English

Merebut MimpiCh43 - Ryuusei

1 Comment
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Penerjemah : Lily

Editor : Zhanshines YlReA3


“Hanya setelah kamu mengatakan ‘sampai jumpa lagi’, barulah kita benar-benar akan bertemu denganmu lagi.”


Zhou Sheng, “Jadi kita bisa menebak dengan kasar sumber penderitaan di dalam hatinya. Bangunlah, ayo pergi ke atap.”

Langit Bieru.

Zhou Sheng mengulurkan tangan yang dibalut sarung tangan hitam tanpa jari ke Yu Hao, lalu dengan kuat menariknya. Mereka menaiki tangga dari lantai tiga untuk mencapai atap penginapan. Dari sini, mereka bisa melihat sebagian besar hutan hujan. Di tengahnya, di bawah langit senja, Yu Hao dengan jelas bisa melihat air terjun yang sangat besar.

Di sisi lain air terjun adalah area tertutup yang tampak seperti kota batu. 2DUQJH

“Benda itu sesuatu dari Amerika Selatan. Oh, itu piramida!” Zhou Sheng berkata dengan ragu, “Mungkin itu adalah salah satu tempat indah yang mereka kunjungi selama perjalanan mereka, aku tidak begitu akrab dengan hal-hal seperti ini. Coba lihat lagi dunia sadar ini, apa lagi yang bisa kau rasakan?”

Yu Hao berdiri dengan latar belakang langit hitam pekat yang luas. Awan gelap di atas memancarkan kehadiran yang berat dan menindas. Dari segala arah, mereka bisa melihat bagian dari hutan hujan yang terbakar. Hukuman yang berapi-api tak henti-hentinya turun dari langit dan sebagian besar hutan hujan berkobar terang di dalam badai itu.

“Runtuh.” Ini adalah hal pertama yang dirasakan Yu Hao, “Mengapa begitu banyak petir? Aku ingat, itu juga muncul di alam mimpi Shi Ni.”

Zhou Sheng berkata, “Petir melambangkan kemarahan pemiliknya. Dia menghancurkan dunia sadarnya sendiri. Kilatan petir itu adalah ledakan emosi Kaikai.” CZ6VF3

Yu Hao berkata, “Dia menghancurkan dunianya sendiri?”

Zhou Sheng berkata dengan tenang, “Ya, itulah intinya.”

Yu Hao tiba-tiba berbalik dan menatap Zhou Sheng. Zhou Sheng sedang menatap  ke kejauhan, “Dia telah menyadari kalau dia akan lepas kendali.”

Yu Hao berpikir tentang macan kumbang yang mengejarnya; mereka telah tertutup aspal dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia bergumam, “Jadi, dia menyalakan semua api ini sendiri!  Dia ingin membakar semua monster di sini! Di mana dia?” 7OdeCT

“Zhou Sheng berkata, “Tempat ini terlalu besar. Selama dia bersembunyi di hutan hujan, tidak akan ada yang bisa menemukannya, jadi kita hanya bisa menunggu dia ke luar sendiri. Apa kau yakin kalau kau benar-benar tidak berada di tempat persembunyiannya saat kau muncul di sini?”

Yu Hao menjawab, “Aku sangat yakin! Tidak ada yang akan menggunakan jembatan gantung itu sebagai tempat berlindung yang aman!”

“Lalu di dekat sini?” Tanya Zhou Sheng.

Yu Hao menyipitkan matanya. Zhou Sheng melanjutkan, “Secara teori, tempat berlindung yang aman adalah yang dapat melukai diri sendiri.” 0LA9dd

Yu Hao, “Apa?! Kamu tidak pernah memberitahuku tentang itu!”

Zhou Sheng berkata dengan tenang, “Secara hipotetis, jika seseorang bertekad untuk tidak pernah mencari suaka lagi dan memilih untuk meninggalkan satu-satunya tempat aman yang dia punya, maka tempat itu secara bertahap akan menghilang dari dunia sadarnya atau hancur. Itu harus menjadi prinsip ba? “

Yu Hao tiba-tiba teringat puing-puing yang dilihatnya setelah dia berlari melintasi jembatan gantung.

“Kau perlu menemukan cara untuk membantunya membangun kembali tempat berlindungnya yang aman, lalu panggil dia ke tempat berlindung itu dan buat dia menunggu di sana.” Zhou Sheng berkata, ” Atau hilangkan ingatannya dan buat dia kembali ke penginapan ini. Kita hanya bisa menemukan pria itu jika dia muncul atas kemauannya sendiri … Yu Hao, dia akan bangun.” G9dJDK

Pemandangan sekitar mulai hancur. Barisan pegunungan di kejauhan berangsur-angsur berputar sebelum menghilang ke udara seperti kabut—Ini adalah pertama kalinya Yu Hao menyaksikan seluruh proses bangun dari mimpi. Dunia dengan cepat menghilang, mulai dari batas alam bawah sadar saat menyebar ke inti.

Waktu yang mereka habiskan di dunia hutan hujan sangat singkat. Mungkin karena Chen Yekai sudah lama menderita insomnia dan tidak tertidur sampai subuh, sehingga Yu Hao dan Zhou Sheng telah menunggu cukup lama di samping Roda Gagak Emas.

Langit Bieru.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ini berarti mereka tidak punya banyak waktu yang tersisa untuk mencari keberadaan Chen Yekai dalam mimpinya.

“Siap?” Zhou Sheng mengangkat tangannya dan telapak tangannya bersinar dengan cahaya keemasan, “Bersiaplah untuk bangun dan sarapan.” Yz86IG

“Apa yang terjadi setelah seseorang dikeluarkan oleh pemiliknya?” Yu Hao bertanya.

“Tidak ada.” Zhou Sheng berkata, “Mungkin sakit kepala setelah bangun, seperti seseorang terbangun ketika masih dalam tidur nyenyak.”

Pantas saja Zhou Sheng selalu berbaring di mejanya untuk tidur siang. Yu Hao tiba-tiba menyadari ada suara gemuruh yang terdengar dari tengah hutan hujan, “Apa itu?”

Zhou Sheng berbalik dan menyadari ada yang tidak beres. ic0Xqj

Di daerah tersembunyi di hutan hujan tropis, langkah kaki yang tumpul terdengar, diiringi dengan suara pohon yang tumbang, seolah-olah jalan sedang dibersihkan.

“Itu menuju ke arah kita,” kata Yu Hao.

“Sepertinya sesuatu yang besar.” Zhou Sheng berkata, “Dan itu semakin cepat, tapi kita tidak perlu takut.”

Jalan yang diambil oleh benda kolosal yang bersembunyi di hutan hujan sangat jelas. Itu menuju langsung ke penginapan tempat mereka mencari perlindungan. Zhou Sheng berkata, “Ketika kita kembali lain kali, bersiaplah untuk berperang, untuk yang sekarang semuanya terserah kau!” 7GuM 8

Saat ini, hilangnya dunia mimpi tak henti-hentinya telah menyebar sampai ke tempat mereka sedang berdiri. Yu Hao dan Zhou Sheng menghilang bersamaan dengan ‘dengungan’;  langit, bumi, hutan hujan, dan air terjun Iguazu semuanya menguap, seperti alam semesta yang runtuh dan menyusut menjadi setitik kecil kilatan cahaya yang berkedip—Chen Yekai terbangun dari mimpinya.

Dia mendesah. Dia dikelilingi oleh karton tertutup dan debu yang berantakan. Dia berbaring diam sambil menatap kosong ke langit-langit, lalu berbalik dan meringkuk di atas sofa. Untuk beberapa alasan, tadi malam dia telah memimpikan gambaran masa lalu yang tak terhitung jumlahnya yang melintas di depan matanya, satu demi satu.

Penginapan kotor, tubuh telanjang mereka, kulit putih pemuda itu, tubuh fisik mereka yang terjerat satu sama lain, serta suara napas mereka yang berat. Bagi Chen Yekai, kesan terkuat yang tersisa dari sore itu adalah bibir merah lembap Nakagawa Ryuusei, giginya yang putih bersih, serta sensasi kehangatan yang provokatif dari tubuhnya.

Keringat mereka hampir membasahi seprai. Di balik rimbunnya kanopi dedaunan dan tirai gelap di luar jendela, sinar matahari yang membanjiri mereka mendarat di punggung telanjangnya dan membuatnya tampak begitu menyilaukan sehingga terlihat seperti mimpi. Mereka pernah begitu saling mencintai sehingga Chen Yekai begitu terpesona hingga dunia luar seperti menghilang. Tahun itu, dia berusia 21 tahun dan itu adalah pertama kalinya dia mencoba bercinta dengan pria berusia 19 tahun, lalu itu juga pertama kalinya dalam hidupnya. Ketika Nakagawa Ryuusei menatapnya, dia tampak seperti sedang melihat matahari yang terik yang hanya menjadi miliknya. grYLje

Chen Yekai juga mencoba untuk mengontrol dan menekan dirinya sendiri, untuk membangun bendungan dan menekan perasaan yang tidak masuk akal tersebut. Namun, pada akhirnya, itu runtuh dan saat itu runtuh, emosinya meraung saat mereka meluap, mengalir ke bawah seperti air terjun Iguazu. Chen Yekai menidurinya seperti dia sudah gila dan pada saat dia menembak ke tubuh Nakagawa Ryuusei, dia bahkan tidak percaya bahwa hatinya bisa berisi cinta yang begitu kuat dan tak terbatas, sampai perasaan yang bergejolak itu berada di bawahnya.

“Apa yang kamu suka dariku?” Chen Yekai telah bertanya pada Nakagawa Ryuusei sebelumnya.

Nakagawa Ryuusei berpikir lama dan akhirnya menjawabnya dengan serius dalam bahasa Spanyol. Setelah itu, Chen Yekai pergi untuk bertanya kepada beberapa orang dan semua reaksi mereka sama setelah mendengar pertanyaannya—mereka tertawa sampai harus memegang perut dan menolak untuk menjawabnya.

Kemudian, seorang mahasiswa Tiongkok menjawabnya dengan senyuman. Bahasa gaul itu memiliki beberapa arti dalam bahasa Spanyol, tetapi dia yakin bahwa arti Nakagawa Ryuusei setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin adalah: “Penis besar dan hidup”. Wajah Chen Yekai langsung memerah. xb5vQC

Sudah empat tahun sejak dia kehilangan Nakagawa Ryuusei, tapi semuanya masih terlihat seperti baru saja terjadi kemarin. Setiap detail, setiap kata, dan bahkan perasaan sinar matahari yang mengalir melalui jendela ke punggungnya yang telanjang dan ciuman mereka yang bercampur dengan keringat, semuanya masih terasa sangat nyata.

Bel pintu berbunyi dua kali.

Story translated by Langit Bieru.

“Sebentar,” Chen Yekai menjawab dengan suara lembut.

Bel pintu berbunyi lagi. AOdEI

“Tunggu sebentar!”

Chen Yekai menjawab, benar-benar tidak bertenaga. Dia mengambil secangkir air di samping sofa dan menghabiskan apa yang tersisa di dalamnya dengan satu tegukan sebelum dia membuka pintu. Beberapa kurir menunggu di luar pintu. Mereka meletakkan kotaknya di bawah, lalu menyerahkan kepadanya tagihan untuk ditandatangani.

Chen Yekai berdiri di depan pintu sebentar.

Tepat saat dia akan menutup pintu, sebuah tangan bersandar pada kusen pintu sebelum perlahan mendorong pintu dan wajah pucat dan gelisah Yu Hao muncul di hadapannya. 9xheyF

“Pagi,” kata Yu Hao.

“Pagi,” Chen Yekai berkata dengan lembut. Dari ekspresi Yu Hao, dia tahu bahwa sepertinya dia dalam kondisi yang sangat buruk hari ini, jadi dia dengan cepat menyeka wajahnya dengan tangannya sebelum berbalik untuk mandi.

Yu Hao datang tanpa pemberitahuan. Dia pergi ke satu sisi untuk menarik tirai dan dengan desir, sinar matahari yang menyilaukan menerangi asrama yang kosong.

Yu Hao membuka semua tirai dan sinar matahari mulai membakar jiwa Chen Yekai. Dia menggunakan tangannya untuk melindungi dirinya sendiri dan secara bertahap menjadi terbiasa dengan hangatnya sinar matahari akhir musim semi. Setelah selesai mandi, Chen Yekai memutar keran air panas dan membungkuk untuk mencuci rambutnya di wastafel. Air panas mengalir melewati telinganya dan masuk ke matanya. Dia mengulurkan tangannya untuk mencoba dan menemukan sesuatu, Yu Hao memberinya handuk. UPDt9A

“Terima kasih.” Chen Yekai meletakkan paspornya di ranselnya.

Yu Hao menarik kursi dan duduk di meja makan.

“Apa kau sudah sarapan?” Chen Yekai bertanya.

Yu Hao tidak menjawab dan hanya menatap Chen Yekai dengan tenang. L9Jwu

Chen Yekai menjawab, “Kau mau minum apa?” lalu segera tersadar, “Mesin kopi sudah dipindahkan.”

Yu Hao mengamati asrama yang telah dikosongkan. Dia dan Chen Yekai duduk di ujung meja makan yang berlawanan dan di dalam ruangan yang kosong ini, hanya sinar matahari yang tersisa. Chen Yekai tidak pernah melihat Yu Hao sejak awal, dia hanya menatap kosong pada meja.

“Apa tidak ada yang mau kamu katakan?” Yu Hao tiba-tiba bertanya.

Chen Yekai menjawab, “Penerbanganku jam 12:50. Aku ingin menemuimu jam 9:30 untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi kau datang lebih awal.” kg4fsF

Yu Hao, “Bagaimana jika aku ada kelas?”

Chen Yekai, “Kau tidak ada kelas hari ini.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao, “Bagaimana jika aku ke luar?”

Chen Yekai, “Kau tidak akan meninggalkan kampus. Kau akan melihat teleponmu sepanjang hari, menunggu pesanku.” 3Mve9h

Setelah percakapan sederhana mereka, mereka kembali tenang. Chen Yekai tersenyum sedikit sedih, “Terima kasih banyak untuk malam itu.”

Yu Hao hanya bisa bercanda, “Sama-sama. Taplak meja ini terlihat cukup bagus.” Bagaimanapun, sejak keduanya bertemu hari ini, mereka hanya menatap kosong pada taplak meja.

Chen Yekai tahu apa maksud Yu Hao, jadi dia mulai tertawa setelah mendengar kata-katanya. Dia memiliki wajah yang tampan, tawanya sangat menular, dan dia bahkan memiliki lesung pipi kecil di pipinya. Bahkan jika Yu Hao tidak menyukainya, dia masih merasa sangat senang melihat pria yang begitu tampan. Jika dia memiliki kakak laki-laki seperti dia, maka itu akan menjadi sesuatu yang sangat dia banggakan.

Mereka berdua menatap taplak meja di atas meja makan lagi. Chen Yekai berkata, “Seorang ahli yang terampil seperti seorang pesulap. Begitu mereka mengambil taplak meja, mereka dapat menariknya dengan satu gerakan cepat dan rapi. Semua yang ada di atas meja tetap ada, tetapi taplak meja itu akan hilang.” BmjF6M

“Apakah kamu berbicara tentang cinta?”  tanya Yu Hao.

“Sebuah momen dalam hidupmu, sebuah kenangan, ini semua harus seperti itu ba.”  Chen Yekai akhirnya menatap Yu Hao, “Yu Hao.”

“Dunia ini jauh lebih besar dari yang kamu pikirkan. Begitu kau meninggalkan perguruan tinggi dan memasuki masyarakat, aku yakin kau akan bertemu seseorang yang menyukaimu, yang juga akan kau sukai sebagai balasannya. Jalan ini sangat sulit, tapi tidak sesulit yang kau bayangkan. Yang penting, kau tidak boleh menyiksa diri sendiri.”

Jantung Yu Hao mulai berdegup kencang. Dia tahu bahwa Chen Yekai tahu dia menyukai Zhou Sheng. CiIsf4

“Chen Laoshi.” Yu Hao memandang Chen Yekai. “Bolehkah aku mengajukan pertanyaan? Kenapa kamu mengundurkan diri? Bisakah kamu mengatakan yang sebenarnya?”

Setelah hening sejenak, Chen Yekai menjawab, “Karena dalam kehidupan ini, ada terlalu banyak hal yang aku tidak bisa merubahnya. Itu membuatku secara bertahap menyadari kalau mengubah lingkungan tidak berarti semuanya dapat dimulai kembali dari awal.”

“Contohnya?” Yu Hao berkata dan mencoba untuk menekan pertanyaan yang Zhou Sheng katakan padanya tentang kebenaran di balik insiden Liang Jinmin.

Chen Yekai berkata, “Misalnya, Nakagawa Ryuusei. Kau seharusnya pernah mendengar nama itu sebelumnya ba?” Nn5hQ4

Yu Hao, “!!!”

Yu Hao tidak menyangka Chen Yekai benar-benar mengambil inisiatif untuk mengangkat masalah ini, jadi dia langsung gugup. Namun, Chen Yekai tersenyum sambil berkata, “Tidak apa-apa, itu bukan sesuatu yang bisa disembunyikan. Apakah kau mencariku secara daring?”

Wajah Yu Hao tampak kosong. “Tidak, ah.”

Sekarang giliran Chen Yekai yang sedikit terkejut. 51IbA4

Yang paling dikhawatirkan Yu Hao bukanlah Ryuusei, tapi tindakan ekstrim yang akan dilakukan Chen Yekai dengan pisau bedahnya malam itu. Namun, Chen Yekai jelas tidak ingin menyebutkannya lagi dan terjebak dalam kondisi mental seperti itu cukup berbahaya.

“Kau benar-benar tidak melakukannya?”

Langit Bieru.

Yu Hao mengenang masa lalu dan berkata, “Sudah, aku ingat sekarang. Aku telah mencari sebelumnya, tapi aku cuma menemukan kalau nama Inggrismu adalah Nicky dan bagaimana kamu pernah menjadi … pria terseksi di Universitas Columbia.”

“Sudah lama sekali.” Chen Yekai menjawab, “Aku masih sarjana saat itu.” GvimdN

“Aku benar-benar tidak menemukan yang lain.” Yu Hao mencari-cari di ponselnya dan membalik-balik catatan pencariannya saat dia menunjukkannya kepada Chen Yekai. Chen Yekai tersenyum sambil melambaikan tangannya, “Aku percaya padamu.”

“Siapa Ryuusei?” tanya Yu Hao.

Dia baru saja selesai menanyakan pertanyaannya ketika bel pintu tiba-tiba berbunyi. Yu Hao bangkit untuk membuka pintu, Zhou Sheng masuk dengan sarapan dari McDonald’s. Namun, sepertinya Chen Yekai sudah mengharapkan ini sebelumnya, dan dia tersenyum, “Dan aku bertanya-tanya kenapa kau tidak datang, ternyata kau pergi untuk membeli sarapan.”

“Dan kau tahu aku akan datang?” Zhou Sheng mengeluarkan kopi dan sarapan dengan tanda M di atasnya dan memberikannya kepada Chen Yekai. Dn0oq2

“Kalian berdua tidak bisa dipisahkan.”  Chen Yekai berkata, “Jika Yu Hao ada di sini, tidak ada alasan bagimu untuk tidak datang.”

“Awalnya aku sangat tidak mau datang, kupikir kemarin adalah perpisahan kita.”  Zhou Sheng membuka tutup cangkir kopinya. Setelah dia menambahkan sedikit gula dan susu di dalamnya, dia menyerahkannya kepada Yu Hao.

“Hari ini juga tidak dihitung. Aku tidak suka mengucapkan selamat tinggal dengan serius.” Chen Yekai tersenyum, “Selama kau tidak mengucapkan selamat tinggal, sepertinya ini belum berakhir.”

“Hanya setelah kamu mengatakan ‘sampai jumpa lagi’, barulah kita benar-benar akan bertemu denganmu lagi.” Yu Hao berkata, “Jadi kita masih harus mengucapkan selamat tinggal dengan kata-kata ‘sampai jumpa lagi.” l0eoAV

Kalimat ini sepertinya telah menyentuh Chen Yekai, yang sekali lagi terdiam.

“Kalau kamu mau ngobrol, ayo ngobrol ba.”  Yu Hao menjawab, “Jangan mencoba memendam semuanya sendirian.”

Ini adalah kata-kata yang dikatakan Chen Yekai kepada Yu Hao ketika mereka pertama kali bertemu. Setelah Zhou Sheng menyelesaikan sarapannya, dia membersihkan semuanya dan berkata, “Aku akan pergi ke kelas.”

“Duduk ba.” Chen Yekai berkata, “Kau juga tidak ada kelas hari ini, untuk siapa kau melakukannya?” u t4zS

Zhou Sheng membuang sampah dan duduk di meja makan. Chen Yekai sekali lagi terdiam dalam waktu lama.

“Aku percaya padamu,” Yu Hao tiba-tiba berkata. Ini juga yang dikatakan Chen Yekai kepadanya saat pertama kali mereka bertemu.

“Apa yang kau tahu? Apa yang harus dipercaya? Tapi kau tetap mengatakan kalau kau akan mempercayaiku begitu saja.” Chen Yekai tersenyum saat berbicara.

Yu Hao menjawab, “Kami akan percaya apa pun yang kamu katakan.” FSqKMa

Mereka semua memegang secangkir kopi di tangan mereka. Chen Yekai menyesap kopi hitamnya. “Saat aku melihatmu kadang-kadang, aku seperti sedang melihat Nakagawa Ryuusei. Kalian berdua memiliki tinggi yang sama dan selama pertemuan pertama kita, kalian berdua seperti pangeran yang melankolis. Dia juniorku, jurusan antropologi. Dia adalah murid Liang Laoshi, seorang sarjana, Liang Laoshi jarang mengambil sarjana di bawah naungannya.”

Yu Hao dan Zhou Sheng mendengarkan dengan tenang.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ayah Chen Yekai adalah seorang pengacara yang sangat terkenal, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, Chen Yekai selalu memiliki sumber daya pendidikan terbaik dan saat berusia 17 tahun, ia telah menyelesaikan semua kursus di sekolah menengah dan telah diterima di Universitas Columbia. Orang tuanya mengharapkan dia untuk belajar di luar negeri sebelum kembali ke negaranya untuk menikah, untuk mencari istri yang dapat dia jalani dalam kebahagiaan pernikahan dan memiliki kehidupan yang bahagia.

Dan sejak dia masih kecil, dia tidak pernah secara serius menjalin hubungan dengan siapa pun. Dia mengingat apa yang telah diajarkan keluarganya—untuk meninggalkan semua perasaan yang dia miliki dalam hidup ini untuk orang yang dia inginkan untuk menghabiskan sisa hidupnya. Meskipun dia tidak pernah kekurangan penggemar, Chen Yekai menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan belajar. iXksZF

Hanya dalam dua setengah tahun, dia lulus dari program sarjananya. Dia menjadi mahasiswa pascasarjana Lin Xun ketika dia berusia 20 tahun dan setelah dia mengenal Lin Xun dan Liang Jinmin, dia menjadi asisten dosen Liang Jinmin.

Dia benar-benar anak yang kau lihat di koran—contoh sempurna dari orang yang luar biasa. Ketika Yu Hao mendengar sejarah Chen Yekai, dia tidak bisa tidak memikirkan ini di dalam hatinya.

Ketika menjadi asisten dosen, Chen Yekai sering membantu Liang Jinmin menilai tugas dan membaca makalah mahasiswanya, dari situlah dia akhirnya mengetahui nama ‘Nakagawa Ryuusei.  Ayah Ryuusei adalah orang Cina, sedangkan ibunya adalah orang Jepang. Ibunya adalah putri dari pemimpin sebuah perusahaan multinasional dan kebetulan, Ayah Ryuusei adalah seorang karyawan dari perusahaan kakeknya tersebut, yang bertanggung jawab untuk menerima jabatan utama selanjutnya. Saat itulah Ayah Ryuusei dan Ibu Ryuusei jatuh ke sungai cinta.

Setelah dia kembali ke Jepang, Nakagawa Tenshu melahirkan seorang anak berdarah campuran yang sangat tampan dan Ryuusei juga memperoleh identitas lain—seorang putra yang lahir di luar nikah. zosbFC

Ryuusei adalah anak yang kesepian. Pernikahan transnasional orangtuanya, ditambah dengan permusuhan keluarga dari pihak ibu dan pihak ayah, cemoohan mereka terhadap ayahnya, ejekan dan penghinaan atas cinta mereka, tatapan kerabatnya, dan yang lainnya, telah menyebabkan dia menutup hatinya. Pada akhirnya, kakek dari pihak ibu mengeluarkan sejumlah uang dan mengatur agar dia belajar di luar negeri dan Ryuusei akhirnya berhasil melarikan diri dari tempat yang menyesakkan itu.

Chen Yekai kemudian masuk ke dalam hidupnya, tetapi dia tidak menyadari bagaimana keberadaannya telah menerangi dunia Nakagawa Ryuusei. Setelah mereka berkenalan, Chen Yekai mulai mengajari Ryuusei dalam statusnya sebagai senior dan secara bertahap, perasaan di antara mereka semakin dalam.

Baru setelah Chen Yekai menyadari bahwa Ryuusei telah jatuh cinta padanya sebelum dia tahu itu sudah terlambat. Dia sudah mulai tergila-gila dengan temperamen Ryuusei yang melankolis dan pendiam, serta ketergantungannya pada dirinya sendiri—perasaan seperti itu di mana dia adalah satu-satunya di seluruh dunianya.

Zhou Sheng, ” ….” JXKsZT

Yu Hao tiba-tiba memiliki kesadaran yang samar-samar tentang makna tersembunyi di balik ucapan Chen Yekai hari ini. Ini bukan hanya ingatannya tentang kekasih lamanya, tetapi juga pesan untuk Zhou Sheng, menyuruh mereka untuk menghadapi perasaan mereka secara langsung.

Seolah-olah Yu Hao mulai mengenal Chen Yekai lagi. Arus rasa terima kasih yang besar melonjak di hatinya untuk Chen Yekai.

Dia ingin berterima kasih kepada Chen Yekai, tetapi Chen Yekai sepertinya telah membacanya dari matanya dan dia memberinya senyum sederhana sebagai balasannya.

hYLJik

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment