English

Merebut MimpiCh54 - Air Mata

1 Comment

Penerjemah : Zhanshines


“Masa depan yang cerah menantimu dan kau akan menjadi seseorang yang bahkan lebih luar biasa daripada yang kau pikirkan di masa depan nanti.” hBc4G8


“Ryuusei? Kamu di sana? Apakah rumah ini milik kalian berdua?” Yu Hao melihat sekeliling ruangan yang tampak benar-benar kosong.

“Iya. Ini adalah rumah kami di Manhattan.” Suara Nakagawa Ryuusei terdengar, “Dan itu adalah ‘kehidupan selanjutnya‘ yang dijanjikan Nicky.” Begitu Ryuusei berhenti berbicara, ia berjalan dari ruang tamu. Yu Hao bergegas bangkit dari tempat tidur dan bertanya dengan kening mengerut heran, “Ryuusei, kamu bisa bicara? Lalu kenapa kamu tidak bicara sebelumnya?”

Story translated by Langit Bieru.

Ekspresi Ryuusei tampak sedikit menahan diri kala dia mengangguk. “Aku tidak bisa bicara saat aku meninggalkan tempat ini. Aku cuma bisa bicara kalau aku ada di rumah. Aku tahu kau Yu Hao dan aku akan … aku akan membuatkan secangkir kopi untukmu ba? Silakan duduk.”

Satu-satunya hal yang Yu Hao pikirkan sekarang adalah bahwa seluruh situasi ini secara lengkap dan menyeluruh benar-benar telah mempraktikkan semua aturan yang cuma ada di dalam mimpi. Satu menit yang lalu dia masih di Chichén Itzá dan menit berikutnya dia telah berpindah ke rumah Chen Yekai di New York. hbkiF6

Yu Hao menatap langit-langit rumah. Tidak ada celah di dalamnya, jadi bagaimana caranya dia bisa keluar?

“Aku tidak benar-benar punya teman.” Ryuusei berkata, “Terima kasih telah berkunjung.”

Bahasa Cina Ryuusei tampak agak tidak wajar. Yu Hao memperhatikan bahwa Ryuusei sedang mengenakan seragam sekolah menengah Jepang berwarna hitam di atas kemeja putihnya, terlihat sangat halus dan tampan.

Ryuusei sekarang membuka teko kopi dan menambahkan kopi instan UCC ala Jepang ke dalam dua cangkir bambu. XrLBZh

“Apakah kamu membeli rumah ini?” Perhatian Yu Hao dialihkan, “Sebuah rumah di Manhattan, Chen Laoshi benar-benar kaya.”

“Iya.” Ryuusei menjawab dengan sederhana.

“Kenapa aku harus peduli tentang itu?” Yu Hao tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa, “Hmm, maaf, aku sangat kasar.”

Tidak ada pintu di rumah Ryuusei dan Chen Yekai. Yu Hao mencoba menarik tirai yang diterangi matahari dan hanya menemukan dinding di belakangnya. Ini berarti dirinya tidak akan bisa keluar dari rumah itu dengan cara biasa. C87RJc

Ryuusei membawa nampan kayu; di atasnya sudah diisi dengan kopi, gula, dan susu, serta bahkan ada kue Napoleon kecil di atasnya. Yu Hao menyesap caira itu, aroma kopinya sangat harum.

“Itu yang disukai Nicky.” Ekspresi Ryuusei tampak tenang, “Kuharap kau juga menyukainya. Hanya ada makanan penutup ini di rumah. Aku juga membawanya untuk Nicky, tapi dia belum pernah memakannya.”

“Terima kasih.” Yu Hao berkata, “Aku sangat menyukainya.”

Keduanya duduk di meja makan. Yu Hao ingin mengatakan sesuatu, tapi dia lebih banyak memikirkan tentang bagaimana cara meninggalkan tempat ini, apakah Zhou Sheng dan Chen Yekai telah tiba di sumur di Chichén Itzá atau tidak, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, kemudian dia teringat peristiwa yang telah terjadi sebelum dia jatuh di sini: Sisi gelap Ryuusei di luar sumur telah secara tidak langsung ditembak dan dibunuh oleh sisi baik Ryuusei ini, jadi mungkin ketika mereka tiba di sumur, mereka juga akan mencari Yu Hao? L1t9ck

Pikiran Yu Hao berputar-putar dengan pikiran yang kacau dan dia tidak tahu harus mulai dari mana. Keduanya hanya menatap taplak meja. Untuk beberapa alasan, Yu Hao memiliki kesan kuat bahwa ada pemahaman yang damai dan diam-diam antara dia dan Ryuusei saat mereka menikmati waktu bersama, bahkan jika mereka tidak saling bertukar kata.

Akhirnya, Ryuusei berbicara.

Ryuusei, “Saat aku bersama Nicky, kita juga bisa duduk di sini dengan tenang sepanjang hari. Dia akan duduk di kursi yang kau duduki itu sambil membaca.”

“Bagaimana denganmu?” Yu Hao bertanya. cDok7C

“Aku akan mengawasinya,” jawab Ryuusei.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Rambutnya agak panjang, tapi matanya sangat cerah, seakan seluruh dunia akan menjadi tenang di hadapannya.

Story translated by Langit Bieru.

“Apa kau di sini untuk menyelamatkannya?” Ryuusei bertanya.

Yu Hao dan Ryuusei saling memandang dan kebetulan meletakkan cangkir mereka pada saat yang bersamaan. yIeUxd

Yu Hao mengangguk dan bertanya dengan ragu, “Apa arti dibalik keberadaanmu di sini? Apakah ini tempat yang aman?”

Ini adalah pertanyaan yang Yu Hao tanyakan pada dirinya sendiri. Dia tidak mengharapkan jawaban. Faktanya, dia telah mencoba untuk berbicara dengan para NPC di dunia mimpinya dan jawaban yang dia dapatkan selalu abu-abu.

Namun Ryuusei malah bertanya, “Bagaimana menurutmu?”

Sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di benak Yu Hao, “Kamu adalah totemnya?” 8EdFQ

Nakagawa Ryuusei, “Ya.”

Yu Hao, “!!!”

Pikiran pertama Yu Hao adalah bahwa jika Zhou Sheng ada di sini, dia mungkin tiba-tiba berteriak, ‘Sial, totem telah berubah menjadi roh!’ Adegan itu benar-benar terlalu aneh, tapi Yu Hao tidak bisa menahan kekaguman ketika dia memikirkan spekulasi Zhou Sheng sebelumnya.

Saat itu, Zhou Sheng berkata, “Totem itu mungkin ada di dalam sumur atau Ryuusei sendiri bisa jadi totem itu.” Dan kedua tebakan itu benar! Itu pada dasarnya adalah ramalan ilahi! ZDbSrz

“Tapi ….” Yu Hao berkata, “Di luar sumur, siapa sosok seseorang yang mirip denganmu yang menyerang kami?”

“Mari kita mulai dari awal ba.” Ryuusei berkata, “Seharusnya aku pergi sejak lama, tapi Nicky tidak tahan berpisah denganku, jadi dia mengunciku di penginapan dan tidak membiarkanku pergi.”

“Kau mau pergi ke mana?” Yu Hao mengerutkan kening dan berpikir bahwa seluruh dunia mimpi ini adalah hati terdalam Chen Yekai, jadi ke mana Ryuusei bisa pergi?”

“Di sini,” Ryuusei menunjuk ke meja makan, “ini adalah kehidupan selanjutnya yang kami janjikan satu sama lain, tapi dia menolaknya.” 2sTfml

“Dia bilang dia akan sering pergi ke penginapan untuk melihatku, jadi aku terus hidup seperti itu di penginapan. Sampai suatu hari, saat baju ini menghilang dari tubuhku.” Saat Ryuusei mengatakan itu, dia juga telah membuka blazer seragamnya untuk menunjukkan kepada Yu Hao kemeja putih di dalamnya. “Aku pikir mungkin waktunya telah tiba, jadi aku memutuskan untuk pergi dan menemukannya, kemudian datang ke tempat di mana aku akhirnya akan kembali.”

Yu Hao, “……”

Yu Hao teringat kembali bagaimana dia meminjam kemeja putih Chen Yekai pada malam pertunjukan perayaan kampus dan seketika itu juga langsung merasa bersalah.

“Aku mengerti.” Yu Hao bergumam, “Jadi itu karena aku.” rK cNn

Di luar sumur.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah sisi gelap Ryuusei dihidupkan kembali, kabut gelap dan pekat menyapu cenote Chichén Itzá. Chen Yekai tidak bisa lagi melihat apa pun, sementara Zhou Sheng tetap waspada saat dia mengamati segala sesuatu di sekitarnya—terutama patung dewa Ular Berbulu yang tingginya hampir lima meter. Dia waspada terhadap kemungkinan kebangkitannya kapan saja.

“Nicky.” Sisi gelap Ryuusei berbicara di dalam kekacauan, kegelapan yang berputar. “Apakah kau merasa bersalah?” 5IfRFQ

Chen Yekai tersedak. “Maaf, Ryuusei, maafkan aku … itulah yang selalu ingin aku katakan.”

“Itu bukan pengakuanmu yang sebenarnya.” Sisi gelap Ryuusei meraung di ambang kegilaan. “Bahkan sekarang, kau masih tidak ingin benar-benar menghadapiku?!”

“… Kesombongan dan harga dirimu adalah kejatuhanmu.” Suara Ryuusei sangat dalam dan rendah, seperti iblis yang lahir dari kegelapan. “Kau menempati posisi superior dalam hubungan ini; kau berpikir bahwa cinta yang kau berikan padaku adalah hadiah, itu karena rasa kasihanmu padaku!”

Ekspresi Chen Yekai tiba-tiba menjadi tenang. Dia menahan air mata yang menggenang di matanya. “Ya, Ryuusei, aku paham sekarang.” DFl0kw

Suara sisi gelap Ryuusei menunjukkan sedikit keterkejutan. “Apa yang kau pahami?”

Chen Yekai. “Aku paham cintamu padaku.”

Kabut tebal yang menyelimuti cenote mulai menghilang secara bertahap, menampakkan sosok Chen Yekai dan sisi gelap Ryuusei. Zhou Sheng berpikir dalam hatinya, kerja bagus! Kekuatan gelap Ryuusei sepertinya perlahan berkurang di depan Chen Yekai dan berkumpul menuju area dekat pintu masuk sumur.

Chen Yekai, “Aku juga mengerti kata-kata yang kau ucapkan kepadaku setiap hari saat kita bersama.” I0eopK

Sisi gelap Ryuusei berjalan perlahan menuju Chen Yekai dan menatapnya dari seberang sumur.

“Aku mengerti kegelisahanmu.” Chen Yekai berkata, “Tatapanmu yang selalu terlihat seolah-olah kau ingin mengatakan sesuatu dan ketakutanmu akan kehilanganku, tapi, kaulah yang tidak mengerti! Aku juga mencintaimu, Ryuusei!”

Chen Yekai secara praktis mengeluarkan beberapa kalimat terakhir ini, yang sebenarnya membuat sisi gelap Ryuusei mundur selangkah.

Chen Yekai berkata dengan sedih, “Aku juga belajar bagaimana mencintai seseorang! Belajar bagaimana bergaul denganmu! Aku tidak tahu bagaimana menjaga pernikahan kita. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk memberikan apa yang kau inginkan. Aku ingin menikahimu dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu! Aku tahu, hidupku dipenuhi dengan banyak pilihan, tapi kau hanya memiliki aku di dalam dirimu.” UQEc52

Setelah dia berbicara sejauh ini, Chen Yekai menghela napas panjang. Suara air mengalir meliputi mereka. Zhou Sheng segera berbalik untuk mengamati sekelilingnya. Air mulai menetes dari langit-langit dan merembes ke dalam ruangan ini; Itu adalah apa yang telah dia tekan di dalam hatinya selama empat tahun penuh—air mata yang ditahan telah berkumpul untuk membentuk Air Terjun Iguazu yang sangat besar.

Di hotel.

Air mata menetes dari sudut mata Chen Yekai, mengalir di pipinya dan jatuh ke bantalnya.

Yu Hao tanpa sadar menoleh, sementara Zhou Sheng mengangkat lengannya dalam tidurnya untuk membiarkan Yu Hao beristirahat di bahunya. UxgvpO

Bawah Sumur: Kehidupan Berikutnya.

“Tidak.” Ryuusei berkata dengan sungguh-sungguh. “Tolong jangan salahkan dirimu. Aku cuma berharap dia bisa bahagia. Niat awal mengapa aku melakukan itu bukanlah untuk menghukumnya, tetapi karena aku berharap dia tidak harus menghadapi begitu banyak pilihan dan menerima rasa sakit yang datang dari setelah akhirnya membuat keputusan.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Segala sesuatu yang lain bisa dimulai dari awal.” Yu Hao berkata dengan sungguh-sungguh, “Tapi satu hal yang dia tidak tahan adalah kehilanganmu.”

Pada saat ini, Yu Hao tiba-tiba memiliki perasaan yang janggal bahwa orang di hadapannya bukanlah Ryuusei dalam kesadaran Chen Yekai, tetapi jiwa Ryuusei asli yang telah melampaui ruang dan waktu. 1wdMoa

Nakagawa Ryuusei bangkit, berjalan ke gramofon dan memainkan sebuah lagu. Musik dimulai dan itu adalah lagu 《Perfect》 yang dinyanyikan ED Sheeran dan Beyonce bersama.

Karena kita masih anak-anak saat kita jatuh cinta.

“Tidak tahu apa itu——”

“Semua orang berpikir bahwa kematian mungkin sangat menyakitkan.” Ryuusei berkata dengan tenang, “Tapi bagi seseorang yang menderita depresi, kematian adalah semacam kelegaan, jadi mengapa kita tidak bisa menganggapnya sebagai perpisahan yang sudah ditakdirkan? Kami menghabiskan hari-hari terindah dalam hidup kami bersama, tapi aku jatuh sakit dan itu karena penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Daripada menderita di hari-hari terakhir kehidupan, kenapa tidak ….” PEeilW

Yu Hao mulai memahami pikiran terakhir Ryuusei.

“Kenapa tidak menghargai setiap hari, setiap menit, dan setiap detik yang masih kau miliki bersama?” Yu Hao berkata dengan lembut.

“Iya.” Ryuusei berkata, “Itu adalah masalah yang terjadi padaku. Aku tahu betul bahwa penyakitku adalah sesuatu yang aku warisi dari keluargaku dan aku ditakdirkan untuk tidak pernah sembuh. Aku juga tidak menyesal atas waktu yang telah aku habiskan bersamanya … ​​jika kau memikirkannya seperti itu, apakah itu lebih mudah untuk dipahami?”

Yu Hao mengingat sebuah bab tentang terapi perilaku kognitif dari salah satu kelas utamanya—disebutkan bahwa penyebab depresi tidak sepenuhnya jelas, tetapi pemahaman mereka saat ini adalah bahwa ia memiliki hubungan yang sangat kompleks dengan faktor keturunan, sistem endokrin, dan fungsi dan regenerasi saraf; bahkan ada lokasi gen tertentu dalam kromosom yang telah ditemukan memiliki korelasi yang jelas dengan depresi berat. Lpos1k

Menurut data tidak resmi, prevalensi depresi di China telah mencapai prevalensi sekitar 3% dan ini bukanlah jenis gangguan psikologis yang dapat diatasi hanya dengan meminta pasien untuk mengatasinya. Setelah didiagnosis, pasien perlu minum obat secara teratur dan bagi mereka yang menderita depresi berat, bahkan jika mereka mendapatkan bantuan sementara dari kondisinya, tingkat kekambuhannya masih setinggi 60%. Banyak pasien perlu minum obat seumur hidupnya.

Namun, di China, depresi masih dianggap sebagai gangguan mental dan jarang dianggap serius.

“Dalam peradaban Maya, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru. Hidup itu indah, tetapi cepat berlalu. Namun, seperti bunga, ia akan mekar kembali setelah layu. Kami akan terus maju mundur dalam samsara, jadi kami pasti akan bertemu lagi pada akhirnya, ini bukan perpisahan terakhir … ah, percakapan kita jadi menyimpang.” Ryuusei menjelaskan dengan musik yang mengalir di latar belakang. “Jadi, aku kembali ke Chichén Itzá dan pergi ke sumur itu.”

Yu Hao berkata, “Dia menguncimu di dalam hatinya di penginapan, mungkin karena dia tidak ingin kau pergi begitu saja; dia tidak ingin pindah, tapi dia juga tidak ingin membiarkanmu pergi dan dia bahkan kurang ingin membiarkanmu masuk samsara seperti ini. “ 3WhTIM

Nakagawa Ryuusei memperhatikan Yu Hao, dan menjawab dengan hampir berbisik, “Ya, kau benar.”

Hubungan antara rangkaian peristiwa di dunia sadar Chen Yekai tiba-tiba menjadi sangat jelas di benak Yu Hao—Ryuusei yang mati di dalam hatinya ingin berjalan menuju Chichén Itzá dan pergi ke apa yang disebut kehidupan selanjutnya untuk menunggu Chen Yekai, tapi Chen Yekai tidak pernah bisa menerima kepergian Ryuusei.

Jadi, dalam mimpinya, totem Ryuusei selalu tinggal di penginapan Awal dan Akhir.

“Tepat saat aku ingin menuju kehidupan selanjutnya, aku bertemu Lin Laoshi di sumur Chichén Itzá.” Ryuusei berkata, “Dia mencemariku dan memisahkanku menjadi dua bagian. Dia mengambil sebagian dari diriku, sisi gelap itu, lalu melemparkan diriku yang sekarang ke dasar sumur. Aku tidak ingin semuanya berakhir seperti ini, jadi, Yu Hao, aku ingin meminta bantuanmu.” 4GPJgp

“Dia sangat luar biasa.” Ryuusei berkata, “Tapi menurutku, aku hanya tamu sementara di dalam hidupnya. Apa yang dia berikan padaku dalam hidup ini, tepatnya, bukanlah cinta, tapi simpati. Separuh yang diambil Lin Laoshi … adalah satu-satunya obsesi yang aku pegang untuk Nicky, dalam hubungan ini.”

Yu Hao, “Tidak, tidak seperti itu, Ryuusei.”

Please visit langitbieru (dot) com

Nakagawa Ryuusei menatap Yu Hao dan Yu Hao memberinya senyuman sedih dan samar.

“Keberadaanmu adalah bukti cintanya padamu.” Yu Hao berkata dengan tatapan penuh harap. “Aku percaya bahwa di dunia masa lalunya, totemnya bukanlah dirimu, tapi sejak kau memasuki hidupnya, kau telah berubah menjadi satu-satunya totem yang dimilikinya.” Bpdvnu

Tatapan Nakagawa Ryuusei mengandung sedikit keterkejutan. Yu Hao melanjutkan, “Totem setiap orang adalah perwujudan dari makna mereka, ketekunan mereka, serta menjadi orang yang mereka inginkan. Ryuusei, ikutlah denganku ba, kembali ke sisi Chen Laoshi. Hanya kau yang bisa melakukannya—kau bisa memberinya keberanian untuk kembali ke tempat itu di bawah matahari.”

“Aku ingat kamu menulis surat untuknya.”

Ryuusei, “Aku juga ingat. Tapi, kupikir dia seharusnya juga telah memberimu sesuatu, yang sangat diperlukan untuk mengalahkan Lin Laoshi.”

Rasa dingin menjalar di hati Yu Hao. “Apa itu?” 5mPhwx

Ryuusei perlahan menggelengkan kepalanya.

Di luar sumur.

“Mereka mengatakan kepadaku bahwa setiap orang memiliki totem di hati mereka; itu adalah simbol dari apa yang aku sayangi. Jika aku menemukannya, aku akan bisa menjadi diriku sendiri .…”

Chen Yekai mengucapkan setiap kata dengan jelas,” Ryuusei, kupikir, jika totem ini benar-benar ada di hatiku, maka … itu akan terlihat seperti kau ba.” 3yXmGk

Sisi gelap Ryuusei berdiri dengan kaget dan terdiam sesaat.

Chen Yekai, “Menghancurkanmu, sama dengan menghancurkan diriku sendiri, tapi aku yakin aku mencintaimu. Sampai saat ini, itulah satu keyakinan yang sangat aku yakini. Bahkan sekarang, setelah empat tahun berlalu, saat-saat terbaik dalam hidup kita masih terukir dalam ingatanku, dan aku tidak ingin membiarkan kau pergi seperti ini.”

“Seolah-olah, selama aku tidak membuka surat itu dan mengucapkan selamat tinggal padamu, maka kita tidak akan pernah berpisah—baik dalam hidup ini atau selanjutnya.”

“Bohong! Kau pembohong!!” Suara sisi gelap Ryuusei bergetar. “Aku akan membunuhmu!” zZCvqt

Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Ryuusei! Kau meninggalkan surat untuk Nicky, bukan?! Apa yang kau katakan di dalam surat itu? Apakah kau sudah memaafkannya atau kau mau dia mati bersamamu? “

Keheningan tiba-tiba turun di area tengah. Mata sisi gelap Ryuusei melebar saat dia menatap Chen Yekai dan untuk sesaat, dia tidak dapat menjawab pertanyaan itu.

Chen Yekai berkata perlahan, “Ryuusei, masa lalumu lebih suka menyakiti dirimu sendiri daripada membiarkanku menderita rasa sakit. Ryuusei?” Kesadaran tampak menyingsing pada Chen Yekai dan suaranya bergetar, “Benarkah itu yang kau pikirkan? Mengapa .…”

“Ryuusei!” Chen Yekai tiba-tiba berkata, “Ini bukan kau! Siapa yang menipumu?! “ qrGhPv

Setelah sisi gelap Ryuusei mendengar kata-kata itu, dia mulai menjerit kesakitan; Pengakuan Chen Yekai tampaknya memiliki pengaruh yang sangat kuat padanya; itu membuat asap hitam yang menyelimuti dirinya tersebar di belakangnya dan membuatnya mulai menampakkan tatapan ganas.

Chen Yekai, ” .…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “Itu bukan dia! Kaikai! Itu palsu! Tembak dia!”

Sisi gelap Ryuusei mengeluarkan raungan gila dan bergegas menuju Chen Yekai. Sebelum Zhou Sheng mengacungkan jingubangnya, Chen Yekai tiba-tiba mencabut pistolnya dan setelah beberapa saat ragu-ragu, wajah Ryuusei sekonyong-konyong berubah aneh. Chen Yekai tidak lagi ragu-ragu. Dia mengarahkan moncong pistolnya ke sisi gelap Ryuusei dan menarik pelatuknya! vL16ZJ

Suara tembakan sangat keras sehingga gendang telinga Zhou Sheng menderita. Peluru meninggalkan moncong pistol, berputar, dan bersiul ke arah Ryuusei; tapi Dewa Ular Berbulu bergerak secara instan dan dengan satu gerakan, dia melewati Ryuusei dan memblokir tembakannya!

Dewa Ular Berbulu telah terbang, mengungkapkan penampilan Lin Xun.

“Hahahaha!”

“Ha ha ha!” DJK6yA

Lin Xun tertawa dengan ekspresi menyeramkan, lalu berkata dengan dingin, “Nicky, sepertinya … ​​kau akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Ryuusei! Aku menghabiskan begitu banyak usaha untuk memisahkan kalian berdua dan sepertinya itu tidak sia-sia.”

Zhou Sheng tiba-tiba menyadari bahwa ada sebuah masalah serius. “Tidak mungkin, bosnya adalah kau?!”

Dinding di sekeliling area cenote langsung mulai runtuh; jaring kawat di udara remuk dan platform besar terangkat. Di bawah langit yang gelap, Chichén Itzá hancur! Badai menyapu batu besar dan batu bata yang tak terhitung jumlahnya ke segala arah; piramida besar ini hancur lapis demi lapis dan hanya satu platform yang naik ke langit.

Awan gelap melesat melintasi cakrawala dan petir menyambar di mana-mana; dunia kesadaran mimpi telah berubah menjadi lautan api. Di tengah raungan gila Lin Xun, api hitam meledak dari tubuhnya. Batu bata jatuh saat platform megah menjulang tinggi dan hanya singgasana Chichén Itzá di depan sumur yang tersisa. Tanahnya meluas hingga menjadi bujur sangkar yang menempati hampir sepuluh ribu meter persegi ruang; Lin Xun berbalik dan duduk di singgasana. Dewa Ular Berbulu di belakangnya bangkit dan mulai berkeliaran. cVl2yG

Suara Chen Yekai terdengar serak.”Laoshi, kenapa kau melakukan itu? Kenapa?!”

Lin Xun berkata dengan dingin, “Kau harus selalu memperhatikan kata-kata Laoshi, kenapa begitu terlibat dengan anak muda yang depresi? Aku mengalami banyak masalah dan menggunakan begitu banyak metode sebelum Ryuusei akhirnya meninggalkanmu. Masa depan cerah menantimu dan kau akan menjadi seseorang yang bahkan lebih luar biasa daripada yang kau pikirkan di masa depan nanti, Nicky. Jangan biarkan semua kebaikanku masuk ke telinga kiri dan keluar dari lubang telinga yang lainnya.”

“Kau menyembunyikan rahasia ini selama empat tahun!” Chen Yekai sangat sedih dan marah; dia memegang senjatanya dengan kedua tangan dan mengarahkannya ke Lin Xun, lalu berteriak, “Seharusnya aku membunuhmu sejak lama!”

Lin Xun berkata dengan dingin, “Penyebab kematiannya telah lama diketahui. Tidak peduli seberapa baik aku dalam memanipulasi orang secara psikologis, aku tidak akan pernah bisa membujuknya untuk bunuh diri—jika kau tidak mengabaikannya, bagaimana Ryuusei bisa mati?” hzTV68

Dengan latar belakang langit yang gelap gulita, seluruh dunia sadar alam mimpi telah tenggelam dalam lautan api. Api merajalela di mana-mana di bumi, awan abu naik dan mengepul ke atas cakrawala. Guntur dan kilat mengguncang langit yang gelap. Dewa Ular Berbulu mendesing di udara saat bergegas, tetapi Zhou Sheng sudah lama bersiap untuk itu. Tepat sebelum menerjang ke arah Chen Yekai, dia menembak ke depan dan berdiri di depan Chen Yekai dengan perisai yang terangkat untuk memblokir serangan!

Perisai itu tiba-tiba mengembang dan terdengar suara dang, benda itu bertabrakan dengan dewa Ular Berbulu. Dewa Ular Berbulu mengeluarkan teriakan sumbang yang terdengar seperti benturan emas dan baja. Ia membubung ke udara dan mengepakkan sayapnya untuk mengeluarkan angin kencang.

Translator's Note

Secara harfiah, cenote berasal dari kata dzonot atau ts’onot yang dalam bahasa Maya berarti “suci”. Bagi bangsa Maya yang secara turun-temurun mendiami Semenanjung Yukatan, keberadaan cenote merupakan hal yang dianggap penting dalam kehidupan. Cenote menjadi tumpuan penduduk setempat sebagai sumber air di daerah dengan musim kemarau panjang dan tanpa ketersediaan air di permukaan tanah. Hal ini menjadi alasan mengapa seluruh desa-desa masyarakat Maya dibangun di sekitar cenote. Source : Absal Rizal, Kumparan

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment