English

Merebut MimpiCh55 - Lawan yang Kuat

1 Comment
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Penerjemah : jeff 


“Aku tidak pernah menyesal jatuh cinta padamu.” PnbeiK


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?!” Chen Yekai meraung saat dia berlindung di balik perisai.

Zhou Sheng dengan kuat mengangkat perisai untuk bertahan dari angin kencang dan meraung, “Kalahkan dia!! Aku harus pergi dan menyelamatkan Yu Hao!”

Please visit langitbieru (dot) com

Chen Yekai berkata, “Aku …… Aku tidak tahu bagaimana cara mengalahkannya! Aku sudah menembaknya!”

Zhou Sheng berteriak, “Bukankah kau bilang kalau kau tidak takut padanya?! Kau masih takut padanya di alam bawah sadarmu! Serang dia dengan petir! Arahkan semua amarahmu padanya!” DmEdzv

“Aku tidak bisa!”

“Atasi rasa takutmu padanya!”

Chen Yekai mengintip ke arah Lin Xun dari balik perisai. Setelah dia menarik napas dalam-dalam, dia bergegas keluar dari balik perisai dan menembak langsung ke arahnya!

“Tunggu!” Zhou Sheng berkata, “Tenanglah …… kembali! Kaikai!” O4csCF

Tembakan lain dilesatkan, tapi Dewa Ular Berbulu terbang dan memblokir peluru untuk Lin Xun. Zhou Sheng membawa perisai dan bergegas maju saat dia berteriak pada Chen Yekai, “Mundur!!”

Lin Xun mengenakan jubah hitam dan menyerupai penyihir dari genre fantasi; dia mengangkat tangannya dan meteor hitam yang tak terhitung jumlahnya meledak darinya, melancarkan serangan ganas terhadap Chen Yekai dan Zhou Sheng!

“Dimana Yu Hao?!” Chen Yekai mendesah, “Kemana perginya Yu Hao?”

“Di dalam sumur!” Zhou Sheng berteriak, “Dia jatuh! Aku tidak punya kesempatan untuk masuk!” 5OundN

Chen Yekai, “Serangan Lin Xun terlalu kuat! Kita tidak akan bisa bertahan!”

Dewa Ular Berbulu meraung, meninggalkan angin kencang di belakangnya yang menghancurkan perisai. Kemudian tiba-tiba melonjak ke atas dan meteor hitam melesat tanpa henti menghujani perisai. Zhou Sheng berteriak dengan ganas, “Tidak ada …… yang bisa mengalahkan aku! Ikut denganku!”

Sebelum ada yang bisa bereaksi, Zhou Sheng mengangkat perisainya dan dengan cepat bergegas ke depan, secara paksa bertahan melawan hujan meteor hitam yang menghujani mereka dengan kekuatan yang sangat deras. Kemudian, dia bergegas ke pagar sumur.

“Bekerjasamalah denganku!” Zhou Sheng berteriak sebelum menjauh dari Chen Yekai. Zhou Sheng berjongkok, dan saat meteor hitam melintas, Chen Yekai melangkah ke perisai, berbalik di udara dan dengan cepat menembakkan beberapa peluru ke Lin Xun yang sedang duduk di takhta! iOKutN

Tembakan meraung dan Dewa Ular Berbulu bergegas untuk sekali lagi melindungi Lin Xun dari peluru. Dengan sapuan ekornya, serangannya dengan kejam menjatuhkan Chen Yekai ke tanah!

Zhou Sheng mengubah perisainya menjadi jingubang, tetapi Ular Berbulu terbang melewatinya dan menabrak perisai Zhou Sheng. Dengan dengungan, gelombang suara yang memekakkan telinga seperti ledakan sonik, dan Zhou Sheng terlempar ke udara.

“Pergilah!” Zhou Sheng bersiul saat dia terlempar ke belakang, dan jindouyun-nya akhirnya muncul! Dia menguatkan kakinya ke jindouyun, bergegas ke atas cenote saat dia memancing Dewa Ular Berbulu terbang menjauh, dan membalikkan punggung di udara sebelum jatuh tajam ke bawah, berlomba menuju pintu masuk sumur!

Chen Yekai hampir memuntahkan darah. Dia berjuang di platform dan untuk sesaat tidak bisa bangun. Lin Xun berdiri dari takhta, mengulurkan tangan dan mengepalkan tangannya; sebuah senjata terbang dan mendarat di tangannya. cELdzF

Dia maju pada Chen Yekai. Chen Yekai dengan susah payah merangkak di tanah menuju tepi platform.

Api berkobar dengan dahsyat di bawah platform yang tinggi; kumpulan asap hitam mengepul dari lautan api dan bergabung menjadi awan gelap yang membumbung di atas kepala.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Lin Xun berbicara dengan suara rendah, “Dalam hatimu, kau selalu menunggu tembakan ini ba.”

Chen Yekai terengah-engah, “Tidak …… ini belum …… berakhir, sampai aku …… mengetahui kebenaran ……” 6OIsLe

Zhou Sheng berteriak, “Kaikai!”

Dewa Ular Berbulu memburu Zhou Sheng saat dia bergegas menuju pintu masuk sumur. Sepertinya dia akan terbang langsung ke sana kapan saja – tetapi Lin Xun sudah mengarahkan senjatanya ke dahi Chen Yekai. Saat berikutnya, tepat pada detik terakhir sebelum Zhou Sheng tiba di pintu masuk sumur, dia berteriak, “Pergi!”

Dia melemparkan jingubang-nya ke arah pintu masuk sumur, lalu dengan cepat mundur, berbalik, dan dengan desir, dia berlari kembali ke Chen Yekai. Pada saat yang sama, suara tembakan terdengar dan Zhou Sheng menjerit kesakitan; dia telah memblokir tembakan untuk Chen Yekai dengan bahu dan darah mengalir dari lukanya, tetapi dia berhasil melewati dan menyelamatkan Chen Yekai tepat di saat-saat terakhir.

Chen Yekai tidak bisa berhenti batuk. Darah menetes dari bahu Zhou Sheng saat dia terbang melewati platform bersama Chen Yekai. we8YDl

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Apa yang harus kita lakukan?!” Chen Yekai berteriak.

Itbe Vtfcu yfgyjilx vjc wfiltja xf qlcae wjrex reweg.

Jingubang bersinar dengan cahaya yang kuat dan menghancurkan langit-langit dengan ledakan, terjun langsung ke lantai rumah Ryuusei.

“Pcl Itbe Vtfcu!” Te Ljb yfgxjaj, “Glj vl rlcl ecaex wfcsfijwjaxjc xlaj! Csb qfgul!” 0P6wa9

Yu Hao menarik Ryuusei dan berlari menuju jingubang.

“Bjwe yfiew wfwyfglajtexe jqj sjcu tjger xeyfglxjc qjvjcsj.” Te Ljb wfcufgeaxjc xfclcu.

“Cxe alvjx ajte.” Eseerfl wfcpjkjy, “Cxe revjt wfwjrexl xftlveqjc rfijcpeacsj. Vjae-rjaecsj sjcu ylrj wfcsfijwjaxjccsj rfxjgjcu, jvjijt xjwe.”

Di luar sumur. d9MgSu

“Ada di sini lagi!” Zhou Sheng telah melempar jingubang ke dalam sumur, jadi dia kehilangan pelindung perisainya. Bahunya berdarah terus menerus, dan Dewa Ular Berbulu terus mengejar mereka. Dia mencoba untuk mengarahkan jindouyun untuk melarikan diri dari platform bersama Chen Yekai, tetapi dipaksa kembali ke platform oleh suhu ekstrim dari hutan hujan yang terbakar. Mereka batuk tanpa henti, asap tebal mengepul sampai mereka tidak bisa lagi membedakan dimana langit dan bumi berada. Di dalam asap tebal, meteor api hitam yang tak terhitung jumlahnya bersiul ke arah mereka.

“Bukankah ini mimpi?” Kata Chen Yekai.

“Kemarahanmu telah membakar seluruh dunia ini!” Zhou Sheng menjawab.

Chen Yekai, “Apa yang akan terjadi jika seseorang meninggal di sini?” ue gGJ

“Kau baru menanyakan itu sekarang?!” Zhou Sheng mengarahkan jindouyun untuk melayang ke satu sisi, menghindari meteor api hitam yang melesat ke arah mereka dari dalam asap, “Kita akan dibuang ke alam bawah sadar! Dan kita tidak akan pernah bisa bangun lagi!”

“Dekatkan aku dengan Lin Xun!” Chen Yekai berkata, “Dan aku akan menembaknya! Aku hanya tidak percaya dia tidak akan mati karena itu!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng berkata, “Baiklah kalau begitu ……”

Seperti kilat dan percikan api, mereka lenyap; Zhou Sheng mengerahkan beberapa kekuatan dan keduanya dengan cepat terbang menuju tengah platform, mendekati takhta. Namun, di saat berikutnya, Dewa Ular Berbulu bergegas keluar dari gumpalan asap yang padat dengan suara whoosh; sebuah cahaya menyala, dan mereka berdua terlempar dari jindouyun! x n0Rj

Zhou Sheng dan Chen Yekai sama-sama berteriak keras. Dampaknya membuat Zhou Sheng terbang lurus ke atas sementara Chen Yekai meluncur ke tepi platform, tetapi dia berpegangan erat ke tepi sebelum jatuh.

Dewa Ular Berbulu berbalik di udara, rahangnya yang menganga memperlihatkan gigi-gigi tajam saat terbang menuju Zhou Sheng dengan raungan yang memekakkan telinga. Sayapnya menutupi langit, dan akan menggigit Zhou Sheng yang tergantung di udara. Zhou Sheng menarik napas dalam-dalam; dia sepertinya merasakan sesuatu, lalu dia bersiul.

Saat Zhou Sheng terlempar ke udara, dia secara tidak sengaja melewati sekitar pintu masuk sumur. Dewa Ular Berbulu dengan mulut penuh dengan gigi ular tajam telah mencapai tepat di depannya.

“Kau sudah tamat.” Zhou Sheng berputar di udara; dia menggerakkan dadanya ke belakang untuk memberi jalan saat dia mengejek Dewa Ular Berbulu. fRLOi6

Tiba-tiba, jingubang bersinar dengan sinar tak terbatas, dan seperti kilat, ia melesat keluar dari sumur dengan Yu Hao di atasnya! Lesatan yang cepat dari jingubang sangat tepat sehingga mengenai dagu Dewa Ular Berbulu!

Dewa Ular Berbulu menderita pukulan tak terduga dan tiba-tiba menutup mulut ularnya. Kepalanya tersentak saat dikirim terbang oleh hantaman ini, lalu berputar tak terkendali di udara saat ia terlempar!

Yu Hao  “Akhirnya keluar!”

“Apa kau baik-baik saja?!” Zhou Sheng berteriak dan bersiul lagi di udara; jindouyun terbang di atas dan menangkap mereka berdua. Zhou Sheng meraih jingubang-nya, mencabutnya, lalu melepaskannya lagi. 8dCPsI

“Pergi …… pergi!” Zhou Sheng mengayunkan jingubang-nya pada saat yang sama Dewa Ular Berbulu muncul. Tongkat itu dengan keras menghantam kepala Dewa Ular Berbulu dengan suara keras, dan bumi bergetar saat Dewa Ular Berbulu itu jatuh!

Mata Yu Hao berlinang air mata begitu dia melarikan diri – asap putih memenuhi sekelilingnya, dan dia hampir tidak bisa bernapas. Dia berteriak, “Di mana Chen Laoshi?”

Zhou Sheng tidak bertanya lagi. Dia berbalik dan terbang menuju Chen Yekai.

“Mengapa ada asap di mana-mana?” 5W boi

“Semua tempat di bawah kita terbakar!”

“Lalu mengapa wajahmu tidak hitam karena jelaga?”

Zhou Sheng , ” ……”

Yu Hao , “Mengapa???” ijev8s

Zhou Sheng, “Ini adalah mimpi! Kalau kau tidak sadar wajahmu akan berubah menjadi hitam karena jelaga maka tentu saja wajahmu tidak akan menjadi hitam! Yu Hao kenapa perhatianmu selalu terpaku pada hal-hal aneh?!”

Yu Hao dan Zhou Sheng melewati asap tebal, menyeret keluar jejak cahaya di kabut saat mereka melewatinya. Zhou Sheng menyadari sesuatu.

Langit Bieru.

“Totem?”

Chen Yekai naik ke platform, batuk sambil membungkuk, lalu mengangkat kepalanya. MdTm8o

Zhou Sheng melepaskan Yu Hao, yang mulai terbang di udara. Setelah jeda singkat, dia terbang dengan suara mendesing. Kemeja putih yang dia kenakan tetap berada di udara di atas Chen Yekai seperti bayangan, kemudian kemeja tersebut mulai bersinar dan berubah menjadi Ryuusei yang bersinar.

“Ryuusei?” Suara Chen Yekai bergetar.

“Longsheng.” Nakagawa Ryuusei berkata dengan tenang.

Asap yang mengepul mundur sedikit. Sebuah platform lebar muncul di depan Chen Yekai, dan Yu Hao serta Zhou Sheng mendarat di satu sisi. Tangan Yu Hao bersinar, lalu dia menekannya ke bahu Zhou Sheng. Rasa sakit itu tak tertahankan untuk Zhou Sheng dan tangannya yang lain mencengkeram bahu Yu Hao dengan erat. SXU 1m

Darahnya menghilang dan luka tembaknya sembuh total. Yu Hao bertanya dengan gugup, “Bagaimana?”

“Masih agak mati rasa.” Zhou Sheng menekan bahunya dan menggerakkan tangannya, “Apa kau tertidur dengan menggunakan lenganku sebagai bantal? Itu mempengaruhi kemampuan bertarangku.”

“Aku tidak …… ba!” Kata Yu Hao, lalu menoleh dan menatap Lin Xun, yang berdiri di depan takhta di tengah platform. Dia bergumam, “Itu benar-benar dia.”

Dewa Ular Berbulu berputar di udara di depannya, “Jangan pernah berpikir untuk mendapatkan kembali kekuasaanmu atas dunia batinmu. Semua yang ada di sini pasti akan lenyap, tidak peduli berapa banyak usaha ……” ZoyqSR

“Penjaga Kaikai.” Zhou Sheng mengacungkan jingubang-nya, “Ayo bertarung ba. Dukung dia sampai dia mengambil totemnya kembali!”

“Matilah!” Di bawah perlindungan Dewa Ular Berbulu, Lin Xun mengangkat tangannya dan meraung dengan marah; jumlah meteor api hitam yang tampaknya tak terbatas ditembakkan!

“Orang yang harus mati adalah kau!” Yu Hao dan Zhou Sheng berteriak serempak, lalu bergegas ke depan pada saat yang bersamaan!

Di tepi platform, Chen Yekai menatap kosong ke arah Ryuusei yang bersinar. 73rxzj

Chen Yekai , “Zhongchuan Longsheng.”

“Zhong , chuan, Long, sheng.” Nakagawa Ryuusei berbisik.

“Yekai.” Kata Chen Yekai .

“Yekai.” Ryuusei memejamkan mata, seolah mengenang salah satu kenangan mereka bersama. eSWyx2

Chen Yekai , “Chen Yekai.”

“Chen, Ye, kai.” Ryuusei perlahan turun dan mendarat di platform; tubuhnya bersinar dengan cahaya keemasan yang hangat.

Story translated by Langit Bieru.

Air mata mengalir di mata Chen Yekai saat dia melihat Ryuusei dengan bingung. Pada suatu sore enam tahun lalu, setelah Ryuusei menyelesaikan kelasnya, dia melewati sebuah mimbar dan melihat nama China di formulir yang ditulis oleh Chen Yekai .

Ryuusei menatapnya dengan tatapan kosong untuk beberapa saat, lalu melihat ke arah Chen Yekai sebelum menunjuk namanya sendiri. Chen Yekai mengangguk dan berkata, “Longsheng.” hr2wb4

“Longsheng.” Nakagawa Ryuusei belajar dari pengucapan Chen Yekai, jadi itu terdengar sangat akurat.

Chen Yekai mengajarinya bagaimana mengatakan “Zhongchuan Longsheng”, serta namanya sendiri, lalu akhirnya, Ryuusei mengatakan kepadanya dalam bahasa Inggris bahwa dia menyukai bahasa Mandarin dan pergi.

Itu adalah percakapan pertama Chen Yekai dengan Ryuusei.

Kimi ga suki da.” Chen Yekai berkata, “Itu satu-satunya kalimat bahasa Jepang yang kamu ajarkan padaku.” 8vAZT

Ekspresi tenang Ryuusei tidak berubah. Akhirnya, dia membungkuk sedikit ke arah Chen Yekai.

Chen Yekai tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Dia mengambil langkah maju dan menelan kembali isakannya saat Ia ingin memegang tangan Ryuusei, namun Ryuusei tersenyum dan hanya menatap tangan Chen Yekai.

Seluruh tubuh Chen Yekai mengalami luka-luka. Darah masih menetes di sisi wajahnya, dan tangannya gemetar. Dia membuka telapak tangannya dan partikel cahaya mengembun ke telapak tangannya, mengungkapkan dua cincin yang sangat kecil.

Itu adalah cincin perkawinan mereka. RUpIXy

Ryuusei dengan lembut mengangguk. Dia mengulurkan tangan yang memegang surat yang bersinar. Dia meletakkannya di telapak tangan Chen Yekai dan menutupi kedua cincin itu.

Kemudian, semuanya menghilang. Dunia sepertinya terjun ke dalam kegelapan, dan di dalam kegelapan ini, hanya Ryuusei yang bersinar dan Chen Yekai yang diterangi oleh sinarnya. Ryuusei meraih tangannya, mencondongkan tubuh ke depan, dan dengan lembut mencium bibir Chen Yekai.

Wajah Chen Yekai ditutupi dengan air mata saat ia berteriak, “Ryuusei!”

Saat mereka berpelukan, Ryuusei tiba-tiba berubah, hancur menjadi partikel cahaya yang menutupi langit sebelum berputar-putar di sekitar Chen Yekai. I4dYvj

Totem itu muncul!

Sementara itu, Lin Xun terus maju saat dia meraung, “Kau tidak akan pernah bisa merebut kembali mimpi ini!”

Kekuatan meteor hitam yang menyala semakin kuat, dan mereka berkerumun untuk menutupi area kecil dari platform tempat mereka berdiri. Zhou Sheng mengangkat perisainya untuk melawan serangan Lin Xun dengan susah payah. Giginya terkatup rapat sehingga dia bahkan hampir tidak bisa berbicara.

“Orang ini terlalu kuat!” Yu Hao hampir tidak bisa menahan pemboman yang mengamuk dari sihir Lin Xun, “Bukankah Kaikai mengatakan bahwa dia tidak takut padanya lagi?!” EGR0O

“Aku sudah mengatakan tentang itu padanya!” Zhou Sheng menggunakan perisai untuk melindungi Yu Hao. Keduanya tidak berdaya begitu Lin Xun memanggil kembali Dewa Ular Berbulu. Tubuh Dewa Ular Berbulu tidak bisa ditembus; setiap kali Zhou Sheng menabraknya dengan jingubang, suara keras akan bergema, dan hentakan dari benturan itu hampir melumpuhkan lengannya.

Dua belati Yu Hao bahkan lebih tidak berguna melawan Dewa Ular Berbulu. Segera setelah mereka berpisah, rudal meteor api hitam Lin Xun akan melacak mereka, tetapi Zhou Sheng akan selalu menyelamatkan Yu Hao tepat pada waktunya setiap kali dia dalam bahaya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Dia menang!” Yu Hao berbalik untuk melihat di tengah-tengah kekacauan, “Dia merebut kembali totemnya!”

“Mundur!” Zhou Sheng benar-benar kelelahan, “Aku benar-benar tidak ingin bertarung lagi!” v0BLr7

Chen Yekai berdiri di tepi platform. Partikel cahaya totemnya berputar di sekelilingnya, memeluknya seperti angin sepoi-sepoi yang hangat dan lembut; dalam partikel cahaya yang berkilauan, kenangan yang tak terhitung jumlahnya dari masa lalu terus melintas: senyuman Ryuusei di bawah sinar matahari, teguran Chen Yekai, Ryuusei dan Chen Yekai memandangi fosil besar Tyrannosaurus Rex di Museum Sejarah Alam di New York, rumah mereka di Manhattan, model template yang telah Ryuusei buat untuknya ……

Pertama kali mereka berpegangan tangan, ciuman pertama mereka, pertama kali mereka terlibat satu sama lain di bawah teriknya matahari di penginapan sampai mereka tidak tahan untuk berpisah.

“Nicky, apa gunanya merindukan dan menantikan orang lain sampai kamu mati? Pertemuan yang menyenangkan selama hidup seseorang, akan selalu lebih baik dari pada hamparan emas yang luas.” Suara Ryuusei berbisik, “Aku tidak pernah menyesal jatuh cinta padamu. Kamu sudah tahu apa yang ingin aku katakan kepadamu, mari kita bertemu di kehidupan berikutnya ba. Teruslah hidup dengan berani.”

Chen Yekai mengangkat kepalanya, dan dalam sekejap, semua partikel cahaya melonjak ke dalam tubuhnya; seluruh tubuh Chen Yekai langsung bersinar! ldop5r

“Kita berhasil!” Yu Hao berteriak.

Gerakan Lin Xun segera terhenti. Zhou Sheng menarik Yu Hao kembali ke pelukannya, lalu berbalik untuk menghindar. Tubuh Chen Yekai memancarkan cahaya yang kuat, dan pistol berputar di antara jarinya.

“Eksekusi di kenyataan!” Chen Yekai bersinar dengan gemilang saat dia berteriak dengan marah, “Dasar bajingan!”

Chen Yekai menarik pelatuknya. sSbypH

Yu Hao hampir berteriak “sangat tampan!”, tapi untungnya, dia berhasil menahannya tepat waktu dan tidak melakukan sesuatu yang jelas akan membunuhnya di depan Zhou Sheng. Sesaat kemudian, peluru emas ditembakkan dari moncong senjata Chen Yekai; lesatan peluru itu bersiul di udara, kolom cahaya berputar di belakangnya; peluru itu menembus tubuh Dewa Ular Berbulu, lalu menembus dada Lin Xun!

Lin Xun melolong penuh kesedihan dan terbang menjauh dari platform dengan Dewa Ular Berbulu sebelum jatuh ke lautan api di bawah platform.

Yu Hao dan Zhou Sheng menghela napas lega bersamaan. Zhou Sheng meletakkan perisai di punggungnya dan berkata, “Kita sudah selesai. Mari kita menemukan tempat untuk menyaksikan matahari terbit ba.”

Yu Hao memandang Chen Yekai; Chen Yekai berdiri diam di tepi platform saat dia melihat ke cakrawala. Nzkb9i

Awan gelap masih membubung di langit. Chen Yekai menatap pistol di tangannya, lalu dengan lembut melepaskan cengkeramannya, dan pistol itu larut menjadi partikel cahaya keemasan sebelum menghilang.

Saat dia dengan mantap mendekati takhta, suara tepuk tangan bergemuruh dari cakrawala.

Chen Yekai berbalik dan berbisik, “Terima kasih.”

Yu Hao dan Zhou Sheng berjalan menuju Chen Yekai. Namun, tepat di saat berikutnya, Yu Hao merasa ada yang tidak beres – dia segera berbalik dan berteriak, “Zhou Sheng——!” Yu Hao tidak lagi peduli dengan Chen Yekai; dia berbalik dan bergegas menuju Zhou Sheng. Senyum Zhou Sheng langsung membeku di wajahnya. SpC42B

Ekor ular tajam tiba-tiba terbang dari bawah platform dan menembak ke arah belakang kepala Zhou Sheng dengan kekuatan sambaran petir. Yu Hao melompat, membuka sayapnya, dan melesat cepat ke arah Zhou Sheng, memeluk pinggangnya dengan kedua tangan sebelum berputar miring untuk menghindari ekor ular. Tubuh mereka berputar-putar di udara; Zhou Sheng memiliki waktu reaksi yang lebih cepat saat dia menggunakan perisainya pada saat yang sama untuk melindungi mereka berdua. Tapi ekor ular itu berubah arah, dan meluncur melalui celah yang terbuka oleh perisai.

Pada saat itu, ekor ular tajam itu seperti besi yang menembus Yu Hao di bawah tulang rusuknya dari samping dan keluar melalui bagian depan dadanya; ekor ular itu membuka sisiknya di dalam tubuh Yu Hao sebelum ditarik keluar dengan whoosh!

Langit Bieru.

Chen Yekai , “Yu Hao!”

“Yu Hao——!” Zhou Sheng segera meraung liar. SirjB6

Yu Hao bahkan tidak merasakan sakit ketika ekor ular itu menembus tubuhnya tetapi saat-saat yang fatal terjadi ketika ekor ular itu ditarik keluar – Yu Hao segera memuntahkan seteguk darah ke tubuh Zhou Sheng.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment