English

Merebut MimpiCh109 - Menghadiri Perjamuan

0 Comments

Penerjemah: Jeff

Editor: AdaRa 4GSUhP


“Jadi, hari ini akan menentukan hidup yang akan kita habiskan bersama.”


“Lupakan.” Huang Ting mengakhiri percakapan, “Aku tidak bisa memikirkan kemungkinan lain untuk saat ini. Bantu aku menjaga Ou Qihang. Jika ada yang terjadi, jangan ragu untuk menghubungi aku kapan saja.”

Langit Bieru.

“Un…” Yu Hao tidak khawatir Ou Qihang akan mengalami situasi seperti itu lagi. Bagaimanapun, orang yang telah menghapus sebagian ingatannya adalah Zhou Sheng, tetapi Huang Ting khawatir bahwa mungkin ada lebih banyak bahaya yang mengintai di belakang, itulah sebabnya dia secara khusus memberinya instruksi seperti itu. Oleh karenanya, dia seharusnya tidak mencurigai mereka untuk saat ini.

Ekspresi Chen Yekai dan Zhou Sheng tampak sedikit serius. Keduanya berdiri di depan pagar. Chen Yekai melingkarkan lengannya di bahu Zhou Sheng sementara Yu Hao melihat dari jauh. Sepertinya Chen Yekai tengah dengan serius dan tulus mengajarinya tentang sesuatu. Namun, ekspresi Zhou Sheng tampak sedikit kesepian. Dia melihat ke belakang, menatap Yu Hao, dan tersenyum. amQPhN

Yu Hao berpikir, apa mereka sedang mendiskusikan masalah mengenai orang tuanya? Dia ingat bahwa ketika Chen Yekai bersama Ryuusei, dia sudah pernah coming out di depan orang tuanya di masa lalu, sehingga dia bisa berbagi pengalamannya dengan Zhou Sheng. Chen Yekai berbicara sebentar, lalu Zhou Sheng mulai membiarkan pikirannya mengembara, Yu Hao bangkit untuk berjalan.

“Aku pikir, Tao Tie melambangkan keinginanmu untuk hal-hal materi…”

Yu Hao mendengar Chen Yekai mengatakan itu. Dia berjalan ke depan pagar, lalu berbalik ke samping untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Un.” Zhou Sheng melirik Yu Hao dan dengan santai berkata, “Harapan untuk uang dan kehidupan yang baik, tetapi aku tidak berpikir aku memiliki kemampuan untuk mencapainya. Dia adalah keserakahanku untuk hal-hal yang bukan milikku sejak awal.” zuhnvO

“Keinginan materi,” Chen Yekai merenung sebentar, “Setiap orang memilikinya, kamu tidak bisa menghindarinya. Alih-alih mengalahkannya dan membuat dirimu meninggalkan semua keinginan materi milikmu, mengapa kamu tidak mencoba untuk menaklukkannya?”

Yu Hao, “…”

Yu Hao memperhatikan bahwa Li Yangming juga akan datang, jadi dia memberi isyarat kepada Chen Yekai. Namun, Chen Yekai melanjutkan, “Ada dua cara yang mungkin bisa dilakukan untuk menyelesaikannya. Salah satunya adalah menaklukkannya pada tahap ini, mengubahnya menjadi bagian dari dirimu dan menghadapi dirimu yang paling sejati. Rekonsiliasi permasalahan antara kamu dan keluargamu serta kekayaan ayahmu. Kalahkan dan jinakkan.”

Zhou Sheng dengan santai berkata, “Itulah yang ingin aku lakukan selanjutnya.” 1eRj39

Chen Yekai memberi isyarat dan berkata, “Kedua, melalui usahamu sendiri, dapatkan kebebasan finansial untuk dirimu sendiri. Pada saat itu, Tao Tie akan kehilangan semua kekuatannya dan bahkan tidak layak disebut untukmu.”

Zhou Sheng berkata, “Un, itu alternatifnya.”

“Dibandingkan dengan Tao Tie, kupikir Satanmu lebih berbahaya.” Chen Yekai tertawa dan menepuk bahu Zhou Sheng.

Zhou Sheng berkata, “Yu Hao bisa menaklukkannya.” FVXtxR

Yu Hao juga tertawa. Li Yangming datang dan mereka bertiga segera berhenti berbicara.

“Apa yang kalian bicarakan?” Li Yangming memberi mereka bir. Yu Hao melambaikan tangannya untuk memberi isyarat bahwa dia tidak akan minum lagi.

Chen Yekai tersenyum, “Membicarakanmu.”

Pemandangan malam, lampu yang cemerlang dan Chen Yekai yang tampak seperti aktor utama dalam drama Korea, Yu Hao berpikir, Li Yanming kamu mungkin akan langsung tenggelam ke dalamnya. Chen Yekai tidak pernah sadar jika dia baru saja menggoda orang dan selalu tampil sebagai guru. Tapi godaan ambigu semacam ini akan membuat gay kecil mana pun yang melihatnya ingin langsung berbaring di lantai dan mulai berguling-guling di mana-mana. 85PmUi

Melihat ekspresi Li Yangming, Yu Hao sekilas tahu bahwa dia telah ditaklukkan.

Tapi Chen Yekai sepertinya tidak sadar dan menjelaskan, “Mereka semua sangat menyukaimu.”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao tahu bahwa Chen Yekai adalah orang yang sangat baik. Setiap kali dia melihat seorang siswa yang tidak percaya diri, dia akan selalu membantu mereka dan menarik mereka ke atas. Tetap saja, percakapan ini benar-benar agak canggung, jadi dia mengangguk dan pergi bersama Zhou Sheng untuk duduk di sofa.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Salju turun!” Huang Ting berteriak ke arah mereka. OEKPvr

14 Februari, salju pertama sudah lama tertunda. Zhou Sheng mengucapkan “yo” saat dia melihat ke atas. Semua orang mengangkat tangan untuk menangkap salju. Yu Hao memotret semua orang dan mengirimkannya ke Cen Shan, sementara Cen Shan membalasnya dengan foto dirinya sedang bermain ski di Swiss. Keduanya saling mengucapkan “Selamat Hari Valentine”. Setelahnya, hari itu berakhir.

Keesokan harinya, Fu Liqun menyeret kopernya keluar dan mengenakan topi bulu. Yu Hao dan Zhou Sheng mengantarnya ke bawah, lalu Fu Liqun berkata kepada Zhou Sheng, “Jika terjadi sesuatu, hubungi aku kapan saja.”

“Tidak ada yang akan terjadi.” Zhou Sheng berkata, “Pulanglah ba.”

Lapisan salju yang menumpuk di gunung bahkan lebih tebal daripada di kota. Yu Hao dan Zhou Sheng meraih segenggam bola salju dan melemparkannya satu sama lain untuk sementara waktu, lalu pergi ke pasar dengan bergandengan tangan untuk membeli beberapa barang untuk Tahun Baru. Ini adalah Tahun Baru pertama yang akan mereka habiskan bersama setelah mereka resmi berpacaran. Zhou Sheng membawa banyak bahan makanan dan kebutuhan saat dia mengikuti di belakang Yu Hao. Yu Hao merasa mereka benar-benar seperti pasangan muda sekarang. 7eN8pQ

Begitu liburan dimulai, semua rumah di dekatnya akan seperti asrama mereka — hampir semua orang pergi. Satu-satunya orang yang tersisa adalah anak-anak penduduk desa setempat yang bermain petasan di pinggir jalan. Zhou Sheng mengisi lemari es, lalu mereka berdua pergi untuk memotong rambut. Zhou Sheng berkata, “Ayo beli mobil saat kita luang dan dapatkan SIM juga.”

Yu Hao ingin mengatakan sesuatu tetapi ragu-ragu. Dia memikirkan tabungan Zhou Sheng; uang dua juta itu belum tersentuh, tapi itu uang ayahnya.

“Kita bisa membelinya dengan pinjaman.” Yu Hao mulai secara bertahap menerima nilai-nilai Zhou Sheng, “Dan membayarnya dengan mencicil.”

Zhou Sheng berkata, “Kita bisa membeli satu yang harganya sekitar tujuh puluh hingga delapan puluh ribu.” hyN0n

Yu Hao memikirkan “perjamuan keluarga” Zhou Sheng selama Festival Musim Semi dan merasa sedikit khawatir. Pada tanggal 29, dia berkata kepada Zhou Sheng, “Setelah kamu memasak besok, sisihkan saja. Aku akan menunggumu kembali sebelum kita makan bersama?”

“Kenapa menunggu?” Zhou Sheng bingung, “Ayo pergi bersama ah.”

Yu Hao ingin mengatakan, tapi ayahmu tidak mengundangku, tetapi dia takut jika dia mengatakan itu, mereka akan mulai berkelahi. Zhou Sheng berkata, “Aku sudah membuat semua persiapannya. Ayo kita beri tahu mereka besok karena mereka berdua akan hadir ba.”

Yu Hao, “!!!” mrLT0X

Zhou Sheng melanjutkan, “Bukankah mereka bilang kalau mereka memiliki sesuatu yang ingin mereka umumkan kepadaku? Aku punya sesuatu yang ingin aku umumkan juga.”

Yu Hao ingin mencegahnya, tetapi dia tahu bahwa Zhou Sheng pasti telah mempertimbangkannya dengan cermat sebelum membuat keputusan ini. Pada saat ini, yang perlu dia lakukan hanyalah mendukungnya di sisinya.

“Oke.” Yu Hao berkata dengan serius, “Ayo berlatih apa yang harus dikatakan besok?”

Yu Hao sangat gugup, tetapi Zhou Sheng tampaknya tidak terlalu peduli tentang hal itu sama sekali, “Rencana akan selalu bisa terjadi perubahan, katakan saja langsung. Ini bukan seperti mereka berdua bisa melahapmu di tempat.” 23lDTW

Yu Hao mencoba yang terbaik untuk tenang. Setelah beberapa saat, dia berkata, “Zhou Sheng, apa kamu benar-benar berencana untuk coming out?”

“Ya.” Zhou Sheng menjawab, “Aku yakin, sangat yakin.”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao memutuskan bahwa dia mungkin juga mengangguk dan berkata, “Oke, semuanya terserah padamu.”

Zhou Sheng tampaknya tidak khawatir sama sekali saat dia bekerja di dapur untuk membuat bakso yang dia siapkan untuk digoreng untuk Yu Hao sebagai camilan. Yu Hao mau tidak mau bertanya, “Menurutmu bagaimana reaksi mereka? Mereka…” k7zGxv

Zhou Sheng berkata, “Siapa yang peduli bagaimana reaksi mereka? Ini adalah ‘pengumuman’, bukan ‘meminta pendapat mereka’. Terserah mereka mau menerimanya atau tidak. Kaikai juga mengatakan bahwa orang tua tidak akan bisa menerimanya pada awalnya, tetapi selama kita tidak mempermasalahkannya, mereka secara bertahap akan mulai menyerah.”

Yu Hao bertanya, “Pakaian apa yang harus aku kenakan besok?”

“Cheongsam.” kata Zhou Sheng.

Yu Hao, “…” imvpoM

Zhou Sheng tertawa terbahak-bahak, “Istriku tersayang, kamu benar-benar sangat gugup, tapi apakah itu perlu? Kenyataan tidak akan berubah hanya karena kemauan keras, berhati-hatilah agar tidak tergores oleh ibuku. Tapi aku akan melindungimu.”

Yu Hao sebenarnya tidak takut pada Zhou Laichun; itu tidak seperti dia bisa mulai memukulinya di tempat. Yang paling dia takuti adalah ibu Zhou Sheng. Sejak dia bertemu dengannya tahun lalu selama Tahun Baru, dia menemukan titik kontak baru dan terus berusaha mengendalikan Zhou Sheng melalui Yu Hao. Jika dia mengetahui bahwa Yu Hao membawa putranya sendiri ke tempat tidur, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan menjadi hasil dari tingkat ledakannya.

Adapun Zhou Laichun, dia paling banyak akan mulai berkelahi dengan Zhou Sheng di tempat, lalu keduanya akan saling mengabaikan untuk sementara waktu. Sementara ibu Zhou Sheng kemungkinan besar akan lari ke perguruan tinggi dan mencekik Yu Hao sampai mati di depan semua siswa…

Yu Hao tidak bisa tidur sama sekali malam itu. Dia terus berguling kesana kemari dan bahkan lebih gugup daripada Zhou Sheng, dia hanya berhasil tertidur saat fajar. Namun Zhou Sheng berhasil tidur dengan sangat nyenyak. Ketika mereka bangun di siang hari, petasan sedang dinyalakan di luar. Setelah melihat penampilan Zhou Sheng, Yu Hao tahu bahwa dia pasti tidak tidur nyenyak tadi malam. YtZpWj

“Dua mata panda.” Setelah mencuci wajahnya, Zhou Sheng menggoda.

Yu Hao sangat lelah. Zhou Sheng berkata, “Shifu yang dulu mengajariku tinju mengatakan kepadaku bahwa mudah untuk menjadi terlalu gugup sampai kamu tidak tidur sebelum pertandingan, tetapi kamu hanya perlu mengatakan pada dirimu sendiri bahwa dalam 48 jam, masa depan akan berubah menjadi masa lalu dan itu tidak akan menjadi masalah lagi. Pikirkan tentang bagaimana besok akan menjadi hari pertama Tahun Baru dan bagaimana kita akan berbaring di sofa, menonton televisi sambil makan makanan ringan. Masih gugup?”

Yu Hao pikir dia benar. Jika dia memikirkannya seperti itu, maka begitu mereka melewati perjamuan makan hari ini, tidak ada lagi yang penting.

Zhou Sheng berganti pakaian menjadi setelan kasual dengan sweter pasangan yang dibeli Yu Hao di bawahnya. Mereka berpelukan di depan pintu. Yu Hao mengenakan syal, topi dan sepatunya lalu keluar dari pintu. x5f8I0

“Kamu juga terlihat sangat keren hari ini.” Zhou Sheng mengusap kepala Yu Hao dan berkata, “Ayo pergi.”

Zhou Sheng membawa Yu Hao ke “Fajar Musim Semi di Gunung Kosong” di Gunung Yunding, yang merupakan tempat mereka makan saat ulang tahunnya. Salju di gunung menghancurkan pohon pinus, pohon cemara, dan bambu. Semua tanaman hijau di seluruh pegunungan diwarnai dengan semburat putih, seperti membeku. Tidak ada seorang pun di luar pada Malam Tahun Baru, tetapi Fajar Musim Semi di Gunung Kosong luar biasa semarak.

Banyak orang kaya lebih suka makan malam Tahun Baru di luar bersama kerabat mereka. Yu Hao melihat poster di pintu masuk —- 2.888 makan malam Tahun Baru. Saat itu baru pukul 3 sore ketika semua kursi terisi, dan bahkan yang di lobi sudah penuh dipesan.

Yu Hao merasa tangan Zhou Sheng sedikit dingin dan juga sedikit gemetar. Dia tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya. Ketika dia memikirkannya, Zhou Sheng seharusnya menjadi orang yang bahkan lebih gugup darinya, namun dia memintanya untuk tidak perlu khawatir. Saat ini, yang memberikan keberanian seharusnya adalah dia. ZrKyqD

Yu Hao berkata, “Zhou Sheng.”

“Un?” Zhou Sheng berdiri di luar Fajar Musim Gugur di Gunung Kosong dan menatap Yu Hao.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao berkata, “Aku tidak pernah berpikir bahwa hari seperti itu akan datang.”

“Aku juga tidak pernah berpikir begitu.” Zhou Sheng berkata, “Ada beberapa hal yang akan selalu terasa sedikit tidak nyata ketika itu benar-benar terjadi.” U0ysWN

Yu Hao tertawa. Zhou Sheng melanjutkan, “Meskipun aku selalu menolak untuk menyerah pada Kaikai, ada kalanya aku berpikir apa yang dia katakan itu benar. Jalan ini mungkin terlihat cukup sulit, tetapi setelah mengambil langkah pertama, aku menyadari bahwa itu tidak sesulit kelihatannya.”

Sampai sekarang, Yu Hao masih belum mengerti mengapa Zhou Sheng memilih untuk melakukan coming out ke orang tuanya hari ini. Dia merasa Zhou Sheng pasti punya alasan yang tidak dia katakan, tetapi karena Zhou Sheng tidak memberitahunya, maka dia juga tidak akan bertanya.

“Jadi, hari ini akan menentukan hidup yang akan kita habiskan bersama.” Kata Yu Hao.

“Ya.” Zhou Sheng tersenyum, “Apa kamu bersedia?” tk iuv

“Aku tidak bisa lebih bersedia.” Yu Hao menatap mata Zhou Sheng dan menjawab dengan sungguh-sungguh, lalu melanjutkan melihat salju yang menumpuk di seluruh pegunungan.

Zhou Sheng mengucapkan “un” dan berhenti bercanda dengan Yu Hao. Dia membawanya ke lobi, seorang manajer segera datang untuk menyambut mereka.

“Duduk di sini dulu.” Zhou Sheng menyesuaikan Roda Gagak Emas di pergelangan tangannya. “Makanlah camilan, aku ke dalam ruangan dulu. Aku akan meminta seseorang untuk memanggilmu nanti.”

Yu Hao mengangguk, lalu Zhou Sheng berbalik dan pergi, menghilang ke lautan orang yang berjalan mondar-mandir. Yu Hao diam-diam melihat segala sesuatu di sekitarnya. Seorang pelayan menyajikan teh dan menanyakan sesuatu, tetapi Yu Hao terganggu dan hanya berkata dengan linglung, “Oke, tidak apa-apa.” 5WrmI2

Dia adalah satu-satunya yang duduk di meja besar. Semua orang-orang di sekitarnya mengira jika dia ada di sana untuk memesan meja itu. Lingkungan yang bising seolah diblokir oleh penghalang tak terlihat di sekitarnya. Setelah sepuluh atau dua puluh menit, dia akan masuk dan menghadapi reaksi orang tua Zhou Sheng.

Tidak terlalu jauh dari mejanya, ada dua meja yang juga masing-masing memiliki satu orang. Salah satunya adalah seorang wanita berusia tiga puluhan yang meletakkan ponselnya di atas meja dan mengetuknya tanpa sadar.

Di meja lain ada seorang pria muda, yang tampak seumuran Fu Liqun dan cukup tampan. Dia bermain gim di ponselnya dengan ekspresi bosan di wajahnya dan sesekali melihat sekeliling, tampak seperti sedang menunggu orang tuanya datang untuk makan malam.

Ya ampun, apa yang aku lakukan? Yu Hao tiba-tiba merasa dunia ini terlalu tidak nyata. Dia tidak pernah mengayunkan kakinya, tetapi sekarang dia mencoba mengayunkannya beberapa kali. Gerakan itu seperti menghilangkan stresnya, jadi dia mulai mengayunkan kakinya dengan keras. I2CZo

Siapa aku? Kenapa aku ada disini?

Yu Hao merasa hari ini benar-benar mirip dengan hari dia mengisi formulir aspirasi untuk ujian masuk perguruan tinggi, dan juga seperti hari dia menandatangani kontrak penjualan rumahnya setelah neneknya meninggal. Itu seperti salah satu persimpangan yang tak terhitung jumlahnya dan tenang — yang terdiri dari peristiwa besar dan kecil. Dia tidak menyadari pada awalnya bahwa saat itu benar-benar akan memicu badai menggelora dalam hidupnya…

Ai!” Pria muda di meja yang berdekatan dengan meja Yu Hao melemparkan ponselnya ke atas meja.

Yu Hao meliriknya dan bertanya, “Kamu main Glory?” wNsRAo

“Kamu tahu cara memainkannya?” Orang itu bertanya pada Yu Hao.

Untuk menghilangkan stresnya, Yu Hao pergi untuk duduk dan melihat, “Kamu sedang menunggu seseorang?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Un.” Pemuda itu berkata, “Kamu seorang mahasiswa?”

Yu Hao, “Aku juga sedang menunggu seseorang, aku mahasiswa tahun kedua.” amjgSY

Wanita di meja lain juga sangat bosan dan melirik mereka. Yu Hao berkata, “Kamu juga tahu cara bermain?”

Wanita itu berkata, “Sedikit.”

Jadi mereka bertiga untuk sementara duduk mengelilingi meja yang sama. Wanita itu menuangkan teh untuk mereka dan melihat mereka memainkan Glory dari samping.


Zhou Sheng dengan santai mengetuk pintu sebuah ruangan dua kali. Sebuah suara terdengar dari dalam, “Siapa itu?” p9x2wT

Zhou Sheng mendorong pintu dan berjalan ke dalam ruangan, dan melihat ibunya sedang duduk, tetapi Zhou Laichun tidak ada.

“Kamu benar-benar tahu cara mengetuk?” Mama Zhou mengamatinya seperti dia tidak mengenal putranya lagi.

Zhou Sheng, “Kaulah yang tidak pernah mengetuk.”

Mama Zhou mengenakan pakaian terbaiknya hari ini — dia mengenakan rok hitam pendek dan cincin mutiara sebagai aksesori. Zhou Sheng mengamatinya dengan ragu dan memperhatikan perutnya. VYN9Hq

Zhou Sheng, “Tidak mungkin, kamu hamil?”

Mama Zhou mengabaikan Zhou Sheng. Zhou Sheng melanjutkan, “Berapa bulan? Laki-laki atau perempuan?”

Mama Zhou, “…”

Zhou Sheng, “Tidak mungkin, pria itu selalu mengalami ejakulasi dini, tapi dia masih bisa membuatmu hamil? Berapa umurmu, kamu masih melahirkan di usiamu?” lAHYs

Mama Zhou akhirnya tidak tahan lagi dan meraung marah, “Apakah Laoniang segemuk itu?! Apakah kamu ingin mati di Malam Tahun Baru ini?!”

Zhou Sheng segera mengangkat tangannya untuk memberi tanda menyerah. Mama Zhou sepertinya telah menahan diri untuk tidak mengumpat untuk waktu yang lama, jadi seluruh keranjang kata-kata kutukannya segera terbalik saat dia mulai membombardir Zhou Sheng. Zhou Sheng berkata dengan marah, “Aku mengerti! Aku salah! Aku salah!! Aku seharusnya tidak mengatakannya!!”

Mama Zhou terdiam lagi dalam sekejap dan mengamati putranya dengan curiga. “Apa katamu? Apa yang baru saja kamu katakan?”

Zhou Sheng terbiasa mengatakan “Aku salah, aku salah” kadang-kadang kepada Yu Hao. Agak canggung untuk mengakui dengan benar bahwa dia salah, jadi dia akan mengatakannya dengan cara yang tidak tahu malu seperti bagaimana seorang anak akan mengatakannya, seolah-olah dia berkata, ‘Aku sudah mengakui kesalahanku, apa lagi yang bisa kamu lakukan kepadaku?’ untuk menyelesaikan perselisihan mereka. Mama Zhou di sisi lain, orang yang telah membesarkannya sejak dia masih kecil, belum pernah mendengar dia mengakui kesalahannya sebelumnya. Zhou Sheng adalah pria yang tidak akan mengakui kesalahannya bahkan jika kamu membuangnya ke mesin cuci dan memerasnya hingga kering. CrqaR2

Zhou Sheng berhenti berbicara, lalu pasangan ibu dan anak ini terdiam lama.

“Di mana orang tua itu?” Zhou Sheng bertanya dengan kesal, “Jika dia tidak datang, aku akan pergi.”

Story translated by Langit Bieru.

“Bagaimana aku tahu?” Mama Zhou bingung, “Dia menjadi anjing ba. Mengibaskan ekornya saat dia menjilat pejabat di ruang sebelah…”

Ai berhenti mengumpat!” Zhou Sheng tidak tahan lagi dengan ibunya sendiri. j6sdd3

Mama Zhou mengerutkan bibirnya dan tanpa ampun mengucapkan “ck“. Zhou Sheng bertanya, “Apa kalian kembali bersama?”

“Kembali bersama…”

Zhou Sheng hanya bisa berkata, “Oke, aku mengerti, ayo kita berhenti membicarakan ini.”

Zhou Sheng dan ibunya saling menatap. Zhou Sheng menyesap tehnya dan terlihat sangat kesal, sementara Mama Zhou mulai memarahinya lagi, “Bisakah kamu belajar dari Haohao? Lihat saja penampilan premanmu itu, gadis seperti apa yang menginginkanmu di masa depan…” 02YkHR

“Seseorang menginginkanku!” Zhou Sheng balas meraung, “Kamu tidak perlu khawatir tentang itu!”

Zhou Laichun mendorong pintu dan masuk, sehingga pasangan ibu dan anak itu berhenti berbicara.

“Aku masih punya dua ruangan lagi yang harus aku beri salam.” Zhou Laichun juga mengenakan setelan khusus untuk hari ini. Dia hampir berusia lima puluh tahun, tetapi dia masih mempertahankan sosok yang baik. “Makanlah camilan dulu.”

“Apa yang bisa dimakan?” Mama Zhou Berkata, “Ada sesuatu di atas meja ini? Ampas teh?” GUSDkQ

Zhou Laichun, “Apa tidak ada yang datang untuk meminta pesananmu? Aku akan memanggil seseorang sekarang…” Saat dia berbicara, dia keluar lagi dan beberapa makanan ringan khas Tahun Baru dikirimkan setelah beberapa saat. Mama Zhou mulai menggerogoti biji melon. Kriuk, pei, kriuk, pei, kriuk… setelah menggigit biji, dia masih akan meludah dua kali dan meludah ke lantai.

“Tidak mudah membersihkan karpet ini.” Zhou Sheng berkata tanpa daya, “Apa kau bisa bersikap sopan sedikit saja?”

“Bukan urusanmu sialan.” Mama Zhou Berkata, “Serigala kecil bermata putih tidak sabar untuk menjadi Tuan Muda sekarang?”

Zhou Sheng berkata, “Anggap aku tidak pernah mengatakan apapun.” xf4MvB

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!