English

Kontrak Budak MekaCh6 - Peraturan

0 Comments

“Apa yang kau lihat? Wajar saja sekolah itu memiliki murid elit seperti aku. Keajaiban baginya mendapatkan idiot sepertimu.” Yuan Xi memandang marah pada Luo XiaoLou dan melanjutkan makan dengan kepala menunduk. Belum sampai dua menit kemudian dia mulai mengeluh lagi, “Mengerikan, kenapa hanya ada kentang? Apa pikiranmu yang sederhana tidak tahu makanan lain selain kentang?”

Luo XiaoLou sekali lagi memandang kentang parut panas yang tak jauh darinya, lalu menatap mata Yuan Xi yang mengritik sambil berbisik, “Kalau begitu aku akan menggantinya besok. Sudah terlambat untuk membeli apa-apa lagi hari ini.” UPo4C

Yuan Xi mendengus dan akhirnya tidak berkata apa-apa lagi.

Luo XiaoLou menghembuskan napas lega dan menyelesaikan nasinya secepat mungkin, lalu beranjak ke kamarnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Hei, bersihkan mejanya.” Terdengar perintah dari belakangnya.

“…Iya, aku akan keluar setengah jam lagi.” rtcnad

Yuan Xi mungkin sudah merasa cukup melecehkan Luo XiaoLou secara verbal, jadi tidak memanggilnya lagi.

Ketika Luo XiaoLou keluar satu jam kemudian, kamar depan sudah kosong.

Melihat piring-piring yang licin tandas, mulut Luo XiaoLou berkedut. Katanya tidak enak, tapi semuanya habis dimakan? Apalagi, mencuci piring dan membereskan meja hanya menghabiskan waktu kurang dari dua menit. Di zaman sekarang ini, keluarga macam apa yang bisa membesarkan — jahanam seekstrem ini ah!

Hanya melihat bahan pakaian Yuan Xi, Luo XiaoLou tahu tak akan mampu membelinya. Jadi kenapa tuan muda keluarga besar sepertinya ingin mengandalkan aku, dan tak punya niat untuk meninggalkannya sama sekali? Apa dia melarikan diri dari rumah? rnkUMC

Berpikir demikian, Luo XiaoLou memiliki perasaan superioritas yang sombong. Meskipun tubuh fisiknya hanya berusia tujuh belas tahun, dia baru lulus dari sekolah dan sudah bekerja. Sementara lelaki jahat ini, hanya seorang anak yang masih memiliki masalah di rumah — pada saat seperti ini, Luo XiaoLou memilih melupakan fakta anak ini berani membunuh.

Saat itu, pintu kamar utama terbuka, dan Yuan Xi menyelinap keluar.

Luo XiaoLou menjadi kaku saat sedang membersihkan piring, tapi meskipun dia berusaha mengabaikan Yuan Xi, keberadaannya terlalu kuat.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yuan Xi memandangi Luo XiaoLou dari pintu dapur, menunggunya menyelesaikan pekerjaannya, lalu berkata, “Ke kamar belajar, aku akan menetapkan beberapa peraturan untuk kehidupan kita ke depannya.” 9I6LBA

Begitu mendengar kata ‘ke depannya’, mata Luo XiaoLou mulai menggelap.

Meskipun Luo XiaoLou tidak memiliki waktu untuk merawat rumah barunya, perabotan yang ada membuat kamar belajarnya terlihat layak. Satu rak buku, satu meja putih, satu komputer meja di atasnya, dan komputer satu untuk semua di sampingnya — fungsi tepatnya masih belum dipahami Luo XiaoLou. Dia baru dapat mencetak, memindai, dan menyalin menggunakan alat itu.

Yuan Xi tersenyum menyeringai sambil duduk di kursi satu-satunya. Kakinya yang panjang ditumpangkan satu di atas yang lainnya, lalu menatap Luo XiaoLou. Kemudian, dia mengisyaratkannya untuk berdiri di hadapannya.

“Aku melihat cara kau mencuci pakaian. Hampir tidak bisa diterima, lipatannya buruk sekali.” Yuan Xi berkata dengan penuh kemurahan hati. Dia merasa meskipun Luo XiaoLou seorang budak, dia harus memberinya kurma dengan tongkat. Tapi tentu saja dia tak akan membiarkan budaknya merasa terlalu bangga, kalau tidak budaknya tidak akan pernah mengetahui kemajuannya. C2QoxT

Luo XiaoLou hanya tak tahu apa yang harus dikatakan terhadap sanjungan dari luar dunia ini. Dia akhirnya menyadari Yuan Xi sebenarnya menunggu reaksinya dan wajahnya sudah menjadi semakin gelap. Jadi dia hanya dapat berkata dengan nada kering, “Yah, aku memang tidak begitu pandai melipat pakaian, mungkin aku tidak memiliki bakat itu.”

Jari Yuan Xi menimbulkan suara mengerikan ketika digosok-gosokkan bersama, dan dia berkata dengan wajah gelap, “Oke, lebih sadar diri, dan berusahalah lebih keras lain kali. Mulai sekarang, kau harus membereskan kamarku setiap hari, mencuci pakaianku, dan memasak. Ah, aku pikir aku harus menyewa pelayan atau sesuatu, tapi sekarang tampaknya tidak perlu. Aku benar-benar tak suka melihat orang lain di apartemenku. Soal yang lainnya, aku belum memikirkan apa-apa lagi, aku akan memberitahumu kalau sudah teringat.”

Luo XiaoLou menggantung kepalanya, ingin mencekiknya. Kenapa dia harus membersihkan apartemen, mencuci pakaian dan memasak untuk Yuan Xi ah! Jika dia tidak melakukannya sebelumnya, Yuan Xi, tuan muda ini, tampaknya tidak akan mengingatnya!

Luo XiaoLou mengangkat kepalanya dan berkata dengan hati-hati, “Sebenarnya, aku benar-benar tidak melakukan pekerjaan dengan begitu baik. Mungkin kamu perlu mempertimbangkan menyewa seseorang, sungguh. Aku yang paling khawatir kamu tidak akan terlalu senang —” Mo9z2G

Yuan Xi mengibaskan tangannya dengan tak sabar, memotong perkataan Luo XiaoLou, “Ayolah, aku akan mengurus soal mendisiplinkanmu kalau tak puas. Apa kamu pikir aku tuan yang bahkan tak dapat mendisiplinkan budakku sendiri?”

Luo XiaoLou kehabisan kata-kata, dan dia berpikir ingin meninju dinding.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Lagipula, apa yang kamu lakukan setiap hari? Sekarang masih liburan musim panas, dan sulit bagiku untuk makan kalau kamu seperti ini. Bahkan hari ini aku harus menunggumu. Kamu tidak boleh keluar lagi!” Yuan Xi mengeluh, dengan santainya membuat keputusan bagi Luo XiaoLou.

“Yang lainnya tidak apa-apa, hanya soal ini yang tak bisa. Kamu harus bisa bersikap sewajarnya, aku punya hal lain yang perlu dilakukan.” Luo XiaoLou berkata dengan lirih tapi tegas. Dia mengangkat kepalanya, bertatapan langsung dengan mata Yuan Xi tanpa berpaling lagi untuk pertama kalinya. Dia harus keluar dan bekerja, mendapatkan uang untuk biaya kuliahnya. Jika dia berkompromi kali ini, apa yang akan terjadi jika Yuan Xi memintanya tidak pergi ke sekolah lain kali, dan membuatnya memusatkan perhatian untuk menjadi pendampingnya? 0H93I6

Wajah tampan Yuan Xi terpuntir oleh amarah. Dia tidak terbiasa menghadapi orang yang menolaknya, terutama saat orang ini juga budak barunya yang pengecut. Dan ketika dia marah, hampir tak ada seorang pun yang berani berkata tidak padanya.

Tapi Luo XiaoLou yang kurus tidak berpaling darinya meskipun gemetar.

Yuan Xi menjadi begitu marah sehingga bangkit berdiri, mengangkat tinjunya, lalu menghantamkannya keras-keras.

Luo XiaoLou telah melihat kekuatan dan kecepatan Yuan Xi sebelumnya. Dia tahu tidak akan dapat mengelakkannya. Dia tidak merasa tulang belulangnya lebih keras daripada baja. Dia menjadi pucat dan memejamkan mata. Apakah ini akhir perjalanan kelahirannya kembali? 2tKVCG

Jelas dia selalu menahan diri. Dia sudah berusaha keras untuk tetap hidup, kenapa tetap seperti ini hasilnya?

Suara keras terdengar di telinganya ketika tinju Yuan Xi menghantam dinding di belakang Luo XiaoLou.

Barulah Luo XiaoLou menyadari jantungnya berdebar kencang sekali. Tapi dia masih hidup…

Hanya saja sekarang ini rak buku besar di belakang Luo XiaoLou bergoyang lalu terjatuh ke arahnya. vZmAWd

Yuan Xi marah sekali. Budak ini benar-benar tak tahu apa yang harus dilakukan! Ini hanya pelajaran biasa! Tapi dia tahu budak di hadapannya memiliki fisik yang buruk sekali — bagaimana mungkin seseorang seburuk ini bisa memasuki akademi militer yang bergengsi — jadi dia melencengkan tinjunya ke samping saat seharusnya mendarat di wajah Luo XiaoLou.

Dia belum ingin kehilangan budak karena Luo XiaoLou tidak akan mengkhianatinya dan dapat melakukan pekerjaan rumah yang paling dasar. Baginya, kontrak seperti ini hanya dapat dilakukan tiga kali dalam masa hidupnya, dan dia pasti sudah kehilangan akal membuat kontrak dengan orang ini pada saat itu. Peringkat genetiknya terlalu buruk, kebugaran fisiknya terlalu buruk… dia tidak akan pernah menemui seseorang yang lebih buruk darinya.

Saat Yuan Xi memikirkan bagaimana seharusnya memberi Luo XiaoLou pelajaran yang tepat, rak buku besar itu terjatuh ke depan karena tak dapat menahan daya tinjunya.

Sambil memandangi Luo XiaoLou, yang sedang berada di depan rak buku itu, dia mempertimbangkan kemungkinannya tertimpa sampai mati. Dia benar-benar tak mengerti kapasitas peringkat fisik yang selemah itu. Vp0fH9

Luo XiaoLou memandang dengan kebingungan saat Yuan Xi menegakkan wajahnya yang keji dan merentangkan tangannya — dia masih memutuskan untuk meninjunya? Namun, setelah menunggu setengah hari, dia menemukan tak ada rasa sakit, dan tangan Yuan Xi ternyata menopang rak buku yang terjatuh di belakangnya.

Dengan marah Yuan Xi mendorong rak buku itu kembali ke tempatnya, lalu dengan mudah mengangkat Luo XiaoLou dengan mencengkeram kerah bajunya, dan berkata dengan marah, “Dengar, kamu boleh keluar sesukamu, tapi kalau kamu menunda makan malamku sekali saja, aku akan pastikan memberimu pelajaran!” Dia berbalik lalu keluar, membanting pintu ruang belajar dengan keras.

Luo XiaoLou terduduk di karpet dalam ruang belajar, lututnya lemas. Setelah beberapa saat, Luo XiaoLou menatap rak buku itu sambil berpikir dalam-dalam. Mungkin Yuan Xi tidak seburuk yang dipikirkannya. Setidaknya, dia telah membiarkannya hidup kali ini, dan juga tidak memukulinya.

Luo XiaoLou memukul kepalanya sendiri keras-keras, kenapa dia berpikir hal yang baik soal orang itu — bukannya dia sudah cukup banyak menyebabkan masalah dan rasa malu baginya? kB9XPf

Keesokan paginya, Luo XiaoLou memulai hidupnya di pabrik dan di rumah lagi.

Luo XiaoLou bekerja lembur lebih dari satu jam setiap harinya, karena pengeluaran makanan Yuan Xi tidak termasuk di dalam perhitungan. Dia harus melakukannya untuk memastikan memiliki tujuh ratus koin federal setiap harinya sebagai tambahan barang belanjaannya. Semuanya sesuai dengan rencana Luo XiaoLou, dan jumlah uang di dalam tabungannya meningkat setiap hari.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Luo XiaoLou sangat puas dengan kehidupannya saat ini, jika dia tidak mempertimbangkan perilaku Yuan Xi yang meraja dan tak masuk akal.

Namun, setelah dua puluh lima hari bekerja, Tn. Yang menghampiri Luo XiaoLou lagi. utxQrN

Setelah berkeliling-keliling di tempat kerja dua kali dengan tangan di balik punggungnya, Tn. Yang akhirnya menghampiri, dengan wajah malu dan memohon, “XiaoLou, kamu harus membantu Paman Yang kali ini.”

Luo XiaoLou bertanya apa yang terjadi. Ternyata pabrik itu akan mengirim bagian mesin ke pelanggannya setiap bulan, dan jumlah beragam bagian yang dikirim setiap kalinya tidak sama.

Namun, karena Luo XiaoLou terlalu cepat, bagian nomor 05 yang dikerjakannya menjadi berlebih. Dan sebagiannya, dengan berbagai alasan, tidak cukup menandingi jumlah seluruhnya bagian yang diproduksi. Tn. Yang ingin meminta Luo XiaoLou untuk membantu mengerjakan bagian itu.

“XiaoLou, Paman Yang tidak menyembunyikan apa-apa darimu. Biasanya, pekerja hanya bertanggung jawab untuk rakitan tertentu, karena persoalan kecakapan. Jika kamu mengubah bagiannya di tengah-tengah, kemungkinan mengakibatkan kerugian baik pada pekerja maupun pada pabrik. Tapi kali ini tak ada cara lain. Kalau kamu bisa membantu, kami akan dapat mengirimkan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Dan kami mungkin bisa mendapatkan pelanggan besar.” Setelah mengatakannya, Tn. Yang menatap Luo XiaoLou, “XiaoLou, bantulah Paman Yang.” 5pUq0S

Luo XiaoLou khawatir. Alasan dia dapat bekerja cepat karena dia mengubah langkah-langkahnya, dan dengan bagian yang berbeda, dia tidak akan secepat sekarang.

“XiaoLou, Paman Yang memohon padamu. Kecepatan bekerjamu sangat berbeda untuk rakitan 05. Saya masih bisa membayar empat ratus koin federal setiap hari. Paman Yang akan memberimu selisihnya setiap hari, sampai dua ratus. Kalau terlalu banyak pekerjaan, Paman Yang tak akan berhasil memenuhinya.” Yang Yi merapatkan giginya dan berkata, “Jadi, apa kamu punya harga dasar dalam pikiranmu?”

Dia sebenarnya dapat menyewa pekerja lain, tapi Yang Yi mengerti pekerja-pekerja baru tidak secepat Luo XiaoLou. Jika Luo XiaoLou hanya dapat menyelesaikan satu set rakitan lain dalam satu hari, dia dapat menerimanya. Dan jika Luo XiaoLou dapat menyelesaikan dua set seharinya, dapat dianggap sebagai keuntungan untuk pabrik.

Yang paling penting pelanggan kali ini benar-benar besar. Dia tak pernah menduga sebelumnya perusahaan sebesar itu akan memilih mereka untuk sementara waktu sebagai cabang pekerja perusahaan berukuran kecil dan menengah. Jika dia bisa mendapatkan pelanggan besar ini melalui pengiriman berlebih yang tepat waktu, maka dia akan dianggap sebagai penyumbang besar di kantor pusat. 8P6koi

Yang Yi telah cukup membantu Luo XiaoLou, dan melihat wajah penuh harap Yang Yi, Luo XiaoLou hanya dapat berkata setelah berpikir, “Tak apa-apa, Paman Yang, saya akan mencobanya besok.”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!