English

Harta Karun Prajurit MudaCh124 - Menggunakan Kristal Pohon, Tuan Chen yang Tajam

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Oh, Xiao Jiang benar-benar tidur dengan Xingcheng semalam? Senang sekali menjadi muda!” U3E5ru

Di atas meja makan, Chu Haoling berseru ketika dia secara tidak sengaja melihat tanda ciuman di leher Ye Xingchen yang tidak bisa ditutupi. Dalam sekejap mata semua orang tiba-tiba menoleh padanya. Mulut Ye Xingchen berkedut, dia menarik kerah bajunya dengan canggung.

Sebelum turun tadi, dia memeriksa area leher ke tulang selangka, memastikan tidak ada tanda yang terlihat. Meski begitu, dia tidak pernah berharap masih ada orang yang menemukannya. Jiang Shang adalah anak serigala. Dia tidak hanya suka memakannya tapi juga suka meninggalkan tanda yang ditunjukkan pada orang-orang.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Memikirkan hal ini, Ye Xingchen memelototinya dengan kesal. Jiang Shang yang masih tenggelam dalam ingatan indah yang dia lakukan semalam tidak memperhatikan tatapan menggoda dari semua orang. Dia mengambil pangsit kecil dengan sumpit dan memberikannya pada Ye Xingchen. “Senior, makan.”

Untungnya kali ini dia tidak mengatakan ‘makan, senior’.  Ye Xingchen diam-diam bersyukur di dalam hati. Dia membuka mulutnya dan menggigit pangsit itu. Tapi sebelum dia siap untuk gigitan kedua, Jiang Shang memasukkan sisanya ke dalam mulutnya. tEr6bV

“Tskk.. Tskk… Aku juga ingin punya pacar seperti Jiang Shang. Wenqing, apakah kamu puas denganku?”

Menempatkan satu tangannya di bahu Yu Wenqing, Chu Haoling makan sambil mengedipkan mata untuk menggodanya. Yu Wenqing yang mendengarnya segera mendorong juniornya itu tanpa ragu.

“Jangan bercanda. Siapa yang berani menjadi pacar orang rakus sepertimu. Menjauhlah dariku.”

Saat Yu Wenqing berbicara, dia menepuk-nepuk bahu tempat lengan Chu Haoling berada sebelumnya, seolah-olah ada semacam virus di atasnya. 9KkNlW

“Sialan, Yu Wenqing, apa yang kamu lakukan pada saudaramu?” Chu Haoling merasa tidak senang. Yu Wenqing meliriknya dan menjawab, “Dan apa yang kamu lakukan pada saudaramu?”

Apakah mereka mencoba menjalin hubungan? Itu tidak akan berjalan baik bukan?

“Hahaha…”

Sebelum Chu Haoling berbicara kembali, semua orang tertawa terbahak-bahak. Bahkan kakek dan ibu Lu Haixuan ikut tertawa. Sarapan berlanjut bising dan penuh dengan kegembiraan. Ketika semuanya selesai, anggota tim Chaoyang kembali ke regu mereka masing-masing. Sedangkan Tim Puncak yang hendak keluar segera dihentikan oleh Yun Che. KpEu5L

“Yehan, kamu tetap tinggal. Zeyu, kamu yang memimpin tim hari ini. Jangan mengambil misi apapun, pergi saja ke luar pangkalan dan bunuh beberapa zombie. Jika ada yang bertanya tentangku, katakan saja aku sedang mempelajari file dan tidak punya waktu untuk melakukan misi saat ini.”

Diiringi tatapan bingung orang-orang, Yun Che memberikan instruksi setelah membelai rambut Yun Cheng yang bersandar padanya.

“Baiklah, kami pergi dulu.”

Yun Che pasti memiliki alasan ketika membuat pengaturan seperti ini. Semua orang tidak ingin repot bertanya. Mereka hanya mengangguk dan berjalan keluar satu persatu. HX0z3D

“Ada apa?” Jika tidak ada sesuatu yang penting, Yun Che tidak akan memintanya tinggal sendirian.

“Yah, aku memikirkan sesuatu tadi malam. Ayo ke atas bersamaku.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Gfcujc jcuuexjc, Tec Jtf yfgyjilx vjc wfwyjkj Tec Jtfcu xf jajr, vllxeal bift Ofcu Tftjc sjcu alvjx wfwlilxl xfgjuejc rjwj rfxjil. Tec Tjb sjcu rfvjcu wfwyfgrltxjc qfgjijajc wjxjc tjcsj wjwqe wfcuufifcuxjc xfqjijcsj, alvjx yfgclja wfcuujcuue wfgfxj.

“Dlyl Jtfc, jxe vfcujg xjwe vjc Bjxfx Jtfc qjcvjl yfgmbmbx ajcjw. Dlrjxjt xjwe wfiltja rjsegjc vl gewjt xjmj yfgrjwjxe cjcal?” c1n46V

“Baiklah.”

Nyonya Lu mengangguk saat membantu Yun Yao membersihkan meja makan. Dia adalah seorang pekerja keras dan menjadi lebih gesit dari waktu ke waktu.  Dia sadar betapa sulitnya hidup di hari kiamat. Dia dan ayahnya sekarang bisa memakan nasi putih, jadi jika ada tempat yang membutuhkan bantuan mereka, dia akan dengan senang hari membantu.

Read more BL at langitbieru (dot) com


Kamar Yun Cheng di lantai empat.

“Kakak, di mana Hei Yu?” 2WJm8r

Setelah memasuki ruangan, Yun Cheng menyadari bahwa dia sudah lama tidak melihat Hei Yu. Yun Che berkata dengan santai. “Dia kembali ke ruang dimensi. Jangan khawatir, dia akan keluar dan bermain denganmu dalam beberapa hari.”

Kemarin, Hei Yu menemui Yun Che dan berkata bahwa kondisinya semakin baik. Dia membutuhkan sejumlah besar energi spiritual yang hanya bisa didapatkan di ruang dimensi. Jadi Yun Che membiarkannya.

“Oh, oke.”

Yun Cheng tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia mengambil inti kristal berwarna merah menyala, seukuran bola ping-pong dari saku pakaiannya dan mengirimnya ke mulutnya. Itu adalah inti kristal dengan atribut api level tiga yang Leng Yehan terima dari Yun Che untuk meningkatkan kekuatannya. pWiPxV

“Yehan, duduklah dengan Xiao Cheng.” Yun Che menatap Leng Yehan dengan santai.

Sangat mengenali temperamen pria dihadapannya, Leng Yehan yang tidak menemukan sesuatu yang salah memeluk bahu Yun Cheng yang sedang asyik mengunyah inti kristal di sampingnya.

Yun Che mengambil kristal pohon berwarna merah muda seukuran telur dari ruangnya berkata, “Xiao Cheng, apakah kamu mau memakan ini? Rasanya lebih enak.”

Dia tidak benar-benar tahu bagaimana menggunakan kristal pohon pada zombie. Manusia bisa memakannya secara langsung. Kristal pohon tidak seperti inti kristal, rasanya lebih renyah dan menyegarkan seperti cokelat. Ada rasa manis dan asam dengan sedikit rasa pahit khas tanaman. Jika manusia bisa memakannya, seharusnya zombie juga bisa. Bagaimanapun, mereka biasanya memakan inti kristal yang keras secara langsung. 16iuQL

“Baunya enak!”

Aroma energi yang kuat menarik perhatian Yun Cheng, memikatnya untuk meraih kristal pohon itu. Yun Che diam-diam bertukar pandang dengan Leng Yehan. Keduanya menahan nafas saat melihat Yun Cheng menelan kristal pohon itu dalam dua-tiga kali suapan.

“Uhmm… Kakak… Kakak…”

Pada awalnya tidak ada yang terjadi tetapi kurang dari satu menit kemudian, satu tangan Yun Cheng tiba-tiba mencengkeram lehernya denga raut wajah kesakitan. Tangannya yang lain terulur ke arah Yun Che, berusaha meminta bantuan. Kulit wajahnya yang putih pucat mulai memerah, dia yang tidak memiliki panas tubuh sekarang sepanas orang yang sedang demam. Untungnya, Leng Yehan segera memeluknya dengan erat, jika tidak dia akan kejang di tempat tidur. 8sGNeo

“Tidak apa-apa, Xiao Cheng. Tunggu sebentar, ini hanya proses peningkatan energi. Semuanya akan segera berakhir. Percayalah pada Kakak.”

Yun Che meraih tangan yang datang ke arahnya dan mulai mengucapkan kata-kata untuk menenangkan saudaranya. Secara teknis, zombie bukanlah makhluk hidup. Kristal pohon tidak hanya menyediakan energi tetapi juga mengaktifkan kembali sel-sel yang ada. Sesuai yang diharapkan, Yun Cheng akan merasa kesakitan.

“Xiao Cheng anak baik. Kami ada di sini bersamamu. Bertahanlah sebentar lagi.”

Leng Yehan yang memeluk Yun Cheng dengan erat, membisikkan beberapa kata penghibur dengan lembut di telinganya. Yun Cheng yang sedang berjuang dipenuhi keringat dingin, dia menganggukkan kepalanya. “Uhmm…” EV 8Ju

Seiring dengan berlalunya waktu, tidak hanya Yun Cheng yang merasa tersiksa. Yun Che dan Leng Yehan pun merasakan hal yang sama. Bagaimanapun juga itu adalah orang yang paling mereka cintai. Pada akhirnya panas di tubuh Yun Cheng berangsur-angsur menghilang. Kulitnya kembali berwarba putih pucat. Dia berbaring di pelukan Leng Yehan.

“Perutku hangat.” Yun Cheng berkata dengan lemah saat dia mengangkat tangannya dan mengusap perutnya yang terasa hangat.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Sepertinya keberuntungan kita tidaklah kecil. Kristal pohon memiliki pengaruh yang besar untuk Xiao Cheng.” Setelah menghela nafas panjang, Yun Che berkata pada Leng Yehan. Sesuatu berkedip di mata mereka.

“Ya, aku akan mengumpulkan lebih banyak kristal pohon di masa depan.” wRcmT4

Selama itu baik untuk Yun Cheng, dia pasti akan berusaha mendapatkannya tidak peduli sesulit apapun itu. Yun Che tersenyum dan mengangguk. Pemikiran mereka berdua sama.

“Kotor. Aku ingin mandi.”

Begitu Yun Cheng merasa lebih baik, dia menarik pakaian yang menempel padanya dengan jijik. Pengajaran Yun Che berhasil dengan baik, dia menjadikan saudaranya zombie dengan selera kebersihan yang tinggi.

“Hahaha… kamu bisa memandikannya. Perhatikan apapun perubahan yang dia miliki dengan mendetail. Xing Feng berkata akan mendatangkan tim dari ibukota yang mengkhususkan diri untuk mempelajari zombie. Kami akan membangun laboratorium kita sendiri. Aku menyetujuinya. Mengesampingkan hal yang lain, setidaknya kita harus membantu Xiao Cheng mengatasi rasa hausnya akan darah dan daging segar.” AsMSem

Melihat Yun Cheng bertingkah seperti anak manja pada Leng Yehan, Yun Che menggelengkan kepalanya dan berdiri.

“Oke.” Leng Yehan mengerti maksud Yun Che. Bahkan jika tidak, dia tahu bahwa Yun Che tidak akan pernah melakukan hal-hal yang akan membahayakan Yun Cheng.

“Hanhan, aku ingin mandi.”

Melihat dia belum mendapatkan keinginannya, Yun Cheng menaikkan volumenya lagi. Yun Che yang diabaikan merasa seperti orang tua yang harus melepaskan putrinya untuk menikah. Dia menepuk bahu Leng Yehan dalam diam, menggelengkan kepalanya dan pergi. 0aHdNV

“Ini kotor. Hanhan, aku ingin mandi, ingin mandi.”

“Baiklah, ayo kita mandi.”

Yun Che menutup pintu untuk memblokir percakapan mereka berdua dan tersenyum sebelum turun.

“Kakak, apa yang sedang kamu lakukan?” Melihat Yun Yao dan kedua bibinya membawa cangkul, Yun Che bertanya dengan heran. OgZv4I

“Tidak ada. Bibi Chen berkata kalau benih yang aku tanam terlalu rapat. Kubis yang tubuh sangat banyak. Jadi aku ingin memberikan sebagian ke kantin Chaoyang dan membiarkan sisanya tumbuh. Apakah Xiao Cheng baik-baik saja?”

Yun Yao berhenti dengan senyum cerah di wajahnya saat melihat adik laki-lakinya. Kubis yang dia tanam selama 20 hari tumbuh dengan baik. Jika ingin memakannya sekarang tidak apa-apa. Hanya saja ukurannya belum begitu besar.

“Apa yang bisa terjadi padanya. Kirim lebih banyak kubis ke kantin. Kapten Xing berkata, mereka sudah menatap kebun sayur kita sejak lama.”

Yun Che membuat lelucon ketika melihat kubis yang tumbuh dengan subur di rumah kaca. Yun Yao mengangguk dan kembali sibuk dengan pekerjaannya. Yun Che yang tidak memiliki hal lain ingin kembali ke kamarnya agar bisa memeriksa ruang dimensinya. Tapi ketika sampai di ruang tamu, dia dihentikan oleh Tuan Cheng, kakek Lu Haixuan. Dia ingat dengan apa yang dikatakan Lu Haixuan dan dengan tanpa daya mengundangnya untuk mengobrol di ruang tamu. SRjHop

“Kakek Chen, apa yang ingin kamu katakan?”

Duduk di seberangnya, Yun Che menuangkan teh herbal ke dalam cangkir untuk mereka berdua.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kapten Yun, aku juga seorang pengguna kekuatan. Izinkan aku pergi bersamamu untuk membunuh zombie.”

Benar saja, orang tua ini langsung membahasnya begitu mereka duduk. Dia benar-benar malu tinggal bersama putrinya untuk makan gratis. Tubuh dan tulangnya masih kuat, dia juga memiliki kekuatan khusus, jadi tidak masalah baginya untuk keluar membunuh zombie. Lagipula ketika berada di Pangkalan Timur Laut,  dia melakukannya setiap hari. hZXC4

“Uhm… Kakek Chen, aku tahu kamu memiliki kemampuan khusus, tapi membunuh zombie bukan hanya sekedar memiliki kemampuan.”

Yun Che menimbang kata-katanya dan melanjutkan, “Level zombie yang kita temui saat ini semakin tinggi. Selain memiliki kekuatan khusus, kita juga membutuhkan tubuh yang kuat, pikiran yang tenang, dan mata serta telinga yang tajam. Meskipun kamu memiliki kemapuan khusus dan fisikmu sudah diperkuat, usiamu sudah cukup tua, jadi jangan memaksakan diri. Aku tahu kamu dan Bibi merasa tidak nyaman karena hanya makan gratis di sini, tapi apakah kamu melupakan Lu Haixuan? Dia sudah melakukan cukup banyak hal untuk mendukung kalian. Yang paling penting, kita adalah keluarga. Selama kita bisa hidup dengan aman dan sehat, itu sudah cukup.”

Yun Che tidak bermaksud untuk melukai perasaan orang tua itu, tetapi dia harus melakukannya demi Lu Haixuan.

“Aku juga memiliki pikiran yang tenang dan intuisi yang tajam. Terutama penglihatanku.” Kakek Che sama sekali tidak menyerah, dia justru menjadi lebih bertekad. tRsVdE

Yun Che sedikit terkejut, “Benarkah?”

Tidak heran Lu Haixuan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kakeknya, orang tua ini begitu cakap.

“Benar.” Tuan Chen tiba-tiba berdiri dan berkata dengan keras, “Aku sudah lama mengetahui apa yang terjadi antara kamu dan Kapten Xing. Bukankah aku bermata tajam?”

“Sial!!” Yun Che terkejut dan refleks berseru. Dia segera melihat ke luar ruangan. Setelah memastikan Yun Yao tidak mendengar apa-apa, dia menoleh ke belakang dan memasang senyum masam di wajah. omPrEc

“Kakek Chen, maafkan aku…”

Mata tajam apanya?! Orang tua itu seperti pengeras suara yang menakutkan. Yun Che hampir mengalami serangan jantung.

“Biarkan aku pergi juga bersamamu dalam misi kali ini.”

Kakek Chen segera mengambil kesempatan ini. Yun Che menutup wajah dan menjawab, “Biarkan aku memikirkannya.” qgw2QY

“Kapten Yun, jangan membodohiku.”

Wajah Kakek Chen tidak yakin dan dipenuhi kekhawatiran. Yun Che berdiri. Dia berkata sambil berjalan, “Kamu memiliki mata yang tajam, jadi bagaimana aku bisa membodohimu? Biarkan aku memikirkannya dulu.”

Yun Che menghilang dari ruang tamu setelah dia selesai berbicara. Ini pertama kalinya Yun Che ingin melarikan diri.

  FXRTjt

***

Read more BL at langitbieru (dot) com

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!