English

Merebut MimpiCh103 - Menarik Kesimpulan

0 Comments

Penerjemah: Jeff
Editor: AdaRa


“Kamu tidak perlu terlalu khawatir tentang kotak Pandora seperti apa yang akan kamu buka.” eE zWu


Roda Gagak Emas di dunia Chen Yekai meledak dengan cahaya yang bersinar dan perlahan turun. Setelah turun ke ketinggian tertentu, itu memancarkan getaran yang mirip dengan jam yang berdering, dan perpindahan seketika terjadi – Roda Gagak Emas muncul kembali di platform piramida di puncak Chichén Itzá.

Yu Hao sangat ketakutan, sementara Zhou Sheng dan Chen Yekai sangat tenang.

Langit Bieru.

“Kita hanya bisa memanggilnya jika kita memiliki media yang efektif.” kata Chen Yekai.

Wu, kesimpulanmu benar.” Zhou Sheng mengerutkan kening saat dia mempelajari Roda Gagak Emas. 3EhDTg

Roda Gagak Emas dalam mimpi Chen Yekai tidak terlihat seperti yang ada di mimpi Zhou Sheng — tidak memiliki suar, dan tidak ada proyeksi seperti riak di tengahnya.

Yu Hao mengamatinya untuk waktu yang lama. “Artinya, selama koneksinya cukup kuat, semua orang bisa memasuki mimpi satu sama lain?”

Chen Yekai memandang Zhou Sheng. Zhou Sheng berkata, “Mungkin?”

Yu Hao memikirkannya sebentar sebelum berbalik menghadap Zhou Sheng, “Kalau begitu… Dalam arti tertentu, Roda Gagak Emas tidak selalu memikirkanmu?” 5KB3dd

Apa yang dipikirkan Yu Hao adalah: Zhou Sheng kurang lebih peduli dengan hubungan yang dia miliki dengan Roda Gagak Emas, dan dia selalu berpikir bahwa Roda Gagak Emas akan membawa semacam risiko yang tidak diketahui bagi mereka. Namun, karena Chen Yekai juga bisa membuka bagian dari fungsi Roda Gagak Emas, maka risiko semacam ini dapat dibagi dengan satu orang lagi, sehingga Chen Yekai juga akan terseret ke dalam kekacauan ini.

Keputusan Zhou Sheng yang belum juga menghapus ingatan Chen Yekai mungkin karena jauh di dalam lubuk hatinya, dia masih berharap untuk membuka rahasia tentang Roda Gagak Emas.

Namun, Chen Yekai tidak benar-benar memahami arti di balik kata-kata Yu Hao dan malah berkata dengan serius, “Tidak, sebenarnya tidak sesederhana itu. Kita mungkin bisa juga menciptakan hipotesis yang cukup berani: ingat susunan patung pendeta dan manusia perunggu?”

Diingatkan oleh Chen Yekai, Yu Hao ingat bahwa ada banyak manusia perunggu selain dua pendeta di reruntuhan yang telah dia gambarkan sebelumnya. 7mHVRs

Zhou Sheng bergumam, “Fungsi Roda Gagak Emas adalah untuk menghubungkan gelombang otak orang-orang ini bersama-sama?”

Chen Yekai menjentikkan jarinya, “Ya. Menurut kata kunci yang Yu Hao dengar di alam bawah sadar Liang Laoshi, kalian berdua adalah Pengawas dan Korektor. Adapun alam mimpi kita semua, mereka terhubung melalui Roda Gagak Emas.”

Chen Yekai berdiri tegak, mengenakan topi kepala suku sementara bagian atas tubuhnya telanjang. Dua gesper kulit melintang di dadanya yang telanjang dan putih, dia juga mengenakan rok peperangan. Seolah-olah bahaya pekerjaannya sedang meningkat, dia mulai menganalisis mereka berdua. Yu Hao berpikir, kalau kamu mengajar dengan berpakaian seperti itu, kita mungkin harus memindahkan kelas ke lapangan sebelum semua orang bisa menemukan tempat untuk duduk.

Yu Hao sedikit terganggu, tetapi Zhou Sheng mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan mengucapkan “un“. Chen Yekai berkata, “Zhou Sheng, lihat, orang yang membuat koneksi adalah aku, sedangkan orang yang mengaktifkan akses adalah kamu. Kalian bisa menganggap ini sebagai semacam ‘Internet Kesadaran’: setiap orang adalah titik pemancar koneksi, sementara kalian berdua adalah administrator jaringan internet ini, atau dengan kata lain, para GM.” CRkr8

Dalam sekejap, banyak keraguan menjadi jelas! Yu Hao hampir tidak percaya bahwa Chen Yekai berhasil menyimpulkan begitu banyak hal dengan alasan yang kuat melalui potongan-potongan informasi yang disampaikan kepadanya.

“Jadi begitu.” Ini bukan pertama kalinya Zhou Sheng mendiskusikan pertanyaan ini dengan Chen Yekai. Dia bergumam, “Jadi Roda Gagak Emas adalah server gim.”

“Hanya dugaan.” Chen Yekai berkata dengan santai.

Zhou Sheng berkata, “Dan semua orang terhubung ke server ini melalui gelombang otak mereka, untuk menjalani… un, pertukaran kesadaran. Kalau begitu, kita bisa menebak secara kasar mengapa alien melemparkan Roda Gagak Emas ke sini.” Td2umF

Yu Hao, “Ah!”

Chen Yekai mengangkat alis pada Yu Hao dan berkata, “Apa siswa Yu Hao bersedia menjawab pertanyaan ini?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao tertawa. Mereka bertiga mengabaikan Roda Gagak Emas sejenak saat mereka duduk di meja makan untuk minum kopi. Yu Hao merenung sebentar, dan ada garis besar yang tidak jelas di benaknya —— mungkin, ribuan tahun yang lalu, pesawat ruang angkasa alien tertentu datang ke Bumi dan membawa serta produk teknologi tingkat tinggi mereka: perangkat yang dianalogikan dengan “Pengubah Gelombang Otak” ini adalah Roda Gagak Emas, dan pengonversi semacam ini memungkinkan manusia untuk saling memahami, menghilangkan hambatan dan memfasilitasi perkembangan peradaban.

Tapi untuk beberapa alasan, Roda Gagak Emas tidak terus memainkan peran seperti itu dan malah dibatasi dalam batas wilayah Bashu kuno. Fungsi aslinya tidak dapat digunakan dan malah berubah menjadi semacam simbol totem. Jadi untuk waktu yang sangat lama, tidak ada yang mengaktifkannya, sampai pada akhirnya diambil oleh Zhou Sheng. p4VZTm

Yu Hao menganalisis poin-poin yang dia pahami. Chen Yekai menjawab, “Itu sangat mungkin.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zhou Sheng berkata, “Tapi aku punya pendapat lain: Roda Gagak Emas bisa saja menjadi router di pesawat ruang angkasa mereka, atau semacam komponen dari mesin pencipta mimpi yang mereka gunakan untuk bersenang-senang. Makhluk hidup dengan teknologi canggih seperti itu biasanya menggunakan gelombang otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Setelah pesawat luar angkasa mereka jatuh ke Bumi, satu atau dua dari mereka selamat tetapi tidak dapat kembali meskipun mereka menginginkannya, jadi mereka membiarkannya begitu saja.”

“Itu mungkin juga.” Chen Yekai berkata, “Bayangkan sebuah pesawat ruang angkasa besar jatuh di dekat suku terpencil yang tersembunyi jauh di pegunungan di Afrika, di mana tidak ada sinyal dan komunikasi tidak mungkin dilakukan. Para penyintas terkadang menggunakan sistem hiburan pada pesawat yang dianggap sebagai sesuatu yang mistis dan misterius bagi kita.”

Zhou Sheng berkata, “Dan begitulah, aku tidak sengaja menemukan cara untuk masuk.” yBmJ0n

Un.” Chen Yekai berkata, “Jadi, kamu pertama kali melewati otentikasi dan menjadi GM-nya. Mungkinkah Yu Hao adalah administrator lain yang kamu tambahkan ke daftar izin? Atau, untuk menghindari GM melakukan kesalahan, Roda Gagak Emas membagi hak adminnya menjadi dua peran: ‘Pengawas’ memiliki hak untuk menghubungkan dan menstabilkan semua pengguna di Internet Kesadaran ini, termasuk hak untuk memaksa mereka keluar dari jaringan…”

“Selamat malam!” Yu Hao berkata dengan penuh semangat.

“Ya.” Zhou Sheng mengerti, “Aku bisa mengusir siapa pun dari alam mimpi.”

Chen Yekai berkata, “Masuk, mengusir orang, bahkan melarang kata-kata atau memodifikasi dunia sadar pihak lain — seharusnya ada lebih banyak kemampuan, hanya saja kamu belum membaca manual instruksi lengkap sistemnya, jadi kamu tidak tahu cara menggunakannya. Sementara administrator lainnya, ‘Korektor’, yaitu Yu Hao, mirip dengan garis pertahanan kedua dari Internet Kesadaran ini. Dia memantau semua orang yang jatuh ke alam bawah sadar, termasuk tindakan khusus yang diambil untuk melakukan koreksi dalam situasi di mana ‘Pengawas’ jatuh ke alam bawah sadar. Hal ini akan menghindari sistem rusak yang disebabkan oleh kegagalan Pengawas untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dalam keadaan tertentu.” a43mdh

“Sekarang, sepertinya itu menjadi spekulasi yang paling masuk akal.” Yu Hao tersenyum dan menatap Zhou Sheng.

Zhou Sheng tidak berbicara untuk waktu yang lama, tetapi Yu Hao tahu bahwa kesimpulan Chen Yekai telah melepaskan simpul yang menempel di hati Zhou Sheng selama ini.

“Selanjutnya, aku pikir itu pasti proses ‘verifikasi hati-hati’.” Chen Yekai berkata dengan ringan, “Ayo, kita berkeliling untuk melihatnya dulu? Administrator?”

Zhou Sheng bangkit dan berjalan menuju Roda Gagak Emas, “Kamu menjadi lebih ingin tahu tentang Roda Gagak Emas daripada aku.” Jq4l I

Chen Yekai menjawab, “Bukan hal yang buruk bagi manusia untuk memiliki sedikit rasa ingin tahu dalam hidup. Keinginan akan pengetahuan adalah kekuatan pendorong di balik kemajuan dan peningkatan yang konstan, bukan? Kamu tidak perlu terlalu khawatir tentang kotak Pandora seperti apa yang akan kamu buka.”

Saat dia berbicara, mata Chen Yekai membawa sedikit senyuman saat dia menatap Yu Hao. Yu Hao tiba-tiba merasa seperti ada sindiran mendasar dalam tatapan itu, tapi dia tidak bisa mengerti apa yang coba dikatakan Chen Yekai sekarang.

Mereka bertiga berdiri di depan Roda Gagak Emas. Setelah Zhou Sheng merenung sedikit, dia berkata, “Oke, mari kita lihat mimpi Ou Qihang ba.”

Chen Yekai menggunakan cahaya yang dipancarkan oleh segel untuk terbang ke Roda Gagak Emas. Bagian dalam Roda Gagak Emas berada dalam kekacauan yang hebat. Zhou Sheng berdiri di depan Roda Gagak Emas, mengulurkan tangan, dan suar meletus dari tubuhnya. 7SWm1R

Dengan ledakan keras, Roda Gagak Emas di alam mimpi Chen Yekai langsung diaktifkan; seperti matahari dalam mimpi Zhou Sheng, itu bersinar terang ke segala arah dan pemandangan di dalamnya menjadi jelas.

“Kota kita?” Chen Yekai mengamatinya.

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao berkata, “Hati-hati dengan zombie.”

Zhou Sheng berkata, “Setelah masuk, tunggu di kafe bunga. Pergi!” crYCHi

Zhou Sheng dan Yu Hao melompat terlebih dahulu ke dalam Roda Gagak Emas, tetapi Chen Yekai berkata, “Tunggu! Kalian belum memberi tahuku… ai!” Setelah meratap, dia hanya bisa mengikuti mereka.

Dengan dengungan, Zhou Sheng dan Yu Hao muncul di tempat persembunyian Ou Qihang, namun tidak ada seorang pun di dalamnya.

Yu Hao, “Kamu belum memberi tahu Kaikai…”

Zhou Sheng, “Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Dimana anak itu? Bukankah aku memintanya untuk menunggu?” WTiXUK

Yu Hao melihat sekeliling dan berpikir, sial. Mereka mengobrol terlalu lama di Chichén Itza, Ou Qihang mungkin keluar sendiri karena dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Ada lebih banyak senjata dan amunisi yang berserakan di lantai tempat persembunyian itu. Kotak granat terbuka dan bahkan ada catatan di sampingnya yang ditulis dalam bahasa Inggris. Zhou Sheng berkata, “Apa artinya?”

“Dia salah menulis.” Yu Hao menjawab, “Dia meminta kita untuk pergi ke rumahnya.”

Ou Qihang benar-benar bisa meninggalkan catatan dalam mimpinya sendiri? Sebelum Yu Hao mengenal Zhou Sheng, setiap kali dia bermimpi, butuh banyak usaha untuk mengendalikan dirinya dalam mimpinya. Catatan yang ditinggalkan oleh Ou Qihang memiliki beberapa kata yang salah saat ditulis, mungkin karena kesadaran dalam mimpinya tidak begitu jelas. Z9LNoD

“Panggil naga dan tentara?” Yu Hao bertanya.

“Dibutuhkan banyak usaha untuk memanggil mereka sekali saja.” Zhou Sheng berkata, “Akan lebih baik kalau kita mencobanya setelah kita menghadapi bos. Seharusnya tidak ada banyak zombie di luar, apa kamu tahu di mana rumahnya?”

Yu Hao ingat bahwa dia telah melihatnya pada informasi yang ditinggalkan Ou Qihang sebelumnya dan menjawab, “Aku yakin bisa menemukannya.”

“Tahan.” Zhou Sheng melemparkan seekor Elang Gurun untuk Yu Hao. V4pSfJ

Yu Hao, “…”

“Aku tidak tahu bagaimana menggunakan ini!” Kata Yu Hao.

“Bagaimana dengan ini?” Zhou Sheng mengubahnya menjadi senapan mesin ringan. “Rasanya luar biasa berada dalam mimpi kutu buku persenjataan.”

“Aku juga tidak tahu bagaimana menggunakan ini.” sprU9H

“Bagaimana dengan ini?”

“Itu bahkan lebih buruk!” Yu Hao berkata, “Kenapa ada peluncur roket dalam mimpi siswa kelas tiga SMA?!”

Please visit langitbieru (dot) com

“Ini disebut RPG! Apa yang kamu tahu? Ah?” Zhou Sheng melingkarkan lengannya di sekitar Yu Hao dan membungkuk untuk mencium pipinya, “Kalau begitu ambil apa saja dan ikuti aku ba.”

Jantung Yu Hao mulai melompat liar. Zhou Sheng menyampirkan sebuah magasin dan senapan mesin ringan di bahunya, mengenakan ikat pinggang dan rompi lapangan, membawa seikat granat di tangan kirinya dan membuka pintu. Yu Hao segera berteriak — di luar ada banyak zombie di mana-mana! CBSv7q

Zhou Sheng melemparkan tiga granat berturut-turut sebelum menutup pintu tempat persembunyian itu segera—-

Suasana di luar begitu tenang. Yu Hao berkata, “Jumlah zombie-nya tidak berkurang sama sekali!”

Zhou Sheng membuka pintu lagi. Granat sudah meledak dan anggota badan yang rusak mengotori koridor di luar. Tempat persembunyian itu melindungi mereka dari semua suara dan gelombang listrik. Dia pergi dengan Yu Hao dan menjawab, “Sangat mudah untuk mengatakannya, tapi mengubah kesan dunia ini di dalam hatinya benar-benar sulit untuk dilakukan. Bertahanlah!”

Dengan pistol di tangan, Yu Hao mengikuti Zhou Sheng menuruni tangga. Zhou Sheng berkata, “Jaga bagian belakang kita.” lxYySj

Yu Hao tidak pernah bermain “Resident Evil” sebelumnya. Dia menghabiskan seluruh energinya untuk mengendalikan stres yang dia rasakan. Dia baru saja berbalik ketika dia melihat zombie menerkam ke arahnya; dia meraih tali bahu Zhou Sheng dan hendak berlari ketika Zhou Sheng segera berbalik, memegang Elang Gurun di tangan kirinya dan menembak zombie dengan ledakan yang berjarak lima langkah di kepalanya.

“Bagaimana kamu bisa begitu tenang?”

“Ketika kita kembali aku akan membuatmu bermain “Resident Evil” selama tiga hari, supaya kamu bisa tenang…” Zhou Sheng menarik kacamata pelindung yang digunakan untuk membidik, menopangnya dengan hidungnya. Langit berangsur-angsur menjadi gelap dan dia menggunakan teleskop inframerah untuk mencari keberadaan zombie.

Yu Hao berkata, “Cari mobil!” LPgdvq

“Kamu terlihat sangat tenang sekarang.” Zhou Sheng melihat ke belakang dan tersenyum, “Kamu mengalahkan para zombie saat terakhir kali kita berada di taman hiburan, kenapa kamu tidak takut?”

Segala sesuatu yang terjadi terakhir kali belum dia pahami, dan pikirannya saat itu tengah disibukkan dengan keterkejutan. Yu Hao selalu merasa seperti dia adalah karakter utama wanita yang terus-menerus hampir memiliki keinginan untuk berteriak setelah dilemparkan ke dalam mimpi Ou Qihang, dia berkata, “Ini karena aku mencoba yang terbaik untuk mengendalikan diri!”

Waktu sudah larut. Malam berangsur-angsur turun dalam mimpi Ou Qihang; lampu jalan berkedip-kedip, dan pertokoan di kedua sisi jalan menjadi sangat sunyi untuk sementara waktu. Setelah mereka keluar dari sebuah gang, jalan panjang itu benar-benar kosong. Di depannya, Zhou Sheng mengenakan kacamata pelindung dan mengangkat pistol saat dia membuka jalan, sementara Yu Hao mengikuti di belakang, sangat curiga terhadap segalanya.

“Apa yang akan terjadi jika kita digigit?” Kata Yu Hao. W x2Yz

“Mengikuti aturan dunia mimpi.” Zhou Sheng bergumam, “Apa pun yang dia pikir akan terjadi setelah digigit, akan terjadi.”

Yu Hao berkata, “Kita akan berubah menjadi zombie?”

Un hng?” Zhou Sheng melepaskan tembakan ke kejauhan menuju sisi jalan, dan suara ledakan terdengar. Yu Hao tidak bisa melihat apa-apa. Zhou Sheng menunjuk ke kacamata inframerah Yu Hao dan memberi isyarat padanya untuk menariknya ke bawah. Yu Hao bisa melihatnya sekarang; ada mobil yang berjarak 40 meter dari mereka, dan ada beberapa sosok zombie merah tua di depan mobil yang sedang bergerak ke segala arah.

“Kita akan menggunakan mobil itu nanti.” Zhou Sheng tengah mengurus zombie di ujung jalan seperti dia tengah menembak sasaran langsung, dan memang ada lebih sedikit zombie dari terakhir kali. Yu Hao berkata, “Kalau begitu kamu harus berhati-hati. Jangan sampai digigit, kemampuan tempurku tidak cukup baik.” EuITSf

Zhou Sheng berkata, “Apa yang akan kamu lakukan jika aku berubah menjadi zombie?”

Yu Hao berkata, “Kalau begitu aku juga harus menjadi zombie, tentu saja. Tapi zombie tidak tahu siapa diri mereka.”

Please visit langitbieru (dot) com

Jika mereka tinggal dalam mimpi Ou Qihang, apakah dia dan Zhou Sheng akan jatuh ke dalam keadaan vegetatif dalam kenyataan? Sambil berkeliaran seperti zombie di dunia sadarnya.

Yu Hao sedang membayangkan segala macam skenario ketika mereka berdua melewati toko grup wisata. Yu Hao melihat poster di dinding kaca dan tiba-tiba teringat sesuatu. pP9TYk

“Bukankah kita akan pergi ke Australia?” Yu Hao khawatir Zhou Sheng melupakannya; tidak masalah kalau dia lupa, tetapi akan sedikit disayangkan jika dia tidak mengubah hadiahnya menjadi uang.

Zhou Sheng mengucapkan sebuah “un“, mengganti pelurunya dan menjawab, “Kita akan pergi selama Tahun Baru? Aku ingat na. Dengan begitu, aku tidak perlu pulang ke rumah dan diomeli. Gege bilang dia ingin pergi dengan kakak ipar selama Festival Musim Semi. Ketika saatnya tiba, kita hanya bisa berpisah ketika kita berada di sana, bagaimana menurutmu?”

Yu Hao tidak masalah dengan itu, tentu saja. Ketika dia melihat poster rencana perjalanan, dia mendengar suara samar datang dari dalam.

Suasana begitu sepi dan jalan panjang itu sangat sunyi. Lampu jalan berkedip tanpa henti. Yu Hao menoleh ke samping dan ketika dia melihat poster —- dia melihat ada zombie yang menatapnya. vW2OJQ

Hampir pada saat yang sama, Yu Hao mengeluarkan pistolnya dan melindungi Zhou Sheng, yang berada di belakangnya. Zombie itu mengeluarkan suara gemuruh gila sebelum bergegas ke arah mereka; dinding kaca hancur menjadi potongan-potongan dan Yu Hao melepaskan tembakan! Setelah Zhou Sheng selesai mengganti peluru, dia dengan cepat berbalik, meraih pinggang Yu Hao dan berputar; mereka berdua telah bertukar tempat, leher zombie yang sebelumnya telah dirobek oleh tembakan Yu Hao, kepalanya terbang dan mendarat di tanah.

Yu Hao, “…”

Zhou Sheng mengacungkan jempol pada Yu Hao.

Yu Hao terengah-engah, “Aku hanya beruntung…” ubwaqj

Suara tembakan itu mengejutkan lebih banyak zombie. Saat senja, jalan panjang itu sudah diwarnai dengan warna darah. Zhou Sheng menarik tangan Yu Hao dan berkata, “Pergi!”

Keduanya berlari di jalan. Di ujung jalan itu ada sebuah mobil pribadi. Ratusan zombie berlari keluar dari gang dan mengejar mereka. Zhou Sheng menarik Yu Hao ke dalam mobil, menyalakan kunci kontak, menginjak pedal gas dan menjatuhkan zombie yang melompat ke kursi pengemudi.

Yu Hao berkata, “Beberapa zombie menyusul.”

“Lawan mereka!” Zhou Sheng berkata, “Jangan takut!” l8VnGm

Zhou Sheng mengencangkan sabuk pengamannya dan Yu Hao berkata, “Aku tidak yakin apa aku bisa mengalahkan mereka, tapi aku akan mencobanya!”

Yu Hao pergi ke kursi belakang dan bersandar di jendela belakang mobil. Zhou Sheng terus berkendara di sepanjang jalan; ada zombie di mana-mana yang telah dikejutkan oleh suara mesin mobil. Tepat setelah mereka berkendara satu putaran, Yu Hao hampir menghantam pintu mobil. Dia berteriak, “Perlambat!”

“Aku tidak bisa!” Zhou Sheng balas berteriak, “Terlalu banyak!”

Yu Hao, “Di mana Chen Laoshi?” uoBc7r

Yu Hao menghancurkan jendela belakang dengan satu tembakan, mengambil senjata Zhou Sheng apa pun itu, dan Zhou Sheng berkata, “Senapan AK itu terlalu…”

Yu Hao dengan santai menarik pelatuknya beberapa kali dan tiba-tiba melepaskan tembakan lain, mengejutkan dirinya sendiri.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “…”

Yu Hao, “Apa?” bOxadC

Zhou Sheng, “Tidak ada…”

Yu Hao mengenakan kacamatanya, bersandar ke kursi belakang dan mulai menembaki zombie yang mengejar. Telinga Zhou Sheng hampir tuli; dia mengobrak-abrik kompartemen sarung tangan dan menemukan dua penyumbat telinga di depan kursi penumpang, lalu mengemudikan mobil melintasi persimpangan. Setelah Yu Hao melepaskan tembakan pertamanya dari jarak dekat, dia tiba-tiba berpikir bahwa segalanya tidak tampak menakutkan lagi, dia bahkan merasakan sensasi yang mendebarkan dari kehancuran dan reruntuhan ketika dia menembaki zombie. Tidak heran jika banyak orang suka bermain gim tembak-tembakan. Suara senjata yang memekakkan telinga disertai dengan perasaan intens menyerang musuh hampir tidak bisa memuaskan keinginan seseorang untuk merobohkan domino.

Yu Hao selesai menggunakan semua pelurunya dan melemparkan granat ke luar. Tidak ada lagi zombie yang terlihat. Zhou Sheng mengendarai mobil ke jalan yang tinggi dan bergumam, “Persetan, kalau aku tahu ini akan terjadi, aku tidak akan mengatur pertemuan di kafe…”

Yu Hao kembali ke kursi penumpang. Dia melihat ke bawah; ada zombie di mana-mana di bagian bawah pusat perbelanjaan. Kerumunan besar telah berkumpul di sudut kafe. fpG3Z0

“Apa dia di sana?”

“Tentu saja.” Zhou Sheng menjawab, “Kalau tidak, tidak akan ada begitu banyak zombie.”

Saat Yu Hao mengkhawatirkan Chen Yekai, dia tiba-tiba teringat bahwa senjatanya adalah pistol dengan peluru tak terbatas dan pisau bedah yang bisa terbang bebas, jadi dia seharusnya tidak menghadapi masalah yang terlalu besar.

“Ledakkan mereka dengan granat.” Kata Yu Hao. 8dEGHl

“Tidak akan cukup.” Zhou Sheng berkata, “Kencangkan sabuk pengamanmu.”

Saat dia berbicara, Zhou Sheng masih terus mengemudi, dengan satu tangan di setir dan tangan lainnya di gigi; sikunya menekan bagian belakang kursi, lalu dia berbalik dan memundurkan mobil.

Yu Hao, “…”

Setelahnya, Zhou Sheng membanting pedal gas dan mobil itu menabrak segala sesuatu di jalan ketika melaju ke jembatan layang yang terhubung ke lantai dua pusat perbelanjaan. Yu Hao mengerang dari getaran itu. Zhou Sheng berbalik tajam dan berkata, “Tembak!” lE1fV9

Kepala Yu Hao berputar dan terlempar ke satu sisi oleh momentum Zhou Sheng; dia menempel di pintu mobil, lalu jendela mobil diturunkan, Yu Hao melepaskan tembakan ke pintu kaca di lantai dua pusat perbelanjaan. Kaca jendela itu hancur menjadi berkeping-keping — Zhou Sheng telah mengemudi langsung ke lantai dua mal!

Yu Hao berteriak seolah dia sudah gila, “Ada zombie datang! Jangan naik eskalator!”

“Mengerti!” Zhou Sheng menginjak rem, tetapi lantainya licin dan ada zombie yang bergegas dari belakang. Yu Hao hendak melepaskan tembakan ke belakang, tetapi Zhou Sheng telah menembus pagar pembatas di lantai dua. Mobil tetap sejajar dengan tanah saat jatuh satu lantai dengan “ledakan” dan jatuh ke air mancur di tengah.

Yu Hao, “Tidak bisa membiarkanmu mengemudi lagi lain kali…” EU63GK

“Kamu yang akan melakukannya?” Zhou Sheng mengambil AK dan keluar, mengurus zombie yang datang dari segala arah dengan masing-masing satu tembakan.

Yu Hao, “Itu milikku!”

Langit Bieru.

“Ini milikku!” Zhou Sheng berkata, “Milikmu yang itu!”

Yu Hao kecanduan menggunakan AK, tetapi Zhou Sheng ingin menggunakannya juga, mereka berdua hampir memperebutkannya. Zhou Sheng berkata, “Ikuti aku! Cepat!” DzNC8g

Yu Hao, “Kamu ikuti aku!”

Zhou Sheng, “Tahan di sana!”

Yu Hao beralih menggunakan senapan mesin ringan dan membuka jalan di depan, kali ini Zhou Sheng telah berubah menjadi orang yang mendukung bagian belakang. Dia berkata dengan putus asa, “Kenapa kamu begitu kejam?!”

Yu Hao menerobos pintu toko Hermes dengan satu tembakan dan menghabisi sesosok zombie petugas yang sombong dengan tembakan di kepala. Saat dia bekerja di sana, dia begitu kesal karena diejek oleh petugas itu sepanjang hari. Zhou Sheng melepaskan beberapa tembakan lagi di belakang dan keluar dari toko. Setelah menghancurkan beberapa toko mewah dan meledakkan dua baris kontainer yang digunakan untuk memajang tas LV, Zhou Sheng melirik melalui pintu kaca kafe bunga dan melihat meja dan kursi berantakan yang telah terbalik. Dia segera berkata kepada Yu hao, “Jangan meledakkan pintu! Patuhi perintahku!” Qg3hkd

Jadi Yu Hao hanya bisa menahan senjatanya. Chen Yekai melihat mereka berdua dari dalam dan menunjuk ke satu sisi, sinyal bagi mereka untuk masuk dari pintu lain. Yu Hao berpikir, beruntung aku tidak meledakkan pintunya, dan berbalik ke pintu samping. Chen Yekai datang untuk mendorong meja dan kursi untuk membiarkan mereka masuk ke kafe bunga yang berantakan itu; beberapa meja telah ditempatkan bersama-sama. Ou Qihang tampak bertelanjang dada dengan perban melilit bahu dan punggungnya saat dia berbaring di atas meja, dengan secangkir kopi di depannya yang setengah diminum.

Darah mengucur dari perbannya. Dalam mimpinya sendiri, Ou Qihang telah digigit zombie.

Translator's Note

Game Master, adalah orang yang bertindak sebagai penyelenggara, pejabat terkait peraturan, arbiter, dan moderator untuk sebuah game role-playing multiplayer.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!