English

Merebut MimpiCh42 - Hutan Hujan

1 Comment

Penerjemah : Zhanshines


“Hari ini mendung, kamu pamer kacamata untuk siapa?!” 3Kj608


“Astaga! Apa ini?” Yu Hao bergumam pada dirinya sendiri.

Ada lebih banyak monster telah menemukan keberadaannya. Monster-monster itu menyerbu ke luar dari lautan api dan maju ke arah Yu Hao tanpa rasa takut! Dan monster-monster itu adalah macan kumbang! Yu Hao membalik badan; di dalam hutan hujan di belakangnya, ada ladang tumbuhan thistle, sedangkan di tempatnya sekarang ada monster busuk yang terbakar dalam jumlah yang meningkat. Yu Hao menyadari kalau dia akhirnya telah meninggalkan daerah itu dan mulai memasuki hutan hujan. Dia sekarang dapat melihat semua pemandangan di sana, tanpa ada yang menghalangi.

Please visit langitbieru (dot) com

Mata Yu Hao memerah dan berair karena asap. Sementara itu, macan kumbang yang diselubungi bara api sudah berkumpul di area terbuka dan mengelilingi Yu Hao. Yu Hao perlahan mundur sambil berkata, “Tenang, tenang ….”

Macan kumbang sekonyong-konyong seperti akan terbakar habis dan tampak seolah-olah mengalami rasa sakit yang hebat. Kemudian, Yu Hao tiba-tiba merasa kalau dia mendengar peluit di kejauhan. 6YJm5X

“Zhou Sheng?” Yu Hao menoleh sambil tetap waspada.

Namun, sekelompok macan kumbang telah menerima perintah entah darimana, jadi mereka semua dengan cepat melompat ke arah Yu Hao!

Yu Hao berteriak, lalu berbalik dan berlari seperti orang gila ke hutan hujan. Yu Hao meraih kemejanya dengan satu tangan dan berteriak geram sambil lanjut berlari. “Chen Yekai! Ada apa dengan mimpimu aaaaahhhh ——! “

Yu Hao telah berlari buru-buru ke hutan yang dipenuhi tumbuhan thistle, ketika kelompok macan kumbang yang membusuk di belakangnya sudah berjarak kurang dari tiga meter jauhnya—percikan api dari api mereka telah memercik ke kepala Yu Hao. Yu Hao segera jungkir balik di tanah dan bersembunyi di antara banyak tumbuhan thistle besar, lalu berguling dan melompat sebelum melesat melalui jalan bergelombang di hutan hujan. v TWBh

Tiba-tiba saja, empat macan kumbang melompat melewati kepala Yu Hao. Dengan momentum ekstra yang didapat dari lompatan melambung yang gesit melalui pohon di depan Yu Hao, macan kumbang itu lantas berbalik dan akan menerkam langsung ke kepala Yu Hao! Yu Hao mematung di tempat dan ada lebih banyak macan kumbang bergegas datang dari belakang.

Yu Hao tidak punya tempat untuk melarikan diri. Dia mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya; saat dia berlari, empat macan kumbang menghalangi jalannya dan melompat ke udara——

Yu Hao, ” ….”

“Ooh —— oh oh oh oh ——” bV5zLv

Suara Zhou Sheng terdengar nyaring dan jelas. Kemudian, suara itu segera diikuti oleh empat dentuman—macan kumbang yang melompat tadi segera jatuh setelah ditembak. Yu Hao segera diangkat dari tanah dan dia bergegas bangkit.

“Pegang erat-erat!” Zhou Sheng meraung.

Syukurlah, Zhou Sheng akhirnya di sini. Yu Hao berseru, “Kamu dari mana saja?!”

Zhou Sheng mengenakan seragam kamuflase militer dengan perisai di punggungnya dan menggenggam batang tanaman merambat dengan satu tangan. Telinganya berdengung karena teriakan Yu Hao, jadi dia mengeluh dengan kesal. “Jangan berteriak, nanti aku tuli. Kenapa macan ini begitu banyak?! Pegang tanaman merambat itu! Tanganmu yang lain! Angkat kakimu!” rJgc8x

Sesaat kemudian, Yu Hao secara naluriah mengulurkan tangan dan meraih batang merambat yang kokoh. Zhou Sheng menyesuaikan dirinya di udara, menjepitkan pistol ke bawah punggungnya. Saat Zhou Sheng masih melayang di udara, dia melintas menghindari lutut Yu Hao, sedikit meluncurkan dirinya sebelum memegang pinggang Yu Hao dengan lengannya dan berteriak, “Lepaskan peganganmu! Melompatlah!”

Yu Hao, ” ….”

Dalam waktu yang singkat itu, Yu Hao bahkan tidak tahu berapa banyak pohon yang telah dia lewati. Dia hanya mendengarkan perintah Zhou Sheng dan menanggapi dengan refleks murni. Keduanya meninggalkan tanaman merambat dan melompat ke cabang pohon, lalu memantul dan melayang lagi.

Tebing terjal muncul di dalam hutan hujan tropis yang lebat. Mereka melompat ke atas tebing terjal dengan memanfaatkan momentum lompatan mereka dari pertigaan pohon. Ada sebuah mobil jip yang mesinnya masih menyala yang diparkir di tepi tebing curam. Kemudian, Zhou Sheng berkata, “Masuk!” Sembari mengatakan itu, dia mengangkat Yu Hao untuk masuk ke dalam mobil, lalu Zhou Sheng sendiri naik ke kursi pengemudi dan memasukkan persneling. Dia menginjak pedal gas dan berbalik dengan gerakan yang sama. ovHrjV

Yu Hao menoleh ke belakang dan melihat dua macan kumbang yang terbakar sedang melompat, tetapi sebelum dia bisa memproses ini, Zhou Sheng tiba-tiba berbalik dan jip menabrak pengejar mereka yang membuat macan kumbang itu terlempar dan berguling dari tepi tebing curam. Zhou Sheng segera memindahkan gigi, bannya tergelincir dengan cepat saat dia menginjak pedal gas. Jip itu melesat ke hutan hujan seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya.

“Sini. Duduk di depan,” kata Zhou Sheng.

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao merangkak ke kursi depan penumpang jip, menarik sabuk pengaman ke bawah dan mengencangkannya sambil terus berbalik untuk melihat ke belakang. Macan tadi cukup cepat untuk mengikuti jip. Lebih dari selusin macan kumbang tak henti-hentinya mengerumuni mereka. Zhou Sheng mengangkat perisainya untuk memblokir dan menyerang macan kumbang, dengan paksa mengusir mereka dari mobil.

“Tembak mereka dengan pistol!” Zhou Sheng melaju semakin cepat, “ada pistol di kursi belakang!” mfUxhk

Yu Hao, “Aku tidak tahu bagaimana menggunakan senjata.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zhou Sheng, “Kalau begitu kau yang menyetir!”

Yu Hao, “Aku juga tidak tahu cara menyetir ….”

Zhou Sheng, ” .…” 0lS3Jf

Jadi, akhirnya Zhou Sheng hanya bisa menyetir sambil berbalik dan menembak pada saat bersamaan. Suara tembakan sangat memekakkan telinga. Yu Hao meraih pistolnya dan secara acak melepaskan tembakan ke belakang mobil, peluru memantul dari jeruji tebal di atas. Zhou Sheng dengan cepat berkata, “Jangan, jangan! Abaikan itu! Lihat saja jalannya ba!”

Dari dalam jip yang menyentak dengan keras, Zhou Sheng berhasil menangani satu macan kumbang hanya dalam dua atau tiga tembakan. Yu Hao berteriak, “Ada pohon! Belok kiri–!”

Zhou Sheng dengan kasar membelokkan kemudi. Keduanya berteriak, jip itu menabrak pohon. Seekor macan kumbang menerjang ke arah Yu Hao, mulutnya yang berdarah menganga. Yu Hao tiba-tiba menarik senjatanya dan melepaskan tembakan ke kepalanya.

Dalam dentuman keras, aspal hitam dari monster macan kumbang benar-benar memenuhi jok belakang. Yu Hao berkata, “Aku berhasil!” CTd9df

“Nah, begitu!” Zhou Sheng berkata, “Lakukan seperti saat kau bermain gim menembak.”

Zhou Sheng berbalik lagi. Dia menyetir jip dan berkendara di sepanjang jalan hutan berlumpur dan macan kumbang di belakang mereka akhirnya berhenti mengejar. Yu Hao masih bisa merasakan jantungnya berdebar-debar. Matanya bertemu dengan mata Zhou Sheng. Zhou Sheng terus melihat ke kaca samping untuk memastikan bahwa mereka telah aman. Jip itu melewati sungai sebelum melaju ke jalan berlumpur di seberang, lalu berbelok ke tanah tinggi yang tidak rata yang dipenuhi bebatuan.

“Apa semuanya baik-baik saja sekarang?” tanya Yu Hao.

“Kita aman untuk saat ini.” Zhou Sheng berkata, “Itu aneh. Mereka belum mati, jadi mengapa mereka berhenti mengejar kita?” 7dwvJS

Yu Hao kehilangan semua kekuatannya dan nyaris pingsan di kursi penumpang dan baru kemudian Zhou Sheng bertanya, “Ke mana saja kau?”

Yu Hao melambaikan tangannya, benar-benar kelelahan.

Zhou Sheng, “Kau tidak berada di tempat yang aman?”

Yu Hao melambaikan tangannya. SldjQ0

Zhou Sheng, “Di mana lingkaran di atas kepalamu?”

Yu Hao mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa untuk berteriak dengan marah, “Diamlah—— ahh!”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao menggunakan seluruh energinya untuk berbalik dan menangkap Zhou Sheng, lalu mengguncangnya dengan keras. Zhou Sheng berteriak, “Jangan mengguncang badanku! Kita bisa-bisa akan jatuh!”

Jip itu membelok sembarangan dari satu sisi ke sisi lain saat melaju di sepanjang dataran tinggi. Yu Hao melonggarkan cengkeramannya pada kerah Zhou Sheng dan berpikir bahwa Zhou Sheng terlihat cukup tampan dalam seragam kamuflase militer ini. Selain itu, Zhou Sheng bahkan punya baret. 2ydfUd

“Dari mana kamu mendapatkan pakaianmu?” Yu Hao bertanya.

Zhou Sheng mengambil kacamata hitam di depan mobil dan memakainya. “Mengambilnya di jalan. Tampan, ‘kan, ah?”

Yu Hao, “Hari ini mendung, kamu pamer kacamata hitam untuk siapa?!”

Segera setelah Zhou Sheng memasuki mimpi Chen Yekai ini, dia menemukan bahwa dia telah diangkut secara misterius ke pembukaan hutan hujan. Dia mencari Yu Hao di mana-mana dan secara tidak sengaja menemukan sebuah bangunan tiga lantai yang sepi. Bangunan itu agak rusak dan tampak seperti penginapan tak berpenghuni. Bahkan ada jip yang diparkir di depan penginapan. Dia menjelajahi penginapan itu sebentar dan menyadari bahwa setiap kamar memiliki perabotan yang sama. Ada pistol di setiap meja, jadi dia mengumpulkan semua pistol dan pergi ke meja depan untuk mencari tas. Ketika dia kebetulan menemukan seragam kamuflase militer, dia memakainya dengan santai. iqX5bP

“Ini.” Zhou Sheng memberi isyarat agar Yu Hao melihat. Sebuah tas kain telah dilemparkan ke kursi belakang dan diisi dengan pistol yang sama.

Yu Hao, “Bagaimana kamu tahu kalau aku berada di hutan hujan?”

Zhou Sheng, “Aku dengan santai berkeliling selama beberapa putaran sampai aku sadar kalau gunung dikejauhan kelihatan semakin seperti tempat kita pergi untuk tamasya musim semi kemarin.”

Yu Hao, “Ah!” ZwWvtN

Zhou Sheng telah berasumsi kalau jika Yu Hao bukan pemilik tempat perlindungan Chen Yekai, maka dia seharusnya berada di gunung Tianqing—dia juga sebenarnya berspekulasi bahwa tempat perlindungan bisa jadi ada di gunung Tianqing.

“Jadi, kau menyetir.” Yu Hao berkata, “Dan menemukanku di kaki gunung Tianqing. “

“Tepat sekali.” Zhou Sheng berkata, “Nah, sudah hampir sampai. Jangan berkeliaran sembarangan di masa depan, tunggu aku di tempat awal.”

Yu Hao tidak berani memberi tahu Zhou Sheng bahwa sebelum dia bertemu dengan macan kumbang, jembatan gantung yang berputar 360 derajat bahkan lebih mengerikan, kalau-kalau dia ketakutan lagi. Jadi dia hanya bisa mengucapkan ‘Un‘ sebagai tanggapan. Dia tiba-tiba teringat kalau punggungnya telah digaruk oleh macan kumbang dan ketika dia menoleh, dia langsung menyadari sesuatu. q63dt7

“Aneh,” gumam Yu Hao.

“Apanya yang aneh?” Zhou Sheng melambat dan menatap Yu Hao ke samping.

Yu Hao, “Lihat punggungku.”

Yu Hao telah bertelanjang dada sejak dia menuruni gunung. Dia bergeser ke samping sehingga Zhou Sheng dapat melihat dan bergumam pada dirinya sendiri, “Kenapa luka itu hilang?” Ci 2JL

Zhou Sheng, ” .…”

Bahu dan punggung Yu Hao sangat ramping dan terlihat sangat erotis. Sudut mulut Zhou Sheng bergerak-gerak. “Hei, bisa pakai bajumu dulu? Apa kau mencoba merayuku?”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao menepuk-nepuk tangannya ke punggungnya. Luka di punggungnya benar-benar hilang.

“Aku tidak sengaja melukai diriku sendiri.” Yu Hao berkata, “Dan sekarang lukanya sudah sembuh!” KGd4lm

Zhou Sheng menginjak pedal dan menghentikan mobil. Jari-jarinya membelai punggung Yu Hao, “Di mana? Bagaimana kau melukainya?”

Yu Hao tiba-tiba merasa sedikit tidak nyaman. Zhou Sheng juga bertindak agak tidak wajar. Tindakan ini sangat ambigu dan sejauh yang bisa diingat Yu Hao, Zhou Sheng belum pernah memperlakukannya sedekat ini sebelumnya.

“Pakai bajumu dulu.” Zhou Sheng tersadar dari kesurupannya. Dia mengambil kemeja Yu Hao dan melebarkannya, lalu Yu Hao memasukkan tangannya ke lengan baju. Kemeja putih itu sangat kotor sehingga tak tertahankan untuk dilihat.

“Lukamu akan sembuh secara otomatis.” XSJjE0

Yu Hao menurunkan penutup kompartemen di depannya dan menemukan pisau tentara swiss. Pisau lipat itu ia buka dan Zhou Sheng segera berkata, “Jangan!”

Yu Hao dengan lembut mengiris jarinya. Darah mengalir keluar, tapi lukanya sembuh dengan sendirinya dengan sangat cepat.

“Lihat?”

“Tapi tetap saja kau tidak boleh melukai dirimu sendiri!” Zhou Sheng berkata dengan geram, lalu menyita pisau itu. ddCDzH

“Jadi, kesan Chen Yekai terhadapku adalah aku bisa ‘Meregenerasi’?”

Hmm.” Zhou Sheng bergumam dengan ketidakpuasan, “Kaikai berpikir kalau kau bisa sembuh sendiri tidak peduli luka apa yang kau derita.”

Yu Hao sepertinya memahami sesuatu. Zhou Sheng berkata, “Kita sampai, turun dan lihatlah.”

Zhou Sheng dan Yu Hao turun dari mobil dan membanting pintu hingga tertutup. Yu Hao menghadap bangunan tiga lantai yang terletak di tanah tinggi, tersembunyi di dalam hutan. “Tempat apa ini?” jqLug8

“Dunia sadar dalam alam mimpinya terlalu luas.” Zhou Sheng berkata, “Saat aku berkeliling mencarimu, aku melihat bermacam-macam patung aneh di kejauhan. Bahkan ada beberapa pohon dengan gambar yang menggantung di dahannya.”

Yu Hao berkata, “Chen Laoshi pasti pernah pergi ke banyak tempat, tapi di mana dia?”

Zhou Sheng berkata, “Tidak perlu buru-buru mencarinya sekarang, yang terpenting adalah dia terbangun di waktu yang tepat di dunia nyata. Bantu aku melihat hal lain lebih dulu.”

Mereka mendekati bagian depan gedung, di mana sebuah tanda dipasang di luarnya. y9bMcs

Zhou Sheng, “Apa artinya? Kau bisa menerjemahkannya? “

Comenzó a Final. Itu bahasa Spanyol.” Yu Hao baru saja mendaftar di kelas bahasa Spanyol semester ini, jadi bisa dikatakan dia cukup tahu dan sedikit mengerti maksud kata-katanya.

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng, “‘final‘ berarti akhir, ‘kan?”

Yu Hao, “Kata final punya arti yang sama dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Nama penginapan ini adalah ‘Awal dan Akhir’.” I92HAx

Zhou Sheng dan Yu Hao melewati meja depan penginapan: tempat ini adalah penginapan khas yang dapat ditemukan di Amerika Selatan. Pada aula di luar meja depan lantai pertama, kipas di langit-langit ruangan masih berputar, meskipun listrik tidak ada di alam sadar mimpi. Namun, semua yang ada di sini dan hukum yang mengaturnya, dibentuk oleh pemahaman pemilik mimpi tentang realitas, jadi Yu Hao tidak menganggapnya aneh lagi.

“Apa kamu pernah melihat NPC di sini?”

“Tidak.” Zhou Sheng berkata, “Tidak satu pun. NPC tidak ada dalam mimpi ini dan itulah hal yang paling aneh.”

Yu Hao berkata, “Mungkinkah mereka telah diseret oleh monster?” QqR8xI

Zhou Sheng mengangkat bahu. “Tidak ada jejak pertempuran, jadi itu tidak mungkin. Ayo naik ke lantai atas.”

Ketika mereka sampai di lantai dua, Yu Hao membuka pintu kamar. Ada beberapa poster film usang yang ditempel di dinding kamar berperabotan minimalis. Ada tempat tidur dan meja yang tidak rapi, tapi selain itu, tidak ada yang lain di dalam ruangan itu. Zhou Sheng menunjuk ke meja. “Aku dapat pistol dari sana.”

Yu Hao terus-menerus merasakan sensasi yang tidak mengenakkan di dalam ruangan ini.

“Kondisi ini merepresentasikan apa?” kata Yu Hao. YZ9q64

“Perhatikan lantai dan mejanya,” jawab Zhou Sheng.

Lantainya agak kotor, tapi area kecil di depan meja dan meja itu sendiri telah dibersihkan.

Yu Hao berkata, “Aku tidak mengerti.”

Zhou Sheng menjawab, “Perhatikan semua yang ada di dunia mimpi, semuanya terkait erat dengan kenyataan. Saat kita menemukan mimpi Kaikai, kita perlu memikirkan dengan cermat apa yang dilambangkan oleh segala sesuatu yang telah kita lihat.” 5lA9UZ

Yu Hao berkata, “Jika tidak mengerti, bagaimana bisa aku menebak maksudnya?”

“Itu tidak benar.” Zhou Sheng berkata dengan santai, “Kau pasti mengerti dia lebih baik daripada aku. Kau pernah ke rumahnya, apakah asramanya terlihat seperti ini?”

“Tidak.” Yu Hao berbaring di tempat tidur dan berkata, “Jelas, ini adalah penginapan yang pernah dia tinggali sebelumnya.”

Zhou Sheng berkata, “Ini adalah satu-satunya bangunan modern di dunia kesadaran alam mimpinya. Yu Hao, aku selalu merasa ruangan ini meninggalkan kesan yang sangat dalam di benaknya.” Aca De

Yu Hao memikirkannya sebentar. “Meskipun semua kamar di penginapan ini serupa, tidak semua kamar harus menampilkan dirinya dengan cara yang persis sama. Namun, bahkan sudut seprai yang berantakan dan posisi senjatanya tetap sama.”

Un.” Zhou Sheng berkata dengan penuh arti, “Jadi, dia pernah tinggal di kamar ini sebelumnya.”

Story translated by Langit Bieru.

Kepala Yu Hao serasa mau pecah. Jika mereka berada di dunia nyata, dia masih bisa berpaku pada logika, tapi ini adalah dunia alam sadar mimpi, jadi pikiran pemiliknya menjadi semakin sulit dipahami.

