English

Merebut MimpiCh53 - Suara Tembakan

1 Comment

Penerjemah : Via


Jangan pernah berpikir untuk merebut kekasih orang mati. mf08qJ


Jingubang bergetar dalam genggaman Zhou Sheng. Memanjang dan meluas ke sisi lain tebing sebelum melebar membentuk jembatan silinder untuk mereka lewati.

“Hati-hati.” Zhou Sheng berkata dengan linglung. Dia sedang berpikir tentang bagaimana cara mendapatkan izin Chen Yekai untuk memanggil naga dan tentara yang bersiaga di luar Roda Gagak Emas.

Story translated by Langit Bieru.

Sepanjang jalan, dia mencoba semua startegi yang berbeda,  tetapi tidak terbatas pada memberi tahu Chen Yekai bahwa dia memiliki seekor naga dan memintanya untuk membayangkan naga itu muncul dalam mimpinya. Tetapi pada akhirnya, usahanya sia-sia. Pasti ada beberapa kondisi lain yang belum terpenuhi …… pikir Zhou Sheng.

“Kamu dan Yu Hao …… sudah lama mengenal?” Chen Yekai bertanya ragu saat dia melangkah ke jingubang. WIeShM

“Tidak . ‘ Zhou Sheng dengan kasar menjelaskan bagaimana dia telah menyelamatkan Yu Hao.

Chen Yekai menjawab, “Benar dugaanku ”

Zhou Sheng berpikir bahwa Chen Yekai pasti telah membuat kesimpulan yang tak terhitung jumlahnya sebelum bertanya tentang kebenaran – dan ini cenderung merusak diri Yu Hao di masa lalu.

Chen Yekai tiba-tiba berhenti. v3uhOd

Berdiri di tengah jembatan jingubang tanpa ada yang mendukung mereka, Zhou Sheng dengan tajam merasakan ada sesuatu akan segera datang ke arah mereka dari jurang maut!

“Lari!” Teriak Zhou Sheng tegas.

Tetapi sesaat kemudian, ratusan mata dan mulut yang menjerit keluar dari dalam jurang yang tak terduga, mulutnya bahkan menyemburkan pisau tajam. Chen Yekai dan Zhou Sheng mempercepat langkah mereka, tetapi Zhou Sheng meraung, “Menghindar!”

Chen Yekai dan Zhou Sheng terhuyung-huyung ke samping, menghindari badai pisau yang melesat ke arah mereka dengan bergelantungan di tepi jembatan Jingubang. PvYx17

Bayangan hitam besar muncul dari jurang maut dan berubah menjadi bentuk humanoid; kedua matanya selebar bola basket, dan berteriak dalam bahasa Inggris. Itu menerjang ke arah mereka.

“Apa itu?!” Teriak Zhou Sheng.

Chen Yekai, “……”

Zhou Sheng, “Kaikai!” 1apxWJ

Sambil berpegangan pada jembatan jingubang, lengan Chen Yekai terpotong oleh pisau tajam, dan darah segar segera menyembur dari lukanya; cengkeramannya mengendur dan dia hampir jatuh ke dalam jurang maut sebelum Zhou Sheng menyambar kerah kemejanya dengan tangan kanannya. Dia dengan susah payah berpegangan pada jembatan jingubang menggunakan lekukan lengan kirinya.

“Itu ……” Chen Yekai menatap, terpaku pada bayangan hitam, “Solimai …… itu dia, dialah yang memposting video kami ……”

Zhou Sheng berteriak, “Ini adalah mimpi! Jangan takut padanya!”

Chen Yekai terkejut dan bangun dari pingsannya karena teriakan Zhou Sheng dan langsung sadar. Dia menarik pistol dari belakang punggungnya dan melepaskan tiga tembakan ke arah bayangan hitam. Di dalam lesatan tembakan, sosok hitam meraung kesakitan dan pingsan; itu hancur menjadi gumpalan asap hitam hanya untuk sekali lagi bertemu di sisi lain. Segera setelah itu, lebih banyak lagi mulut yang mengambang. Pisau tajam muncul dari mulut yang menganga dan menembak ke arah mereka berdua. XMDkhL

“Arahkan ke mata!” Zhou Sheng meraih jembatan jingubang dengan satu tangan sementara tangan yang lainnya memegang Chen Yekai. Dia mengerahkan tenaganya untuk mengangkat Chen Yekai, yang terbalik dan tergantung dari jembatan jingubang.

Hanya mata dan mulut yang terlihat mengambang di atas jurang, dan semua mulut tanpa henti berbicara dalam bahasa Inggris, Jepang, Spanyol, Italia ……

Please visit langitbieru (dot) com

“Apa yang mereka katakan?!” Zhou Sheng bertanya, “Aku tidak ingin mengikuti tes mendengarkan bahasa Inggris lagi!”

Chen Yekai tiba-tiba menjadi marah dan mengeluarkan kalimat dalam bahasa Inggris. sE72lp

Zhou Sheng, “???”

Zhou Sheng langsung menyadari apa yang muncul dari jurang maut ini – ini adalah tuduhan fitnah yang dihasut oleh pria ini yang harus diderita Chen Yekai dan Ryuusei. Mereka harus terus-menerus menghindari pisau tajam yang tanpa henti dilemparkan. Chen Yekai mulai menembaki mereka, dan setelah terjadi ledakan tembakan, lingkungan mereka secara bertahap mulai tenang.

Chen Yekai, “Di mana perisaimu?”

Zhou Sheng, “Ini jingubang. Itu bisa menjadi perisai atau senjata. Aku tidak bisa menggunakan kedua item ini pada saat yang sama kecuali aku ada dalam mimpi Yu Hao.” xpwn6y

Mereka masih dalam keadaan panik dan terengah-engah. Dalam kegelapan, sepertinya ada lebih banyak monster yang mendaki tebing.

“Ayo pergi!” Desak Zhou Sheng.

Chen Yekai membalik ke jingubang, lalu menarik Zhou Sheng dengan satu tangan. Gumpalan asap hitam berkerumun di depan gerbang dan berubah menjadi sosok pria.

Zhou Sheng menyusul dengan langkah cepat. Tatapan pria itu tiba-tiba dibanjiri teror, dan dia mundur. Chen Yekai meninju wajahnya; pria itu segera mengangkat kedua tangannya dan perlahan berlutut di tanah. XRGEmc

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Jtfc Tfxjl alvjx ylrj yfgtfcal ufwfajgjc. Glj yfgyjilx xf rjwqlcu, wfcjglx qlrabicsj vjc wfcfxjccsj xf vjtl rbrbx lae.

Zhou Sheng menarik jingubang-nya dan menyaksikan Chen Yekai dengan hati-hati dari peron. Chen Yekai dengan terengah-engah menarik napas saat dia mulai menarik pelatuk pistol itu perlahan dengan jarinya.

Itbe Vtfcu wfcecuue rejgj afwyjxjc, afajql Jtfc Tfxjl alvjx qfgcjt wfcjglx qfijaexcsj.

“Decet vlj.”  Vejgj Eseerfl afgvfcujg vl vjijw pegjcu sjcu ufijq, “Djijr vfcvjw ecaexxe, vjrjg qfcufmea… yecet vlj, xfcjqj xjwe alvjx wfcfwyjxcsj?” rbBFol

Zhou Sheng menjadi waspada: apa artinya itu? Secara teoritis, membunuh kesan dalam mimpi tidak ada hubungannya dengan kenyataan – seperti bagaimana Yu Hao menunggang gajah untuk menginjak konselor mereka, Xue Long, guru seni rupanya sampai mati.  Implikasi yang lebih dalam bisa jadi bahwa seseorang telah menghilangkan rasa takut mereka terhadap orang-orang tertentu dalam kehidupan nyata.

Tetapi mirip dengan gagasan tentang bagaimana ‘Kau tidak bisa bermain ke tangan musuh’, Zhou Sheng menyadari bahwa mungkin saat ini, Chen Yekai seharusnya tidak menarik pelatuknya. Perubahan apa yang akan terjadi jika dia menembak pelaku ini dalam mimpinya?.

Satu detik, dua detik, tiga detik..

Chen Yekai kembali tenang. 7dLqxR

“Enyahlah.” Chen Yekai berkata dengan suara yang dalam, “Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.”

Solimai langsung meraung, dan asap hitam itu menghilang. Bebatuan besar naik dari dasar jurang maut dan dengan cepat menutupi kegelapan di bawah tebing. Area di sekitarnya berubah menjadi lorong yang luas, dan di depan mereka ada gerbang menuju area inti Chichén Itza.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Nicky, kau sampah——” Suara Ryuusei mengeluarkan teriakan nyaring di dalam kehampaan.

“Ya.” Chen Yekai berkata, “Ryuusei, jika melakukan itu bisa membuatmu merasa sedikit lebih baik, maka aku bersedia membayar harga dipenjara selama 20 tahun, atau bahkan seumur hidupku.” LhEWvT

Dia mengambil senjatanya, “Tapi aku ingat dengan jelas hari itu, ketika kamu mengatakan kamu tidak ingin melihat aku membunuh, karena kamu tidak dapat menanggung harga itu, karena semua ini secara bertahap akan menjadi bagian dari masa lalu. Kamu mengatakan bahwa kebersamaan lebih penting dari apapun.”

“Aku tidak bermaksud itu——!” Raungan Ryuusei nyaris histeris.

“Kembalilah, ba.” Chen Yekai berkata, “Ryuusei, yang mana kamu sebenarnya?”

Zhou Sheng, “……” vVNic5

Gerbang besar di depan mereka perlahan membuka dan menyebaran seberkas cahaya yang menyilaukan.

“Apakah ada orang di sini?” Yu Hao berteriak, “Nakagawa Ryuusei! Dimana kamu? Tunjukan dirimu!”

“Apakah ada orang di sini ……” Gema bisa terdengar dari sumur.

Yu Hao perlahan mendengarnya – gema sepertinya bukan miliknya sendiri. g1srmj

“Ada orang di sini?” Kata suara lemah itu.

Yu Hao, “!!!”

Yu Hao tiba-tiba menoleh; suara itu datang dari sumur! Apa yang sedang terjadi? Selain dia dan Ryuusei, ada orang lain di sini?!

“Kamu siapa?!” Tanya Yu Hao. oyORgH

“Kamu siapa?” Suara di sumur itu menjawab.

Yu Hao bisa melihat sosoknya saat dia melihat ke dalam sumur. Dia berjalan kesana-kemari untuk mencari tali, tetapi tidak menemukannya.

“Beri aku waktu sebentar!” Yu Hao berkata, “Aku akan membawamu keluar!”

Yu Hao membongkar tongkat panjangnya menjadi belati, memotong tanaman merambat yang mengelilingi cenote, mengikatnya lalu menurunkannya. Ketika dia merasakan seseorang memegang tali dari bawah, dia dengan cepat menariknya. D8cpC7

Tidak lama kemudian, seorang pria muda mendongak dari dalam sumur dan menatap kosong ke arah Yu Hao.

Yu Hao, “!!!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao benar-benar tercengang. Wajah halus, tubuh lemah dan kurus, tubuh bagian atas telanjang, rambut hitam dan mata hitam – Nakagawa Ryuusei lain! Dibandingkan dengan kegelapan yang dilihat dalam diri Ryuusei oleh Yu Hao sebelumnya, ekspresi pemuda ini dipenuhi dengan lebih banyak kesedihan dan kegelisahan.

“Ryuusei?” Tanya Yu Hao. cZLTh

“Ryuusei?” Ryuusei mengulangi kata-kata Yu Hao, lalu menatapnya dengan gelisah.

Yu Hao bertanya lagi, “Siapa …… kamu siapa? Jangan lepaskan! Majulah!”

Ryuusei di sumur tampak sedikit takut pada Yu Hao dan ingin melepaskan cengkeramannya, tapi tidak peduli apa yang Yu Hao katakan, Ryuusei ini hanya akan mengulangi kata-katanya. Yu Hao sedikit terperangah. Ini …… Ryuusei Nakagawa lainnya di alam mimpi Chen Yekai? Apakah dia Ryuusei yang asli dan baik hati? Kemana perginya Dark Ryuusei?

“Kamu masih ingin berjuang?” Sebuah suara dingin memanggil dari belakangnya, diikuti dengan tendangan yang mendorong Yu Hao masuk ke dalam sumur. Yu Hao berteriak dan jatuh, tetapi sebelum dia menyadari apa yang dia lakukan, dia dengan paksa meraih pergelangan tangan Ryuusei di dalam sumur. Ketika dia mendongak lagi, dia melihat Ryuusei yang dingin dan sedih sudah di luar sumur! 4uOKpz

Yu Hao dengan gigih meraih tanaman merambat, sementara lengannya yang lain melilit pinggang Ryuusei. Dia berteriak, “Ryuusei! Jangan lepaskan!” Meskipun dia tidak tahu apa yang ada di dalam sumur, instingnya mengatakan kepadanya bahwa dia pasti tidak bisa jatuh!

Dark Ryuusei meraung dengan marah, “Jangan pernah berpikir untuk merebut kekasih orang mati! Yu Hao! Kamu binatang——” Ketika dia berbicara, dia mengambil pohon anggur yang diikat di pilar, tapi suara pintu gerbang yang teredam terdengar dari kejauhan. Dark Ryuusei berbalik. Tampaknya ada sesuatu yang terjadi di luar.

Segera setelah itu, Dark Ryuusei melompat ke lubang sumur lagi. Dia memegang batu besar di tangannya dan dengan ganas memelototi Yu Hao dan Ryuusei lainnya.

Yu Hao, “……” pgwJf

Tetapi pada saat ini, dia tiba-tiba memiliki firasat bahwa sesuatu akan terjadi…… Ryuusei yang lain memegangi bahunya gementar; dengan satu tangan, dia mengambil pistol dari saku belakang Yu Hao dan menyerahkannya kepada Yu Hao.

Yu Hao tidak punya waktu untuk memikirkannya; dia membebaskan satu tangan dan mengarahkan pistol ke Dark Ryuusei yang berdiri di luar sumur – mata Dark Ryuusei melebar.

Dengan ledakan tembakan, kepala Dark Ryuusei yang berdiri di luar sumur ditembus. Darah dan otaknya berceceran ke segala arah, dan batu besar yang dipegangnya jatuh ke dalam sumur. Yu Hao tidak dapat menghindarinya. Dia tiba-tiba berbalik, melindungi Ryuusei dengan punggungnya, dan mereka berdua jatuh kedalam sumur.

Saat batu besar itu jatuh, Yu Hao berbalik memeluk Ryuusei dan mengepakkan sayapnya sekuat yang dia bisa. Tapi begitu sayapnya terbuka, mereka dengan kasar menggesek dinding sumur sehingga dia tidak bisa terbang sama sekali. 2Oq8ru

“Zhou Sheng!” Yu Hao berteriak ke arah atas.

Tidak ada yang menjawab. Yu Hao jatuh ke dalam kegelapan bersama dengan Ryuusei yang bersinar. Bagian bawah sumur tampaknya menarik mereka dengan kekuatan luar biasa, menyebabkan mereka jatuh dengan cepat; Ryuusei meraih kemeja Yu Hao dan terus menariknya, matanya dipenuhi dengan harapan yang tulus.

Kancing-kancing di kemeja Yu Hao robek, dan kemeja putihnya mulai berkibar saat jatuh. Matanya membelalak saat dia memandang Ryuusei, lalu mengangguk. Saat dia mengangguk, kemejanya langsung hancur menjadi bubuk emas dan dengan suara wusss  itu terbentuk kembali pada Ryuusei yang bersinar. Ryuusei yang sekarang memiliki kemeja putih itu langsung tersebar menjadi partikel-partikel cahaya yang menerangi dasar sumur. Partikel cahaya dengan cepat menyebar dan berubah menjadi ruang yang aneh.

Yu Hao melihat ke bawah, dan bola cahaya terang mendekat dan semakin dekat, dan pada saat berikutnya, teriakan nyaring terdengar – dia mendarat dengan kokoh di ruangan yang dipenuhi cahaya! PL6rpq

Zhou Sheng dan Chen Yekai melewati gerbang dan berlari melewati terowongan. Tiba-tiba, suara tembakan terdengar dari ujung terowongan – seperti menghancurkan bumi sehingga seluruh dunia mimpi tampak bergetar.

Chen Yekai melambat, dan pada saat ini, Zhou Sheng tampaknya telah menyadari sesuatu – suara tembakan tampaknya memiliki efek stimulasi yang sangat kuat pada Chen Yekai.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Yu Hao——!”  Teriak Zhou Sheng.

Suasana hening di ujung terowongan; tidak ada yang menjawab panggilannya. fpco6d

Zhou Sheng bergegas maju ketika Chen Yekai mulai terengah-engah. Dia menekan dinding terowongan dengan tangan. Seluruh Chichen Itza terguncang dengan goyah dalam gelombang, dan debu menghujani setiap gempa di piramida.

“Kaikai.” Zhou Sheng harus memperlambat dan berbalik untuk memeriksa Chen Yekai, “Tenang! Kamu sudah memutuskan untuk menghadapi semua ini!”

Kondisi mental Chen Yekai dalam kondisi sangat rapuh sekarang – terutama setelah suara tembakan terdengar. Jika dia memiliki gangguan mental, semuanya akan hancur total.

Chen Yekai berkata, “Ya, oke, aku tahu. Aku hanya belum melakukannya, untuk saat ini …… Aku belum berhasil meyakinkan diriku sendiri ……” 9nzOhX

“Istirahat . “Zhou Sheng berkata, “Tenangkan pikiranmu; Aku akan pergi dulu untuk melihatnya.”

Tiba-tiba, Zhou Sheng menghilang ke udara.

Chen Yekai berkata, bingung, “Zhou Sheng?”

Di dunia nyata. u17LsR

Yu Hao merasa seperti dirinya jatuh tanpa henti, dan kemudian dia tiba-tiba berhenti saat dia mendarat di sesuatu. Sebuah cahaya terang melesat ke arahnya, dan sebelum dia bisa merasakan sesuatu, Zhou Sheng secara refleks mengulurkan tangan dan meraihnya saat masih dalam mimpi, lalu dia membuka matanya dan menariknya kembali ke tempat tidur.

Yu Hao menyadari bahwa dia hampir jatuh dari ranjang.

Dia tidur terlalu dekat ke tepi ranjang …… mereka berdua tidur di satu ranjang, jadi sangat sempit. Zhou Sheng hanya mengenakan jubah mandi saja, jadi Yu Hao benar-benar takut dia secara tidak sadar akan mengambil inisiatif untuk memeluknya saat mereka sedang tidur.

“Aku……” vxdXBd

“Ssst. “Zhou Sheng memberi isyarat kepada Yu Hao untuk tidak membangunkan Chen Yekai, “Mendekatlah. Bagaimana situasinya?”

“Ada sesuatu di dasar sumur.” Yu Hao menggambarkan situasinya kepada Zhou Sheng. Dia memasang ekspresi ragu di wajahnya, dan sepertinya tiba-tiba memahami sesuatu. Dia berbisik, “Tidur ba, aku akan turun dan mengeluarkanmu nanti.”

Zhou Sheng berguling ke samping dan membiarkan Yu Hao berbaring di bahunya. Dengan tubuh mereka yang berdekatan, mereka menutupi diri mereka dengan selimut dan terus bermimpi.

Dunia Impian · Chichén Itza 340Shg

Dengan seberkas cahaya, Zhou Sheng muncul kembali.

Chen Yekai, “Zhou Sheng?”

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng melambaikan tangannya, “Bukan apa-apa, aku baru saja terbangun ”

“Ayo pergi.” Chen Yekai berkata, “Aku baik-baik saja.” ISBtqU

Chen Yekai hendak berjalan maju ketika Zhou Sheng berkata, “Tunggu, Kaikai.”

Chen Yekai berhenti, lalu menatap Zhou Sheng.

Zhou Sheng berkata, “Sebelum melewati pintu ini, kamu harus memikirkan semuanya dengan jelas untuk menghadapi dirimu yang sebenarnya. ”

Napas Chen Yekai menjadi tidak teratur dan matanya melebar. Mereka menatap pintu – gambar Dewa Ular Berbulu diukir di dalamnya. QS8XcW

“Apa yang kamu sesalkan?” Zhou Sheng menoleh ke samping dan menatap Chen Yekai, “Untuk apa kamu hidup di masa depan? Kehidupan seperti apa yang ingin kamu miliki? Dan kamu ingin menjadi orang seperti apa?”

Sebelum memikirkan semua pertanyaan ini dengan jelas,” Zhou Sheng berkata, “Kita tidak akan membuka pintu. Kamu ingin selamat dengan bantuan kami, tetapi sebelum itu bisa terjadi, kamu harus menyelamatkan dirimu sendiri.”

Chen Yekai berbisik, “Sebenarnya, yang membuatku merasa bersalah selama ini bukanlah sepenuhnya karena kematian Ryuusei.”

Zhou Sheng menatap Chen Yekai. Chen Yekai menghela napas dan menjawab, “Ketika dia masih hidup, aku memberinya terlalu sedikit cinta.” Dia memandang Zhou Sheng dengan tatapan minta maaf,” Segalanya datang begitu tiba-tiba dan mudah sehingga aku tidak tahu bagaimana cara menghargainya. Dalam hubungan ini, aku pikir, sejak awal, Ryuusei merasa ini tidak seimbang. Dia terlalu takut kehilanganku.” q5uURe

“…… itulah penyebab sebenarnya dari semua yang terjadi setelahnya …… ​​dan yang paling aku sesali ……”

Zhou Sheng, “Karena kamu sudah mengetahui itu, maka pergi dan temukan dirimu yang sebenarnya, ba. Pergi, dorong pintunya!”

Chen Yekai meninggikan suaranya, “Aku datang! Ryuusei!”

Zhou Sheng, “Yu Hao! Aku Datang!” 3TBha

Bersama-sama, keduanya perlahan membuka pintu. mengungkapkan area pusat yang terletak di ruang terdalam Chichén Itza. Ada sumur besar di bagian dalam, serta patung dewa Ular Berbulu. Mayat Nakagawa Ryuusei tergantung di pagar di sekitar sumur, dengan separuh tubuhnya menjuntai ke dalam sumur sementara separuh lainnya terlihat di luar. Bagian atas tubuhnya yang telanjang bersimbah darah, dan bagian belakang kepalanya memiliki lubang berdarah, menganga dari tempat yang ditembus oleh peluru.

Chen Yekai, “……”

Zhou Sheng terus mendekati sumur.

Tiba-tiba, gumpalan uap hitam meledak dari sumur dan mengepul ke langit sebelum masuk ke mayat Ryuusei. Zhou Sheng berteriak, “Kaikai! Awas!” Y6g1mB

“Nicky, sepertinya kamu bertekad untuk mengucapkan selamat tinggal pada masa laluku?”

Uap hitam yang meletus dari sumur disuntikkan ke mayat Ryuusei, yang diaduk pada saatnya. Suara lecet bisa terdengar saat dia merangkak naik; uap hitam itu mengaburkan langit dan menutupi bumi!

Story translated by Langit Bieru.

“Kaikai! Tenang! Pikirkan tentang apa yang kamu katakan di luar pintu!” Zhou Sheng memegang jingubang di tangannya, masih mencari keberadaan Yu Hao. Area pusat dikelilingi oleh tembok; tidak ada tempat persembunyian dan lingkungan di sini persis sama dengan apa yang digambarkan Yu Hao, jadi ke mana dia pergi?

Tiba-tiba, Zhou Sheng memikirkan satu-satunya kemungkinan yang tersisa, dan pandangannya jatuh ke sumur di tengah. Mpkeu

Ryuusei mencibir, “Nicky, apakah kamu berpikir bahwa semua kesalahan ada padaku?”

Chen Yekai berkata dengan mendesak, “Ryuusei, pada hari kelulusanku, aku ingin melamarmu.”

Mata Chen Yekai membelalak, tapi Zhou Sheng perlahan-lahan mendekati sumur dari samping.

“Ryuusei …… Ryuusei ……” Suara Chen Yekai bergetar saat dia terus mendekati Dark Ryuusei. XRAE1v

Dark Ryuusei dihidupkan lagi. Dia berpegangan pada platform sumur untuk menompang tubuhnya untuk berdiri. Didalam mulutnya yang berlumuran darah, gigi tajamnya bisa terlihat, dia tampak seperti zombie. Dia meraung marah pada Chen Yekai!

Zhou Sheng dapat melihat sesuatu dengan jelas di dalam sumur – setitik cahaya tiba-tiba muncul dalam kegelapan.

“Di mana Yu Hao?” Tanya Chen Yekai dengan tak percaya.

Zhou Sheng memberi isyarat kepada Chen Yekai. Dia menunjuk ke Ryuusei, yang berarti bahwa dia memintanya untuk menunda, sebelum menunjuk pada dirinya sendiri, lalu sumur, sebagai petunjuk rahasia kepadanya bahwa dia akan memikirkan cara untuk menyelamatkan Yu Hao. KA4S03

Dark Ryuusei langsung menyadari kedekatan Zhou Sheng. Gumpalan uap hitam meletus lagi dari sumur dan memadat menjadi gelombang kejut yang membuat keduanya terlempar ke udara.

Dunia di bawah Sumur

Yu Hao berjuang untuk bangun dari tempat tidur.

Dia menemukan dirinya di ruangan yang terang, dan itu tampak seperti asrama Chen Yekai, tetapi tata letak ruangan itu sangat berbeda. Hanya sofa, rak buku, dan penataan di atas meja makan yang serupa, namun taplak meja persis sama. wdpLHm

Vas bunga ditata dengan rapi di atas meja di depan sofa, maupun di meja makan.

“Dimana ini?” Yu Hao benar-benar bingung. Dia menatap langit-langit. Ini adalah sebuah ruangan namun langit-langitnya tidak memiliki celah. Ini adalah dunia di dasar sumur?!

Apakah ini rumah Chen Yekai dan Ryuusei? Yu Hao tiba-tiba mendapat ide. Tetapi bagaimana mungkin ada tempat seperti ini di dasar sumur?

iDdqrB

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment