English

Merebut MimpiCh108 - Penampilan

0 Comments

Penerjemah: Zhanshines
Editor: AdaRa


“Tuan Muda, kau berhasil merebut posisi center! Kacau sekali!” dEmlBG


Yu Hao melirik kekasihnya untuk menunjukkan bahwa dia tidak menganggap itu sebuah masalah. Zhou Laichun melanjutkan, “Kau pergi dengan siapa? Berapa banyak teman sekelas yang akan kau ajak?”

“Cuma aku dan Yu Hao.” Zhou Sheng menahan diri dan melanjutkan, “Apa yang mau kau katakan? Katakan saja.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Jantung Yu Hao tiba-tiba seolah terbang ke tenggorokannya; Zhou Sheng siap untuk meletakkan semua kartunya di atas meja.

Zhou Laichun berucap, “Aku tidak peduli reservasi apa yang kau lakukan, yang pasti kau harus menghabiskan Festival Musim Semi bersama keluargamu. Ibumu dan aku sama-sama punya sesuatu untuk diumumkan. Kau boleh pergi ke mana pun yang kau mau setelah hari pertama Tahun Baru, aku akan mengganti tiket dan hotelmu, aku bahkan tidak akan peduli kalau kau mau pergi ke Antartika sesudahnya. ” uBtl1N

“Omong kosong!” Zhou Sheng berkata dengan nada marah, “Kita tidak pernah menghabiskan Tahun Baru bersama bahkan sekali saja dalam 10 tahun terakhir dan sekarang kau berbicara tentang reuni keluarga untuk merayakan Tahun Baru?!”

Yu Hao berulang kali memberi isyarat kepada Zhou Sheng untuk berhenti melawan dan bahkan nyaris mendekat untuk membekap mulutnya. Zhou Laichun berkata, “Beberapa rencana akan diatur ulang untukmu.” Kemudian dia menutup telepon.

Zhou Sheng sangat jengkel. Dia duduk di meja makan dengan kening mengkerut. Begitu Zhou Laichun menutup telepon, Yu Hao berkata, “Apa jangan-jangan mereka berpikir untuk menikah lagi? Makan malam reuni keluarga benar-benar penting.”

“Memangnya itu urusanku?!” Zhou Sheng meraung marah. uSoDPd

Yu Hao terkesiap. Zhou Sheng segera menyadari bahwa dia telah menakuti Yu Hao, jadi dia dengan cepat berkata, “Maaf, Sayang. Kekasihmu ini tidak bisa mengendalikan emosinya sekarang.”

Yu Hao buru-buru mengangguk sembari mengatakan bahwa itu tidak masalah, meskipun sekarang dia benar-benar ketakutan oleh Zhou Sheng yang telah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Zhou Sheng segera pindah ke sisi Yu Hao, masih tampak jengkel dan gelisah. “Aku punya… kecenderungan untuk melakukan kekerasan; kadang-kadang aku bisa berbicara dengan seseorang dengan benar, tapi selanjutnya aku tidak akan bisa mengendalikan diri.”

Yu Hao mencondongkan tubuh ke depan, duduk di seberang Zhou Sheng dan mengulurkan tangan untuk menyentuh bagian belakang kepalanya. Dia menjawab, “Kamu hanya meledak sesekali terhadap keluargamu dan bukan kecenderungan, itu hanya karena kamu terlalu mengkhawatirkan mereka.”

Zhou Sheng menatap Yu Hao dengan sedikit rasa bersalah. Yu Hao melanjutkan, “Pergilah ba. Batalkan tiket pesawat dulu, dengarkan apa yang orang tuamu katakan. Lagipula, Gege dan kakak ipar tidak pergi kali ini, jadi kita bisa pergi bersama setelah mereka berdamai, ‘kan?” FBx0dG

Zhou Sheng butuh satu malam penuh sebelum dia bisa tenang. Yu Hao merasa bahwa jika itu hanya tentang membatalkan perjalanan Australia mereka, dia tidak akan begitu marah. Zhou Sheng pasti telah mengatakan sesuatu kepada ayahnya sebelum Yu Hao kembali. Mungkin Zhou Laichun sudah mulai menyuarakan hubungan Zhou Sheng dengan Yu Hao dan tidak berniat mengundang Yu Hao untuk makan malam di Malam Tahun Baru, yang menyebabkan pertengkaran mereka.

Zhou Sheng tidak bisa meninggalkan Yu Hao sendirian di rumah tentu saja, dan Yu Hao tidak mengatakan sesuatu seperti ‘kamu harus kembali sendiri’. Dengan emosinya yang seperti itu, Zhou Sheng hanya akan menjadi lebih keras kepala jika dia mengatakan itu dan dia akan bersikeras untuk mengajak Yu Hao. Pada saat itu, mereka berdua bahkan mungkin mulai bertengkar secara pribadi.


Alam mimpi, Arena Koloseum.

Zhou Sheng terlihat sangat ceroboh saat dia membawa jingubang di bahunya. Satu kakinya menginjak awan saat dia duduk. Dia menghadapi Satan di dunia mimpinya. kFthoH

“Kadang-kadang aku merasa… Bahwa tidak perlu terlalu cerah atau baik hati,” ujar Zhou Sheng.

Satan berubah menjadi Zhou Sheng lain, yang mengenakan baju besi hitam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Diri terang dan gelapnya saling memandang, dan sisi gelap Zhou Sheng tersenyum diam-diam.

Sisi gelap Zhou Sheng berkata, “Kau akhirnya telah menemukan jawabannya? Aku pikir kau berada di sini hari ini untuk menantang Tao Tie.”

Zhou Sheng melirik Tao Tie besar di arena; cahaya terpantul dari tanduknya yang tajam. ClXGvA

“Biarkan saja tetap begitu untuk saat ini.” Zhou Sheng berkata dengan dingin, lalu dia menyentuh boneka rubah kecil di bahunya.

Zhou Sheng bangun saat fajar. Dia melirik ke samping, tepatnya ke arah Yu Hao yang sedang beristirahat di bahunya. Keduanya telanjang, kulit telanjang mereka bersentuhan satu sama lain. Yu Hao selalu suka tidur sambil memeluk Zhou Sheng dan menyandarkan kepalanya di lengan Zhou Sheng sambil meringkuk di dadanya—seperti di dunia mimpi, dengan boneka rubah yang selalu duduk di bahunya. Zhou Sheng sering terbangun di pagi hari dengan lengan yang mati rasa, tetapi dia masih tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Yu Hao dengan erat.

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng menundukkan kepalanya dan mencium Yu Hao. Yu Hao sedikit berkeringat dan menyesuaikan posisinya karena tidak nyaman. Ujian akhir mereka sudah berakhir dan hari ini adalah Hari Valentine; dalam lima hari ke depan akan menjadi Tahun Imlek. Demi penilaiannya, perguruan tinggi tidak mau libur lebih awal dan bersikeras menunda pertunjukan ulang tahun perguruan tinggi sampai hari ini sebelum mereka rela membiarkannya pergi. Hampir semua siswa secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka. Namun itu tidak masalah bagi Yu Hao sama sekali. Bagaimanapun, rasanya akan sama di mana pun dia menghabiskannya.

Zhou Sheng membelai tubuh Yu Hao di lengannya dan tidak berani menyentuh bahu telanjangnya, agar tidak membangunkannya. vktRBO

Kata-kata ayahnya masih terngiang di telinganya. Zhou Sheng harus mengakui bahwa jika Zhou Laichun ingin memisahkan mereka, ayahnya itu punya banyak cara untuk melakukannya. Dia bisa saja menyuruh Zhou Sheng pergi ke luar negeri untuk kursus persiapan satu tahun ditambah kursus bisnis dua tahun, dan Zhou Sheng tidak akan punya cara untuk menghadapinya. Dia juga tidak bisa mendiskusikannya dengan Yu Hao, karena Yu Hao hanya akan bilang, “Itu sangat bagus, kamu harus pergi.” Dia mengerti bahwa Yu Hao tidak ingin dia meninggalkan masa depannya hanya agar mereka bisa bersama.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Menerima pengaturan Zhou Laichun membuat rencana baru untuk hidupnya, mendapatkan gelar dalam manajemen bisnis dan kembali untuk mengambil alih perusahaan adalah kehidupan yang seharusnya dia miliki. Di depan rantai penalaran yang sangat logis ini, Zhou Sheng tidak memiliki ruang untuk sanggahan sama sekali.

Zfiltjacsj vjgl qfgrqfxalo ijlc, yjujlwjcj xjije vlj wfwyjkj Te Ljb rjpj xf iejg cfufgl peuj?

Itbe Vtfcu ylrj rfqfcetcsj wfcujcalrlqjrl jqj sjcu jxjc vlxjajxjc Itbe Ojlmtec rfyjujl ajcuujqjc: Cxe tjcsj yfgrfvlj wfwyjsjg ejcu ecaex xje yfijpjg vl iejg cfufgl. Cvjqec rljqj sjcu wje xje yjkj yfgrjwjwe, pjcujc qfgcjt yfgqlxlg ecaex wfcutjylrxjc ejcu jsjtwe lcl. Alxj xje qecsj xfwjwqejc, wjxj qlxlgxjc mjgjcsj rfcvlgl. Cxe yfgxfkjplyjc ecaex wfcutlveqlwe, ajql jxe rjwj rfxjil alvjx yfgxfkjplyjc ecaex wfcutlveql lraglwe. B0bS6R

Mengatakan ini semua sudah cukup untuk melumpuhkan Zhou Sheng sampai mati.

Terkadang, kemarahan Zhou Sheng tidak ditujukan pada ayahnya, melainkan pada dirinya sendiri. Dia juga tidak bisa meminta Yu Hao untuk menunggunya selama tiga tahun. Zhou Sheng sama sekali tidak ragu bahwa begitu dia bersikeras membawa Yu Hao untuk belajar di luar negeri, Zhou Laichun tidak akan ragu untuk mengambil kembali semua uang yang dia berikan padanya.

Di dalam keadaan membingungkan ini, Zhou Sheng sangat berempati dengan kondisi Cen Shan. Terkadang, ketika dia melihat Fu Liqun, dia sendiri juga merasa kasihan. Dia tidak ingin Yu Hao merasakan konflik bathin yang sama seperti Fu Liqun. Oleh karenanya, dia lebih sering memilih untuk tidak mengatakan apa-apa kepada Yu Hao kalau terjadi sesuatu. Namun, ada banyak hal yang bahkan meski kita tidak mencoba untuk memikirkannya, pikiran-pikiran itu akan selalu berkeliaran dengan sendirinya. Kebahagiaan sesaat telah menyembunyikan masalah kenyataan, sama seperti sekarang.

Yu Hao telah memunggungi kekasihnya untuk kembali tertidur, tetapi tanpa sadar sedetik kemudian dia berbalik lagi dan secara naluriah memeluk Zhou Sheng. Seluruh tubuhnya bersandar pada tubuh Zhou Sheng. o8gZR7

Zhou Sheng mengangkat tangannya dan membelai kepala kekasihnya dengan lembut. Baginya, pria ini adalah seluruh dunianya. Dia akan meninggalkan sedikit ruang untuk karirnya, meskipun hanya sedikit.

Yu Hao menempel pada Zhou Sheng lagi beberapa kali.

Zhou Sheng akhirnya tidak bisa menahan diri lagi dan berpikir, tidak bisa! Aku tidak bisa menahan diriku lagi! Aku harus menciummu sekarang! Sentuhannya pada awalnya relatif lembut, tetapi karena mereka tidak melakukannya tadi malam, sekarang Zhou Sheng seperti serigala kelaparan.


Yu Hao mendesah dengan alis berkerut. ” Un…” uS0kG5

“Sudah bangun?” Zhou Sheng baru saja akan memasuki tubuh Yu Hao saat itu. Dia merasa sedikit takut-takut. Dia takut akan menyakiti Yu Hao.

Yu Hao baru setengah bangun dan reaksinya tampak seperti orang yang belum sadarkan diri. Zhou Sheng paling suka saat Yu Hao tidak bisa melawan dan berada di bawah kendali penuhnya; darah serigalanya mulai mendidih secara tiba-tiba, sampai akhirnya Yu Hao benar-benar terbangun. Tubuh mereka berdua saling terlilit oleh badai ciuman penuh gairah.

“Aku…” Yu Hao bergumam, “Kamu terlalu buas! Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku saat aku masih tidur!”

Setelah mereka selesai dengan kegiatan mereka, Zhou Sheng akhirnya tersenyum bahagia saat dia pergi mandi dan ingin mengajak Yu Hao masuk. Yu Hao khawatir mereka akan melakukannya lagi, jadi dia memilih untuk memeluk selimutnya seperti anak kecil kemudian duduk di tempat tidur sambil mengomel menyalahkan Zhou Sheng. xd2Umv

“Aku sangat mencintaimu.” Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao dengan sungguh-sungguh, “Aku akan mencintaimu seumur hidupku, tidak ada yang bisa memisahkan kita.”

Yu Hao menggaruk kepalanya bingung dan meliriknya dengan mata penuh keraguan, tetapi Zhou Sheng hanya bersiul saat dia pergi mandi.

Langit Bieru.


Pada suatu sore di Hari Valentine, Yu Hao, Zhou Sheng, Huang Ting, Chen Yekai, Ou Qihang dan Fu Liqun berdiri di belakang panggung saat mereka mempersiapkan lagu pertama mereka. Ketika Yu Hao membandingkan hari ini dengan hari saat tubuhnya menggigil kedinginan di sini tahun lalu, dia menyadari bahwa dia akhir-akhir ini telah menjalani fase yang berbeda dalam hidupnya.

“Jangan gugup,” Yu Hao berkata kepada Zhou Sheng. HF7f1V

“Aku tidak gugup sama sekali.” Zhou Sheng berkata, “Kamulah yang gugup.”

Yu Hao merapikan kerah baju Zhou Sheng. Fu Liqun berkata tanpa daya, “Hanya kalian berdua yang menjadi pasangan di Hari Valentine ini, sisanya adalah anjing lajang. Tolong kasihanilah kami.”

Chen Yekai tersenyum dan memberi isyarat ‘psst’ sebagai sinyal untuk tidak membiarkan hal itu didengar oleh serikat mahasiswa di belakang panggung.

Hari ini, Huang Ting mencocokkan pakaiannya dengan yang lain. Semua orang mengenakan kemeja putih. Huang Ting tampak maskulin, sementara Ou Qihang memancarkan kesegaran ala remaja. Fu Liqun, Zhou Sheng, ditambah dengan Chen Yekai… Yu Hao pikir mereka harusnya menjadi line-up terkuat untuk grup Super Male Idol di kampus mereka dan dia bertanya-tanya reaksi seperti apa kira-kira yang nantinya akan dipasang oleh para penonton saat melihat ketiganya. nNeM6R

Setelah semua berkumpul, serikat mahasiswa langsung menutup pintu dan meminta foto bersama di belakang panggung. Zhou Sheng berkata, “Berdiri seperti ini kelihatan bodoh, menjauhlah sedikit.”

Beberapa orang berada di belakang sofa dan sedang duduk atau berdiri. Zhou Sheng secara terbuka duduk tepat di tengah seperti seorang CEO dengan satu kaki melipat ke atas kaki satunya. Fu Liqun berkata, “Tuan Muda, kau berhasil merebut posisi center! Kacau sekali!”

Fu Liqun melompat ke sofa dan duduk di sana. Chen Yekai berdiri di samping Yu Hao dengan satu tangan melingkari bahunya; Ou Qihang duduk bersila di tanah di depan sofa, sementara Huang Ting memegang mikrofon saat dia berdiri di samping Zhou Sheng. Zhou Sheng menarik Yu Hao dan membuatnya berbaring horizontal dengan kakinya sebagai bantal.

“Satu… Dua… Tiga.” Tse2ux

Fotografer mengambil foto mereka berenam. Seketika Yu Hao sekonyong-konyong merasa sedih. Dengan pindahnya Huang Ting ke Beijing dan kelulusan Ou Qihang, momen seperti ini mungkin tidak akan pernah terjadi lagi.

Hanya satu detik sebelum tombol kamera ditekan, Zhou Sheng menggerakkan satu tangan dan memegang jari Yu Hao, sedikit mengencangkan cengkeramannya. Yu Hao tahu bahwa saat ini, perasaan Zhou Sheng telah terhubung dengan perasaannya sendiri, dan yang ingin dia katakan adalah: kita akan tetap bersama.

Lampu di luar tiba-tiba dimatikan; semuanya kini menjadi gelap gulita.

“Cepat! Cepa! cepat!” Pembawa Acara mulai mendesak, “Sudah mau dimulai! Chen Laoshi!” PdJ5vq

Chen Yekai mengambil kursi dan memberi isyarat kepada kelima orang lainnya. Mereka masing-masing membawa kursi tinggi dan bersiap-siap di depan tirai. Yu Hao berkata, “Di mana mikrofonku? Mana mikrofonku!”

“Pakai yang ini.”

Peserta konferensi datang dan menyerahkan mikrofon telinga kepadanya. Yu Hao memakainya dan kelima lainnya memegang mikrofon. Ou Qihang tersenyum sambil berkata, “Ini pertama kalinya aku tampil seperti ini.”

Yu Hao menyemangati. “Jangan gugup!” lW4tqL

Di dalam kegelapan, auditorium secara bertahap berubah tenang. Yu Hao mengintip dari tirai dan melihat ke luar—begitu banyak orang yang datang hari ini, jumlahnya bahkan lebih besar dari yang dia bayangkan!

Di dalam kegelapan, lampu panggung mulai diturunkan. Cahaya pertama disorotkan ke Chen Yekai yang sedang duduk di kursi tinggi. Auditorium tiba-tiba menjadi ramai oleh sorak-sorai yang nyaring.

Please visit langitbieru (dot) com

“Dunia ini sangat luas. Lantas, bagaimana bisa kita bertemu?”

Suara berat Chen Yekai terdengar. Dalam sekejap keramaian diliputi oleh teriakan antusias. HGTYpm

Apakah kita saudara kandung? Atau hanya sekadar kerabat dekat? Zhou Sheng mondar-mandir di kursi dengan canggung saat dia bernyanyi menggunakan mikrofonnya.

Yu Hao mengikik dari belakang panggung.

Hari ini adalah 14 Februari, Hari Valentine yang legendaris. Semua anak muda laki-laki dan perempuan berkumpul di keramaian untuk menikmati festival hari ini. Fu Liqun memegang mikrofonnya, tampak hanyut saat mulai melakukan rap dengan penuh totalitas yang diiringi dengan alunan gitar.

“Hari ini adalah 14 Februari, Hari Valentine yang legendaris. Aku ingin pulang, membaca dan makan mie instan...” Ou Qihang tertawa miris. Begitu cahaya lampu menerpanya, jeritan histeris lainnya terdengar. KnVXjd

Huang Ting melanjutkan, “Namunbeberapa bajingan di QQ bertanya, kenapa kau masih sendirian? Aku tidak bisa menahan diri untuk mengirimi mereka salam hangat.

Semoga semua pasangan di dunia ini menjadi saudara yang telah lama hilang——

Para penonton di auditorium tertawa terbahak-bahak. Zhou Sheng bernyanyi dengan ekspresi nakal di wajahnya, “Tidak peduli apakah itu Motai, 7 Days, Supa, Jin Jiang Inn, Greenhouse, Orange Crystal, kuharap semua tempat tidur mereka terisi penuh——”

Di tengah hiruk-pikuk tawa, panggung itu telah berubah menjadi terang benderang. Kelima pria di atas panggung menurunkan mikrofon mereka dan cahaya yang lebih menyilaukan kini bersinar. Yu Hao berdiri di tengah panggung, matanya berbinar seterang bintang-bintang saat dia mulai terhanyut bernyanyi penuh emosi. “Dirimu kekal di ingatanku, dalam mimpiku, di hatiku, di laguku.——3cAwdl

Lima pria di atas panggung mulai melambaikan tangan secara bersamaan sebagai ucapan perpisahan. Mereka bertepuk tangan dengan mikrofon di tangan sebelum meninggalkan panggung. Yu Hao pergi ke depan panggung di tengah sorakan semua orang. Dia terus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak bertindak terlalu feminin saat bernyanyi nanti. Dia memakai mikrofon telinganya, melanjutkan rap tadi sebelum mengubah lagu:

Masih teringat tentang kita dulu, kita berjalan berdampingan, melewati gang yang ramai.

” …Seperti mimpi, semuanya telah ditakdirkan…

Seluruh auditorium seketika sunyi. Hanya suara indah Yu Hao yang menembus keheningan. qEpWdP

Dirimu kekal di dalam ingatanku—— dalam mimpiku, di hatiku, di laguku——”

Yu Hao mendongak lalu bertemu pandang dengan Zhou Sheng yang tengah berdiri di tempat yang sama di belakang auditorium seperti yang dilakukannya tahun lalu.

Pada saat itu, seolah-olah hanya mereka berdua yang tersisa di dunia ini. Yu Hao memperhatikan Zhou Sheng dari jauh. Dia melempar senyum, membungkuk kepada orang banyak dan tirai akhirnya ditutup.

Lagu pembuka telah menggiring suasana ke klimaksnya. Yu Hao tidak bisa lagi mengingat apa yang dikatakan pembawa acara. Dia lalu  berpegangan tangan dengan Zhou Sheng dan berlari keluar dari auditorium dengan banyak orang yang mengikutinya dari belakang. Chen Yekai telah memarkir mobil barunya di pintu belakang auditorium—Lincoln dengan tujuh tempat duduk. nNJk2t

“Kau tidak perlu melakukan ini, Laoshi!” Fu Liqun menjadi heboh, “Jadi, kau tidak menginginkan mobilmu yang lama lagi? Kalau begitu berikan padaku saja!”

“Yang benar saja!” Chen Yekai tertawa, “Aku akan mengajak kalian jalan-jalan.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Yang benar? Boleh aku bergabung?” Li Yangming sedang menunggu di samping mobil ketika dia bertanya dengan gugup, “Boleh aku ikut menumpang mobil Chen Laoshi?”

Yu Hao tidak berharap bahwa Fu Liqun akan membiarkan Li Yangming mengikuti juga, tapi Fu Liqun berkata, “Naiklah ba, ayo makan barbeku bersama.” Setelah itu, Fu Liqun melirik Yu Hao. eRO3Lw

Zhou Sheng tersenyum dan berkata, “Ayo pergi, kita bisa bersenang-senang bersama.”

“Naiklah!” Chen Yekai berkata kepada Li Yangming, “Sisipkan saja tubuhmu di sana.”

Li Yangming tentu sangat senang. Fu Liqun lantas memperkenalkannya. “Dia teman sekamar kami.”

Chen Yekai membawa mereka ke warung barbeku terbuka di tepi sungai. Meskipun saat itu musim dingin, ada beberapa lampu pemanas yang memancar di peron. Semua orang makan barbekyu sambil mengagumi pemandangan sungai. Xiao Yujun juga datang untuk makan malam perpisahan Huang Ting. FE0MeY

Yu Hao memperhatikan Zhou Sheng yang memanggang daging untuknya. Zhou Sheng sudah mengusir koki yang seharusnya melayani mereka dan mulai menyiapkan semuanya secara pribadi. Zhou Sheng tampaknya memang akan memanggang daging lebih baik daripada koki itu. Yu Hao melirik Li Yangming dan Fu Liqun yang sedang sibuk mengobrol tidak terlalu jauh dan bertanya, “Mungkinkah Gege kesepian? Aku rasa kita akhir-akhir ini kurang memperhatikannya.”

Zhou Sheng mengenakan celemek saat dia memanggang dengan serius. Dia memikirkannya sebentar, lalu berkata, “Dialah yang tidak ingin mengganggu kita.”

Yu Hao berkata, “Tapi tetap saja.”

Zhou Sheng menatap Yu Hao kemudian tersenyum. Fu Liqun baru saja putus dan sekarang dia sedang dalam suasana hati yang sangat buruk. Dia bergaul dengan Li Yangming hampir sepanjang waktu selama periode ujian akhir. Yu Hao tahu bahwa Fu Liqun tidak ingin mengganggu Zhou Sheng dan dirinya. Yu Hao juga tahu bahwa Fu Liqun adalah pria baik yang tidak mau mengabaikan teman sekamar baru mereka sendirian di asrama. gCMwDi

“Kau tidak suka anak itu?” Zhou Sheng bertanya dengan santai.

“Aku khawatir dia akan menyukai Gege.” Yu Hao melanjutkan, “Kalau itu terjadi, pasti nanti akan terlalu canggung.”

Dua orang yang kesepian; Yu Hao tidak khawatir tentang Fu Liqun, tetapi Li Yangming.

“Mustahil,” Zhou Sheng tidak tahu dia harus menangis atau tertawa, “Fu Liqun itu pria lurus, anak itu pasti sudah tahu.” N2eg7S

Yu Hao mengambil daging panggang Zhou Sheng. “Tapi Li Yanming akan sulit menahan diri kalau sampai dia benar-benar menyukai Gege; bukannya aku juga pada akhirnya menyukai pria lurus?”

Zhou Sheng berkata, “Aku gay, bukan pria lurus.”

Yu Hao terbahak lucu lalu pergi untuk berbagi daging panggang dengan orang-orang di sana. Chen Yekai memegang sebotol bir saat dia mengobrol dengan Zhou Sheng di dekat pagar. Huang Ting menepuk bahu Yu Hao, memberi isyarat agar dia mengikutinya karena dia memiliki sesuatu yang ingin dia katakan kepada Yu Hao.

“Kamu sudah mau pergi besok?” Yu Hao bertanya, “kenapa kamu tidak menemani Junjun Jie sedikit lebih lama?” KIWDHF

“Aku akan menemaninya di malam hari.” Huang Ting agak malu-malu, “Bukan untuk bermalam bersama, hanya untuk jalan-jalan… Oh, ya, aku mau bertanya padamu.”

Alis Yu Hao terangkat saat dia menatap Huang Ting. Sedikit senyuman terlihat di mata Huang Ting saat dia memperhatikan Yu Hao.

Langit Bieru.

“Ou Qihang kehilangan ingatannya, apa kau tahu tentang itu?” tanya Huang Ting.

Un?” Yu Hao tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah. Dia dengan cepat memikirkannya dan menjawab, “Dia memberi tahuku sebelumnya dan kami menebak bahwa… bahwa dia mungkin dipukul pada malam itu? Atau efek samping dari anestesi?” aEFIdz

“Aku rasa tidak,” Huang Ting menggelengkan kepalanya dengan penuh arti, “Aku secara khusus membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan.”

Yu Hao bertanya, penuh keraguan, “Lalu?”

Tatapan Huang Ting sangat tajam, seolah dia bisa melihat segalanya. Yu Hao merasakan bahaya——dia tidak bertanya kepada Zhou Sheng dan Chen Yekai, atau dia bisa saja bertanya kepada mereka.

“Aku pikir seseorang mungkin telah menghapus ingatannya.” Huang Ting tidak melihat Yu Hao dan malah menghadap ke sungai, menatap lampu di luar. “Aku selalu merasa seolah-olah ada sesuatu yang tidak biasa tentang seluruh urusan ini.” BpQxjK

“Sesuatu yang salah?” Yu Hao tampak ragu, “Tidak mungkin ba, ingatan bisa dihapus?”

Huang Ting memikirkannya sebentar, lalu melirik ke samping ke arah Yu Hao, “Dia bisa saja dihipnotis.”

Yu Hao, “…”

Jantung Yu Hao seolah-olah akan melompat liar dan dia berpikir, Huang Ting, sikapmu yang profesional itu benar-benar bukan hanya sekadar untuk pamer… Yu Hao berusaha memaksa diri untuk tidak mengatakan apa pun, “Lagipula, semuanya sudah berakhir. Jadi, tidak perlu terlalu memikirkannya” dan malah bertanya. “Jadi?” b174X

Huang Ting menggosok pelipisnya, “Yu Hao, Yujun ternyata benar, kamu benar-benar cocok menjadi seorang reporter.”

Yu Hao, “?”

Apa hubungannya dengan layak atau tidaknya aku menjadi seorang reporter?

Huang Ting mengulurkan jari telunjuk tangannya yang dia gunakan saat memegang kaleng bir untuk mengetuk pundak Yu Hao, “Kala Nicky, Zhou Sheng dan aku membahas ini, mereka berdua berkata, ‘Semuanya sudah berakhir, jadi untuk apa terlalu memikirkannya?’ hanya kau yang ingin mengetahui kebenarannya.” KpojzI

Yu Hao berpikir, itu karena aku takut jatuh ke dalam perangkapmu. Namun memang, banyak orang akan membiarkannya begitu saja ketika mereka menemukan detail yang begitu kecil, tetapi pasti ada sesuatu yang jauh lebih kompleks dan rumit di balik kejadian aneh seperti itu. Wartawan dan polisi akan selalu mengejar detail aneh yang tampaknya tidak sesuai dengan logika dan akhirnya mengungkap banyak rahasia yang seakan-akan bisa mengguncang dunia.

Translator's Note

Posisi yang merebut perhatian paling banyak. Biasanya orangnya paling populer atau hebat.

Translator's Note

nama-nama hotel di kota Ying kayaknya.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!