English

Merebut MimpiCh31 - Tahun Baru

0 Comments

“Selamat Tahun Baru.”


“Tidak ada maksud lain,” kata Zhou Sheng. Biasanya, ‘tidak ada maksud lain’ sebenarnya adalah ‘memang ada sesuatu yang disembunyikan’. Yu Hao tersenyum dan beralih ke saluran TV lainnya, saluran TV itu juga masih menyiarkan Gala Festival Musim Semi. fK0OBL

“Aku paham.” Yu Hao kemudian berpikir, “Orang yang mengikat bel haruslah orang yang melepasnya juga, biarkan aku melepas lingkaran emas, ba.”

“Aku mau pacaran. Aku cuma belum menemukan seseorang yang cocok,” Yu Hao bicara sambil menatap Zhou Sheng.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng bergelung di dalam selimut dan tiba-tiba bertanya, “Kenapa Kaikai meneleponmu siang tadi?”

Yu Hao tidak tahu kenapa Zhou Sheng menanyakan hal ini. Faktanya, Yu Hao menyadari bahwa begitu dia dan Chen Yekai saling bertemu atau menghubungi melalui telepon, Zhou Sheng tiba-tiba saja akan memberi perhatian lebih. bBwIpo

“Dia mungkin khawatir sesuatu akan terjadi padaku, kalau aku berada di luar sendirian, ba ?” Omong-omong, Yu Hao tidak memberi tahu Zhou Sheng tentang foto yang dia temukan di lemari Kaikai tempo lalu, yaitu foto seorang pria yang memiliki kemiripan dengan dirinya sendiri. “Tadi itu adalah salam biasa. Mungkin dia menelepon semua orang?”

“Dia tidak meneleponku,” Zhou Sheng berkata datar.

Yu Hao, “Karena kita sedang bersama.”

Zhou Sheng menggerakkan ponselnya. “Kau mau bertanya kepada Fu Liqun apakah Kaikai meneleponnya juga? Kau bisa sekalian mengucapkan Selamat Tahun Baru padanya.” IfYe7L

Kadang-kadang, Yu Hao merasa bahwa persepsi Zhou Sheng dapat dijelaskan dengan kata ‘menakutkan’. Namun, di waktu lainnya, Zhou Sheng lebih menakjubkan saat dia secara akurat dapat memahami alur pemikiran Yu Hao. “Mempelajarinya dari ibuku, ketika dia menyelidiki Ayah. Mencari tahu apakah ayah main belakang. Itulah yang disebut dengan jangan tinggalkan sedikit pun petunjuk.”

Yu Hao pikir dia mungkin pertanyaannya ini sudah baik. “Lalu, menurutmu, kenapa dia meneleponku?”

Sebenarnya, Yu Hao samar-samar merasa bahwa Chen Yekai memperlakukan dirinya berbeda daripada mahasiswa lain dan dia telah menebak alasan dari itu adalah karena seseorang di foto tersebut: Chen Yekai memperlakukan Yu Hao seperti mantan kekasihnya.

“Karena kecelakaan mobil Profesor Lin, membuatnya merasa segala sesuatu bisa terjadi di dalam hidup seseorang.” Zhou Sheng berkata dengan nada datar, “Mungkin dia sebelumnya bermaksud untuk berada di dalam mobil itu juga. Kemudian, setelah dia mengetahui tentang kecelakaan itu, dia tidak bisa tidak menelepon orang-orang yang penting baginya.” dsnR59

Kali ini, Yu Hao berlutut ke Zhou Sheng terus menerus. Zhou Sheng mungkin sering bermain-main, tetapi ketika dia menjadi serius, dia berubah menjadi seperti “Jenderal” di dalam alam mimpi Yu Hao.

“Lalu, setelah itu?” Yu Hao bertanya.

Zhou Sheng menyipitkan matanya dan mengamati Yu Hao. “Menurutku dia sedikit tertarik padamu, hanya saja dia takut untuk mengatakannya secara langsung. Dia memiliki hati seorang pencuri, tetapi sayangnya tidak sekaligus memiliki nyalinya.”

Yu Hao tidak menanggapi dan hanya kembali sibuk menonton TV. F6vRcV

Setelah membayangkan begitu banyak hal, Zhou Sheng akhirnya sampai pada intinya. “Kalau kau akan mencari pacar, lebih baik untuk tidak mempertimbangkan dia.”

Yu Hao, “Kenapa?”

Zhou Sheng, “Aku tidak menyukainya.”

Yu Hao mengejek, “Tapi, kalau akhirnya aku benar-benar menyukainya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Coba pikirkan, kalau kamu menemukan pacar dan aku bilang kalau aku tidak menyukainya, memangnya kamu mau putus begitu saja dengan gadis itu?” xTNFk3

Zhou Sheng berujar seolah-olah kata-katanya itu wajar-wajar saja, “Aku akan putus, lah. Kau adalah yang terpenting … tentunya.”

Yu Hao, ” ….”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Ketika Yu Hao mendengar itu, dia hanya punya satu kata di pikirannya: setimpal.

Namun, Yu Hao masih dengan keras kepala berkata, “Kamu cuma asal bicara, kamu tahu benar kalau aku tidak mungkin akan memaksamu putus.” ULyXi5

Zhou Sheng berkata, “Jangan bilang kau benar-benar menyukai Kaikai, ba?”

Yu Hao berujar, “Bagaimana kalau memang begitu kenyataannya? Oh, jadi, kamu pikir aku benar-benar menyukaimu? Ah, sebenarnya tidak, aku selalu ….”

Yu Hao memikirkannya berulang kali, lalu tiba-tiba kedatangan ide yang bagus dan akhirnya mengambil keputusan. “… aku selalu berpikir kalau Chen Yekai Laoshi adalah Jenderal.”

Zhou Sheng, ” ….” wLUHOx

Yu Hao berkata, “Jadi, aku ….”

Ekspresi Zhou Sheng langsung berubah menjadi seperti sebuah pemandangan yang sangat spektakuler. Yu Hao berpikir, kalau begini, lingkaran emas Zhou Sheng mungkin akhirnya akan bisa dilepas. Yu Hao sebenarnya masih tidak percaya bahwa totem yang dia berikan ke Zhou Cheng masih tetap ada bersama pria ini.

Zhou Sheng, “Benarkah?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Sxrqgfrl Itbe Vtfcu rfvlxla yfgeyjt. Te Ljb ylrj wfgjrjxjc yjtkj qglj lcl ajwqjx wjgjt, afajql vlj perage rfwjxlc wfcuejaxjc afxjvcsj rjja yfgxjaj, “Djujlwjcj xjije wfwjcu laeijt xfcsjajjcsj?” kytOTW

Eejcu ajwe lae recsl ijul. Itbe Vtfcu alvjx wfcjcuujql vjc xftfclcujc yfgijcurecu ijwj. Te Ljb wfgjrj vlj alvjx ylrj wfcslwqeixjc abqlx lcl vfcujc gjql ijul—Itbe Vtfcu pjet ifylt qlcajg vjglcsj. Te Ljb wfcujijwl xfreilajc wfcjcujcl qfgmjxjqjc lcl rfpjx jkji vjc rfxjgjcu vlj yjtxjc alvjx ylrj wfcfyjx jqj sjcu vlqlxlgxjc Itbe Vtfcu.

“Kau seorang shou, ba?” singgung Zhou Sheng tiba-tiba.

“Aku tidak tahu,” Yu Hao menjawab dengan jujur, “aku belum pernah pacaran dengan pria sebelumnya, jadi … mungkin iya?”

Zhou Sheng berkata, “Aku tidak bisa menerima kau di … di … olehnya ….” NWiw1b

Kala Zhou Sheng berbicara tentang hal itu, Yu Hao yang masih saja menatap TV tiba-tiba saja menahan tawa dan merasa kalau tingkah Zhou Sheng itu lucu. Wajah Zhou Sheng pun mulai sedikit memerah sekarang.

“Memangnya kenapa kalau dia adalah seorang gong?” Yu Hao bertanya.

Zhou Sheng kembali terdiam. Setelah waktu yang lama berlalu, Zhou Sheng berkata, “Berikan remotnya padaku.”

Yu Hao melempar remot padanya. Zhou Sheng menangkapnya, lalu menekan tombol mute dan seluruh dunia menjadi sunyi senyap dalam beberapa saat. cxB1 E

“Aku tidak suka … hmm, saudaraku ditekan di bawah orang lain, tapi kalau kau benar-benar menyukainya,” Zhou Sheng melanjutkan, “perasaan yang menyatakan bahwa ‘cinta’ tidak memiliki alasan, maka aku cuma bisa bersabar dan mencoba menerimanya, meskipun sebenarnya tidak mau.”

Ini adalah kedua kalinya Yu Hao merasa tergerak karena ucapan Zhou Sheng.

Langit Bieru.

“Aku tidak menyukainya.” Yu Hao pada akhirnya berkata jujur.

“Brengsek!” Zhou Sheng geram. “Lalu, apa yang kau bilang tadi?! Jadi kau mengerjaiku?!” 7mPnN

Yu Hao segera tertawa terbahak-bahak saat dia menatap Zhou Sheng. Zhou Sheng kemudian menyadari bahwa Yu Hao telah berbohong sepanjang waktu, sebab kalau Yu Hao salah mengira Chen Yekai sebagai Jenderal, lalu apa artinya percakapan mereka semalam?

Zhou Sheng bingung. Tak satu pun dari mereka berbicara lagi hingga percakapan itu benar-benar berakhir. Beberapa saat kemudian, Yu Hao menoleh pada Zhou Sheng, karena ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia justru menemukan bahwa Zhou Sheng sudah tertidur di sofa.

Menjelang pukul 11 ​​malam, Zhou Sheng mendengkur ringan. Dia benar-benar sangat lelah. Yu Hao juga menguap dan mulai menyenggolnya untuk membangunkan. Sayangnya, Zhou Sheng tidak bereaksi.

Yu Hao berpikir, “Kami harus kembali ke kamar dan tidur.” Dia bangkit dan ingin meniru apa yang telah Zhou Sheng lakukan padanya sebelumnya—menggendong Zhou Sheng seperti seorang putri ke tempat tidur. dPUXh1

Dia mencoba yang terbaik, tetapi dia tidak bisa menggendongnya.

Dia berusaha lebih keras, tetapi dia masih tidak bisa menggendongnya.

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao kembali berpikir, “Orang ini sangat kurus, tetapi kenapa dia begitu berat?! Apa karena dia seorang mahasiswa olahraga?” Jadi, Yu Hao hanya bisa menggendongnya di punggungnya dan ingin membawanya ke kamar dengan cara apa pun. Pada akhirnya, dia setengah membawa Zhou Sheng dan sudah nyaris meninggalkan ruang tamu ketika Zhou Sheng berbalik ke samping dan turun sendiri dari gendongan. Dia masuk ke kamar sambil mengejek, berkata, “Dasar lemah!” C2KT c

Yu Hao, ” ….”

Di luar, suara petasan terdengar. Keduanya naik ke ranjang dan tidur agak berjauhan.

Yu Hao berkata, “Ayo kembali ke kota Ying besok ba.”

Zhou Sheng, “Kita baru dua hari di sini, tapi kau akhirnya sudah tidak tahan? Apa yang terjadi dengan reuni keluarga yang kau bicarakan dulu?” wehEUn

Yu Hao, “Aku salah.”

Zhou Sheng, “Kau masih mau membujukku untuk pulang tahun depan?”

Yu Hao segera berkata, “Tidak mau lagi.”

Zhou Sheng, “Lalu, tahun depan aku harus melakukan apa untuk merayakan Tahun Baru?” UXPmbw

Yu Hao, “Akan kutemani. Kita bisa tinggal di asrama atau pergi keluar untuk jalan-jalan.”

Zhou Sheng sangat puas. “Un, anak yang baik. Selamat malam.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Suara petasan meledak terus menerus; Yu Hao merasa seperti dia telah kembali ke dunia di dalam mimpinya. Malam itu, kota di alam mimpinya itu dihiasi lampion dan spanduk berwarna-warni. Lentera merah tergantung di belakang istana tujuh lantai dan menerangi tirai malam, sementara suar api di sepanjang tembok besar telah dinyalakan dengan nyala api satu demi satu dan benderang dengan cemerlang di puncak pegunungan.

Zhou Sheng masih mengenakan baju besi dari kepala sampai ujung kaki. Kali ini dia telah melepas helmnya dan bukannya memperlihatkan segumpal kabut di dalamnya, alih-alih kini ada wajah seseorang yang Yu Hao begitu kenali. Jenderal yang sebenarnya muncul berbalut armornya. Dia duduk dengan Yu Hao di depan menara suar di atas Tembok Besar—tempat di mana mereka pertama kali bertemu satu sama lain dalam mimpi. Keduanya melihat ke kejauhan sambil menunggu matahari terbit Tahun Baru di alam mimpi. Saat matahari terbit, Yu Hao merasa Zhou Sheng mengatakan sesuatu padanya sambil tersenyum. R9It8b

“Selamat Tahun Baru,” Yu Hao berkata pada Zhou Sheng.

Saat itu fajar. Ketika Yu Hao bangun, dia hanya mengingat potongan-potongan mimpinya seperti biasa. Dia menduga Zhou Sheng telah memasuki mimpinya lagi, tetapi dia tidak dapat mengingat banyak adegan dari mimpinya kali ini.

Zhou Sheng setengah berbaring di sampingnya saat pria itu sedang berbicara di telepon dan senyum yang hampir tak pernah terlihat mulai tergantung di tepi bibirnya. Saat dia melihat Yu Hao bangun, dia berkata dengan santai kepada seseorang di saluran telepon, “Mengerti. Aku akan kembali ke kampus hari ini, kau juga.” Lalu, dia menutup telepon.

Yu Hao ingat bahwa pada Hari Tahun Baru, Zhou Sheng telah menghubungi seseorang seperti ini sebelumnya juga melalui telepon, tetapi Zhou Sheng tidak pernah menyebutkan siapa orang itu. Awalnya Yu Hao mengira itu ibunya, tetapi dari gerak-gerik Zhou Sheng, tampaknya sudah jelas-jelas terkaan Yu Hao kali ini salah. JZymHP

Yu Hao menguap, di sisi lain Zhou Sheng tampaknya memiliki banyak energi. Zhou Sheng melompat dari tempat tidur dan mulai berkemas, lalu berkata kepada Yu Hao, “Ayo pergi, aku sudah membeli tiketnya.”

Melarikan diri dari rumah ini seperti mendapatkan kesempatan hidup baru bagi Zhou Sheng. Yu Hao telah diajari pelajaran yang baik olehnya, jadi Yu Hao terus berjanji bahwa dia tidak akan pernah memaksa Zhou Sheng untuk kembali ke rumah merayakan Tahun Baru lagi. Ketika Yu Hao sudah memakai jaketnya dan bersiap untuk keluar, dia secara tidak sengaja memasukkan tangannya ke dalam kantong dan menemukan ada sebuah amplop merah di dalamnya. Amplop itu berisi 800 yuan.

“Kenapa kau diam saja? Ayo pergi,” kata Zhou Sheng.

Yu Hao, “Ada amplop merah di kantongku! Siapa yang menaruhnya di sini? Mereka pasti salah meletakkannya, ba?” H34pqf

Zhou Sheng, ” ….”

Yu Hao memasang ekspresi bingung di wajahnya. Zhou Sheng sangat marah sampai-sampai dia nyaris mengalami serangan jantung, “Aku … ck, kau ini … memangnya siapa lagi selain aku?! Kau mau mencari orang yang kehilangan uang di sini?!”

Yu Hao dengan cepat berkata, “Ini Tahun Baru, jangan marah! Terima kasih, Bos! Semoga kamu memiliki Tahun Baru yang sejahtera!”

Wajah Zhou Sheng akhirnya terlihat sedikit lebih baik. lIbCE0

Mereka turun ke lantai paling bawah gedung dan Yu Hao melihat ada sebuah SUV yang diparkir di luar gedung tersebut. Zhou Sheng membuka pintu mobil dan memberi isyarat agar Yu Hao bergegas mengikuti.

“Bukannya aku sudah memberitahumu untuk tidak datang menjemput kami?” Zhou Sheng segera duduk di bagian belakang mobil.

Pria paruh baya yang mengemudikan mobil melirik Yu Hao melalui kaca spion dan menjawab, “Sulit untuk membeli tiket hari ini, aku akan mengantarmu ke sana.”

Yu Hao berpikir, “Zhou Sheng terlihat lebih sopan kepada sopirnya hari ini,” tapi Yu Hao tidak menyangka bahwa sopir itu akan berbalik dan menjabat tangannya. “Zhou Sheng memiliki temperamen yang buruk karena dia dimanjakan oleh ibunya. Yu Hao, maafkan dia.” Z Wv9a

“Bukan urusanmu!!!” Zhou Sheng meledak, “Yu Hao, turun dari mobil!”

Yu Hao melihat pria paruh baya itu mengenakan setelan jas dan sedang mengendarai mobil sendiri. Yu Hao segera menebak identitas sebenarnya orang itu yang ternyata adalah ayah Zhou Sheng!

Read more BL at langitbieru (dot) com

Pengusaha yang dikenal jauh dan luas, Zhou Laichun!

Meski begitu, ayah Zhou Sheng telah menyalakan mobil dan pergi dari lingkungan itu. Oo6FN9

“Apa kulitmu gatal karena belum lama dipukuli?”

“Kemarilah!” Zhou Sheng berkata, “Mau coba dan lihat apakah kau bisa mengalahkanku dalam pertarungan?”

“Kalau temanmu tidak di sini, Laoshi pasti sudah menghancurkan kepalamu,” Zhou Laichun berkata dengan ringan, “apa kau pikir kau akan tak terkalahkan, hanya karena sudah belajar tinju selama beberapa tahun? Dasar lemah!”

Yu Hao, “Jangan, jangan … Paman, jangan berkelahi, ini hari pertama Tahun Baru.” psDvfH

Zhou Laichun teringat sesuatu dan mengambil dua amplop merah dari kursi penumpang sebelum menyerahkannya ke belakang. Yu Hao berkata dengan tergesa-gesa, “Tidak, tidak! Bukan itu maksudku!”

“Ambil saja!” Zhou Sheng dan Zhou Laichun secara praktis mengatakan ini pada saat yang bersamaan dan bahkan nada suara mereka sama persis. Yu Hao hanya bisa menerimanya dan Zhou Sheng menambahkan, “kenapa kau menyemburkan banyak sekali omong kosong, hah?!

“Kenapa kau berbicara seperti itu dengan temanmu?” Zhou Laichun memarahi putranya lagi.

Zhou Sheng, “Sesukaku! Tidak boleh?! Coba kau tanyakan padanya, apa dia keberatan kuperlakukan seperti itu atau tidak?!” dM8NXV

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao dapat merasakan bahwa ayah Zhou Sheng juga tidak memiliki temperamen yang baik dan bahkan mungkin lebih menakutkan daripada ibu Zhou Sheng ketika dia masih muda. Zhou Sheng pernah menyebutkan bahwa dia sering dipukul oleh kedua orang tuanya ketika dia masih kecil—jika satu pihak tidak bisa menang dalam pertengkaran atas yang lain, mereka akan memukulinya, sebagai ganti untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka. Namun, karena ayah Zhou Sheng sekarang adalah seorang pengusaha, dia mungkin harus mengendalikan amarahnya. Hari ini adalah hari pertama Tahun Baru, dia secara khusus datang untuk mengantar putranya kembali ke kampus dan seharusnya mereka tidak menunjukkan amarah dan pertengkaran di depan teman sekelas anaknya. Jika Yu Hao tidak ada, kedua orang ini mungkin sudah saling menyapa satu sama lain melalui beberapa pukulan dan tendangan.

Sepanjang jalan, Zhou Laichun menanyakan beberapa pertanyaan tentang bagaimana keadaan Zhou Sheng di sekolah. Zhou Sheng memakai earphone dan mengabaikannya, jadi Yu Hao menjawab untuk mewakilinya, “Hasil belajarnya sangat bagus dan dia tidak gagal apa pun.”

“Selain kau, apakah dia punya teman lain?” Zhou Laichun bertanya. WVTLcb

“Fu Liqun.” Yu Hao berkata, “Kapten tim bola basket perguruan tinggi kami.”

“Tidak terlalu kenal!” Zhou Sheng menyela dengan kasar.

“Bagaimana dengan pacar?” Zhou Laichun terus bertanya.

Yu Hao berpikir, “Sudah bisa diduga, orang tuanya pasti akan prihatin tentang masalah ini.” Fy8zNE

Zhou Sheng berkata, “Tidak ada! Dan tidak berminat!”

“Kalau kau butuh uang, tanyakan saja padaku.” Zhou Laichun berkata, “Tidak masalah kalau sampai gadis itu hamil. Setelah orang tua dari kedua belah pihak bertemu, kalian berdua bisa mendapatkan sertifikat, mengadakan perjamuan, lalu menikahinya di rumah ….”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Diam, dasar tua bangka!” Zhou Sheng tidak tahan lagi dan berkata, “Ini Tahun Baru, bukankah kau terlalu menyebalkan sekarang?”

Zhou Laichun berhenti berbicara. Setelah mereka sampai di jalan tol, dia mulai fokus mengemudi. Yu Hao melihat tatapan pria itu di kaca spion—persis seperti pandangan Zhou Sheng. Mereka seperti dibuat di tempat cetak yang sama. uvLJxN

Yu Hao menunduk dan mengirim pesan ke Chen Yekai, mengucapkan selamat Tahun Baru padanya. Chen Yekai memberitahu Yu Hao bahwa dia sedang menjaga Shimu di rumah sakit. Zhou Sheng bersandar di jendela mobil dalam posisi miring, saat dia mengintip layar ponsel Yu Hao.

Yu Hao mengirim pesan: 【Haruskah aku berkunjung setelah kembali ke kampus ba?】

Chen Yekai: 【Ini Tahun Baru, tidak perlu datang.】

Yu Hao ingin bertanya kepada Chen Yekai kapan pria itu akan kembali. Chen Yekai mengambil foto bangsal, TV memutar ulang Gala Festival Musim Semi. Lalu dia menambahkan: 【Tadi malam baik-baik saja, aku datang untuk menjaga Shimu.】 FXdmzO

“Turunkan kami di sini.” Setelah mereka tiba di pusat kota, Zhou Sheng mengatakan itu kepada ayahnya.

Mobil berhenti di pusat kota, Zhou Sheng berkata, “Kami mau mengunjungi teman.”

Zhou Laichun turun dari mobil. Dia dan Zhou Sheng sama-sama merokok. Zhou Laichun mau memberikan Yu Hao sebatang rokok juga, tetapi Yu Hao dengan cepat melambaikan tangannya dan Zhou Sheng berkata, “Dia tidak merokok!” Saat dia berbicara, dia membawa tasnya dan pergi ke satu sisi.

Zhou Laichun mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya kepada Yu Hao. “Yu Hao, anakku tidak terlalu bisa diandalkan, jadi tolong jagalah dia baik-baik. Makan dan minumlah apa saja … kapan saja yang kau mau, tidak usah terlalu berhemat.” OI2HQY

Yu Hao merasa seolah-olah dia terus-menerus diisi dengan uang hari ini; kali ini sudah gelombang ketiga. Zhou Sheng melempar puntung rokoknya ke samping tempat sampah dan meliriknya, itu semacam isyarat yang ditujukan kepada Yu Hao, jadi pada akhirnya Yu Hao harus menerimanya. “Aku akan menambahkannya ke kartu kampus Zhou Sheng.”

Zhou Laichun menepuk bahu Yu Hao dengan serius sebelum dia berkata kepada Zhou Sheng, “Kalau ada sesuatu yang terjadi, kau bisa meneleponku kapan saja.”

Yu Hao memperhatikan bahwa ketika Zhou Sheng melihat ayahnya pergi, tatapannya menjadi sangat rumit—seolah-olah itu berisi belas kasihan bercampur penghinaan.

“Berapa banyak yang dia berikan padamu?” w2kyHQ

Ketika Yu Hao memasukkan uang itu ke dalam tas Zhou Sheng, Zhou Sheng menanyakan ini.

Yu Hao membiarkan dia melihatnya dan ada paket merah juga. Setelah Zhou Sheng menimbangnya di tangannya, dia berkata, “Paket itu masing-masing berisi 8.000, amplop itu berisi 20.000. Kau tidak perlu menghitungnya.” (ZS memiliki tangan ajaib yang bisa mengestimasi uang)

Jumlahnya sebanyak 36.800. Jumlahnya setara dengan setengah tahun penghasilan Yu Hao. Yu Hao berkata, “Aku akan memberikan semuanya untukmu.”

Zhou Sheng melambaikan tangannya dan kekesalannya akhirnya mulai mereda, karena akhirnya hanya mereka berdua saja sekarang. vRqdgx

“Aku akan mengajakmu membeli pakaian.”

Yu Hao menolak pada awalnya, tapi ada penjualan di mana-mana selama hari pertama Tahun Baru dan dia juga berpikir bahwa dia perlu membeli beberapa pakaian baru. Terakhir kali saat dia diajukan Chen Yekai untuk bernyanyi ke atas panggung, seolah-olah setelah itu hidupnya berubah tanpa disadari. Pakaian yang dia kenakan sekarang dibeli saat dia duduk di kelas dua SMA dan itu benar-benar sudah terlalu tua dan ketinggalan zaman. Meskipun dia biasanya merias penampilannya dengan cukup baik dan tidak pernah awut-awutan, tetapi faktanya adalah orang lain tetap menilai seseorang dari apa yang mereka kenakan di tubuhnya.

Please visit langitbieru (dot) com

Seolah-olah Zhou Sheng sudah sepenuhnya paham berapa kisaran harga yang bisa Yu Hao tolerir untuk membeli pakaian, sehingga ia membawa Yu Hao ke Uniqlo. Yu Hao berganti pakaian baru dan ia tampak jauh lebih segar setelahnya.

“Tampan,” kata Zhou Sheng. Dia akhirnya menanggalkan pakaian olahraga yang biasa ia kenakan dan berganti menjadi celana kasual dan sweater gaya co-op abstraksi geometris Kandinsky tahun ini. Kemudian, Zhou Sheng juga memilih sepasang pakaian dari seri yang sama untuk Yu Hao dan ia juga membawa Yu Hao untuk membeli sepatu. Setelah Yu Hao sudah sepenuhnya berganti pakaian, Zhou Sheng hanya tersenyum sambil menatapnya. aBqGxD

“Zhou Sheng, sekarang aku terlihat seperti siapa?” Yu Hao bertanya.

Zhou Sheng, “Seperti orang Korea Utara.”

Yu Hao, ” ….”

Gadis di belakang kasir tidak bisa menahan tawa. Yu Hao bersikeras untuk membayar Zhou Sheng dan Zhou Sheng tidak menghentikannya. Dia hanya melirik sesekali, melihat apakah Yu Hao menggunakan uang dari amplop merah untuk membayar, tetapi Yu Hao telah membayar dengan kartu sendiri. mGuP7z

“Uang yang diberikan ayahku adalah milikmu, pakai saja.”

“Aku tidak mau,” Yu Hao berkata dengan keras.

Ekspresi Zhou Sheng tidak terlihat terlalu bagus, tapi dia tinggal untuk menahannya. Yu Hao menyatakan, “Aku cuma mau membelikanmu pakaian. Walaupun ini biasanya dilakukan oleh pacar, tapi sebelum kamu punya pacar, biarkan aku membayarnya ba .”

“Apa kau bilang?” Zhou Sheng tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. “Kau bekerja sangat keras dan kau bahkan tidak menghasilkan begitu banyak uang.” Namun, terlepas dari kata-katanya, ekspresi Zhou Sheng lebih cerah. “Selain orang tuaku, kau adalah orang pertama yang membelikan pakaian untukku.” 6SOdeG

“Kamu juga orang pertama yang memperlakukanku begitu baik, selain nenekku.”

“Bisa tidak menjadi terlalu norak ?!” Zhou Sheng berkata, “Aku tidak tahan denganmu lagi, Yu Hao.”

Translator's Note

Seseorang yang membuat masalah harusnya merupakan seseorang yang juga akan mencari solusi untuk masalah itu

Translator's Note

Berselingkuh

Translator's Note

Maksudnya Yu Hao mengakui atau menghormati atau menghargai sikap Zhou Sheng yang serius

Translator's Note

Niat jahat, tapi mungkin di sini maksudnya semacam pengen mencuri hati Yu Hao kali ya www

Translator's Note

Tersentuh. Makin jatuh cinta

Translator's Note

Bahwa Mama Zhou itu memang menakutkan dan tukang marah-marah

Translator's Note

Cerewet. Menurut Zhou Sheng, Yu Hao cerewet sekali, sudah dikasih tapi tidak mau terus. Banyak alasan terus.

Translator's Note

Cukup kuno, kaku, semacam itulah. Ini kedengarannya rasis, tapi saya cuma mengikuti terjemahannya

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!