English

Seekor Ikan Koi Abadi Akan Segera Debut!Chapter 7

0 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Setelah menyelesaikan sesi latihan, Su Jinli bergegas mengayuh sepedanya dan menuju ke Agensi Muzhitao. Setelah memarkir sepedanya, Su Jinli duduk di tangga pintu masuk, dan meletakkan tasnya. Ia mengeluarkan makanan ringan dan merobek bungkusnya. Tangan kecilnya sibuk merogoh ke dalam plastik, dan mulutnya sibuk mengunyah. Saat sedang asyik mengunyah, tiba-tiba seseorang menghampirinya.

Dia adalah Chang Siyin. Begitu sampai di hadapannya, Chang Siyin menarik tangan Su Jinli dan berkata, “Ikut aku. Ada yang ini kukatakan padamu.” Sambil membawanya ke tempat yang lebih teduh. 6DuoKZ

Karena tidak ingin meninggalkan barang berharganya, Su Jinli mengendarai sepedanya dengan perlahan dan mengikuti Chang Siyin yang sudah jalan lebih dulu. Sesampainya di tempat itu, Su Jinli segera bertanya, “Ada apa?”

Chang Siyin yang lolos audisi terakhir kali, sekarang telah menjadi salah satu trainee di Agensi Muzhitao.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Sedangkan Su Jinli yang rajin datang ke tempat ini tapi dengan waktu yang berbeda-beda tidak pernah bertemu dengan Chang Siyin yang sibuk dengan jadwal latihannya. Terakhir dia menambahkan teman di WeChat dan berpisah dengan buru-buru, sejak saat itu Su Jinli tidak menghubunginya lagi.

Kalau dibandingkan dengan Chang Siyin, Su Jinli lebih mirip gelandangan. Rbq0PZ

Ekspresi Chang Siyin tampak resah. Dia terdiam lama sebelum akhirnya berkata kepada Su Jinli, “Jangan datang ke sini lagi.”

“Kalau aku datang ke sini, apa menggangu ketertiban umum?” Su Jinli terdengar khawatir karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Chang Siying frustasi, menghentakkan kakinya cukup keras, tapi tetap tidak mengatakan alasannya.

“Kau sering datang ke sini dan berkeliling. Banyak yang melihatmu. Apa kau ingat waktu kita audisi ada salah satu juri yang bernama Hu Haigao?” vWXBdI

“En, aku ingat. Dia yang mengritik penampilanku.” Su Jinli menjawab dengan tenang.

“Dia sering melihatmu. Dan hari ini dia membicarakanmu di depan para trainee yang sedang latihan.”

“Apa katanya?”

“Katanya, beberapa orang suka menghayal, bukan pekerja keras dan hanya mengandalkan wajahnya untuk bisa masuk ke dunia hiburan. Dia juga bercerita bahwa saat audisi terakhir kali ada salah satu peserta dengan tipe seperti itu. Dia…menyebut namamu, katanya tidak punya talenta, penampilan tidak menghormati juri, dan berani datang untuk ikut audisi, jadi kau diusir.” 3oas6k

“Aku …” Su Jinli kehilangan kata-kata.

“Dia berkata bahwa sering melihatmu berjalan mondar-mandir di depan pintu, tapi dia tidak merasa kasihan. Lalu memperingatkan kita kalau tidak berkerja keras akan berakhir sepertimu dan hanya bisa melihat orang lain sukses. Ia juga mengatakan bahwa kesempatan yang kita miliki sekarang tidaklah mudah. ​​Karena prang-orang sepertimu menginginkan posisi kita. Memotivasi para trainee untuk menghargai dan berlatih. Aku sangat marah saat mendengarnya.”

“Aku hanya mencari seseorang …” Su Jinli menjelaskan dengan suara lirih untuk dirinya sendiri.

“Siapa yang kau cari?” YqxjDw

“Kakak laki-lakiku.”

“Siapa namanya? Bagian apa?”

“Aku tidak tahu …”

“Ehh?” 3HAaei

Baru saja dia ingin bertanya lagi, beberapa orang datang menghampirinya. Melihat Su Jinli, mereka tertawa: “Si Gelandangan. Kau selalu datang dan berjongkok di depan agensi dengan sepeda jelekmu itu. Ck, seperti orang bodoh. Darimana kau bisa kenal Chang Ge?”

Di antara peserta yang lolos audisi dan menjadi trainee di Agensi Muzhitao, Chang Siyin adalah yang tertua dan sudah lulus dari universitas. Jadi semua orang memanggilnya ‘Chang Ge’.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Dua remaja laki-laki yang menghampiri Su Jinli terlihat biasa saja. Penampilan mereka sedikit kacau, tetapi karena wajah dan postur tubuhnya menarik jadi penampilan mereka masih bisa diterima.

Ketika keduanya menatap Su Jinli, tatapan mereka penuh sarkasme yang membuat Chang Siyin tidak nyaman. 6TES9d

“Dia datang untukku. Dia adalah temanku.” Chang Siyin menjawab dengan tenang.

“Aku sudah sering melihatnya, tapi aku belum pernah melihat Chang Ge menemuinya. Atau dia mengejar-ngejar Chang Ge dan Chang Ge tidak mau?”

Chang Siyin, walaupun tubuhnya agak kurus, tetapi dia cukup serius. Mendengar anak-anak yang lebih muda darinya mempertanyakan perkataannya, dia langsung bertanya, “Apa yang kau bicarakan? Ini mumpung libur.  Bukannya tadi kau mau belanja?”

“Oh iya, untung saja Chang Ge mengingatkan.” Salah satu dari mereka baru sadar rencana awal sebelum keluar dari gedung. jQLIpE

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Vfvjcuxjc sjcu rfpjx ajvl vljw wjrlt wfcjajq Ve Alcil, vjc alyj-alyj yfgxjaj, “Vtel Xf, Cqj xje lculc yfgobab vfcujc xlaj? Kjxeacsj xje alvjx qecsj xfrfwqjajc ijul rfafijt xlaj afgxfcji.” Pj wfwjcuuli Ve Alcil vfcujc qjcuulijc Vtel Xf jiljr xjxjx ajwqjc, xjgfcj wfwjcu kjpjtcsj mexeq ajwqjc.

Jtjcu Vlslc peuj yfgwlwql wfcpjvl qfcsjcsl afgxfcji. Kjql, rfijie yfgcjrly rlji. Vfijie xjijt rjja jevlrl, jaje xjvjcu vlgjwqbx xfrfwqjajccsj bift bgjcu ijlc. Gjc xjil lcl, vlj yfgtjrli wjrex vl Cufcrl Zehtlajb. Glj rjcuja yfgrsexeg. Glj peuj ajte yfajqj rfvlt vjc xfmfkj bgjcu-bgjcu sjcu yfgwlwql rjwj vfcujccsj wfcvfcujg xjaj-xjaj lae. Zfgfxj rjcuja xfafgijiejc.

Merendahkan orang yang bernasib malang?

Mencibir kekurangannya? duWEsp

Padahal mereka baru menjadi trainee, tapi sudah bersikap arogan?

“Hati-hati dengan ucapan kalian!” seru Chang Siyin, menggertakankan giginya untuk menahan marah.

Su Jinli menunduk, ia merasa sedikit tertekan. Tak lama ia mengangkat kepalanya dan berkata, “Baiklah., foto bersama. Kau mungkin tidak punya kesempatam untuk berdiri di sampingku di masa depan.”

“Hah? Apa” mendengar kata-kata Su Jinli, anak itu tertawa mengejek dan bertanya padanya, “Siapa yang memberi keberanian untuk bicara seperti itu?” AjJV9y

“Lalu siapa yang memberimu keberanian seperti itu?” Su Jinli balik bertanya dengan sedikit cemberut.

Su Jinli tidak gampang tersinggung. Tapi bukan berarti dia tidak marah. Ketika seseorang merendahkannya, Su Jinli tidak tinggal diam. Jika harus dilawan, ya lawan. Dia tidak mau orang lain berbuat seenaknya.

Sebenarnya Su Jinli masih ingin adu argumen dengan pemuda itu, tapi ketika matanya menangkap seseorang yang cerahnya melebihi matahari menatap ke arahnya, Su Jinli diam dan beringsut pergi.

Tapi An Zihan tidak tahu kalau Su Jinli takut padanya. Jadi dia berjalan menghampiri Su Jinli, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku jaketnya dan bertanya, “Ada apa ini?” DHT3BF

An Zihan dan beberapa dari mereka adalah trainee yang diterima dalam audisi gelombang pertama, jadi mereka cukup dekat untuk sekedar mengobrol.

Dua remaja itu memperkenalkan Su Jinli kepada An Zihan dengan nada berlebihan mengatakan bahwa Su Jinli adalah orang yang sering diceritakan Hu Haigao. Mereka melakukan ini karena tahu bagaimana sifat An Zihan dan berpikir bahwa jika An Zihan datang, akan jadi tontonan yang menarik.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Mendengar bualan dua anak itu, An Zihan hanya berkata “Oh”, mengeluarkan bungkus rokok dari sakunya, dan melihat sekeliling. Setelah memastikan tidak ada reporter, ia menyalakan satu batang, dan bertanya: “Jadi kau ingin debut, eh? Mustahil. Aku akan mengirimmu ke perusahaan Shijia Chuanqi. Mereka lebih baik daripada agensi bobrok ini.”

Sesaaat setelah An Zihan selesai bicara, keadaan jadi sunyi. NFeV31

Shijia Chuanqi adalah perusahaan hiburan yang dimiliki oleh keluarga An Zihan. Lebih bagus dari Muzhitao? Iya, dong. Mereka masuk di daftar perusahaan “The Big Three” industri hiburan.

Ternyata perkiraan mereka salah. Alih-alih ikut memojokkan Su Jinli, tapi An Zihan malah ingin merekrut Su Jinli ke agensi keluarganya. Sungguh memalukan.

“Tidak, saya sudah punya agensi.” Su Jinli menjawab.

“Dimana?” cLKiWv

“Guyu Studio.”

An Zihan sampai butuh waktu lama untuk mengorek ingatannya. Dia merasa belum pernah mendengar tentang studio ini sebelumnya. Dia menghisap rokoknya dan kemudian bertanya, “Bos besar mana yang buka agensi ini? Atau milik salah satu artis?”

“Tidak keduanya.”

“Kau tidak ditipu, kan? Banyak kontrak palsu, dan agensi ‘bodong’. Mereka menjaring sebanyak mungkin trainee sampai ada yang terkenal. Tapi kalau kau tidak populer, ya sudah deh,” fVshm0

Su Jinli tidak ingin mengobrol dengan An Zihan tapi melarikan diri. Mengucapkan satu kata saja jantungnya mau copot.

Bukan cuma detak jantungnya saja, tapi dia tak berani bergerak.

Selesai merokok An Zihan melihat Su Jinli telah memindahkan posisi sepedanya hendak pergi.

Dia tidak membiarkan Su Jinli kabur. Sebaliknya, dia mendekati Su Jinli. dan bertanya, “Kenapa kau selalu bau wangi, apa ini parfum?” hidungnya bergerak-gerak mencium sesuatu. r0zYKQ

“Aku… aku sama sekali tidak wangi.” Sanggahnya.

An Zihan mengulurkan tangan dan meraih pergelangan tangan Su Jinli. Lalu mendekatkan hidungnya “Sial, benar-benar harum. Apa kamu mengoleskan handbody di tubuhmu?”

“Tidak …” Su Jinli mengebaskan tangan An Zihan.

An Zihan terkejut dengan reaksinya. Setelah ia sadar, secepat kilat dia menjelaskan, “Jangan salah paham. Aku tidak tertarik padamu. Aku punya tiga pacar.” D682MO

Sepertinya…. Ada yang aneh.

“Benar-benar sudah stres karena ingin masuk dunia hiburan. Kalau gila, kau konsultasi ke psikiater, bukan malah tandatangan kontrak. Aneh rasanya kau bisa debut. Tunggu saja sampai kotraknya kadaluarsa. Sampai tua pun kau cuma jadi figuran!” remaja yang sebelumnya menghina Su Jinli mulai bicara lagi.

Please visit langitbieru (dot) com

“Heh, mulut jamban!  Kau itu baru jadi trainee.  Kau sedang membicarakan dirimu sendiri, ya?”

Kali ini, kedua bocah itu berhenti berbicara. 6iOYyv

Mereka tak habis pikir dengan An Zihan yang terkenal kasar, yang tidak senang melihat siapa pun, terlihat senang dengan ekspresi palsu Su Jinli. Dia bukannya membantu mereka mengkritik Su Jinli, tapi justru membela anak itu.

Sirkuit otak An Zihan berbeda dengan orang normal.

Kedua anak laki-laki itu akhirnya berhenti membuka mulut mereka dan lari.

Ketika mereka sudah jauh, Su Jinli berbisik, “Terima kasih kalian berdua.” Udi3lJ

Chang Siyin segera menggelengkan kepalanya, lalu berkata kepada Su Jinli: “Masalah ini pasti akan segera tersebar di agensi. Semua orang pasti akan membicarakanmu, yang juga akan berdampak pada karir masa depanmu. Tapi kau… jangan datang lagi ya. Kita bertukar pesan saja di WeChat. Aku akan membantumu menemukan orang itu.”

“En, Oke.”

An Zihan berniat pergi. Tapi masih ada yang menggajal menurutnya, jadi dia bertanya kepada Su Jinli, “Apa agensimu sudah memberimu job?”

“En, berpartisipasi di acara pertunjukan bakat.” QmChWx

“Apa nama?”

“[Idol Producer]”

“Oh …” An Zihan menjawab dengan santai dan pergi.

*** BNY3e1

Su Jinli kembali ke Guyu Studio dengan suasana hati yang buruk.

Dia dilahirkan dengan betuk mata melengkung seperti bulan sabit. Sesuai dengan matanya yang ‘ramah’, dia juga suka tersenyum. Tapi hari ini wajahnya murung tampak jelas. Jadi orang-orang yang berpapasan dengannya sempat berhenti sebentar dan melihatnya lekat-lekat, karena sikapnya yang tidak biasa.

Hou Yong meletakkan hamburgernya, mengikuti Su Jinli ke atas, dan bertanya kepadanya, “Hei, kenapa? Apa kau gugup karena berpartisipasi di acara ini?”

“Aku sedang berpikir, apa aku kurang berkerja keras.” Jawab Su Jinli. gw1iEI

“Aih… Bukan. Ini karena Agensi Guyu yang tidak bisa memfasilitasimu dengan layak. Kita hanya bisa melatihmu menyanyi. Untuk menari saja cermin belum terpasang, jadi kau belum bisa berlatih.”

“Aku rasa sikapku sebelumnya tidak pantas. Aku hanya ingin mengenal lingkungan dan belajar sesuatu, jadi aku belum mencoba yang terbaik. Kalau dipikir ulang, aku benar-benar membuang-buang waktu.”

Langit Bieru.

“Kau telah bekerja keras.”

“Tidak, Yong Ge, aku banyak berpikir dalam perjalanan pulang. Aku benar-benar tidak melakukannya dengan cukup baik. Orang lain yang mengejar mimpinya, mereka bekerja lebih keras dariku, tapi aku hanya berpikir bagaimana bisa makan dan bertahan hidup. Aku harus bekerja lebih keras lagi untuk membuat diriku lebih baik, untukmu dan untuk diriku senidri. Kalau tidak begitu, percuma aku turun gunung. Nanti, ketika aku bertemu dengan kakakku, aku ingin dia melihat diriku yang lebih pantas.” R6GqeU

Hou Yong tidak tahu apa yang telah dialami Su Jinli, sehingga dia merubah cara berpikirnya. Tapi tidak ada yang salah dengan ucapan Su Jinli.

Dia menepuk bahu Su Jinli dan berkata, “Aku akan meminta para pekerja untuk memasang cermin di ruang latihan perusahaan besok. Ngomong-ngomong, aku akan mencari koreografer untuk membantumu membuat koreografi dan mempersiapkan audisi nanti.”

“Berapa lama lagi sebelum acara itu dimulai?”

“Satu setengah bulan.” F7DEWN

“Sebenarnya aku bisa membuat koreografi sendiri.”

“Ahh?”

“Aku ingin mencoba.” Su Jinli menjawab, tatapannya yang tajam membungkan Hou Yong yang hanya mengangguk setuju.

Keputusan sudah dibuat, jadi kita harus melakukan yang terbaik. gLC Vl

***

An Zihan duduk di ruangan Zhang Guci sepanjang pagi, melakukan pemogokan.

Zhang Guci belum menjadi manajer An Zihan, tapi anak itu terus mengawasinya. Walaupun begitu dia sudah resmi menjadi anggota grup idol yang sebentar lagi akan debut. Nanti setelah debut, grup itu akan di bawah Zhang Guci, jadi kalau An Zihan menginginkan sesuatu, dia akan datang menemui Zhang Guci.

Zhang Guci memegang sebuah naskah, lalu menatap An Zihan dan bertanya, “Apa kau ingin aku memberimu peran di sebuah drama?” pBuhql

“Tidak punya pengalaman, dan tidak ingin dipermalukan.” Jawab An Zihan.

“Ya sudah, sana berlatih.”

“Capek.”

Zhang Gu termangu mendengar jawaban tak acuh An Zihan, dan bertanya, “Apa yang kau inginkan?” 9UmGMj

“Membosankan untuk berlatih sepanjang waktu.”

“Menurutmu yang menarik itu seperti apa?”

Story translated by Langit Bieru.

“Ahh… tempatkan aku di ruang latihan wanita.”

Zhang Guci tidak menanggapi omong kosong An Zihan, mendengus kesal, dan terus membaca naskah di tangannya. 739AVg

Tak berapa lama, An Zihan berdiri dan berencana untuk berdiri di samping Zhang Guci untuk melanjutkan sesi mogok dan mengganggunya. Ketika sudah dekat dan melihat draft yang ada di atas meja, An Zihan mengambil dan membacanya sekilas, setelah puas dia melemparkannya ke Zhang Guci: “Masukkan aku di program ini.”

Zhang Guci mengambil dokumen itu dan membaca covernya. Itu adalah rencana program ‘Idol Producer’. Kemudian membalikkan dratf itu dan berkata dengan santai, “Kalau begitu, sana pergi. Cuci wajahmu, dan kembali kesini satu setengah jam lagi.”

“Aku sendirian?”

“Lalu siapa lagi yang ingin kau ajak, eh?” VHz3D2

“Semua trainee. Agak sulit untukku beradaptasi dengan lingkungan baru.”

“Aku dengar kau berkelahi lagi dengan teman sekamar mu.”

“Tidak, aku yang memukul mereka. Dan mereka tidak berani melawan.”

Zhang Guci tiba-tiba jadi bisu. Tidak bisa dipercaya ada manusia seperti ini. Dengan santainya mengaku jika dia memukuli temannya sendiri. rRB 4m

Tapi pada akhirnya dia setuju untuk mengirim beberapa trainee untuk menemani An Zihan.

Kebetulan audisi program ini akan segera dimulai, jadi An Zihan memutuskan untuk berlatih dan keluar dari ruangnnya. Akhinya, Zhang Guci bisa bernapas lega.

Zhang Guci membuka buku catatannya, melihat daftar trainee, berpikir sebentar, melingkari tiga nama, dan Chang Siyin adalah salah satu diantaranya.


Hehe… maaf ya IQ YI, aku pinjem ‘Idol Producer’ nya xDj2ZG

Sama ada typo di paragraf awal, kayaknya sepeda Su Jinli kan udah dibuang yang rusak. Tapi sama author disebut lagi. Mungin typo atau aku yang salah lihat. Sudah aku revisi yaa…

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!