English

Merebut MimpiCh48 - Cincin Berlian

1 Comment

Penerjemah : jeff


“Meneleponmu untuk threesome?” TSIg5R


Chen Yekai dan Zhou Sheng memanjat dinding batu menggunakan tanaman merambat yang digantung, suara pendakian mereka menggema di seluruh piramida. Chen Yekai mendongak dan melihat ke kejauhan – ada jembatan batu yang rusak. Mereka harus naik ke tempat yang lebih tinggi, melompat ke jembatan batu, kemudian berjalan di sepanjang jalan di belakang jembatan batu untuk memasuki area pusat Chichén Itzá sebelum mereka dapat tiba di depan sumur reinkarnasi.

Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Ayo kita bicara tentang teman kecil pemarahmu ba, kita harus menghadapinya secara langsung nanti.”

Story translated by Langit Bieru.

Chen Yekai menarik-narik sebatang pohon anggur. Zhou Sheng mengulurkan tangan dari sampingnya dan menarik tangannya. Dengan momentum ekstra, Chen Yekai mendarat di batu lain yang menonjol, lalu mereka terus maju dengan hati-hati.

“Takin selalu seperti itu.” Chen Yekai berbicara dengan tidak terburu-buru, “Dia menolak hampir semua temanku – tidak peduli apakah mereka laki-laki atau perempuan.” 7LM05i

“Itu membuktikan bahwa dia ingin memonopolimu.” Zhou Sheng berkata dengan santai, lalu melompat ke punggung bukit di tembok. Dia berpikir sejenak sebelum bersiul.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” Chen Yekai bertanya dengan ragu.

“Tidak ada.” Zhou Sheng ingin mencoba memanggil jindouyunnya, tetapi tidak berhasil.

“Cinta tidak bisa mentolerir pihak ketiga.” Chen Yekai berkata, “Tetapi jika itu berjalan terlalu jauh, kamu akan sangat menderita. Media sosial, telepon, email, dan blogku diperiksa secara menyeluruh, dan setiap gadis yang secara rahasia menyukaiku harus menanggung interogasinya ……” obNacZ

“Itu cukup menakutkan.”

Di kuil besar yang hampir 20 meter di atas tanah, Zhou Sheng dan Chen Yekai perlahan-lahan berjalan dengan punggung menempel di dinding; mereka mendekati tanaman merambat yang tergantung di udara di atas kuil.

“Apa kau merasa bersalah?” Zhou Sheng bertanya.

Chen Yekai menjawab dengan pertanyaan lain, “Bagaimana menurutmu?” Kc4ALX

Zhou Sheng merasa tidak berdaya, “Dia terlalu kuat. Kau perlu mengatasi rasa bersalah di hatimu. Lagipula, dia dalam mimpimu, bukan lagi dia yang sebenarnya. Kau harus menang atas dirimu sendiri.”

Chen Yekai merenungkan hal ini sejenak sebelum berkata, “Ya, tapi aku tidak bisa menahannya. Selama beberapa malam, aku sering memimpikan penginapan itu, dan juga memimpikan Ryuusei, berdiri di bawah matahari saat dia menungguku kembali ……”

“…… jika aku tahu sedikit lebih awal ……”

“Aku mengunci pintunya, tetapi aku selalu tidak bisa menahan diri untuk menemuinya. Sampai aku bertemu Yu Hao ……” SabIdl

Zhou Sheng, “Apa karena kau tidak mengunjungi Ryuusei dalam mimpimu, dia melarikan diri dan menjadi lebih kuat?”

“Mungkin.” Chen Yekai menjawab, “Kamu benar. Kita perlu menyelamatkan Yu Hao. Jika aku tidak mengatasi ini, aku tidak akan bisa mengalahkan Ryuusei.”

Zhou Sheng berpikir sejenak, “Aku pikir kau sudah …… itu bukan salahmu, Kaikai. Juga, bahkan jika itu salahmu, pengakuanmu harus dilakukan untuk mengejar keselamatan, bukan untuk menyiksa dirimu sendiri.”

“Kepada siapa aku harus mengaku?” Chen Yekai bertanya, “Dia sudah mati; tidak ada yang bisa memaafkan aku lagi.” bzPM3n

Zhou Sheng berkata, “Pikirkanlah. Apa yang akan dia katakan jika dia masih hidup? Maksudku, dia yang sebenarnya ……”

Chen Yekai tidak menanggapi. Dia berhenti, dan Zhou Sheng mengikutinya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Pada hari Takin meninggalkan aku, dia menulis surat untukku.” Chen Yekai berkata, “Di blognya.”

Zhou Sheng berkata, “Oh? Apa yang dia katakan?” kf4E2

Chen Yekai menjawab, “Suratnya dilindungi dengan kata sandi, dan kata sandinya adalah hari ulang tahunku. Aku tidak pernah membukanya.”

Zhou Sheng tetap diam. Keduanya terhenti di atas platform bata panjang yang lebarnya hampir 20 sentimeter.

“Aku tahu dia sudah lama memaafkan aku. Aku hanya takut jika setelah aku melihat surat itu.” Chen Yekai berkata dengan bingung, “Aku akan memaafkan diriku sendiri di hari-hari mendatang.”

“Pergi dan lihatlah ba.” Zhou Sheng berkata, “Ini bukan masalah yang hanya menjadi perhatianmu lagi.” 4HwCV1

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Chen Yekai berkata, “Aku pikir aku tidak layak untuk penebusan. Tapi di hari terakhir hidupku, aku akan membaca surat itu …… ”

Itbe Vtfcu afgvljw yfyfgjqj rjja rfyfiew wfcpjkjy, “Vfyfcjgcsj, sjcu wfcutexewwe rfijwj lcl jvjijt xje rfcvlgl.”

Jtfc Tfxjl yfgxjaj, “Tj. Cxe tjcsj ylrj afger tlveq vl veclj lcl vfcujc wfijxexjc lae.”

Itbe Vtfcu wfcjajq Jtfc Tfxjl vfcujc qjcvjcujc sjcu alvjx ylrj vlpfijrxjc, “Swqja ajtec, jqjxjt lae wjrlt yfiew mexeq?” ICpWGu

“Klvjx mexeq.” Jtfc Tfxjl wfcpjkjy, “Djtxjc rjwj rfxjil yfiew mexeq vfxja.”

Saat ini, seluruh dunia mulai berguncang hebat lagi. Zhou Sheng dan Chen Yekai melihat ke atas.

“Apa aku akan bangun?” Chen Yekai bertanya pada Zhou Sheng.

Zhou Sheng tidak membalasnya. Dalam sekejap, dia membuka matanya dan terlempar dari alam mimpi Chen Yekai. M529Dj

“Yu Hao!” Zhou Sheng segera membalikkan badan dan pergi ke ranjang lain untuk mencari Yu Hao. Dia menepuk wajah Yu Hao; Yu Hao juga terbangun.

“Terima kasih Tuhan.” Zhou Sheng segera memeluknya dan membelai kepalanya sambil lalu.

Yu Hao berkata, “Aku baik-baik saja ……”

Yu Hao dipeluk oleh Zhou Sheng saat dia bangun, jadi jantungnya segera mulai berdebar kencang. Keduanya duduk di tempat tidur, Zhou Sheng melihat arlojinya —— jam 3 pagi. KXrhAs

“Dia tiba di New York.” Zhou Sheng, “Tidur selama 10 jam, itu sangat lama. Bagaimana situasi di pihakmu?”

“Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja sampai kalian berdua tiba.” Yu Hao menjawab, lalu menjelaskan situasi di sumur reinkarnasi, dan tentang Ryuusei yang dia temui.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Tidak ada totem?” Zhou Sheng mengerutkan kening, “Bagaimana mungkin?”

Yu Hao benar-benar tidak melihat totem. Pada akhirnya, dia dijebak oleh Dewa Ular Berbulu, tapi dia seharusnya aman untuk sementara waktu selama dia tidak main-main atau memprovokasi Nakagawa Ryuusei. d0li7A

Zhou Sheng duduk bersila di kaki tempat tidur dengan tangan disilangkan dan memikirkannya sejenak, “Ada dua kemungkinan: satu, totem ada di dalam sumur; dua, totemnya adalah Ryuusei.”

“Kamu sangat pintar!” Jika itu adalah Yu Hao, dia tidak akan pernah berpikir bahwa totem itu adalah Ryuusei.

Zhou Sheng merasa kesal sekaligus gelisah saat berkata, “Pemandangan alam mimpi Kaikai terlalu sulit untuk dilalui.”

Yu Hao berkata, “Apa ini dianggap mimpi yang sangat sulit jika dibandingkan dengan mimpi lain yang pernah kamu alami?” oeydRM

Orang bisa tahu hanya dengan memikirkannya bahwa mimpi orang biasa tidak akan memiliki tempat seperti Chichén Itzá yang sejauh cakrawala, juga tidak akan ada binatang buas seperti macan kumbang, dan mereka bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki senjata. Chen Yekai tidak hanya membaca ribuan buku, tetapi dia juga telah melakukan perjalanan ribuan mil, jadi mimpinya pasti akan lebih luas dan dalam skala yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain.

“Sebenarnya, sebelum aku bertemu denganmu, aku tidak pernah benar-benar menerobos mimpi siapa pun dan mencapai totem.” Zhou Sheng akhirnya berbicara setelah berpikir lama, “Sebagian besar waktu, aku akan meninggalkannya di tengah jalan.”

“Bagaimana itu mungkin?” Yu Hao berkata dengan heran.

Yu Hao selalu berpikir bahwa Zhou Sheng pasti telah memasuki mimpi banyak orang – jika tidak 1.000 dari mereka, maka setidaknya 800, jika tidak, dia tidak akan tahu banyak tentang hubungan antara mimpi dan kenyataan. Namun Zhou Sheng menjelaskan, “Aku masuk ke dalam kebanyakan mimpi hanya karena rasa ingin tahu, dan ada banyak mimpi di mana kegelapan yang mendatangkan malapetaka terlalu kuat. Aku ingin mengubahnya, tetapi sebagian besar waktu, aku akan menyerah di tengah jalan …… ” QO EdG

“…… Biasanya, selama orang di dunia nyata berubah setidaknya sedikit, aku pikir itu sudah cukup.” Zhou Sheng berkata, “Sama seperti teman sebangkuku di tahun pertama sekolah menengah pertama. Dia suka menggaruk dan menggangguku tanpa alasan. Aku harus menderita melalui banyak cakaran ibuku, jadi aku benar-benar tidak tahan, itulah sebabnya aku mengunjungi mimpinya.”

Selain mimpi ayahnya, di masa SMP, Zhou Sheng pernah memasuki mimpi teman sebangkunya dan menyadari bahwa gadis itu sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga di rumah. Pemandangan alam mimpinya dihancurkan oleh monster yang merupakan proyeksi dari kekerasan yang dia derita di dunia nyata. Dia membantu gadis itu menghancurkan beberapa dari mereka, lalu ketika dia pikir itu sudah cukup, dia tidak lagi masuk ke dalamnya. Itu terlalu melelahkan secara mental.

Kemudian dia memasuki mimpi wali kelasnya di SMP. Wali kelasnya menerima perlakuan tidak adil dan telah ditinggalkan oleh istrinya, jadi dia menyalahkan langit dan bumi dan sering melampiaskan rasa frustrasinya kepada para siswa. Zhou Sheng juga menyelesaikan sebagian dari masalahnya dan berpikir bahwa itu kurang lebih baik-baik saja – tetapi dia bahkan lebih khawatir bahwa orang lain akan menyadari kemampuannya – sebelum dia mundur dengan hati-hati.

Ada banyak mimpi di mana bukan karena dia tidak mau menyelesaikannya, tapi dia tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya – sampai dia bertemu Yu Hao. Kalau tidak, mungkin dalam mimpi Shi Ni, dia hanya akan bisa bertahan sampai dia mengalahkan monster itu, tapi dia tidak akan bisa bertarung sampai akhir. ZgsGm9

Yu Hao ingat sekarang. Ketika dia dipanggil ke dalam mimpi oleh Zhou Sheng, itu adalah saat yang paling kritis. Jika dia tidak ada di sana, Zhou Sheng mungkin tidak akan mati, tetapi dengan kesan Shi Ni tentang Zhou Sheng, akan terlalu sulit baginya untuk menerobos mimpi gelap itu.

Zhou Sheng dan Yu Hao saling memandang dalam diam. Yu Hao menyarankan, “Mari kita analisis seperti terakhir kali ba. Tebakanmu sangat akurat, yang di depan totem itu adalah Ryuusei.”

Zhou Sheng, “Un. Kita tidak tahu siapa penjaga gerbang itu, tapi kemungkinan besar penjaga gerbangnya adalah Lin Xun.”

Yu Hao berkata, “Kita mungkin bisa mengalahkan penjaga gerbang, tapi Ryuusei terlalu sulit.” O1aMGF

Zhou Sheng, “Karena Kaikai tidak bisa melepaskannya di dalam hatinya. Saat ini, kamu dan Ryuusei memiliki lingkaran cahaya.”

Yu Hao berpikir, bagaimana kita harus menangani ini. Sebenarnya, baik dia maupun Zhou Sheng tahu dengan sangat jelas bahwa cara paling efektif untuk mengalahkan Ryuusei – dan cara paling sederhana – adalah Yu Hao berkencan dengan Chen Yekai dan merebut cinta di lubuk hatinya yang paling dalam yang dimiliki Ryuusei. Begitu dia melakukan itu, semua kekuatan Ryuusei akan benar-benar hilang, dan dia akan kalah dari Yu Hao di alam mimpi.

Langit Bieru.

Tapi Yu Hao tidak mau, dan tidak bisa melakukan itu.

“Apa kamu bisa membimbingnya keluar dari masa lalunya?” Meskipun Yu Hao mengatakan itu, dia tahu pasti di dalam hatinya bahwa itu akan sangat, sangat sulit. Dia sudah menghabiskan banyak tenaga untuk mengalahkan Liu Peng Xuan, apalagi mantan kekasih Chen Yekai yang telah meninggal dunia. 7l4YvA

Zhou Sheng berkata dengan nada meremehkan, “Aku masih mencoba membantunya untuk terbebas dari kenyataan yang memerangkapnya melalui pemandangan alam mimpinya.”

Yu Hao terdiam. Zhou Sheng memikirkannya sejenak sebelum melanjutkan, “Selain itu, kita harus sangat berhati-hati saat berkomunikasi dengan Kaikai dalam kenyataan. Dia bukan gadis kecil seperti Shi Ni, dia akan segera meragukannya.”

Faktanya, alasan mengapa Zhou Sheng hanya melakukan segala sesuatunya setengah jalan di sebagian besar mimpi sebelumnya adalah karena dia khawatir akan mengganggu pemilik pemandangan alam mimpi terlalu sering dan menciptakan pengaruh yang tidak dapat diubah pada orang itu dalam kenyataan.

Yu Hao berkata, “Aku akan meneleponnya dan berbicara dengannya tentang Ryuusei?” sZWNdi

Zhou Sheng tiba-tiba teringat sesuatu, “Tunggu, apa kau tahu kapan ulang tahunnya?”

Zhou Sheng memberi tahu Yu Hao tentang postingan blog yang ditulis oleh Ryuusei. Yu Hao sedikit khawatir, “Apa kamu yakin ingin melihatnya?”

Zhou Sheng mengeluarkan ponselnya, dan setelah mempertimbangkannya sejenak, dia berkata, “Ayo kita tunggu sebentar apakah kita perlu melihatnya untuk saat ini, tapi aku ingin melihat blog milik Ryuusei. Setidaknya dengan itu, kita bisa lebih memahaminya. Kaikai tidur begitu lama di pesawat, jadi dia mungkin tidak akan segera tidur lagi. Bangunlah, aku perlu sedikit berolahraga, ayo kita pergi lari ba.”

Pada jam 5 pagi, saat fajar menyingsing, Yu Hao mengeluarkan ponselnya dan mengubahnya ke zona waktu Amerika untuk perbandingan yang mudah. Sekarang, jam 7 malam di New York. Zhou Sheng membawa Yu Hao ke lapangan, dan mereka mulai berlari. P93Auh

Fu Liqun, yang mengenakan pakaian olahraga dengan tudung menutupi kepalanya, menyaksikan keduanya dengan ekspresi bosan di wajahnya di dekat lapangan.

Fu Liqun, “Ini hari Sabtu, kenapa kalian berdua lari?”

Zhou Sheng melambai kepada Fu Liqun, jadi Fu Liqun bergabung dengan mereka. Yu Hao tahu bahwa Zhou Sheng sedang berpikir saat dia berlari, jadi dia tidak mengganggunya. Itu adalah kebiasaannya yang sangat aneh. Yu Hao sampai ingin berhenti bernapas setelah berlari 10 putaran, bagaimana bisa dia masih menemukan energi untuk berpikir?

Di pagi awal akhir pekan ini, mereka bertiga berlari mengelilingi lapangan seolah-olah mereka gila. Yu Hao adalah orang pertama yang kalah dalam pertempuran; dia tidak bisa lari lagi. Fu Liqun berlari dua putaran ekstra sebelum berkata, “Aku tidak berlari lagi! Kamu bahkan tidak datang untuk latihan fisik kita kemarin, untuk apa kamu lari sekarang?” SA2WMh

Zhou Sheng masih menggunakan earphone. Keduanya pergi tepi. Yu Hao terus terengah-engah, dan Fu Liqun memberinya air, “Kemana kalian pergi lagi tadi malam?”

Yu Hao, “Kami pulang terlambat, jadi kami tidur di luar.” Dia merasa sedikit bersalah terhadap Fu Liqun. Dia tidak memikirkan perasaannya baru-baru ini dan dia tidur di luar dengan Zhou Sheng dua kali berturut-turut sekarang.

Namun Fu Liqun berkata, tidak peduli, “Telepon aku lain kali kalian melakukannya.”

“Meneleponmu untuk threesome?” Zhou Sheng menyela saat dia berlari melewati mereka. Ve1PcX

Fu Liqun langsung tertawa, dan Yu Hao meludahkan seteguk air.

Zhou Sheng berlari 24 putaran. Dia melepas earphone-nya dan terengah-engah beberapa saat. Mereka bertiga kembali ke asrama masing-masing dan bergantian mandi dan berganti pakaian. Fu Liqun mengatakan, “Bro, temani aku memilih cincin berlian bei.”

Langit Bieru.

“Kami akan pergi kalau kau mentraktir kami sarapan.” Zhou Sheng berkata.

Fu Liqun, “Tidak masalah!” 6REnIe

Pada pukul 09.30, setelah Fu Liqun menjamu Yu Hao dan Zhou Sheng untuk sarapan, mereka memasuki toko perhiasan dengan interior bergaya teal.

Sudut mulut Yu Hao bergerak-gerak, “Jadi kamu memutuskan untuk menemui kakak ipar?”

Zhou Sheng juga menduga bahwa Fu Liqun ingin berdamai, “Jangan memilih cincin berlian, pilihlah sepasang anting ba.”

Fu Liqun berkata, “Aku akan mempertimbangkannya setelah melihat-lihat. Setelah kita membelinya, temani Gege untuk menemui kakak ipar bei.” nRpD2

Yu Hao ragu-ragu saat Zhou Sheng langsung menolak undangan tersebut, “Tidak mungkin. Kami sedang menikmati dunia hanya untuk kami, jadi mengapa kami harus menjadi roda ketigamu?”

Yu Hao, “……”

Fu Liqun tertawa, “Dia belum tentu memaafkanku.”

Zhou Sheng, “Shan Jie ingin kau meminta maaf padanya sejak lama, apa yang kau takutkan?” f8nYJG

Fu Liqun, “Benarkah?? Apa yang dia katakan? Katakan kepadaku?”

Zhou Sheng berkata, “Tidak ada apa-apa! Pergi saja ba! Berhentilah, aku akan mengajak Yu Hao ke bioskop nanti.”

Ketiga pemuda ini berkerumun di konter untuk melihat cincin. Wanita di konter tertawa saat dia membentangkan kain beludru ke tempatnya dan mengeluarkan cincin berlian untuk dipertimbangkan Fu Liqun. Ketika Yu Hao melihatnya, dia iri sekaligus kagum dan tidak berani menyentuhnya. Zhou Sheng mengambil satu untuk diperiksa dengan santai sebelum meminta wanita di konter untuk membawakan mereka sertifikat dan informasinya.

“Itu terlalu mahal.” Fu Liqun dengan cepat berkata, “Ini melebihi anggaranku.” 6uj8gC

“Aku akan meminjamkanmu.” Zhou Sheng berkata, “Berapa banyak yang kau miliki?” Saat dia berbicara, dia membalik label dan meledak dalam sekejap setelah melihatnya, “Apa-apaan? Harga cincin berlian di sini 60.000?! Mengapa kalian tidak merampok bank saja? Oh, Tiffany …… lupakan yang sudah aku katakan.”

Fu Liqun melambaikan tangannya, “Aku punya sedikit, jadi aku tidak perlu meminjam apapun untuk saat ini. Semua perhiasannya dari Bulgari, bahkan lebih mahal dari Tiffany.”

Yu Hao berkata, “Harga ini terlalu mengerikan ba. Apa kamu tidak ingin mempertimbangkan untuk memberinya anting-anting? Anting ini sangat berkilau.”

Fu Liqun ragu-ragu sejenak. Yu Hao mencoba membujuknya; dia mengatakan kepadanya bahwa cincin berlian tidak sepadan, dan yang terbaik adalah jika dia mempersiapkan diri dengan matang sebelum melamar. Melamar sambil mencoba untuk berdamai agak terburu-buru …… Setelah Zhou Sheng mendengarkannya sebentar, dia melirik sekilas dengan pujian pada Yu Hao. s3zd04

“Benarkah?” Fu Liqun bertanya pada Yu Hao, “Jika itu kamu, apakah kamu akan menerimanya?”

Yu Hao, “Uh ……” Dia berpikir, Ini bukan seperti aku perempuan, bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan itu? Kenapa kamu tidak bertanya pada Zhou Sheng? Apa kamu tahu kalau aku gay? Tapi meskipun aku gay, bukan berarti aku perempuan! Bagaimana aku tahu bagaimana cara berpikir Shan Jie?

Story translated by Langit Bieru.

“Hati seorang wanita, seperti jarum di dasar laut.” Zhou Sheng berkata, “Kembalilah dan mengemis untuk berdamai dulu ba, jangan mencoba untuk melampaui batas.”

Fu Liqun berkata pada akhirnya, “Baiklah. Yu Hao, pilihlah sepasang, aku percaya pada perasaan estetikmu.” S BdOs

Zhou Sheng meledak, “Apa kau pikir aku tidak punya rasa estetika?!”

Yu Hao, “Aku benar-benar tidak memiliki rasa estetika …”

Fu Liqun, “Pilih saja ba!”

“Yang ini. Aku pikir dia mungkin …… menyukainya.” Yu Hao dengan sangat cemas memilih sepasang anting. b1naGx

“Kamu hanya ingin Yu Hao memilih yang lebih murah untukmu ba?!” Zhou Sheng mengungkapnya.

Yu Hao, “……”

Fu Liqun berkata, “Yang Yu Hao pilih pasti akan memiliki rasio harga dan kualitas tertinggi, bukankah kamu akan memilih yang paling mahal?”

Yu Hao memilih sepasang anting untuk Fu Liqun yang harganya lebih dari 9.000, dan hatinya sakit untuk Fu Liqun saat dia melihatnya. Fu Liqun membayarnya dengan kartu kreditnya dan memasukkan kantong biru kecil itu ke dalam tasnya. Keduanya kemudian mengantarnya ke stasiun kereta. jauQfB

“Sampai jumpa.” Fu Liqun membeli tiket dan berkata, “Selama tiga bulan ke depan, aku harus bertahan hidup dengan mie instan. Tolong beri aku bantuan materi lain kali, saudaraku.”

Yu Hao tahu bahwa Fu Liqun jarang mengeluarkan uang hanya karena dorongan hati, dan dia akan selalu membandingkan harga saat berbelanja. Namun dia membeli hadiah ini untuk pacarnya tanpa sedikit pun cemberut, dan Yu Hao sangat tersentuh olehnya, “Kamu pasti akan berhasil, Gege.”

Zhou Sheng, “Oke, kau akan makan apapun yang aku makan. Pergilah ba, jangan kembali kalau kau tidak berhasil.”

Fu Liqun memasuki stasiun. Yu Hao dan Zhou Sheng mengawasinya untuk sementara, lalu berkata kepada Zhou Sheng dengan nada sedikit sedih, “Ayo kita pergi menonton film ba.” E5joA8

Yu Hao teringat kalimat Fu Liqun ‘tentu saja aku ingin kalian berdua baik-baik saja’, dan tidak bisa menahan perasaan terharu. Fu Liqun dan Cen Shan sudah saling kenal sejak tahun pertama sekolah menengah mereka, dan sekarang adalah tahun keempat mereka berpacaran. Jika hal seperti itu tidak terjadi pada Chen Yekai, maka saat ini dia pasti bersama Ryuusei di sudut dunia tertentu dan menjalani kehidupan yang bahagia bersama ba?

“Menurutmu totem Chen Laoshi akan seperti apa?” Sebuah ide tiba-tiba terlintas di benak Yu Hao, jadi dia bertanya pada Zhou Sheng.

Zhou Sheng berkata, “Kita harus memintanya untuk mencari tahu, bagaimana aku bisa menebaknya? Apa kau ingin mengatakan bahwa itu mungkin cincin berlian?”

Pikiran Yu Hao secara praktis selaras dengan pikiran Zhou Sheng sekarang, “Kamu bahkan bisa membaca pikiranku?” QjLzJ3

“Apa yang sulit ditebak tentang itu?” Zhou Sheng duduk di kursi sofa di bioskop dan berkata dengan linglung, “Dia berkata begitu sebelumnya, setelah ujian tesisnya selesai, dia akan membawa Ryuusei untuk berjalan melalui Chichén Itzá lagi dan melamarnya, ‘kan? Cincin berlian ma, dia mungkin sudah menyiapkannya.”

Yu Hao juga memikirkan hal itu. Zhou Sheng berkata, “Bayangkan ini, menurutmu apakah dia akan melempar cincin berlian itu ke dalam sumur?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao berkata, “Zhou Sheng, kamu benar-benar luar biasa.”

Zhou Sheng, “Tentu saja.” 3qso4n

Yu Hao, “Aku sedang membicarakan tentang saat kamu menendang bola di bawah Chichén Itzá.”

Zhou Sheng, “Un, aku juga memperhatikan mata kecilmu yang penuh dengan kekaguman. Ayo kita menonton film ba.”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment