mengernyitkan bibir, “Tidak, saya telah menggantinya dengan kata-kata yang lebih sopan….untuk mengundangnya.”

He Yunting terdiam sesaat: “Kenapa kau tidak menulis seperti yang aku perintahkan?”.

Lu Anhe yang berdiri di belakang He Yunting berkata pelan, “Jika menulis surat undangan seperti yang Anda katakan, dia tidak akan datang. ……”

Lu Anhe belum lupa kata-kata dari pimpinannya itu yang seharusnya dia tulis di dalamnya, oCL2On

Pastikan untuk memperbaiki mecha M2742, jangan sampai ada yang berubah. Dan kali ini saya mengundang anda untuk menjelaskan mekanisme dari mecha yang akan anda perbaiki.

Lu Anhe tak mungkin menulis seperti itu. Bunyinya seperti sebuah perintah, siapa yang mau datang coba?.

Tetapi dia sudah lama menjadi prajurit di bawah komando He Yunting, jadi percuma dia mengatakan isi pikirannya. Dan akhirnya yang ditandatangani dan dikirim adalah udangan biasa.

He Yunting tak beranjak, dia masih tetap berdiri di depan jendela, tidak yakin dengan penjelasan Le Anhe. Pandangannya jatuh ke luar jendela di ladang tulip yang belum mekar. kJYDiv

Lu Anhe sudah terbiasa dengan itu. Jenderal sepertinya sangat tertarik menatap ladang bunga dengan serius.

“M2742 adalah mecha kapasitas untuk dua orang, Kau harus meminta divisi mecha terbaik untuk memperbaikinya.” He Yunting berkata.

Ada hening sejenak di antara keduanya, dan dia terus bertanya: “Siapa namanya?”

Lu Anhe terkejut sesaat, dan menjawab dengan jujur, “Lin Han.” cEiAL6

“Kualifikasi?”
“Inti Mecha”.
“Umur ?”.
“26”.

“……” He Yunting yang mendengar usia teknisinya menautkan dahi, “Begitu muda?”

Langit Bieru.

Lu Anhe tahu atasannya pasti bertanya-tanya apakah mekanik semuda ini mampu memperbaiki mecha-nya, jadi ia menjawab dengan cepat, “Mereka menjamin jika M2742 ada di tangan yang tepat. Jangan khawatir Jenderal”.

“Oh” Sang Jenderal menanggapi dengan dingin dan hanya satu suku kata. r mkSV

Lu Anhe tidak punya waktu untuk memberitahunya, dan dia terlalu malas untuk menjelaskan mengapa divisi inti mecha bukanlah pria tua, tanpa menggunakan gelar ia berkata: “Sudah tidak ada waktu lagi, bos! Aircraft sudah menunggu mu. Aku tahu kau tidak suka acara seperti ini, tapi Yang Mulia mengharapkan kehadiran mu…”

He Yunting mengerutkan kening, lalu mengangguk: “Oke.”

***

Karena Kaisar secara pribadi mengaturnya, lokasi makan malam perayaan diadakan di istana kerajaan. RBMhN0

Lin Han masih sibuk sepanjang hari. Ketika pekerjaannya selesai, hari sudah larut. Ia tak waktu untuk lagi untuk mengganti pakaian, jadi dia pakai seragam institut.

Ada banyak orang di aula utama, kebanyakan tokoh terkenal, dari keluarga kerajaan hingga pejabat kabinet, dan beberapa selebritas yang hanya akan muncul di AI TV.

Perjamuan perayaan belum dimulai, dan Kaisar belum juga datang. Orang-orang saling menyapa dengan hangat.

Lin Han menyesal datang ke tempat ini untuk kelima kalinya. WkHpFD

Dia tidak suka basa-basi, belum lagi dia tidak kenal dengan orang-orang ini, termasuk Jenderal.

Suasanya sangat riuh. Beberapa orang bicara satu sama lain dengan suara rendah, barangkali ada kaitannya dengan kemenangan Jenderal.

Lin Han masih mengenakan sarung tangannya, memilah sajian yang kelihatannya enak, dan menyesalinya untuk yang keenam kalinya.

Tepat ketika dia akan menyesal ke ronde berikutnya, dia tiba-tiba mendengar keributan dari kerumunan- seruan dan takjub. ochmFb

“Jenderal ada di sini!” seseorang berseru dengan lantangnya dalam suasana yang perlahan-lahan tenang.

Lin Han akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap ke arah objek perhatian para undangan.

Pria itu bertubuh tinggi, mengenakan satu set seragam militer biru muda yang pas dengan bentuk tubuhnya. Di pundaknya tanda pangkat menjuntai di kedua sisi, pita yang melingkari bahu kanannya penuh dengan medali, dan garis tipis di ujung kerah berwarna emas terlihat tegas. Kedua kakinya yang menjulang dibungkus sepatu bot militer dan rentang jubah yang menampakkan keagungan dan martabat tuannya, luar biasa.

Tapi pria itu memiliki wajah yang dingin dan tegas, alis yang tajam, dan garis-garis di parasnya seindah pahatan patung. Pinggiran topinya menutupi mata birunya dan membuat bekas bayangan. 5iA6qO

Di sampingnya adalah seorang pria muda, yang juga memakai seragam militer, yang sepertinya adalah Ajudan kepercayaannya, Lu Anhe.

Semua orang masih terkesima, dan melihat pria itu sedikit menoleh dan mengatakan sesuatu kepada ajudan di sampingnya.

Story translated by Langit Bieru.

Lin Han hanya melihat garis tipis dan jelas dari bibir pria itu bergerak. Lu Anhe dan He Yunting mengangguk dan berjalan menuju ke kerumunan.

Lin Han memandang jenderal yang berdiri tidak jauh, berkata dalam hatinya, sepertinya lukanya tidak terlalu serius. 65 IK8

Dia tidak memikirkan hal lain, dan Ajudan Laksamana He berdiri di depannya, menyipitkan mata, lalu tersenyum padanya dengan ramah.

“Lin Han, kan?” Suara Lu Anhe terdengar jelas, “Jenderal mencari anda”.

Lin Han tercengang sejenak: “Aku?”

“Silakan ikuti saya.” 3Glyuf

Mungkin karena Lu Anhe beramah-tamah dengannya, menimbulkan tatapan iri dari orang-orang disekitarnya. Mereka berdua berjalan ke arah ‘Pedang Kekaisaran’, salah satu julukan untuk Jenderal He.

***

Diiringi dengan binar lampu Kristal yang menghiasi aula dengan indahnya, ia berjalan mengikuti Lu Anhe yang memandunya untuk bertemu dengan He Yunting.

Lu Anhe memberi isyarat “Silahkan” padanya, dan Lin Han mengangkat kepalanya dan menatapnya dari dekat untuk pertama kalinya. bOgZfI

Rambut ringkas berwarna perak He Yunting, yang berbeda dari orang biasa, ditutupi oleh topi militer. Alisnya tinggi, dengan ujung dan sudut yang tajam, dan rongga matanya lebih dalam. Ekspresinya sangat dingin, tetapi memiliki ilusi perasaan dalam kepada orang-orang.

“Halo Jenderal” Ada senyum lembut di wajahnya seperti biasa, dan tapi tidak menampakkan antusiasme. “Anda mencari saya?”

He Yunting berdiri di sana, dan ada hening sejenak di antara keduanya.

Lu Anhe memandang Lin Han, dan kemudian pada bosnya yang diam, ingin mengatakan sesuatu untuk meredakan rasa canggung: “Betul, Jenderal mencari Anda karena …” 7Tr9tQ

Lu Anhe tidak melanjutkan kata-katanya, terpaku melihat jubah He Yunting bergerak, memajukan tangannya kepada pria muda berseragam putih.

Lin Han tersenyum, dan siap menjabat tangan Jenderal dengan sopan.

“Itu …” Lu Anhe tiba-tiba berkata, melihat sarung tangan putih Lin Han.

“Maaf.” Lin Han berhenti. “Kebiasaan”. vgWQy0

Lagipula, dia adalah Jenderal kekaisaran, jadi dia tidak bisa berjabat tangan dengan orang lain yang mengenakan sarung tangan.

Tapi dia tidak berniat membaca isi hati Sang Jenderal.

Langit Bieru.

Lu Anhe masih mengawasinya.

Lin Han membeku. Mereka berdua jadi pusat perhatian layaknya selebriti, orang-orang memperhatikannnya, sengaja atau tidak. 7FB3Y4

Itu… Hanya jabat tangan.
Dia ragu-ragu sejenak, tapi akhirnya melepas sarung tangannya dan mengulurkan tangannya lagi.

He Yunting diam.
Wajah tampan dan polos pria di depannya tampak seperti dewa, dan matanya sangat terang, menatapnya.

Lin Han memandangi manik mata birunya, tiba-tiba teringat langit kekaisaran yang dia lihat malam sebelumnya.

Langit berbintang terlihat beda kilaunya. cENgnT

Lin Han berpikir begitu tanpa alasan.

Jari-jari Lin Han ramping dan indah, dan dia meletakkannya di tangan He Yunting dengan sopan dan membiarkan beberapa saat, lalu dilepas perlahan.

“Halo.”
Dia mengambil inisiatif.

Fisik Lin Han tidak terlalu baik, ujung jarinya terasa dingin.
Sedangkan telapak tangan orang tersebut sangat hangat saat ia menyentuhnya. Ia merasakan kehangatan lembut di ujung jarinya, sungguh tidak cocok dengan tampilan pria itu yang dingin dan tegas. PhdXFQ

He Yunting masih tidak berbicara, bibir tipisnya membentuk garis tipis, acuh tak acuh dan sombong, tidak ada bedanya dengan apa yang dia bayangkan sehari sebelumnya.

Meskipun Lin Han memiliki senyum sopan di wajahnya, bulu matanya sedikit turun secara tidak sengaja. Dia tahu bahwa dia akan mendengar suara jantung yang tidak ingin dia dengar lagi.

Suara Laksamana tidak sama dengan apa yang didengar Lin Han di kotak data sebelumnya, tapi masih dingin. Dan tanpa gangguan ledakan seperti sebelumnya, telinga Lin Han mendengar dengan lebih dalam.

Jadi suara dingin ini muncul di telinganya saat keduanya berjabat tangan– wsMrzx

【Baunya Enak】

【Menggairahkan】

【Ingin menandai】

Lin Han: “?” yrQCYv

 

Story translated by Langit Bieru.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!