Zhou Sheng berkata, “Aku tidak mengenalnya sebaik dirimu.” sqbdmK

“Dia pernah ke Air Terjun Iguazu.” Yu Hao berkata, “Dan dia pernah ke Amerika Selatan juga. Aku tahu itu.”

Oh?” Zhou Sheng bertanya, “Dia memberitahumu?”

Yu Hao seolah-olah langsung lumpuh karena syok. Dia memikirkannya sejenak. Dia tidak pernah memberi tahu Zhou Sheng mengenai rahasia Chen Yekai dan saat dia ragu-ragu apakah akan membocorkannya atau tidak, Zhou Sheng dengan cekatan telah memahami poin kunci di dalam:

“Dia pergi sendirian?” 0wyIur

Yu Hao diam. Zhou Sheng segera menjentikkan jarinya. “Aku mengerti sekarang.”

“Apa yang kau mengerti?” Yu Hao tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa.

Zhou Sheng bertanya, “Apakah dia meminjamkan baju itu?”

Yu Hao menjawab dengan “Un“. Zhou Sheng meraih kemeja Yu Hao dengan jari-jarinya. “Ini bukan pakaian baru dan itu bukan gaya berpakaian Kaikai.” KGdDMN

“Aku kebetulan memilihnya dari lemarinya.” Yu Hao berkata, “Apa hubungannya dengan penginapan ini?”

Zhou Sheng melanjutkan, “Ini adalah tempat yang meninggalkan kesan yang sangat mendalam padanya. Dia pergi ke Air Terjun Iguazu dengan pacarnya, bukan? Saat mereka bepergian di Amerika Selatan, mereka menginap di penginapan ini.”

Yu Hao, ” ….”

“Hubungkan ke pistol yang ditempatkan di sini.” Zhou Sheng berkata, “Pikirkan, apa yang mungkin terjadi?” fkg4FH

“Itu tidak mungkin!” Yu Hao berseru, “Kamu pikir dia membunuh pacarnya di sini? aku tidak akan percaya itu! aku tidak akan!”

Zhou Sheng langsung meledak. “Apa kau gila?! Siapa yang akan berpikir seperti itu?!”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng berkata, “Pikirkan tentang rekaman itu, rekaman itu! Rekaman Lin Xun!” txRyK9

Tiba-tiba saja, sebuah pikiran melintas di benak Yu Hao.

” …Itu dia. Saat aku melihatnya, hanya satu hal yang memenuhi pikiranku—dalam siklus reinkarnasi ini, aku bertemu dengan seseorang seperti Ryuusei lagi.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Ryuusei bunuh diri di sini!” Yu Hao melompat dari tempat tidur.

Zhou Sheng menjawab dengan tenang, “Itu benar dan dia melakukannya dengan pistol ini.” V52H1Y

Zhou Sheng juga berbaring di tempat tidur. Yu Hao bergumam, “Tidak heran. Aku mengerti sekarang.”

Yu Hao mengenang sehari setelah dia membakar arang. Ketika dia pergi ke perguruan tinggi, dia melihat Chen Yekai mencari informasi tentang intervensi krisis di internet. Di foto itu, seorang pemuda yang agak melankolis berdiri di depan Air Terjun Iguazu—nama pemuda itu adalah ‘Ryuusei.’

Chen Yekai pernah jatuh cinta dengan Ryuusei. Mereka mengunjungi Air Terjun Iguazu dan mungkin mereka telah pergi ke tempat lain di Amerika Selatan dan Tengah juga lalu tinggal di penginapan ini sebelumnya.

“Tapi di tengah-tengah perjalanan liburan mereka ….” Yu Hao berkata, “… Kenapa Ryuusei … bunuh diri? Dan Chen Laoshi tidak tahu?” CxDsVS

“Bukannya nama tempat ini ‘Awal dan Akhir’?” Zhou Sheng berkata, “Dalam dunia sadarnya, nama alternatif yang dia berikan untuk penginapan ini terdiri dari ‘awal’ dan ‘akhir’. Perasaan mereka bermula di sini dan pada akhirnya, Ryuusei kembali ke tempat ini untuk bunuh diri.”

Yu Hao, ” ….”

Translator's Note

Sumber : Google

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment